Tag: sarapan

  • Apakah Sarapan Mie Instan Menyehatkan? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Sarapan sehat tentunya yang bergizi seimbang. Namun, sebagian orang memilih menu yang justru mengenyangkan, seperti mie instan. Apakah menyehatkan?

    Setiap orang memiliki menu sarapan favorit mereka masing-masing. Di antaranya ada yang mengonsumsi makanan sehat, tak jarang juga yang lebih mementingkan rasa dan porsinya.

    Mie instan kerap dijadikan menu sarapan oleh banyak orang. Proses memasaknya yang praktis membuat mie instan disukai, apalagi rasanya enak dan mengenyangkan.


    penjelasan sarapan mie instanpenjelasan sarapan mie instan Foto: Getty Images/iStockphoto

    Beberapa orang menyantap mie instan dengan tambahan telur saat sarapan. Banyak juga yang mencampurkannya dengan sayuran, daging olahan, bahkan nasi.

    Namun, apakah mie instan aman dikonsumsi untuk sarapan? Seorang ahli nutrisi menjelaskan tentang mengonsumsi mie instan saat sarapan, seperti dilansir dari VNExpress (7/11).

    Perlu diketahui kalau mie instan mengandung kalori sekitar 188 kkal. Para ahli juga tidak menyarankan untuk mengonsumsi mie instan saat sarapan.

    Para ahli juga mengungkapkan kalau terlalu banyak mengonsumsi mie instan ini akan membahayakan bagi kesehatan. Meski sangat menggemari mie instan, asupannya perlu diperhatikan.

    Jangan mengonsumsi mie instan setiap hari. Frekuensi mengonsumsi yang ideal adalah antara 2 atau 3 kali saja dalam seminggu.

    Dr. Tu Ngu, ahli nutrisi asal Vietnam menjelaskan kalau mie instan tidak memiliki nutrisi yang sehat, seperti protein dan serat. Sehingga mengonsumsinya akan menimbulkan risiko malnutrisi dalam jangka panjang.

    Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan menambahkan bahan sehat yang mengandung protein dan serat. Misalnya menambahkan daging, telur, seafood, dan sayuran agar mie instan memiliki nilai gizi yang cukup.

    Perlu diperhatikan juga untuk tidak menambahkan makanan yang mengandung lemak tinggi ke dalam mie instan. Karena, mie instan itu sendiri sudah mengandung banyak lemak.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • Bahaya! 5 Kebiasaan Ngopi Ini Bikin Berat Badan Melonjak


    Jakarta

    Sering dianggap sepele, beberapa kebiasaan saat minum kopi justru kurang sehat dan bahkan bisa memicu kenaikkan berat badan secara signifikan.

    Kopi sudah lama menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Dari sekadar teman begadang hingga ritual pagi sebelum beraktivitas, secangkir kopi dianggap mampu menambah energi dan fokus. Tak heran, kafe dengan beragam menu kopi terus bermunculan dan ramai pengunjung.

    Namun di balik kenikmatannya, kebiasaan minum kopi ternyata bisa membawa dampak yang tidak selalu baik. Apalagi jika dikombinasikan dengan bahan tambahan tertentu atau dikonsumsi dengan cara yang keliru.


    Alih-alih menyehatkan, kebiasaan ini justru berpotensi menambah asupan kalori, mengacaukan pola makan, bahkan memengaruhi kondisi hormon.

    Dilansir dari Parade (24/09/2025), penting bagi penikmat kopi untuk memahami kebiasaan kecil yang sering dilakukan tanpa sadar, tetapi diam-diam bisa menaikkan berat badan.

    Berikut ini 5 kebiasan ngopi yang bikin berat badan melonjak:

    1. Kopi dengan Perisa

    how to make coffee latte artcoffee latte art Foto: Ilustrasi Getty Images/iStockphoto/

    Kopi hitam sejatinya rendah kalori dan aman untuk dikonsumsi. Namun, masalah muncul ketika berbagai perisa seperti vanila, moka, atau karamel ditambahkan ke dalamnya. Umumnya, kafe tidak menggunakan bahan alami murni untuk racikan kopi, melainkan sirup gula yang membuat kandungan kalori melonjak.

    Sebagai contoh, segelas cinnamon dolce latte ukuran grande di Starbucks mencapai 340 kalori, setara dengan seporsi makanan berat. Untuk menyiasati hal ini, ahli gizi merekomendasikan menaburkan kayu manis asli sebagai pengganti rasa atau perisa di atas kopi.

    Selain menambah aroma dan rasa, bubuk kayu manis juga memiliki sifat antiinflamasi serta membantu menstabilkan kadar gula darah. Dengan begitu, kenikmatan kopi tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kesehatan maupun timbangan tubuh.

    2. Tambahan Pemanis Buatan

    Banyak orang mengganti gula dengan pemanis buatan, berharap kopi tetap manis tanpa tambahan kalori. Namun, penelitian menunjukkan bahwa bahan seperti aspartam, sukralosa, atau sakarin justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan usus. Selain itu, rasa manis yang terlalu intens membuat lidah terbiasa sehingga tubuh semakin menginginkan makanan manis.

    Akibatnya, risiko kenaikan berat badan tetap ada meski kalori lebih sedikit. Sebagai alternatif, madu atau sirup maple bisa digunakan dalam jumlah terbatas, misalnya satu sendok makan.

