Tag: SAND

  • 5 Kripto Metaverse Terbesar Saat Ini

    Jika menilik perjalanan kripto selama beberapa tahun terakhir, Anda akan melihat perkembangannya yang begitu pesat. Mulai dari kemunculan Bitcoin (BTC) sebagai mata uang kripto pertama, investasi token yang tidak bisa dipertukarkan bernama NFT, hingga pembangunan dunia virtual Metaverse.

    Meski sempat mendatangkan banyak keraguan, nyatanya Metaverse semakin populer saat ini. Berbagai brand ternama mulai mengucurkan dana pada beberapa platform Metaverse, membuat produk digital NFT, hingga membeli lahan virtual di berbagai platform Metaverse. Jika Anda juga tertarik untuk mengetahui lebih dalam soal Metaverse atau berinvestasi pada salah satu platform, simak informasi lima kripto Metaverse terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar berikut ini.

    Baca jugaApa Saja Tren NFT 2022?

    Decentraland (MANA)

    Platform Metaverse yang memiliki jumlah kapitalisasi pasar terbesar saat ini adalah Decentraland (MANA), yakni mencapai $5,123,130,400. Dengan jumlah kapitalisasi pasar tersebut, Decentraland (MANA) mengungguli pesaingnya, yakni Axie Infinity dan The Sandbox.

    Permainan yang membangun dunia virtual dengan menggabungkan elemen realitas virtual dan teknologi Blockchain ini terus mengalami peningkatan sepanjang 2021. Pada awal 2021, Anda hanya perlu mengeluarkan US$0,08 untuk membeli satu MANA. Namun, performanya terus meningkat sepanjang tahun 2021 hingga mencapai rekor tertingginya, yakni US$5,41 pada November. Hingga saat ini, harga MANA kembali mengalami fluktuasi dan menyentuh angka $2,80.

    Di dalam Decentraland, Anda bisa melakukan berbagai kegiatan sebagaimana kegiatan Anda di dunia nyata, seperti berbelanja, bermain, bertemu dengan teman, hingga membeli tanah virtual. Barang dan tanah virtual yang Anda miliki dalam permainan ini berbentuk NFT yang dinamakan LAND. Untuk membelinya, Anda perlu memiliki MANA, yaitu token asli dari Decentraland.

    Axie Infinity (AXS)

    Posisi kedua ditempati oleh Axie Infinity (AXS). Jauh sebelum Facebook mengumumkan perubahan namanya menjadi Meta dan memfokuskan visi-misi perusahaan untuk menjadi perusahaan berbasis Metaverse, Axie Infinity (AXS) sudah hadir membawa inovasi dan perubahan.

    Meski kapitalisasi pasar Axie Infinity (AXS) berada di bawah Decentraland (MANA), yakni senilai $4,258,828,717, harga Axie Infinity (AXS) berada jauh di atas Decentraland (MANA). Untuk membeli satu token AXS, Anda perlu mengeluarkan uang sekitar US$69,67. Harga tersebut meningkat sangat jauh jika dibandingkan dengan awal tahun 2021 di mana AXS dibanderol dengan harga US$0,5. Bahkan pada awal November tahun lalu, AXS mencapai rekor tertingginya, yaitu US$160,36.

    The Sandbox (SAND)

    Setelah Decentraland (MANA) dan Axie Infinity (AXS), posisi ketiga ditempati oleh The Sandbox (SAND), sebuah Metaverse dengan tampilan yang akan mengingatkan Anda pada game Minecraft. The Sandbox sukses bertengger di urutan ketiga dengan kapitalisasi pasar sebesar $4,094,107,911, sedikit di bawah Axie Infinity (AXS).

    Pada awal Januari 2022, SAND dibanderol dengan harga US$4,45. Namun, jika Anda menilik setahun ke belakang, SAND meningkat hingga 1.120% dalam enam bulan terakhir, lebih tinggi dari MANA yang naik sebanyak 323% dan AXS yang meningkat 24%. The Sandbox sempat mencapai harga tertingginya pada November 2021, yaitu US$8,4, lalu kembali turun dan menutup tahun di harga US$5,8.

    Baca jugaNFT untuk Sektor Musik, Apa Saja Manfaatnya?

    The Sandbox sendiri adalah sebuah permainan yang dirilis pada 2011. Sama seperti Decentraland, di dalam permainan ini Anda juga bisa melakukan berbagai aktivitas, termasuk jual-beli tanah.

