Tag: rumah-rumah

  • Masjid Bambu di Cirebon, Unik dan Sejuk untuk Healing sekaligus Ibadah


    Cirebon

    Masjid unik banyak tersebar di Indonesia dengan pesona dan ciri khasnya masing-masing. Tak terkecuali masjid bambu di Cirebon, Jawa Barat yang sangat unik. Masjid yang nyaman dan asri ini cocok sebagai tempat istirahat setelah beribadah.

    Dilihat dari pantauan google maps, masjid bambu dengan nama Ash-Shomad ini berada di tengah pemukiman. Masjid tidak berukuran besar, namun cukup luas untuk menampung jemaah yang ingin beribadah atau melepas lelah.

    Lingkungan sekitar tampak asri dan teduh dengan pohon rindang. Halaman masjid sudah dipasang lantai sehingga bisa digunakan jemaah. Hasil google review yang dilihat detikTravel pada Sabtu (24/5/2025) menyatakan, masjid ini jadi oase di tengah padatnya Cirebon.


    “Masjidnya bagus, arsitekturnya unik, hidden gem di tengah kota Cirebon. Ada kajian Islam ilmiah juga,” tulis akun Syahrul Mubarok.

    Masjid Bambu atau Masjid Ash-Shomad Cirebon.Masjid Bambu atau Masjid Ash-Shomad Cirebon (Fahmi Labibinajib/detikJabar)

    Komentar positif juga datang dari netizen yang menyoroti bahan penyusun bangunan. Masjid Ash-Shomad tersusun atas bahan ramah lingkungan mulai dari atap hingga rangka bangunan. Bahan pengikat juga ramah lingkungan sehingga baik untuk sustainability alam.

    “Masjid kecil dan unik yang bangunannya banyak dari bambu. Terletak di dalam rumah-rumah kampung penduduk,” tulis akun Mohd Rizky Nasution (Kiky).

    Sorotan lain adalah pada kebersihan masjid yang meliputi seluruh bagian, termasuk toilet wangi. Saking bagusnya masjid ini dan lingkungannya, akun Muhammad Rizal menyarankan warganet mengunjungi masjid ini saat subuh.

    Lokasi Masjid Bambu Cirebon

    masjid unikMasjid Ash-Shomad dari bambu. Foto: google maps

    Masjid Ash-Shomad berlokasi di Kebonbaru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat. Masjid tempat berada di Gang Sepakat, Jalan Suratno yang ditandai dengan plang penunjuk arah. Dengan plang ini, jemaah yang bukan warga sekitar tak perlu khawatir nyasar.

    Menurut Fauzi selaku takmir masjid bambu, tempat ibadah ini mulai dibangun pada 2014 dengan bahan utama bambu. Masjid menggunakan ijuk sebagai atap yang makin menegaskan bangunan ini sebagai ramah lingkungan.

    Dalam sejarahnya, keperluan masjid bambu Ash-Shomad dilengkapi perlahan. Awalnya, masjid belum punya menara sehingga pengeras suara ditempatkan di pohon. Pagar masjid juga dibangun setahap demi setahap hingga bisa berfungsi dengan baik. Kelengkapan sarana masjid memudahkan jemaah yang ingin ibadah atau mengikuti kajian.

    Menurut Fauzi, bangunan masjid sangat kuat meski tersusun dari bahan alami. Masjid dengan kapasitas total 150 orang ini selalu ramai didatangi jemaah dari berbagai wilayah. Masjid bambu Ash-Shomad diharapkan bisa terus memberi manfaat bagi semua orang.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tempat Ini Dulu Kumuh, Sekarang Jadi Desa Wisata Tercantik



    Jakarta

    Berkat tangan-tangan kreatif, desa yang dulunya kumuh ini berubah menjadi cantik dan ramai dikunjungi. Sleain mengubah suasana desanya, kehidupan warganya juga makin membaik.

    detikTravel telah merangkum pada Kamis (10/7/2025), desa-desa yang dulunya kumuh dan berubah menjadi cantik dan ramai dikunjungi wisatawan.

    1. Kampung Jodipan


    Wisatawan berjalan di jembatan kaca saat mengunjungi Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/7/2023). Kampung warna-warni yang dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 2016 tersebut saat ini dicat ulang secara bertahap pada ratusan rumah milik warga setempat yang dimulai dari awal tahun 2023 untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.Wisatawan berjalan di jembatan kaca saat mengunjungi Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/7/2023). Kampung warna-warni yang dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 2016 tersebut saat ini dicat ulang secara bertahap pada ratusan rumah milik warga setempat yang dimulai dari awal tahun 2023 untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa. Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    Kampung Warna Warni Jodipan berada di Jalan Ir H Juanda Nomor 9 RT 9 RW 2, Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Lokasinya yang strategis membuat akses menuju kampung wisata ini terbilang mudah dijangkau.

    Desa Jodipan berubah menjadi desa warna-warni berkat inisiasi delapan mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diketuai Nabila Firdausiyah. Kelompok mahasiswa itu menyulap kampung yang dulunya kumuh menjadi destinasi wisata baru. Mereka mengubah kampung itu dengan pengecatan warna-warni pada dinding, atap, pagar rumah hingga jalan setapak dan tangga-tangga batu.

