Tag: sakit kepala

  • Khusus Pasutri, Ini Sederet Manfaat Rutin Bercinta Termasuk Memperpanjang Umur

    Jakarta

    Bercinta merupakan salah satu momen penting dalam hubungan rumah tangga. Tidak hanya meningkatkan keharmonisan pasutri, nyatanya rutin bercinta juga menyimpan banyak sekali manfaat untuk kesehatan.

    Ada banyak penelitian terkait hubungan intim dengan berbagai masalah kesehatan. Berikut ini adalah sederet manfaatnya:

    1. Memperpanjang Umur

    Banyak penelitian menunjukkan rutin bercinta bersama pasangan menunjukkan hubungan yang erat dengan umur yang lebih panjang. Bercinta dapat menurunkan risiko serangan stroke, serangan jantung, dan penyakit kardiovaskular lainnya.


    Pada tahun 2010, New England Research Institute melakukan penelitian besar-besaran. Hasilnya aktivitas seksual secara teratur dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

    2. Melawan Pilek dan Flu

    Bercinta juga bermanfaat untuk membantu melawan masalah pilek dan flu. Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Wikes, seseorang yang berhubungan seks beberapa kali seminggu cenderung memiliki antibodi imunoglobulin A (IgA) yang lebih tinggi dibanding mereka yang bercinta kurang dari sekali seminggu.

    “IgA adalah garis pertahanan pertama melawan pilek dan flu,” kata salah satu penulis penelitian Carl Charnetski dikutip dari Healthline, Minggu (29/9/2024).

    3. Meredakan Sakit Kepala

    Bercinta secara rutin juga dapat membantu meredakan sakit kepala. Selama seks, hormon oksitosin yang dapat mengurangi rasa sakit dilepaskan dalam tubuh.

    Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Bulletin of Experimental Biology and Medicine, responden yang menghirup uap oksitosin dan kemudian jari-jari mereka yang ditusuk hanya merasakan setengah sakit dibandingkan dengan mereka yang tidak menghirup oksitosin.

    Manfaat lain yang diberikan oksitosin setelah orgasme adalah menenangkan saraf. Penelitian yang dilakukan pada tikus lab menunjukkan oksitosin menangkal efek kortisol, yang menjadi hormon stres.

    Seks juga membantu tidur menjadi lebih berkualitas. Itu tidak hanya akibat kelelahan fisik, melainkan ada peran oksitosin yang menenangkan tubuh.

    5. Meningkatkan Mood

    Bercinta secara rutin juga dapat memberikan banyak manfaat psikologis. Perasaan yang membahagiakan setelah bercinta dapat berlangsung lebih lama dari yang dikira.

    Menurut pakar, kehidupan seks yang sehat menghasilkan kepuasan jangka panjang terhadap kesehatan mental seseorang, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan jujur dan intim.

    Orang yang aktif secara seksual cenderung tidak mengalami alexithymia. Ini adalah sifat kepribadian yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengekspresikan atau memahami emosi.

    Peneliti di Australia pada tahun 2003 menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan semakin banyak seorang pria ejakulasi antara usia 20-50 tahun, maka semakin kecil kemungkinan risiko kanker prostat.

    Manfaat bercinta secara rutin juga dapat dirasakan oleh wanita. Wanita yang lebih sering melakukan hubungan seks memiliki risiko kanker payudara yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak melakukannya.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Berhubungan Intim Setiap Hari, Normal Nggak Sih? Begini Penjelasannya

    Jakarta

    Berhubungan seksual dikenal sebagai salah satu ‘obat’ pelepas stres. Pasalnya, seks diketahui dapat meningkatkan suasana hati seseorang secara instan. Namun, apakah seks setiap hari itu normal?

    Dikutip dari Everyday Health dan Healthline, bercinta setiap hari merupakan hal yang wajar, tapi bukan sesuatu yang umum. Menurut survei tahun 2017, hanya sekitar 4 persen orang dewasa yang mengatakan mereka berhubungan seks setiap hari.

    Pada fase-fase awal pernikahan atau ‘fase bulan madu’, biasanya pasangan akan lebih sering bercinta. Hal ini juga terjadi ketika pasangan berencana untuk memiliki bayi dan ingin meningkatkan peluang mereka untuk hamil.


