Tag: santan

  • Kebanyakan Makan Santan? Ini 7 Cara Menetralisirnya


    Jakarta

    Saat lebaran, banyak hidangan bersantan disuguhkan hingga membuat seseorang kalap menyantapnya. Untuk menetralisir asupan santan yang berlebihan, begini 7 caranya.

    Hidangan lebaran identik dengan pemakaian santan, seperti pada sayur gurih, rendang, opor ayam, dan banyak lainnya. Menu ini pun tersaji hampir di setiap rumah sehingga kerap kali seseorang tak sadar sudah menyantapnya dalam jumlah banyak.

    Seperti hal lain yang berlebihan, makan santan berlebihan juga tidak bagus. Makanan bersantan bikin perut begah dan tak nyaman.


    Dokter spesialis gizi Inge Permadhi mengatakan bahwa serat bisa menjadi alternatif untuk menyempurnakan fungsi santan sebagai lemak pada tubuh.

    “Misalnya ya mungkin dengan adanya serat, sebagian dari lemak yang terdapat pada santan itu bisa ditangkap, jadi ditangkap itu sehingga tidak menyebabkan masuk ke dalam sirkulasi saluran lalu terus ke dalam darah kan,” ujarnya.

    Inge melanjutkan bahwa serat dapat berfungsi untuk menangkap lemak dan gula pada sistem pencernaan.

    “Kalau misalnya seratnya juga cukup banyak, jadi dia memang berfungsi untuk menangkap lemak dan gula yang terdapat pada saluran cerna,” ujarnya.

    Melansir berbagai sumber, berikut adalah cara menetralkan tubuh dari makanan bersantan :

    1. Minum air putih

    Ilustrasi manfaat minum air sebelum tidurIlustrasi manfaat minum air Foto: Getty Images/PonyWang


    Air putih adalah minuman yang dapat menetralkan tubuh dari makanan apapun, baik dari rasa pedas, asam, asin, bahkan makanan dengan olahan santan.

    Air putih membantu melarutkan asam lambung dan meredakan ketidaknyamanan pada perut.

    2. Makan buah-buahan
    Buah-buahan seperti apel, pisang, dan jeruk sangat baik untuk dikonsumsi setelah menyantap makanan yang bersantan.

    Mengonsumsi buah-buahan segar yang kaya serat dan nutrisi dapat membantu mengurangi gejala perut kembung dan mempercepat proses pencernaan.

    3. Konsumsi probiotik
    Probiotik merupakan bakteri baik yang hidup dalam tubuh. Bakteri ini bertugas untuk mempertahankan keseimbangan bakteri dalam tubuh.

    Mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik, seperti yoghurt, kefir, atau sup miso, membantu menjaga keseimbangan bakteri di dalam usus dan memperbaiki kesehatan pencernaan.

    4. Hindari kafein

    Jangan Keenakan, Kebiasaan Ngopi Berlebihan Bisa Ganggu KesehatanHindari kafein Foto: Ilustrasi iStock

    Hindari minuman berkafein, seperti kopi dan teh, karena dapat memperburuk gejala perut kembung dan naiknya asam lambung, juga menimbulkan rasa tidak nyaman di perut setelah makan makanan bersantan.

    5. Jangan makan cepat-cepat
    Hindari makan terlalu cepat dan kunyahlah makanan dengan baik untuk membantu memperlancar proses pencernaan.

    Jika makan terlalu cepat, kemungkinan Anda akan merasa tidak nyaman di bagian perut.

    6. Istirahat usai makan

    Tidur Siang Setelah Makan Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta?Tidur Setelah Makan Foto: Getty Images/iStockphoto/zorandimzr

    Jangan biarkan tubuh terus menerus melakukan aktivitas berat, terutama setelah makan.

    Setelah makan makanan bersantan, beristirahatlah selama 15-30 menit untuk memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan.

    Hindari aktivitas berat agar tidak memperparah gejala perut kembung dan naiknya asam lambung.

