Tag: salamah harahap

  • Ringan, Nyaman, dan Tetap Stylish

    Jakarta

    Bagi detikers pecinta olahraga lari, memilih celana lari yang terbaik menjadi salah satu faktor penting untuk memberikan pengalaman yang optimal.

    Selain sepatu, pakaian lari seperti celana olahraga juga mendukung keamanan dan kenyamanan saat berlari, baik di dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor). Namun, tidak semua pelari mengetahui celana yang cocok dan sesuai. Detikers dapat mempertimbangkan celana lari, mulai dari bahannya hingga mudah atau tidaknya menyerap dalam menyerap keringat.

    Untuk itu, berikut detikSport telah merangkum celana lari pria terbaik dengan bahan yang berkualitas, mulai dari brand lokal hingga luar.


    1. Elfs Active

    Elfs Active menjadi rekomendasi celana lari pria di urutan pertama. Brand lokal ini nyaman digunakan saat berlari karena bahan dasarnya flash dry fit yang ringan, mudah kering, dan tidak terlalu ketat.

    Celana lari satu ini dilengkapi dengan dua kantong saku, pinggang karet yang antislip, hingga reflektor yang dapat menyala saat ada cahaya. Selain desainnya yang lengkap, brand lokal ini juga memiliki harga yang terjangkau, yaitu di kisaran Rp75 ribu.

    detikers dapat memilih berbagai varian warna, mulai dari army, biru dongker, abu tua, hingga hitam

    2. Atalon Sportwear

    Celana lari ringan selanjutnya yaitu merek Atalon Sport wear. Celana ini sangat cocok bagi detikers yang mengutamakan kenyamanan dan fungsionalitas saat lari. Sebab bahannya terdiri dari komposisi yang ringan, elastis, dan dingin saat dipakai. Pada bagian dalam, terdapat liner hitam yang membuat celana dapat menyesuaikan ukuran kaki.

    Bagian belakang juga dilengkapi dengan reflective aksesoris sehingga aman digunakan saat lari malam. Celana ini tersedia dengan berbagai varian warna yang menarik, mulai dari abu-abu, hitam, putih, dan biru. Harganya juga cukup terjangkau, yaitu mulai R0159 ribu – Ro199 ribu.

    3. Terrel Sportwear

    Jika detikers mencari celana lari dengan bahan yang dingin dan mudah menyerap keringat, Terrel Sportwear bisa menjadi pilihan yang menarik. Celana brand lokal ini memiliki bahan quick dry yang ringan dan mudah menyerap keringat.

    Terrel Sportwear dilengkapi dengan gantungan handuk dan dua buah kantong. Detikers dapat memilih berbagai varian warna seperti hitam, abu tua, hijau, hingga putih. Harga untuk merek ini berada di kisaran Rp88 ribu.

    4. Adidas Own The Run Split Short

    Satu lagi celana yang mudah menyerap keringat dan ringan dipakai, yaitu didas Own The Run Split Short. Celana ini terbuat dari 100% bahan polyester daur ulang, bagian dalam terdiri dari jersey tunggal dan bagian luar dilapisi tenunan polos.

    Celana ini dilengkapi dengan teknologi AEROREADY yang mempermudah menyerap keringat. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp370 ribu, detikers sudah bisa memiliki celana super nyaman ini.

    5. Aonijie FM5120 Men Shorts Compression Running

    Detikers tidak perlu takut lagi akan risiko kelelahan setelah berlari. Dengan Aonijie FM5120 yang dilengkapi dengan teknologi kompresi, dapat mengurangi kelelahan otot dan membantu memperlancar aliran darah dengan baik.

    Desain yang nyaman dan bahan yang berkualitas menjadikan celana ini banyak dipilih pelari profesional. Celana ini dijual seharga Rp460 ribu di marketplace.

    6. Nike Original Dri-fit Stride

    Salah satu celana lari berkualitas produksi Nike yaitu Nike Original Dri-fit Stride, yang dilengkapi dengan teknologi Dri-Fit. Teknologi ini mampu menyerap keringat dan menjaga tubuh tetap kering selama berkeringat. Di marketplace toko hijau, celana ini dijual seharga Rp700 ribu.

    7. PUMA Run 2-in-1

    PUMA Run 2-in-1 menjadi salah satu celana lari multifungsi yang inovatif dan nyaman digunakan. Celana ini menawarkan desain dua-dalam-satu (2-in-1) yang modern.