    Apa Saja Manfaat Kesehatan dari Seks?

    1. Mengurangi Stres

    Seks dan orgasme terbukti dapat mengurangi stres dan kecemasan pada manusia. Hal ini karena seks dapat mengurangi hormon stres kortisol dan adrenalin. Seks juga dapat melepaskan endorfin dan oksitosin, yang memiliki efek menenangkan dan menghilangkan stres.

    2. Tidur Lebih Nyenyak

    Sebuah penelitian tahun 2019 menemukan bahwa melakukan hubungan seks dengan pasangan sebelum tidur dapat membantu seseorang tertidur lebih cepat dan lebih nyenyak.

    3. Meredakan Rasa Sakit

    Endorfin dan zat kimia lain yang dilepaskan selama gairah dan orgasme adalah pereda nyeri alami yang bekerja seperti opioid. Hal ini dapat menjelaskan mengapa seks dan orgasme memberikan kelegaan cepat dari kram menstruasi, migrain , dan sakit kepala bagi sebagian orang.

    4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Sebuah studi berbasis populasi longitudinal yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiology menemukan pria yang berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit kardiovaskular seperti stroke atau serangan jantung dibandingkan mereka yang berhubungan seks sebulan sekali atau kurang.

    5. Mengurangi Risiko Kanker Prostat

    Sebuah studi yang melibatkan 32.000 pria di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa mereka yang mengalami ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan, dibandingkan mereka yang melakukannya hanya empat sampai tujuh kali per bulan memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil terkena kanker prostat.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Minuman yang Bikin Libido Pasutri saat Bercinta Makin ‘On Fire’

    Jakarta

    Bercinta merupakan salah satu cara untuk menjaga keharmonisan pasangan suami istri. Namun, terkadang pria dan wanita dapat mengalami kondisi libido atau gairah bercinta sedang anjlok.

    Hal ini merupakan kondisi yang normal dan bisa terjadi oleh siapa saja. Libido atau dorongan seks merupakan hasrat seseorang untuk melakukan aktivitas seksual.

    Kondisi libido yang menurun bisa disebabkan berbagai hal, misalnya gaya hidup, pertambahan usia, hingga kondisi medis tertentu seperti disfungsi ereksi.


    Jika ini terjadi, sebaiknya harus segera diatasi. Ada banyak cara yang dapat dilakukan, salah satunya dengan mengkonsumsi minuman tertentu yang bisa meningkatkan libido dan fungsi seksual.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar minuman yang dapat dikonsumsi untuk meningkatkan libido:

    1. Air Putih

    Dikutip dari laman Hims, salah satu kunci kesehatan yang baik dan dorongan seks yang sehat adalah tetap terhidrasi dengan baik. Air menjadi pilihan yang sehat, dan juga dapat meningkatkan libido.

    Dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala, ngantuk, dan mudah tersinggung sekaligus berdampak negatif pada daya tahan dan kekuatan otot. Menurut sebuah studi skala kecil tahun 2011, dehidrasi ringan pun dapat memiliki efek suasana hati yang akut.

    Beberapa studi menunjukkan orang mungkin mengalami penurunan dorongan seks saat mengalami efek suasana hati akut, seperti merasa sedih atau tertekan.

    Menurut American Psychological Association, stres kronis atau jangka panjang dapat memengaruhi produksi testosteron tubuh Anda dan membuat kurang tertarik pada seks. Hidrasi yang lebih baik juga dapat manajemen tekanan darah yang lebih baik dan aliran darah yang lebih baik, yang menjadi bagian penting dari fungsi ereksi.

    Meskipun belum ada studi langsung tentang dampak air terhadap libido, minuman ini wajib dipenuhi kebutuhannya. Minuman ini tidak hanya membuat tubuh sehat, tetapi juga membantu memiliki dorongan seks yang sehat.

    2. Teh Hijau

    Dikutip dari Healthshot, teh hijau menjadi minuman yang dapat meningkatkan hasrat seksual dan membangkitkan gairah seks wanita. Teh hijau mengandung senyawa kaya yang disebut katekin yang memperlancar aliran darah ke daerah kewanitaan. Hal itu yang membantu meningkatkan gairah seks.

