Tag: sarapan

  • 7 Menu Sarapan untuk Menghilangkan Perut Buncit

    Jakarta

    Menghilangkan perut buncit memang tidak mudah, apalagi jika sarapan masih dengan menu asal-asalan. Sarapan yang tepat tidak hanya memberikan energi untuk beraktivitas seharian, tapi juga menjaga perut tidak cepat lapar sehingga terhindar dari makan berlebihan.

    Menurut sejumlah penelitian, orang yang rutin sarapan memiliki bentuk tubuh yang lebih langsing dibanding mereka yang jarang sarapan. Hal ini dimungkinkan antara lain jika menu sarapan yang dipilih tinggi protein dan serat.

    Protein dan serat adalah dua nutrisi yang dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Ketika dikonsumsi saat sarapan, makanan yang mengandung protein dan serat tersebut dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk ngemil sehingga bisa membantu menurunkan berat badan.


    Lantas, apa saja makanan untuk mengecilkan perut yang cocok dikonsumsi saat sarapan? Berikut pembahasannya.

    1. Telur

    Tak heran jika telur kerap dikonsumsi sebagai menu sarapan. Sebab, telur mengandung protein tinggi yang bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu menurunkan berat badan.

    Sebuah studi mengungkapkan mengonsumsi telur untuk sarapan dapat menurunkan berat badan hingga 65 persen, serta mengecilkan lingkar pinggang hingga 34 persen.

    2. Pisang

    Pisang adalah makanan yang cocok dikonsumsi ketika ingin mengecilkan perut buncit. Selain mengandung karbohidrat sehat, buah ini juga kaya akan serat dan rendah kalori, sehingga bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

    Tak hanya itu, pisang juga kaya akan kalium (potasium). Zat ini dapat membantu membersihkan kelebihan cairan akibat mengonsumsi makanan asin serta menetralkan kadar natrium dalam tubuh.

    3. Buah Beri

    Sama seperti pisang, buah beri kaya akan serat yang mengenyangkan. Buah beri-berian juga rendah kalori, sehingga membuatnya cocok dikonsumsi oleh orang-orang yang ingin mengecilkan perut buncit.

    Khasiat buah beri yang tak kalah penting adalah mencegah risiko darah tinggi dan kanker. Ini karena buah beri mengandung senyawa antioksidan, seperti flavonoid dan anthocyanin, yang dapat membantu meredakan peradangan dalam tubuh.

    4. Roti Gandum dan Selai Kacang

    Selai kacang mengandung beragam nutrisi yang bisa membantu mengecilkan perut buncit, seperti serat, protein, dan lemak sehat. Zat-zat tersebut juga dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga mencegah keinginan ngemil atau bablas saat makan.

    Di sisi lain, roti gandum mengandung serat utuh yang bisa membantu melancarkan pencernaan. Karenanya, kombinasi roti gandum dan selai kacang membuatnya menjadi menu sarapan yang bisa membantu mengecilkan perut buncit.

    5. Oatmeal

    Makanan praktis ini memiliki segudang manfaat untuk mengecilkan perut buncit dan menurunkan berat badan. Pertama, oatmeal kaya akan serat yang bisa membuat tubuh merasa kenyang untuk waktu yang lama. Alhasil, orang yang sedang diet tidak perlu mengonsumsi lebih banyak kalori ketika jam makan siang.

    Kedua, oatmeal mengandung zat bernama beta-glucan yang dapat membantu melancarkan pencernaan. Beta-glucan juga meningkatkan produksi hormon peptide YY dalam tubuh, yakni hormon yang membantu memunculkan rasa kenyang.

    6. Yogurt

    Yogurt bisa menjadi salah satu menu tambahan untuk membantu menurunkan berat badan, terutama Greek yogurt. Sebab, Greek yogurt kaya akan protein yang tak hanya memberikan energi, tapi membuat perut merasa kenyang lebih lama.

    Sebuah studi juga menyebut kombinasi antara konsumsi Greek yogurt, olahraga teratur, dan pola makan yang seimbang dapat menunjang proses penurunan berat badan.

    7. Kiwi

    Tak hanya kaya akan vitamin C, K, kalium, kiwi juga mengandung serat yang dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama, khususnya jika dikonsumsi saat sarapan. Studi juga menunjukkan buah kiwi memiliki khasiat berupa menekan nafsu makan dan menurunkan gula darah, dua faktor yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Buah kiwi juga dapat menjadi pencahar alami dengan merangsang pergerakan pada saluran pencernaan.

    (ath/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 10 Menu Sarapan yang Bikin Kenyang Lebih Lama, Cocok Buat Diet

    Jakarta

    Memilih menu sarapan dengan tepat penting agar kita memiliki cukup nutrisi dan energi untuk mengawali hari. Selain itu, sarapan yang sehat dan mengenyangkan membuat kita tidak merasa lapar sebelum waktu makan siang. Sehingga, kita tidak mengemil sebelum makan siang atau makan siang dalam porsi besar.

    Oleh karena itu, memilih menu sarapan yang membuat kenyang sampai makan siang penting diketahui bagi yang sedang berdiet untuk menurunkan berat badan.

    Orang yang sedang berdiet perlu berhati-hati dalam memilih sarapan, sebab beberapa makanan kemasan yang sering dimakan untuk sarapan mengandung gula, karbohidrat, dan zat tambahan yang kurang cocok untuk menurunkan berat badan. Untuk menghindari menu sarapan yang justru bisa menambah berat badan, simak menu sarapan yang cocok saat sedang diet di artikel berikut.