    Lapisan dalam memberikan dukungan tambahan pada lapisan luar. Celana ini cocok bagi detikers yang mengutamakan kenyamanan, namun juga ingin mengoptimalkan performa lari sekaligus. Di marketplace, celana pendek ini dijual seharga Rp400 ribu.

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Panjang, Lebar, dan Zona Permainan

    Jakarta

    Pickleball merupakan olahraga yang dapat dimainkan secara indoor (di dalam ruangan) maupun outdoor (di luar ruangan). Olahraga ini memiliki standar ukuran lapangannya sendiri, mulai dari panjang, lebar, hingga zona permainan.

    Mengutip dari USA Pickleball Association, pickleball biasanya dimainkan di lapangan dengan ukuran yang sama dengan lapangan bulu tangkis. Olahraga ini juga memiliki ketentuan sendiri untuk tinggi net dan zona servisnya. Lantas, berapa ukuran standar resmi lapangan pickleball?

    Pada artikel kali, detikSport telah merangkum penjelasan lengkap terkait ukuran standar resmi lapangan pickleball. Yuk, simak informasinya di bawah ini.


    Ukuran Standar Resmi Lapangan Pickleball

    Ukuran lapangan pickleball identik dengan lapangan bulu tangkis, dengan dibatasi oleh beberapa garis seperti garis dasar (baseline), garis samping (sideline), garis tengah (centerline) yang membagi dua area servis, yaitu servis kiri dan kanan

    Berikut rincian ukuran lapangan pickleball, lengkap dengan jarak zona permainannya:

    • Panjang: 44 kaki (13,41 meter)
    • Lebar: 20 kaki (6,1 meter)
    • Zona non-volley (area tengah lapangan/sekitar net): 7 kaki (2,1 meter) di setiap sisi jaring.

    Adapun net pickleball memiliki ukuran yang lebih tinggi di tengah lapangan dibandingkan sisi lapangan. Hal ini berfungsi agar bola yang dipukul terlalu keras tidak keluar dari area lapangan.

    Berikut rincian ukuran net dan tinggi tiang net pickleball:

    • Tinggi: 86,4 cm di tengah lapangan
    • Tinggi: 91,4 cm di sisi lapangan
    • Lebar: 6,6 meter
    • Panjang: 2,1 meter
    • Tinggi tiang: 1,8 meter
    • Diameter: 2,5 meter

    Itulah penjelasan terkait standar resmi ukuran lapangan dan tinggi net pada olahraga pickleball. Semoga membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Olahraga Kardio Berbasis Musik yang Sedang Viral di Indonesia

    Jakarta

    Pound fit menjadi salah satu olahraga yang cukup viral di Indonesia, khususnya kaum wanita. Hal ini bisa dilihat dari maraknya kelas-kelas pound fit di berbagai daerah yang biasa didatangi kaum hawa.

    Pound fit sendiri merupakan jenis olahraga kardio berbasis musik, dimana gerakannya menggunakan stik dan diperagakan seolah-olah seperti bermain drum. Olahraga ini memiliki segudang manfaat, khususnya dalam membakar kalori hingga menurunkan berat badan.

    Olahraga ini cocok dimainkan bagi detikers yang ingin tetap sehat sekaligus mendapatkan kesenangan saat memainkannya.


    Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum penjelasan mengenai olahraga pound fit, lengkap dengan manfaat dan cara latihannya. Yuk, simak ulasannya di bawah ini

    Apa Itu Pound Fit?

    Mengutip dari Jurnal Media Akademik Vol.2 No.1, pound fit dapat adalah latihan fisik yang khas dan memadukan unsur-unsur musik, kebugaran, dan energi dalam latihan ketukan yang intens. Olahraga ini dilengkapi dengan perangkat yang disebut “ripstix” (stik berbobot). Gerakan pound fit terdiri dari ketukan drumming dan latihan kebugaran, menjadikannya olahraga yang dinamis sekaligus menyenangkan.

    Cara memainkan ripstix cukup mudah, yaitu dengan menggerakkannya seperti sedang bermain drum dengan berbagai ritme. Gerakan ini bermanfaat untuk membakar kalori hingga membentuk massa otot.