    Meski tetap mengandung gula, keduanya menawarkan vitamin B dan mineral seperti zinc serta mangan. Pilihan lain adalah rempah alami, seperti kayu manis lebih aman dan menyehatkan.

    3. Kopi Sebagai Pengganti Sarapan

    Benarkah Minum Kopi Sebelum Sarapan Picu Maag?Sarapan kopi. Foto: Getty Images/hxyume

    Banyak orang melewatkan sarapan demi mengurangi kalori, lalu hanya mengandalkan secangkir kopi. Menurut pakar gizi, kebiasaan ini tidak selalu buruk, terutama jika dilakukan sebagai bagian dari pola intermittent fasting. Minum kopi hitam di pagi hari lalu makan sekitar pukul 11 siang dapat membantu mengontrol gula darah sekaligus menjaga berat badan. Namun, ada pengecualian.

    Bagi mereka yang berolahraga di pagi hari, tubuh membutuhkan asupan lebih cepat karena olahraga menurunkan kadar gula. Jika hanya minum kopi, rasa lapar berlebih bisa muncul dan memicu makan berlebihan di kemudian waktu.

    Jadi meski bisa bermanfaat bagi sebagian orang, pola ngopi ini tetap harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan tujuan kesehatan masing-masing.

    4. Kopi Bisa Ganggu Hormon

    Meski terkenal sebagai penyemangat, kopi juga bisa menimbulkan dampak negatif, terutama jika diminum saat perut kosong. Kafein dapat merangsang produksi hormon kortisol, dikenal sebagai hormon stres, yang terkait dengan peningkatan berat badan. Alih-alih merasa segar, sebagian orang justru mengalami cemas, jantung berdebar, atau kelelahan setelah efek kopi mereda.

    Hal ini menandakan adanya gangguan pada sistem hormonal yang bekerja ekstra keras. Jika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman setelah minum kopi, sebaiknya konsumsi dikurangi atau diganti dengan minuman lain yang lebih ringan.

    Intinya, memperhatikan reaksi tubuh adalah langkah penting agar kopi tetap menjadi teman produktivitas, bukan pemicu masalah kesehatan.

    5. Menikmati Kopi dengan Pastry

    Slice of Sachertorte or Chocolate cake served with fresh cream and coffeeMenikmati Kopi dengan Pastry. Foto: iStock

    Pasangan klasik kopi dan pastry memang sulit ditolak. Donat, muffin, hingga roti pisang sering menjadi teman minum kopi yang praktis. Sayangnya, pilihan ini jarang memberi nilai gizi berarti, justru menambah asupan gula dan kalori berlebih. Sebagai ilustrasi, satu biji muffin rata-rata mengandung 510 kalori dan 49 gram gula, angka yang cukup tinggi hanya untuk camilan pagi.

    Jika kebiasaan ini dilakukan rutin, usaha menurunkan berat badan bisa berakhir sia-sia. Bukan berarti harus sepenuhnya menghindari, tetapi cobalah lebih selektif.

    Memilih camilan kaya serat atau protein, seperti roti gandum atau buah segar, bisa menjadi alternatif lebih sehat tanpa mengurangi kenikmatan menyeruput kopi hangat.

    (sob/dfl)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد Source : unsplash.com / Rachel Park

  • Waspada! Kebiasaan Telat Sarapan Bisa Picu Risiko Kematian Dini


    Jakarta

    Sebuah studi terbaru menemukan adanya kaitan antara waktu sarapan, dengan risiko kematian dini pada orang lanjut usia.

    Sarapan dipercaya sebagai waktu makan yang paling penting sepanjang hari. Selain untuk menambah energi, sarapan bisa membuat tubuh lebih segar, tidak gampang mengantuk sampai membuat orang lebih fokus.

    Selain itu banyak juga manfaat kesehatan dari sarapan, seperti penelitian yang menyorot kaitan antara waktu sarapan dan risiko kematian dini.


    Dilansir dari Unilad (19/09/2025), penelitian jangka panjang yang dilakukan oleh tim peneliti internasional ini menyoroti bahwa semakin siang seseorang sarapan, semakin tinggi pula risiko kesehatannya di masa tua.

    Closeup of a cheerful young couple picking some fruit and veggies from the fridge to make some healthy breakfast on Sunday morning. Shot from inside the working fridge.Pola sarapan. Foto: iStock

    Temuan ini memang tidak serta-merta menunjukkan efek jika sarapan di siang hari akan memperpendek usia, namun data yang dihimpun selama beberapa dekade menunjukkan adanya pola yang konsisten.

    Data penelitian berasal dari hampir 3.000 orang dewasa di Newcastle dan Manchester, Inggris, yang diamati sejak 1983 hingga 2017. Dengan rentang usia peserta dari 42 hingga 94 tahun. Ketika semua peserta bergabung, mereka diminta mengisi kuesioner mengenai kesehatan, gaya hidup serta pola makan.

    Hasilnya menunjukkan seiring bertambahnya usia, orang akan cenderung makan lebih siang atau telat makan. Baik saat sarapan maupun makan malam. Pergeseran waktu makan tersebut ternyata berkaitan dengan menurunnya kondisi fisik dan mental.