    7. Minum suplemen enzim pencernaan
    Konsumsi suplemen enzim pencernaan dapat membantu memecah makanan dan mempercepat proses pencernaan untuk mengatasi ketidaknyamanan perut.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Cara Menetralisir Tubuh dari Makanan Bersantan saat Lebaran”

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Bukan Cuma Bikin Sehat, Lemon Juga Ampuh Bersihkan 7 Benda Ini!


    Jakarta

    Membersihkan barang-barang kotor di rumah tidak perlu memakai bahan kimia atau cairan olahan instan karena bahan alami juga ampuh. Contohnya adalah lemon, buah berwarna cerah ini ternyata ampuh menjadi bahan pembersih.

    Buah lemon mengandung citric acid yang tinggi, pH rendah, dan kemampuan antibacterial. Kandungannya ini bukan hanya baik untuk tubuh, tetapi juga untuk membersihkan barang-barang.

    Selain itu, keunggulan lainnya dari lemon adalah aromanya yang harum dan sifatnya tidak merusak bahan seperti kain dan kayu.


    Dilansir Homes and Gardens, berikut benda-benda yang bisa dibersihkan dengan lemon.

    7 Benda yang Bisa Dibersihkan Pakai Lemon

    1. Peralatan Makan

    Barang di rumah yang paling sering dibersihkan adalah peralatan makan. Piring berminyak, piring bekas kuah santan, atau sambal pasti membutuhkan bahan pembersih yang bisa menghilangkan minyak dan bau. Kamu bisa memasukkan potongan lemon dan digosokkan ke permukaan peralatan makan.

    Jika kamu perhatikan cairan pembersih juga banyak yang mencampurkan lemon dalam pembuatannya. Bau lemon juga membuat peralatan makan lebih segar setelah dicuci.

    2. Keran

    Jangan salah, meskipun keran hanya beberapa bagian saja yang dipegang, tetapi sudut-sudutnya mudah sekali kotor seperti timbul hitam-hitam seperti lumut. Biasanya kotoran tersebut hilang dengan digosok. Namun, sudah pernah belum membersihkannya memakai jus lemon?

    Kamu hanya perlu membersihkan kerak dari keran dengan menyemprotkan jus lemon. Tunggu sampai 5 menit sebelum mengelapnya kemudian bilas dengan air dingin.

    3. Talenan Kayu

    Salah satu peralatan dapur yang cukup sulit dibersihkan terutama untuk menghilangkan bau adalah talenan kayu karena permukaannya berserat. Padahal dengan lemon semua kotoran di permukaannya bisa diatasi. Caranya dengan memotong lemon menjadi setengah bagian kemudian taburkan garam di atasnya. Lumuri permukaan talenan dengan jus lemon. Kamu juga bisa memerasnya hingga semua airnya keluar. Diamkan selama 15 menit agar air lemon dan garam bereaksi. Terakhir bilas singkirkan sisa-sisa lemon dengan air hangat menggunakan spons.

    4. Kulkas

    Lemon dapat menyerap bau tidak sedap di kulkas. Caranya mudah dengan memotong lemon menjadi dua bagian kemudian masukkan ke dalam. Biarkan selama 30 menit, kulkas menjadi bau wangi.

    5. Microwave

    Microwave kotor cara membersihkannya bisa menggunakan campuran air dengan perasan lemon. Masukkan ke dalam microwave selama lima menit sampai mendidih. Kemudian, tunggu selama 5 menit sebelum dikeluarkan.

    6. Furniture

    Furniture kayu seperti meja, kursi, dan lemari bisa dibersihkan dengan air lemon. Caranya dengan mencampurkan olive oil dengan jus lemon. Teteskan campuran cairan tersebut ke kain bersih. Gunakan untuk membersihkan noda pada furniture yang kamu temukan.

    7. Jendela

    Kamu pasti sering melihat jendela atau cermin kotor dan penuh bekas sentuhan. Kamu bisa membuat kaca jendela dan cermin kinclong dengan campuran air mineral dan air lemon. Masukkan cairan tersebut ke dalam botol sprayer. Lalu, semprot pada permukaan jendela dan cermin kemudian lap hingga mengkilap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Wanti-wanti Dokter Gizi, Kesalahan Ini Bisa Bikin Gendut Usai Lebaran


    Jakarta

    Rayuan dari opor ayam dan rendang di Hari Raya Idul Fitri agaknya sulit untuk ditolak. Tidak sedikit yang termakan rayuannya dan memilih untuk los-losan mencicipi piring demi piring.