    Theta Network (THETA)

    Theta Network (THETA) berada di posisi keempat dengan jumlah kapitalisasi pasar sebesar $3,982,376,251 dan harga THETA US$3,99. Theta Network merupakan sebuah platform video streaming yang beroperasi di atas jaringan Blockchain. Theta Network beroperasi sebagai jaringan terdesentralisasi di mana pengguna dapat berbagi bandwidth dan sumber daya komputasi secara peer-to-peer.

    Diawali dengan harga US$1,8 pada Januari 2021, THETA sempat melonjak tinggi hingga mencapai harga US$14,28 pada April 2021. Namun, harganya kembali turun dan cenderung stabil hingga sisa tahun 2021.

    Enjin Coin (ENJ)

    Posisi terakhir ditempati oleh Enjin Coin (ENJ), sebuah perusahaan yang menyediakan ekosistem produk game berbasis Blockchain yang saling terhubung. Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,895,897,042, Enjin Coin (ENJ) berhasil mengalahkan salah satu saingannya, SushiSwap.

    Diawali dengan harga US$0,16 pada Januari 2021, ENJ mengalami fluktuasi harga yang cukup signifikan. ENJ sempat mencetak rekor tertinggi pada 2021 dengan menyentuh harga US$4,68 di bulan November.

    Itu dia lima kripto Metaverse dengan kapitalisasi pasar terbesar. Hingga saat ini, Metaverse masih terus mengalami perkembangan dan akan terus tumbuh selama beberapa tahun ke depan. Dengan kemajuan teknologi, tidak menutup kemungkinan perkembangan tersebut akan lebih cepat dari yang diprediksi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT untuk Sektor Musik, Apa Saja Manfaatnya?

    Kehadiran NFT dapat membawa perubahan bagi industri musik, terutama bagi persoalan hak cipta dan royalti. Berbeda dengan berkas audio biasa, NFT musik dapat diperjualbelikan dan meraih royalti dari setiap penjualan di pasar sekunder.

    NFT di industri musik dapat berbentuk audio atau video lagu, sampul album, tiket konser dan merchandise lainnya. Musisi dapat menentukan produk yang ingin ditawarkan ke penggemar kemudian memilih blockchain untuk mencetak NFT itu.

    Platform NFT musik mencakup TONE, Opulous, OpenSea dan lainnya. Musisi lalu memberitahu penggemar tentang rilis NFT ini dan menjualnya sesuai nilai yang diharapkan.

    Baca jugaPemerintah Tiongkok Dukung NFT, Ini Jalurnya!

    Sebab tidak dapat diduplikasi, NFT musik dapat dijual satu kali melalui lelang. Pemenang lelang mendapatkan berkas lagu satu-satunya dan menjualnya kembali dengan untung. Musisi pencipta tetap mendapat bagian royalti melalui data dalam NFT itu.

    Musisi yang sudah meluncurkan NFT termasuk DJ 3LAU dengan Ultraviolet Collection yang meraih penjualan US$11,6 juta hanya dari pelelangan 33 NFT. Musisi asal Kanada, Grimes, menjual karya digital senilai US$6 juta.

    Selain penghasilan, NFT dapat membantu musisi dalam berbagai hal.

    Pertama, peraihan royalti. Musisi yang menciptakan NFT akan memperoleh penghasilan dari penjualan sekunder. Hal ini menjawab masalah musisi yang tidak mendapat bagian royalti atau sekedar mendapat uang receh dari layanan streaming.

    Kedua, meniadakan perantara. Kontrak dengan label rekaman acapkali bermasalah. Musisi yang mandiri meraih uang dari platform streaming. Tokenisasi ini dapat membantu musisi mendapat uang dari penjualan musik langsung kepada penggemar.

    Ketiga, membangun basis penggemar. Musisi dapat menambah penggemar dengan memberikan akses kepada NFT terkait karya musisi itu serta menjangkau audiens yang baru.

    Musisi bisa meraup cuan dengan memberikan pengalaman unik, seperti peluang untuk bertemu secara virtual atau bahkan tatap muka. Hal ini dilakukan rapper Snoop Dogg dalam metaverse SandBox di blockchain Ethereum.

    Baca jugaInilah Alasan, Mengapa Ethereum (ETH) akan Melonjak pada Bulan Juli?

    Keempatmemberikan peluang kepada artis baru. Kemudahan sektor NFT musik membuka kesempatan bagi musisi baru sebab mereka dapat merilis secara mandiri tanpa persetujuan perusahaan rekaman.