    Peneliti menemukan, semakin siang seseorang makan pertama kali di hari itu maka akan meningkatkan risiko kematian selama periode studi sebesar 8% hingga 11%. Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa hubungan ini tidak serta-merta berarti sebab-akibat.

    closeup of fresh eggs breakfastSarapan. Foto: Getty Images/iStockphoto/DimaSobko

    Kebiasaan makan lebih siang bisa menjadi cerminan adanya gangguan kesehatan, seperti sulit bangun, menurunnya nafsu makan, atau kondisi mental yang membuat persiapan seseorang untuk makan terasa lebih berat.

    Ahli gizi dari Harvard Medical School, Hassan Dashti, yang terlibat dalam studi ini menjelaskan bahwa waktu sarapan bisa menjadi indikator sederhana status kesehatan seseorang terutama pada kelompok lansia.

    Menurutnya penelitian ini membantu memahami bagaimana pergeseran waktu makan seiring bertambahnya usia terkait erat dengan kesehatan dan harapan hidup.

    Dengan demikian, waktu sarapan bukan hanya soal rutinitas, melainkan juga bisa menjadi petunjuk penting untuk memantau kondisi tubuh di usia lanjut.

    (sob/dfl)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد Source : unsplash.com / Rachel Park

  • Waspadai Konsumsinya, 5 Menu Sarapan Ini Bikin Gula Darah Melonjak


    Jakarta

    Menu sarapan penting diperhatikan agar energi tetap stabil dan kesehatan terjaga. Sebaiknya, batasi konsumsi menu sarapan yang bikin gula darah melonjak tajam berikut.

    Sarapan merupakan kebiasaan makan pagi yang penting untuk memasok energi harian. Sarapan juga berfungsi meningkatkan konsentrasi, mood, hingga bantu memenuhi kebutuhan nutrisi.

    Dalam memilih menu sarapan, sebaiknya jangan sembarangan jika ingin mendapat maksimal. Beberapa makanan mengandung nutrisi yang kurang baik untuk kesehatan, seperti yang membuat gula darah melonjak tajam.


    Jika kondisi ini dibiarkan, kamu mungkin mengalami efek negatif. Misalnya cepat haus, sering buang air kecil, hingga mudah lelah dan mengantuk.

    Dilansir dari Everyday Health (20/5), inilah 5 menu sarapan yang bikin gula darah melonjak tajam. Batasi konsumsinya jika tak ingin merasakan efek samping.

    1. Roti tawar, nasi, dan pasta

    Roti tawar, nasi, dan pasta adalah sumber karbohidrat olahan yang berarti sebagian besar seratnya dihilangkan selama pemrosesan. Ketiadaan serat membuat konsumsi deretan makanan tersebut bisa memicu lonjakan gula darah.

    Lebih baik pilih makanan bersumber bijian utuh, seperti roti gandum utuh, pasta gandum utuh, dan beras merah. Makanan ini mengandung serat yang berperan penting dalam mengatur gula darah.

    Kalaupun tetap mau menyantap sumber karbohidrat olahan, coba pasangkan dengan daging tanpa lemak, sumber lemak sehat, maupun sumber serat yang bisa mencegah lonjakan gula darah.

    2. Minuman manis

    Mengawali pagi dengan konsumsi minuman manis bukanlah ide bagus. Ahli gizi Rasa Kazlauskaite mengatakan sangat sulit mengontrol kadar gula darah jika seseorang mengonsumsi minuman tidak sehat itu.

    Selain tinggi gula, minuman manis, seperti soda, es teh manis, dan juus buah kemasan, tidak mengandung serat. Konsumsinya juga tidak bikin puas dan kenyang. Tak terkandung pula nutrisi lain seperti protein dan lemak. Lebih baik perbanyak minum air putih. Jika bosan rasa air putih, boleh tambahkan irisan buah segar.

    3. Makanan cepat saji

    Meski praktis, hindari sarapan makanan cepat saji. Burger, kentang goreng, hingga nugget yang kamu beli dari restoran cepat saji mengandung kalori dan lemak tinggi.

    Selain itu, makanan cepat saji bersifat tinggi gula dan merupakan jenis karbohidrat olahan yang berpotensi menaikkan kadar gula darah dengan cepat.

    4. Kentang

    Kentang dan sayuran berpati lainnya, seperti kacang polong dan jagung, juga berpotensi memicu kenaikan gula darah dengan cepat. Namun ahli gizi memperingatkan bukan berarti kentang tak boleh dikonsumsi. Kentang tetap mengandung banyak nutrisi baik penting untuk kesehatan.

    Selain itu, konsumsi kentang dan sayuran berpati dengan sumber lemak sehat, serat, dan protein minim lemak. Jenis makanan ini bisa mengurangi kemungkinan fluktuasi gula darah.

    5. Susu gandum

    Sering kali susu nabati dianggap lebih sehat daripada susu hewani, seperti susu sapi yang jamak dikonsumsi. Faktanya tidak selalu begitu. Susu gandum (oat) contohnya, bisa mengandung jumlah yang sangat banyak. Begitu juga dengan susu kedelai kemasan.

    Saat membeli susu nabati, pilihlah susu tanpa pemanis, yang memiliki lebih sedikit gula. Hindari juga mengonsumsinya berlebihan agar gula darah tak melonjak tajam.

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • 5 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Usai Sikat Gigi Pagi Hari


    Jakarta

    Sikat gigi sebelum sarapan merupakan hal yang penting dilakukan. Namun, setelah sikat gigi, sebaiknya hindari mengonsumsi 5 makanan ini yang bisa berdampak buruk pada kesehatan gigi.

