Tag: rusia

  • Kloset Duduk vs Jongkok, Mana yang Dianjurkan dalam Islam dan Kesehatan?



    Jakarta

    Kloset merupakan peralatan sanitasi penting di kamar mandi. Bentuk kloset yang banyak digunakan di RI terdapat 2 macam, yakni kloset duduk dan jongkok.

    Kloset duduk di Indonesia termasuk jenis kloset yang modern karena jika memperhatikan rumah-rumah tua yang usianya sudah puluhan tahun tanpa renovasi, kloset yang digunakan rata-rata adalah kloset jongkok.

    Lantas, mana yang lebih baik di antara keduanya?


    Mengutip dari penelitian berjudul ‘Penggunaan Toilet Jongkok dan duduk dalam perspektif hukum Islam dan kesehatan’ yang ditulis oleh Risqi Hidayat, menjelaskan mengenai penggunaan kedua kloset tersebut berdasarkan syariat Islam dan kesehatan.

    Di dalamnya disebutkan syariat Islam lebih menyarankan penggunaan kloset jongkok dibanding kloset duduk. Hal ini disampaikan oleh Syeikh Muhammad Munajjad bahwa sunnah buang hajat adalah dengan jongkok.

    Anjuran dalam Islam ini bukan hanya didasarkan pada pendapat ulama semata, melainkan jika ditinjau dari ilmu kesehatan juga ada manfaatnya. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Rusia bernama Dov Sikirov menunjukkan saat buang tinja dalam posisi duduk, otot tidak bisa memberikan tekanan yang lebih untuk mengeluarkan kotoran. Hal ini karena otot hanya mengendur sebagian.

    Hal ini berbanding terbalik ketika orang tersebut dalam posisi jongkok. Tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehingga memudahkan proses pengeluaran kotoran.

    Manfaat lainnya adalah buang air besar dalam posisi jongkok lebih cepat karena sudut rektoanal telah terbentuk dengan sendirinya sehingga feses pun kotoran. Sementara, ketika posisinya duduk jadi lebih lama karena tubuh butuh proses untuk mendorong feses melalui sudut rektoanal.

    Lalu, kloset jongkok juga mencegah kontak langsung antara tubuh dengan permukaan kloset. Hal ini dapat mencegah penularan penyakit atau infeksi pada permukaan kulit di area belakang. Etika buang air dengan berjongkok juga lebih menjaga aurat sebagaimana adab buang air untuk tidak memperlihatkan kemaluan.

    Meskipun banyak kelebihan, dalam laporan tersebut juga disebutkan kekurangan kloset jongkok adalah tidak bisa digunakan oleh semua kalangan, seperti orang tua, orang cacat, atau orang obesitas karena tidak nyaman.

    Apabila dipaksakan memakai kloset jongkok justru memicu timbulnya artritis dan tekanan pada lutut. Kondisi seperti dalam Islam dan kesehatan lebih dianjurkan memakai kloset duduk agar lebih aman.

    Terpisah, dalam artikel ilmiah berjudul “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” oleh Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, ada saran bahwa solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah menciptakan bentuk kloset semi jongkok. Hal ini direkomendasikan sebagai salah satu pilihan dalam mendesain kamar mandi islami.

    Terlepas dari hal itu semua hasil temuan dalam pengamatan tersebut, tidak ada larangan untuk menggunakan jenis kloset apa pun. Semua kembali pada kebutuhan masing-masing. Hal yang dilarang dalam Islam adalah buang air besar dan kecil dalam keadaan berdiri, kecuali dalam keadaan darurat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah.

    “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

    Itulah perbandingan antara kloset duduk dan jongkok dalam Islam dan kesehatan. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Daftar Beasiswa Pemerintah Rusia 2026-2027, Cek Panduannya!



    Jakarta

    Pernah bermimpi kuliah di luar negeri tanpa harus memikirkan biaya kuliah? Kini saatnya mewujudkannya!

    Beasiswa Pemerintah Rusia 2026-2027 resmi dibuka, memberikan kesempatan emas bagi pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di Negeri Beruang Merah secara gratis.

    Tertarik mendaftar? Berikut langkah-langkahnya:


    1. Registrasi di situs resmi: education-in-russia.com
    2. Isi formulir online dan unggah semua dokumen yang diminta
    3. Pastikan status pendaftaran menjadi ‘Under Inspection at RZU’ (artinya sedang ditinjau oleh Russian House).

    Tersedia panduan lengkap dan contoh dokumen yang bisa kamu akses melalui QR Code di postingan Instagram resmi Russian House di Indonesia @rusdomindo.

    Beasiswa ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan mulai dari S1, S2, S3 & lainnya. Ada sekitar 400 jurusan yang dapat dipilih calon mahasiswa.