    Salah satu anggota kelompok itu Salis Fitria mengatakan ide mengecat Jodipan menjadi desa warna-warni terinspirasi oleh konsep kawasan Kickstater, Rio De Janeiro, Brazil, Yunani, dan Kota Cinque Terre, Italia

    Praktikum itu dilakukan dengan membuat program kerja bakti bersih-bersih, mengecat pagar, dan membuat mural. Mereka kemudian menggandeng produsen cat di Malang yang memproduksi cat merk Decofresh. PT Indana Paint sangat tertarik.

    Pemilik cat merk Decofresh ini siap menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk program itu. Mereka manamainya sebagai “Decofresh Warnai Jodipan”. Tak kurang 2 ton cat dihabiskan untuk menyulap kampung di bantaran sungai itu.

    Pada perjalanannya, pengecatan desa itu melibatkan berbagai elemen masyarakat dilibatkan untuk memulai bersih-bersih dan pengecatan lingkungan.

    Pada 4 September 2016, Kampung Wisata Jodipan diresmikan oleh Wali Kota Malang H. Mochamad Anton.

    2. Kampung Teluk Seribu

    Bergeser ke Kalimantan, ada Kampung Teluk Seribu yang berada di dekat kawasan wisata mangrove Teluk Seribu, Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Inisiatif mempercantik kampung ini datang dari warga setempat yang ingin kampungnya seindah masa lalu. Alhasil, semua warga dan relawan bekerja sama untuk mengecat kampung ini.

    3. Kampung Wonosari, Semarang

    Berlokasi di Kelurahan Randusari, Semarang Selatan, nama Kampung Pelangi memang tengah naik daun di kalangan traveler. Namun dahulu, kampung yang memiliki nama asli Kampung Wonosari tersebut boleh terbilang biasa saja.

    Namun atas inisiatif dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, akhirnya Kampung Wonosari mulai dicat pada 15 April 2017 lalu dengan gotong royong.

    4. Kampung Code

    Kampung Kali Code di Yogyakarta yang artistikKampung Kali Code di Yogyakarta yang artistik Foto: Bagus Kurniawan

    Kampung Code berada di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta. Lokasi persisnya ada di RT 01/RW 01 di sebelah selatan jembatan Gondolayu di Jl Jenderal Sudirman atau di sebelah timur bantaran Kali Code yang membelah Kota Yogyakarta.

    Kampung Code yang tadinya kampung biasa, menjelma menjadi sebuah karya seni berkat jasa seorang arsitek sekaligus pemuka agama katolik, Romo YB Manguwijaya bersama para mahasiswa pada tahun 1980-an.

    Romo Mangunwijaya (alm) bersama para mahasiswa dan relawan kemudian menata kawasan pemukiman. Warga tetap boleh menempatinya. Rumah-rumah ditata dengan baik mengikuti kontur alam di tempat itu. Romo Mangun juga membuat fasilitas umum seperti tempat MCK, sumur dan tempat pertemuan warga. Tempat pertemuan warga di tengah-tengah pemukiman itu sampai sekarang masih tetap seperti aslinya. Konstruksi rumah tidak mengalami perubahan namun hanya dicat ulang pada tiang dan dindingnya.

    Pada tahun 2015, rumah-rumah yang ada di Kampung Code dicat dengan warna-warni sehingga menyerupai perkampungan di Rio de Janeiro, Brazil. Bila melihat dari atas jembatan Gondolayu ke arah sisi timur akan kelihatan meriah dengan cat warna-warni di bagian atap dan dinding rumah.

    (sym/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Menag Mau Saingi Minimarket, 800 Ribu Masjid Akan Disulap jadi Pusat Ekonomi Umat



    Jakarta

    Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar akan menyulap 800 ribu masjid yang ada di Indonesia menjadi pusat ekonomi umat. Ia melihat ada potensi hal ini bisa terwujud.

    “Kami juga menawarkan, salah satu yang belum tergarap secara potensial sekarang ini adalah masjid, 800 ribu masjid,” ujar Nasaruddin dalam Peluncuran SGIE Report 2024/2025 di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025), dikutip dari CNN Indonesia.

    Contohnya seperti Masjid Istiqlal, Jakarta. Banyak masyarakat yang membeli kebutuhan pokoknya di masjid terbesar Asia Tenggara itu.


    “Dan masa depannya kalau sistem ini bagus, maka ada kemungkinan minimarket itu akan tergulung oleh sistem yang dikembangkan di masjid-masjid,” imbuh Nasaruddin Umar.

    Untuk mewujudkan hal tersebut, Nasaruddin Umar meminta bantuan sejumlah pihak. Tak hanya masjid, musala dan langgara pun bisa diberdayakan.

    “Kami mohon bantuan kepada Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), rekan-rekan para pemikir, bagaimana menggarap potensi ekonomi masjid seperti masjidnya Rasulullah SAW,” tuturnya.

    “Itu kalau digarap semuanya menjadi potensi ekonomi, itu amat dahsyat. Karena masjid itu mendiami perkampungan di tengah-tengah masyarakat,” lanjut Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

    Sebagaimana diketahui, masjid di era Nabi Muhammad SAW, kata Nasaruddin Umat, benar-benar memberdayakan umat. Menara yang ada di masjid pun tak hanya untuk mengumandangkan azan oleh Bilal bin Rabah, melainkan untuk memantau rumah-rumah warga yang ada disekitar.

    “Menara masjidnya Nabi itu bukan hanya dipakai Bilal azan, tapi dari ketinggian untuk mengontrol rumah-rumah mana yang tidak pernah berasap dapurnya. Itulah fungsi menara masjid, jadi kesejahteraan sosial,” tukas Nasaruddin Umar.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com