    Menyikat gigi sebelum sarapan sangat dianjurkan demi menjaga kebersihan mulut optimal. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan plak dental yang tertimbun sejak malam, sehingga meminimalisir respon asidogenik dari bakteri.

    Namun, makanan dan minuman yang dikonsumsi saat sarapan setelah sikat gigi perlu diperhatikan. Sebab, ada yang berdampak besar pada kesehatan gigi.


    Dr, Andrej Bozic, ahli bedah mulut di Dentum menjelaskan, “Tepat setelah menyikat gigi, email gigi Anda lebih rentan, dan apa yang Anda makan atau minum dapat melindungi atau merusak gigi.”

    Untuk memastikan gigi setiap individu sehat, dokter ini mencantumkan daftar makanan dan minuman yang harus dihindari.

    Melansir dailyrecord.co.uk (11/09/2024), berikut daftarnya!

    1. Jus jeruk

    Ilustrasi jus jerukJus jeruk sebaiknya dihindari karena tingkat keasaman tinggi dapat mengikis email gigi. Foto: Getty Images/DianaHirsch

    Beberapa orang mungkin senang minum jus jeruk di pagi hari karena rasanya yang manis asam dan menyegarkan.

    Namun, minuman ini perlu dihindari karena sifatnya sangat asam. Jus jeruk dapat mengikis email gigi setelah menyikat gigi.

    Dr. Bozic juga menjelaskan bagaimana jus jeruk yang diminum pada waktu tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi. Jika memang ingin tetap minum jus jeruk. ahli bedah mulut ini menyarankan untuk setidaknya menunggu 30 menit atau minum air putih dulu.

    2. Roti putih

    Roti tawarRoti tawar putih juga lebih baik dihindari karena gulanya dapat menempel di gigi. Foto: Getty Images/iStockphoto/SasaJo

    Makanan bertepung olahan, seperti roti putih diubah menjadi gula yang dapat menempel pada gigi dan memberi makan bakteri.

    Ahli bedah mulut itu menjelaskan bahwa tepung dapat bertahan lama dan menyebabkan penumpukan plak jika dimakan usai menyikat gigi. Pilihan terbaik yaitu menggantinya ke roti gandum.

    Selain itu, disarankan juga untuk berkumur setelah makan roti-rotian ini.

    3. Makanan berbahan dasar tomat

    Ilustrasi jus tomatJus atau makanan berbahan dasar tomat juga lebih baik dihindari. Foto: Getty Images/iStockphoto/burakkarademir

    Sarapan jus tomat, sup tomat, atau spaghetti dengan saus berbahan dasar tomat perlu diwaspadai. Meskipun tomat menawarkan manfaat bagi tubuh, tetapi tidak baik untuk gigi.

    Tomat asam dapat merusak email gigi yang telah dilunakkan ketika menyikat gigi. Terutama jika kamu mengonsumsinya dalam bentuk saus atau jus, hal ini dapat mengikis email gigi.

    Dr. Bozic menyarankan untuk mengonsumsi makanan ini di waktu nanti misalnya makan siang, atau bisa dipadukan dengan sesuatu yang menetralkan, seperti susu.

    Makanan lain yang sebaiknya dihindari usai sikat gigi saat sarapan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Sereal manis

    Sarapan Pizza Lebih Sehat Daripada Sereal ManisSereal yang manis juga tidak baik dikonsumsi usai menyikat gigi di pagi hari. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Sereal menjadi salah satu menu sarapan yang digemari banyak orang. Sereal biasanya terbuat dari gandum olahan atau biji-bijian lainnya. Namun, kebanyakan sereal ditambah dengan bahan lain, seperti gula, cokelat, dan air.

    Sereal yang manis ini bisa berbahaya. Menurut Dr. Bozic, gula yang terkandung dalam sereal bisa menempel di gigi dan memberi makan bakteri di mulut. Disarankan untuk memilih sereal kaya serat dan rendah gula.

    5. Buah jeruk

    10 Manfaat Buah Jeruk untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Janin Beserta Saran Porsi yang TepatSelain jus jeruk, buah jeruk juga sebaiknya tidak dimakan usai menyikat gigi. Foto: Getty Images/MmeEmil

    Selain jus jeruk, buah jeruk juga seringkali dimakan sebagai menu sarapan. Namun, sebaiknya buah ini dihindari dimakan setelah menyikat gigi karena kandungan asam di dalamnya dapat melemahkan email gigi.

    Sebagai gantinya, cobalah untuk makan apel atau pisang untuk sarapan.

    Dr.Bozic mengungkap, “Buah jeruk memang bergizi tetapi dapat merusak email gigi, yang menyebabkan sensitivitas.”

    Sarapan yang ideal

    Lantas, sarapan apa yang ideal? Ahli gigi ini menyarankan untuk sarapan yang seimbang dan menyehatkan gigi. Bisa mengonsumsi telur, yogurt tawar, roti gandum utuh, maupun buah-buahan rendah asam, seperti pisang.

    Makanan tertentu bisa menetralkan asam dan memperkuat gigi.