    Gurihnya kuah santan dari opor dan lembutnya daging sapi di rendang membuat seseorang kadang lupa diri. Tanpa disadari sudah habis lebih dari tiga piring dalam satu hari. Rasa takut akan berat badan naik pun datang bersamaan dengan perut yang kenyang.

    Tapi, apakah memang bisa berat badan tiba-tiba naik hanya karena los-losan makan di Hari Raya Idul Fitri yang hanya beberapa hari tersebut?


    Menjawab hal ini, spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan bahwa ‘kalap’ saat Lebaran bisa memengaruhi berat badan seseorang.

    “Pengaruh kalau kalap. Kan makanan yang kita konsumsi itu ada beratnya, kalau dalam jumlah besar itu akan menambah ke berat badan kita, pasti itu,” kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (7/3/2025).

    dr Oki menambahkan bahwa los-losan makan di Hari Raya Idul Fitri meskipun hanya beberapa hari saja, itu bisa merusak program diet selama satu bulan selama Ramadan.

    “Iya, kita ada penelitian di RSCM kira-kira selama bulan puasa seseorang bisa turun satu sampai dua kilogram. Nah, ketika respondennya dipanggil lagi dua minggu setelah puasa, itu berat badan mereka kembali lagi kayak sebelum puasa. Beberapa bahkan lebih tinggi,” katanya.

    Sebenarnya, opor ayam, rendang, atau makanan lain yang selalu ada di meja makan saat Lebaran bisa-bisa saja dinikmati tanpa takut akan berat badan naik.

    “Terutama di opor itu kan kalorinya banyak di kuah atau santannya. Jadi kuahnya jangan terlalu banyak, ayamnya dimakan nggak papa, kulitnya kalau bisa nggak dimakan,” kata dr Oki.

    “Karena kulit itu kan ada lemaknya. Terus kuahnya jangan terlalu banyak, apalagi sampai disruput. Kalau nasinya ya disesuaikan porsi biasanya lah,” tutupnya.

    (dpy/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Resep Nasi Uduk Sederhana Gampang Dibikin di Rumah

    Jakarta

    Nasi uduk biasa dinikmati sebagai menu sarapan. Banyak juga yang menikmati nasi uduk untuk teman makan siang. Ikuti resepnya untuk membuat nasi uduk di rumah!

    Nasi uduk merupakan nasi gurih yang populer di Jakarta karena termasuk makanan khas Betawi. Dalam bahasa betawi, nasi uduk berarti nasi campur.

    Tak heran jika disebut nasi campur, karena penyajiannya yang menggunakan beragam jenis lauk. Untuk sajian klasik, nasi uduk disajikan bersama semur, bihun goreng, tempe, dan sambal kacang.


    Nasi uduk bisa dibuat dengan cara praktis di rumah. Bahan yang diperlukan hanya beras dengan tambahan santan, garam, dan rempah aromatik.

    Berikut resep dan cara memasak nasi uduk yang praktis:

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 Sulit 2
    Daerah Asal Masakan : Betawi
    Kategori Masakan : Nasi

    Bahan Bahan

    • 300 gram beras putih

    • 1 lembar daun salam
    • 2 cm lengkuas
    • 200 ml santan, beri 1 sdt garam
    • 400 ml air

      Pelengkap:

    • Bawang merah goreng

    • Orek tempe
    • Telur dadar

    Cara Memasak:

    1. Cuci bersih beras, lalu tiriskan airnya.
    2. Masukkan semua bahan bahan ke dalam panci, aduk sampai merata dan masak sampai matang.
    3. Sesekali aduk nasi agar tidak lengket dan matangnya merata.
    4. Pindahkan beras yang telah dimasak ke dalam panci kukusan yang sudah dipanaskan. Kukus hingga matang.
    5. Sajikan nasi uduk bersama lauk sesuai selera. Jangan lupa tambahkan bawang goreng yang renyah harum.

