Tag: satoshi nakamoto

  • Citi: Bitcoin di Awal Perubahan Besar-besaran, Kian Popular!

    Citi, perusahaan multinasional mengatakan, bahwa Bitcoin saat ini berada di awal perubahan besar-besaran, kian popular yang belum terjadi sebelumnya.

    “Bitcoin kini berada di titik penting dan bisa menjadi mata uang (currency) pilihan dalam perdagangan internasional. Bitcoin juga menghadapi ‘ledakan spekulatif,” sebut seorang analis Citi, dilansir dari Reuters, Senin (1/3/2021).

    Citi menyandarkan analisisnya pada dukungan besar Bitcoin oleh Tesla dan Mastercard.

    Baca Juga: Di Australia, Bitcoin Lebih Digemari Daripada Emas

    “Inilah yang menjadikan Bitcoin mendapatkan waktu tepat sebagai awal dari transformasi besar-besaran dan menjadi arus utama,” sebut Citi.

    Keterlibatan yang tumbuh dari investor institusional dalam beberapa tahun terakhir, jauh berbeda dengan dominasi kalangan ritel dalam satu dekade terakhir.

    Jelas Citi, meningkatnya popularitas Bitcoin juga dilengkapi dengan penerbitan “mirip stablecoin” oleh bank sentral, alias Central Bank Digital Currency (CBDC).

    CBDC juga disebut sebagai “digital fiat money” yang sebagian menggunakan teknologi mirip seperti blockchain, yakni Decentralized Ledger Technology (DLT).

    Baca Juga: 5 Crypto Potensial Saat Pasar Turun

    Lonjakan minat mendorong Bitcoin ke rekor tertinggi US$58.354 pada beberapa hari lalu. Kapitalisasi pasarnya pun genap menjadi US$1 triliun untuk kali pertama sejak ia dibidani oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008.

    “Sejumlah risiko dan hambatan memang masih menghalangi popularitas Bitcoin. Tapi, dalam jangka panjang, peluangnya masih sangat besar,” jelas Citi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketua SEC Akhirnya Buka Suara Bahas Regulasi Crypto!

    Ketua dari Securities and Exchange Commission (SEC) baru saja memberikan pandangannya terhadap pasar crypto secara menyeluruh.

    Dari beberapa pandangannya, salah satu hal yang dijadikan sorotan utama oleh publik adalah pandangannya mengenai regulasi.

    Ketua SEC Buka Suara Tentang Regulasi Crypto

    Gary Gensler, Ketua SEC terbaru, baru saja memberikan pandangannya mengenai kondisi pasar crypto dan kebutuhan regulasi di Amerika Serikat.

    Ia menyatakan bahwa saat ini crypto merupakan sebuah hal yang baru dan masih sangat rentan terhadap adanya perilaku kecurangan.

    Pernyataan tersebut ia sampaikan akibat banyaknya transaksi yang tidak legal dan juga penipuan yang bergerak di pasar crypto.

    Oleh karena itu setelah mendapatkan tuntutan dari pemerintah dan publik untuk memberi pandangannya, ia akhirnya menyampaikan suara.

    Gensler menyatakan bahwa pasar crypto merupakan sebuah hal yang perlu diregulasi dengan ketat terutama oleh SEC.

    Ia merasa dengan adanya regulasi yang lebih ketat dan juga adanya pengawasan dari SEC crypto di Amerika dapat tumbuh lebih baik.

    Pandangan yang ia berikan bertujuan untuk melindungi investor di Amerika untuk mengadopsi crypto dengan cara yang lebih aman.

    Selanjutnya, ia juga menyatakan bahwa nantinya regulasi akan lebih ketat terhadap crypto namun tidak akan membatasinya.

    Gary Gensler juga memperingatkan bahwa nantinya SEC akan lebih ketat mengawasi bursa crypto dan juga perusahaan terkait crypto.

    Ia bahkan mengajak pihak-pihak tersebut untuk kerja sama agar dapat dibantu dan dipandu pertumbuhannya juga oleh SEC.

    Intinya melalui beberapa pernyataan resminya terkait regulasi, saat ini Gary Gensler memperingatkan bahwa regulasi terhadap crypto akan lebih ketat.

    Baca Juga: Cara Bijak Atur Keuangan Awal Bulan, Check!

    Masih Mendukung Crypto

    Untuk diperjelas, Gary Gensler tidak menentang pertumbuhan crypto, bahkan ia menjadi salah satu pihak di pemerintah yang mengakui baiknya inovasi ini.

    Ia mengakui bahwa Satoshi Nakamoto telah menciptakan suatu hal yang penting terutama dalam mendorong teknologi blockchain dan kriptografi.

    Pandangan terhadap Satoshi Nakamoto dari Gary Gensler adalah sebuah pandangan yang positif sehingga dapat dianggap sebagai sebuah dukungan.

    Gensler menyatakan bahwa apa yang dibawa oleh Satoshi Nakamoto dalam inovasinya di 2008 adalah sebuah hal yang mendorong adopsi internet lebih tinggi.

    Ia juga menambahkan bahwa apa yang terjadi saat ini bukan sebuah hal yang akan pudar dengan cepat namun dapat bertahan.

    Berikutnya ia juga menyatakan bahwa walau banyak pihak di pemerintah yang ingin crypto hilang, ia percaya teknologi ini dapat membawa hal positif.

    Namun satu hal yang perlu diketahui bahwa nampaknya Gensler hanya terfokus pada Bitcoin akibat ia juga menyatakan bahwa,

    “Saya sudah mempelajari bidang ini secara menyeluruh. Saya bisa menyatakan bahwa Bitcoin adalah satu-satunya inovasi nyata.”