    Mengutip dari situs poundfit.com, pound fit sendiri pertama kali diciptakan di Amerika Serikat pada tahun 2011 oleh dua orang pemain drum dan atlet bernama Cristina Peerenboom dan Kristen Potenza. Ini bermula ketika mereka melakukan pilates dengan tujuan untuk mengurangi berat badan. Namun keduanya merasa bosan dengan rutinitas tersebut dan mencoba menciptakan olahraga dengan gaya dan nuansa yang baru.

    Setelah itu, Cristina dan Kristen menyadari bahwa gerakan bermain drum sebenarnya sama dengan gerakan olahraga pada umumnya. Untuk itu, mereka mulai menciptakan olahraga pound fit yang mirip dengan kegiatan bermain drum.

    Manfaat Olahraga Pound Fit

    Mengutip dari Health Fitness Revolution, berikut beberapa manfaat olahraga pound fit yang dikenal dapat membakar kalori dan menurunkan berat badan.

    1. Membuat Berat Badan Lebih Ideal

    Gerakan dalam olahraga pound fit dapat menurunkan berat badan. Latihan interval kardio dapat membantu membakar lemak, sebelum dan bahkan setelah olahraga. Pound fit merupakan latihan cepat yang menjaga momentum dan meningkatkan jumlah kalori setelah latihan.

    2. Meningkatkan Mood

    Selain bermanfaat untuk membentuk badan yang ideal, pound fit juga dapat meningkatkan mood dengan melawan depresi, mengurangi risiko diabetes, kolesterol tinggi, hingga tekanan darah tinggi.

    Latihan ini bagus untuk menenangkan pikiran dan meningkatkan fungsi kognitif pada otak.

    3. Melatih Seluruh Tubuh

    Pound fit mirip dengan olahraga pilates, sebab keduanya sama-sama melatih tubuh bagian atas dan bawah. Latihan pound fit juga bermanfaat dalam mengencangkan otot, melatih punggung, dan meningkatkan kekuatan otot inti.

    4. Memotivasi dan Membangkitkan Semangat

    Perpaduan musik saat melakukan gerakan pound fit dapat meningkatkan motivasi dan semangat detikers. Tak hanya itu, jenis latihan ini juga dapat meningkatkan daya ingat.

    5. Latihan Beragam dan Menyenangkan

    Pound fit memiliki gerakan yang beragam, mulai dari kombinasi pilates, kardio, drum, dan resistensi ringan. Olahraga ini menawarkan beragam teknik latihan yang dapat membuat detikers tetap bersemangat. Variasi gerakan ini juga menjadikannya menantang, sehingga bagus untuk melatih fisik dan mental.

    Cara Latihan Pound Fit

    Bagi detikers yang ingin mencoba olahraga pound fit, ada beberapa gerakan dasar yang mudah untuk dilakukan, salah satunya set position. Berikut tata cara melakukan latihannya:

    • Buka kedua kaki sejajar dengan pinggul, kemudian arahkan lutut dan kaki sedikit ke samping dari bagian atas kaki.
    • Posisikan tubuh berdiri tegak.
    • Stabilkan tulang punggung dan panggul dengan mengencangkan otot inti.
    • Angkat dada secara perlahan lalu gerakkan bahu ke bawah dan ke belakang dengan rileks.
    • Sejajarkan lutut dengan kaki, namun jangan sampai menjulur ke depan.
    • Jaga otot inti tetap kuat, dada terangkat, dan pandangan lurus ke depan.

    Selain gerakan dasar, berikut beberapa tips yang bisa detikers ikuti untuk menghindari cedera saat latihan pound fit:

    • Lakukan pemanasan dengan benar agar otot tetap fleksibel dan mudah digerakkan.
    • Tetap bergerak sesuai kapasitas tubuh untuk menghindari cedera dan kelelahan.
    • Pastikan detikers mengenakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat.
    • Mengikuti kelas pound fit dengan didampingi oleh instruktur dan coach yang berpengalaman.

    Nah, itulah ulasan lengkap terkait olahraga pound fit, mulai dari manfaat hingga tata cara latihannya. Selamat dan semangat berolahraga ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Pilates dan Yoga Apa Bedanya? Ini Penjelasan Lengkapnya untuk Pemula

    Jakarta

    Pilates dan Yoga merupakan dua olahraga yang berfokus pada pengendalian gerakan tubuh dengan pikiran, serta biasanya dilakukan di area yang tenang.

