Tag: rusak

  • 5 Ciri-ciri Komstir Rusak, Kenali Penyebab dan Kapan Harus Diservis


    Jakarta

    Komstir merupakan komponen yang berkaitan dengan setang motor. Meski komstir adalah bagian yang kecil dan ringan, fungsinya sangat besar hingga mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan berkendara.

    Pengendara sebaiknya mengetahui ciri-ciri komstir rusak, sehingga bisa segera diperbaiki jika diperlukan. Jika tidak segera diperbaiki, hal ini bisa menimbulkan masalah besar.

    Simak artikel ini untuk mengetahui 5 ciri-ciri komstir rusak, lengkap dengan penyebab, dan kapan harus mengecek kondisi komstir agar tidak membahayakan.


    Ciri-ciri Komstir Rusak

    Dirangkum dari situs Federal Oil dan Honda Mitra Jaya, berikut 5 ciri-ciri komstir motor mulai rusak:

    1. Setang Motor Bergetar

    Ciri-ciri komstir rusak yang pertama adalah setang terasa bergetar. Biasanya getaran akan terasa ketika motor dikendarai dalam kecepatan tinggi.

    Getaran ini berbeda dengan getaran dari gerakan roda. Getaran akibat komstir rusak terasa kencang dan motor menjadi kurang stabil.

    2. Sulit Dikendalikan

    Komstir yang rusak bisa membuat setang sulit dikendalikan, misalnya ketika digunakan untuk berbelok, setang motor terasa kaku atau berat, maupun terkunci di tengah.

    Jika hal ini terjadi, kemungkinan komstir motor sudah rusak. Dalam posisi diam, cek setang dengan menggerakkannya ke kanan dan kiri, apakah ada hambatan atau terasa berat.

    3. Terdengar Bunyi Kasar

    Ciri-ciri lainnya adalah terdengar bunyi kasar seperti ‘glutuk’ di bagian setang. Bunyi yang kasar tersebut biasanya muncul melakukan pengereman menggunakan rem depan.

    Selain saat mengerem, bunyi ini juga bisa terdengar ketika detikers melewati jalan yang tidak rata.

    4. Ada Celah pada Setang

    Komstir yang rusak membuat adanya celah pada setang. Ini membuat setang terasa longgar dan terasa goyang-goyang atau tidak stabil. Saat posisi diam, coba gerakkan setang ke depan dan belakang, rasakan apakah ada pergerakan yang tidak wajar.

    5. Rem Kurang Pakem

    Celah pada setang akibat komstir rusak juga bisa berpengaruh dengan pengereman. Rem bisa jadi kurang pakem hingga terasa seperti rem blong.

    Penyebab Komstir Rusak

    Untuk mencegah kerusakan komstir maupun setang, detikers sebaiknya mengetahui penyebab komstir rusak. Berikut beberapa penyebab yang dikutip dari situs dealer resmi Honda Nusantara Surya Sakti (NSS) Group:

    • Sering menerjang jalan berlubang atau kontur jalan yang rusak dengan kecepatan tinggi.
    • Faktor usia yang sudah melebihi lima tahun. Ini berisiko membuat komstir berkarat.
    • Cuaca panas dan hujan yang bergantian membuat risiko korosi lebih tinggi.
    • Ketika komstir jarang diservis atau dibersihkan, maka kotoran akan menumpuk di bola-bola bearing.
    • Kemungkinan lainnya seperti motor ambruk atau kecelakaan.

    Kapan Harus Cek Komponen Komstir Motor?

    Berdasarkan laman Federal Oil, pengecekan komstir sebaiknya dilakukan rutin setiap 4.000 km dalam kondisi normal. Namun jika pemakaian sehari-hari yang melewati jalan rusak dengan kecepatan tinggi, maka harus lebih sering dicek.

    Saat melakukan servis rutin di bengkel, mintalah kepada montir untuk mengecek komstir motor. Sebab beberapa bengkel biasanya hanya mengecek bagian mesin dan pengereman.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • 9 Dampak Mobil Sering Terjebak Macet Seperti Saat Mudik


    Jakarta

    Situasi macet, termasuk saat mudik perlu diwaspadai oleh pengguna mobil karena bisa berdampak buruk bagi mesin dan komponennya. Risiko makin besar seiring makin seringnya terjebak macet.