    Pernyataan tersebut diartikan banyak hal oleh pasar, namun sebagian besar menganggap hal tersebut sebagai dukungan untuk Bitcoin namun tidak untuk crypto.

    Pandangan tersebut diperkuat dengan Gary Gensler yang menyatakan bahwa crypto adalah sebuah aset spekulatif dengan risiko tinggi untuk menyimpan kekayaan.

    Kemungkinan Menyetujui ETF Bitcoin

    Dengan banyaknya pernyataan yang terlihat mendukung teknologi Bitcoin dan inovasinya di pasar keuangan, muncul narasi baru.

    Narasi tersebut adalah kemungkinan persetujuan terhadap perizinan Reksadana ETF Bitcoin yang selama ini belum disetujui SEC.

    Dari pernyataan Gensler, nampaknya investor menganggap bahwa SEC dalam langkah untuk menyetujui Bitcoin ETF.

    Pernyataan yang diambil dari Gary Gensler dalam potensi persetujuan ini adalah saat ia menyatakan bahwa ETF Bitcoin yang teregulasi akan aman untuk investor.

    Ia juga menyinggung adanya kemungkinan untuk menciptakan ETF berbasis Kontrak Berjangka Bitcoin yang diterbitkan oleh CME atau Chicago Merchantile Exchange.

    Namun satu hal yang membuat pasar bimbang adalah pernyataannya yaitu ETF akan berada di bawah regulasi Mutual Fund.

    Mutual Fund berada di bawah regulasi yang sama dengan saham di Amerika, sehingga dapat membuat kerancuan antara crypto sebagai saham atau komoditas.

    Baca Juga: Alasan Kepala SEC Baru Berdampak Positif untuk Pasar Crypto

    Tapi untuk saat ini nampaknya SEC masih dalam tahap pendalaman mengenai permasalahan tersebut agar regulasi terbentuk dengan baik.

    Satu hal yang pasti adalah Gary Gensler menganggap saat ini perlindungan terhadap investor melalui regulasi masih sangat kurang.

    Sehingga ke depannya akan ada beberapa regulasi dan syarat ketat sebelum ETF Bitcoin atau ETF crypto lainnya tercipta.

    Jadi, terciptanya dan disetujuinya Bitcoin ETF masih menjadi sebuah hal yang mungkin, namun masih belum diketahui kapan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Ulang Tahun Ke-14, Ini Peran dan Cerita Satoshi Nakamoto

    Bitcoin adalah aset kripto terbesar dan terpopuler di dunia yang telah merayakan ulang tahunnya yang ke-14. Pada tanggal 3 Januari 2009, blok pertama dari blockchain Bitcoin, yang dikenal sebagai Genesis block, ditambang oleh pengembang dengan nama samaran yang dikenal sebagai Satoshi Nakamoto.

    Dikutip Investopedia, Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin yang terkenal dan misterius, menambang blok pertama Bitcoin pada 3 Januari 2009. Nakamoto menerima 50 BTC sebagai hadiah untuk Genesis block.

    Hadiahnya tidak dapat dihabiskan karena Satoshi tidak mengirimkan transaksi dari Genesis block ke database transaksi global. Tidak jelas apakah ini disengaja.

    Pesan Satoshi Nakamoto

    Saat ini lebih dari 90 persen BTC telah ditambang. Saat pertama kali Nakamoto menambang set pertama Bitcoin, ia menulis kode blok:

    “The Times 03/Jan/2009 Chancellor on brink of second bailout for banks”

    Satoshi Nakamoto

    Ilustrasi mining Bitcoin.
    Ilustrasi mining Bitcoin.

    Baca juga: Kemendag: Transaksi Aset Kripto Capai Rp 290 Triliun di Tahun 2022

    Nakamoto tidak pernah secara eksplisit menyatakan apa maksud pesan tersebut, banyak yang berasumsi bahwa itu adalah referensi alasan di balik penciptaan Bitcoin.

    BTC diluncurkan karena berbagai alasan. Kebebasan finansial adalah salah satu tujuan utama. Pesan di atas kemungkinan menunjukkan bagaimana Bitcoin melewati perantara dan bank yang diyakini Nakamoto tidak jujur ​​dan tidak dapat diandalkan demi mengembangkan bentuk uang yang lebih demokratis.

    Selain itu, pesan di atas adalah satu-satunya bentuk komunikasi dari Satoshi Nakamoto. Namun, Nakamoto menambang Bitcoin selama beberapa tahun setelah pembuatan Genesis block. Namun, pada tahun 2011, Nakamoto menghilang dan tidak memindahkan simpanan Bitcoinnya selama 10 tahun terakhir.

    Blok Genesis

    Watcher.Guru mengabarkan bahwa Genesis block adalah Blok 1 dari blockchain Bitcoin. Namun, sebenarnya itu adalah Blok 0. Genesis block Bitcoin, yang dulunya dikenal sebagai “blok 1”, sekarang biasanya disebut “blok 0” oleh pengguna yang sudah ada.

    Blok 1, blok berikutnya, tidak ditambang hingga 9 Januari, enam hari kemudian. Perbedaan stempel waktu rata-rata antara blok adalah sepuluh menit, oleh karena itu hal ini tidak biasa.

    Namun, beberapa penjelasan atas keterlambatan itu dikemukakan. Beberapa berspekulasi bahwa Nakamoto menghabiskan total enam hari menambang blok pertama untuk memverifikasi stabilitas sistem Bitcoin.

    market kripto bitcoin
    Ilustrasi market kripto bitcoin.

