Tag: sate maranggi

  • Maknyus! Sate Klatak dan Maranggi Empuk Tersedia 24 Jam


    Jakarta

    Sate di Indonesia banyak ragamnya, seperti sate klatak dan maranggi. Kedua sate populer itu bisa dinikmati di satu tempat makan Jakarta Selatan ini.

    Sate merupakan makanan khas Indonesia berupa potongan daging yang ditusuk menggunakan tusuk bambu, kemudian dipanggang hingga matang sempurna. Jenis satenya memiliki ciri khas masing-masing.

    Dua jenis sate yang termasuk populer adalah sate klatak dan maranggi. Kedua jenis sate ini berasal dari daerah yang berbeda, klatak dari Yogyakarta, sedangkan maranggi dari Jawa Barat.


    Racikan keduanya juga berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri. Sate klatak bumbunya sangat simpel, terbuat dari bawang putih, garam, dan air jeruk nipis. Sedangkan, sate maranggi lebih berempah karena ada campuran ketumbar.

    Meski racikannya berbeda, kedua sate ini memiliki banyak peminat. Kalau ingin mencicipi keduanya bisa mengunjungi tempat makan sate bernama Sate Mase di kawasan Jakarta Selatan.

    Buka 24 Jam

    Sate Mase, ada sate klatak hingga maranggi yang enak.Sate Mase, ada sate klatak hingga maranggi yang enak. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Sate Mase yang berlokasi di kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan ini cocok sekali dikunjungi buat yang lapar tengah malam. Karena, restoran ini buka selama 24 jam atau tak pernah tutup.

    Tempat makannya juga cukup nyaman, ada area AC yang bisa ditempati untuk bersantap. Kalau ingin makan bersama rombongan atau grup tempatnya juga cocok karena cukup luas.

    Sate Mase ini mudah sekali ditemui dan memiliki parkir yang luas, sehingga pas kalau membawa kendaraan sendiri. Lokasinya juga strategis, bisa dijangkau menggunakan Transjakarta maupun MRT.

    Detail Informasi (Sate Mase)
    Nama Tempat Makan Sate Mase
    Alamat Jalan H. Nawi Raya No.42, Jakarta Selatan
    No Telp
    Jam Operasional 24 jam
    Estimasi Harga Rp 22.000 – Rp 73.000 per porsi
    Tipe Kuliner Sate Nusantara
    Fasilitas
    • Buka 24 jam
    • Parkir luas
    • Ada ruangan AC
    • Makanan segar

    Ada Menu Sate hingga Tengkleng

    Sate Mase, ada sate klatak hingga maranggi yang enak.Sate Mase, ada sate klatak hingga maranggi yang enak. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Sate Mase tak hanya menawarkan satu jenis sate saja, tapi beberapa macam racikan. Tentunya ada dua jenis sate populer, yaitu sate klatak dan maranggi.

    Selain dua jenis itu, tersedia juga menu sate kambing dan sate ayam yang disajikan dengan bumbu kacang. Harga yang ditawarkan untuk seporsi sate di sini mulai dari Rp 22.000 – Rp 73.000.

    Selain menu sate yang lezat, restoran ini juga menyediakan menu pendamping sate. Di antaranya seperti tongseng dan tengkleng. Tak ketinggalan ada menu nasi goreng kambing yang tak kalah nikmat.

    Sate Klatak dan Maranggi yang Sedap

    Sate Mase, ada sate klatak hingga maranggi yang enak.Sate Mase, ada sate klatak hingga maranggi yang enak. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Sate Klatak yang kami pesan berisikan 3 tusuk lengkap dengan nasi yang harga seporsinya Rp 68.000. Meski harganya terlihat mahal, tapi cukup sepadan mengingat potongan daging kambingnya besar.

    Seperti sate klatak yang kerap ditemui di Yogyakarta, di sini juga disajikan menggunakan tusukan jeruji besi. Sate ini juga dibakar dua kali dengan proses pencelupan bumbu.

    Sate klatak ini disajikan dengan irisan bawang merah, cabe rawit, tomat, dan jeruk limau. Sebelum disantap, jeruk limau dikucurkan terlebih dahulu.