    Saat ini, hanya ada sedikit musisi yang menjajaki peluang melalui teknologi terbaru ini. Tetapi dengan pengetahun yang meningkat dan permintaan dari penggemar, musisi dapat meraih untung dari penjualan musik memakai NFT.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pendiri Reddit: Lima Tahun Lagi, Game Kripto Berkuasa

    Alexis Ohanian, co-founder situs media sosial Reddit, berkata fenomena game play-to-earn berbasis aset kripto akan berkuasa dan rutin bagi pemain dalam waktu lima tahun.

    “90 persen orang tidak akan memainkan game kecuali mereka dihargai benar bagi waktu mereka,” jelas pengelola pemodal ventura Seven Seven Six tersebut dalam episode podcast Where It Happens.

    Ia menambahkan, dalam lima tahun orang akan menghargai waktu secara benar. Saat ini pemain dipanen sebagai korban iklan atau dipaksa membayar dolar untuk membeli barang digital yang tidak benar-benar dimiliki.

    Alih-alih demikian, Ohanian berkata pengguna akan memainkan game on-chain yang sama serunya tetapi benar-benar memperoleh nilai. Pengguna akan menjadi pemilik dan penghasil panen.

    Baca jugaMengenal Token Sangkara (MISA) di Coinstore

    Game play-to-earn merupakan dunia virtual bertenaga kripto yang menjadi popular di sekeliling dunia pada tahun 2021, terutama di masa pandemi yang seret penghasilan.

    Dunia game seperti Axie Infinity dan The Sandbox memakai kripto sebagai mata uang dalam game.

    Gaming adalah salah satu kegunaan terbesar di metaverse, dunia virtual yang membantu pemain membangun, memiliki dan menuai untung dari pengalaman gaming mereka memakai token dalam platform game tersebut.

    Menariknya, seperempat pemain Axie Infinity sebelumnya tidak memiliki akses ke rekening bank. Hal itu berarti dompet Axie adalah layanan keuangan pertama yang mereka akses.

    Pakar industri kripto menduga akan ada peningkatan adopsi oleh waralaba gaming popular. Lebih banyak pemain akan menggandrungi game play-to-earn pada tahun 2022.

    Di sektor metaverse, Decentraland (MANA) memiliki kapitalisasi pasar terbesar di antara token game play-to-earn menurut data CoinMarketCap.

    Selain bidang play-to-earn, Ohanian memberikan dua prediksi lain.

    Menurutnya, sebagian besar orang akan berpartisipasi dalam DAO dalam lima tahun berikut. DAO adalah istilah bagi sekelompok orang yang bergabung untuk mencapai tujuan bersama.

    Baca jugaTokocrypto Market Signal Kripto 05 Januari 2022: Proyeksi DOT dan SUSHI

    Contohnya, ConstitutionDAO adalah kelompok yang berusaha membeli salinan Konstitusi AS melalui prose lelang kendati mereka tidak berhasil memenangkannya.

    “Orang-orang tidak akan menyadarinya, persoalan merk tidak penting. Mereka tidak akan peduli sebab pengalaman pengguna lebih besar dari semuanya,” jelas Ohanian soal DAO.

    Ia berpendapat DAO akan menjadi hal lumrah. Kendati tidak semua orang memakainya, untuk tujuan umum, DAO akan menjadi hal yang normal.

    Selain itu, Ohanian mengira pengguna internet akan lebih mengharga identitas daring dibanding identitas nyata.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Raih Untung! The Sandbox Bagi Ratusan Token Kripto SAND Gratis

    Sandbox bagi-bagi token kripto gratis secara cuma-cuma. Begini cara dapatnya!

    Belum lama ini, The Sandbox, meluncurkan Alpha, sebuah sistem play-to-earn (P2E) baru dalam platform game mereka. Untuk merayakan peluncurannya, Sandbox bagi-bagi token gratis nih!

    Bagi kamu yang belum tahu, The Sandbox adalah platform berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna membuat, membangun, membeli dan menjual aset kripto dalam bentuk game. Dengan menggabungkan unsur decentralized autonomous organizations (DAO) dan non-fungible tokens (NFT), The Sandbox menciptakan sebuah platform terdesentralisasi untuk komunitas gamer

    Pada 29 November lalu, mereka meluncurkan Alpha, sebuah sistem play-to-earn baru di mana para pemain akan memiliki sebuah kesempatan untuk menjelajahi The Sandbox Metaverse untuk pertama kalinya, dengan 18 social experience yang telah dibuat khusus oleh tim The Sandbox.