    Apalagi, ada 700 universitas terkemuka di seluruh Rusia. Penerima beasiswa tidak perlu mengeluarkan uang kuliah, karena sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Rusia.

    Adapun periode pendaftarannya mulai dari 15 September – 15 Desember 2025. Informasi lebih lanjut tentang jurusan dan universitas bisa dicek di laman russia-edu.minobrnauki.gov.ru.

    Kamu juga bisa mengontak Russian House di Indonesia melalui e-mail beasiswarushouse@gmail.com, atau WhatsApp +62 821 2377 7297 atau mengunjungi secara langsung di Jl. Diponegoro No. 12, Jakarta Pusat.

    Jangan lewatkan kesempatan ini untuk belajar di Rusia dengan beasiswa penuh dari pemerintah. Yuk, siapkan dokumenmu dan daftar sekarang!

    (akd/akd)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • 5 Tips Lolos Beasiswa Tanpa Nilai Rapor Tinggi


    Jakarta

    Nilai rapor bukan satu-satunya penentu kesuksesan beasiswa! Kalau nilai rapormu tak tinggi-tinggi sekali, maka tonjolkan sisi-sisi nonakademik. Simak 5 tips ini.

    1. Jangan Malas Riset

    Nilai rapormu boleh tak tinggi-tinggi sekali asal jangan malas. Jangan malas riset, mencari tahu, memelototi dan mempelajari syarat-syarat administrasi beasiswa, terutama beasiswa yang menonjolkan prestasi nonakademik.

    Dini Agustina, SIkom, M IKom, sebagai penerima Beasiswa Unggulan pada tahun 2018 jenjang magister, memberikan tips pertama. Agar lolos seleksi berkas awal, kita harus mempersiapkan administrasi secara lengkap sesuai aturan yang tertulis dalam buku panduan beasiswa, demikian seperti dilansir dari laman Kemdikbud.


    2. Sorot Pengalaman Kepemimpinan

    Beberapa kampus di Indonesia membuka jalur penerimaan dan beasiswa berdasarkan riwayat kepemimpinan selama di sekolah seperti OSIS. Umumnya, jalur OSIS ini masuk dalam kategori jalur prestasi. Oleh karena itu, pelamar wajib melampirkan bukti dokumen prestasi sebagai pengurus OSIS.

    Di tahun 2025 ini, dari arsip detikEdu, kampus yang memiliki jalur Ketua OSIS adalah IPB University, Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip).

    Jalur OSIS Undip 2025 mensyaratkan nilai rata-rata rapor per semester 70 (skala 100). Jalur OSIS IPB University tak mensyaratkan nilai rapor sama sekali, tetapi mesti ada:
    – Surat kepala sekolah yang menyatakan siswa benar bersekolah di sana dan pernah menjadi ketua OSIS selama minimal satu periode.
    – Surat keputusan kepala sekolah tentang pengangkatan pelamar sebagai ketua OSIS.

    3. Tonjolkan Prestasi Nonakademik

    Bila nilai akademikmu pas-pasan, kamu bisa menonjolkan prestasi nonakademikmu. Contohnya, IPB University menerima mahasiswa dari jalur Prestasi Internasional dan Nasional (PIN) seperti:

    • Olahraga
    • Hafiz Al-Quran
    • Pramuka
    • Seni
    • Debat bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Rusia, Prancis, Spanyol.

    Beberapa kampus hingga pemerintah bahkan menyediakan beasiswa atlet. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi meluncurkan Program Beasiswa Keolahragaan.

    Program ini memberikan kesempatan kepada atlet aktif, mantan atlet, serta tenaga profesional di bidang olahraga untuk menempuh pendidikan pada jenjang magister dan doktor, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini menandai komitmen nyata pemerintah dalam menjadikan olahraga bukan hanya sebagai prestasi sesaat, tetapi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul berkelanjutan, demikian dilansir dari laman Kemenpora, Rabu (9/7/2025).

    4. Buat Esai Personal yang Menggugah

    Ada beberapa beasiswa yang mensyaratkan untuk menulis esai. Dilansir dari laman Universitas Multimedia Nusantara (UMN), menulis esai yang baik, menggugah, realistis, rendah hati, dan jujur bisa membantumu untuk mendapatkan beasiswa.

    Usahakan kepribadianmu bisa terlihat dari esai itu. Kamu bisa menceritakan masalah terberat dalam hidup kamu, dan bagaimana kamu menghadapinya. Beasiswa cenderung memiliki tema. Jika bisa, sesuaikan esaimu dengan tema beasiswanya. Kamu harus bisa meyakinkan penyedia beasiswa bahwa kamu pantas untuk mendapatkan beasiswa tersebut!