    Jika tidak ingin gigi rusak, Dr. Bozic juga menyarankan untuk menunggu 30 menit setelah sikat gigi sebelum mulai makan. Hal ini ditujukan untuk membuat email gigi mengeras kembali dan membantunya menahan makanan asam lebih efektif.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Lily Banse

  • 5 Tips Sarapan Terbaik untuk Jaga Kesehatan Jantung


    Jakarta

    Sarapan memang menjadi waktu terpenting untuk makan. Namun, jenis sarapan yang dikonsumsi sebaiknya diperhatikan. Jika ingin meningkatkan kesehatan jantung, coba 5 sarapan ini!.

    Sebagai waktu terpenting, sarapan berkualitas tentu diperlukan. Sarapan dapat membantu seseorang memperoleh zat gizi makro dan mikro yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan maksimal.

    Sarapan juga dikaitkan dengan penurunan risiko kondisi kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe-2, dan sindrom metabolik.


    Namun, jenis sarapan yang dikonsumsi sehari-hari juga perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang ingin menghindari penyakit jantung atau meningkatkan kesehatan jantung.

    Melansir eatingwell.com (31/08/2024), berikut 5 jenis sarapan yang sehat menurut ahli jantung.

    1. Sarapan rendah atau tanpa gula

    Penjelasan soal nutrisi nasi putih dan roti gandumRoti gandum bisa menjadi alternatif karena mengandung lebih sedikit gula rafinasi. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Roti tawar, donat, kue kering, atau sereal sering dijadikan menu sarapan karena praktis, enak, dan mengenyangkan. Namun, hati-hati, makanan seperti itu tinggi gula.

    Sergiu Darabant, MD, seorang ahli jantung mengungkap, sereal dan kue kering manis mengandung gula rafinasi tinggi yang dapat menambah berat badan, kadar gula darah, dan membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.

    Oleh karena itu, hindari mengonsumsi makanan tinggi gula dan beralih ke makanan rendah atau tanpa gula. Misalnya, beralih ke roti gandum, bubur gandum, atau buah, ubi ungu, atau buah-buahan, seperti alpukat.

    2. Protein rendah lemak

    Ilustrasi jus alpukatKamu bisa mengonsumsi alpukat yang mengandung protein rendah lemak. Foto: Getty Images/Farion_O

    Protein memang penting dikonsumsi saat sarapan karena bisa membuat kamu kenyang sepanjang hari. Namun, ada beberapa pilihan protein yang sebaiknya dihindari.

    Jenis protein itu adalah daging olahan, seperti sosis dan bacon yang mengandung banyak lemak jenuh dan natrium. Kandungan di dalam makanan ini dapat bekrontribusi terhadap kolesterol tinggi dan hipertensi, yang merupakan faktor utama penyakit jantung.

    Alih-alih daging olahan, pilihlah sumber protein rendah lemak, seperti makanan laut, telur, daging sapi rendah lemak, susu rendah lemak atau tanpa lemak, hingga protein nabati, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.

    Daftar makanan lain untuk menyehatkan jantung dapat dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Makanan tinggi serat

    Buah-buahan untuk dietKonsumsi buah-buahan atau sayuran tinggi serat juga direkomendasikan. Foto: Getty Images/Liubomyr Vorona

    Makanan kaya serat meliputi buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, atau kacang-kacangan, telah dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, penurunan kolesterol, dan penurunan peradangan.

    Makanan ini dapat membantu manajemen berat badan lebih baik, yang juga dikaitkan dengan kesehatan jantung lebih baik.

    Colleen Wysocki, pemilik Zest Nutrition Service juga mengungkap pentingnya sarapan tinggi serat karena dapat membantu seseorang lebih kenyang sekaligus mengurangi asupan kalori.

    4. Makanan mengandung asam lemak omega-3

    ikan salmonUntuk asupan asam lemak omega-3, bisa mengonsumsi ikan lemak. Foto: istimewa

    Mascha Davis, penulis Eat Your Vitamins menjelaskan jika asam lemak omega-3 adalah lemak esensial yang memiliki sifat anti-inflamasi, dan dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mengurangi trigliserida.

    Konsumsi omega-3 secara teratur juga telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung karena menjaga tekanan darah sehat, mengurangi penumpukan plak di arteri, dan mendukung irama jantung yang tepat.

    Sumber asam lemak omega-3 bisa ditemui pada makanan, seperti ikan salmon, alpukat, kacang kenari, dan biji rami.

    5. Makanan rendah garam

    Selain konsumsi makanan rendah gula, penting juga untuk mengonsumsi makanan rendah garam.

    Sarapan rendah garam dapat menjaga kesehatan jantung, karena asupan garam tinggi telah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan peningkatan risiko penyakit jantung.

    Memilih makanan rendah garam juga akan mendukung sirkulasi darah lebih baik, mengurangi tekanan pada sistem kardiovaskular, dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.

    Oleh karena itu, hindari garam, dan lebih baik tambahkan rempah-rempahan alami ke dalam hidangan.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Lily Banse

  • Hati-hati! 3 Kesalahan Sarapan Ini Memicu Penuaan Dini


    Jakarta

    Sarapan patut dilakukan setiap pagi untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, perhatikan beberapa menunya, karena jika salah bisa memicu penuaan dini.

    Sarapan memang rutinitas yang penting dilakukan untuk mendapatkan energi setiap pagi. Mengonsumsinya juga penting untuk mendapatkan asupan nutrisi yang sehat.