    Tips memasak:

    1. Selain dimasak menggunakan kukusan, nasi uduk juga bisa dimasak praktis menggunakan rice cooker.
    2. Lauk yang disajikan bersama nasi uduk bisa disesuaikan selera.
    3. Gunakan beras pera agar hasil nasi uduk terurai.

    Simak Video “Rekomendasi 3 Menu Signature Nasi Uduk Ibu Sidar di Palmerah
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Resep Gulai Nangka Khas Padang yang Gurih Berempah

    Jakarta

    Gulai nangka berkuah santan gurih juga cocok dihidangkan sebagai lauk. Pelengkapnya nasi hangat dan tambahan lauk lezat lainnya. Ikuti resepnya!

    Sajian gulai khas Padang identik dengan warna kuah yang kekuningan. Gulai nangka akan terasa nikmat disantap siang hari bersama nasi hangat dan lauk yang sedap.

    Gulai nangka dibuat dari nangka muda dengan tambahan bumbu rempah dan santan yang gurih. Tekstur nangka muda itu menjadi empuk karena dimasak dalam waktu lama. Sekilas sensasinya mirip seperti tekstur daging.


    Gulai nangka paling enak dimakan dengan nasi hangat dan sejumlah lauk. Di antaranya lauk telur dadar, ayam goreng, dan lainnya.

    Berikut resep gulai nangka khas Padang yang gurih berempah:

    Resep Gulai Nangka Khas Padang

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 Sedang 5
    Daerah Asal Masakan : Padang
    Kategori Masakan : Sayur

    Cara Memasak:

    1. Siapkan bumbu halus dengan menggiling semua bahan dalam blender atau diulek halus.
    2. Potong-potong nangka sesuai selera, kemudian rebus secukupnya hingga lunak. Angkat lalu tiriskan.
    3. Tuang santan ke dalam panci, masukkan bumbu halus, dan tambahan rempah. Masak hingga semuanya mendidih.
    4. Masukkan nangka rebus, tambahkan bumbu penyedap, seperti garam, gula, dan kaldu bubuk.
    5. Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan kuah menyusut.
    6. Tambahkan santan kental, aduk-aduk sampai merata agar tidak pecah, dan masak sampai mendidih.
    7. Sajikan gulai nangka selagi hangat.

    Tips memasak:

    1. Pilih nangka yang masih muda agar tak mudah lembek ketika disajikan.

    2. Tambahkan kacang panjang atau kol pada racikan gulai.

    3. Kalau ingin rasa lebih pedas bisa menambahkan beberapa buah cabe rawit.

    Simak Video “Kunci Kelezatan Iga Bakar Bumbu Rempah Khas Jawa Timur
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Dokter Gizi Bandingkan Nutrisi Sarapan Rebusan-Kukusan Vs Nasi Uduk-Bubur-Lonsay


    Jakarta

    Belakangan, tren sarapan sehat dengan menu rebusan dan kukusan semakin populer di kalangan masyarakat, terutama anak muda. Mulai dari ubi rebus, singkong, kentang, hingga pisang kukus, semuanya kini banyak dijadikan alternatif untuk menggantikan menu sarapan berat yang biasa digoreng atau disajikan dengan santan.

    Namun tak sedikit juga yang menanyakan apakah menu rebusan dan kukusan benar-benar lebih bergizi dibandingkan sarapan tradisional seperti bubur ayam atau nasi uduk yang sudah jadi favorit banyak orang Indonesia?

    Menurut spesialis gizi klinik dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK, sarapan berbasis rebusan atau kukusan memang umumnya lebih sehat karena minim penggunaan minyak dan lemak tambahan.


    Proses pengolahan seperti ini dapat menekan asupan kalori serta mencegah terbentuknya lemak trans, yang sering muncul pada makanan gorengan akibat pemanasan minyak berulang atau penggunaan minyak hidrogenasi parsial.