    Dampak Mobil Sering Terjebak Macet

    Berikut ini sejumlah dampak mobil sering terjebak macet yang dirangkum dari situs Pertamina Lubricants dan Suzuki Indonesia:

    1. Mesin Terlalu Panas

    Dampak utama dari macet adalah mesin yang menjadi panas atau overheating. Hal ini terjadi karena mobil terus berjalan dengan kecepatan sangat rendah, sehingga aliran udara yang masuk ke dalam radiator terhambat dan membuat suhu mesin naik.


    Mesin yang terlalu panas akan berdampak pada hal lain, seperti merusak komponen-komponen mesin, bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen jika tidak segera diatasi.

    2. Mobil Terbakar

    Masalah overheat karena macet juga bisa membuat mobil terbakar. Dalam beberapa kasus kebakaran mobil, penyebabnya adalah kombinasi mesin overheat, masalah kelistrikan, atau kebocoran bahan bakar.

    Hal ini biasanya terjadi pada mobil yang kurang perawatan. Untuk itu selalu cek kondisi kabel listrik dan saluran bahan bakar sebelum melakukan perjalanan panjang. Waspadai juga ketika muncul asap atau bau terbakar, maka segera matikan mesin dan keluar dari mobil.

    3. Merusak Komponen Rem

    Kondisi macet membuat pengemudi lebih sering menggunakan rem karena lebih sering berhenti. Dengan demikian, rem juga bisa mengalami overheat sehingga mudah menyebabkan kerusakan komponen, misalnya kampas rem dan cakram.

    Suhu mesin yang naik signifikan akibat macet membuat oli lebih cepat teroksidasi dan tercemar partikel kotoran. Hal ini membuat kualitas oli menurun dan mengurangi kemampuan pelumasannya.

    Kualitas oli yang tidak prima juga akan meningkatkan risiko gesekan dan keausan pada komponen mesin. Pastikan untuk mengganti oli sebelum mudik.

    5. Komponen Transmisi Rusak

    Selain rem, komponen transmisi bisa cepat rusak akibat mobil sering terjebak macet. Terutama pada mobil bertransmisi otomatis, komponennya harus bekerja lebih keras karena mobil terus menerus melakukan stop and go.

    Ketika transmisi bekerja lebih berat, akan terjadi overheating pada sistem transmisinya dan membuat komponen cepat rusak. Untuk itu, saat berhenti lama, sebaiknya pindahkan tuas ke posisi netral.

    6. Boros Bahan Bakar

    Saat macet, mesin mobil akan terus bekerja meski tanpa bergerak. Meski demikian, pembakaran akan tetap terjadi, sehingga bahan bakar lama kelamaan akan cepat habis dibandingkan dalam kondisi lalu lintas normal.

    7. Polusi Udara

    Kemacetan juga menyebabkan polusi udara yang terpusat pada satu area. Hal ini bisa menyebabkan masalah lingkungan dan masalah kesehatan pada pengemudi serta penumpang.

    Gas karbon monoksida (CO) dari banyak kendaraan bisa dengan mudah masuk ke dalam kabin mobil melalui celah ventilasi. Hal ini bisa menyebabkan pusing, mual, hingga keracunan.

    8. Dampak Kelelahan dan Stres

    Dampak lain pada manusia adalah kelelahan dan stres. Mengemudi dalam waktu lama tanpa pergerakan signifikan akan menurunkan konsentrasi dan kondisi fisik. Emosi juga bisa meningkat akibat macet, sehingga risiko terjadi pertengkaran dengan pengguna jalan lain semakin besar.

    9. Pengeluaran Membengkak

    Terakhir, karena banyak dampak negatif yang telah disebutkan di atas, maka pengeluaran bisa semakin membengkak, mulai dari memperbaiki kerusakan mesin, rem, transmisi, hingga bahan bakar yang boros.

    Risiko macet saat mudik, atau dalam kehidupan sehari-hari, tentunya harus dipertimbangkan pengguna mobil. Untuk mencegah risiko ini, pengendara bisa memilih rute atau mengatur jadwal perjalanan agar terhindar dari macet.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Sering Ngelakuin Kebiasaan Ini? Awas, Mobil Matic Jadi Cepat Rusak!