    Untuk meramaikan event tersebut, The Sandbox membagikan token Sandbox (SAND) senilai Rp 8.000.000.000 yang bisa kamu dapatkan secara cuma-cuma walau sambil rebahan. Promo ini berlaku bagi para nasabah yang melakukan registrasi di Tokocrypto pada periode 8 Desember hingga 15 Desember 2021 pukul 23.59 WIB. Info selengkapnya bisa didapatkan [disini]. 

    Tokocrypto resmi memperdagangkan token Sandbox atau SAND sejak tahun 2020 lalu. Sebagai informasi, SAND merupakan token utilitas di bawah jaringan Ethereum ERC-20 yang sekaligus menjadi media pertukaran dalam Sandbox Metaverse.

    Token ini juga menawarkan pengalaman terbaik pada para pemain game The Sandbox, tanpa batasan kreativitas. Para pemegang token ini bisa menggunakan sebagai media pertukaran untuk membeli item di pasar, menyewa tanah dari pemain lain dan membayar fitur-fitur yang ada di game. Mereka juga dapat digunakan untuk membangun, memiliki, dan memonetisasi pengalaman bermain game di blockchain Ethereum. Selengkapnya tentang campaign ini dapat dilihat disini



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rapper Snoop Dogg Membangun Mansion di Metaverse SandBox

    Metaverse semakin besar dengan hadirnya seorang musisi ternama asal AS, Snoop Dogg, yang mendukung kuat sektor ini dan NFT, dengan membangun sebuah mansion di metaverse game, SandBox.

    Bernama asli Calvin Cordozar Broadus Jr., rapper yang terkenal memiliki banyak single yang hits tersebut, telah mewujudkan kerja samanya dengan Sandbox dengan membangun sebuah mansion megah di dalam metaverse-nya.

    Baca jugaKali Pertama, Investasi Dana Ventura Lebih Besar di AS daripada di Asia

    Mansion Snoop Dogg di Metaverse SandBox

    Sekadar informasi, di SandBox, seseorang memang dimungkinkan untuk memiliki sebidang tanah virtual yang dapat dibangun rumah virtual pribadi.

    Berdasarkan tweet resmi yang dibagikan oleh SandBox, hal tersebutlah yang dilakukan oleh Snoop Dogg di SandBox, yang semakin meramaikan jagat virtual ini.

    Berdasarkan laporan dari U Today, Kamis (2/12/2021), apa yang dibangun oleh rapper ternama itu disebut sebagai Snoopverse, yang melelang 122 tanah biasa, 67 tanah premium dan 3 perkebunan.

    Diketahui, siapapun yang memiliki salah satu dari properti yang dilelang tersebut, maka akan mendapatkan izin akses untuk berpartisipasi di berbagai acara (event) yang diadakan di Snoopverse, yang disebut “Snoopverse Early Access Pass”.

    Itu termasuk mendapatkan NFT khusus dari Snoop Dogg, mendapatkan token SAND dari game yang ada di sana, serta melakukan interaksi sosial melalui konser dan acara bersama lainnya.

    Pemilik Early Acess Pass juga bisa mendapatkan akses pertama ke kreasi metaverse sang rapper, seperti patung Snoop dan mobil Brown Sugar.

    Baca jugaCardano Cetak Rekor 20 Juta Transaksi Sejak Diluncurkan

    Masa Depan Cerah?

    Dengan melihat pertumbuhannya yang dapat dibilang cepat, sektor metaverse telah banyak dilihat mampu memberikan sesuatu yang lebih baik di masa depan, terutama terkait sektor kripto dan profesi.

    Menurut Analis dari Bank of America (BoA), Haim Israel, berkat metaverse, aset kripto akan punya kesempatan yang lebih besar untuk menjadi alat pembayaran.

    Meski dia lebih condong ke stablecoin karena harganya yang tidak volatil, itu tetap akan menjadi sebuah pendorong besar bagi industri kripto, seiring bertumbuhnya sektor dunia virtual ini.

    Selain itu, pendiri perusahaan metaverse Journee, Thomas Johann Lorenz, juga berpandangan yang baik mengenai dampak sektor ini terhadap perkembangan bekerja dari rumah, atau lebih popular disebut work from home.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lima Aset Kripto Metaverse Paling Top

    Aset kripto terkait metaverse kian digemari akhir-akhir ini. Axie Infinity (AXS), Decentraland (MANA), Sandbox (SAND), Enjin Coin (ENJ) dan Render Token (RNDR) adalah lima kripto metaverse paling top.

    Metaverse adalah dunia virtual dimana pengguna bisa bersosialisasi, belanja, bekerja, mencari hiburan dan sebagainya. Aset kripto dikabarkan akan menjadi alat pembayaran di dunia tersebut.