    Dini Agustina menyarankan esai dapat menceritakan tujuan kita ke depan setelah meraih beasiswa ini. Tips lainnya yaitu isi esai sebaiknya dikaitkan dengan jurusan kuliah yang akan kita ambil dalam beasiswa ini.

    Misalnya, jika berniat meraih Beasiswa Unggulan untuk jurusan hukum, maka ceritakan target, tujuan, dan harapan yang ingin kita capai seandainya dapat berkuliah dengan beasiswa di sana.

    5. Dapatkan Rekomendasi yang Personal

    Surat rekomendasi beasiswa adalah dokumen resmi yang ditulis oleh seseorang yang memiliki hubungan profesional atau akademik dengan pelamar. Surat rekomendasi dari guru atau dosen yang mendeskripsikan etika kerja, ketekunan, dan potensi bisa lebih dipercaya daripada nilai rapor.

    Surat ini penting karena bertujuan untuk memberikan penilaian objektif mengenai kelayakan pelamar dalam menerima beasiswa, berdasarkan pengamatan langsung terhadap kemampuan, etika kerja, dan potensi yang dimiliki oleh pelamar.

    (nwk/twu)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • 5 Beasiswa S1-S3 ke Luar Negeri Tanpa Syarat TOEFL/IELTS, Intip Yuk!



    Jakarta

    Bisa melanjutkan studi di kampus luar negeri adalah impian bagi sebagian orang. Namun, tak semua bisa mewujudkannya karena merasa punya keterbatasan.

    Salah satunya dalam berbahasa Inggris. Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa kuliah ke luar negeri harus memiliki skor kemampuan bahasa Inggris tinggi terlebih dahulu seperti TOEFL atau IELTS.

    Namun ternyata ada beberapa beasiswa ke luar negeri yang tidak menjadikan nilai TOEFL/IELTS sebagai syaratnya. Apa saja beasiswa tersebut? Mengutip unggahan Instagram @hasanuddin_univ, berikut daftarnya:


    Beasiswa S1-S3 ke Luar Negeri Tanpa Syarat TOEFL

    1. Turkiye Burslari Scholarship

    Beasiswa ini bisa dicoba untuk mahasiswa S1, S2, S3 hingga doktor penelitian. Tidak ada syarat kemampuan bahasa Inggris, melainkan bahasa Turki.

    Tak hanya memberikan bantuan pendidikan dan hidup saja, Turkiye Burslari Scholarship juga akan menjamin mahasiswa ditempatkan di universitas terbaik di Turki.

    Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi jika ingin mendaftar beasiswa ini:

    • Bukan warga negara Turki
    • Bagi pendaftar S1 berusia tidak lebih dari 21 tahun
    • Bagi pendaftar S2 berusia tidak lebih dari 30 tahun
    • Bagi pendaftar S3 berusia tidak lebih dari 35 tahun
    • Bagi pendaftar research program berusia tidak lebih dari 45 tahun
    • Memiliki nilai ijazah pendidikan terakhir minimal 70 bagi pendaftar S1
    • Memiliki nilai ijazah pendidikan terakhir minimal 75 bagi pendaftar S2 dan S3
    • Memiliki nilai ijazah pendidikan terakhir minimal 90 bagi pendaftar jurusan kedokteran

    2. Seoul National University Graduate Fall

    Bagi detikers yang bermimpi kuliah di Korea Selatan, beasiswa ini dapat menjadi kesempatan yang bisa dicoba. Ditambah, tak ada syarat skor TOEFL ataupun IELTS.

    Penerima manfaat beasiswa ini akan mendapatkan fasilitas biaya kuliah, biaya hidup, biaya buku dan penelitian, dan asuransi kesehatan. Untuk bisa mendaftar beasiswa ini, berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi:

    • Menyiapkan study plan
    • Menyiapkan personal statement
    • Menyiapkan letter of reference
    • Tidak terbatas usia
    • Tidak ada persyaratan GPA

    3. Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD)

    DAAD adalah salah satu beasiswa yang bisa dicoba bagi detikers yang ingin kuliah di Jerman. Beasiswa ini berlaku bagi mahasiswa calon mahasiswa magister, doktoral atau pascadoktoral.

    Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar beasiswa ini yakni:

    • Telah menyelesaikan gelar sarjana atau berada di tahun terakhir studi (bagi pelamar S2)
    • Telah menyelesaikan gelar magister atau berada di tahun terakhir studi (bagi pelamar S3)
    • Mempunyai prestasi akademis yang tinggi
    • Memiliki tingkat bahasa Jerman menengah
    • Tidak ada batasan usia tetapi ada waktu maksimal antara menyelesaikan gelar sarjana dan mengambil hibah

    4. Brunei Darussalam Government Scholarship

    Beasiswa ini bersumber langsung dari Pemerintah Brunei Darussalam. Beasiswa berlaku bagi calon mahasiswa D3, S1 dan S2 dari negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), ASEAN, Persemakmuran, dan asosiasi lainnya.

    Mau coba beasiswa dari negara tetangga Indonesia ini? Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu:

    • Warga negara ASEAN, Persemakmuran, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)
    • Berusia maksimal 25 tahun untuk program diploma dan sarjana, serta kurang dari 35 tahun untuk program magister
    • Pelamar bukan warga negara Brunei Darussalam
    • Penerima beasiswa diperbolehkan bekerja selama di Brunei
    • Penerima beasiswa wajib kembali ke negara asal setelah masa studi selesai

    5. Russian Government Scholarship

    Beasiswa ini juga disediakan oleh Pemerintah Rusia untuk pelajar internasional termasuk dari Indonesia. Bantuan beasiswa bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan studi S1, S2 atau S3.

    Apa saja syarat untuk mendaftar beasiswa ini? Berikut di antaranya:

    • Bukan warga negara Federasi Rusia
    • Memiliki batas maksimal usia untuk S1 23 tahun, S2 25 tahun, dan S3 35 tahun.
    • Memiliki nilai rata-rata ijazah pendidikan terakhir minimal 80
    • Mempunyai kemampuan bahasa Rusia minimal di level B1, dan bahasa Inggris di level B2
    • Sehat secara jasmani dan rohani
    • Mempunyai minat yang tinggi terhadap bidang studi yang dipilih serta berkomitmen untuk menyelesaikan studi di Rusia

    Nah, itulah beberapa beasiswa ke luar negeri yang tidak mensyaratkan nilai TOEFL/IELTS. Detikers tertarik daftar yang mana?

    (cyu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Baznas ke Rusia Dibuka! Kuota 100 Mahasiswa-Dapat Rp 1 Juta Tiap Bulan



    Jakarta

    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka beasiswa khusus mahasiswa yang tengah berkuliah di Rusia. Beasiswa ini mencakup pembinaan, seragam, hingga uang saku sebesar Rp 1 juta per bulan selama 2 tahun.

    Direktur Pendistribusian Baznas RI Ahmad Fikri mengatakan jika salah satu latar belakang program adalah untuk mendukung Indonesia Emas 2045. Diharapkan mahasiswa yang tengah menekuni studi di berbagai bidang kelak dapat menyongsong Indonesia Emas.

    Selain itu, pihaknya juga mengaku banyak mendengar kabar mengenai beasiswa dari para penerima. Penerima beasiswa mengatakan jika beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Rusia hanya menawarkan bantuan pendidikan dan asrama. Hal ini membuat para mahasiswa harus mencari uang saku sendiri atau bergantung pada keluarga di Indonesia.


    “Terdapat 530 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S1, S2, dan S3 yang tersebar di 11 kota. Mayoritas Beasiswa Rusia berupa tuition fee dan dormitory sehingga belum termasuk allowance atau living cost. Mahasiswa harus mencari sendiri,” ujar Ahmad dalam Peluncuran Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia Tahun 2024 disiarkan via Youtube Baznas TV dikutip Jumat (11/10/2024).

    Tak hanya itu, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan juga belum membuka tawaran beasiswa di Rusia. Melihat hal ini, Baznas memutuskan untuk membuka beasiswa khusus mahasiswa Indonesia di Rusia bernama BCB Rusia.

    “Beasiswa Cendekia Baznas Rusia adalah program beasiswa sarjana dan pascasarjana yang diperuntukkan bagi mahasiswa khususnya alumni pesantren yang sedang menempuh pendidikan di Rusia. Beasiswa ini diprioritaskan pada jurusan STEM,” jelas Ahmad.

    Beasiswa akan diberikan selama maksimal 2 tahun dan akan dilakukan evaluasi per 6 bulan (1 semester). Penilaian dilakukan untuk mengevaluasi dan monitoring terhadap kelanjutan beasiswa peserta.

    Cakupan Beasiswa Cendekia Baznas Rusia 2024

    1. Pembinaan/Mentoring
    2. Uang Saku Rp 1.000.000,00/bulan selama maksimal 2 tahun
    3. SeragamPDH

    Syarat Umum Beasiswa Cendekia Baznas Rusia 2024

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)
    2. Muslim
    3. Laki-laki/Perempuan
    4. Tidak sedang menerima beasiswa yang mencakup biaya hidup (living cost)
    5. Diutamakan alumni pesantren
    6. Diutamakan dari jurusan STEM
    7. Berprestasi baik secara akademik maupun non akademik
    8. Melampirkan ijazah dan transkrip nilai
    9. Mendapat rekomendasi dari tokoh masyarakat
    10. Surat Pernyataan
    11. Membuat esai “Kuliah di Rusia dan Kontribusi Pasca Lulus”
    12. Mengikuti rangkaian proses seleksi beasiswa
    13. Melengkapi seluruh dokumen persyaratan yang tertera

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa Cendekia Baznas Rusia 2024

    1. Formulir pendaftaran
    2. KTP
    3. Kartu Keluarga (KK)
    4. Surat keterangan aktif
    5. Transkrip nilai
    6. Ijazah pendidikan terakhir
    7. Surat rekomendasi
    8. Surat pernyataan
    9. Esai “Mengapa “Kuliah di Rusia dan Kontribusi Pasca Lulus”

    Jadwal Beasiswa Cendekia Baznas Rusia 2024

    Pendaftaran: 11-18 Oktober 2024
    Seleksi administrasi: 19-25 Oktober 2024
    Pengumuman seleksi administrasi: 29 Oktober 2024
    Seleksi wawancara: 4-5 November 2024
    Pengumuman SK Kelulusan: 15 November 2024
    Daftar ulang: 18-20 November 2024
    Temu perdana dan pembinaan di Moskow, Rusia: 9 Desember 2024

    Pendaftaran Beasiswa Baznas ke Rusia dapat dilakukan pada https://bazn.as/PendaftaranBCBRusia2024. Selamat mendaftar!

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S2 di Rusia 2025 MGIMO University, Kuliah dalam Bahasa Inggris


    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa S2 di Rusia dibuka oleh Moscow State Institute of International Relations (MGIMO) University mulai 1 Maret 2025. Mahasiswa penerima beasiswa akan kuliah jenjang untuk program Ekonomi Politik Kerja Sama Strategis ASEAN-Rusia mulai September 2025.

    Berdasarkan pengumuman Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), kuliah S2 di Rusia ini akan berlangsung 2 tahun dengan bahasa pengantar bahasa Inggris.

    Beasiswa S2 di Rusia 2025 MGIMO University

    Pada program magister MGIMO University bidang ekonomi ini, mahasiswa akan belajar mengenai aspek ekonomi dan politik pada hubungan ASEAN dan Rusia, proses integrasi regional, keadaan terkini dan prospek pengembangan hubungan, dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi dan politik global dan regional, aspek hukum modern, dan transformasi teknologi.


    Dikutip dari laman kampus, sejumlah disiplin dasar yang akan dipelajari yaitu:

    • Ekonomi makro dan mikro
    • Ekonometrika
    • Rusia dan ASEAN dalam politik global
    • Pasar komoditas dunia
    • Investasi internasional dalam hubungan ekonomi internasional
    • Proses integrasi di EAEU
    • Proses integrasi di ASEAN dan Asia Timur
    • Bahasa asing

    Lulusan program magister ini disiapkan untuk memiliki pengetahuan profesional di bidang hubungan ekonomi internasional, analisis dan konsultasi bisnis, hubungan antara Rusia dan ASEAN, proses regional EAEU dan ASEAN, dan aspek hukum berbisnis di Rusia dan negara-negara ASEAN.

    Komponen Beasiswa

    • Tiket perjalanan pergi-pulang (PP)
    • Uang kuliah

    Adapun biaya hidup sekitar USD 300 (Rp 5 juta) per bulan beserta biaya asrama ditanggung mahasiswa atau sponsor masing-masing.

    Tahap Seleksi

    • Seleksi portofolio prestasi
    • Wawancara

    Beasiswa magister ekonomi ini dibuka dengan kuota 10 mahasiswa negara ASEAN. Saat ini, Indonesia sudah mengirimkan 12 mahasiswa. Satu mahasiswa periode 2022 telah lulus pada 2024, sementara 11 mahasiswa periode 2023 dan 2024 tengah menempuh kuliah.

    Berminat mendaftar? Simak info lebih lanjut di https://mgimo.ru/study/master/study-asean/ dan laman Kemendiktisaintek, klik DI SINI.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Gaet 7 Kampus, PIS Rilis Program Beasiswa Cetak Pelaut Berdaya Saing Global



    Jakarta

    PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Pertamina Foundation meluncurkan program Beasiswa Crewing Talent Scouting 2025 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Program beasiswa ini bertujuan untuk mencetak pelaut-pelaut unggul yang akan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan industri maritim global yang terus berkembang.

    “Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang logistik maritim, PIS memiliki komitmen untuk dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas SDM pelaut Indonesia. Melalui beasiswa ini, kami berharap dapat mencetak talenta-talenta pelaut Indonesia bertalenta yang siap bersaing di kancah global dan terus mengharumkan nama Indonesia di industri maritim dunia,” ujar Direktur Armada PIS M. Irfan Zainul Fikri dalam keterangan tertulis, Selasa (29/4/2025).