    Dilansir dari NDTV (30/8), makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi harus bernutrisi dengan gizi seimbang. Ahli gizi Shalini Sudhakar di akun Instagram miliknya menjelaskan kalau ada beberapa kesalahan sarapan yang justru bisa mempercepat penuaan.


    Kesalahan dalam sarapan yang bikin cepat tuaKesalahan dalam sarapan yang bikin cepat tua Foto: iStock/Instagram

    Berikut 3 kesalahan yang harus dihindari saat sarapan:

    1. Minum Teh atau Kopi

    Kesalahan dalam sarapan yang bikin cepat tuaKesalahan dalam sarapan yang bikin cepat tua Foto: iStock/Instagram

    Banyak orang umum mengonsumsi teh atau kopi di pagi hari saat sarapan. Minum teh atau kopi ini tentu saja bisa memberikan kenyamanan, tetapi Shalini menyebutkan kalau minuman itu juga bisa menjadi alasan mengapa penuaan datang lebih cepat.

    Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein yang berlebihan dapat menurunkan pembentukan kolagen, protein yang penting untuk kesehatan kulit. Menurut ahli gizi, mereka yang hobi minum teh atau kopi, sebaiknya mengganti dengan minuman berempah.

    Minuman yang menjadi alternatif kafein ini akan menghidrasi kulit, membuatnya jadi tampak sehat dan awet muda. Namun, jika tak bisa menahan konsumsi kafein, Shalini merekomendasikan untuk minum setelah sarapan.

    2. Konsumsi Makanan Olahan

    Sebagian orang terbiasa mengonsumsi makanan olahan untuk sarapan, karena dirasa praktis dan mudah memasaknya. Namun, ini juga termasuk kesalahan dalam sarapan yang sebaiknya dihindari.

    Makanan olahan tidak hanya menyebabkan beberapa masalah kesehatan tetapi juga dapat mempercepat penuaan. Shalini menyarankan untuk memasak makanan segar di rumah, karena ini memastikan sarapan diperkaya dengan semua vitamin dan nutrisi penting.

    Kalau di pagi hari tak memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan bahan makanan, sebaiknya lakukan di malam hari. Jadi, jika ingin kulit tetap awet muda, batasi asupan makanan olahan seminimal mungkin.

    3. Tak Konsumsi Serat dan Protein

    Kesalahan dalam sarapan yang bikin cepat tuaKesalahan dalam sarapan yang bikin cepat tua Foto: iStock/Instagram

    Shalini menyebutkan satu lagi kesalahan umum yang biasa dilakukan saat sarapan. Yaitu tidak mengonsumsi cukup serat dan protein. Padahal, dua jenis nutrisi itu yang paling baik dikonsumsi saat sarapan untuk meningkatkan metabolisme.

    Jika menu sarapanmu kekurangan kedua zat gizi tersebut dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Sehingga menyebabkan proses penuaan lebih cepat. Untuk menghindarinya, pastikan sarapan yang mengandung serat, protein, dan karbohidrat seimbang.

    Ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi makanan seperti telur, yoghurt, kecambah, buah-buahan, dan sayuran hijau dalam menu sarapan. Saran dari Shalini ini bisa membuat kesehatan kulit meningkat dan memperoleh beberapa manfaat kesehatan lainnya.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Lily Banse

  • 4 Menu Sarapan Ini Bikin Gula Darah Melonjak Tajam


    Jakarta

    Sarapan memang penting dilakukan setiap paginya. Namun ada beberapa kebiasaan sarapan yang harus dihindari kalau tak ingin kadar gula darah melonjak tajam.

    Sarapan memang rutinitas yang penting dilakukan untuk mendapatkan energi setiap harinya. Mengonsumsinya juga penting untuk mendapatkan asupan nutrisi yang sehat.

    Dilansir dari NDTV (30/6), tak semua makanan atau kebiasaan pola makan sarapan baik untuk tubuh. Karena, ada beberapa hal yang justru bisa memicu lonjakan gula darah. Seperti mengonsumsi teh hingga menikmati roti.


    Berikut 4 kebiasaan sarapan yang memicu lonjakan gula darah:

    1. Minum Teh Susu

    Doyan Teh Susu? Ini 7 Efek Samping yang Wajib Diwaspadaiteh susu Foto: Getty Images/iStockphoto/nrqemi

    Kalau tak ingin lonjakan gula darah melonjak, perhatikan saat mengonsumsi teh. Jangan memilih teh dengan kandungan gula yang tinggi, seperti teh susu.

    Komponen susu dalam teh ini bisa menimbulkan masalah. Laktosa adalah gula yang secara alami ditemukan dalam susu yang mana sulit dicerna untuk sebagian orang.

    Laktosa yang tidak tercerna ini berfermentasi di usus, menyebabkan kembung, gas, dan diare. Selain itu, kasein, protein susu lainnya, dapat memicu respons imun di usus sehingga menyebabkan peradangan dan mengganggu lapisan usus.

    2. Minum Jus Buah

    Jus buah juga salah satu minuman yang sebenarnya dihindari saat sarapan. Meski mengandung banyak vitamin, tapi sebaiknya dihindari terutama saat perut kosong.

    Alasannya karena jus buah yang bukan dibuat sendiri di rumah ini sering kali tidak mengandung serat. Buah tersebut dapat memperlambat penyerapan gula yang membuat kadar gula meningkat cepat.