    Bagi awam, kedua olahraga ini terlihat sama. Akan tetapi, baik yoga dan pilates memiliki karakteristik dan dasarnya masing-masing, mulai dari asal-usul, gerakan, intensitas, hingga manfaat yang dihasilkan.

    Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum perbedaan antara pilates dan yoga, sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh pemula. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Asal-usul Yoga dan Pilates

    Mengutip dari Jurnal Nusantara Community Service, pilates merupakan metode latihan yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan tubuh bagian inti, memperbaiki postur tubuh, serta meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Latihan ini dikenal dapat membantu mengurangi rasa sakit pada punggung yang sering dialami wanita, serta mengurangi kecemasan serta stres.

    Pilates adalah aktivitas low impact yang mampu memperkuat dan menstabilkan core otot dengan serangkaian gerakan dan latihan pernafasan untuk memperkuat otot abdomen, pinggang, hingga kaki dan tangan.

    Sementara itu, yoga merupakan latihan tubuh dan pikiran yang berasal dari India. Olahraga ini semakin maju sebagai praktik kesehatan untuk berbagai ilmu imunologi, neuromuskuler, psikologis, dan kondisi nyeri.

    Mengutip dari Jurnal Maternitas UAP, Yoga berpotensi menciptakan keseimbangan di sepanjang dimensi emosional, mental, fisik, dan spiritual. Praktisi yoga dikenal dengan “yogl” yang diharapkan mencapai “Brahman” yaitu pencerahan dimana manusia menyadari hakikat diri sejati, sebagai bagian dari alam semesta.

    Fokus Gerakan

    Pada pilates, fokus utama adalah membangun kekuatan inti melalui gerakan kecil yang konsisten dan berulang. Aktivitas fisik dalam pilates dapat menguatkan otot perut, pinggang, kaki, dan tangan. Pilates juga memiliki latihan pernapasan dan konsentrasi yang dapat meningkatkan keseimbangan tubuh,

    Sedangkan yoga, lebih mengacu pada hubungan antara pikiran dan tubuh, terdiri dari pose-pose yang dipertahankan dalam waktu yang lebih lama. Latihan ini juga didominasi aktivitas meditasi, spiritualitas, yang tidak ditemukan dalam pilates.

    Intensitas Latihan

    Dalam intensitas latihan, yoga dinilai lebih lambat, dengan pose yang ditahan dalam durasi yang cukup lama. Hal ini bertujuan untuk menenangkan pikiran dan menjaga fleksibilitas tubuh.

    Sementara itu, pilates memiliki intensitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan yoga. Latihan pilates mencakup gerakan berulang yang berfokus memperkuat otot inti tubuh.

    Manfaat yang Dihasilkan

    Secara umum, pilates dan yoga sama-sama memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh dan kebugaran pikiran.

    Berikut beberapa manfaat yang didapatkan dari latihan pilates:

    • Meningkatkan pernapasan.
    • Memperbaiki postur tubuh.
    • Meredakan nyeri pada punggung.
    • Meredakan sakit pada saat menstruasi.
    • Mencegah osteoporosis.
    • Membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus.
    • Mengurangi stres.

    Di sisi lain, yoga memiliki manfaat sebagai berikut:

    • Meredakan nyeri pada bagian punggung hingga leher.
    • Menjaga kualitas tidur.
    • Mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental.
    • Membantu mengatasi masalah menopause.
    • Menurunkan berat badan.
    • Meningkatkan keseimbangan tubuh.

    Jika detikers masih bingung dalam menentukan pilihan latihan yang tepat, dapat menyesuaikan dengan preferensi dan tujuan. Yoga sangat cocok bagi pemula yang menginginkan latihan lebih lambat dan lebih condong bermanfaat untuk kesehatan mental. Sementara pilates berfokus pada peningkatan kekuatan inti dengan tempo yang lebih cepat.

    Agar mengetahui mana yang lebih baik, detikers dapat mencoba keduanya terlebih dahulu. Namun jika memiliki kondisi atau masalah kesehatan tertentu, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter agar latihan lebih aman dan manfaat yang didapatkan lebih optimal.