    Seperti diketahui, pasca pandemi COVID-19, industri maritim global mengalami pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), industri maritim global tumbuh sebesar 2,4% secara tahunan pada 2024. Bersamaan dengan peningkatan tersebut, kebutuhan akan pelaut bertalenta menjadi semakin mendesak guna memastikan kelancaran rantai suplai global dan nasional.


    Sementara itu, laporan tenaga kerja maritim yang diterbitkan oleh Baltic International Maritime Council (BIMCO) menunjukkan Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai pemasok pelaut terbesar di dunia setelah Filipina dan Rusia, dengan sekitar 51.000 perwira dan lebih dari 92.000 rating. Melihat potensi ini, PIS berupaya terus mengembangkan talenta pelaut Indonesia.

    Melalui Beasiswa Crewing Talent Scouting 2025, PIS dan Pertamina Foundation hadir menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan berbagai jenis beasiswa, baik untuk pelajar yang sedang menempuh Pendidikan dan Praktik Laut (Prala) semester 5-8, maupun beasiswa penyetaraan untuk lulusan D3/D4 elektro agar dapat berkarier sebagai Electrician Technical Officer (ETO) di kapal-kapal milik PIS.

    Sebanyak tujuh lembaga pendidikan yang terlibat dalam program ini adalah Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Politeknik Pelayaran Surabaya, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, dan Politeknik Negeri Semarang.

    Sementara itu, Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mendukung kolaborasi dengan PIS melalui program beasiswa Crewing Talent Scouting 2025.

    “Kami bangga dapat berkolaborasi dengan PIS untuk meluncurkan beasiswa ini. Program ini tidak hanya memberikan kesempatan pendidikan yang luar biasa bagi generasi muda Indonesia, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat peran Indonesia sebagai negara maritim yang andal,” tuturnya.

    Beasiswa ini akan mencakup biaya pendidikan, pelatihan, asuransi kesehatan, biaya wisuda, biaya hidup, serta uang saku. Selain memberikan kesempatan untuk pendidikan gratis, beasiswa ini juga memberi para penerimanya peluang untuk mendapatkan pengalaman internasional di industri maritim global, sebagai pelaut di PIS.

    Di sisi lain, Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Agus Muryono menyatakan pihaknya menyambut baik program beasiswa yang akan menyiapkan calon pelaut berkompeten.

    “Kami berharap ke depannya program ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan vokasi di Indonesia, serta berkontribusi pada pengembangan industri maritim,” katanya.

    Program beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen PIS untuk menciptakan talenta pelaut Indonesia yang berprestasi, serta untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia di sektor maritim, terutama dalam menghadapi kebutuhan global yang terus berkembang. Dengan adanya program ini, PIS berharap dapat mencetak pelaut-pelaut yang tidak hanya kompeten dan berkarakter, tetapi juga siap bersaing di pasar global dan membawa nama baik Indonesia di dunia internasional.

    (akn/akn)



    Sumber : www.detik.com

  • RI Sediakan 100 Kuota Beasiswa Doktor ke Rusia, Juga Akan Padankan Gelar Akademik



    Jakarta

    Pendidikan tinggi menjadi salah satu dari empat dokumen kerja sama yang dipertukarkan Indonesia-Rusia dalam lawatan Presiden Prabowo pada Kamis (19/6/2025) lalu. Indonesia menyediakan kuota beasiswa doktor ke Rusia hingga akan memadankan gelar akademik.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan pemerintah Indonesia akan menyediakan 100 kuota beasiswa untuk mengambil gelar Doktor ke Rusia.

    “Seleksi peserta beasiswa pemerintah Rusia dapat melibatkan Kemdiktisaintek, dan menjadikan program beasiswa tersebut sebagai salah satu bentuk dukungan atas kebijakan pemerintah Indonesia,” jelas Menteri Brian dilansir dari situs Kemendiktisaintek, Jumat (20/6/2025), dikutip dan ditulis Rabu (25/6/2025).


    Brian juga menegaskan gelar sarjana bagi mahasiswa yang melanjutkan studinya ke jenjang Magister, nantinya bisa diakui dan diberikan dalam bentuk ijazah Sarjana. Pengaturan, pengakuan bersama, serta kualifikasi, dan gelar akademik Indonesia-Rusia saat ini tengah dalam proses finalisasi.

    Indonesia dan Rusia, lanjut Brian, harus dapat melakukan program pendanaan riset bersama untuk para profesor.

    Rencana ini sebagai bentuk komitmen untuk implementasi kerja sama yang hendak dilakukan oleh kedua belah pihak dengan adanya payung kerja sama yang telah sah ditandatangani. Brian yang ikut dalam lawatan Prabowo ke Rusia menyampaikan hal ini setelah bertemu Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia Valery Falkov di St Petersburg.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, Valery Nikolaevich Falkov disela-sela rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia, Jumat (20/6/2025).Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, Valery Nikolaevich Falkov disela-sela rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia, Jumat (20/6/2025). Foto: Dok. Kemdiktisaintek

    “Tingkat partisipasi peserta Indonesia, atas beasiswa Pemerintah Rusia bertumbuh sangat pesat dan Saya harapkan jumlah ini akan terus bertambah,” ujar Falkov.

    Falkov juga menyampaikan agar pemerintah Indonesia dapat membuka peluang lebih besar bagi peserta beasiswa Indonesia untuk belajar di Rusia.

    Brian juga mengungkapkan Falkov akan berkunjung ke Indonesia yang direncanakan Oktober 2025. Kunjungan ini untuk penandatanganan dokumen perjanjian pengakuan bersama serta kualifikasi dan gelar akademik Indonesia-Rusia.

    “Indonesia dan Rusia sepakat menjalin kerja sama strategis di bidang pendidikan tinggi. Kesepakatan ini saya tandatangani bersama Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, Valery Falkov, di Saint Petersburg, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral berbasis pengetahuan dan riset,” tutur Brian.

    Sebelumnya ada 4 dokumen kenegaraan kerja sama yang dipertukarkan antara Indonesia-Rusia dalam lawatan Presiden Prabowo yakni:

    1. Persetujuan antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dan Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia tentang Kerja Sama di Bidang Pendidikan Tinggi.

    2. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Federasi Rusia tentang Kerja Sama di Sektor Transportasi.

    3. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Federasi Rusia tentang kerja sama di bidang pengembangan digital dan media massa.

    4. Nota Kesepahaman antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (DANANTARA) dan Joint Stock Company “Management Company of Russian Direct Investment Fund”.

    (nwk/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S1-Postdoc di Rusia 2026, Bisa Sambil Kerja


    Jakarta

    Konsorsium perguruan tinggi Rusia, the Asssociation of Global Universities membuka pendaftaran beasiswa Open Doors Scholarship 2026. Pendaftaran dibuka sampai 16 November 2025.

    Beasiswa Open Doors didanai oleh Pemerintah Rusia. Beasiswa ini berlaku bagi calon mahasiswa internasional yang ingin studi pada jenjang S1, S2, S3, maupun riset postdoctoral.

    Penerima beasiswa program gelar akan mendapat pembebasan biaya kuliah pada prodi tujuan, baik yang diajarkan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jika masuk prodi dengan bahasa pengantar bahasa Rusia, maka mahasiswa akan mendapat satu tahun kursus bahasa Rusia.


    Sementara itu, penerima beasiswa postdoctoral akan menduduki posisi pada proyek riset di kampus-kampus Rusia.

    Penerima beasiswa juga akan mendapat uang saku bulanan. Besarnya berbeda-beda pada tiap perguruan tinggi mitra.

    Sedangkan biaya transportasi, makanan, akomodasi, komunikasi, dan asuransi medis ditanggung mahasiswa. Kampus menyediakan tempat tinggal dengan biaya relatif terjangkau.

    Selama studi, penerima beasiswa dapat bekerja online maupun offline. Perguruan tinggi rata-rata menyediakan bantuan penempatan kerja, maupun lowongan kerja dalam kampus.

    Syarat Beasiswa S1-Postdoc Rusia Open Doors 2026

    Pelajar internasional

    Pendaftar S1 berusia 16-23 tahun, sudah atau akan lulus pada tahun akademik beasiswa, dan tidak memiliki gelar S1/di atasnya

    Pendaftar S2 berusia 20-33 tahun, sudah atau akan lulus sarjana/sederajat pada tahun akademik beasiswa, dan tidak punya gelar master/spesialis

    Pendaftar S3 berusia 22-35 tahun saat pendaftaran, tidak punya gelar doktor, dan sudah rampung studi S2/spesialis

    Pendaftar postdoc berusia 24-39 tahun, sudah memegang gelar doktor atau yang setara.

    Bidang Studi

    • Matematika terapan dan AI
    • Ilmu ekonomi dan ekonometri
    • Biologi dan bioteknologi
    • Pendidikan dan psikologi
    • Bisnis dan manajemen
    • Teknik dan teknologi
    • Kimia dan ilmu material
    • Ilmu fisika dan teknologi
    • Kedokteran klinis dan kesehatan masyarakat
    • Ilmu politik dan studi internasional
    • Ilmu komputer dan data
    • Bahasa dan budaya Rusia
    • Ilmu bumi dan lingkungan untuk keberlanjutan
    • Urbanisme dan teknik sipil

    Jadwal Beasiswa Open Doors Rusia 2026

    • Pendaftaran dan tes masuk: 1 September-16 November 2025
    • Penilaian portofolio: 17-27 November 2025
    • Pengumuman hasil seleksi tahap 1: 28 November 2025
    • Pengumuman hasil seleksi tahap 2: 28 November 2025-1 Desember 2025
    • Penyelesaian tugas seleksi tahap 2: 2-15 Desember 2025
    • Pengiriman video paparan bagi pendaftar jalur postdoc: 14 Desember 2024
    • Pengumuman hasil seleksi tahap 2 jenjang S1-S3: 22 Desember 2025
    • Sanggah jenjang S1-S3: 22-24 Desember 2025
    • Pengumuman penerima beasiswa S1-S2: 30 Desember 2025
    • Wawancara bagi pendaftar S3 dan postdoc: 12-26 Januari 2026
    • Pengumuman penerima beasiswa S3 dan postdoc: 27 Januari 2026.