    Baca jugaShiba Inu (SHIB) Siap-Siap Gemparkan Metaverse

    Berikut adalah aset kripto metaverse teratas menurut data CoinGecko.

    Pertama, Axie Infinity (AXS). AXS telah meroket sebesar 24 ribu persen dalam setahun terakhir. Axie Infinity merupakan game dimana pemain berternak hewan Axie dan bersaing dengan pemain lain untuk mendapatkan imbalan token.

    Token Axie yaitu AXS dan Smooth Love Potion (SLP) dapat dipertukarkan dengan uang fiat. Hal ini menjadikan Axie Infinity menarik minat banyak orang, terutama di masa pandemi. Sejumlah pemain menghasilkan cuan untuk menutupi kerugian ekonomi akibat COVID-19.

    Kedua, Decentraland (MANA) adalah platform realitas virtual tiga dimensi yang dapat dikunjungi. Pengguna hanya membutuhkan peramban web untuk menjadi tamu di dunia virtual ini.

    Pemain dapat membeli kavling lahan menggunakan token MANA. Sejumlah pengguna memakai lahan tersebut untuk membangun ruangan dan permainan, seperti restoran, kasino dan labirin.

    Konser musik juga diadakan di Decentraland. Artis musik Deadmau5 dan Paris Hilton termasuk yang sudah menggelar konser di dunia virtual tersebut.

    Ketiga, Sandbox (SAND) mirip dengan Decentraland dimana pemain bisa membeli lahan yang bebas digunakan untuk apapun. Bedanya, Sandbox belum sepenuhnya meluncurkan dunia virtual kepada publik.

    Kendati demikian, Sandbox memiliki kustomisasi lebih banyak dan fokus kepada penciptaan NFT. Pengguna dapat membuat NFT sendiri lalu memperjualbelikannya. Selain itu, Sandbox memiliki kemitraan dengan marketplace NFT OpenSea.

    Keempat, Enjin Coin (ENJ) adalah platform dimana pengguna dapat menciptakan dan mengelola NFT. ENJ terintegrasi dengan sejumlah platform gaming dan memungkinkan pengguna memakai item di dalam beberapa game sekaligus.

    Baca jugaSouth Park Memprediksi Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Masa Depan

    Sebagai contoh, pedang di dalam game sebelumnya terbatas hanya dalam satu game. Dengan ENJ, pedang itu dapat diperjualbelikan atau dipindahkan ke game lain. Hal ini berarti item tersebut menjadi pemilik pemain seutuhnya.

    Kelima, Render Token (RNDR) adalah infrastruktur desentralistik yang memanfaatkan kekuatan komputasi untuk melakukan rendering atau penggambaran konten digital.

    Konten tiga dimensi sangat penting bagi dunia metaverse yang memakai virtual reality dan juga augmented reality. Dengan RNDR, pencipta konten tidak harus merogoh kocek dalam untuk melakukan operasi rendering. RNDR membantu pencipta membuat konten 3D secara hemat dan ramah lingkungan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Adidas Kepincut Metaverse dan Gandeng Coinbase dan Mungkin Sandbox (SAND)?

    Adidas, merek sepatu ternama ternyata kepincut tema metaverse dan memutuskan menggandeng bursa kripto Coinbase dan mungkin adalah proyek metaverse Sandbox (SAND).

    Perusahaan sepatu dan pakaian olahraga multinasional asal Jerman, Adidas baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah bermitra dengan Coinbase.

    Dua hari sebelumnya, Sandbox mencuit bahwa perusahaan sepatu popular itu masuk di dunia metaverse, tetapi belum dipastikan apakah akan menerbitkan NFT mereka di metaverse Sandbox, seperti merek-merek terkemuka lain.

    Metaverse Menarik Perhatian Adidas

    Menurut pernyataan terbaru dari juru bicara Adidas kepada Lily Russell-Jones di City AM, perusahaan sangat fokus pada metaverse.

    “Metaverse saat ini merupakan salah satu perkembangan paling menarik dalam dunia digital, menjadikannya platform yang menarik bagi Adidas,” jelasnya.

    Sebelumnya, Senin, 22 November 2021, Sandbox mencuit bahwa Adidas memang benar masuk ke metaverse.

    Sandbox adalah sendiri mengusung proyek metaverse, yakni dunia virtual 3 dimensi seperti dunia nyata manusia. Pengguna, lewat avatar yang apik bisa berinteraksi di dunia itu, mulai dari bermain game, membeli dan menjual lapak virtual hingga berbelanja menggunakan kripto.