    Sarapan yang Bikin Kenyang Lebih Lama

    Mengutip Healthline, sarapan yang baik dan seimbang mengandung banyak serat, protein, lemak sehat, dan mikronutrien. Berikut jenis makanan yang cocok dimakan untuk sarapan sebab membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    1. Telur

    Telur adalah menu sarapan yang simpel, mudah dibuat, dan bergizi. Telur mengandung protein untuk pembentukan otot serta membantu kita merasa kenyang.

    Riset tahun 2020 yang dilakukan oleh UniSA Clinical and Health Sciences, University of South Australia menemukan bahwa orang yang makan roti dan telur untuk sarapan merasa lebih kenyang jika dibandingkan dengan memakan sereal dengan susu dan jus jeruk. Ini menandakan protein pada telur yang lebih banyak dibandingkan sereal membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    Selain protein, telur juga mengandung nutrisi berikut.

    • Antioksidan lutein dan zeaxanthin yang menjaga kesehatan mata, ginjal, kulit, dan jantung
    • Vitamin B, termasuk folat
    • Kolin, nutrisi untuk kesehatan ginjal dan otak
    • Vitamin A
    • Zat besi, kalsium, dan mineral lainnya.

    2. Greek Yogurt

    Mengutip EatingWell, berbeda dengan yogurt biasa, greek yogurt melalui proses penyaringan yang lebih banyak, sehingga teksturnya lebih kental dan creamy.

    Greek yogurt memiliki kandungan gula yang lebih sedikit daripada yogurt biasa, dan kandungan proteinnya lebih banyak. Greek yogurt pun lebih rendah kalori dibandingkan berbagai makanan sumber protein lainnya.

    Greek yogurt juga mengandung probiotik, jenis bakteri baik yang membantu pencernaan. Selain itu, greek yogurt memiliki nutrisi berikut.

    • Kalsium
    • Vitamin B12
    • Zink
    • Potasium
    • Fosfor.

    3. Oatmeal

    Oatmeal mengandung betaglukan, serat yang membantu menurunkan kadar kolesterol dan glukosa pada tubuh. Serat ini juga mengandung antioksidan dan probiotik.

    Viskositas oatmeal yang lekat memperlambat gerakan peristaltik di usus kecil. Ini membuat pencernaan dan penyerapan nutrisi berlangsung lebih lambat sehingga kita pun merasa kenyang lebih lama.

    1 cup (81 gram) oatmeal kering mengandung 10 gram protein. Untuk meningkatkan kadar protein yang dikonsumsi, campurkan oatmeal dengan susu daripada menggunakan air.

    Oatmeal juga mengandung nutrisi berikut.

    • Zat besi
    • Vitamin B
    • Zat mangan
    • Magnesium
    • Zink
    • Selenium.

    4. Biji Chia

    Menu sarapan selanjutnya yang cocok untuk diet adalah biji chia. Biji ini kaya akan serat larut yang membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    Biji chia juga membantu menjaga kadar kolesterol dan glukosa dalam darah serta mencegah peradangan.

    Biji chia sendiri tidak kaya protein, tetapi bisa dimakan bersama greek yogurt atau bubuk protein.

    5. Buah Beri

    Berbagai buah beri seperti stroberi, blueberry, blackberry, dan raspberry mengandung antioksidan, kaya akan serat, dan rendah kalori.

    Buah-buahan beri mengandung antosianin, antioksidan yang memberikan warna ungu, merah, dan biru pada buah-buahan ini. Antosianin membantu mencegah peradangan, penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit kronis lainnya.

    Buah-buah beri ini bisa dimakan bersama greek yogurt, chia pudding, oatmeal, atau smoothie untuk sarapan yang enak dan mengenyangkan.

    6. Keju Cottage

    Cottage adalah keju lembut yang terbuat dari dadih dan memiliki rasa asam. 1 cup (220 gram) keju cottage mengandung 24 gram protein dan hanya 180 kalori. Jadi, keju cottage ini adalah menu yang cocok untuk menurunkan berat badan tanpa membuat kita merasa lapar.

    Keju cottage bisa dimakan dengan berbagai makanan bergizi lain, seperti buah-buahan, biji chia, dan granola.

    7. Roti Gandum

    Roti gandum kaya akan protein dan karbohidrat kompleks yang membuat kita merasa kenyang lebih lama. Dibandingkan dengan roti yang terbuat dari tepung, roti dari gandum lebih kecil kemungkinannya untuk meningkatkan kadar gula darah.

    Roti gandum bisa dimakan dengan berbagai menu, mulai dari telur, alpukat, stroberi, keju cottage, pisang, sampai tuna.

    8. Kacang-kacangan

    Segala jenis kacang-kacangan mengandung magnesium, potasium, antioksidan, dan lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung.

    Kacang-kacangan juga mengandung protein, lemak, dan serat yang membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    1 atau 2 sendok makan kacang-kacangan bisa ditambahkan pada greek yogurt, oatmeal, atau keju cottage untuk sarapan yang bernutrisi. Tetapi, perlu diingat kacang-kacangan tinggi akan kalori, sehingga terlalu banyak mengonsumsinya bisa menaikkan berat badan.

    9. Smoothie

    Smoothie bisa menjadi pilihan menu sarapan yang enak dan mengenyangkan. Campurkan air dan susu dengan buah-buahan. Bubuk protein juga bisa ditambahkan ke dalam smoothie untuk menambah nutrisinya.

    Jika detikers berolahraga di pagi hari, minum smoothie setelah olahraga bisa jadi pilihan dibandingkan sarapan berat.