    “Tapi, ini bukan berarti bubur ayam, lontong sayur, atau nasi uduk itu “jahat” atau gak sehat sama sekali, lho. Mereka sebenarnya makanan yang enak dan mengandung gizi yang sudah menjadi bagian budaya kita serta dapat memberikan energi yang cepat dan asupan protein dari ayam atau lontong, nasi dan toping-topingnya,” ucapnya kepada detikcom, Rabu (12/11/2025).

    Hanya saja, lanjutnya, jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam porsi besar, tambahan minyak, santan, serta topping seperti kerupuk, cakwe, atau emping bisa membuat asupan kalori dan lemak jenuh meningkat.

    Jika dinikmati dalam porsi moderat, misalnya satu hingga dua kali seminggu, sarapan tradisional tersebut tetap aman sebagai variasi. Sementara bagi orang yang sedang menjaga berat badan, memiliki diabetes, atau kadar kolesterol tinggi, menu rebusan dan kukusan bisa menjadi pilihan yang lebih aman karena cenderung rendah kalori dan lemak jenuh, serta lebih mampu mempertahankan nutrisi alami bahan makanan.

    “Dan menu rebusan bisa jadi pilihan karena cenderung lebih unggul dilihat dari sisi rendah kalori dan rendah lemak jenuh, dan lebih mempertahankan nutrisi alami bahan makanan,” tutur dr Ardian.

    Di sisi lain, dr Ardian membeberkan nilai perbandingan gizi menu sarapan rebusan dan kukusan dalam 100 gram atau perporsi standar dengan bubur hingga nasi uduk. Berikut penjelasannya.

    1. Ubi rebus

    Mengandung sekitar 86 kkal, 0,1 g lemak, 20 g karbohidrat (terutama karbohidrat kompleks yang membuat kenyang lebih lama), dan 1,6 g protein. Ubi juga tinggi kalium yang baik untuk tekanan darah, serta serat sekitar 3 g yang membantu melancarkan buang air besar. Selain itu, ubi kaya vitamin A dan C yang berperan sebagai antioksidan alami.

    2. Singkong rebus

    Memiliki sekitar 160 kkal, 0,3 g lemak, 38 g karbohidrat, dan 1,4 g protein. Singkong tinggi vitamin C (antioksidan), kalium, serta mengandung sekitar 2 g serat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan.

    3. Kentang rebus

    Berisi sekitar 87 kkal, 0,1 g lemak, 20 g karbohidrat, dan 1,8 g protein. Kentang kaya vitamin B6 yang penting untuk metabolisme energi dan membantu menstabilkan mood. Juga mengandung kalium tinggi dan sekitar 2 g serat yang baik untuk pencernaan.

    4. Pisang rebus

    Mengandung sekitar 89 kkal, 0,3 g lemak, 23 g karbohidrat, dan 1,1 g protein. Pisang tinggi kalium dan vitamin B6, serta memiliki 2-3 g serat, terutama pada pisang hijau yang mengandung pati resisten, baik untuk pengaturan gula darah.

    “Menu rebusan dan kukusan yang tampaknya dominan karbohidrat kompleks yang memang baik sebagai sumber energi, tapi kurang seimbang jika tanpa tambahan sumber lainnya. Untuk nutrisi lengkap, ikuti pedoman “Isi Piringku” dari Kemenkes: 1/3 piring untuk karbohidrat (umbi-umbian rebus), 1/3 untuk protein, dan 1/2 untuk sayur-buah,” ucapnya.

    Sebagai perbandingan, sarapan tradisional khas Indonesia seperti bubur ayam, lontong sayur, atau nasi uduk memiliki kalori lebih tinggi karena adanya tambahan santan atau minyak. Namun, secara umum memiliki kandungan protein yang lebih tinggi.

    1. Bubur ayam

    Sekitar 300-400 kkal per porsi (250-300 g), dengan 35-40 g karbohidrat (dari nasi bubur), 5-12 g lemak (dari ayam goreng), dan 10-27 g protein. Kandungan proteinnya cukup tinggi, tetapi lemak dan kalorinya bisa meningkat hingga kurang lebih 500 kkal bila ditambah cakwe atau bawang goreng. Seratnya tergolong rendah jika tidak disertai sayuran, sehingga bisa memicu lonjakan gula darah lebih cepat.

    2. Lontong sayur

    Mengandung sekitar 300-350 kkal per porsi ( kurang lebih 250 g), terdiri dari 45-50 g karbohidrat (dari lontong), 8-15 g lemak (dari santan), dan 8-10 g protein. Sayur pelengkap seperti labu siam sebenarnya kaya vitamin dan serat, namun proses memasak dengan santan membuat kandungan lemak jenuh cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.

    3. Nasi uduk

    Sekitar 300-400 kkal per porsi ( kurang lebih 200 g), dengan 45-50 g karbohidrat, 10-12 g lemak (dari santan), dan 6-8 g protein. Kalorinya dapat naik hingga kurang lebih 450 kkal bila disajikan dalam porsi besar atau ditambah lauk gorengan.

    “Kalau dilihat dari perbandingan komposisi makronutrien, memang rebusan biasanya kalori lebih rendah (80-160 kkal/100g) dengan lemak yang minim ( kurang dari 0,5g),” ucapnya.

    “Sementara sarapan yang umum dikonsumsi masyarakat umum adalah 300-400 kkal/porsi dengan lemak 8-15g karena mengandung santan/minyak. sedangkan nutrisi rebusan lebih fokus ke serat (2-3g/100g) dan vitamin (seperti vit C dan A yang tinggi antioksidan),” sambungnya lagi.

    Ditinjau oleh: Mhd. Aldrian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (suc/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Terlalu Banyak Konsumsi Santan

    Jakarta

    Ada banyak masakan sehari-hari yang berbahan dasar santan kelapa, mulai dari opor, rendang, tongseng, soto, nasi uduk, hingga sayur lodeh. Begitu juga dengan dessert seperti kolak, bubur kacang hijau, ketan susu, hingga es cendol.

    Berlebihan konsumsi santan tidak bagus bagi kesehatan. Sebab santan mengandung kalori dan lemak jenuh tinggi yang bisa bikin perut begah, kolesterol melonjak, dan berat badan bertambah.

    Setelah terlalu banyak makan santan, temukan hal-hal yang perlu dilakukan untuk menetralkan tubuh kembali setelahnya di bawah ini.


    Cara Menetralkan Tubuh dari Makanan Bersantan

    Dilansir Times of India dan Business Insider, berikut hal-hal yang mesti dilakukan setelah kebanyakan konsumsi hidangan bersantan yang notabene berlemak:

    1. Hindari Rebahan

    Tak sedikit yang kekenyangan dan mengantuk setelah makan masakan bersantan. Meski begitu, hindari rebahan atau tidur setelahnya. Lebih baik duduk tegak untuk mengosongkan perut lebih cepat, menurut penelitian.

    Sebab rebahan usai makan lebih mungkin mengalami refluks asam, yang lebih parahnya yaitu penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Hal itu terjadi karena rebahan memberi tekanan pada otot yang seharusnya menjaga asam lambung agar tak naik.

    2. Berjalan Sebentar

    Berjalan kaki juga membuat perut lebih cepat kosong, meski mungkin tak akan mengurangi kembung di perut. Saat perut kosong lebih cepat, gejala asam lambung cenderung tidak terjadi.

    Berjalanlah setidaknya 10 menit. Dengan begitu pencernaan akan lancar, kadar gula darah seimbang, dan lemak berlebih lebih minim tersimpan di tubuh.

    3. Minum Air Putih

    Segelas air putih setelah makan santan bantu menenangkan dan mengaktifkan sistem pencernaan. Air akan memecah nutrisi dalam bentuk yang mudah dicerna dan membuang sisa produk limbah dari makanan bersantan.

    Jika tidak meminumnya usai makan, usus halus bakal menyerap air dari makanan yang dikonsumsi. Hal ini sering kali menyebabkan dehidrasi dan sembelit. Lebih disarankan meneguk air hangat.