    Baca jugaNFT Jadi Kata Terpopular Tahun Ini, Menurut Collins

    Adidas Bermitra Dengan Coinbase

    Perihal kemitraan Adidas dengan Coinbase sudah dipastikan oleh Adidas lewat Twitter. Namun hingga detik ini belum jelas kemitraan dalam hal apa.

    Namun diduga kuat ini terkait dengan metaverse, karena pesaing Adidas, yakni Nike sudah mengumandangkan dirinya akan masuk metaverse sebagai strategi penguatan merek. Hal lainnya, karena Coinbase punya sejumlah investasi di bisnis metaverse berkat NFT.

    Baca jugaSandbox (SAND) Kian Popular Gegara Metaverse?

    Metaverse dan Sandbox (SAND) dan Decentraland (MANA)

    Sementara itu, sejumlah kripto terkait metaverse kian menguat selama beberapa pekan sebelumnya. Ini karena terdongkrak Facebook beralih nama menjadi Meta dan masuk ke metaverse sebagai tatanan bisnis baru mereka.

    Proyek Decentraland dan Sandbox memang sejak awal fokus ke dunia maya interaktif ini dan memahami sebagai panggung baru mengenjot pasar.

    Harga SAND misalnya dalam 30 hari tergenjot hingga 1000 persen dan mencetak rekor tertingginya.

    Sandbox juga saat ini masuk ke tahapan alpha untuk program barunya, di mana pengguna bisa membuat game sendiri, termasu karakter bernada NFT yang menarik.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sandbox (SAND) Kian Popular Gegara Metaverse?

    Sandbox (SAND) praktis di luar radar bagi sebagian besar trader dan investor kripto, sebelum Facebook memutuskan mengubah namanya menjadi Meta. Bagaimana kekuatan fundamental Sandbox (SAND)? Apakah ini sekadar hype sesaat?

    Per Kamis (25/11/2021) SAND berada di peringkat ke-29 versi Coinmarketcap dan berada di peringkat ke-3 untuk kategori metaverse, di bawah Decentraland (MANA) dan Axie Infinity Shard (AXS). Nilai pasar SAND cukup memukau di kisaran setara Rp105 triliun dengan penguatan 99,7 persen selama sepekan terakhir di harga Rp117 ribu.

    Sandbox (SAND) metaverse
    Kinerja kripto Sandbox (SAND).

    Di hari yang sama harga SAND mencetak rekor tertinggi baru di kisaran Rp121 ribu per SAND. Dalam rentang 30 hari harga terendah adalah Rp10.281.

    Sandbox (SAND) metaverse
    10 kripto teratas untuk kategori metaverse berdasarka versi Coinmarketcap.

    Kenaikan luar biasa ini setara dengan 1110 persen. Setahun lalu harga SAND terkesan tak dianggap, karena masih sangat murah, yakni Rp493.

    Baca jugaPecah Rekor, Sebidang Tanah di Game Axie Infinity Terjual Rp 35 Miliar

    Kripto Sandbox (SAND) Popular Gegara Metaverse?

    Kenaikan harga Sandbox (SAND) dan meningkatnya popularitasnya di pasar kripto dikait-kaitkan dengan istilah metaverse yang sedang naik daun. Ini cukup beralasan karena game yang interaktif plus avatar pengguna adalah satu unsur terpenting di dunia realitas virtual baru ini.

    Produk terpenting dari Sandbox adalah game virtual yang bagi sebagian besar sudah umum dan lazim. Sebab di dunia metaverse usungan ini menggabungkan blockchain, kripto dan NFT (non-fungible token) dalam satu tempat. Ia pun terbuka, membuka bagi siapa saja yang ingin bergabung.

    Di dalam metaverse Sandbox pula penggunaan kripto adalah keharusan sebagai unsur ekonomi. Setidaknya dalam urusan jual beli tanah virtual, avatar premium dan lain sebagainya.

    Salah satu syarat metaverse bermutu lainnya terterapkan di Sandbox. Sebut saja fitur membuat game virtual sendiri, termasuk penyediaan tool keren untuk membuat avatar yang istimewa bagi masing-masing penggunanya.

    Baca jugaAda Shiba Inu (SHIB) di Bandara AS Ini

    Apa Itu Metaverse?

    Metaverse sejatinya adalah perlanjutan istilah dari virtual realitas alias virtual reality di Internet. Wujudnya adalah dunia visual 3 dimensi yang mensimulasikan dunia nyata manusia. Para pengguna dan penghuninya ditampilkan dalam wujud avatar, baik yang identik atau menyerupai wajah aslinya.