    10. Buah-buahan

    Buah-buahan bisa jadi opsi sarapan ringan yang tetap mengenyangkan. Buah-buahan rendah kalori dan tinggi akan serat, vitamin, mineral, dan gula sederhana. Serat pada buah membuat tubuh lebih lambat menyerap gulanya, sehingga kita memiliki sumber energi yang lebih banyak.

    Buah utuh mengandung lebih banyak serat daripada jus buah. Ditambah lagi, jus buah dalam kemasan umumnya mengandung gula tambahan. Sehingga, sebaiknya konsumsilah buah utuh dibandingkan meminum jus.

    Untuk sarapan dengan gizi seimbang, konsumsi buah dengan makanan yang kaya akan protein seperti greek yogurt, keju cottage, atau telur.

    Memilih menu sarapan yang sehat dan mengenyangkan penting agar kita merasa kenyang lebih lama dan tidak mengemil sebelum makan siang. Sehingga pola makan menjadi lebih teratur dan diet penurunan berat badan pun bisa berhasil. Semoga bermanfaat!

    (fds/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Kebiasaan Simpel di Pagi Hari yang Ternyata Ampuh untuk Bakar Lemak di Perut


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal menjadi dambaan setiap laki-laki dan perempuan. Tak ayal, mereka yang memiliki berat badan berlebih akan melakukan segala cara untuk bisa mencapai angka yang diinginkan.

    Banyak strategi diet yang dipilih untuk bisa membantu menurunkan berat badan. Mulai dari diet yang aman, hingga diet ketat untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat yang justru bisa berisiko untuk kesehatan tubuh.

    Padahal, beberapa perubahan rutinitas sederhana di pagi hari dapat membantu seseorang lebih efektif menurunkan berat badan dengan aman. Dikutip dari Healthline, berikut rutinitas di pagi hari yang bisa membantu menurunkan berat badan:


    1. Sarapan dengan makanan berprotein tinggi

    Sarapan dianggap menjadi waktu terpenting untuk makan. Pasalnya, sarapan dengan menu makanan yang benar akan membantu seseorang merasa kenyang dan puas sampai siang hari. Mengonsumsi makanan tinggi protein juga dapat membantu mengurangi nafsu makan hingga siang hari, sehingga akan membantu dalam proses penurunan berat badan.

    Hasil penelitian pada 15 pria, sarapan berprotein tinggi akan membantu menurunkan kadar ghrelin atau ‘hormon kelaparan’ yang bertanggung jawab soal nafsu makan. Sarapan tinggi protein dinilai lebih efektif daripada yang tinggi karbohidrat. Pertimbangkan untuk mulai mengonsumsi telur, kacang-kacangan, biji chia, dan keju cottage.

    2. Minum banyak air putih

    Memulai pagi dengan meminum satu hingga dua gelas air putih dinilai sangat efektif membantu menurunkan berat badan. Pasalnya air dapat membantu meningkatkan pengeluaran energi atau jumlah kalori yang dibakar tubuh.

    Dalam sebuah penelitian penelitian, minum 500 ml air dapat meningkatkan laju metabolisme sebesar 30 persen. Serta, 500 ml air juga mampu mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi saat sarapan sebesar 13 persen.

    3. Menimbang berat badan

    Menggunakan timbangan setiap pagi dapat menjadi menjadi cara efektif untuk terus meningkatkan motivasi dan pengendalian diri dalam mencapai target penurunan berat badan. Selain itu, rutinitas ini bisa menumbuhkan perilaku atau kebiasaan sehat.

    Waktu yang tepat untuk menimbang badan setelah bangun tidur di pagi hari adalah sebelum makan atau minum apapun.

    4. Berjemur dengan sinar matahari

    Membuka tirai atau sekadar berjalan keluar ruangan untuk mendapatkan sinar matahari dinilai mampu membantu dalam upaya penurunan berat badan. Dengan paparan sinar matahari yang cukup, mampu memenuhi kebutuhan vitamin D seseorang.

    Membiarkan sinar matahari masuk atau duduk di luar ruangan selama 10-15 menit setiap pagi dapat memberikan efek yang menguntungkan selama proses penurunan berat badan.

    5. Memilih transportasi umum atau bersepeda ke tempat kerja

    Penelitian menunjukkan seseorang yang berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum memiliki kaitan dengan penurunan berat badan dan penurunan risiko penambahan berat badan.

    Mereka yang setiap hari bepergian menggunakan mobil cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih banyak dibanding mereka yang tidak. Serta, mereka yang aktif bersepeda atau berjalan kaki dikaitkan dengan indeks massa tubuh atau persentase lemak tubuh yang lebih rendah, daripada mereka yang menggunakan transportasi pribadi.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • ‘Skip’ Sarapan Bisa Bikin BB Cepat Turun? Nggak Juga, Ini Faktanya


    Jakarta

    Sarapan sering disebut waktu makan paling penting dalam sehari. Pasalnya, sarapan memberikan nutrisi dan energi yang dibutuhkan tubuh untuk mulai beraktivitas.

    Kendati demikian, sebagian orang beranggapan ‘skip’ sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Apakah benar demikian?

    Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Nutrients pada 2022, melewatkan sarapan dapat menyebabkan resistensi insulin dan kenaikan berat badan. Orang yang sering melewatkan sarapan juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas, hipertensi, diabetes, dan gangguan kesehatan lainnya.


    Sebaliknya, orang yang sarapan secara teratur justru lebih memiliki peluang menurunkan berat badannya. Pakar nutrisi Melissa Mitri, MS, RD mengatakan orang yang rajin sarapan cenderung memiliki pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat.