    4. Hindari Hidangan Dingin

    Memang paling enak menyantap es krim setelah makan santan. Namun hal itu justru harus dihindari, karena berisiko mengakibatkan gangguan pencernaan dan begah. Kondisi ini terjadi karena organ pencernaan mengalami tekanan berlebih usai makan banyak santan dan es krim

    5. Santap Hidangan Kaya Serat

    Pilih makanan kaya serat untuk santapan berikutnya, seperti aneka sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Mengutip catatan detikcom, serat dapat menjadi alternatif untuk menyempurnakan fungsi santan sebagai lemak pada tubuh. Dengan serat, sebagian lemak dan gula di santan akan ‘ditangkap’ sehingga tidak berdampak berlebih ke darah dan saluran cerna.

    (azn/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Kopi Susu Campur Santan Lagi Tren, Amankah untuk Kesehatan?


    Jakarta

    Hanya dengan tiga bahan, kamu bisa membuat kopi susu santan yang creamy. Namun apakah kopi dicampur santan aman untuk kesehatan? Ini kata ahli gizi.

    Kopi susu menjadi salah satu racikan favorit sejuta umat. Namun tak hanya itu, ada juga yang menambah kondimen lainnya, seperti santan untuk menambah kekentalan.

    Kopi susu santan dapat mudah dibuat hanya dengan tiga bahan, yakni kopi, gula, dan santan. Kamu bisa membuatnya panas, dingin, foamy ataupun sesuai dengan selera.


    Cara membuat kopi susu santan

    Kopi susu santanKopi susu santan ilustrasi. Foto: jcookingodyssey

    Kopinya bisa menggunakan kopi instan untuk membuat kopi hitam. Kemudian dicampur dengan gula. Bisa menggunakan gula pasir atau gula merah. Lalu dicampur dengan santan, lapor jcookingodyssey (2/10/23).

    Jenis santan yang digunakan juga tergantung selera kekentalan yang diinginkan. Jika ingin yang lebih kental, santan murni dan krim santan adalah pilihan terbaik.

    Hal tersebut lantaran dua jenis santan itu memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi. Lalu, bisa tambahkan es batu jika kamu menginginkan seduhan kopi dingin.

    Apakah aman untuk kesehatan?

    Santan kerap digunakan sebagai alternatif pengganti krim dalam kopi. Bahkan menu kopi susu santan kini banyak tersedia di kafe-kafe.

    Namun amankan mengonsumsi kopi susu yang dicampur santan untuk kesehatan? Mengingat santan mengandung lemak yang mungkin bisa berisiko pada kesehatan.

    Menurut Vieta Annisa Nurhidayati, SGz, MSc, dosen Program Studi Manajemen Jasa Pangan dan Gizi, Sekolah Vokasi IPB University, penggunaan santan dalam kopi diperbolehkan asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

    “Santan dapat digunakan sebagai krimer, terutama bagi konsumen yang intoleran laktosa atau yang ingin menghindari produk hewani,” tuturnya seperti yang dikutip dari www.ipb.ac.id (28/7).

    Fakta tentang kopi susu santan ada di halaman berikutnya.

    Kandungan pada santan

    SantanSantan ilustrasi. Foto: iStock

    Dengan menambahkan santan, bisa membuat kopi jadi lebih creamy dibandingkan krimer biasa. Santan mengandung asam laurat yang memiliki sifat antimikroba.

    Kandungan tersebut berpotensi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jenis lemak dalam santan adalah Medium-Chain Triglycerides (MCT), yang lebih mudah dicerna tubuh.

    Meski begitu, Vieta mengingatkan santan memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Karenanya tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan.

    “Meskipun umumnya aman, santan sebaiknya dikonsumsi secukupnya untuk menjaga kesehatan,” tutur Vieta lebih lanjut.

    Kopi susu santan jadi pilihan menarik

    Kopi susu santanKopi susu santan ilustrasi. Foto: jcookingodyssey

    Selain lebih creamy dan menambah tekstur, kopi susu santan juga memiliki rasa yang unik. Ada sentuhan rasa gurih dari campuran santan kelapanya.

    Racikan ini bisa jadi pilihan yang ramah untuk saluran pencernaan. Vieta juga mengimbau agar penderita dislipidemia, gangguan jantung, atau masalah kantung empedu agar berhati-hati saat minum kopi susu santan.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com