    Sebenarnya sudah tak ada aroma prengusnya, tapi teksturnya masih agak alot. Meski begitu bumbunya meresap gurih sampai ke dalam daging.

    Sate Mase, ada sate klatak hingga maranggi yang enak.Sate Mase, ada sate klatak hingga maranggi yang enak. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Sate maranggi (Rp 58.000) yang kami pesan berisikan 10 tusuk sate daging sapi, termasuk nasi putihnya. Potongan daging sapinya juga cukup besar, jadi sepadan dengan harganya.

    Seporsinya juga disajikan sama seperti sate klatak. Sate maranggi itu diberi pelengkap irisan bawang merah, cabe rawit, dan tomat.

    Saat menggigitnya pertama kali, kami langsung merasakan sensasi gurih. Sentuhan manis dan berempah dari bumbu kecap, bawang dan ketumbar yang dilumurkan pada potongan daging.

    Ketika menikmatinya bersama nasi putih, sate maranggi ini kami tambahkan siraman kecap manis. Sate maranggi ini memuaskan rasanya, teksturnya empuk juicy dan bumbunya meresap.

    Tengkleng Kambing yang Mlekoh

    Sate Mase, ada sate klatak hingga maranggi yang enak.Sate Mase, ada sate klatak hingga maranggi yang enak. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Kami juga memesan menu pendamping sate, yaitu tengkleng kambing. Tengkleng kambing di sini baru dihangatkan ketika kami memesannya. Seporsinya dibanderol Rp 52.000 dan cukup besar untuk makan tengah.

    Kuah tengklengnya sangat mlekoh gurih. Pas sekali kami nikmati bersama nasi putih. Potongan tulang kambingnya juga besar, tapi masih banyak dagingnya juga.

    Kalau penasaran dan ingin menikmati aneka sate yang lezat, bisa mampir makan di Warung Sate Mase. Cocok juga buat makan siang lho!

    Sate Mase

    Jalan H. Nawi Raya No.42, Jakarta Selatan
    Jam operasional: 24 jam
    Instagram @warungsatemase

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Kenyang Mantap! Sop Iga Jumbo Plus Taburan Cabai Rawit


    Jakarta

    Pelopor sop daging asal Pontianak ini buka cabang di Bojongsari, Depok. Menu sop iga jumbo dengan kuah pedas yang jadi andalannya layak dicoba! Gurih segar, dijamin kenyang.

    Olahan daging sapi begitu digemari di Indonesia. Selain dagingnya, bagian iga yang berupa tulang dengan daging masih menempel juga jadi favorit.

    Salah satu olahan nikmatnya berupa sop iga. Menu ini bahkan jadi primadona di beberapa tempat makan. Mereka menyajikan potongan iga yang empuk nikmat dengan guyuran kuah segar.


    Sop Mak Garang, misalnya, menjadi pelopor sop daging asal Pontianak. Buka sejak Mei 2023, kini Sop Mak Garang punya cabang sampai di Depok.

    Tempat makannya baru buka sekitar 2 mingguan, tapi langsung menarik perhatian foodies. Mereka tertarik mencicipi sop iga kuah pedas yang jadi andalan, berikut olahan iga dan daging sapi nikmat lainnya.

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Sop Mak Garang
    Alamat Jl. Raya Bojongsari No.50, RT.2/RW.3, Bojongsari Baru, Kec. Bojongsari, Kota Depok
    Cabang di Tangerang, Cilegon, Singkawang
    Instagram sop.makgarang
    Jam Operasional 10.00-22.00
    Estimasi Harga Mulai dari Rp 35 ribu untuk Sop Beremah
    Tipe Kuliner Olahan iga dan daging sapi
    Fasilitas
    • Makan di tempat, area outdoor dan indoor

    Tempat makan keluarga luas dan nyaman

    Menyambangi cabang Sop Mak Garang (10/01/2024) di Bojongsari, Sawangan, terlihat area parkir dan makannya luas. Lokasinya strategis di pinggir jalan raya Bojongsari.

    Area makannya terbagi dua yaitu outdoor dengan kursi atau duduk lesehan, serta indoor dengan pelengkap pendingin udara. Ada juga tempat bermain anak yang bikin anak-anak betah saat mampir.

    Begitu masuk, kami bisa mengintip dapur Sop Mak Garang untuk menyiapkan pesanan. Area meracik sopnya ada di bagian paling depan, sementara di bagian lebih dalam untuk memanggang iga di hotplate dan membakar sate.

    Olahan sop hingga sate sapi menggugah selera

    Sop Mak Garang: Kenyang Mantap! Sop Iga Jumbo Plus Taburan Cabai RawitSop Mak Garang merupakan pelopor sop daging di Pontianak yang juga menawarkan olahan iga sapi lain. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Sop Mak Garang menawarkan aneka olahan daging, terutama sapi. Menu andalan mereka Sop Beremah yang dibanderol mulai dari Rp 35 ribu untuk ukuran kecil. Kalau ukuran reguler, Rp 49 ribu.

    Lalu ada Iga Bakar Barbeque, Daging Lada Hitam, dan Sate Garang Sapi/Ayam yang juga menggugah selera. Di sini bisa pesan ekstra sambal korek dan sambal acar tomat untuk yang doyan pedas.

    Menurut penuturan seorang pegawai Sop Mak Garang di sini, dalam sehari mereka bisa mengolah 30 kg iga sapi. Untuk seporsi Sop Garang yang kecil berisi 3 potongan iga sapi ukuran kecil atau short ribs.

    Sedangkan Sop Garang porsi reguler, berisi 2 potongan iga sapi. Namun ukurannya memang lebih besar-besar sehingga bisa memenuhi mangkuk. Jadi yang dipakai iga potongan panjang dari punggung.

    Gurih segar Sop Beremah yang jadi andalan

    Sop Mak Garang: Kenyang Mantap! Sop Iga Jumbo Plus Taburan Cabai RawitSop Beremah mirip sop janda dengan topping cabai rawit utuh. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Sop Beremah (Rp 49 ribu) diracik fresh setelah kami pesan. Pertama, pegawai menyusun potongan iga matang yang sudah direbus dalam piring. Selanjutya diguyur kuah sop yang ada dalam dandang besar.

    Di dalam kuah sop itu juga terdapat cabai rawit merah utuh. Jumlahnya bakal menyesuaikan pesanan pembeli, apakah pesan pedas atau extra pedas. Namun jika pesan tidak pedas, maka akan ditambahkan kuah sop yang tak ada cabainya.

    Terakhir, Sop Beremah diberi taburan irisan daun bawang dan bawang goreng. Memesan porsi reguler, kami dapat dua potongan iga besar.

    Saking besarnya iga sapi tersebut, permukaan mangkuk yang kecil pun jadi terlihat amat penuh. Kuah sopnya bahkan juga sampai keluar, tapi untungnya tertampung di alas piring kecil.

    Slurpp! Kuah Sop beremah berwarna cokelat keruh ini mengeluarkan aroma rempah nikmat. Rasa rempahnya juga kuat dengan jejak rasa menghangatkan seperti cengkeh, biji pala, dan merica bubuk. Namun sayang, menurut kami rasa asinnya terlalu kuat. Kalau sedikit dikurangi pasti lebih nikmat.

    Pada suapan pertama, cita rasa Sop Beremah langsung mengingatkan kami akan sop buntut. Bedanya, ada tambahan cabai rawit utuh layaknya Sop Janda. Jika ingin pedas, maka cabai rawit itu tinggal digerus atau digigit!

    Soal tekstur, potongan iganya sangat empuk dan mudah lepas dari tulang. Bahkan tak perlu banyak tenaga untuk mengambil daging iga. Secara keseluruhan 2 potongan iga sapi besar dengan harga kurang dari Rp 50 ribu terasa sepadan!

    Sop Mak Garang juga punya iga bakar dan sate garang enak. Baca halaman selanjutnya.

    Nikmatnya iga bakar hotplate

    Sop Mak Garang: Kenyang Mantap! Sop Iga Jumbo Plus Taburan Cabai RawitIga bakar di sini memakai short ribs yang dagingnya tebal dan lembut. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Pegawai Sop Mak Garang juga menginfokan Iga Bakar Barbeque (Rp 62 ribu) sebagai favorit pengunjung. Menu ini berupa 2 potong iga panggang bumbu barbeque yang disajikan di atas hot plate.

    Potongan iganya lebih premium dibanding iga yang dipakai pada sop. Sepertinya bagian short ribs karena tulangnya pipih dan dagingnya lebih tebal dan lembut.

    Iga panggang lalu diberikan taburan bawang goreng dan beberapa potong French fries. Kehangatan iganya terjaga sampai akhir karena penggunaan hot plate.

    Saat diiris, daging iga yang berserat lembut ini amat empuk. Menurut kami, rasanya lebih seperti bumbu kecap yang manis gurih, alih-alih barbecue.

    Uniknya, Sop Mak Garang menyandingkan iga bakar dengan sambal korek. Racikan sambal matang dengan cabai rawit merah dan bawang putih ini terasa pedas kuat! Iga bakar pun jadi lebih mirip hidangan tradisional berkat cocolan sambal ini.

    Sate Garang Sapi yang mirip sate maranggi

    Sop Mak Garang: Kenyang Mantap! Sop Iga Jumbo Plus Taburan Cabai RawitSate Garang Sapi disajikan dengan pulut bakar dan sambal tomat. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Makan siang kami semakin lengkap dengan menu Sate Garang Sapi (Rp 45 ribu). Isinya 7 tusuk sate sapi dengan pendamping pulut bakar ukuran mungil dan sambal tomat.

    Di atas sate sapi ini juga ditaburi bawang goreng yang royal. Rasa sate sapi ini mirip sate maranggi khas Purwakarta. Rasanya manis gurih dengan dominasi manis yang lebih kuat. Tercecap pula jejak khas ketumbar dalam tiap potongan sate.

    Sate sapi semakin enak dinikmati dengan pulut atau ketan bakar yang legit dan gurih. Ketika dicocol ke sambal tomat memberi aksen segar karena rasanya yang asam pedas.

    Kami juga menyukai potongan daging sate ini yang empuk. Mengunyahnya tidak jadi perkara sulit.

    Selain Sate Garang Sapi, Sop Mak Garang juga punya Sate Garang Ayam. Harganya jauh lebih murah yaitu Rp 28 ribu saja.

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Empuk Berempah Sate Maranggi Pedas ala Jaksel


    Jakarta

    Di Jakarta Selatan ada sate maranggi yang tak kalah enak dari menu populernya di Purwakarta. Bernama Sate Maranggi Guru Mughni, ada sate maranggi pedas berempah versi Jaksel di sini.

    Mendengar nama sate maranggi identik dengan kota Purwakarta. Muncul dan populernya olahan sate dengan daging sapi di Purwarkarta membuat hidangan ini dikenal sebagai khasnya Jawa Barat.

    Ternyata di Jakarta juga ada sate maranggi yang tak kalah enak dengan di Purwakarta. Bedanya, sate maranggi versi Jakarta ini memilih menciptakan identitasnya sendiri dengan sentuhan rasa pedas yang lebih nyata.


    Bernama Sate Maranggi Guru Mughni, warung sate ini berawal justru dengan sebuah tempat makan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Rempahnya yang meresap serta ciri khas olesannya yang pedas seolah memberi sentuhan berbeda pada karakter rasa sate maranggi di sini.

    Baca juga: Apa Boleh Muslim Makan Cokelat Hadiah Valentine? Ini Kata Ulama

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Sate Maranggi Guru Mughni
    Alamat Jl. Radio Dalam Raya No.1, Gandaria Utara, Jakarta Selatan.
    No Telp 0818-885-133
    Jam Operasional

    Minggu-Kamis, 10.30 – 21.00 WIB

    Jumat – Sabtu, 10.30 – 24.00 WIB

    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Tradisional
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Bawa Pulang
    • Toilet
    • Area Merokok
    Sate Maranggi Guru MughniPenyajian maranggi yang dilakukan oleh Sate Maranggi Guru Mughni menggunakan bagian potongan sapi has dalam. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Daging has dalam yang empuk

    Sate Maranggi Guru Mughni tak memiliki banyak cabang, hanya ada dua di kawasan Jakarta Selatan yaitu Kuningan dan Radio Dalam. Walaupun cabangnya sedikit, tetapi hal ini menjadi kelebihannya karena memudahkan pemiliknya untuk memerhatikan kualitas rasa dengan lebih efektif.

    Ketika ke cabangnya di Radio Dalam, tim detikfood membuktikan sendiri kelezatan menu di sini. Potongan daging sapi yang digunakan ialah bagian has dalam, terlihat dari seratnya yang halus serta kadar lemaknya yang sangat minim.

    Tak sekadar aroma, seluruh menu berjudul maranggi saat dicicipi memiliki rasa rempah, khususnya ketumbar, yang begitu meresap. Ini menandakan daging has dimarinasi dengan bumbu dalam waktu yang lama.

    Pemilihan daging sate tentu berpengaruh pada hasil teksturnya setelah matang dan disajikan. Penggunaan daging has dalam sukses bikin sate empuk lembut dengan kadar lemak yang minim sehingga tidak meninggalkan jejak berminyak usai menyantapnya.

    Kreasi menu bercampur telur yang unik

    Sate Maranggi Guru MughniSelain dijadikan sate menu maranggi dan iganya juga ditumis dengan campuran telur. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Tak hanya fokus dengan hidangan sate, tetapi Sate Maranggi Guru Mughni punya ciri khas hidangan khasnya. Menu ini diberi imbuhan ‘gila’ karena penyajiannya yang mirip seperti topping pada nasi gila.

    Ada dua varian yang kami pesan pada jenis menu ini ialah Maranggi Gila dan Iga Gila yang masing-masing dibanderol Rp 75.000 per porsi.

    Maranggi Gila berupa potongan daging has dalam berbentuk persegi, kira-kira 2×2 sentimeter, yang ditumis bersama telur orak-arik. Memesan level pedas 2, racikan bumbu tumisannya memadukan sambal yang pedas menggelitik dan legitnya kecap manis.

    Menu ini berwarna cokelat yang membuat kami berpikir tak terlalu pedas, tetapi ternyata lambat laun rasa pedasnya meningkat dari yang menggelitik hingga membuat berkeringat. Perbedaan antara Maranggi Gila dan Iga Gila terdapat pada jenis dagingnya.

    Maranggi Gila menggunakan potongan daging sate maranggi yang dilepaskan dari tusukan bambunya, sehingga memiliki aroma dan rasa ketumbar yang lebih kuat.

    Sementara untuk Iga Gila menggunakan potongan daging iga yang sebelumnya sudah dipresto hingga empuk, tapi tidak dimarinasi dengan bumbu ketumbar seperti maranggi.

    Ada olahan sup hingga sate maranggi yang khas di halaman selanjutnya.

    Daging iga yang tebal dan tak amis

    Sate Maranggi Guru MughniSelain potongan maranggi ada juga olahan iga yang tak kalah empuk. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Olahan iga di Sate Maranggi Guru Mughni juga tak bisa dipandang sebelah mata. Selain menu Iga Gila, ada Sop Iga dan Iga Goreng yang masing-masing dibanderol Rp 65.000.

    Keduanya memiliki karakter yang berbeda. Iga Goreng menyajikan daging iga yang ditumis dengan bumbu dasar putih yang ditambahkan kecap manis. Dibuktikan dengan aroma harum lembut bawang putih dengan rasa gurih tipis dan kecap manis yang manis legit sebab sudah terkaramelisasi.

    Iga Goreng disajikan dengan kuah pelengkap yang bening kecokelatan. Rasa kuah kaldunya gurih lembut dengan sedikit sentuhan manis dan irisan daun bawang serta bawang goreng yang memperkaya aromanya. Jika ingin lebih pedas segar, bisa tambah sambal dan perasan jeruk nipis.

    Sementara untuk Sop Iga lebih cocok dinikmati bagi penggemar hidangan berkuah yang bening dan ringan. Potongan iganya besar-besar dengan daging yang tebal tetapi empuk. Dagingnya bahkan mudah lepas dari tulang!

    Seporsi sop iga berisi potongan daging iga, irisan tomat merah, potongan tomat hijau, serta taburan daun bawang dan bawang goreng. Rasa kuahnya sendiri benar-benar mendefinisikan sop, gurih lembut kaldu, asin yang tipis, serta sengatan pala dan cengkeh yang menambah aroma harum serta rasa hangat ketika kuahnya disesap.

    Lagi-lagi, jika ingin menambahkan rasa pedas atau asam segar dapat mengandalkan sambal merah dan potongan jeruk nipis sebagai pelengkapnya. Sop iga di Sate Maranggi Guru Mughni akan lebih enak dimakan hangat dengan nasi putih.

    Sate maranggi pedas minim lemak

    Sate Maranggi Guru MughniCiri khas sate maranggi di sini terdapat pada bumbunya yang pedas manis. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Beralih ke bintang utama menunya, ada Sate Maranggi Pedas (Rp 70.000) yang sepenuhnya daging tanpa selipan lemak atau gajih. Kami memesan level pedas 1 agar tak terlalu mengubah rasa original dari bumbu satenya itu sendiri.

    Untuk menunggu sate maranggi disajikan butuh waktu yang lebih lama daripada menu lainnya, kira-kira 15-20 menitan pelayannya baru mengantar menu tersebut pada kami. Penyajian sate marangginya cenderung sederhana, dengan 10 tusuk sate yang ditumpuk dan dilengkapi irisan tomat hijau juga merah.

    Pelanggan dipersilahkan menuangkan kecap manisnya sendiri. Saat disajikan aroma harum ketumbar langsung menyeruak bahkan sebelum dinikmati.

    Berbeda dengan sate maranggi di Purwakarta atau Cianjur, sate maranggi di sini tak didominasi rasa kecap manis. Perpaduan gurih, manis, rempah dari ketumbar, dan pedas terasa saat mengunyah potongan demi potongan dagingnya.

    Meski kami memesan tingkat kepedasan level 1, ternyata pedasnya tidak hanya di awal. Perlahan rasa pedasnya terasa semakin kuat.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Resep Sate Maranggi Khas Purwakarta yang Manis Gurih dan Nikmat

    Jakarta

    Sate maranggi khas Purwakarta bisa dijadikan ide hidangan Idul Adha yang nikmat. Jenis sate ini terasa lezat karena bumbunya yang meresap. Ikuti resep berikut!

    Jatah daging kurban bisa dibuat menjadi sate maranggi. Umumnya, sate maranggi terbuat dari daging sapi, tetapi bisa juga memanfaatkan daging kambing.

    Potongan dagingnya berupa dadu, nikmatnya jika dicampurkan sedikit lemak dalam satu tusukan. Bumbu sate maranggi berupa campuran bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, hingga gula merah.


    Penyajian sate maranggi biasanya ditambahkan sambal tomat yang segar. Bisa juga ditambahkan sambal kecap atau sambal oncom.

    Berikut resep sate maranggi khas Purwakarta dan cara membuatnya:

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 Sulit 5
    Daerah Asal Masakan : Jawa Barat
    Kategori Masakan : Daging

    Cara Memasak:

    1. Campurkan potongan daging dengan bumbu halus. Tambahkan kecap manis dan air asam Jawa.
    2. Aduk semua bahan sampai tercampur rata. Remas-remas daging dan bumbu agar meresap dan diamkan minimal 30 menit.
    3. Tusuki potongan daging dan lemak, selang-seling agar nikmat.
    4. Bakar sate di atas api arang dan bakar sampai matang. Sesekali dibolak-balik agar matang merata.
    5. Sajikan sate maranggi dengan sambal tomat. Nikmati dengan nasi hangat atau jadah bakar.

    Tips memasak:

    1. Jika ingin daging lebih empuk, bisa menambahkan sedikit parutan nanas saat mencampurkan daging dan bumbunya.
    2. Bisa menggunakan grill pan jika tak ada arang untuk membakar sate.
    3. Selain sambal tomat yang segar, buatlah sambal kecap untuk pendamping. Terdiri dari bawang merah, cabe rawit, tomat, kecap manis, dan air jeruk nipis.

    Simak Video “Cobain Sate Klatak dan Maranggi yang Buka 24 Jam
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com