    “Ketika klien saya memprioritaskan sarapan, itu membantu mereka dalam mengurangi asupan kalori di waktu berikutnya,” ujarnya dikutip dari Eating Well, Selasa (13/8/2024).

    Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Tidak Sarapan?

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, melewatkan sarapan bisa menimbulkan banyak efek buruk bagi tubuh, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Adapun sejumlah hal yang dapat terjadi pada tubuh jika sering ‘skip’ sarapan, di antaranya:

    • Tubuh kekurangan energi
    • Keseimbangan hormon terganggu
    • Moody atau perubahan suasana hati yang tak menentu
    • Mudah cemas
    • Nafsu makan meningkat saat makan siang atau makan malam, sehingga meningkatkan jumlah kalori yang masuk ke tubuh
    • Risiko penyakit jantung meningkat
    • Metabolisme tubuh menurun

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Wanita Ini Berhasil Turunkan BB hingga 63 Kg, Ini Pola Makan yang Dijalaninya


    Jakarta

    Seorang ibu tiga anak membagikan pengalamannya yang pernah memiliki berat badan 103 kg. Wanita bernama Erin Drotleff ini bertekad untuk menurunkan bobot tubuhnya yang mulai menyiksanya.

    Wanita di Texas, Amerika Serikat, itu tumbuh dalam keluarga yang sehat. Saat itu, ibunya selalu memasak makanan rumahan yang sehat.

    Namun, seiring dengan kesibukan hidup dan waktu terbatas, orang tuanya mulai mengonsumsi lebih banyak makanan olahan dan camilan. Saat di sekolah menengah, berat badan Erin mulai bertambah dan membuatnya minder.


    “Di sekolah, teman-teman memanggil saya ‘paha besar’ dan ‘paus pantai’. Komentar-komentar itu tidak hanya di sekolah, saya juga mendengarnya di rumah,” ungkap Erin yang dikutip dari Mirror UK.

    “Saat itulah saya mengalami gangguan makan yang sakit parah,” lanjutnya.

    Mendengar komentar-komentar tersebut membuat wanita berusia 35 tahun itu semakin menarik dirinya. Ia mulai mencoba berbagai diet hingga obat penurun berat badan. Namun, tidak ada yang memberikan hasil jangka panjang. Berat badannya hanya turun sebentar dan kembali naik.

    “Saya mengalami obesitas. Asma saya parah, dan saya sering kehabisan napas,” kata Erin.

    “Saya mengalami nyeri kaki yang parah (plantar fasciitis), nyeri punggung, menstruasi yang berat, dan saya mengalami ruam keringat. Secara mental, saya merasa cemas, tertekan, dan marah. Saya tidak merasa seperti diri saya sendiri lagi,” tuturnya.

    Pada tahun 2022, Erin menghadiri pertemuan orang tua di sekolah anaknya yang harus berjalan di tiga lorong yang panjang. Di pertengahan jalan, ia mendengar seperti ada letupan keras dan rasa sakit yang parah di betisnya.

    Hal itu membuatnya harus menahan rasa sakit selama pertemuan berlangsung. Kejadian itu yang membuat Erin semakin serius untuk menurunkan berat badan.

    NEXT: Pola Diet yang Dijalani

    Pola Diet yang Dijalani

    Erin mengatakan setidaknya butuh waktu tiga bulan untuk bisa mulai melihat perubahan di tubuhnya. Saat itu, ia mengkonsumsi makanan sehat dan kegiatan yang dilakukan.

    “Saya memulai hari dengan sayuran dan kopi, diikuti dengan sarapan yang mengandung banyak protein seperti gandum atau telur. Makan siang dan malam berisi protein, jasmine rice atau beras melati, dan saus,” terang Erin.

    Meski diet, Erin tetap menyisakan ruang untuk makan camilan tapi dengan cara yang berbeda. Selain mengubah pola makan, Erin juga memilih untuk berolahraga dengan jalan kaki.

    “Jalan kaki selalu menjadi pilihan utama saya. Tetapi setelah enam bulan, saya mulai latihan beban dan menargetkan tiga sesi seminggu,” ujar dia.

    “Saya juga menantang diri untuk berlari, meskipun tidak menyukainya,” sambungnya.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • 5 Kesalahan saat Sarapan yang Tak Disadari Bikin Gampang Gemuk

    Jakarta

    Sarapan sering disebut sebagai waktu makan paling penting dalam sehari. Hal ini mungkin ada benarnya, karena sarapan memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan sepanjang hari.

    Mengonsumsi makanan yang tepat saat sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Sebaliknya, menu yang buruk atau kebiasaan sarapan yang tidak sehat bisa menghambat diet.

    Dikutip dari The Sun, berikut kesalahan saat sarapan yang bisa menyabotase penurunan berat badan.


    1.⁠ ⁠Berlebihan Mengonsumsi Kalori Kosong

    Mengonsumsi makanan atau minuman berkalori, terutama yang mengandung kalori kosong, juga dapat mengganggu program diet. Ahli fisiologi dan gizi olahraga dr Mayur Ranchordas mengungkapkan makanan-makanan tersebut dapat membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori sepanjang hari, sehingga meningkatkan risiko penambahan berat badan.

    “Jika Anda minum latte atau cappuccino penuh lemak dengan muffin, Anda mungkin berpikir ‘Saya hanya minum kopi dan muffin untuk sarapan’. Tapi itu kalori tinggi, dan tidak ada nilai gizinya. Itu sama dengan 700-800 kalori saat sarapan,” ungkapnya.

    “Jika Anda kemudian makan sandwich ayam dan bacon saat makan siang, Anda bisa melebihi asupan kalori harian Anda sebelum makan malam,” sambung Ranchordas

    2.⁠ ⁠Tidak Mengonsumsi Cukup Protein dan Lemak Sehat

    Sarapan yang sehat mengandung tiga komponen utama, yaitu protein, lemak, dan karbohidrat. Sayangnya, banyak menu sarapan yang gagal menyertakan ketiganya, sehingga membuat seseorang cepat merasa lapar dan makan berlebihan.

    “Aturan umum bagi para atlet adalah apakah makanan tersebut memberi Anda lemak sehat, protein yang baik, mineral dan vitamin, serta karbohidrat dalam jumlah sedang? Jika jawabannya ya, 9/10 mungkin itu makanan sehat,” kata Ranchordas.

    3.⁠ ⁠Mengonsumsi Gorengan Berminyak

    Mengonsumsi gorengan saat sarapan juga menjadi salah satu kesalahan yang bisa menyabotase penurunan berat badan. Hobson mengatakan gorengan cenderung mengandung banyak lemak jenuh dan kalori, sehingga membuat tubuh merasa lesu.

    Tak hanya itu, mengonsumsi gorengan secara berlebihan juga dikaitkan dengan risiko kanker usus.

    “Jumlah yang lebih kecil tidak apa-apa. Namun, ada banyak kaitan antara daging olahan dan kanker usus. Bacon dan sosis, misalnya, juga penuh garam yang tidak baik untuk tekanan darah,” terangnya.

    4.⁠ ⁠Makan Sambil Jalan

    Rutinitas yang padat kerap memaksa banyak orang untuk sarapan sambil berangkat kerja atau beraktivitas. Namun, kebiasaan ini ternyata bisa memberikan dampak buruk terhadap pengelolaan berat badan.

    “Ada kemungkinan Anda makan berlebihan jika tidak fokus pada makanan, dan jika terburu-buru, Anda berisiko mengalami gangguan pencernaan,” kata Hobson.

    Setiap orang memiliki waktu sarapan idealnya masing-masing. Beberapa orang mungkin sarapan sesaat setelah bangun tidur, sementara yang lain memilih menunggu 30 menit sampai satu jam setelah bangun tidur untuk sarapan.

    Hal itu sah-sah saja. Namun Hobson mengingatkan agar tidak menunggu sampai benar-benar merasa lapar untuk sarapan.

    “Menunggu hingga Anda kelaparan dapat membuat Anda mencari sesuatu yang tidak sehat,” pungkasnya.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Ternyata Ini Waktu Terbaik Sarapan dan Makan Malam untuk Hilangkan Lemak Perut


    Jakarta

    Peneliti telah menentukan waktu terbaik untuk sarapan dan makan malam jika ingin menghilangkan lemak perut. Sebuah studi baru yang dilakukan oleh peneliti Spanyol menunjukkan bahwa diet seseorang juga dapat membantu menghilangkan lemak perut, semuanya berkaitan dengan waktu makan.

    Sebuah tim ilmuwan yang dipimpin oleh Universitas Granada dan Universitas Negeri Navarra meneliti manfaat puasa intermiten dalam hal mengurangi lemak.

    Puasa intermiten mengacu pada tidak makan untuk jangka waktu yang lama, sering kali dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori pada hari-hari tertentu dalam sepekan atau tidak makan di antara waktu makan malam dan waktu makan pertama pada hari berikutnya.


    Salah satu jenis puasa intermiten yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir melibatkan pengurangan jumlah jam yang dihabiskan untuk makan dan perpanjangan jam puasa-tidak makan-setiap hari. Ini dikenal sebagai makan dengan pembatasan waktu.

    Dalam penelitian tersebut, waktu makan peserta dikurangi menjadi 6-8 jam. Penelitian tersebut melibatkan 197 peserta berusia antara 30 dan 60 tahun yang mencoba tiga metode puasa berbeda selama 12 minggu. Berikut ini pembagiannya.

    Puasa dini: makan antara pukul 9 pagi dan 5 sore (49 peserta)

    Puasa larut: makan antara pukul 2 siang dan 10 malam (52 peserta)

    Puasa yang dipilih sendiri: memilih slot waktu makan yang diinginkan, biasanya antara pukul 12 malam dan 8 malam (47 peserta)

    49 peserta sisanya mengikuti program edukasi gizi tentang diet Mediterania dan gaya hidup sehat.

    Temuan penelitian mengungkapkan bahwa puasa intermiten tidak lebih efektif daripada program nutrisi dalam mengurangi lemak visceral, lapisan lemak yang berada lebih dalam di rongga perut dan mengelilingi organ vital.

    Namun, kelompok yang berpuasa, terlepas dari jenis puasa mereka, kehilangan lebih banyak berat badan (rata-rata 3 hingga 4 kg) dibandingkan dengan peserta yang makan secara normal.

    Kelompok yang berpuasa lebih dini kehilangan lebih banyak lemak subkutan perut dibandingkan kelompok lain yang kehilangan lebih banyak lemak subkutan perut, yakni lemak yang berada tepat di bawah kulit perut. Artinya, sarapan pada pukul 9 pagi dan makan malam sebelum pukul 5 sore bisa jadi cara terbaik, menurut penelitian yang dipublikasikan di Nature Medicine.

    Seorang profesor madya di Fakultas Ilmu Olahraga di Universitas Granada, Jonatan Ruiz, mengatakan kepada Sun Health mengatakan makan dengan batasan waktu, khususnya menyelesaikan makan sebelum pukul 5 sore, bisa menjadi strategi praktis dan efektif untuk mengelola berat badan dan mengurangi lemak perut setelah periode makan berlebihan.

    “Pendekatan ini selaras dengan ritme sirkadian alami, yang meningkatkan kesehatan metabolisme dan pengurangan lemak,” katanya, dikutip dari The Sun.

    “Jika Anda sarapan sekitar pukul 8 pagi dan makan terakhir sekitar pukul 10 malam, ini berarti jendela makan Anda sekitar 14 jam sedangkan jendela puasa Anda adalah 10 jam,”

    Makan pada waktu yang tidak teratur atau larut malam dapat mengganggu ritme biologis tubuh dan meningkatkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2 , klaim tim studi.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Lewatkan Sarapan Bisa Turunkan BB? Cek Faktanya!

    Jakarta

    Sarapan adalah makanan pagi yang membatalkan puasa semalaman. Ada orang-orang yang melewatkan sarapan dengan tujuan tertentu, salah satunya menurunkan berat badan.

    Kendati demikian, menurut ahli diet Claire Rifkin, MS, RDN, melewatkan sarapan bisa menghilangkan kesempatan untuk menutrisi tubuh dan pikiran secara efektif. Hal ini juga bisa membuat keinginan makan yang lebih kuat nantinya.

    Melewatkan Sarapan Bisa Turunkan BB?

    Melewatkan sarapan mungkin terkesan menjadi cara sederhana untuk mengurangi kalori. Tapi, hal ini justru dapat membuat tubuh lapar sepanjang hari. Nantinya ada rasa ingin ngemil dan makan dalam porsi besar, sehingga membuat jumlah kalori melonjak.


    Dikutip dari laman Eating Well, dalam sebuah penelitian, melewatkan sarapan justru dikaitkan dengan penambahan berat badan dan resistensi insulin. Selain itu, hal ini juga bisa berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan. Bahkan, orang yang sering melewatkan sarapan berisiko mengalami obesitas, hipertensi, hingga diabetes.

    Melewatkan makan saat lapar bisa menghambat hormon lapar dan kenyang, yang sebenarnya ada karena suatu alasan. Hormon leptin dan ghrelin membantu mengatur nafsu makan degan sehat, sehingga sangat penting untuk menjaga hormon ini pada tingkat yang optimal.

    Dikutip dari laman Cleveland Clinic, leptin dan ghrelin terlibat dalam pengendalian nafsu makan dan rasa kenyang. Ghrelin diproduksi di lambung dan memberi sinyal ke otak saat lapar, sementara leptin memberi tahu otak kapan tubuh memiliki cukup energi yang tersimpan dan merasa kenyang.

    Ketika tubuh tidak mendapat sinyal yang tepat dari hormon-hormon ini, bisa jadi orang yang mengalaminya akan melewatkan waktu makan saat tubuh membutuhkannya, atau makan makanan rendah nutrisi berlebihan karena kelaparan.

    Jadi, menyadari dan menghargai sinyal lapar dan kenyang dari tubuh merupakan cara untuk menerapkan ‘mindful eating’, sekaligus mencegah kebiasaan melewatkan waktu makan.

    “Ketika klien saya memprioritaskan sarapan, hal itu membantu mengurangi asupan kalori mereka di kemudian hari ketika kebiasaan sehat mudah terlupakan,” kata ahli diet Melissa Mitri, MS, RD.

    “Penelitian menunjukkan mereka yang sarapan secara teratur cenderung memiliki berat badan lebih rendah,” tambahnya.

    Dampak Melewatkan Sarapan

    Tak hanya berpotensi menaikkan berat badan, melewatkan sarapan bisa menimbulkan banyak efek jangka pendek atau jangka panjang. Berikut di antaranya:

    • Merasa lebih moody atau cemas
    • Membahayakan kesehatan jantung
    • Tubuh kekurangan energi
    • Metabolisme tubuh menurun.

    Ditinjau oleh:Mhd. Alrdian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • 3 Resep Pancake yang Empuk Manis Buat Sarapan

    Jakarta

    Pancake termasuk kudapan populer. Biasanya dinikmati sebagai dessert atau menu sarapan. Ada beberapa resep yang dapat dicontek untuk bikin pancake istimewa.

    Pancake merupakan kudapan yang populer asal Amerika. Biasanya, dinikmati dengan tambahan butter atau sirup maple. Beberapa kreasinya juga ditambahkan aneka saus manis maupun es krim.

    detikFood merangkum 3 resep pancake yang fluffy dan manis untuk sarapan. Di antaranya ada pancake dengan tambahan pisang, saus mangga, maupun dicampurkan Oreo.


    Berikut 3 resep pancake yang lezat untuk sarapan.

    1. Resep Pancake Oreo

    Resep Pancake OreoResep Pancake Oreo Foto: Mashed/Watkins

    Oreo bisa dijadikan campuran adonan pancake yang manis. Warna adonan yang dicampur dengan Oreo menjadi cokelat kehitaman. Tambahkan topping krim kocok dan remahan biskuit Oreo agar lebih enak.

    Resep Pancake Oreo

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 Sedang 2
    Daerah Asal Masakan : –
    Kategori Masakan : Kue

    Bahan Bahan

    • 1,5 cup (173 gram) tepung terigu

    • 50 gram bubuk kakao
    • 3 sdm gula
    • 2 sdt baking powder
    • 1/4 sdt salt
    • 1,5 cup (354 ml) susu full cream
    • 3 sdm mentega tawar (lelehkan)
    • 2 telur
    • 2sdt ekstrak vanilla

      Bahan Krim Isi:

    • 0,5 cup (115 gram) mentega (dihaluskan)

    • 2 cups (400 gram) gula halus
    • 2 sdm heavy cream
    • 1sdt ekstrak vanilla

      Topping:

    • Krim kocok

    • Biskuit Oreo (hancurkan)

    Cara Memasak:

    1. Buatlah adonan dengan mencampurkan semua bahan kering. Lalu, pada bagian tengah buat lubang untuk mencampurkan susu, mentega cair, telur, dan ekstrak vanilla.

    2. Campurkan bahan yang cair itu tanpa mengaduk bagian keringnya. Setelah bahan basah tercampur merata, barulah aduk perlahan bagian adonan keringnya.

    3. Untuk membuat isiannya, taruh mentega lunak dan kocok hingga mengembang. Tambahkan juga gula bubuk ke dalam mangkuk dan kocok hingga tercampur. Lalu, tambahkan krim kental dan vanili untuk diaduk bersamaan. Setelah jadi, simpan krim terlebih dahulu dalam kulkas.

    4. Kemudian, panaskan wajan dengan api sedang, lalu tambahan butter atau cooking spray. Kemudian, tuangkan adonan dengan ukuran sedang (1/3 cangkir).

    5. Masak hingga bagian atasnya tampak gelembung, sekitar 2 menit kemudian balik. Masak sampai adonan habis atau sekitar 9 buah pancake.

    6. Setelah semua adonan pancake jadi, diamkan sekitar 15 menit. Penyajiannya dengan menumpuk pancake satu per satu.

    7. Setiap tumpukkannya diberikan krim vanilla. Bagian atasnya tambahkan krim kocok dan biskuit Oreo yang dihancurkan. Sajikan juga dengan buah segar favorit.

    2. Resep Pancake Saus Mangga

    Pancake juga terasa nikmat jika dikombinasikan dengan saus buah yang segar. Salah satunya saus mangga dengan sensasi rasa asam dan manis.

    Resep Pancake Saus Mangga

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    45 Sedang 2
    Daerah Asal Masakan : –
    Kategori Masakan : Kue

    Cara Memasak:

    1. Campur bahan kering jadi satu, sisihkan,
    2. Kemudian siapkan susu dan mentega leleh di wadah lain dengan campuran vanili. Kocok semua bahan hingga tercampur.
    3. Tuangkan campuran susu dan mentega leleh ke dalam wadah bahan kering. Aduk perlahan hingga adonan tercampur.
    4. Pecahkan telur dan ambil putihnya pada wadah terpisah. Aduk menggunakan mikser sampai mengembang halus.
    5. Tuangkan secara bertahap dalam adonan tepung, aduk perlahan dan ringan hingga tercampur rata.
    6. Panaskan wajan antilengket datar di atas api sedang. Oleskan sedikit mentega dan masak 1 sendok sayur adonan pancake ke atas wajan.
    7. Balikkan pancake jika bagian bawahnya sudah matang. Setelah kedua sisi matang, angkat dan sisihkan.
    8. Siapkan saus mangga dengan menghaluskan 100 gram buah mangga dalam blender. Tambahkan 1 sdm air lemon.
    9. Sajikan pancake dengan saus mangga yang asam manis.

    3. Resep Pancake Pisang

    Resep Pancake PisangResep Pancake Pisang Foto: Getty Images

    Jika ingin pancake yang lebih bernutrisi, bisa menambahkan irisan pisang ke dalam adonannya. Pakai pisang ambon untuk sensasi manis dan bertekstur lembut. Yuk, ikuti resepnya!

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    45 Sedang 2
    Daerah Asal Masakan : –
    Kategori Masakan : Kue

    Bahan Bahan

    • 200 g tepung terigu
    • 60 g gula pasir
    • 2 sdt baking powder double acting
    • 1/4 sdt soda kue
    • 1/2 sdt garam
    • 300 ml susu cair
    • 4 sdm mentega. lelehkan
    • 1 sdt esens vanili
    • 1 kuning telur
    • 3 putih telur
    • 2 buah pisang Ambon, potong-potong

      Pelengkap:

    • Pisang ambon

    • Selai stroberi

    Cara Memasak:

    1. Campur bahan kering jadi satu, sisihkan,
    2. Kemudian siapkan susu dan mentega leleh di wadah lain dengan campuran vanili. Kocok semua bahan hingga tercampur.
    3. Tuangkan campuran susu dan mentega leleh ke dalam wadah bahan kering. Aduk perlahan hingga adonan tercampur.
    4. Pecahkan telur dan ambil putihnya pada wadah terpisah. Aduk menggunakan mikser sampai mengembang halus.
    5. Tuangkan secara bertahap dalam adonan tepung, aduk perlahan dan ringan hingga tercampur rata.
    6. Masukkan irisan pisang ke dalam adonan, lalu tuang satu sendok sayur adonan ke atas wajan antilengket yang telah dipanaskan.
    7. Balikkan pancake jika permukaan bawahnya sudah matang. Masak semua adonan dengan tahap yang sama.
    8. Sajikan pancake pisang dengan selai stroberi.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Dikukus atau Direbus? Manfaatnya Beda Lho, Jangan Salah Pilih

    Jakarta

    Tren sarapan sehat belakangan ini diwarnai menu rebus-rebusan dan kukusan, yang mudah sekali ditemukan setiap pagi di sekitar area perkantoran. Ada bagusnya sih, minimal lebih sehat dibanding sarapan gorengan.

    Selain lebih sehat, sarapan rebusan dan kukusan juga murah meriah. Mulai dari harga Rp 2 ribu per potong, hingga paketan seharga Rp 10-20 ribu, sudah bisa buat ganjal perut hingga waktunya makan siang.

    Menunya beragam, seperti ubi, pisang kepok, singkong, labu kuning, jagung, edamame, telur, dan beberapa sayuran lain. Ada yang direbus, ada yang dikukus.


    Nah ada yang tahu nggak, bedanya dikukus sama direbus? Kita bahas satu persatu yuk.

    Dikukus

    Ini nih yang populer dengan istilah ‘kukusan’ belakangan ini. Prinsipnya, bahan makanan dipanaskan dengan uap atau steam dalam wadah tertentu yang disebut kukusan.

    Makanan yang dikukus cenderung lebih mudah diterima lambung di pagi hari. Kandungan serat alaminya tetap terjaga sehingga rasa kenyang dapat bertahan cukup lama. Penggunaan bumbu yang digunakan sangat minim, menyajikan rasa asli dari bahan alami lebih terasa.

    Selain itu, proses memasaknya relatif singkat dan sederhana. Cukup menyiapkan bahan, menaruhnya di kukusan dengan air di bawahnya, dipanaskan lalu ditunggu beberapa menit. Ini membuat menu kukusan cocok untuk orang yang waktunya mepet di pagi hari, seperti mahasiswa dan pekerja.

    Mengukus membuat makanan matang perlahan tanpa bersentuhan dengan air. Ini membantu menjaga warna, rasa, mineral, dan vitamin tetap bertahan. Ubi kukus rasanya lebih manis, labu terasa lebih harum, dan pisang kepok kukus punya rasa yang enak tanpa perlu tambahan apa pun.

    Saat ini, jajanan kukusan juga semakin mudah ditemui, terutama di sekitar stasiun KRL. Booth kecil yang menjual ubi, singkong, jagung, edamame, hingga telur banyak muncul pada jam-jam berangkat kerja atau sekolah. Hal ini membuat sarapan sehat tetap bisa dilakukan meski tidak sempat memasak di rumah.

    Direbus

    Merebus membuat bahan makanan terendam di air panas. Pada sayuran, terutama yang kaya vitamin C dan vitamin B, sebagian nutrisinya bisa ikut larut ke dalam air rebusannya. Itu sebabnya sayur rebus kadang warnanya memudar dan rasanya lebih hambar.

    Metode rebus bukan berarti lebih tidak sehat karena hal tersebut. Pada bahan seperti singkong, jagung, telur, dan kacang-kacangan, perebusan justru menjadi metode yang paling cocok. Ketika makanan dipanaskan dalam air, sebagian antinutrisi seperti fitat menurun karena ikut larut dalam air, sehingga mineral di dalamnya bisa lebih mudah diserap tubuh.

    Perebusan juga melunakkan serat keras yang ada di bahan makanan, membuat makanan lebih mudah dicerna tanpa harus terlalu lama di lambung. Khusus singkong, perebusan juga penting untuk keamanan karena membantu menurunkan senyawa sianogenik yang berpotensi menjadi sianida.

    Jika ingin vitamin yang larut air tetap bisa dikonsumsi, air rebusannya bisa ikut diminum atau dijadikan kuah. Ini terutama berlaku pada sayuran dan umbi yang direbus, karena sebagian nutrisinya memang berpindah ke dalam air saat proses pemasakan.

    Apa itu Zat Antinutrisi?

    Beberapa bahan pangan seperti singkong, jagung, dan kacang-kacangan mengandung senyawa alami yang disebut antinutrisi. Zat ini tidak berbahaya dalam jumlah kecil, tetapi bisa menghambat penyerapan gizi tertentu bila bahan tidak dimasak dengan benar.

    Pada kacang-kacangan dan jagung, ada kandungan fitat yang dapat mengikat mineral seperti zat besi dan kalsium. Proses perebusan membantu melarutkan sebagian fitat ke air, sehingga mineral di dalam bahan tersebut lebih mudah diserap tubuh. Penelitian yang terbit di International Journal of Food Science & Technology tahun 2021 menunjukkan bahwa perebusan dapat menurunkan kadar fitat pada kacang hingga lebih dari 95 persen.

    Khusus pada singkong, terdapat senyawa glikosida sianogenik yang dapat melepaskan sianida bila tidak dimasak sempurna. Perebusan dengan air mendidih menjadi cara paling efektif untuk menurunkan kadar senyawa ini secara signifikan, karena sebagian besar senyawa sianogenik akan larut ke air rebusan. Penelitian terbaru dalam Food and Energy Security tahun 2024 menunjukkan bahwa perebusan mampu menurunkan kadar sianida lebih besar dibandingkan dengan pengukusan.

    Mana yang Lebih Sehat?

    Sebenarnya, keduanya sama-sama sehat kok. Baik kukusan maupun rebusan adalah metode memasak yang tidak membutuhkan tambahan minyak atau mentega, sehingga asupan lemak tetap terkontrol. Ini membuat keduanya cocok sebagai pilihan sarapan sehat yang terasa lebih ringan untuk tubuh.

    Perbedaannya ada pada kandungan nutrisi yang berubah. Mengukus cenderung lebih baik dalam mempertahankan vitamin yang sensitif terhadap panas, sehingga pas digunakan untuk meminimalkan zat gizi yang hilang. Sementara merebus lebih efektif untuk bahan yang seratnya lebih keras, seperti singkong, jagung, dan kacang-kacangan, karena membantu melunakkan teksturnya dan membuat nutrisinya lebih mudah dicerna.

    Jadi tidak hanya soal memilih mana metode yang lebih unggul, tetapi menyesuaikan cara memasak dengan bahan yang digunakan dan waktu memasak yang tersedia. Selama tidak ada penambahan minyak berlebih, keduanya sudah termasuk metode memasak yang baik dan mendukung sarapan yang sehat.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com