    Jakarta

    Ada kebiasaan yang tak disadari pengendara bikin transmisi mobil matic rusak. Begini penjelasannya.

    Mengendarai mobil matic memang lebih mudah daripada mobil manual. Hanya ada dua pedal yang perlu dikendalikan pengemudi yaitu untuk ngegas dan ngerem. Perpindahan gigi pun dilakukan secara otomatis. Tak perlu lagi repot-repot menginjak kopling saat pergantian gigi.


    Meski begitu saat berkendara, ada kebiasaan yang tak disadari justru membuat transmisi mobil matic cepat rusak. Salah satunya memindahkan tuas transmisi tanpa mengerem lebih dulu.

    “Kalau yang pemakaian, misalnya masuk gigi tanpa direm, itu kan jedug. Direm (dulu) ya, masuk gigi baru lepas, smooth kan tuh,” kata Wahono belum lama ini.

    Selain itu yang sering jadi perdebatan adalah posisi tuas transmisi saat menunggu lampu merah. Ada baiknya posisi tuas transmisi berada di ‘N’ atau Netral. Selain menjaga keawetan transmisi, kebiasaan ini juga dapat menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

    “Yang benar apa? Netral, karena kalau nggak netral itu berbahaya. Kalau kita nggak konsen nginjek rem agak lengang, mobil jalan nabrak. Terus kan ada komponen yang bekerja walaupun waktu ditahan kopling nggak terlalu keras, tapi tetap bekerja,” lanjut Wahono.

    Tak cuma menunggu lampu merah, saat di kondisi macet pun sebaiknya tuas transmisi mobil matic berada di N. Selain pengendaraan, pemilik kendaraan juga perlu melakukan perawatan pada mobilnya.

    Bicara perawatan, tak jauh berbeda dengan mobil pada umumnya. Kamu bisa melakukan perawatan secara berkala, seperti melakukan penggantian oli. Oli mesin biasanya dilakukan pergantian setiap 5.000 km atau 10.000 km. Ada juga pergantian oli transmisi yang dilakukan secara berkala. Selain itu, hindari melakukan akselerasi secara mendadak. Akselerasi yang cepat bisa membebani transmisi sekaligus membuat komponen cepat aus.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Tips Merawat Motor yang Jarang Dipakai, Jangan Sampai Rusak!


    Jakarta

    Motor yang jarang digunakan bukan berarti tidak perlu perawatan. Mesin dan body motor tetap harus dirawat untuk menjaga kondisi kendaraan ini tetap prima serta mampu bekerja maksimal.

    Proses perawatan motor jarang digunakan hampir sama dengan kendaraan yang menemani aktivitas tiap hari. Sebagai catatan, motor yang didiamkan begitu saja tanpa perawatan berisiko rusak.

    Tips Merawat Motor yang Jarang Digunakan

    Dilansir dari situs Astra Otoshop, berikut ini sejumlah tips menyimpan sepeda motor yang jarang dipakai agar tetap sehat dan nyaman digunakan:


    1. Bersihkan Sepeda Motor

    Jika motor tidak dipakai dalam jangka waktu lama, maka bersihkan dulu motor tersebut sebelum disimpan. Cucilah sepeda motor secara menyeluruh agar debu dan sisa bahan kimia bisa hilang. Jangan lupa keringkan dengan lap untuk mencegah korosi.

    2. Lakukan Perawatan Mesin

    Tetap lakukan servis secara berkala, misalnya satu atau dua bulan sekali. Komponennya akan dicek sekaligus akan dilakukan pelumasan di bagian tertentu untuk mencegah korosi. Jangan lupa untuk memanaskan mesin untuk mencegah pengentalan cairan.

    3. Pilih Tempat Penyimpanan

    Pilihlah tempat penyimpanan yang kering atau tidak lembap, sehingga motor tetap terlindungi dari cuaca ekstrem. Selain itu, lokasi penyimpanan motor sebaiknya memiliki ventilasi dan cukup teduh untuk menghindari paparan langsung sinar matahari.

    4. Jaga Aki Tetap Penuh

    Aki motor tetap harus penuh meski tidak sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Detikers bisa menggunakan pengisi baterai agar daya tetap penuh selama penyimpanan. Detikers juga bisa mempertimbangkan pelepasan klem baterai atau menggunakan pemutus sirkuit untuk mencegah pengurasan daya.