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Kunci Rahasia biar Lari Makin Cepat dan Staminanya Gila

    Jakarta

    Lari merupakan olahraga yang mengedepankan kekuatan, kelenturan, hingga daya tahan tubuh. Untuk itu, baik pelari profesional maupun pemula, dibutuhkan stamina yang kuat dan kemampuan kecepatan yang bisa diandalkan.

    Salah satu jenis latihan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan latihan kecepatan yaitu dengan latihan interval (interval training). Mengutip dari Jurnal Sport, Physical Education, Organization, Recreation, Training, latihan interval adalah tata cara latihan yang mencampurkan kinerja berulang antara bekerja dan istirahat. Aspek yang perlu diperhatikan dalam latihan ini yaitu durasi, konsistensi, jumlah pengulangan latihan, hingga interval pemulihan setelah pemulihan.

    Dalam olahraga lari, metode latihan interval dapat dikombinasikan dengan lari sprint dengan durasi 20-90 detik dan interval istirahat selama 30-120 detik.


    Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tata cara latihan interval, detikers dapat menyimak ulasan berikut ini.

    Teknik Latihan Interval pada Lari

    Latihan interval mampu mendorong kemampuan pelari agar lebih cepat dan kuat selama kompetisi. Latihan ini dapat meningkatkan daya tahan otot, sehingga efektif digunakan saat berlari.

    Tak hanya itu, latihan interval juga dapat meningkatkan daya tahan kardiovaskular, sehingga detikers dapat terus meningkatkan kecepatan saat berlari tanpa merasa cepat lelah.

    Agar lebih optimal, detikers dapat menyimak teknik latihan interval berikut ini:

    1. Melakukan Pemanasan dengan Benar

    Mengutip dari Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains, pemanasan saat berolahraga dapat memberikan manfaat bagi tubuh untuk meningkatkan kondisi tubuh menjadi lebih baik dan mengurangi risiko cedera.

    Sebelum mulai berlatih, pastikan detikers melakukan pemanasan selama 5-10 menit untuk mencegah terjadinya kram otot dan permasalahan lain selama latihan.

    2. Lari Sprint

    Lari pada latihan interval dapat dilakukan dengan lari cepat (sprint) dengan durasi 6-8 detik dan jarak 40 meter. Latihan ini dapat dilakukan sebanyak 10 kali dengan interval istirahat selama 1-2 menit.

    3. Pendinginan

    Mengutip dari Jurnal PKM Ilmu Kependidikan, pendinginan setelah latihan dapat merilekskan otot-otot tubuh yang telah melakukan aktivitas fisik yang berat maupun sedang.

    detikers dapat melakukan pendinginan dengan gerakan santai seperti jogging dan jalan selama beberapa menit.

    Jenis-jenis Lari Interval

    Dalam olahraga lari, terdapat beberapa jenis latihan interval yang bisa diterapkan, yaitu:

    • Short interval (lari interval jarak pendek): interval ini dilakukan dengan lari sprint selama 60 detik dan diselingi dengan istirahat singkat.
    • Long interval (lari interval panjang): interval yang berlangsung lebih dari 60 detik namun tetap dengan intensitas tinggi. Detikers dapat melakukan sprint selama 90 detik kemudian jalan santai selama 2-3 menit.
    • Progressive interval (lari interval progresif): latihan interval dengan meningkatkan intensitas lari untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan.
    • Pyramid interval (lari interval piramida): lari ini dapat dilakukan dengan durasi sprint yang meningkat lalu berkurang secara bertahap. Lari cepat dapat dilakukan dengan durasi terendah kemudian meningkat, yaitu 15 detik, 30 detik, dan 45 detik. Setelah itu kembali lagi ke awal. Jangan lupa istirahat di sela-sela waktu.

    Itulah ulasan terkait latihan interval sebagai kunci bagi pelari untuk meningkatkan kekuatan dan stamina. Semoga dapat dipraktekkan dengan baik ya, detikers!


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Lari Malam Aman Nggak? Ini Tips Penting biar Tetap Sehat & Nggak Bahaya

    Jakarta

    Lari menjadi salah satu olahraga yang diminati banyak orang dari berbagai kalangan. Selain karena tekniknya yang sederhana dan tidak memerlukan perlengkapan tertentu, lari juga dapat dilakukan dengan waktu yang fleksibel.

    Bagi beberapa orang, pagi hari menjadi waktu yang paling tepat untuk lari. Namun, tak sedikit juga yang memilih untuk berlari pada malam hari.