    Kendati istilah virtual reality jauh dikenal sejak tahun 1980-an, namun istilah metaverse mulai digunakan cukup popular di novel karya Neal Stephenson, yakni Snow Crash (1992).

    Kemudian pada 30 Oktober 2021, Facebook mengumumkan mengganti nama perusahaan menjadi Meta, sebuah visi bahwa metaverse akan menjadi tema baru teknologi dan bisnis yang menjanjikan.

    Popularitas metaverse juga datang ketika penggunaan piranti lunak rapat daring seperti Zoom meningkat, karena pandemi memaksa kita bersua dalam jarak jauh.

    Untuk sebuah visi, setidaknya di atas kertas, metaverse menjadi istilah yang seksi, apalagi dilekatkan dengan kripto yang punya nada uang dan keuntungan. Metaverse dan kripto sejatinya membangun dunia ekonomi virtual yang baru.

    Bernilai US$1 Triliun Per Tahun

    Besarnya peluang pasar kripto di metaverse, Grayscale memprakirakan nilainya bisa meningkat menjadi US$1 triliun secara tahunan. Karena tema itu masuk kategori Web 3.0, sesungguhnya masih kalah jauh dengan Web 2.0 yang bernilai sekitar US$15 triliun saat ini.

    Metaverse adalah poros penting untuk mempercepat Web 2.0, termasuk kripto yang layak terus diikuti,” sebut Grayscale dalam ulasan khusus mereka pada 25 November 2021.

    Namun, di atas itu semua, jikalau usungan metaverse akan terus mengemuka, itu sekaligus tema persaingan baru, karena akan semakin banyak proyek kripto baru ataupun pemain lama di kelas aset ini masuk ke metaverse.

    Entah itu hype atau bukan, mimpi metaverse ala Meta dan Mark Zuckerberg adalah satu panggung pesta baru yang bisa menyesatkan ataupun sebaliknya. Sinyal waspada dan berhati-hati maksud kami.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tiga Aset Kripto Panas Di Sektor Metaverse

    Metaverse menjadi terkenal setelah Facebook mengumumkan nama baru Meta. Di industri kripto, metaverse pun digandrungi oleh pelaku pasar. Tiga aset kripto yang panas di sektor meroket ini adalah Decentraland (MANA), Sandbox (SAND), dan pendatang baru Jedstar (KRED).

    Berbeda dengan Meta, metaverse di kripto dibangun secara desentralistik sehingga tidak dikuasai satu pihak manapun. Telah banyak dana yang memasuki sektor ini dengan tujuan ikut serta dalam pengaturan yang terjadi di metaverse.

    Apa Itu Metaverse?

    Metaverse popular sebab peserta dapat menjadi siapa saja dan melakukan apa saja di alam virtual. Ada beragam kemungkinan, dan perusahaan seperti Facebook melihat hal ini sebagai peluang evolusi interaksi sosial di tahun-tahun mendatang.

    Baca jugaMiramax Gugat Quentin Tarantino Atas Penjualan NFT Film Pulp Fiction

    Proyek kripto metaverse memungkinkan pengguna menentukan perkembangan dunia virtual. Dengan teknologi blockchain, hal ini akan memberikan kekuasaan di tangan pengguna.

    Berikut adalah tiga proyek kripto metaverse yang sedang naik daun.

    Pertama, Decentraland (MANA) adalah proyek metaverse yang telah lama berdiri dan merupakan platform dunia virtual yang menggabungkan aspek sosial dengan teknologi blockchain.

    Aset kripto MANA digunakan dalam ekonomi Decentraland baik di dalam platform tersebut maupun di dunia asli, sehingga dapat menjadi sumber penghasilan bagi pengguna.

    Pengguna dapat meraih MANA dengan membeli dan menjual lahan virtual yang dilelang. Selain itu, pengguna dapat berdagang produk NFT melalui marketplace di dalam Decentraland.

    Kedua, Sandbox (SAND) proyek yang mirip Decentraland yaitu dunia virtual dimana pengguna bisa membeli dan menjual produk serta lahan untuk meraih pendapatan.

    Sandbox memiliki mitra dan sponsor yang mendorong interaksi pengguna, seperti tokoh musik Snoop Dogg dan Deadmau5. Kapitalisasi pasar SAND berada di bawah MANA sehingga proyek tersebut memiliki peluang pertumbuhan yang besar.

    Ketiga, Jedstar Deco (KRED) adalah proyek pendatang baru yang menggabungkan DeFi dan gaming untuk menjembatani jurang antara kripto dengan sektor keuangan tradisional

    Baca jugaDemo Lagu Penyanyi Lawas Whitney Houston Jadi NFT

    Token KRED dipakai di dalam permainan kartu kolektibel dan game multiplayer daring serta marketplace NFT. KRED direncanakan dapat dibeli dengan mudah melalui jalur pembayaran tradisional yang dipakai sehari-hari.

    Jedstar telah mengumumkan kemitraan dengan Chainlink (LINK), FRAG games dan lainnya. Tim ini melihat adopsi aset kripto akan datang dan sektor gaming akan menjadi pasar yang besar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Resmi Perdagangkan Token SANDBOX (SAND)

    Jakarta, 20 Oktober 2020 – Kami sangat senang mengumumkan bahwa SAND telah resmi terdaftar di bursa aset kripto teregulasi di Indonesia, yaitu Tokocrypto. SAND adalah token utilitas dibawah jaringan Ethereum ERC-20 yang juga akan menjadi media pertukaran dalam Sandbox Metaverse

    “Sandbox berkomitmen untuk menawarakan layanan ini kepada para pemain dan antusias kripto di arena teknologi blockchain”, kata Sebastien Borget, COO Sandbox

    Baca Juga: Venezuela Uji Coba Bursa Efek Bertenaga Blockchain

    Token ini menawarkan pengalaman terbaik pada pemainnya tanpa adanya batasan kreatifitas. Para pemegang token memiliki kesempatan untuk menjelajahi pengalaman baru dan menghasilkan penghasilan tambahan melalui token ini. Selain itu, pengguna juga dapat melakukan jual beli dalam ekosistem Sandbox dengan token SAND. 

    “Kerjasama dengan Tokocrypto ini menandakan sebuah lompatan dari perjalanan Sandbox untuk membangun visibilitas internasional dan memperluas jangkauan globalnya”, lanjut Sebastien. 

    “Ini adalah momen yang sangat berkesan bagi kami untuk akhirnya bisa berkolaborasi dengan Sandbox. Hal ini merupakan salah satu dari agenda kami untuk menghadirkan lebih banyak pengalaman di dunia kripto bagi para nasabah setia Tokocrypto”, kata Pang Xue Kai,  CEO dan Co-Founder Tokocrypto.  

    Token SAND memiliki persediaan terbatas, sebesar 3,000,000,000 yang membuatnya sangat berharga bagi para investor. Nasabah dapat memperdagangkan SAND terhadap USDT dan BTC di platform Tokocrypto sejak 16 Oktober 2020. 

    Tentang Sandbox

    Sandbox adalah dunia virtual tempat para pemain dapat membangun, memiliki dan memonetisasi pengalaman bermain game mereka di Blockchain Ethereum menggunakan NFT dan SAND, token utilitas platform. 

    Metaverse Sandbox mengundang pemain dan pembuat untuk:

    • Membuat NFT dengan VoxEdit #Voxels
    • Jual Beli di marketplace Sandbox
    • Membuat game dengan #gamemaker Sandbox
    • Mainkan, Stake dan dapatkan Token SAND
    • Membuat dan memainkan dengan menggunakan IP dan brand besar. 

    Platform ini juga telah memiliki 60 kerjasama dengan perusahaan game pemenang penghargaan seperti Atari, game terdesentralisasi ternama seperti Crypto Kitties, merk-merk besar seperti Shaun The Sheep untuk membangun platform gaming yang kreatif dan menyenangkan yang dapat dibuat dan dimiliki oleh para pemain. 

    Baca Juga: Hasil Pemilu AS Akan Dipublikasikan di Blockchain

    Tentang Tokocrypto

    Tokocrypto adalah pedagang aset kripto teregulasi dan salah satu yang terbesar di Indonesia. 

    Tokocrypto Digital Exchange is the leading regulated and one of the largest digital exchanges in Indonesia. Didirikan pada tahun 2018, Tokocrypto lahir dari sekelompok antusias kripto yang memiliki keyakinan teguh pada manfaat blockchain yang ditawarkan ke masyarakat. Tokocrypto bertujuan untuk menjadi pedagang aset kripto terkemuka di Indonesia dengan memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan bagi nasabah agar dapat bertransaksi dengan tenang dan yakin. Tokocrypto juga merupakan pusat pendidikan dan berita terkait teknologi blockchain melalui kolaborasi yang erat dengan komunitas Blockchain, universitas, pemerintah serta masyarakat di Indonesia dan Asia Tenggara. 

    Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: https://tokocrypto.com



    Sumber : news.tokocrypto.com