    5. Penuhi Tangki Bahan Bakar

    Pastikan pula untuk memenuhi tangki bahan bakar. Tangki yang kosong lebih berisiko mengalami korosi, karena proses kondensasi di dalamnya. Hal ini juga dapat merusak kualitas bahan bakar.

    Bahan bakar yang tidak berkualitas bisa menimbulkan endapan atau kerak di dalam karburator atau injektor. Endapan atau kerak yang dibiarkan berisiko menyebabkan kerja mesin tidak maksimal.

    6. Pastikan Kualitas dan Kuantitas Oli

    Oli juga harus dipastikan selalu berada pada batas yang direkomendasikan. Sebelum ditinggal pergi, motor sebaiknya diganti oli terlebih dahulu. Selain masalah kuantitas, kualitas oli juga membuat komponen bisa terjaga lebih optimal.

    7. Cek Kondisi Ban

    Terakhir, periksa tekanan udara pada ban secara berkala. Pastikan tekanan udaranya sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Lebih aman menggunakan standar tengah agar ban tidak mendapatkan tekanan berat.

    Nah, dengan tips merawat motor di atas, maka kendaraan yang jarang dipakai bisa tetap awet. Jangan sampai motor rusak karena jarang dipakai, karena biaya penanganan kerusakannya bisa lebih mahal.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Mudah Merawat Helm Mahal Arai, Biar Tidak Cepat Rusak



    Jakarta

    Helm premium seperti Arai dikenal bukan hanya soal keamanan, tapi juga prestise bagi para penggunanya. Tak heran, harga helm asal Jepang ini bisa tembus jutaan rupiah, hingga puluhan juta rupiah. Dengan banderol relatif mahal, apakah helm Arai bisa dirawat dengan mudah?

    Menurut Sales & Distribution Manager Prime Gears, Arief R. B, perawatan helm Arai sebenarnya tak sulit, asal dilakukan dengan cara yang benar. Bagian yang paling penting diperhatikan adalah inner helm, karena ini terkait dengan kenyamanan.

    “Perawatannya dicuci kayak biasa. Bagian inner-nya kan bisa dicopot. Bagian busa (gabus) dan bagian kain untuk yang cheek pad bisa dilepas. Kain di cheek pad bisa dicuci. Tapi bagian busanya kalau bisa jangan dicuci. Karena kalau kena deterjen dan air umurnya lebih gampang cepat berkurang,” ujar Arief kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/8/2025).


    “Untuk busanya, sebenarnya dijemur, biasa aja. Atau tinggal semprot-semprot, semprot pakai disinfektan. Dilarang keras pakai sabun yang ada deterjennya,” tambah Arief.

    Selain itu, proses pengeringan juga tidak boleh sembarangan. Helm sebaiknya tidak dijemur langsung di bawah sinar matahari, melainkan cukup diangin-anginkan agar tidak merusak material. Kata Arief, tak ada panduan yang pasti soal interval pencucian helm. Kata dia, helm bisa dicuci jika sudah tak terasa nyaman digunakan.

    “Sebenarnya kalau udah terasa kayak nggak nyaman dipakai, bau tidak enak karena pemakaian dan kena keringat, ya langsung saja dicuci. Jadi sebenarnya nggak ada ketentuan. Tapi ya jangan terlalu sering juga nyucinya ya,” sambung Arief. Untuk menjaga kenyamanan, helm juga boleh disemprot parfum khusus yang pakai water based.

    Setelah dicuci bersih, jangan lupa untuk menyimpannya juga secara benar. Menurut Winaldi selaku bagian technical Prime Gears, helm Arai tidak harus disimpan di tempat khusus seperti lemari kaca. Yang terpenting adalah, helm harus disematkan silica gel untuk mengurangi kelembapan.

    “Yang penting kalau habis dipakai atau dicuci, keringkan dulu. Di angin-anginin. Sudah kering, langsung disimpan saja. Suhu ruangan juga ngaruh ya lembap. Enak sih pakai silica gel, buat mengurangi kelembapan. Silica gelnya juga harus sering diganti ya. Untuk tempat penyimpanan, di lemari biasa juga nggak apa-apa, nggak harus lemari kaca,” bilang Winaldi dalam kesempatan yang sama.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Kebiasaan yang Bikin Ban Mobil Cepat Rusak



    Jakarta

    Kasus ban cepat botak, retak, hingga pecah bukan hanya karena kualitas produk, tapi juga akibat kebiasaan pengemudi yang keliru.

    “Rata-rata ban bisa digunakan secara maksimal untuk menempuh jarak 40.000 hingga 50.000 kilometer, sebelum perlu diganti karena aus. Selain dari sisi jarak, performa dan usia ban juga ditentukan oleh kebiasaan pemakaian kita sehari-hari. Kebiasaan buruk dalam memakai ban tidak hanya memperpendek umur ban, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros,” kata Apriyanto Yuwono, National Sales Manager (PCR) Passenger Car Radial Hankook Tire Sales Indonesia dalam keterangannya, dikutip Selasa (26/8/2025).


    Seringkali, pengendara baru menyadari kerusakan pada ban ketika kondisinya sudah parah, seperti kempes atau sobek. Padahal, semua ini bisa dicegah apabila pengendara rutin melakukan inspeksi dan perawatan rutin. Berikut ini 5 kebiasaann yang bikin ban mobil cepat rusak:

    1. Mencuci Ban dengan Air Tekanan Terlalu Tinggi

    Teknik mencuci mobil dengan air bertekanan tinggi (steam) sebetulnya dapat membantu membersihkan komponen mobil yang sulit terjangkau. Namun, apabila terlalu sering melakukan ini, ditambah mengarahkan nosel semprotan air yang terlalu dekat dengan ban dapat mengikis lapisan pelindung ban. Cukup gunakan tekanan sedang (80-100 bar) dengan jarak aman 40-50 cm.

    2. Menggunakan Semir Ban Berlebihan

    Produk semir ban umumnya menggunakan silicone based yang dapat menjaga kilap ban lebih lama. Meski begitu, menggunakan semir ban terlalu sering dapat membuat silicone menumpuk di ban mobil dan menyerap kandungan kompon ban sehingga menyebabkan retakan halus pada permukaan ban. Ban juga jadi licin dan mudah slip saat hujan. Sebaiknya gunakan semir ban maksimal dua minggu sekali dan hindari melapisi semiran berlebih pada bagian tapak ban.

    3. Terlalu Sering Menambal Ban Tubeless

    Ban tubeless memiliki lapisan fluid sealant yang berfungsi mempertahankan kerapatan ban, sehingga, ban ini tidak akan langsung kempis jika tertusuk benda tajam. Meski terkesan lebih tahan banting daripada ban dalam, sebaiknya pengendara tidak menambal ban tubeless lebih dari empat kali karena dapat membuat permukaan ban menjadi tidak rata, dan mengurangi daya cengkram ban yang nantinya berisiko terhadap kecelakaan. Segera ganti ban tubeless saat muncul benjolan atau retakan halus pada permukaan ban.

    4. Mengisi Tekanan Angin Terlalu Tinggi

    Setiap pabrikan mobil biasanya memberikan rekomendasi tekanan ban yang ideal, sesuai jenis dan berat mobil, misalnya SUV 35-40 psi, sedan 30-33 psi, dan city car 30-36 psi. Mengisi tekanan angin ban sesuai rekomendasi membuat laju kendaraan lebih ringan dan menghemat bahan bakar. Sebaliknya, tekanan angin yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan justru membuat keausan ban tidak merata lantaran bagian tengah ban mendapatkan gesekan berlebih dibanding area samping.

    5. Mencuci Ban dengan Deterjen

    Deterjen dengan kandungan alkali tinggi berisiko mengikis lapisan pelindung karet ban, sehingga dapat membuat elastisitas ban berkurang dan mudah retak. Ditambah lagi dengan perubahan suhu dan kelembaban tinggi saat musim hujan membuat ban lebih cepat aus dan tentu berbahaya saat digunakan di jalan yang basah. Sebaiknya, pengendara mencari pengganti deterjen untuk membersihkan ban, gunakan sabun khusus mobil dengan kandungan pH balance untuk menjaga kelenturan karet ban.

    “Perawatan ban mobil juga tidak lepas dari memilih ban yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi kendaraan. Untuk wilayah tropis seperti Indonesia, pilih ban dengan dukungan teknologi drainase dan daya cengkram optimal yang akan bermanfaat saat musim hujan seperti saat ini.” jelas Apriyanto.

    (riar/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Lampu Motor Tiba-tiba Redup? Ini Penyebabnya



    Jakarta

    Pernah mengalami masalah lampu motor tiba-tiba mati atau redup, padahal aki masih terasa kuat? Ini beberapa kemungkinan penyebabnya.

    Masalah lampu depan tiba-tiba redup cukup umum dialami oleh banyak pengguna sepeda motor. Tak sedikit juga yang mengambil kesimpulan hal ini disebabkan karena aki. Padahal, sistem kelistrikan motor terdiri dari banyak komponen yang saling terhubung.

    Posisi lampu yang tiba-tiba mati atau bahkan redup, cukup bisa membikin bahaya pengendaranya, apalagi pada kondisi saat berkendara malam hari atau hujan lebat turun, pencahayaan jadi kurang optimal, sehingga bisa mengganggu visibilitas.

    Penyebab Lampu Motor Redup

    Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebabnya dan harus mengambil langkah apa saat mengalami kendala seperti ini. Berikut 5 penyebab utama lampu motor tiba-tiba mati atau redup meski aki masih dalam kondisi baik:


    1. Kiprok Bermasalah

    Kiprok atau regulator rectifier berfungsi mengubah arus AC dari spul menjadi arus DC untuk mengisi aki dan menyalurkan listrik ke komponen seperti lampu. Jika rusak, arus listrik jadi tidak stabil atau bahkan tidak mengalir sama sekali ke lampu.

    2. Spul Rusak atau Lemah

    Spul bertugas menghasilkan arus listrik saat mesin berputar. Jika daya yang dihasilkan tidak mencukupi, maka kiprok tidak bisa bekerja optimal dan aliran listrik ke lampu jadi terganggu.

    3. Kabel dan Saklar Tidak Berfungsi Baik

    Kabel kelistrikan yang longgar, terkelupas, atau korslet bisa menghambat aliran listrik ke lampu. Begitu juga saklar lampu yang sudah aus atau rusak akan membuat lampu tidak bisa menyala meski komponen lain berfungsi baik.

    4. Bohlam Sudah Usang

    Seiring waktu, bohlam bisa mengalami penurunan performa bahkan mati total. Filamen di dalam bohlam bisa putus tanpa disadari, terutama setelah pemakaian yang cukup lama.

    5. Sistem Pengisian Aki Tidak Optimal

    Meskipun aki dalam kondisi baik, tapi jika sistem pengisiannya terganggu, daya listrik yang masuk ke aki tidak mencukupi. Akibatnya, lampu akan menyala redup atau tidak menyala sama sekali saat beban listrik meningkat.

    Itu tadi adalah masalah yang kemungkinan muncul dan menjadi penyebab lampu motor secara tiba-tiba mati atau menjadi redup padahal kondisi aki masih baik. Jika sudah mengetahui penyebanya, berikut 5 langkah yang bisa dilakukan:

    1. Periksa dan Ganti Kiprok Jika Perlu

    Cek apakah kiprok menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti meleleh atau gosong. Jika iya, segera ganti dengan yang baru agar arus listrik kembali stabil.

    2. Ukur Kinerja Spul

    Gunakan alat multimeter untuk mengukur tegangan yang dihasilkan spul. Jika nilainya tidak sesuai standar, kemungkinan besar spul perlu diganti.

    3. Cek Jalur Kabel dan Saklar

    Pastikan semua kabel dalam kondisi utuh dan tidak ada yang longgar atau berkarat. Cek saklar lampu apakah masih responsif. Bila perlu, ganti saklar yang sudah tua.

    4. Ganti Bohlam yang Sudah Tua

    Jika bohlam terlihat menghitam atau filamennya putus, segera ganti dengan yang baru. Gunakan bohlam dengan spesifikasi yang sesuai dengan peruntukannya agar tahan lama dan terang.

    5. Pastikan Sistem Pengisian Aki Normal

    Lakukan pengecekan terhadap pengisian aki. Bila diperlukan, lakukan servis di bengkel untuk memastikan aki menerima arus listrik dengan benar dari spul dan kiprok.

    “Masalah lampu yang mati itu tidak melulu karena aki lemah. Ada banyak komponen lain yang harus dicek lebih dulu. Pemeriksaan menyeluruh bisa mencegah salah ganti dan membuat perawatan motor lebih efisien,” ujar Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, dalam keterangan resminya.

    Lebih lanjut Wahyu menambahkan, pengendara sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan kondisi sistem kelistrikan motor, tidak hanya saat ada masalah. “Pemeriksaan berkala sangat dianjurkan, karena kelistrikan adalah bagian penting untuk kenyamanan dan keselamatan berkendara,” imbuh Wahyu.

    Jika seluruh langkah di atas sudah dilakukan namun lampu masih tidak menyala dengan normal, jangan ragu untuk membawa motor ke bengkel resmi AHASS. Jadi, sebelum buru-buru menyalahkan aki, sebaiknya pahami dulu seluruh kemungkinan penyebabnya. Dengan perawatan yang tepat, motor akan kembali nyaman digunakan dan pencahayaan pun kembali optimal saat berkendara.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Penyebab iPhone Tidak Bisa Dicas, Begini Cara Mengatasinya

    Jakarta

    iPhone dikenal sebagai salah satu perangkat smartphone dengan kualitas yang andal. Meski begitu, seperti perangkat elektronik lainnya, iPhone bisa juga mengalami masalah teknis, salah satunya tidak bisa dicas.

    Masalah ini tentu bisa sangat mengganggu aktivitas, terutama saat baterai habis dan kamu sangat membutuhkan ponsel untuk aktivitas sehari-hari. Lantas, apa saja penyebab iPhone tidak bisa dicas? Bagaimana cara mengatasinya?

    Penyebab iPhone Tidak Bisa Dicas

    Ada beberapa penyebab mengapa iPhone tidak bisa dicas atau diisi daya. Mengutip laman anker, berikut di antaranya:


    1. Kabel/ Adaptor Pengisi Daya Rusak

    Salah satu alasan yang paling umum mengapa iPhone tidak bisa diisi dayanya adalah kabel atau adaptor pengisi daya rusak atau tidak kompatibel. Seringnya penggunaan dan penanganan yang tidak tepat bisa menyebabkan kerusakan internal kecil yang mengganggu konektivitas

    2. Ada Debu atau Kotoran di Port Pengisian Daya

    Seiring berjalannya waktu, debu dan kotoran lainnya bisa menumpuk di port pengisian daya. Hal tersebut menghalangi sambungan antara kabel dan ponsel, sehingga mencegah iPhone mengisi daya dengan benar.

    3. Gangguan pada Perangkat Lunak

    Dalam beberapa kasus, masalah perangkat lunak atau versi iOS yang ketinggalan zaman bisa mengganggu kemampuan iPhone dalam mengisi daya. Gangguan ini bisa menyebabkan iPhone berhenti mengisi daya atau pengisian tidak konsisten.

    4. Sumber Daya Rusak

    Masalah tak hanya bisa terjadi pada iPhone atau kabel pengisi daya, melainkan dari sumber daya tersebut. Stop kontak, port USB atau powerbank yang rusak bisa mencegah iPhone menerima daya yang diperlukan.

    5. Kerusakan Fisik

    iPhone yang jatuh, terkena air atau mengalami kerusakan fisik lainnya mungkin bisa membuat pengisian daya berjalan tidak baik. Kerusakan pada port pengisian daya, baterai, atau komponen internal lainnya bisa menghambat proses pengisian daya.

    6. Baterai yang Makin Tua

    Seiring bertambahnya usia, baterai iPhone bisa kehilangan kemampuannya untuk menyimpan daya secara efektif. Sehingga, waktu pengisian daya menjadi lebih lambat atau tidak mampu mengisi daya baterai hingga kapasitas penuh.

    Cara Mengatasi iPhone yang Tidak Bisa Dicas

    Tak perlu khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi iPhone yang tidak bisa dicas. Mengutip laman Apple Support dan Business Insider, begini langkah-langkahnya:

    1. Restart iPhone
    2. Periksa apakah ada tanda kerusakan pada kabel pengisian daya dan adaptor USB, seperti patah atau ujung yang bengkok. Jangan gunakan aksesori yang rusak.
    3. Gunakan stopkontak di dinding. Periksa sambungan yang kuat antara kabel pengisian daya, adaptor dinding USB dan stopkontak. Coba gunakan stopkontak lain.
    4. Singkirkan kotoran dari port pengisian daya di bagian bawah perangkat. Colokkan kabel pengisian daya ke perangkat dengan kuat
    5. Biarkan perangkat terisi daya selama setengah jam
    6. Jika perangkat tetap tidak mau menyala atau menampilkan ikon baterai di layar, paksa nyalakan ulang perangkat:

    • Untuk iPhone 8 versi lebih baru dan iPhone SE (generasi ke 2 dan versi lebih baru): Tekan dan lepaskan tombol volume atas dengan cepat, tekan dan lepaskan tombol volume bawah dengan cepat, dan tekan dan tahan tombol samping hingga logo Apple muncul.
    • Untuk iPhone 7, iPhone 7 Plus, dan iPod touch (generasi ke-7): Tekan dan tahan tombol samping (atau atas) dan tombol volume bawah hingga logo Apple muncul .
    • Untuk iPhone 6s atau versi lebih lama, iPhone SE (generasi ke 1): Tekan dan tahan tombol samping (atau atas) dan tombol utama sampai logo Apple muncul

    7. Biarkan perangkat terisi daya selama setengah jam lagi.
    8. Jika penyebab iPhone tidak bisa dicas karena versi iOS yang belum diperbarui, lakukan pembaruan dengan:

    • Klik Settings
    • Pilih General
    • Klik Software Update
    • Klik Install Now

    Itulah beberapa penyebab iPhone yang tidak bisa dicas dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini membantumu ya.

    (elk/row)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Melihat LCD HP Rusak atau Tidak, Kenali 5 Tanda Ini

    Jakarta

    Memeriksa kondisi layar atau LCD HP sangat penting, untuk memastikan layar bisa berfungsi dengan baik. Kalau LCD terlihat buram, pecah, atau tidak merespons sentuhan, mungkin ada masalah.

    Untuk mengetahui apakah LCD HP rusak atau tidak, kita bisa mencoba beberapa langkah sederhana seperti memeriksa tampilan layar hingga memastikan tidak ada garis atau bintik yang muncul.

    Cara Mengetahui Apakah LCD Rusak

    Mengutip laman Carl Care, berikut adalah tanda-tanda untuk mengetahui LCD HP rusak atau terdapat gangguan:


    1. Ada Garis dan Retakan

    Layar yang retak jadi petunjuk yang paling kelihatan untuk mendiagnosis LCD rusak atau tidak. Pasalnya, retakan sekecil apa pun bisa mengganggu efektivitas kerja LCD.

    2. Ada Kilatan

    Kilatan, piksel, dan bintik mati juga menjadi tanda LCD ada gangguan. Adanya bercak hitam atau berubah warna pada layar menunjukkan piksel terjebak di limbo LCD.

    3. Ada yang Berkedip-kedip

    Layar yang tidak stabil dan berkedip-kedip menjadi tanda klasik LCD rusak. Ini merupakan cara mereka berusaha mempertahankan kinerja pencahayaannya.

    4. Warna Terdistorsi

    Warna yang tidak akurat dan pudar termasuk tanda bahaya yang menunjukkan bahwa warna LCD tidak seimbang.

    5. Layar Gelap Total

    Layar yang sepenuhnya hitam dan tidak responsif terhadap semua permintaan menjadi tanda LCD yang terluka parah. Kerusakan tersebut membutuhkan perbaikan.

    Penyebab LCD Rusak

    • Terjatuh baik tidak sengaja maupun sengaja, sehingga membuat retakan seperti jaring laba-laba pada layar. Ini sangat berpotensi merusakan lapisan LCD yang halus.
    • Tercelup ke dalam kolam atau tumpahan cairan, sehingga air bisa merembes lewat celah-celah LCD.
    • Hp terkena suhu ekstrem, yang bisa merusak komponen sensitif LCD.
    • Kesalahan setelah perbaikan, kalau teknisi menggunakan LCD yang kualitasnya jelek atau salah menangani pemasangan, maka LCD bisa saja berkedip, bermasalah, atau tidak mau bekerja.

    (khq/khq)



    Sumber : inet.detik.com