    Baca juga: Sam Bankman-Fried Mengaku Tidak Bersalah dalam Kasus Penipuan FTX

    Transaksi Bitcoin Pertama

    Transaksi Bitcoin pertama terjadi pada bulan Oktober 2009 ketika seorang mahasiswa ilmu komputer Finlandia bernama Martti Malmi menjual 5.050 BTC, memberikan setiap koin nilai US$ 0,0009.

    Salah satu transaksi dunia nyata awal yang paling menonjol terjadi pada tahun 2010 ketika Laszlo Hanyecz yang sekarang terkenal membeli dua pizza seharga 10.000 BTC.

    Pada nilai hari ini, itu akan menjadi sekitar US$ 167,3 juta. Pembelian tersebut telah menjadi acara komunitas kripto yang ditandai pada 22 Mei sebagai Bitcoin Pizza Day .

    Tidak lama kemudian Bitcoin mencapai valuasi US$ 1, yang terjadi pada Februari 2011. Tak lama kemudian, harga aset naik menjadi US$ 10 dan kemudian menjadi US$ 30, menyebabkan lompatan 30 kali lipat untuk tahun itu. Pada 2013, itu melewati US$ 1.000 per token.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dua Misteri Terbesar dalam Sejarah Aset Kripto

    Ruang aset kripto diselimuti misteri dan kerahasiaan. Itu tidak mengherankan, karena anonimitas adalah salah satu fondasi utama dari industri yang terdesentralisasi.

    Ada banyak misteri di dunia. Namun, misteri zaman modern di dunia digital adalah sesuatu yang baru. Dengan itu, mari kita lihat dua misteri terbesar di sektor aset kripto yang dilansir Watcher Guru.

    1. Siapa Satoshi Nakamoto?

    Pada tanggal 31 Oktober 2008, sebuah makalah berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System” dikirim ke milis kriptografi. Makalah tersebut menggambarkan bagaimana rekan-rekan dapat mengirim nilai pertukaran antara satu sama lain tanpa harus bergantung pada kepercayaan. Penulis makalah itu bernama Satoshi Nakamoto. Namun, tidak ada yang tahu siapa orang ini.

    Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.
    Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.

    Baca juga: NGOBRAS Season 2: Dampak Elon Musk Akuisisi Twitter ke Market Kripto

    Sekarang, selama 14 tahun sejarahnya, banyak orang telah dituduh sebagai Satoshi. Menurut Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum (ETH), Hal Finney adalah kandidat yang paling mungkin untuk mengisi posisi Satoshi.

    Finney adalah seorang ilmuwan komputer yang merupakan pengembang awal Bitcoin, dan dia juga penerima transaksi Bitcoin pertama dari dompet Satoshi. Selain itu, Finney tinggal di lingkungan yang sama dengan Dorian Satoshi Nakamoto, yang juga dituduh sebagai pembuat kode anonim.

    Namun, Dorian membantah klaim tersebut. Mungkin Finney menggunakan nama tetangganya untuk tidak menonjolkan diri. Sayangnya, Finney meninggal pada tahun 2014 karena komplikasi ALS.

    Kandidat Lain

    Nick Szabo adalah kandidat lain yang telah dipertimbangkan untuk menjadi Satoshi. Szabo adalah penggemar mata uang terdesentralisasi dan menulis makalah untuk “Bit Gold”, yang merupakan pendahulu dari awal Bitcoin. Selain itu, Szabo dikenal sebagai penggemar penggunaan nama samaran; Inisial Szabo, NS, kebalikan dari Satoshi, SN.

    Kandidat lain yang mungkin adalah Adam Back. Back adalah salah satu dari dua orang pertama yang menerima email dari Satoshi. Back juga merupakan pencipta Hashcash, sistem Proof-of-Work (POW) yang dirancang untuk membatasi penipuan email. Banyak orang bahkan menunjukkan gaya penulisan Back cocok dengan Satoshi.

    Namun, tidak ada bukti kuat untuk membuktikan salah satu dari tiga identitas sebagai pencipta Bitcoin.

    2. Siapa “Ratu Kripto” Ruja Ignatova?

    Ratu kripto, Ruja Ignatova, Foto: The Guardian.
    Ratu kripto, Ruja Ignatova, Foto: The Guardian.

    Baca juga: Gantikan Indonesia, India Usung Regulasi Kripto Agenda Utama G20 2023

    Ruang aset kripto dipenuhi dengan penipuan. Namun, tidak ada yang lebih terkenal dari Ruja Ignatova, yang dikenal sebagai “ratu kripto”.

    Ignatova lahir di Bulgaria dari orang tua berdarah Roma, Italia. Namun, ketika dia berusia 10 tahun, orang tuanya pindah ke Jerman, dan sebagai hasilnya, dia kemudian memperoleh kewarganegaraan Jerman.

    Onecoin adalah penipuan aset kripto skema ponzi yang didirikan dengan bantuan Ignatova. Pada tahun 2017, penipuan menipu publik sekitar US$ 4 miliar, dan Ignatova telah hilang sejak 25 Oktober di tahun yang sama. Ignatova terakhir terlihat meninggalkan Sofia, ibu kota Bulgaria, menuju Athena.

    Keberadaan Ignatova masih belum diketahui, namun masih banyak yang menduga bahwa ia masih berada di Yunani. FBI Amerika Serikat telah memasukkan Ignatova ke dalam daftar orang yang paling dicari. Selain itu, FBI menawarkan hadiah US$ 100.000 untuk informasi yang dapat mengakibatkan penangkapannya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Bitcoin Diproyeksikan Lampaui Kepemilikan Satoshi Akhir Tahun Ini

    ETF Bitcoin AS mendekati tonggak sejarah besar, dengan potensi melampaui kepemilikan Bitcoin milik Satoshi Nakamoto dan bersaing dengan ETF emas dalam hal aset yang dikelola (AUM) pada akhir tahun ini.

    ETF Bitcoin spot AS berada di jalur untuk mencapai pencapaian luar biasa, berpotensi melampaui kepemilikan legendaris Satoshi Nakamoto yang diperkirakan sekitar 1,1 juta BTC. Dengan performa harga yang kuat dan meningkatnya minat dari investor institusional, ETF Bitcoin dengan cepat menjadi kekuatan utama di pasar kripto, mendekati gelar sebagai pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Di sisi lain, ETF ini juga semakin mendekati ETF emas dalam hal jumlah aset yang dikelola.

    Sejak diluncurkan pada Januari, ETF Bitcoin spot AS telah mencatat pertumbuhan yang signifikan. Menurut analis kripto HODL15Capital, ETF ini saat ini memiliki sekitar 1,081 juta BTC, hanya sedikit di bawah perkiraan kepemilikan Nakamoto. Satoshi Nakamoto, pencipta anonim Bitcoin, diyakini menyimpan sekitar 5,68% dari total pasokan Bitcoin, dengan nilai lebih dari $100 miliar. Jika tren pertumbuhan saat ini terus berlanjut, para analis memproyeksikan ETF ini dapat melampaui kepemilikan Nakamoto sebelum Hari Thanksgiving.

    Pertumbuhan Signifikan Sejak Peluncuran

    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Mengapa Harga Bitcoin Turun 4% Menjelang $100.000? Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini

    Eric Balchunas, Analis Senior ETF di Bloomberg, menyoroti cepatnya aliran masuk dana ke ETF ini. Ia menyebutkan bahwa saat ini ETF tersebut telah mencapai 98% perjalanan menuju melampaui kepemilikan Bitcoin Nakamoto. “Dengan laju ini, tonggak sejarah dapat tercapai hanya dalam beberapa hari jika aliran dana tetap konsisten,” jelas Balchunas.

    Dalam seminggu terakhir, ETF ini mencatat lonjakan aliran dana yang signifikan, meningkat 97% dibandingkan minggu sebelumnya menjadi $3,3 miliar. BlackRock, melalui iShares Bitcoin Trust, menyumbang $2 miliar dari total aliran ini. Banyak pihak mengaitkan lonjakan ini dengan diperkenalkannya perdagangan opsi untuk ETF ini, yang semakin menarik minat investor institusional. Meningkatnya minat ini mencerminkan perubahan signifikan dalam adopsi Bitcoin sebagai aset investasi utama.

    Selain melampaui kepemilikan Nakamoto, ETF Bitcoin juga terus mengejar ETF emas dalam hal AUM. Saat ini, ETF emas mengelola $120 miliar, sementara ETF Bitcoin berada di angka $107 miliar. Para analis percaya bahwa ETF Bitcoin dapat melampaui ETF emas sebelum Natal, menandai tonggak penting lainnya dalam industri kripto.

    Lonjakan Aliran Dana yang Signifikan

    Kinerja luar biasa Bitcoin sepanjang tahun ini memainkan peran besar dalam pertumbuhan ini. Mata uang kripto ini telah melonjak hampir 160% sejak Januari, diperdagangkan mendekati $100.000, dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,91 triliun. Hal ini menjadikan Bitcoin lebih berharga dibandingkan perak dan bahkan lebih besar daripada perusahaan seperti Saudi Aramco. Namun, Bitcoin masih tertinggal dari emas, yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $18 triliun.

    Perkembangan ini menyoroti daya tarik Bitcoin yang semakin meningkat di kalangan investor institusional serta perannya yang kian kuat sebagai pesaing aset tradisional seperti emas. Seiring dengan makin populernya ETF Bitcoin, dampaknya terhadap lanskap keuangan global semakin tak terbantahkan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fakta Whitepaper Bitcoin yang Genap Berusia 16 Tahun

    Hari ini, 31 Oktober, kita memperingati 16 tahun sejak whitepaper Bitcoin pertama kali diperkenalkan. Pada tanggal ini di tahun 2008, Satoshi Nakamoto merilis dokumen whitepaper berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System“.

    Inovasi Bitcoin

    Saat pertama kali diterbitkan, dokumen ini tidak banyak dikenal, namun kini dianggap sebagai pencapaian besar yang membawa dua inovasi utama:

    1. Bitcoin memungkinkan transaksi keuangan tanpa perantara di internet.
    2. Bitcoin adalah mata uang digital pertama yang beroperasi tanpa kendali pemerintah atau lembaga tertentu.

    Fakta Menarik Whitepaper Bitcoin

    Untuk mengenang ulang tahun ke-15 ini, berikut beberapa fakta menarik tentang white paper Bitcoin yang penting diketahui:

    1. Hanya 9 Halaman – White paper ini lebih pendek dari Magna Carta dan Konstitusi AS, meski isinya cukup kompleks.
    2. Penulis Anonim – Hingga kini, identitas Satoshi Nakamoto masih misteri, meskipun banyak yang mengaku sebagai dirinya.
    3. Awalnya Dikritik – Dokumen ini mendapat banyak kritik di komunitas kriptografi, mulai dari isu konsumsi listrik hingga skalabilitas.
    4. Nama Bitcoin Hanya Disebut Dua Kali – Ada kemungkinan awalnya Bitcoin akan diberi nama “Electronic Cash” atau “Netcoin.”
    5. Koding Dulu, Baru Menulis – Satoshi menyelesaikan kode Bitcoin sebelum menulis dokumen ini.
    6. Tidak Ada Kata “Blockchain” atau “Cryptocurrency” – Satoshi menyebutnya “timestamp server” yang berfungsi untuk mencatat transaksi.
    7. Kata yang Paling Sering Muncul adalah “Block” – Struktur data blok ini adalah inti dari jaringan Bitcoin.
    8. Mengutip 10 Ilmuwan – Dokumen ini mengutip karya-karya ilmuwan, termasuk proyek digital cash terdahulu.
    9. Bagian Dokumen yang Sudah Kadaluarsa – Seiring waktu, beberapa bagian dokumen ini tidak lagi relevan dengan perkembangan Bitcoin saat ini.
    10. Tersedia di Banyak Situs – Dokumen ini sekarang tersedia di banyak situs, termasuk milik pemerintah AS.
    11. Tidak Dapat Diakses di Inggris – Karena sengketa hukum, dokumen ini tidak tersedia di Inggris sejak 2021.
    12. Pernah Tersimpan di Komputer Apple – White paper ini tersembunyi dalam setiap perangkat MacOS sejak 2017, meskipun akhirnya dihapus.
    13. Dianggap ‘Puisi’ oleh Jack Dorsey – Pendiri Twitter ini menyebut dokumen ini sebagai karya luar biasa.
    14. Diabadikan di Mobil Balap F1 – Pada 2023, Kraken menempatkan teks dokumen ini di mobil balap Formula 1.
    15. Dikutip Lebih dari 4.000 Kali – White paper ini telah menjadi referensi utama bagi banyak proyek kripto lainnya.

    Bitcoin telah menjadi inspirasi besar bagi inovasi di seluruh dunia, dan warisan Satoshi Nakamoto ini akan terus menginspirasi perkembangan teknologi di masa depan.

    Baca juga: MicroStrategy Kumpulkan Dana $42 Milliar untuk Beli Bitcoin Lagi


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Siapa Peter Todd yang Diduga Satoshi Nakamoto di Dokumenter HBO?

    Sebuah film dokumenter terbaru dari HBO yang berjudul Money Electric: The Bitcoin History kembali memanaskan spekulasi tentang identitas Satoshi Nakamoto, sang pencipta Bitcoin yang misterius. Film ini mengarahkan sorotan kepada Peter Todd, seorang pengembang inti Bitcoin asal Kanada, sebagai sosok di balik pseudonim tersebut.

    Spekulasi Dimulai dari Sebuah Balasan di Forum BitcoinTalk

    Spekulasi bahwa Todd adalah Nakamoto bermula dari sebuah kejadian tak terduga pada tahun 2010. Todd secara tidak sengaja membalas sebuah postingan di forum BitcoinTalk yang dibuat oleh Satoshi Nakamoto sendiri. Momen ini menjadi salah satu dari sekian banyak bukti yang dipresentasikan dalam film dokumenter tersebut. Disutradarai oleh Cullen Hoback, film ini juga menampilkan wawancara dengan Todd dan tokoh-tokoh besar lain di dunia kripto, termasuk Adam Back, pendiri Blockstream.

    Dalam salah satu adegan yang kontroversial, Hoback mengajukan pertanyaan langsung kepada Todd, “Apakah Anda Satoshi Nakamoto?” yang dijawab oleh Todd dengan candaan, “Ya, saya Satoshi Nakamoto.” Pernyataan ini memicu kehebohan di komunitas kripto, namun Todd segera menegaskan bahwa jawabannya hanyalah sebuah sarkasme, bukan pengakuan sebenarnya.

    Candaan atau Fakta?

    Peter Todd memang dikenal sering bercanda tentang dirinya sebagai Satoshi. Bahkan, dalam sebuah episode podcast What Bitcoin Did pada tahun 2019, ia mengatakan, “Saya adalah Satoshi, seperti orang lain.” Candaan semacam ini sering kali digunakan oleh para pengembang Bitcoin untuk menyoroti pentingnya privasi dalam komunitas kripto.

    Namun, klaim dari Hoback dalam film dokumenter tersebut tidak berhenti pada candaan semata. Hoback juga mengutip log obrolan yang ditulis oleh Todd, di mana ia mengklaim sebagai “pakar terkemuka dunia tentang cara mengorbankan Bitcoin.” Hoback menganggap pernyataan ini sebagai pengakuan tidak langsung bahwa Todd telah secara sengaja menghapus akses ke 1,1 juta Bitcoin—koin yang diyakini dimiliki oleh Nakamoto sendiri.

    Penolakan Keras dari Todd

    Tweet bantahan Peter Todd. Sumber: Peter Todd.
    Tweet bantahan Peter Todd. Sumber: Peter Todd.

    Baca juga: Indonesia Blockchain Week 2024 Siap Digelar di Jakarta

    Sebelum film dokumenter ini dirilis, Todd sudah mengeluarkan bantahan keras melalui media sosial. Pada 8 Oktober, Todd kembali menegaskan di platform X (dulu Twitter) bahwa ia bukanlah Satoshi. “Saya bukan Satoshi,” tulisnya singkat namun tegas. Ia juga menganggap klaim yang dibuat dalam film dokumenter tersebut sebagai “konyol.”

    Meskipun demikian, klaim yang dilontarkan dalam Money Electric: The Bitcoin History telah memicu kembali perdebatan lama tentang identitas asli Satoshi Nakamoto. Banyak spekulan yang semula menempatkan taruhan mereka pada tokoh-tokoh seperti Adam Back, Nick Szabo, atau Len Sassaman kini mulai memperhitungkan Todd sebagai kandidat potensial.

    Misteri Satoshi Nakamoto Terus Berlanjut

    Identitas asli Satoshi Nakamoto masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah teknologi modern. Meskipun Todd secara konsisten membantah keterlibatannya, film dokumenter ini menambah babak baru dalam spekulasi yang tak berujung. Untuk saat ini, siapa sebenarnya yang menciptakan Bitcoin masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Bitcoin BlackRock Dekati Kepemilikan BTC Satoshi Nakamoto

    Dalam kurun waktu enam bulan sejak diluncurkan, BlackRock Bitcoin ETF (IBIT) telah menjadi pemegang BTC terbesar ketiga di dunia. ETF ini berpotensi melampaui kepemilikan BTC Satoshi Nakamoto, sang pencipta Bitcoin, yang diperkirakan sebesar 1,1 juta BTC, dalam waktu satu tahun ke depan.

    BlackRock, sebagai manajer aset terbesar di dunia, telah mencatatkan kesuksesan besar dengan meluncurkan ETF Bitcoin tahun ini, yang langsung menjadi salah satu dana BTC terbesar di pasar. Jika tren akumulasi BTC terus berlanjut dengan kecepatan seperti saat ini, IBIT dapat mengambil alih posisi Satoshi Nakamoto sebagai pemilik BTC terbesar.

    Apakah BlackRock Bitcoin ETF Akan Menyalip Satoshi Nakamoto?

    Eric Balchunas, seorang ahli strategi ETF dari Bloomberg, membagikan daftar sepuluh pemegang BTC terbesar di dunia. Data tersebut menunjukkan bahwa IBIT milik BlackRock telah menduduki posisi ketiga, dengan total 347.767 Bitcoin. Dua entitas yang berada di atas IBIT adalah Binance dengan 550.133 BTC, dan Satoshi Nakamoto dengan 1,1 juta BTC.

    Balchunas mencatat bahwa dengan perkembangan ini, IBIT berpotensi menjadi dana Bitcoin terbesar di dunia tahun depan. Selain IBIT, ETF Bitcoin lainnya dari Amerika Serikat, seperti FBTC milik Fidelity dan dua dana Grayscale—BTC dan GBTC—juga masuk dalam daftar sepuluh pemegang Bitcoin terbesar. Jika tren ini berlanjut, kepemilikan gabungan mereka dapat melampaui BTC yang dimiliki Satoshi Nakamoto pada Oktober tahun ini.

    Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.
    Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Bitcoin dan Ethereum Melakukan Reli Menjelang Rilis Data Inflasi AS

    Dalam sebuah cuitan, Balchunas menegaskan bahwa BlackRock kemungkinan besar akan menempati posisi nomor satu pada akhir tahun depan dan diperkirakan akan bertahan di sana untuk waktu yang lama.

    Fluktuasi Arus Masuk ke ETF Bitcoin

    Arus masuk ke ETF Bitcoin spot terus berfluktuasi, dengan minggu lalu mencatatkan arus keluar yang cukup besar. Namun, minggu ini dimulai dengan catatan positif, di mana ETF BTC AS berhasil mencatat arus masuk lebih dari $27 juta pada Senin, 13 Agustus. ETF ARKB milik Ark Invest menjadi yang terbesar dengan arus masuk $35,4 juta, diikuti oleh IBIT BlackRock dengan arus masuk sebesar $13,4 juta. Di sisi lain, ETF BITB milik Bitwise dan GBTC milik Grayscale mengalami arus keluar masing-masing sebesar $17,1 juta dan $11,8 juta.

    Pemulihan Bitcoin Menjelang Data CPI AS

    Harga Bitcoin mengalami kenaikan 1,5% menjadi $60.000 menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat. Data CPI untuk bulan Juli ini sangat penting bagi Federal Reserve dalam menentukan kebijakan suku bunga pada bulan September. Saat ini, pasar memberikan probabilitas 50-50 untuk pemotongan suku bunga sebesar 25 bps atau 50 bps.

    Meskipun volatilitas masih tinggi, dana kripto tetap berhasil menarik arus masuk sebesar $176 juta minggu lalu, dengan ETF Ethereum menjadi pendorong utama.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Satoshi Nakamoto Masih Jadi Raja Crypto, Total Kekayaan Capai Rp2 Kuadriliun

    Satoshi Nakamoto, sang pencipta anonim Bitcoin, terus menjadi figur paling misterius sekaligus terkaya di dunia cryptocurrency. Dengan estimasi kepemilikan sekitar 1,1 juta BTC yang belum pernah disentuh selama lebih dari 15 tahun, kekayaannya sering disebut mencapai angka fantastis.

    Pada puncak harga Bitcoin di Oktober 2025 (sekitar $126,272 per BTC), nilai aset Satoshi mencapai sekitar $138 miliar USD atau setara dengan lebih dari Rp2 kuadriliun.

    Meskipun harga BTC mengalami koreksi dari harga tertingginya, Satoshi Nakamoto masih memegang tahta sebagai raja crypto Indonesia juga dunia, dengan kekayaan 1 juta Bitcoin yang tersimpan aman on-chain.

    Siapa Raja Crypto Satoshi Nakamoto?

    Satoshi Nakamoto adalah nama samaran yang digunakan untuk menerbitkan whitepaper Bitcoin pada Oktober 2008 dan meluncurkan jaringan pada Januari 2009.

    Ia aktif berkomunikasi di forum hingga akhir 2010, lalu menghilang sepenuhnya. Tidak ada yang tahu identitas aslinya—bisa individu, kelompok, atau bahkan lembaga. 

    Beberapa kandidat yang sering disebut merupakan Satoshi Nakamoto termasuk Hal Finney, Nick Szabo, Craig Wright, atau bahkan tim dari NSA, sampai sekarang tidak memiliki bukti yang kuat untuk meyakinkan publik bahwa mereka adalah Satoshi Nakamoto.

    Estimasi Kekayaan Raja Crypto Satoshi Nakamoto

    Total kekayaan Satoshi Nakamoto dari tahun 2016 sampai hari ini. Sumber: Arkham Intelligence.

    Satoshi memiliki total Bitcoin sebanyak 1.096.358 atau 5.23% dari total suplai Bitcoin. Dengan jumlah Bitcoin yang dimiliki Satoshi Nakamoto ini maka total kekayaannya:

    • Saat Bitcoin dalam harga tertinggi di 2025 ($126,272): $138,5 miliar atau Rp 2.338 triliun (kurs Rp16,880/USD)
    • Saat Bitcoin dalam harga terendah di 2025 ($74,434): $81,7 miliar atau Rp 1.377 triliun
    • Saat Bitcoin dalam harga sekarang ($89,586): $98,3 miliar atau Rp 1.660 triliun

    Meski fluktuasi harga BTC menyebabkan kekayaan Satoshi naik-turun, Satoshi tetap menempati posisi nomor satu sebagai pemegang BTC individu terbesar.

    Meskipun Satoshi Nakamoto tidak melakukan apa pun terhadap aset Bitcoin miliknya, kekayaan Satoshi Nakamoto akan terus bertambah sejalan dengan kenaikan harga Bitcoin.

    Dompet Bitcoin Satoshi Nakamoto masih bertambah dari kiriman Bitcoin tak dikenal. Sumber: Arkham Intelligence.

    Menariknya, hingga saat ini wallet Satoshi masih menerima kirim-kiriman Bitcoin dari berbagai alamat anonim. Sebagian besar transfer tersebut berupa sejumlah kecil dust transactions hingga ratusan atau ribuan dolar sebagai tanda penghormatan dari komunitas.

    Mengapa Satoshi Jadi Raja Crypto?

    • Tidak Pernah Menjual: Tidak seperti whale lain, koin Satoshi tetap diam, tanpa ada pergerakan dari semenjak dirinya menghilang.
    • Dominasi Pasar: Memiliki 1.096.358 atau 5.23% dari total supply Bitcoin yang beredar, yakni maksimal 21 juta.
    • Perbandingan dengan Orang Terkaya Lain: Pada puncak harga Bitcoin, Satoshi mampu melampaui kekayaan Bill Gates (~$134 miliar) dan Michael Dell (~132 miliar).
    • Dampak Potensial: Jika koin-koin ini bergerak atau identitas terungkap, bisa menyebabkan volatilitas pasar Bitcoin. Namun, hingga kini, tidak ada tanda-tanda tersebut.

    Kesimpulan

    Satoshi Nakamoto masih jadi raja crypto Indonesia maupun dunia dengan total kekayaan yang mencapai Rp2 kuadriliun dan akan terus bertambah sejalan dengan harga Bitcoin.

    Kekayaannya bukan berasal dari ambisi pribadi, tetapi karena keberhasilan menciptakan sistem moneter digital yang revolusioner. Sejalan dengan semangat privasi komunitas crypto, sosok paling kaya di dunia kripto adalah yang paling tidak terlihat.

    Selama Bitcoin terus digunakan, ditambang, dan dipercaya, nama Satoshi Nakamoto mungkin akan tetap sebagai miliarder yang membawa era baru keuangan digital.

    Mau punya Bitcoin seperti Satoshi Nakamoto? Yuk beli di exchange Indonesia yang resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Alasan Mengapa Supply yang Terbatas Bisa Pengaruhi Harga Bitcoin


    Jakarta

    Bitcoin dikenal sebagai salah satu aset digital paling revolusioner dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu karakteristik uniknya adalah supply atau pasokan yang terbatas, yaitu hanya 21 juta koin yang dapat ditambang.

    Berbeda dengan mata uang tradisional yang bisa dicetak atau diatur oleh bank sentral, jumlah Bitcoin yang tersedia tidak akan pernah melebihi batas tersebut. Hal ini membawa dampak signifikan terhadap harga bitcoin, dan berikut ini pembahasan yang akan mengupas mengapa supply yang terbatas bisa memengaruhi harga Bitcoin secara signifikan.

    Konsep Supply dan Demand dalam Ekonomi

    Untuk memahami bagaimana supply Bitcoin yang terbatas memengaruhi harganya, kita perlu melihat pada konsep dasar ekonomi, yaitu supply (penawaran) dan demand (permintaan). Ketika penawaran suatu barang terbatas sementara permintaan terhadap barang tersebut tetap bahkan meningkat, harga akan cenderung naik. Ini berlaku di pasar apapun, termasuk pasar cryptocurrency seperti Bitcoin.


    Dalam kasus Bitcoin, dengan supply yang terbatas dan semakin banyak orang yang ingin memilikinya, mekanisme ini mulai berlaku. Jika permintaan terus bertambah tetapi ketersediaan Bitcoin tetap stagnan atau bahkan menurun, harga secara alami akan terdorong naik.

    Bitcoin, Aset dengan Supply Terbatas

    Bitcoin didesain dengan jumlah maksimum yang sudah ditentukan dari awal. Sejak pertama kali diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009, aturan utama Bitcoin adalah bahwa hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang dapat ditambang. Saat ini, lebih dari 19 juta Bitcoin sudah beredar di pasar, dan setiap empat tahun sekali, jumlah Bitcoin yang ditambang melalui proses yang disebut halving akan semakin berkurang.

    Halving adalah mekanisme pengurangan reward untuk penambang yang terjadi setiap 210.000 blok atau kira-kira setiap empat tahun. Artinya, semakin sedikit Bitcoin yang akan diterbitkan di masa depan, sehingga proses ini secara bertahap memperketat penawaran Bitcoin yang baru.

    Pengaruh Halving pada Supply dan Harga

    Setiap kali terjadi halving, jumlah Bitcoin baru yang bisa ditambang per blok berkurang setengahnya. Misalnya, pada awalnya, penambang menerima 50 Bitcoin per blok. Namun, setelah beberapa kali halving, reward saat ini hanya sebesar 6,25 Bitcoin per blok.

    Penurunan pasokan Bitcoin yang masuk ke pasar ini menciptakan ketidakseimbangan antara supply dan demand. Sebagai contoh, ketika halving terakhir terjadi pada tahun 2020, harga Bitcoin melonjak dalam waktu beberapa bulan setelahnya. Mengapa demikian? Karena meskipun penawaran baru Bitcoin berkurang, permintaan dari investor dan pengguna tetap ada, bahkan cenderung meningkat seiring dengan adopsi yang lebih luas.

    Inilah mengapa banyak analis pasar berpendapat bahwa setiap kali terjadi halving, harga Bitcoin akan mengalami kenaikan jangka panjang, meskipun mungkin tidak langsung terlihat. Seiring waktu, dengan semakin sedikit Bitcoin yang tersedia untuk ditambang, nilai Bitcoin yang sudah ada menjadi semakin berharga.

    Bitcoin sebagai “Emas Digital”

    Banyak orang menyebut Bitcoin sebagai “emas digital” karena karakternya yang mirip dengan emas dalam hal kelangkaan. Sama seperti emas yang terbatas di bumi, Bitcoin pun memiliki jumlah yang terbatas. Kelangkaan inilah yang menciptakan nilai bagi kedua aset tersebut.

    Namun, perbedaan utama antara Bitcoin dan emas adalah bahwa supply Bitcoin sudah pasti, sementara jumlah emas yang ada di dunia mungkin akan terus bertambah seiring ditemukannya tambang-tambang baru. Ini membuat Bitcoin semakin langka seiring berjalannya waktu, sehingga memengaruhi persepsi nilai di kalangan investor.

    Mengapa Investor Tertarik dengan Supply yang Terbatas?

    Investasi pada aset yang langka atau memiliki keterbatasan supply biasanya lebih menarik bagi para investor. Mereka melihat potensi kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan di masa depan. Karena Bitcoin memiliki batasan supply yang jelas dan tak dapat diubah, banyak investor yakin bahwa harga Bitcoin akan terus naik seiring dengan meningkatnya permintaan global, terutama ketika adopsi institusional dan pemerintah semakin meluas.

    Selain itu, karena Bitcoin tidak diatur oleh entitas sentral atau pemerintah, hal ini menambah daya tariknya sebagai aset yang tidak rentan terhadap inflasi. Dengan supply yang terbatas, investor merasa lebih aman menyimpan kekayaan mereka dalam bentuk Bitcoin daripada uang fiat yang dapat dengan mudah dicetak dan mengakibatkan inflasi.

    Faktor-Faktor Lain yang Memengaruhi Harga Bitcoin

    Tentu saja, supply bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga Bitcoin. Ada beberapa faktor lain yang juga harus dipertimbangkan:

    1. Adopsi Institusional

    Ketika perusahaan besar seperti Tesla, MicroStrategy, atau institusi keuangan lainnya membeli Bitcoin dalam jumlah besar, hal ini dapat meningkatkan permintaan, yang pada akhirnya mendorong harga naik.

    2. Peraturan Pemerintah

    Kebijakan regulasi di berbagai negara juga memiliki dampak besar terhadap harga Bitcoin. Ketika regulasi yang mendukung cryptocurrency diberlakukan, hal ini sering kali menyebabkan kenaikan harga, sebaliknya kebijakan yang membatasi dapat menurunkan harga.

    3. Sentimen Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin juga sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar. Berita tentang peretasan, penipuan, atau kemajuan teknologi blockchain dapat memengaruhi harga dalam jangka pendek.

    Supply Terbatas, Potensi Besar

    Jadi, mengapa supply Bitcoin yang terbatas bisa memengaruhi harganya? Jawabannya terletak pada prinsip ekonomi dasar. Ketika supply terbatas dan demand terus tumbuh, harga akan naik.

    Dengan hanya 21 juta Bitcoin yang pernah ada, supply terbatas ini memberikan Bitcoin karakteristik yang mirip dengan aset langka lainnya, seperti emas. Namun, dengan teknologi yang mendasarinya dan potensi untuk adopsi global yang terus meningkat, Bitcoin memiliki potensi pertumbuhan yang jauh lebih besar di masa depan.

    Jika Anda tertarik untuk mulai berinvestasi dalam Bitcoin atau ingin menjelajahi dunia cryptocurrency lebih dalam, platform Tokocrypto adalah tempat yang tepat untuk memulai. Tokocrypto menawarkan cara yang mudah dan aman untuk membeli, menjual, dan menyimpan Bitcoin serta berbagai altcoin lainnya. Sebagai salah satu platform cryptocurrency terkemuka di Indonesia, Tokocrypto membantu Anda memasuki dunia investasi digital dengan lebih siap.

    (Content Promotion/TKO)



    Sumber : finance.detik.com