    Bagi detikers yang menyukai kegiatan lari pada malam hari, perlu menyimak beberapa tips di bawah ini agar olahraga kamu terasa lebih efektif dan menyenangkan.


    1. Menyiapkan peralatan lari yang tepat

    Peralatan yang tepat sebelum lari menjadi aspek penting agar terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan. Salah satu peralatan yang harus detikers siapkan yaitu perlengkapan cahaya, seperti rompi berlampu yang dapat menerangi jalan selama berlari.

    Penerangan sangat penting dikarenakan kondisi malam hari yang tidak mempunyai sinar matahari langsung seperti pagi hari.

    Berlari di malam hari memerlukan energi yang lebih banyak dibandingkan pagi hari. Hal ini dikarenakan tubuh sudah beraktivitas seharian, sehingga membutuhkan energi lagi untuk bergerak dan beraktivitas selama lari.

    Sebelum mulai berlari, pastikan detikers mengonsumsi makanan yang mudah dicerna namun tetap kaya akan nutrisi. Beberapa di antaranya seperti kacang, roti panggang, telur dadar, salad tuna, dan protein hewani lainnya termasuk dada ayam atau kalkun.

    3. Tentukan lokasi yang aman

    Penerangan yang minim pada malam hari membuat kita lebih sulit untuk memperhatikan lingkungan sekitar. Untuk itu, sebelum mulai berlari, ada baiknya detikers menelusuri tempat yang akan digunakan sebagai lintasan lari. Selain itu, berlari dengan teman atau secara berkelompok juga lebih disarankan.

    4. Menyesuaikan kecepatan lari

    Saat berlari pada malam hari, detikers sebaiknya memperhatikan kecepatan lari. Ada baiknya langkah yang digunakan saat berlari pada malam hari lebih pendek namun lambat. Penyesuaian ini bertujuan untuk menjaga detikers dari rintangan yang tidak terlihat karena cahaya minim. Contohnya seperti batu, akar pohon, hingga jalan yang menanjak.

    5. Meningkatkan fokus terhadap keadaan sekitar

    Selain membutuhkan cahaya tambahan, berlari pada malam hari juga harus diiringi dengan fokus dan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Sebaiknya detikers perlu menghindari distraksi seperti handphone atau mendengarkan musik saat berlari.

    Hal yang patut diwaspadai yaitu adanya keberadaan satwa liar, sebab hewan ini lebih banyak aktif pada malam hari. Sebagai antisipasi, detikers dapat membawa peluit atau alarm pribadi untuk mengusir hewan.

    Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan bagi detikers yang ingin berolahraga lari pada malam hari. Jangan lupa untuk selalu menyiapkan diri dengan baik. Semoga membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Cara Servis Padel yang Benar: Panduan untuk Pemula

    Jakarta

    Padel merupakan olahraga yang cukup diminati di Indonesia. Olahraga ini banyak digandrungi karena teknik bermainnya yang tidak terlalu rumit dan dapat dipelajari dengan mudah.

    Meskipun terlihat mudah, padel tetap memiliki teknik dan aturan dasar tersendiri, terutama pada saat servis. Servis padel yang benar menjadi salah satu langkah untuk menyusun strategi dalam mengalahkan lawan.

    Bagi pemula, perlu mengetahui cara servis padel yang benar agar tidak terjadi kekeliruan dan pertandingan tetap dapat berjalan dengan efektif.


    Lebih lanjut, berikut detikSport telah merangkum ulasan terkait panduan dan cara servis padel yang benar bagi pemula.

    Servis Padel Dilakukan secara Underhand

    Tidak sama dengan tenis, servis dalam padel dilakukan secara underhand, yaitu dengan memukul bola dari bawah pinggang. Sebelumnya, bola harus dipantulkan terlebih dahulu ke lantai sebelum dipukul. Setelah itu, diarahkan secara diagonal ke area lawan.

    Dalam melakukan servis ini, pastikan detikers tetap menggunakan power yang ringan tapi tetap mengedepankan akurasi. Selain itu, jangan terlalu tinggi ketika bola dipantulkan. Apabila bola menyentuh net tapi masuk ke area yang pas, servis dianggap sah.

    Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Servis Padel

    Selain teknik melakukan servis, ada beberapa hal yang perlu detikers perhatikan, mulai dari posisi hingga sistem penskoran. Berikut beberapa poinnya:

    Posisi pemain

    Padel terdiri dari dua tim dengan masing-masing dua pemain yang harus bisa menjaga komunikasi. Saat servis, salah satu pemain berada di area servis dan pemain lain berada di sisi lainnya. Setelah itu, pemain dapat bergerak dengan bebas namun tetap menjaga komunikasi agar tidak bertabrakan.

    Sistem Skor

    Sistem penskoran dalam padel sama seperti tenis, yaitu menggunakan sistem 15, 30, 40 dan game. Tim harus memperoleh minimal 6 game untuk memenangkan satu set. Jika imbang, maka akan dilakukan tie-break.

    Aturan Bola dalam Permainan

    Memukul bola dalam padel dianggap sah jika memantul sekali di lantai atau ke dinding dan dapat dipukul kembali. Jika bola memantul lebih dari sekali, maka poin jadi milik lawan.

    Aturan Net

    Bola yang dipukul tidak boleh mengenai pemain atau pasangan sebelum melewati net menuju area lawan. Pemain juga tidak boleh bersentuhan dengan net, baik itu tubuh, pakaian, ataupun raket.

    Servis Ulang (Let)

    Apabila bola servis mengenai net tapi tetap masuk ke kotak servis, maka servis dianggap let atau harus diulang. Namun, jika bola keluar area atau mengenai dinding sebelum jatuh di kotak servis, maka servis sah.

    Kesalahan (Fault) dalam Padel

    Fault terjadi jika pemain melakukan servis ke luar area, gagal memukul bola, atau bola mengenai dinding tanpa memantul ke area lawan terlebih dahulu. Jika terjadi secara berturut-turut, maka poin diberikan kepada lawan.

    Demikianlah ulasan mengenai cara servis padel yang benar. Hal ini perlu diperhatikan agar permainan padel dapat berlangsung dengan efektif dan sportif. Semoga membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Bisa 5K dalam 4 Minggu! Ini Training Plan Lari Pemula yang Paling Efektif

    Jakarta

    Lari 5k atau lari 5 kilometer merupakan nomor lari yang cukup populer dan banyak diminati para penggiat lari hingga pemula.

    Pada umumnya, latihan lari 5k dapat dijadwalkan selama 4-8 minggu. Bagi pemula, latihan ini dapat memberikan hasil yang baik apabila dilakukan dengan konsisten dan tentunya mengikuti panduan training plan yang efektif.

    Untuk mengetahui jenis latihan dan waktu yang dibutuhkan selama program latihan lari 5k, detikers dapat menyimak panduan training plan berikut ini.


    Jadwal Latihan Lari 5k dalam 4 Minggu untuk Pemula

    Sebelum mulai menyusun jadwal, detikers perlu mengetahui jarak dan waktu yang diperlukan dalam lari 5k.

    Jarak pada lari 5k yaitu tepat 5.000 meter atau 5 kilometer. Bagi pemula, jarak ini bisa dicapai dengan waktu 30-45 menit. Lari 5k fokus untuk menjaga daya tahan tubuh, hingga menemukan ritme lari yang nyaman.

    Berikut jadwal latihan yang dapat detikers selama latihan lari 5k dalam 4 minggu.

    Minggu 1

    • Senin: Hari Istirahat
    • Selasa: Jalan 1 menit/Lari 1 menit sebanyak 10 kali
    • Rabu: Cross training
    • Kamis: Lari 2 menit/jalan 1 menit sebanyak 8 kali
    • Jumat: Hari Istirahat
    • Sabtu: 3 menit lari/jalan 1 menit sebanyak 6 kali
    • Minggu: 5 menit lari/2 menit jalan sebanyak 4 kali

    Minggu 2

    • Senin: Hari Istirahat
    • Selasa: Lari 7 menit/jalan 2 menit sebanyak 3 kali
    • Rabu: Cross training
    • Kamis: Lari 8 menit/jalan 2 menit sebanyak 3 kali
    • Jumat: Hari Istirahat
    • Sabtu: 1 menit lari/jalan 1 menit sebanyak 10 kali, usahakan lebih cepat
    • Minggu: 10 menit lari/2 menit jalan sebanyak 2 kali dengan 5 menit berlari hingga ke garis finish