    Informasi beasiswa kuliah di Rusia 2026 ini bisa diakses di https://od.globaluni.ru/. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Baznas Rusia 2025 Dibuka Lagi, Begini Syaratnya



    Jakarta

    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka Beasiswa Cendekia Baznas Rusia Batch 2 2025. Masa pendaftaran sampai 7 Oktober 2025.

    Beasiswa Cendekia Baznas Rusia adalah beasiswa kuliah sarjana dan pascasarjana. Beasiswa ini menyasar mahasiswa ongoing (tengah berjalan), terutama alumni pesantren yang sedang studi di Rusia.

    Penerima beasiswa akan mendapat dana tunjangan hidup Rp 1 juta per bulan selama maksimal 2 tahun. Beasiswa ini juga meliputi dukungan untuk ikut konferensi atau kompetisi sesuai ketentuan.


    Ketua Baznas RI Prof Dr KH Noor Achmad, MA mengatakan beasiswa ini bertujuan untuk peningkatan kualitas umat. Mahasiswa dan alumni penerima beasiswa diharapkan dapat membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Rusia agar secara berkelanjutan mendukung generasi penerima beasiswa berikutnya.

    “Di samping kami juga akan terus memberikan beasiswa ini, tetapi juga lulusan-lulusan yang sudah bekerja dan sudah bisa memberikan zakat, infak, dan sedekah, bisa dimanfaatkan untuk mahasiswa di Rusia,” ucapnya pada peluncuran beasiswa secara daring, Senin (22/9/2025), dikutip dari laman Baznas.

    Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow Prof Dr Khoirul Rosyadi mengatakan beasiswa ini menjadi dukungan tambahan bagi mahasiswa asal RI. Mereka mayoritas mendapat beasiswa dari Pusat Kebudayaan Rusia (PKR), yang antara lain mencakup biaya kuliah dan tunjangan bulanan.

    “Memberikan optimisme bagi mahasiswa kita di Rusia untuk lebih fokus meningkatkan studinya,” ucapnya.

    Syarat Beasiswa Baznas Rusia 2025 Batch 2

    Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga
    Muslim
    Laki-laki atau perempuan
    Diutamakan alumni pesantren
    Diutamakan dari jurusan science, technology, engineering, and mathematics (STEM)
    Berprestasi secara akademik maupun nonakademik
    Melampirkan ijazah dan transkrip nilai
    Melampirkan ijazah pesantren jika merupakan alumni pesantren
    Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat sesuai format
    Esai “Kuliah di Rusia dan Kontribusi Pasca Lulus” 1-3 halaman, font Arial 12 spasi 1,5, ukuran halaman A4, dalam bahasa Indonesia/Inggris sesuai kaidah
    Mengikuti rangkaian proses seleksi beasiswa
    Melengkapi semua dokumen persyaratan

    Syarat Dokumen Beasiswa

    Siapkan satu dokumen PDF dengan judul nama pendaftar_Pendaftaran BCB RUSIA 2025 berisi hasil scan dokumen berikut secara berurutan:

    Formulir pendaftaran
    KTP
    KK
    Surat keterangan aktif atau kartu tanda mahasiswa yang masih berlaku
    Transkrip nilai terakhir
    Ijazah pendidikan terakhir
    Ijazah pesantren jika ada
    Surat rekomendasi
    Surat pernyataan
    Esai
    Bukti prestasi berupa piala atau sertifikat jika ada

    Jadwal Beasiswa Baznas Rusia 2025 Batch 2

    Pendaftaran: 23 September-7 Oktober 20253
    Seleksi administrasi 7-15 Oktober 2025
    Pengumuman hasil seleksi administrasi: 24 Oktober 20255 Seleksi wawancara: 25-26 Oktober 2025
    Pengumuman kelulusan: 3 November 2025

    Petunjuk teknis pendaftaran dan template dokumen persyaratan Beasiswa Baznas Rusia Batch 2 2025 bisa diakses melalui https://bazn.as/JuknisBCBRusia2025. Pendaftaran dibuka di https://bazn.as/DaftarBCBRUSIA2025. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com