    Menu sarapan yang harus dihindari lain ada di halaman berikutnya…

    3. Menu Roti

    Menu sarapan roti dan susu.Menu sarapan roti dan susu. Foto: Shutterstock

    Roti termasuk makanan yang umum dikonsumsi saat sarapan. Untuk sebagai orang di negara tertentu menjadikan roti sebagai makanan pokoknya.

    Namun, sebenarnya roti bukanlah pilihan terbaik untuk mengelola gula darah kalau dikonsumsi saat sarapan. Hal ini dikarenakan sifat tepung pada roti olahan.

    Saat perut kosong, karbohidrat bertepung ini dengan cepat dipecah menjadi glukosa, menyebabkan lonjakan gula darah secara signifikan. Lonjakan ini tidak hanya mengganggu regulasi gula darah alami tubuh tetapi juga berdampak negatif pada pencernaan seluruh makanan.

    4. Minum Minuman Elektrolit

    Minuman elektrolit sering kali dipasarkan untuk menghidrasi tubuh, tetapi beberapa orang menganggapnya sebagai minuman cepat saji di pagi hari. Jenis minuman ini bisa menjadi bencana gula darah yang mengganggu tubuh.

    Kandungan yang ada di dalam minuman elektrolit adalah pemanis buatan, seperti sukralosa, asesulfam kalium, dan dekstrosa. Pemanis buatan ini dapat mengganggu mikrobioma usus, yaitu bakteri baik yang penting untuk pencernaan yang baik. Usus yang tidak seimbang dapat menyebabkan masalah pencernaan dan berpotensi menyebabkan fluktuasi gula darah.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Brooke Lark

  • Agar Perut Tak Kembung, Jangan Santap 5 Menu Sarapan Ini


    Jakarta

    Setiap orang harus sarapan untuk mengisi energi di pagi hari. Tetapi bukan asal makanan. Agar tak alami kembung, sebaiknya hindari beberapa menu sarapan ini.

    Menu sarapan yang dianjurkan harus bergizi seimbang. Mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Bentuknya bisa beragam menu sesuai selera.

    Dilansir dari Food NDTV (2/2), sebagian orang merasakan kembung setelah mengonsumsi sarapan. Hal ini bisa terjadi karena makanan yang dikonsumsi menghasilkan gas. Semakin lama waktu mencerna makanan, maka risiko produksi gas juga meningkat dan membuat perut kembung.


    Berikut 5 menu sarapan yang perlu dihindari agar perut tak kembung:

    1. Hindari Teh dan Kopi Berlebihan

    racikan teh campur garamracikan teh Foto: Getty Images/iStockphoto

    Sebenarnya, teh dan kopi umum dikonsumsi pagi hari oleh sebagian orang. Namun, mengonsumsi dua minuman ini secara berlebihan justru dapat merangsang produksi asam lambung yang menyebabkan pembentukan gas dalam perut.

    Selain itu, teh dan kopi yang diracik menggunakan susu juga dapat menyebabkan intoleransi laktosa. Hal ini dapat menyebabkan masalah pencernaan.

    2. Hindari Kembang Kol dan Kubis

    Dua sayuran yang harus dihindari saat sarapan adalah kembang kol dan kubis. Karena, kedua sayuran ini mengandung karbohidrat kompleks yang sulit dicerna.

    Kandungan tersebut dapat menyebabkan produksi gas dalam perut. Sebagai alternatif, kedua sayuran itu bisa diganti dengan zucchini dan bayam yang lebih rendah karbohidrat.

    3. Jangan Konsumsi Apel dan Pir

    Buah-buahan juga termasuk makanan sehat yang umum dikonsumsi saat sarapan. Namun, ada beberapa jenis buah yang sebaiknya dihindari para penderita asam lambung.

    Dua di antaranya adalah apel dan pir. Baik apel maupun pir diketahui mengandung fruktosa dan tinggi serat yang dapat menyebabkan kembung. Sebaiknya, konsumsi buah beri sebagai alternatif yang juga baik dalam asupan zat antioksidan.

    4. Hindari Mentimun dan Bawang Bombai

    Timun Jadi Rahasia Kecantikan Aisyah, Istri Rasulullah SAWmentimun Foto: iStock

    Kalau menyukai sarapan dengan menu salad, kamu bisa menghindari penggunaan beberapa bahan yang memiliki kandungan gas. Dua di antaranya adalah mentimun dan bawang.

    Menurut para ahli, sayuran mentah terutama yang kandungan seratnya tinggi. Seperti mentimun dan bawang bombai mungkin saja sulit terurai sehingga menimbulkan gas. Sebaiknya, konsumsi sayuran yang dimasak atau direbus saat sarapan.

    5. Hindari Makan Jagung

    Jagung dapat dinikmati sebagai alternatif nasi yang lebih sehat. Namun, sebaiknya jangan mengonsumsi jagung ini saat sarapan, karena kandungan serat jagung bagi sebagian orang sulit dicerna.

    Nmami Agarwal selaku ahli nutrisi mengatakan, “Jika jagung memicu rasa tidak nyaman, maka gantilah dengan biji-bijian alternatif, seperti quinoa atau nasi.”

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • 7 Minuman Ini Sebaiknya Jangan Diminum saat Sarapan dan Perut Kosong

    Jakarta

    Banyak orang yang mengkonsumsi minuman tertentu ketika sarapan, seperti teh dan kopi panas. Namun, tahukah kamu jika minuman tersebut sebaiknya jangan diminum saat sarapan dan perut kosong?