    Minggu 3

    • Senin: Hari Istirahat
    • Selasa: Lari 9 menit/jalan 1 menit sebanyak 3 kali
    • Rabu: Cross training
    • Kamis: Lari 15 menit/jalan 1 menit sebanyak 3 kali
    • Jumat: Hari Istirahat
    • Sabtu: 12 menit lari/jalan 2 menit sebanyak 2 kali, dengan waktu 5 menit hingga ke garis finish
    • Minggu: Lari 20 menit

    Minggu 4

    • Senin: Hari Istirahat
    • Selasa: Lari 25 menit/jalan 2 menit dan lari 5 menit
    • Rabu: Cross training
    • Kamis: Lari 9 menit/jalan 1 menit sebanyak 3 kali
    • Jumat: Hari Istirahat
    • Sabtu: Hari Istirahat
    • Minggu: Lari 5k

    Demikianlah panduan program latihan 5k dalam 4 minggu yang bisa detikers coba sebelum memulai pertandingan lari 5k. Jangan lupa untuk tetap mencukupi kebutuhan nutrisi dan terhidrasi hingga hari lomba ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Rahasia Pukulan Keras dan Akurat!

    Jakarta

    Teknik smash menjadi salah satu aspek penting dalam olahraga badminton. Keakuratan dan Ketajaman pukulan dapat memberikan keuntungan selama permainan.

    Mengutip dari Jurnal Penjakora Volume 9 Nomor 1, smash adalah pukulan serangan yang bertujuan untuk memperoleh nilai/poin karena sifat jatuhnya bola yang kencang dan tajam. Saat melakukan smash, dibutuhkan kekuatan otot tungkai, lengan, bahu, dan fleksibilitas pergelangan tangan serta koordinasi gerak tubuh yang harmonis untuk mendapatkan pukulan yang maksimal.

    Bagi pemula, teknik ini perlu dipelajari untuk mendapatkan rahasia pukulan smash yang keras dan akurat. Berikut detikSport telah merangkum cara dan tekniknya.


    1. Posisi Tubuh yang Benar

    Posisi tubuh menjadi aspek utama untuk memberikan smash yang keras. Sebelum memulai, pastikan detikers menempatkan posisi kaki dengan stabil dengan kaki kiri sedikit ke depan dan kaki kanan di belakang.

    Kemudian, pastikan berat badan di kaki belakang siap untuk melompat ke depan saat melakukan smash. Jaga posisi badan agar tetap tegak dan pinggul terbuka. Posisi tubuh ini akan membantu detikers dalam menciptakan pukulan smash yang optimal.

    2. Melatih Otot Tangan dan Kaki

    Dengan meningkatkan kekuatan otot tangan, lengan, dan bahu dapat membantu pemula menghasilkan smash yang keras dan akurat. Detikers dapat mencoba latihan kekuatan dengan mengangkat beban atau menggunakan alat gym.

    Selain itu, latihan seperti jumping, squat, dan medicine ball throw juga dapat meningkatkan kekuatan kaki agar dapat melompat lebih tinggi dan menghasilkan pukulan yang maksimal.

    3. Teknik Smash yang Benar

    Setelah melatih otot tangan dan kaki, detikers perlu menguasai pukulan yang benar untuk mendapatkan smash yang keras dan akurat. Pastikan detikers menggunakan grip yang tepat pada raket dan gunakan gerakan bawah-atas yang benar untuk menciptakan efek pukulan yang keras.

    Jika ingin panduan lebih rinci, detikers dapat melakukan latihan dengan pelatih atau pemain yang sudah profesional.

    4. Perhatikan Posisi Lawan

    Memahami posisi lawan saat bermain dapat menjadi taktik dan kesempatan emas bagi detikers untuk mendapatkan poin. Ketika lawan berada di belakang lapangan atau dalam posisi pertahanan yang buruk, maka di saat itulah detikers dapat melakukan smash keras.

    Memperhatikan posisi ini akan membuat pukulan smash lebih efektif.

    5. Rutin Latihan

    Selain beberapa trik di atas, latihan yang konsisten juga menjadi kunci utama bagi detikers dalam menciptakan smash yang optimal. Latihan teratur dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot sebelum bermain.

    Itulah beberapa cara untuk mendapatkan smash yang kencang dan akurat. Jangan lupa untuk dipelajari dan tetap latihan rutin ya, detikers!


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh