Tag: sandiaga uno

  • Sandiaga Uno: Blockchain Adalah Kunci Ekonomi 2026

    Industri kripto dan blockchain Indonesia mulai memasuki fase baru. Jika sebelumnya kripto kerap dipersepsikan sebatas aset digital dan instrumen investasi, kini fokusnya bergeser ke peran yang lebih strategis dalam mendukung efisiensi ekonomi nasional. Arah perubahan ini disampaikan langsung oleh Sandiaga Uno dalam pemaparan Indonesia Crypto Outlook 2026.

    Dalam pembukaan penyampaiannya, Sandiaga menempatkan kripto dalam konteks besar dinamika pasar keuangan global yang sedang bergejolak. Ia menyinggung koreksi pasar saham hingga ketidakpastian global sebagai tantangan yang tidak bisa dihindari oleh seluruh instrumen keuangan.

    “Ini adalah tantangan yang selalu dihadapi di pasar keuangan, baik itu produknya saham maupun juga produk-produk lainnya,” ujar Sandiaga, menegaskan bahwa kripto pun tidak terlepas dari dinamika tersebut.

    Basis Investor Kripto Jadi Modal Strategis

    Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Sandiaga kemudian menyoroti kekuatan utama ekosistem kripto Indonesia, yaitu basis penggunanya. Hingga 2025, jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai sekitar 19 juta orang, angka yang dinilainya sangat meningkat signifikan jika dibandingkan dengan instrumen keuangan konvensional, menimbang pasar kripto yang masih baru dan hampir bisa menyalip total investor pasar modal.

    “Jumlah investor di kripto di Indonesia ini sudah mencapai 19 juta orang. Sementara produk-produk lain yang lebih konvensional ini memakan waktu yang begitu lama untuk mencapai angka seperti yang dicapai oleh kripto,” jelasnya.

    Menurut Sandiaga, capaian ini menunjukkan tingginya daya tarik kripto di masyarakat yang tercermin dari nilai transaksi kripto nasional yang telah mendekati Rp500 triliun sepanjang 2025. Namun, besarnya basis investor juga berarti ekosistem kripto harus dikelola dengan lebih bertanggung jawab agar pertumbuhan tersebut tidak rapuh.

    “Total nilai transaksi kripto yang sudah mencapai hampir 500 triliun rupiah ini harus bisa terjaga, dan kuncinya adalah kepercayaan pasar,” lanjut Sandiaga.

    Baca juga: Ternyata Ini Sektor Kripto yang Paling Mendominasi Percakapan Warganet di 2025

    Regulasi sebagai Penopang Trust, Bukan Penghambat

    Menurut pandangan Sandiaga Uno, regulasi memegang peran sentral dalam menjaga kepercayaan tersebut. Ia menegaskan bahwa regulasi tidak boleh menjadi faktor yang justru melemahkan industri; “Regulasi harus bisa memfasilitasi. Jangan sampai regulasi ini justru menggoyang pondasi untuk membangun trust, membangun governance, dan keberlanjutan industri,” ujarnya.

    Sandiaga juga menjelaskan bahwa regulasi kripto bukan sekadar respons terhadap munculnya instrumen investasi baru, melainkan bagian dari strategi besar untuk memposisikan aset digital sebagai pendukung pembangunan ekonomi digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

    Kripto Menuju Quality Growth di 2026

    Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Memasuki pembahasan outlook 2026, Sandiaga menyampaikan perlu adanya pergeseran fokus industri kripto, dimana pertumbuhan tetap penting, tetapi tidak lagi cukup jika berdiri sendiri.

    “Di 2026 ini kita bergeser dari hanya growth, for the sake of growth, menuju ke quality growth,” ujarnya.

    Ia kemudian menjelaskan bahwa quality growth berarti kripto harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian. “Crypto ini harus menghadirkan jobs, harus menghadirkan literasi, harus menghadirkan juga solusi-solusi yang dibutuhkan oleh ekonomi kita.”

    Penjelasan ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan kripto ke depan tidak lagi sebatas volume transaksi, tetapi kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

    Selanjutnya, Sandiaga juga menegaskan perubahan cara pandang terhadap teknologi blockchain dan menolak pendekatan yang melihat blockchain hanya sebagai fondasi aset kripto, tapi juga sebagai pendukung efisiensi lintas sektor.

    Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Ia kemudian memberi contoh konkret melalui isu affordability, yaitu bagaimana teknologi dapat membantu menurunkan biaya dan membuat layanan lebih terjangkau.

    How to make a product more affordable. How to create a system that service is become more affordable,” ujar Sandiaga yang terinspirasi setelah bertemu tim ekonom Zohran Mamdani di New York.

    Penjelasan ini memperlihatkan bahwa blockchain diposisikan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi sistem ekonomi, bukan sekadar teknologi finansial. Namun, efisiensi tidak akan berarti tanpa adopsi yang merata, maka dari itu Sandiaga menekankan pentingnya inklusivitas.

    “Kunci adopsinya adalah inclusivity. Tidak ada yang boleh tertinggal. Semuanya harus menjadi bagian daripada kemajuan tersebut.” Ujar sandiaga sembari menegaskan bahwa arah pertumbuhan kripto Indonesia harus bersifat adil dan bukan hanya quality growth, tapi growth with equity.

    Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Transformasi digital melalui kripto harus membuka peluang seluas mungkin, bukan menciptakan kesenjangan baru, dan visi besar ini hanya bisa tercapai melalui kolaborasi lintas sektor. Sandiaga percaya bahwa peran penting misalnya seperti regulator, tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatkan pelaku industri, serta harus juga melibatkan komunitas guna mencapai visi besar tersebut.

    Selain insight dari Sandiaga Uno, dalam rangkaian acara Indonesia’s Crypto Outlook 2026 juga memuat beragam insight lain dari para pelaku industri kripto dan ahli lain, termasuk ke mana arah pasar kripto Indonesia di 2026 serta bagaimana tren adopsi kripto di Asia terus berkembang seiring meningkatnya regulasi dan partisipasi institusional.

    Kalau kamu ingin melihat riset dan insight kripto Indonesia yang lebih lengkap dan mendalam, kamu bisa dapatkan materi riset resminya secara gratis di sini: Riset & Materi Indonesia Crypto Outlook 2026 – Tokocrypto

    Baca juga: Ternyata Ini 3 Hal Paling Dicari Investor Kripto Indonesia!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sandiaga Uno Tak Bolehkan Anak Ikut Beasiswa LPDP, Kenapa?



    Jakarta

    Sandiaga Uno tak memperbolehkan anaknya ikut beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu RI. Apa alasannya?

    Sandiaga menilai para penerima beasiswa LPDP sangat beruntung. Pasalnya hanya sedikit yang berhasil memperoleh beasiswa ini.

    “Saya melihat bahwa kalian sangat beruntung. Hanya 0,00 sekian persen dari orang Indonesia yang bisa mendapatkan LPDP,” kata Sandiaga saat bertemu dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia, dikutip melalui unggahan media sosialnya pada Rabu (2/7/2025).


    “Anak saya, saya larang dapat LPDP. Kenapa? Karena saya bilang kalau kamu dapat LPDP berarti kamu ngambil jatah orang lain,” ungkapnya.

    Sandiaga menceritakan salah satu anaknya baru saja lulus jenjang magister dari New York University (NYU). Namun, ia melarangnya untuk mendaftar beasiswa LPDP karena ada orang lain yang lebih berhak.

    “Karena kalian yang lebih berhak gitu. Jadi memiliki sebuah keberuntungan, memiliki LPDP itu. Seyogianya memiliki responsibility bagi Indonesia,” kata Sandiaga saat berdialog dengan PPI Malaysia.

    Beasiswa dari Negara bagi Sandiaga Bukan Utang

    Di samping itu, Sandiaga juga menilai beasiswa bukanlah utang kepada negara. Ia menyebut hal ini merupakan tanggung jawab.

    “Saya nggak menyebutnya hutang ya, tapi responsibility, tanggung jawab kita untuk membangun negeri,” kata dia.

    Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini meluruskan agar mahasiswa tidak menganggap beasiswa seperti berutang ke perusahaan pinjaman. Ia menegaskan lagi kesempatan memperoleh beasiswa dapat diartikan sebagai tanggung jawab untuk membangun negeri.

    “Jadi terpulang kepada adik-adik sekalian bagaimana menganggapnya. Tapi saya yakin keputusan terpenting itu adalah bagaimana kita tanya kepada hati kita sebagai yang memiliki keberuntungan dan keberkahan mendapat LPDP itu untuk berkontribusi kembali kepada bangsa dan negara,” pesannya.

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Mengenal Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival yang Keren dari Jember



    Jember

    Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival kembali hadir di Desa Wisata Adat Arjasa, Jember. Mari mengenal lebih dekat soal festival ini.

    Festival tahunan yang memasuki penyelenggaraan tahun ke-8 ini mengambil tema ‘From Local Vibes to Global Pride’. Festival ini berfokus pada pelestarian alam, budaya, dan spiritualitas setempat.

    Melalui rangkaian acara yang melibatkan masyarakat lokal, festival ini akan mempromosikan potensi wisata dan ekonomi kreatif desa wisata adat Arjasa di Jember kepada dunia.


    Event tahunan ini menggabungkan berbagai elemen kearifan lokal dalam kegiatan utama seperti Mendhak Tirta Menggala Hyang, Parade Budaya Hyang, serta Bazaar UMKM Kuliner dan Ekraf.

    “Kami sangat bangga dengan adanya kolaborasi event Hyang Argopuro Festival bersama program Senandung Dewi dari Kemenparekraf RI. Melalui event ini, kami ingin menunjukkan potensi Desa Wisata Adat Arjasa kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Ketua Pokdarwis Desa Wisata Adat Arjasa, Arjasa Sugianto kepada detikTravel, Selasa (17/9/2024).

    Senandung Dewi-Hyang Argopuro FestivalSenandung Dewi-Hyang Argopuro Festival Foto: (dok. Istimewa)

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Bambang Rudianto menambahkan, festival ini merupakan bukti makin menggeliatnya pariwisata di Kabupaten Jember.

    “Festival ini masuk dalam program Senandung Dewi 2024 Kemenparekraf yang diluncurkan oleh Menparekraf RI, Sandiaga Uno, pada 1 Juli 2024,” imbuh Bambang.

    Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival pun menjadi simbol kebangkitan pariwisata Kabupaten Jember. Event ini tak hanya menonjolkan budaya lokal, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat desa.

    Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenparekraf, Vicky Apriansyah optimis bahwa festival ini dapat memiliki dampak besar bagi pengembangan ekonomi kreatif di Jember.

    “Kami harap ke depannya semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang terlibat, dan festival ini terus berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi dengan semangat 3G: Gercep, Geber, Gaspol,” ungkapnya.

    Festival yang berlangsung di Lapangan Arjasa dan Ruang Terbuka Hijau Desa Wisata Adat Arjasa pada 14-15 September 2024 ini terbuka untuk masyarakat umum.

    Para pengunjung festival dapat menikmati suasana khas desa adat Arjasa, sekaligus menyaksikan beragam acara budaya dan menikmati produk lokal dari bazaar UMKM setempat.

    Desa Wisata Adat Arjasa merupakan desa wisata yang berfokus pada wisata budaya, dengan melestarikan budaya asli Kabupaten Jember yaitu Peradaban Hyang.

    Peradaban ini memiliki konsep ‘Luhur Ambukaning Manggala Hyang’ yang menyatukan konsep alam dan mempertahankan budaya bagi para warganya.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Singgah di Masjid Al Irsyad, Ikonnya Wisata Religi Bandung Barat



    Padalarang

    Di sela-sela kunjungan kerjanya, Menparekraf Sandiaga Uno menyempatkan untuk singgah dan beribadah di Masjid Al Irsyad, ikonnya wisata religi di Bandung Barat.

    Keberadaan Masjid Al Irsyad di Kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang ini tidak hanya sebagai sarana ibadah, tapi juga destinasi wisata religi unggulan di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

    Menparekraf Sandiaga mengatakan, daya tarik dari masjid ini tidak lepas dari kemegahan arsitektur masjid hasil karya mantan gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.


    “Masjid Al Irsyad, ikon wisata religi di KBB ini didesain oleh sahabat kita kang Emil (Ridwan Kamil), dan uniknya masjid ini tidak ada kubahnya, namun super keren dari segi desain dan kita bisa nikmati pengalaman yang unik, lain daripada yang lain saat salat di sini,” ujar Sandiaga usai melaksanakan salat Zuhur di masjid itu.

    Bentuk masjid yang diresmikan pada tahun 2010 ini konon terinspirasi dari Masjidil Haram dan Ka’bah yang berbentuk kotak.

    Ikon wisata religi di Kabupaten Bandung BaratMenparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Masjid Al Irsyad Foto: (dok. Kemenparekraf)

    Keunikan lain dari masjid berkapasitas 1.500 jemaah itu bisa juga dilihat dari bagian dinding masjid. Kisi-kisi dinding masjid ini dibuat dengan susunan bata bolong yang membentuk dua kalimat syahadat dalam huruf Arab.

    “Karena pemandangannya di sini luar biasa. Biasanya masjid-masjid itu tidak ada view-nya tertutup tembok semua, di sini depan tempat imam ada kaligrafi Allah di atas kolam air, view-nya terbuka, super keren,” kata Sandiaga dengan kagum.

    Menparekraf Sandiaga kemudian mengajak wisatawan untuk singgah dan merasakan langsung berbagai keunikan dari masjid ini.

    “Silakan datang untuk menikmati sensasi salat dengan view yang luar biasa. Ini yang disebut konsep tadabbur alam, beribadah sekaligus memuliakan sang pencipta alam. Ini yang ingin kita kembangkan juga,” pungkasnya.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sejarah Tebing Breksi, Lengkap dengan Fasilitas dan Harga Tiket Masuknya


    Jakarta

    Tebing Breksi merupakan salah satu destinasi wisata alam yang cukup populer di Yogyakarta. Seperti namanya, tempat ini adalah kawasan perbukitan batuan breksi.

    Uniknya, tebing-tebing di sini memiliki pola alami yang menarik dan estetik, menjadikannya daya tarik utama bagi para wisatawan. Simak berikut sejarahnya, lengkap dengan informasi terkait daya tarik, fasilitas, dan harga tiket terkininya.

    Sejarah Tebing Breksi

    Tebing BreksiTebing Breksi Foto: Titry Frilyani/d’traveler

    Tebing Breksi adalah salah satu destinasi wisata alam yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya berada di bagian selatan Candi Prambanan, dan cukup dekat dengan Candi Ijo serta kompleks Keraton Ratu Boko. Tempat ini terletak tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan.


    Dirangkum dari laman Kapanewon Kecamatan Prambanan dan Geopark Jogja, tempat ini dulunya adalah kawasan pertambangan batu breksi. Tebing Breksi mulanya merupakan area tambang batuan yang menjadi mata pencaharian warga sekitar.

    Batuan breksi di lokasi ini terbentuk dari material letusan Gunung Api Nglanggeran yang mengendap selama jutaan tahun. Akhirnya pada tahun 2014, aktivitas tambang dihentikan karena batuan di area ini termasuk batu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran yang perlu dilindungi.

    Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 oleh tim gabungan dari ITB dan UPN mengungkap bahwa batuan di sini termasuk jenis tufan yang langka, sehingga kegiatan penambangan dihentikan.

    Lokasi ini kemudian dikembangkan menjadi tempat wisata, yang pada 30 Mei 2015 secara resmi dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tebing Breksi kini telah berkembang menjadi destinasi unggulan dari Desa Wisata Dewi Sambi dan ditetapkan sebagai salah satu situs geoheritage di Yogyakarta.

    Bahkan dalam laman Portal Informasi Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke-13, Sandiaga Uno pernah mengatakan Tebing Breksi masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik. Keunikan utama Tebing Breksi terletak pada dinding-dinding tebingnya yang kini dihiasi relief dan pahatan karya seniman lokal.

    Mulai dari tokoh pewayangan seperti Arjuna dan Buto Cakil, hingga naga berkepala mahkota, semua memberi sentuhan budaya yang khas. Bekas guratan aktivitas tambang juga menciptakan motif alami di batuan, menjadikan tebing ini tampak artistik.

    Daya Tarik Wisata Tebing Breksi

    Tebing BreksiTebing Breksi. Foto: Titry Frilyani/d’traveler

    Tebing Breksi menyuguhkan pemandangan unik berupa tebing-tebing tinggi dengan tekstur dan pola alami yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Sisa-sisa pahatan bekas tambang kerap dijadikan latar foto yang menarik, termasuk untuk sesi prewedding.

    Untuk naik ke puncak tebing, pengunjung tak perlu bersusah payah memanjat karena telah tersedia tangga yang dipahat langsung di batu. Dari atas, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Jogja dari ketinggian.

    Dari atas tebing, pengunjung bisa melihat panorama indah seperti Candi Prambanan, Gunung Merapi, hingga pesawat yang melintas di langit Jogja. Momen matahari terbenam juga jadi favorit wisatawan.

    Selain itu, berkunjung ke Tebing Breksi bisa sekalian mampir ke beberapa tempat menarik di sekitarnya. Terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Tebing Breksi berada tak jauh dari ikon-ikon wisata seperti Candi Prambanan, Candi Ijo, dan kompleks Keraton Boko.

    Akses ke lokasi pun cukup mudah, hanya sekitar 1 km sebelum Candi Ijo, lewat jalur utama Prambanan-Piyungan. Dari pusat Kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 17 km atau 30 menit perjalanan darat. Meskipun jalannya agak menanjak, kendaraan mulai dari motor hingga bus wisata tetap bisa mencapai area ini dengan lancar.

    Fasilitas dan dan Harga Tiket Wisata Tebing Breksi

    Selain bisa berfoto di lokasi wisata, kamu juga dapat melihat suguhan budaya seperti tari-tarian, jathilan, gamelan tembang Jawa, wayang, dan ketoprak. Sebab di Tebing Breksi juga terdapat Tlatar Seneng, sebuah panggung pertunjukan berbentuk melingkar dengan kursi-kursi di sekelilingnya. Bentuknya sekilas menyerupai Colosseum mini.

    Tak cuma itu, kalau kamu suka berkemah, ada area Watu Tapak yang disediakan sebagai tempat perkemahan. Nah kalau mau pengalaman yang lebih seru, bisa coba naik jeep wisata dengan berbagai pilihan rute dan paket.

    Rute singkat membawa pengunjung menjelajahi Tebing Breksi, Candi Ijo, Watu Payung, dan Obelix Hills. Sedangkan rute panjang mencakup lebih banyak titik seperti Bukit Teletubbies, Desa Wisata Pereng, dan berakhir di Rumah Domes.

    Wisatawan juga dimanjakan dengan kemudahan teknologi seperti tiket online dan akses wifi di area tertentu, termasuk tempat makan. Soal operasional dan harga tiketnya, dilansir dari akun instagram resmi Tebing Breksi buka setiap hari pukul 08.00-23.00 WIB dengan harga tiket weekdays Rp 10 ribu dan hari libur Rp 15 ribu.

    Jadi, kamu tertarik berlibur ke Tebing Breksi? Semoga informasi ini membantu, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 4 Desa Wisata Cantik di RI yang Butuh Perhatian



    Lampung

    Indonesia adalah negeri kepulauan yang kaya akan desa wisata cantik. Dari sekian banyak desa wisata di RI, ada empat yang butuh perhatian pemerintah. Apa saja?

    Desa wisata di Indonesia menyimpan banyak permata tersembunyi yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan. Desa-desa ini tentu saja memiliki keanekaragaman alam dan budaya yang patut dikunjungi wisatawan.

    Namun empat desa wisata berikut ini butuh perhatian lebih agar pengembangan yang berbasis potensi budaya lokal, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat membuka jalan menuju masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan. Berikut empat desa wisata tersebut:


    1. Desa Wisata Teluk Kiluan di Lampung

    Desa wisata Kiluan Negeri di Lampung dikenal karena keberadaan kawanan lumba-lumba yang bermigrasi di Teluk Kiluan. Lumba-lumba yang saling berenang berkejaran dengan kapal menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

    Teluk Kiluan LampungTeluk Kiluan Lampung Foto: Nopi_kikie/d’traveler

    Laguna Gayau dan pantai-pantai berbatu di teluk Kiluan juga menjadi bagian dari kekayaan alam pesisir yang ditawarkan di desa wisata ini. Sayangnya, di balik keindahan tersebut, teluk Kiluan menghadapi realitas keterbatasan infrastruktur, akses layanan kesehatan yang minim, serta persoalan pengelolaan sampah.

    2. Desa Wisata Wonokitri di Jawa Timur

    Berada di ketinggian hampir 2.000 mdpl, desa wisata Wonokitri di Kabupaten Pasuruan ini menjadi gerbang menuju kawasan Bromo dari sisi utara.

    Tidak hanya menawarkan lanskap pegunungan yang menakjubkan, Wonokitri juga menjadi pusat budaya masyarakat Suku Tengger, yang masih mempertahankan adat dan tradisi dalam kehidupan sehari-hari.

    Kebun Edelweis WonokitriKebun Edelweis di desa wisata Wonokitri Foto: (Muhajir Arifin/detikcom)

    Budidaya bunga edelweiss yang bersifat sakral, kini telah dikembangkan sebagai bagian dari ekowisata berbasis konservasi di desa wisata itu.

    Di balik sektor pariwisata yang terus tumbuh, ternyata desa Wonokitri juga dihadapkan dengan risiko kerusakan alam, contohnya longsor akibat deforestasi. Tantangan itu mendorong kebutuhan terhadap praktik agroforestri yang berkelanjutan di desa ini.

    3. Desa Wisata Pulau Derawan di Kalimantan Timur

    Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Pulau Derawan menawarkan pemandangan bawah laut yang memesona. Terumbu karang, penyu hijau, ubur-ubur tak menyengat, hingga pari manta menjadikan perairannya salah satu kawasan biodiversitas laut yang penting.

    Namun, di balik pesonanya, pulau Derawan menghadapi tantangan seperti abrasi pantai, pemukiman yang kian padat, dan berkurangnya hasil tangkapan laut.

    4. Desa Wisata Dayun di Riau

    Kunjungan Sandiaga Uno ke Desa Wisata Dayun, Siak, Riau.Desa Wisata Dayun di Siak, Riau. Foto: Dok. Kemenparekraf

    Desa wisata Dayun di Kabupaten Siak, Riau, berdiri di tengah bentang alam gambut yang kaya, sekaligus rentan. Di sini, berbagai spesies langka seperti harimau Sumatera dan burung rangkong menemukan rumahnya.

    Desa wisata Dayun pernah dikunjungi oleh Menparekraf Sandiaga Uno kala itu. Sebagai andalan, desa ini mengedepankan wisata edukasi berbasis alam dan buatan.

    Namun, perubahan fungsi lahan untuk industri dan perkebunan sawit, ditambah dengan ancaman kebakaran hutan, menempatkan desa wisata Dayun dalam tekanan sehingga butuh perhatian dari pemerintah.

    Tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan infrastruktur, dan tekanan ekonomi memperlihatkan perlunya pendekatan pembangunan yang berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor.

    Lewat kolaborasi lintas sektor, desa-desa wisata ini tidak hanya menjadi destinasi perjalanan, tetapi juga bisa menjadi cermin masa depan pembangunan berkelanjutan Indonesia.

    EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn pun mengajak anak-anak muda dari multi-disiplin ilmu untuk berkontribusi langsung di desa-desa tersebut lewat program Genera-Z Berbakti.

    “Genera-Z Berbakti merupakan bagian dari campaign Bakti BCA. Tahun ini kami mengadakan call for proposal. Kami memanggil anak-anak muda di kampus-kampus seluruh Indonesia dari multi-disiplin ilmu. Mereka diberi kesempatan untuk join mengidentifikasi masalah, kemudian turun, live in, dan berkontribusi langsung di empat desa binaan Bakti BCA,” terang Hera.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Politisi Negarawan, Tak Gila Jabatan



    Jakarta

    Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas berduka atas meninggalnya ekonom senior sekaligus politikus Indonesia, Kwik Kian Gie. Anwar mengenang Kwik Kian Gie sebagai politisi yang negarawan dan tak gila jabatan.

    “Kita sebagai warga negara benar-benar kehilangan dengan meninggalnya Kwik Kian Gie, seorang tokoh dan guru bangsa yang sangat patut kita suri tuladani. Kwik Kian Gie adalah seorang tokoh yang tidak gila jabatan walaupun dia pernah menduduki berbagai jabatan strategis di negeri ini,” kata Anwar dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).

    Kwik Kian Gie pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko EKUIN) era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas era Presiden Megawati Soekarnoputri. Dia juga dikenal sebagai senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP-P) yang bergabung sejak 1987–yang pada tahun itu bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

    “Dia adalah sosok politisi yang negarawan, di mana lewat dunia politik yang digumulinya dia ingin berbuat hal-hal yang terbaik bukan untuk dirinya dan keluarga serta partai dan kelompoknya tapi adalah untuk bangsa dan negara yang dicintainya,” tambahnya Anwar.

    Di mata Anwar Abbas, Kwik Kian Gie adalah seorang nasionalis tulen yang selalu memikirkan dan menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia. Sosoknya dikenal pro rakyat.

    “Sebagai seorang ekonom dia sangat sering menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah karena banyak sekali dari kebijakan-kebijakan yang mereka buat dan lahirkan tersebut yang tidak sesuai semangat dan jiwanya dengan amanat konstitusi sehingga akhirnya negara dan rakyat sangat banyak dirugikan,” kenang Ketua PP Muhammadiyah itu.

    Dilansir detikFinance, Kwik Kian Gie meninggal di usia 90 tahun. Kabar meninggalnya Kwik Kian Gie disampaikan sejumlah tokoh nasional, salah satunya Sandiaga Uno.

    “Selamat jalan Pak Kwik Kian Gie. Ekonom, pendidik, nasionalis sejati. Mentor yang tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran. Yang berdiri tegak di tengah badai, demi kepentingan rakyat dan negeri. Indonesia berduka,” tulis Sandiaga melalui akun media sosial resminya, Selasa(29/7/2025).

    (kri/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Munas Ke-2 Asosiasi Mutiara Haji, Perkuat Sinergi demi Kemaslahatan Jemaah



    Jakarta

    Asosiasi Mutiara Haji (Majelis Utama Travel Indonesia Arahan Haji dan Umrah) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada 2-3 Agustusdi Hotel Gren Alia Jakarta. Munas ini bertujuan memperkuat sinergi antar anggota asosiasi demi memperkuat kemaslahatan para jemaah yang melakukan perjalanan haji dan umrah.

    Kegiatan Munas dibuka secara langsung oleh Ketua Umum Asosiasi Mutiara Haji Ustaz Khalid Zeed Abdullah Basalamah. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama RI Jaja Jaelani, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Muhammad Neil El Himam, serta puluhan anggota asosiasi.

    Dalam kegiatan dengan agenda utama pemilihan pengurus inti Asosiasi Mutiara Haji ini, Ustaz Khalid menyampaikan sambutan mengenai 10 program unggulan Asosiasi Mutiara Haji. Sederet program tersebut diharapkan dapat membantu para anggota asosiasi dalam membimbing maupun memberi arahan bagi para jemaahnya sesuai dengan syariat Islam.


    “Alhamdulillah, kami dalam 2 hari ke depan akan mengadakan Munas. Setelah 3 tahun berjalan, banyak sekali kegiatan-kegiatan walaupun belum maksimal semuanya dikerjakan, tapi intinya kami hadir untuk mempermudah perjalanan haji dan umrah untuk masyarakat kita,” ujar Ustaz Khalid dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8/2024).

    10 Program Mutiara Haji

    Adapun program pertama, kata Ustaz Khalid, anggota yang tergabung ke dalam Asosiasi Mutiara Haji bebas dari iuran keanggotan. Ia menjelaskan Asosiasi Mutiara Haji didirikan dengan semangat kerja sama demi meningkatkan kualitas pelayanan perjalanan haji dan umrah bagi jemaah di Tanah Air.

    “Asosiasi kami mungkin berbeda dengan asosiasi-asosiasi lainnya, walaupun teman-teman yang lain sudah jauh lebih besar dari kami. Kami tidak pungut iuran sama sekali karena memang pertama bekerja sama tujuannya bekerja sama,” ungkap Ustadz Khalid.

    Program kedua, Asosiasi Mutiara Haji menerapkan Standarisasi Pelayanan dan Fasilitas dengan membuat umrah-umrah konsorsium meliputi pelayanan di bandara, transportasi, hotel, hingga fasilitas saat city tour ke Madinah, lokasi Perang Uhud, serta Kota Makkah bagi para jemaah haji maupun umrah. Tujuannya adalah agar ibadah para jemaah lebih berkualitas.

    Ketiga, Asosiasi Mutiara Haji juga memfasilitasi Sertifikasi Profesi untuk meningkatkan keahlian dan kompetensi para profesional di bidang ini. Program ini memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada tenaga kerja di sektor haji dan umrah, memastikan mereka memiliki kualifikasi yang memadai.

    “Sertifikasi tour guide dan tour leader itu kalau tidak salah program dari pemerintah dan ini kita coba untuk membantu siapapun anggota yang butuh bantuan kita bantu fasilitasi,” terangnya.

    Keempat, Asosiasi Mutiara Haji yang menyadari pentingnya kepatuhan hukum menyediakan bantuan dalam pemenuhan legalitas perusahaan. Program ini membantu anggota dalam memenuhi persyaratan hukum yang diperlukan untuk operasional yang sah dan teratur.

    “Kita ada bantuan-bantuan legalitas perusahaan, jadi bisa saja anggota yang masih PPIU (Pendirian Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) pindah ke PUHK (Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus) atau upgrade kepada yang lebih baik, bahkan di mana jika ada yang di bawah itu lagi legalitasnya, maka akan ada divisi hukum insyaallah akan membantu,” ucapnya.

    tagsite_mutiara_haji

    Foto: dok. Asosiasi Mutiara Haji

    Selanjutnya kelima, Koperasi Mutiara Haji. Program koperasi ini bertujuan memperkuat kerja sama di antara anggota dengan membentuk sebuah koperasi yang menyediakan berbagai layanan dan fasilitas. Koperasi Mutiara Haji akan memungkinkan anggota untuk berbagi sumber daya, informasi, dan dukungan dalam operasional dan pengembangan bisnis.

    “Alhamdulillah, koperasi yang selama ini berjalan untuk membuat konsorsium tersebut. Insyaallah program ke depannya kita ada perusahaan PT khusus untuk menjalankan konsorsium-konsorsium tersebut,” jelasnya.

    “Insyaallah ke depannya juga ada program di koperasi seperti pengadaan semua perlengkapan jemaah haji dan umrah, dari koper, ihram dan lain-lainnya, maka itu koperasi yang menyiapkan untuk para anggota dengan harga terjangkau, dengan merk logo masing-masing anggota,” imbuhnya.

    Keenam, untuk membantu anggota dalam menyusun paket haji dan umrah yang sesuai dengan kebutuhan jemaah, asosiasi juga menawarkan bantuan konsultasi. Program ini mencakup perencanaan dan pengembangan paket yang menarik, serta strategi untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi jamaah secara efektif.

    “Ini siapa saja anggota yang membutuhkan untuk konsultasi kira-kira seperti apa membuat paket dari yang standar, kemudian yang medium, kemudian yang misalnya, lebih bagus lagi dari itu, biasanya kami namakan paket platinumnya, maka ini insyaallah bisa konsultasi, agar kita bisa meng-upgrade membuat paket sebagai pilihan di travel kita,” jelasnya.

    Ketujuh, Pelatihan dan Pengembangan IT yang bertujuan memperkuat keterampilan teknis anggota asosiasi dalam menggunakan teknologi informasi. Dengan pelatihan ini, anggota dapat memanfaatkan sistem dan aplikasi digital untuk meningkatkan operasional perusahaan.

    Kedelapan, kegiatan taklim rutin menjadi salah satu inisiatif penting untuk memperdalam pengetahuan agama dan meningkatkan kualitas ibadah. Program ini melibatkan seluruh anggota asosiasi untuk membahas berbagai topik seperti terkait haji, umrah, dan ajaran Islam. Tujuannya memberikan kesempatan bagi anggota untuk belajar dan berdiskusi dalam menambah ilmu agama.

    “Ini mungkin belum terlalu intens kita rembukkan pada waktu-waktu lalu, tapi insyaallah ini lillahitaala, karena itu kepadatan jadwal yang ada, tapi insyaallah ke depannya kita akan buat taklim rutin minimal sebulan sekali, dengan seluruh anggota yang memberikan warna berbeda, karena dengan taklim ini kita ada penambahan ilmu agama,” terang Ustadz Khalid.

    Kesembilan, dalam upaya untuk meningkatkan kepercayaan dan transparansi, asosiasi juga menerapkan sistem transparansi dalam profit sharing. Program ini memastikan informasi mengenai pembagian keuntungan disampaikan dengan jelas, mengurangi potensi konflik, dan meningkatkan integritas dalam bisnis.

    “Kita ada transparansi profit sharing dan ini juga akan dilihat sendiri oleh anggota pada saat laporan Munas kami sampaikan, berapa kali konsorsium, berapa HPP-nya, berapa keuntungannya, akan kita sampaikan semua kepada anggota, dan semua anggota akan mendapatkan hasil dari situ, artinya hasil di sini kalau kami buat umrah konsorsium dengan harga sekian misalnya maka akan ada setiap anggota bisa mendapatkan harga khusus dari mutiara haji dan akhirnya mereka dapat margin,” jelasnya.

    Terakhir kesepuluh, Asosiasi Mutiara Haji juga menawarkan program Muslim Tour yakni pengalaman perjalanan yang sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariat Islam. Dengan memastikan semua aspek perjalanan mematuhi standar halal, program ini memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah selama perjalanan haji dan umrah.

    “Ini memang mungkin belum berjalan, Muslim tour kami ingin buat 2 program, pertama itu ke negeri-negeri yang punya sejarah Islam, yang mungkin selama ini saya pribadi yang diamanatkan oleh Allah untuk membuat Uhud Tour saya sudah sering buat di 4 negara,” jelasnya.

    “Pertama itu negara Palestina sendiri dengan Jordan, cuman di saat sekarang kami yang membatalkannya, walaupun Masjid Al-Aqsa masih bisa dikunjungi, cuman perasaan hati yang masih ada iman, saya yakin tidak mungkin mau melakukan perjalanan ke sana, karena pembayaran visa ke pemerintah Israel, ada 3 penerbangan kami yang terakhir dari perjalanan Gaza sudah kami batalkan,” tuturnya.

    tagsite_mutiara_haji

    Foto: dok. Asosiasi Mutiara Haji

    Maksimalkan Pelayanan Jemaah Haji dan Umrah

    Sementara itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Kementerian Agama RI, Jaja Jaelani, yang hadir dalam kesempatan ini berharap Musyawarah Nasional Asosiasi Mutiara Haji bisa menghasilkan program kerja yang dapat memaksimalkan pelayanan jemaah haji dan umrah di Tanah Air.

    “Pelaksanaan Munas Mutiara Haji ini mudah-mudahan menghasilkan program kerja yang dapat diimplementasikan pada tahun 2025 dan selanjutnya mudah-mudahan rumusan program kerja yang betul-betul dapat kita lakukan dan juga kita maksimalkan pelayanan jemaah haji,” jelasnya.

    Ia mengatakan saat ini hanya ada 11 asosiasi di Indonesia yang menaungi Pendirian Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (PUHK). Namun, banyak PPIU dan PUHK lainnya yang belum tergabung ke dalam asosiasi.

    Dia mendorong Asosiasi Mutiara Haji dapat mengajak PPIU dan PUHK yang belum tergabung untuk ikut masuk ke dalam asosiasi, sehingga pelayanan haji dan umrah di Indonesia lebih maksimal. Khususnya dalam koordinasi, informasi, dan sebagainya.

    “Pada hari ini di Indonesia ada 11 Asosiasi, saya ingin mengungkap data dari semua asosiasi, ini dari Mutiara Haji sudah diterima. Masih ada PUHK yang belum masuk asosiasi, saya ingin mendorong, kecepatan untuk berkoordinasi, informasi dan sebagainya penting,” ungkapnya.

    “Karena hampir PPIU dan PUHK 50% ada yang belum masuk dalam keanggotaan, terutama untuk umroh mungkin 500an, tinggal bapak ibu sekalian berkoordinasi dengan PPHU dan PUHK yang belum masuk di dalam asosiasi di 11 ini agar bisa masuk,” tambahnya.

    tagsite_mutiara_haji

    Di sisi lain, mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Muhammad Neil El Himam mengucapkan selamat kepada Asosiasi Mutiara Haji yang hari ini melaksanakan Munas kedua. Ia berharap Munas kedua ini bisa menghasilkan output atau program yang konkret.

    “Selamat kepada Mutiara Haji yang hari ini Munas kedua, semoga Munas ini dapat berjalan dengan baik lancar dan menghasilkan output yang konkret dan bisa dilaksanakan ke depan, dan tentunya lebih bermanfaat dan lebih baik buat para anggotanya dan juga bangsa ini,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Neil setuju dengan program standarisasi Mutiara Haji yang disampaikan Ustaz Khalid. Menurutnya, program ini penting untuk memastikan bahwa pelayanan dan fasilitas yang disediakan selama ibadah haji dan umrah memenuhi standar tinggi yang konsisten.

    “Betul kita ini butuh standardisasi, jadi siapapun penyelenggara, haji dan umrah ini, kalau standarnya benar-benar dibuat sedemikian rupa, sedemikian baik, minat dan kualitas, dan saya suka tadi yang disampaikan Pak Ustaz terkait dengan halal dan toyiban, selama ini kita fokusnya halal tapi lupa yang toyibannya, harusnya yang halal dan berkualitas,” terangnya.

    Mengacu pada data BPKH dan juga data yang lain yang sudah ada, tambah Neil, PT BSI telah melakukan kajian dan menyampaikan nilai ekonomi haji dan umrah di Indonesia mencapai lebih dari Rp 63 triliun. Sebagian besar atau lebih dari 80%-nya yang menikmati adalah Saudi Arabia.

    Oleh karena itu, kata dia, Kemenparekraf membentuk Tim 7 yang berisikan Kemenparekraf dan swasta untuk mempercepat masuknya produk ekonomi kreatif ke dalam ekosistem haji dan umrah.

    “Contoh dari ekonomi kreatif dari haji dan umrah itu, adalah butuh ihram, selama ini ihramnya apakah buatan indonesia atau dibeli di Indonesia, tentunya kalo dibuat di Indonesia akan menjadi peluang ekonomi masyarakat lokal. Selain itu, selain pakaian, kemudian makanan sebetulnya, makanan juga bagian termasuk yang cukup besar, orang Indonesia,” pungkasnya.

    (Tagsite/Mutiara Haji)



    Sumber : www.detik.com