    Teh dan kopi masih menjadi minuman favorit untuk mengawali hari. Meski begitu, kedua minuman tersebut justru tak dianjurkan untuk dikonsumsi ketika sarapan, terutama ketika perut dalam kondisi kosong.

    Selain kopi dan teh, ternyata ada sejumlah jenis minuman lainnya yang juga tidak dianjurkan untuk diminum di pagi hari saat perut kosong. Apa saja minuman itu? Simak dalam artikel ini.


    Minuman Ini Sebaiknya Jangan Diminum saat Sarapan dan Perut Kosong

    Sarapan adalah waktu makan yang penting agar tubuh mendapatkan energi yang cukup untuk beraktivitas seharian. Namun, jika tidak sarapan dan lebih memilih minum-minuman seperti teh dan kopi, ternyata hal tersebut tidak baik untuk tubuh.

    Mengutip laman NDTV, setidaknya ada tujuh minuman yang sebaiknya dihindari saat sarapan dan perut kosong. Berikut daftarnya:

    1. Kopi

    Minuman yang pertama adalah kopi. Apabila minum kopi saat sarapan dan perut kosong, hal ini dapat memicu produksi asam berlebih di lambung sehingga menyebabkan gejala tidak nyaman, seperti naiknya asam lambung dan sensasi terbakar di dada.

    Selain itu, terlalu minum banyak kafein seperti kopi juga dapat membuat perasaan cemas, menimbulkan masalah pencernaan, hingga memicu dehidrasi.

    2. Teh

    Sama halnya seperti kopi, mengkonsumsi teh saat sarapan dan kondisi perut kosong juga tidak dianjurkan. Hal ini dapat meningkatkan produksi asam lambung sekaligus memicu masalah pencernaan.

    Kebiasaan minum teh saat sarapan juga dapat mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh. Soalnya, teh mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi, seng, dan magnesium dari makanan yang dikonsumsi.

    3. Jus Jeruk

    Sejumlah orang kerap mengkonsumsi jus jeruk di pagi hari. Minuman ini memang mengandung banyak nutrisi sekaligus menyegarkan, tapi jangan dikonsumsi saat perut kosong.

    Sebab, mengkonsumsi jus jeruk saat sarapan dan perut kosong bisa menyebabkan masalah pada lambung. Hal ini disebabkan kandungan asam pada jeruk yang bisa mengiritasi lambung.

    Risiko ini mungkin lebih besar terjadi pada orang yang mengidap masalah lambung, seperti GERD. Jadi, sebaiknya hindari minum jus jeruk dan sejenisnya yang mengandung asam seperti tangerine atau grapefruit.

    4. Minuman Berkarbonasi

    Minuman berkarbonasi juga sebaiknya tidak dikonsumsi saat sarapan dan perut dalam keadaan kosong. Kandungan karbonasi yang tinggi pada soda dapat menyebabkan gas dan kembung jika diminum saat perut kosong.

    Minuman ini juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, rasa mual, dan nyeri di ulu hati. Selain itu, terlalu banyak mengkonsumsi minuman berkarbonasi juga dikaitkan dengan risiko tinggi terserang berbagai penyakit, seperti obesitas, diabetes tipe 2, masalah ginjal, hingga penyakit jantung.

    5. Minuman Manis

    Sebagian orang memilih meminum minuman manis di pagi hari, seperti teh manis atau jus kemasan. Meski gula dapat memberikan energi bagi tubuh, tetapi kandungan gula yang tinggi untuk asupan sarapan serta kombinasi perut kosong ternyata tidak baik untuk kesehatan.

    Sebab, mengkonsumsi gula berlebih dapat menambah beban kerja pada fungsi hati dan pankreas. Selain itu, minuman manis yang diminum saat perut kosong dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

    Memang, pada awalnya tubuh akan terasa berenergi dan semangat beraktivitas. Namun, secara perlahan tubuh juga akan merasakan lemas setelahnya.

    6. Minuman Dingin

    Mengkonsumsi minuman dingin saat sarapan dan perut kosong juga tidak baik untuk kesehatan. Sebab, minuman ini dapat menyebabkan iritasi pada lambung dan usus.

    Ketika air dingin masuk ke pencernaan, maka dapat memicu kontraksi otot di perut, sehingga menyebabkan perasaan kembung dan tidak nyaman setelahnya.

    Perlu diketahui juga, minuman dingin dapat memperlambat proses pencernaan makanan, sehingga membuat perut terasa penuh dan begah. Kondisi ini sangat mengganggu bagi mereka yang mengidap masalah pencernaan atau sensitivitas lambung.

    7. Yoghurt

    Minuman berikutnya yang sebaiknya jangan dikonsumsi saat sarapan dan perut kosong adalah yoghurt. Meski dinilai baik untuk kesehatan dan cocok bagi yang sedang diet, tetapi tak semua yoghurt adalah pilihan terbaik.

    Soalnya, banyak yoghurt yang dijual di pasaran mengandung gula tambahan yang tinggi, sehingga tidak semuanya menyediakan cukup nutrisi untuk tubuh.

    Selain itu, bakteri asam laktat (bakteri baik) dalam yoghurt bisa mati atau hilang akibat asam hidroklorik di lambung apabila dikonsumsi saat perut kosong.

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com