    3. Kopi Hitam

    Kopi dapat meningkatkan suasana hati dan gairah seks. Diperkaya dengan kafein, kopi dapat bermanfaat untuk gairah seks baik pada pria maupun wanita.

    Menurut sebuah studi tahun 2015 oleh Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di Houston (UTHealth), pria yang mengonsumsi kopi setiap hari memiliki risiko lebih rendah mengalami disfungsi ereksi.

    4. Banana Shake

    Selain lezat, banana shake dapat meningkatkan gairah seks. Menurut para ahli, pisang memiliki enzim bromelain yang meningkatkan libido dan testosteron pada pria.

    5. Jus Buah Delima

    Jus buah delima sudah lama diteliti manfaatnya dalam meningkatkan hormon seksual, baik pada pria dan wanita. Faktanya, sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Impotence Research, yang dilakukan di Beverly Hills Clinic di AS, mengamati bahwa mengonsumsi jus buah delima dapat meningkatkan aliran darah ke organ seksual, dan meningkatkan gairah seks.

    Meskipun demikian, mungkin sebaiknya hindari jus buah delima kemasan.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Normalkah Jika Berhubungan Intim Setiap Hari? Ini Penjelasannya

    Jakarta

    Hubungan seksual bagi pasangan suami istri diyakini sebagai salah satu ‘obat’ mujarab untuk melepaskan stres. Hal ini karena salah satu manfaat dari bercinta adalah membuat tubuh lebih rileks dan meredakan stres.

    Disebut-sebut frekuensi normal dari berhubungan seks yakni sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu. Lantas bagaimana jika berhubungan intim setiap hari?

    Dikutip MedicineNet dan Everyday Health, berhubungan seksual setiap hari merupakan hal yang wajar. Hal ini karena seks sendiri merupakan aktivitas menyehatkan. Namun, bercinta setiap hari bukanlah sesuatu yang umum dalam pasangan.


    Menurut survei tahun 2017, hanya sekitar 4 persen orang dewasa yang mengatakan mereka berhubungan seks setiap hari. Biasanya, frekuensi seks akan lebih sering pada saat pasangan masih merasakan fase bulan madu.

    Hal ini juga terjadi ketika pasangan berencana untuk memiliki bayi dan ingin meningkatkan peluang mereka untuk hamil. Lalu apa saja manfaat dari rutin berhubungan seksual?

    1. Mengurangi Stres

    Seks dan orgasme terbukti dapat mengurangi stres dan kecemasan pada manusia. Hal ini karena seks dapat mengurangi hormon stres kortisol dan adrenalin. Seks juga dapat melepaskan endorfin dan oksitosin, yang memiliki efek menenangkan dan menghilangkan stres.

    2. Tidur Lebih Nyenyak

    Sebuah penelitian tahun 2019 menemukan bahwa melakukan hubungan seks dengan pasangan sebelum tidur dapat membantu seseorang tertidur lebih cepat dan lebih nyenyak.

    3. Meredakan Nyeri

    Endorfin dan zat kimia lain yang dilepaskan selama gairah dan orgasme adalah pereda nyeri alami yang bekerja seperti opioid. Hal ini dapat menjelaskan mengapa seks dan orgasme memberikan kelegaan cepat dari kram menstruasi, migrain , dan sakit kepala bagi sebagian orang.

    4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Sebuah studi berbasis populasi longitudinal yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiology menemukan pria yang berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit kardiovaskular seperti stroke atau serangan jantung dibandingkan mereka yang berhubungan seks sebulan sekali atau kurang.

    5. Mengurangi Risiko Kanker Prostat

    Sebuah studi yang melibatkan 32.000 pria di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa mereka yang mengalami ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan, dibandingkan mereka yang melakukannya hanya empat sampai tujuh kali per bulan memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil terkena kanker prostat.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Tak Disangka-sangka, Ini 5 Manfaat Seks yang Jarang Diketahui

    Jakarta

    Seks bukan sekadar aktivitas yang menyenangkan bagi pasangan. Bercinta, bagi banyak pasangan dapat membangun hubungan yang lebih kuat antara dua orang dengan mengurangi segala hal negatif yang ada.

    Hormon oksitosin yang dilepaskan selama momen intim antar pasangan mampu meningkatkan kepercayaan dan rasa persahabatan yang lebih kuat. Hal ini membuat seks tak hanya sekadar bersenang-senang di ranjang, namun juga memiliki banyak manfaat.

    Dikutip dari WebMD, berikut adalah 5 manfaat kesehatan dari bercinta.


    1. Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh

    Pakar kesehatan seksual Yvonne K Fulbright, PhD mengatakan mereka yang aktif secara seksual memiliki kekebalan tubuh yang bagus, sehingga jarang sakit. Orang yang berhubungan seks memiliki tingkat pertahanan tubuh yang lebih tinggi terhadap kuman hingga virus.

    “Orang yang aktif secara seksual memiliki waktu sakit lebih sedikit,” ujar Fulbright dikutip dari Web MD.

    2. Mengurangi Rasa Sakit

    Profesor dari University of New Jersey, Barry Komisaruk phD mengatakan orgasme dapat menurunkan rasa sakit pada seseorang.

    “Kami menemukan bahwa rangsangan pada vagina dapat menghalangi nyeri kronis pada punggung dan kaki dan banyak wanita mengatakan kepada kami bahwa rangsangan pada alat kelamin dapat mengurangi kram menstruasi, nyeri rematik, dan dalam beberapa kasus bahkan sakit kepala,” kata Komisaruk.

    Pria yang sering ejakulasi (setidaknya 21 kali sebulan) lebih kecil kemungkinannya terkena kanker prostat. Hal ini terbukti pada penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association.

    4. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Psikiater di West Hollywood, California Sheenie Ambardar, MD mengatakan seks dapat membuat seseorang mendapatkan tidur yang berkualitas. Hal ini karena adanya hormon prolaktin yang dilepaskan oleh tubuh.

    “Setelah orgasme, hormon prolaktin dilepaskan yang bertanggung jawab atas perasaan rileks dan mengantuk setelah berhubungan seks,” kata Ambardar.

    5. Meredakan Stres

    Setiap sentuhan dan pelukan pada saat bercinta, tubuh akan melepaskan hormon yang dapat membuat perasaan menjadi lebih bahagia. Gairah seksual melepaskan zat kimia otak yang meningkatkan sistem kesenangan dan penghargaan di otak.

    “Seks dan keintiman dapat meningkatkan harga diri dan kebahagiaan,” ujar Ambardar.

    (dpy/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Kondisi yang Bisa Muncul usai Bercinta, Termasuk Sakit Kepala

    Jakarta

    Bercinta tak selalu menyenangkan. Bagi sebagian orang, seks justru memicu sejumlah keluhan fisik yang dirasa mengganggu.

    Beberapa kondisi atau keluhan yang dirasakan merupakan reaksi alami yang dikeluarkan tubuh setelah bercinta. Meski terasa tidak nyaman, reaksi-reaksi yang muncul tersebut sebenarnya normal.

    Lantas, apa saja kondisi atau gejala klinis yang bisa terjadi pascaseks, dan bagaimana cara mengatasinya? Dikutip dari Everyday Health, berikut penjelasannya.


    1. Sakit kepala

    Percaya atau tidak, seks memang bisa menyebabkan sakit kepala. Gejala ini bisa muncul baik saat berhubungan seks maupun orgasme.

    National Headache Foundation menjelaskan saat tubuh menegang dan bergairah selama berhubungan seksual, otot di kepala dan leher dapat menyebabkan kepala berdenyut. Sakit kepala hebat juga bisa terjadi tepat sebelum klimaks, kemungkinan sebagai respons terhadap peningkatan tekanan darah dan detak jantung.

    Cara mengatasi:

    Profesor neurologi dari Fakultas Kedokteran Connecticut University, Brian Grosberg, MD, mengatakan sakit kepala saat berhubungan seks dapat diatas dengan cara menghentikan aktivitas seksual atau mengambil peran yang lebih pasif saat bercinta.

    “Anda (juga) dapat mengobatinya dengan pereda nyeri, antiradang, atau pengobatan khusus migrain jika Anda mengalami migrain. Jika sakit kepala terjadi secara rutin, periksakan diri ke dokter,” ujarnya.

    2. Asma kambuh

    Bagi beberapa pengidap asma, seks dapat memicu kambuhnya serangan asma. Direktur Asthma and Allergy Associates di Pennsylvania, Sandra Gawchik, DO, mengatakan seks adalah aktivitas fisik yang intensitasnya serupa dengan jalan cepat.

    “Selama berhubungan seks, gejala-gejala seperti sesak dada, kesulitan bernapas, batuk, atau mengi dapat muncul tiba-tiba,” ucapnya.

    Studi kecil yang diterbitkan dalam BMJ Open Respiratory Research menemukan asma parah dapat secara signifikan memengaruhi keintiman pada pasangan. Kelelahan luar biasa yang dialami banyak penderita asma, serta kekhawatiran orgasme dapat menyebabkan serangan asma, berkontribusi terhadap performa seksual dan memengaruhi hubungan dengan pasangan.

    Cara mengatasi:

    Untuk mencegah asma saat berhubungan seks, pastikan asma terkontrol dengan baik sesuai dengan pengobatan yang dianjurkan dokter.

    Menggunakan inhaler sebelum bercinta, dan mengubah posisi seks juga dapat membantu mengurangi kekambuhan.

    “Posisi di bawah dapat menyebabkan masalah karena dada Anda akan tertekan, cobalah untuk berada di atas atau di samping,” kata Gawchik.

    3. Mood swing

    Pernah merasa sedih atau cemas setelah bercinta? Ternyata, hal ini cukup normal terjadi. Kondisi ini dikenal dengan istilah post-coital dysphoria (PCD), atau kesedihan pascaseks.

    Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Sexual Medicine, peneliti mengamati 230 wanita dan menemukan 46 persen di antara mereka mengalami PCD pada beberapa titik kehidupan. Bahkan, 5 persen dari mereka mengaku sering mengalami hal tersebut.

    “Kesedihan, kecemasan, atau kegelisahan pasca-seks dapat terasa membingungkan dan tidak nyaman, terutama bagi mereka yang terbiasa merasakan kenikmatan dan kedekatan dengan pasangannya setelah aktivitas seksual,” kata profesor psikologi di Weill Medical College, Cornell University, New York, Elizabeth A Grill, PsyD.

    Cara mengatasi:

    Kabar baiknya, PCD hanya berlangsung singkat. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan emosional antara lain dengan melakukan latihan pernapasan, mendengarkan musik, atau berbicara dengan pasangan tentang perasaan yang dirasakan.

    Jika PCD terus berlanjut, berkonsultasilah dengan psikolog untuk mengetahui faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab serta cara mengatasinya.

    4. Honeymoon Cystitis

    Honeymoon cystitis istilah untuk menggambarkan infeksi saluran kemih yang dapat dialami oleh pasangan baru menikah.

    Kondisi ini disebabkan oleh perpindahan berbagai jenis bakteri yang ada di penis ke dalam uretra. Honeymoon cystitis cenderung dialami oleh wanita ketimbang pria, lantaran wanita memiliki bentuk uretra yang lebih pendek.

    Cara mengatasi:

    Honeymoon cystitis dapat dicegah dengan penggunaan kondom saat berhubungan seks. Selain itu, buang air kecil setelah seks juga dapat membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin hinggap di saluran kemih.

    Menghindari seks anal juga dapat mengurangi risiko honeymoon cystitis. Sebab, bakteri di anus bisa berpindah ke lubang kemih melalui penis sebagai perantara.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Hal Aneh yang Mungkin Bisa Terjadi Setelah Orgasme, Termasuk Sakit Kepala

    Jakarta

    Orgasme adalah sensasi penuh kenikmatan yang dicapai setiap pasangan saat berhubungan intim. Meskipun begitu, masih banyak misteri seputar orgasme yang hingga saat ini masih belum terpecahkan oleh para ahli.

    Misalnya, beberapa orang bisa mengalami gejala-gejala setelah orgasme, seperti sakit kepala, menangis, bersin, dan lain sebagainya. Namun, belum banyak data atau penelitian yang bisa menjelaskan penyebab dari hal tersebut. Akibatnya, beberapa orang mengira gejala-gejala itu menandakan kondisi kesehatan yang serius.

    Berikut hal-hal yang bisa terjadi setelah orgasme beserta penjelasan dari para ahli, dikutip dari Huffpost.


    1. Sakit Kepala

    Beberapa orang bisa mengalami sakit kepala setelah orgasme. Sakit kepala pasca orgasme ini kerap menyerang pria dan orang yang mengidap migrain.

    Biasanya, sakit kepala tersebut hanya berlangsung selama beberapa menit. Tapi pada beberapa kasus, sakit kepala bisa bertahan selama beberapa jam hingga beberapa hari.

    “Beberapa orang melaporkan rasa sakit yang semakin meningkat saat mereka terangsang, kebanyakan orang yang mengalami ini melaporkan sakit kepala yang parah dan tiba-tiba tepat sebelum atau selama orgasme,” ungkap penulis Becoming Cliterate: Why Orgasm Equality Matters-And Hot to Get It, Laurie Mintz.

    Meski penyebab sakit kepala saat orgasme masih belum diketahui sepenuhnya, beberapa ahli percaya hal tersebut dipicu oleh lonjakan hormon adrenalin saat berhubungan seks.

    Sakit kepala akibat berhubungan intim biasanya bukan menjadi gejala yang serius. Tapi pada kasus yang langka, sakit kepala bisa disertai dengan gejala lain seperti muntah atau kaku di leher. Jika mengalami hal tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit yang lebih serius.

    2. Menangis

    Percaya atau tidak, menangis setelah orgasme ternyata merupakan hal yang cukup umum terjadi. Mintz mengungkapkan hal ini bukan disebabkan oleh perasaan sedih, melainkan karena rasa kedekatan dan cintah terhadap pasangan.

    “Hal ini paling sering terjadi dalam konteks hubungan dekat dan penuh cinta, dan sebenarnya terkait dengan emosi bahagia,” ucapnya.

    Sementara itu, pakar terapi seks Vanessa Marin mengatakan menangis pasca orgasme juga dikenal dengan sebutan Postcoital Dysphoria.

    “Ini dikenal sebagai Postcoital Dysphoria. Banyak orang melaporkan merasa sedih, kewalahan, menangis, atau emosional setelah orgasme,” bebernya.

    3. Euforia atau Gembira Berlebihan

    Selain membuat menangis, orgasme juga bisa membuat sejumlah orang merasa euforia atau gembira yang berlebihan.

    “Bagi sebagian orang, perasaan euforia itu tampak sangat intens. Suasana hati mereka meningkat, mereka merasa lebih positif, dan kepercayaan diri mereka meningkat. Kami tidak begitu tahu mengapa orgasme dapat memicu reaksi berbeda pada orang yang berbeda,” ucap Marin.

    4. Bersin

    Para peneliti juga masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab bersih setelah orgasme. Namun, beberapa berspekulasi hal tersebut disebabkan oleh kesalahan sinyal pada sistem saraf otonom yang berperan dalam mengatur refleks, seperti bersin dan rangsangan seksual.

    “Kadang-kadang sinyal dalam sistem ini salah, dan saya pikir ini mungkin menjadi alasan mengapa beberapa orang bersih ketika memikirkan tentang seks,” jelas spesialis THT dari Rumah Sakit John Radcliffe Oxford, dr Mahmood Bhutta.

    5. Kaki Gemetar

    Beberapa wanita mengaku kakinya gemetar setelah mengalami orgasme. Selama klimaks, otot-otot tubuh akan menegang, dan bukan hanya di area intim saja.

    Ketika seks selesai dan otot-otot tubuh mulai mengendur, maka gemetar, kram, atau kontraksi dapat terjadi. Spesialis obstetri dan ginekologi Jessica Williams mengatakan kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi air putih, atau makanan yang mengandung kalium, seperti pisang, alpukat, atau yogurt.

    “Ketahuilah kondisi normal tubuh Anda, dan jika kaki Anda gemetar, pastikan untuk tetap terhidrasi,” ucapnya.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Tinggi Badan Berkaitan dengan Ukuran Mr P, Mitos atau Fakta? Nih Risetnya


    Jakarta

    Banyak orang meyakini ukuran penis bisa diperkirakan dari tinggi badan seseorang. Padahal, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

    Dalam sebuah riset, terlihat jelas dari perbandingan dua orang dalam keadaan non-ereksi. Pria kurus dengan tinggi badan 170 cm memiliki panjang penis 14 sentimeter, sementara pria lain dengan tinggi 180 sentimeter mempunyai penis berukuran enam sentimeter.

    Bukti kasus tersebut jelas mematahkan anggapan banyak orang, dipastikan ukuran penis yang konon berkaitan dengan tinggi badan hanyalah mitos belaka.


    David Veale, dari King’s College London dan South London dan Maudsley NHS Foundation Trust di Inggris, menilai banyak pria terlalu mengkhawatirkan ukuran penis mereka.

    “Pria mungkin datang ke ahli urologi atau klinik pengobatan seksual karena khawatir dengan ukuran penis mereka, meskipun ukurannya berada dalam kisaran normal,” sebutnya, dikutip dari Medical News Today, Kamis (4/1/2023).

    “Beberapa pria yang terlalu sibuk dan sangat tertekan dengan ukuran penis mereka mungkin juga didiagnosis mengidap gangguan dismorfik tubuh (BDD), di mana keasyikan, kesadaran diri yang berlebihan, dan tekanan terfokus pada ukuran atau bentuk penis mereka.”

    BDD diperkirakan mempengaruhi sekitar satu persen populasi Amerika, dan orang yang didiagnosis dengan kondisi ini juga lebih mungkin mengidap gangguan obsesif-kompulsif (OCD), gangguan kecemasan sosial, depresi, dan gangguan makan.

    Meskipun penelitian sebelumnya telah mengukur ukuran penis dalam berbagai sampel, Dr. Veale dan rekannya mencatat bahwa belum pernah ada tinjauan sistematis formal mengenai pengukuran penis.

    Mereka kemudian meninjau 17 penelitian tentang pengukuran penis yang melibatkan 15.521 pria berusia 17 tahun ke atas dengan menggunakan prosedur standar, semua pria diukur panjang dan lingkar, atau ketebalan, penis mereka oleh profesional kesehatan saat penis mereka dalam keadaan non-ereksi dan ereksi.

    Hasilnya menunjukkan rata-rata panjang penis saat tidak ereksi adalah 9,16 sentimeter dan 13,24 sentimeter saat diregangkan. Saat ereksi, rata-rata panjang penis adalah 13,12 sentimeter.

    Karenanya, bisa disimpulkan tidak ada kaitan antara ukuran penis dengan tinggi badan.

    (naf/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Viagra Alami Biar Mr P Tetap ‘On’ Sampai Ronde Dua


    Jakarta

    Kesulitan dalam mendapatkan atau mempertahankan ereksi adalah masalah kesehatan seksual yang paling umum dialami oleh laki-laki. Untuk mengatasi hal ini, banyak laki-laki yang beralih ke obat-obatan seperti Viagra untuk membantu mereka tetap bugar.

    Akan tetapi, obat ini sering kali memiliki efek samping seperti sakit kepala, hidung tersumbat, dan gangguan pencernaan yang akhirnya membuat banyak orang mencari alternatif alami.

    Dikutip dari beberapa sumber, berikut adalah suplemen alami yang dapat membantu mendapatkan atau mempertahankan ereksi saat berhubungan seks.


    1. Bit

    Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi jus bit dapat meningkatkan kadar oksida nitrat (NO), yakni senyawa yang memicu relaksasi otot sehingga memungkinkan peningkatan aliran darah ke penis. Peningkatan NO juga dapat meningkatkan stamina sehingga membantu bertahan lebih lama saat berhubungan seks.

    Selain itu, jus bit juga dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini bermanfaat sebab mereka yang memiliki darah tinggi dua kali lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi.

    2. Ginseng Merah

    Ginseng merah adalah akar yang dapat digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi dalam pengobatan tradisional China. Penelitian modern dan studi kecil menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi ginseng merah mungkin memiliki dorongan seks yang lebih kuat dan masalah ereksi yang lebih sedikit.

    3. Maca

    Maca adalah sayuran akar manis dengan beberapa manfaat kesehatan. Di Amerika Selatan, orang biasanya menggunakan ini untuk meningkatkan kesuburan. Julukan dari tanaman ini adalah ‘Viagra Peru’. Empat penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ini dapat meningkatkan libido.

    4. Kacang Pistachio

    Kacang Pistachio telah dimakan sejak 6.000 SM. Kacang ini memiliki nilai gizi dan kaya akan protein, serat, dan lemak sehat. Pistachio dipercaya dapat membantu mengurangi gejala disfungsi ereksi. Para ahli berpendapat bahwa efek ini mungkin disebabkan oleh kemampuan pistachio untuk meningkatkan kolesterol darah dan merangsang aliran darah yang lebih baik ke seluruh tubuh.

    5. Ginkgo Biloba

    Ginkgo biloba adalah suplemen herbal yang berasal dari salah satu spesies pohon tertua, yakni pohon Ginkgo biloba. Pengobatan tradisional Cina menggunakan ini untuk mengobati banyak penyakit, termasuk fungsi seksual yang buruk.

    Ginkgo biloba bertindak sebagai afrodisiak dengan membantu mengendurkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah. Namun, ginkgo biloba dapat bertindak sebagai pengencer darah sehingga ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi ini.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ukuran Mr P Seperti Apa yang Digemari Wanita? Hasil Risetnya Begini


    Jakarta

    ‘Semakin besar, semakin puas’ begitulah kira-kira persepsi yang kini masih dipercaya kebanyakan pria tentang ukuran organ vital miliknya ketika bercinta. Namun, faktanya tidak sesederhana itu lho. Lantas, Ukuran mr p seperti apa yang digemari wanita?

    Entah karena gengsi atau hanya sekadar membahagiakan sang pasangan, para pria rela membayar mahal untuk membeli obat kuat atau memilih operasi pembesaran penis. Padahal seperti yang diketahui, keduanya mempunyai efek samping besar, mulai dari gangguan pencernaan, sakit kepala, peradangan, hingga ereksi berkepanjangan.

    Setelah mendapatkan hasil yang diinginkan, sang wanita pun belum tentu mendapatkan kepuasan karena penis yang terlalu besar terkadang membuatnya kesakitan dan tidak nyaman selama berhubungan seksual.


    Ukuran Mr P Seperti Apa yang Digemari Wanita?

    Para peneliti dari University of California Los Angeles menganalisis ketertarikan 75 wanita terhadap ukuran penis pria dengan usia rata-rata 25 tahun. Objek analisis tersebut menggunakan 33 benda ‘phallic’ tiga dimensi dengan berbagai ukuran.

    Hasilnya terungkap fakta wanita lebih suka penis dengan lingkar sebesar 12,7 cm dan panjang sebesar 16,3 cm dalam satu kali sesi bercinta, dibandingkan dengan panjang 16 cm dan lingkar 12,2 cm dalam melakukan sesi bercinta dengan waktu yang lebih lama.

    Atas dasar itu juga, para peneliti membeberkan sejumlah wanita tidak menyukai penis yang terlalu besar karena akan terasa sangat sakit ketika berhubungan seks hingga berisiko mencederai struktur sensitif di dalam vagina.

    “Apa pun yang meningkatkan gesekan selama hubungan seksual dapat meningkatkan cedera genital dan secara tidak langsung, dapat meningkatkan risiko infeksi,” catat peneliti melalui laman Real Clear Science.

    Berita menarik lainnya dari penelitian yang dilakukan pada 2015 ini adalah 27 persen partisipan melaporkan telah mengakhiri hubungan karena ketidakcocokan ukuran penis, sedangkan sisanya merasa tidak peduli.

    Di akhir laporannya peneliti menyarankan untuk pria tidak mengkhawatirkan besar atau kecil alat kelaminnya. Lebih baik bila para pria percaya diri, dan hindari meminum pil pembesar penis yang belum terbukti khasiatnya.

    (Fadilla Namira/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy