Tag: sayur

  • 10 Minuman Diet Alami, Sehat dan Ampuh Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Diet atau pengaturan pola makan adalah solusi bagi yang ingin hidup sehat. Dengan pengaturan yang tepat, berat badan yang kelebihan bisa berkurang menjadi lebih ideal.

    Pengaturan diet meliputi semua yang masuk ke dalam tubuh, termasuk minuman. Bagi yang ingin punya tubuh lebih sehat, berikut minuman diet alami yang bisa dicoba.

    10 Minuman Diet Alami

    Sebagian besar minuman mengandung serat, sehingga membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Dirangkum dari laman Healthline dan Woman’s Health magazine, berikut rekomendasinya:


    1. Teh Hijau

    Kandungan antioksidan katekin dan kafein dalam teh hijau terbukti dapat membantu proses pembakaran lemak. Selain baik untuk diet, Dokter Katherine Donelan, RD dari Stanford Health Care juga menyarankan untuk konsumsi 1-4 cangkir teh hijau per harinya sebagai bagian dari diet untuk mengurangi risiko kanker.

    2. Teh Herbal

    Teh herbal yang rendah kalori bisa menjadi pilihan minuman diet yang dapat merelaksasi tubuh. Teh dengan lavender atau chamomile misalnya, merupakan salah satu variasi teh herbal yang bikin rileks. Ada juga teh peppermint yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan.

    3. Susu dari kacang-kacangan

    Menurut sebuah studi tahun 2020, minuman nabati cenderung memiliki lebih sedikit kalori dibanding susu sapi perah biasa. Karena itu, konsumsi susu berbasis kacang-kacangan efektif dalam menurunkan berat badan dan asupan kalori. Sebagai contoh, 1 cangkir susu almond hanya mengandung 60 kalori. Sementara 1 cangkir susu biasa mengandung 149 kalori.

    4. Teh Kombucha

    Satu lagi jenis teh yang kaya manfaat yaitu teh kombucha. Kandungan cairan kombucha disebut dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Kombucha juga mengandung antioksidan dan probiotik untuk meningkatkan kesehatan. Namun, pastikan untuk memilih kombucha dengan kandungan gula kurang dari 15 gram per botolnya.

    5. Air kelapa

    Air kelapa dengan kandungan elektrolit bermanfaat untuk menjaga hidrasi tubuh selama diet. Nutrisi lainnya yang terkandung dalam air kelapa seperti vitamin C, magnesium, mangan, kalium, mineral, dan antioksidan. Karena air kelapa juga mengandung gula, disarankan untuk menyeimbangkan konsumsi air kelapa dengan air putih.

    6. Cuka apel

    Walaupun terasa asam, cuka apel memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan, seperti membantu mengatur gula darah dan mengurangi berat badan dengan memberikan rasa kenyang. Sebuah studi tahun 2018 oleh Journal of Functional Foods menunjukkan bahwa konsumsi cuka apel yang dikombinasikan dengan diet rendah kalori ampuh untuk mengurangi rasa lapar pada penyintas obesitas.

    7. Jus dari sayur-sayuran hijau

    Jus dari campuran sayur-sayuran hijau yang rendah gula, tinggi serat dan kaya akan antioksidan cocok dikonsumsi untuk menurunkan berat badan. Jus ini mudah dibuat di rumah dan isinya dapat disesuaikan dengan selera. Dengan mencampurkan bayam, mentimun apel hijau, dan seledri, kamu sudah bisa membuat minuman jus yang menyehatkan.

    8. Jus wortel

    Jus wortel yang kaya vitamin A dan karotenoid berpengaruh dalam meningkatkan asupan serat dan membantu mengendalikan nafsu makan. Berdasarkan sebuah penelitian terhadap 28 pria obesitas, lemak perut mereka terbukti menurun secara signifikan setelah rutin mengonsumsi jus wortel selama 8 minggu.

    9. Jus buah delima

    Selain enak dan menyegarkan, jus buah delima merupakan minuman rendah kalori yang ampuh menurunkan berat badan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa buah delima dapat mengurangi fluktuasi gula darah yang biasa menyebabkan seseorang lebih cepat lapar.

    10. Jus semangka

    Bukan hanya kandungan kalorinya yang sedikit, buah semangka juga merupakan sumber antioksidan, vitamin A, vitamin C, dan kalium yang baik untuk kesehatan jantung. Selain itu, dalam sebuah eksperimen pada 33 orang, berat badan kelompok tersebut terbukti turun setelah 4 minggu rutin meminum dua gelas jus semangka.

    Berbagai variasi minuman yang tinggi serat, rendah, gula, dan antioksidan merupakan alternatif untuk menurunkan berat badan. Pastikan tidak memberi gula terlalu banyak, untuk menjaga minuman tetap sehat.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 11 Makanan yang Mengandung Vitamin B, Ada Sayuran Berdaun Hijau

    Jakarta

    Vitamin B banyak ditemukan dalam makanan yang belum diolah. Berbagai vitamin B, mulai dari B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9 dan B12 membantu tubuh mengubah nutrisi menjadi bahan bakar. Tanpa vitamin B, tubuh tidak akan memiliki cukup energi.

    Vitamin B juga berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh dan menyehatkan otak. Lantas, makanan apa saja yang mengandung vitamin B?

    Makanan yang Mengandung Vitamin B

    Sangat penting untuk mendapatkan vitamin B dari asupan makanan. Berikut beberapa makanan yang mengandung vitamin B, mulai dari ikan, sayuran hingga daging.


    1. Hati

    Jeroan, terutama hati kaya akan vitamin B. Kamu bisa mengkonsumsi hati ayam, sapi, atau domba. Mengutip Healthline satu porsi hati sapi mengandung riboflavin (B2), folat (B9), cobalamin (B12), tiamin (B1), niasin (B3), asam pantotenat (B5), biotin (B7), dan piridoksin (B6).

    2. Salmon

    Ikan salmon kaya akan riboflavin, niasin, vitamin B6, B12, sumber tiamin dan asam pantotenat yang baik. Salmon juga rendah merkuri dan tinggi lemak dan protein omega 3.

    3. Sayuran Berdaun Hijau

    Beberapa sayuran berdaun hijau seperti bayam dan selada mengandung salah satu sumber folat nabati tertinggi. Untuk mendapatkan kandungan folatnya, makan sayuran dalam keadaan mentah atau dikukus sebentar. Sebagian folat hancur ketika dimasak dan dapat berpindah ke air rebusan.

    4. Daging Sapi

    Daging sapi bisa memberikan kontribusi besar terhadap asupan vitamin B. Menurut studi, daging dan produk daging sapi merupakan sumber utama tiamin, niasin, dan piridoksin.

    5. Alpukat

    Alpukat mengandung sekitar 20 vitamin dan mineral. 150 gram alpukat mengandung 30% kebutuhan folat harian dan 23% piridoksin. Mengutip webMD, buah ini bermanfaat untuk kesehatan mata, penurunan berat badan, energi, kesehatan jantung, kekuatan tulang, hingga peningkatan suasana hati.

    6. Tiram dan Kerang

    Tiram dan kerang merupakan sumber vitamin 12 yang luar biasa dan juga sumber riboflavin yang sangat baik. Kerang juga tinggi protein dan beberapa mineral seperti zat besi, seng, selenium, dan mangan.

    7. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan terkenal dengan kandungan folatnya yang tinggi. Selain itu, kacang-kacangan juga menyediakan sejumlah kecil vitamin B lainnya seperti tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, dan piridoksin. Di antara kacang-kacangan tersebut adalah kacang hitam, buncis, edamame, kacang hijau, kacang merah, lentil, hingga kacang pinto.

    8. Ayam dan Kalkun

    Ayam dan kalkun dikenal dengan kandungan niasin dan piridoksinnya. Daging di bagian dada memasok lebih banyak kedua vitamin tersebut dibandingkan dengan bagian paha.

    9. Buah Sitrus

    Buah sitrus seperti jeruk dan lemon mengandung delapan vitamin B yaitu tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, piridoksin, dan folat. Buah ini menjadi sumber folat yang sangat baik dan penting selama kehamilan untuk cegah cacat tabung saraf.

    10. Biji Bunga Matahari

    Biji bunga matahari merupakan salah satu sumber asam pantotenat terbaik. Vitamin ini ditemukan di sebagian besar makanan nabati dan hewani, meski dalam jumlah yang kecil. Selain mengandung asam pantotenat, biji bunga matahari juga merupakan sumber niasin, folat, dan piridoksin.

    11. Apel

    Apel mengandung vitamin B12 tinggi. Apel berukuran standar bisa mengandung 4-5 persen riboflavin yang dibutuhkan tubuh setiap harinya. Riboflavin dibutuhkan untuk perkembangan sel darah merah hingga konversi asam folat dan vitamin B6.

    Sumber makanan yang mengandung vitamin B sebetulnya sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Sebagian besar dapat diperoleh dengan harga murah dan akses yang mudah. Makanan ini juga bisa dikonsumsi setiap saat.

    Selain itu, sebagian sumber makanan yang mengandung vitamin B tidak perlu diolah lama sebelum dikonsumsi. Dengan kemudahan ini, detikers jangan sampai kekurangan vitami B yang dapat mengakibatkan sulit konsentrasi hingga anemia.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 22 Nama-Nama Sayuran yang Wajib Kamu Coba dan Sehat untuk Tubuh

    Jakarta

    Sayuran merupakan makanan nabati yang menyediakan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Umumnya, bagian tumbuhan yang dapat digunakan sebagai sayur adalah daun, batang, bunga, dan buah muda. Dapat dikatakan bahwa seluruh bagian tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai pangan nabati.

    Sayuran merupakan sumber berbagai mineral, vitamin, dan serat pangan. Mineral-mineral yang terkandung dalam sayur dapat berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa jahat di dalam tubuh.

    Lantas, apa saja nama-nama sayuran yang menyehatkan dan wajib untuk dicoba? Simak ulasannya berikut ini.


    22 Nama-Nama Sayuran yang Wajib Kamu Coba

    Dikutip dari buku berjudul Budidaya Tanaman Sayur-Sayuran yang ditulis oleh Mahrus Ali, Yeni Ika Pratiwi, dan Nurul Huda, berikut ini nama-nama sayuran:

    1. Bligu/Kundur

    Bligu (Benincasa hispida Thunb. Cogn) termasuk famili Cucurbitaceae. Jenis lain yang serupa dengan bligu adalah labu air. Terdapat dua jenis labu air yang buahnya berbentuk seperti bola lampu dan labu yang buahnya berbentuk lonjong.

    Tanaman bligu tumbuh merambat dengan alat sulur yang terpilin pada rambatannya. Batang bligu panjang dan lebih besar dari oyong, daunnya lebar, dan berlekuk menjari. Rasanya enak dan mengandung vitamin B.

    2. Kecipir

    Kecipir atau Psophocarpus tetragonolobus adalah tumbuhan merambat. Kecipir termasuk dalam jenis polong-polongan dengan empat siku seperti sayap, seperti buah belimbing.

    Biasanya, daun muda dan buah kecipir dapat dijadikan sebagai sayuran karena tinggi vitamin dan serat. Sedangkan kecipir yang sudah tua dapat diolah menjadi minyak.

    3. Bawang Daun

    Di Indonesia ada tiga macam bawang daun yang dibudidayakan, yaitu bawang prei, kucai, dan bawang bakung. Bawang daun termasuk ke dalam famili Liliaceae. Bawang daun memiliki aroma dan rasa yang khas sehingga banyak untuk campuran masakan.

    4. Kentang

    Kentang (Solanum tuberosum L.) termasuk famili Solanaceae dan merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak mendatangkan keuntungan bagi petani. Kentang merupakan sumber kalori, protein, dan vitamin.

    5. Kubis

    Kubis (Brassica oleracea L.) merupakan tanaman semusim atau dua musim dan termasuk ke dalam famili Brassicaceae. Kubis mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, dan Niacin. Kandungan protein pada kubis putih lebih rendah dibandingkan kubis bunga, namun kandungan vitamin A-nya lebih tinggi dibandingkan dengan kubis bunga.

    6. Brokoli

    Jenis sayuran ini berasal dari spesies yang sama dengan kubis dan kembang kol. Brokoli identik dengan sebutan super food karena kandungan nutrisi yang lengkap. Konsumsi brokoli bisa dikukus, direbus, atau ditumis lebih dulu.

    7. Kol merah

    Sayuran ini mengandung pigmen antosianin berlimpah hingga warnanya menjadi merah keunguan. Zat ini memberi efek antioksidan untuk mencegah terjadinya kanker. Kol merah bisa dikonsumsi langsung menjadi lalap, salad, atau diolah lebih dulu.

    8. Andewi

    Dikutip dari buku yang berjudul Cerdas Memilih Sayuran; Plus Minus 54 Jenis Sayuran yang ditulis oleh Lanny Lingga, Andewi tergolong sayuran dataran tinggi. Sayuran ini berkerabat dekat dengan cikori. Andewi mengandung vitamin C dalam jumlah yang sedang dan banyak mengandung serat.

    9. Asparagus

    Biasanya sayur asparagus digunakan di dalam menu sup asparagus. Sup asparagus adalah salah satu menu pembuka yang disukai banyak orang. Asparagus banyak mengandung folat atau vitamin B9. Folat adalah kelompok vitamin B yang dibutuhkan tubuh, terutama pada masa pertumbuhan.

    10. Bawang Bombai

    Secara umum, bawang bombai dibedakan menjadi dua yaitu bawang bombai merah dan bawang bombai kuning. Bawang bombai merah memiliki umbi dan kulit yang berwarna merah. Sementara, bombai kuning berwarna kuning pucat dan kulitnya berwarna cokelat.

    Mineral yang menonjol dalam bawang bombai adalah kalium, sedangkan mineral lain jumlahnya relatif kecil. Kandungan garam pada bawang bombai sangat rendah.

    11. Bawang Merah

    Bawang merah adalah tanaman umbi dari keluarga Liliaceae yang hidup di daerah tropis. Tanaman berumbi lapis ini berasal dari Asia Barat. Bawang merah ini seolah telah menjadi bumbu wajib bagi masakan khas Melayu. Selain itu, bawang merah juga dapat dikonsumsi dalam bentuk acar.

    12. Bit

    Bit mungkin lebih dikenal sebagai buah, meski sebenarnya adalah umbi dari tanaman Beta vulgaris L. Tanaman dari keluarga Chenopodiaceae ini merupakan jenis sayuran subtropis yang sangat terkenal. Bagian yang dapat dikonsumsi dari bit adalah umbi serta daunnya.

    13. Genjer

    Genjer tergolong sayuran daun yang tumbuh di lahan basah, seperti di rawa-rawa. Genjer banyak diolah dalam kuliner Asia. Di pasar, kita dapat memilih dua jenis genjer, yaitu daun dan bunganya. Keduanya merupakan jenis sayuran daun, sebab bunga genjer yang dijual sebenarnya adalah batang yang berwarna hijau.

    14. Jengkol

    Jengkol adalah sayuran khas Indonesia. Tanaman Leguminoceae asal Asia Tenggara ini memiliki nama botani Pithecellobium jiringa. Jengkol yang muda biasanya bisa dimakan mentah. Sementara, jengkol yang tua harus dimasak terlebih dahulu.

    15. Kacang Panjang

    Kacang panjang merupakan jenis tanaman tropis yang berasal dari China. Kacang panjang dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu kacang panjang hijau, kacang panjang putih, dan kacang panjang merah. Kacang panjang dapat langsung dimakan mentah, direbus, ataupun ditumis.

    16. Kailan

    Kailan adalah sayuran khas Asia. Seluruh bagian kailan dapat dimakan. Namun, orang lebih suka makan batangnya. Batang kailan pipih dan berwarna putih kehijauan. Daun kailan sering kali terasa pahit, terutama daun yang telah tua.

    17. Wortel

    Dikutip dari buku yang berjudul Mengenal Tanaman Hortikultura karya Hesti Indah Mifta Nur’aini, wortel adalah sayuran berwarna oranye yang mengandung banyak vitamin.

    Bagian yang dapat kita makan adalah bagian akarnya atau umbinya. Hal ini karena umbi wortel terbuat dari akar tunggang, yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Wortel mengandung vitamin A yang tinggi.

    18. Kangkung

    Kangkung merupakan tumbuhan sayuran yang menjalar, memiliki batang berair, dan daunnya berbentuk tameng. Sayur kangkung memiliki batang yang panjang dengan permukaan daun bagian atas berwarna hijau, yang lebih tua daripada permukaan bagian bawah.

    Kangkung memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti mineral, zat besi, kalsium, lemak, protein, dan beberapa vitamin.

    19. Bayam

    Tanaman bayam adalah tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi bagian daunnya. Tanaman bayam memiliki ciri-ciri bentuk daunnya bulat telur dengan ujung meruncing dan urat-urat daun yang jelas, bunganya tegak, dan batangnya berair.

    Bayam mengandung zat besi yang cukup tinggi. Selain itu, bayam juga mengandung kalsium, fosfor, protein, karbohidrat, vitamin A, B1, dan vitamin C.

    20. Selada

    Selada adalah sayuran berwarna hijau yang biasa dimakan sebagai lalapan atau digunakan dalam hidangan. Salada memiliki kandungan mineral yang tinggi. Selain itu, selada juga mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.

    21. Seledri

    Tanaman seledri digolongkan dalam jenis sayur-sayuran. Biasanya, seledri digunakan sebagai pelengkap berbagai olahan. Seledri mengandung kalsium zat besi, fosfor, dan vitamin C yang baik untuk tubuh.

    22. Sawi Hijau

    Jenis sayuran yang dikenal sebagai caisim ini sangat populer bagi masyarakat Indonesia. Sawi hijau biasa menjadi pelengkap mie rebus, cap cay, atau hidangan lainnya. Dengan kandungan nutrisi yang lengkap dan murah, sawi hijau jadi pilihan utama dalam hidangan sehari-hari.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Sayuran Penurun Kolesterol Tinggi yang Jahat Bagi Tubuh


    Jakarta

    Sayuran mengandung berbagai nutrisi yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. Bahkan, beberapa sayuran dipercaya bisa menurunkan kolesterol.

    Kolesterol merupakan jenis lemak yang ada di dalam tubuh. Kolesterol berupa zat lilin alami yang berasal dari hati dan makanan. Kolesterol sebenarnya adalah zat yang cukup penting dalam tubuh, namun jika kadarnya terlalu tinggi, maka bisa menimbulkan penyakit berbahaya.

    Dikutip melalui laman Centers for Disease, kolesterol dibagi menjadi dua, yakni kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL) dan kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL). Kadar LDL yang terlalu tinggi bisa menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung dan stroke.


    Masyarakat seringkali tidak sadar dengan kondisi yang sedang mereka dialami, sehingga lambat laun ternyata mengidap penyakit serius. Oleh karena itu, penting mengonsumsi beberapa sayuran untuk menurunkan kolesterol. Simak penjelasannya di bawah ini.

    Sayuran Penurun Kolesterol Tinggi

    Sayuran kaya akan serat dan antioksidan. Selain itu, sayuran rendah kalori, sehingga sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Berikut ini 7 sayuran penurun kolesterol.

    1. Brokoli

    Dikutip melalui laman Health Shots, brokoli mengandung serat larut yang tinggi, sehingga baik untuk menurunkan kolesterol. Selain itu, brokoli kaya akan vitamin C dan kalsium yang baik untuk menjaga kesehatan jantung.

    Brokoli sarat akan nutrisi dan senyawa sulforaphane, yang membantu dalam mengurangi kadar trigliserida. Serat yang terkandung dalam brokoli mampu mengikat asam empedu, sehingga memudahkan tubuh untuk mengeluarkan kolesterol.

    2. Kale

    Kale mengandung banyak serat yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sehingga dapat mencegah risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, kale juga kaya akan antioksidan yang sangat baik dalam menjaga kesehatan jantung dan mengurangi peradangan.

    Kale mengandung nutrisi lainnya seperti folat, kalium, dan kalsium. Kale juga mengandung lutein yang dapat mencegah penumpukan kolesterol dalam darah.

    3. Bayam

    Dikutip melalui laman WebMD, bayam adalah sumber serat penurun kolesterol yang paling bagus. Kandungan serat dalam bayam mampu menempel pada kolesterol dan mengeluarkannya dari tubuh secara alami.

    Bayam juga kaya akan vitamin dan mineral yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi bayam baik secara langsung ataupun diolah menjadi masakan.

    4. Lobak

    Lobak adalah sumber antosianin yang sangat baik untuk membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Selain itu, mengonsumsi lobak bisa mencegah peradangan pada pembuluh darah dan arteri.

    Lobak juga kaya akan mineral seperti kalium, kalsium, dan antioksidan, yang bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi serta meminimalkan risiko penyakit jantung.

    5. Asparagus

    Dikutip melalui laman Hindustan Times, asparagus merupakan sumber vitamin dan mineral yang penting dalam membantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Selain itu, mengkonsumsi asparagus juga bisa meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh dan menjaga kesehatan jantung.

    Asparagus juga kaya akan folat yang bagus untuk menurunkan kadar homosistein dalam tubuh. Oleh karena itu, asparagus cocok dikonsumsi bagi kamu yang memiliki kolesterol tinggi.

    6. Kembang Kol

    Kembang kol mengandung kalsium dan magnesium yang berperan dalam menjaga tekanan darah untuk tetap stabil. Kembang kol memiliki banyak sterol tanaman sejenis lipid yang bisa menghentikan usus untuk menyerap kolesterol.

    Sulforaphane yang terdapat dalam kembang kol juga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan menjaga arteri dari penumpukan lemak.

    7. Okra

    Sayuran okra kerap dijadikan lalapan oleh masyarakat di Indonesia. Okra memiliki bentuk seperti oyong, tapi dengan ukuran lebih kecil. Dalam beberapa negara, okra disebut dengan lady finger karena memiliki bentuk seperti jari wanita.

    Dikutip melalui laman Harvard Health, okra merupakan sumber serat larut yang baik. Kandungan gel atau lendir yang ada dalam okra, berguna dalam menurunkan kolesterol. Lendir tersebut mengikat kolesterol selama proses pencernaan. Kemudian, kolesterol jahat tersebut akan diurai dan dibuang melalui feses.

    Melalui penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa mengonsumsi sayuran seperti brokoli, kale, bayam, lobak, asparagus, kembang kol, dan okra bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Demikian yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat!

    (fds/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Makanan Cepat Kenyang untuk Diet yang Lezat dan Sehat


    Jakarta

    Diet kerap dianggap sulit karena harus makan dengan porsi terbatas. Belum lagi jenis makanan yang harus dipilih sesuai keperluan tubuh.

    Padahal, tersedia makanan yang bikin kamu tetap kenyang selama menjalani hari-hari. Tentunya dengan kandungan gizi yang baik dan seimbang. Makanan ini juga minim kandungan yang meningkatkan berat badan.

    Lalu, apa makanan yang dapat membuat cepat kenyang dan cocok untuk diet? Yuk simak penjelasannya.


    Daftar 10 Makanan Cepat Kenyang untuk Diet

    Dikutip dari situs Healthline, berikut ini daftar 10 makanan yang bikin cepat kenyang dan cocok untuk diet sehat:

    1. Kentang rebus

    Kentang memiliki kandungan air dan karbohidrat yang tinggi. Selain itu, kandungan serat dan protein dalam kentang juga dalam jumlah sedang. Kentang hampir tidak mengandung lemak.

    Dibandingkan dengan makanan karbohidrat lainnya, kentang sangat mengenyangkan. Kentang rebus memiliki satiety index (SI) yang merupakan angka tertinggi dari 38 makanan yang diuji. Nilai tersebut hampir tujuh kali lebih tinggi dari croissant, yang mendapat nilai terendah.

    Kentang mengandung protein yang disebut proteinase inhibitor 2, yang dapat menekan nafsu makan. Oleh karena itu, kentang merupakan salah satu makanan yang dapat membuat cepat kenyang.

    2. Telur

    Telur merupakan makanan yang sehat dan bernutrisi. Sebagian besar nutrisi ditemukan pada kuning telur, termasuk antioksidan lutein dan zeaxanthin yang bermanfaat untuk kesehatan mata.

    Pangan telur merupakan salah satu makanan yang tinggi protein. Sebutir telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein, termasuk kesembilan asam amino esensial.

    Dikutip dari jurnal berjudul Pengaruh Pemberian Sarapan Tinggi Protein Terhadap Tingkat Rasa Kenyang Wanita Obesitas dalam Journal of Nutrition College, mengonsumsi makanan yang tinggi protein dapat mengontrol rasa lapar dan mencegah ngemil secara berlebihan.

    3. Oatmeal

    Oatmeal menjadi menu pilihan sarapan yang sangat populer. Oatmeal memiliki kandungan kalori yang rendah. Selain itu, makanan ini termasuk sumber serat yang baik, seperti betaglukan. Oatmeal memiliki nilai satiety index yang tinggi.

    Betaglukan dalam gandum dapat membantu untuk merasa lebih cepat kenyang. Hal ini juga dapat membantu melepaskan hormon kenyang dan menunda pengosongan perut.

    4. Ikan

    Ikan merupakan jenis makanan yang tinggi protein. Ikan juga mengandung asam lemak omega-3, yang merupakan lemak esensial. Ikan memiliki nilai indeks rasa kenyang yang lebih tinggi dibandingkan protein lainnya, termasuk telur dan daging sapi.

    5. Greek yogurt

    Greek yogurt biasanya memiliki protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan protein biasa. Greek yogurt merupakan pilihan sarapan ataupun camilan yang dapat membantu mengenyangkan.

    Dikutip dari eprints Universitas Muhammadiyah Surakarta, greek yogurt dapat membantu orang merasa kenyang lebih lama. Selain itu, greek yogurt memiliki kadar gula yang rendah yaitu sepertiga dari yogurt biasa.

    6. Popcorn

    Popcorn adalah makanan dari biji-bijian utuh yang memiliki kandungan serat yang tinggi. Popcorn memiliki lebih dari 1 gram serat dalam setiap cangkir. Namun, perlu diketahui bahwa popcorn yang kamu siapkan sendiri merupakan pilihan yang paling sehat. Popcorn yang dijual bebas dengan tambahan lemak dan kalori berisiko meningkatkan berat badan.

    7. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan seperti almond dan kenari merupakan camilan yang mengenyangkan untuk diet. Kacang-kacangan mengandung lemak dan protein yang sehat dan dapat membuat cepat kenyang.

    8. Buah-buahan

    Buah mengandung serat yang tinggi sehingga dapat memperlambat pencernaan dan dapat membantu kamu merasa kenyang lebih lama. Apel dan jeruk memiliki nilai yang tinggi pada indeks rasa kenyang, dengan nilai sekitar 200.

    Namun, penting untuk diketahui jika lebih baik untuk makan buah utuh daripada jus buah. Hal tersebut dikarenakan jus buah tidak terlalu mengenyangkan.

    9. Sayur-sayuran

    Sayur-sayuran memiliki kandungan yang bernutrisi, seperti vitamin, mineral, dan sebagainya. Sayuran juga merupakan makanan yang tinggi serat dan rendah kalori. Hal ini membuatmu lebih cepat untuk kenyang.

    10. Daging sapi

    Makanan yang tinggi protein, seperti daging tanpa lemak, sangat mengenyangkan. Daging sapi memiliki nilai 176 pada satiety index (SI) atau indeks rasa kenyang. Nilai tersebut merupakan nilai tertinggi kedua dari makanan kaya protein setelah ikan.

    Secara umum, asupan kaya protein dapat menjadi cara untuk mengendalikan nafsu makan. Jenis makanan ini berkaitan langsung dengan rasa lapar, sehingga dapat menurunkan berat badan.

    Tentunya, asupan tinggi protein yang bikin cepat kenyang ini harus diseimbangkan dengan jenis nutrisi lain. Jangan lupa rajin olahraga sehingga berat badan bisa turun dengan terus menjaga kesehatan tubuh.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Resep Capcay Kuah Udang Jamur yang Enak dan Kaya Nutrisi

    Jakarta

    Capcay kuah dengan isian sayur dan beragam topping bisa jadi ide makan siang nikmat. Nutrisinya juga tinggi lho!

    Capcay merupakan olahan sayur khas China yang gurih sedap. Isian capcay biasanya terdiri atas brokoli, wortel, sawi hijau, dan lainnya.

    Untuk menambah nutrisi dari protein bisa ditambahkan beberapa potong udang berukuran kecil yang telah dikupas. Tambahan jamur kancing juga bisa memberikan asupan nutrisi yang tinggi.


    Capcay yang dimasak dengan udang dan jamur ini cocok disajikan berkuah. Nikmati bersama nasi hangat bisa mengenyangkan perut saat makan siang.

    Berikut resep dan cara memasak capcay kuah udang jamur:

    Resep Capcay Kuah Udang Jamur

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 Mudah 4
    Daerah Asal Masakan : China
    Kategori Masakan : Sayur

    Cara Memasak:

    1. Siapkan sayuran terlebih dahulu. Cuci bersih dan potong sesuai selera.
    2. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum, lalu masukkan potongan udang dan masak sampai kemerahan.
    3. Masukkan jamur kancing dan jamur kuping, masak sampai matang.
    4. Tambahkan semua sayuran dan masak hingga layu.
    5. Tuang air untuk mematangkan sayuran, tunggu sampai mendidih.
    6. Masukkan saus tiram, kecap asin, kaldu jamur bubuk, merica bubuk, garam, aduk rata.
    7. Sajikan capcay kuah selagi panas.

    Tips memasak:

    1. Pilih sayuran sesuai selera, bisa tambahkan jenis lain atau meniadakan salah satunya. Seperti menambahkan brokoli, jagung muda, dan lainnya.
    2. Pelengkap lain yang dapat ditambahkan adalah irisan bakso ikan goreng, tofu goreng, dan lainnya.

    Simak Video “Video Catatan dari Ahli Gizi soal Temuan Sayur Basi di Makan Bergizi Gratis
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 9 Buah dan Sayur Ini Bisa Bantu Menangkal Hipertensi

    Jakarta

    Hipertensi alias tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer. Pasalnya, kondisi ini seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga banyak orang baru menyadari tekanan darahnya tinggi setelah muncul komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, bahkan gagal ginjal. Data Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai lebih dari 30,8 persen pada orang dewasa pada 2023.

    Ternyata ada cara sederhana namun efektif untuk mencegah sekaligus membantu mengontrol hipertensi yaitu dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Beberapa buah dan sayur yang mudah didapatkan, serta memiliki kandungan kalium, serat, hingga antioksidan di dalamnya terbukti berperan menurunkan tekanan darah.


    Mengapa Buah dan Sayur Bisa Bantu Turunkan Hipertensi?

    Menurut World Health Organization (WHO), konsumsi tinggi buah dan sayur dapat mengurangi risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Kalium yang terkandung di banyak buah dan sayur bekerja menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Semakin tinggi asupan kalium, maka efek natrium terhadap peningkatan tekanan darah dapat ditekan.

    Selain itu, serat pada buah dan sayur membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, sementara antioksidan seperti vitamin C dan flavonoid melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Studi dalam Jurnal Medical Science (2022) juga menunjukkan bahwa konsumsi buah dan sayur secara rutin dapat menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada pengidap hipertensi ringan hingga sedang.

    Sayur dan Buah yang Baik untuk Tekanan Darah

    Beberapa jenis sayur dan buah berikut ini memiliki manfaat bagi kesehatan, khususnya dalam mengontrol tekanan darah.

    Timun

    Timun adalah buah yang mudah dijumpai dan murah. Kandungan air dan mineralnya yang tinggi dapat mendukung hidrasi tubuh serta keseimbangan elektrolit di dalam tubuh. Dikutip Jurnal Nutrients (2020), konsumsi sayur kaya air, termasuk timun, berhubungan dengan kontrol tekanan darah yang lebih baik.

    Pisang

    Pisang merupakan sumber kalium yang sangat baik. Kalium membantu mengurangi efek natrium dalam tubuh, sehingga tekanan darah bisa lebih terkendali. Sebuah studi dalam Journal of Clinical Hypertension (2017) menyebutkan bahwa peningkatan asupan kalium 1,64 gram per hari berhubungan dengan penurunan risiko hipertensi sebesar 21 persen.

    Alpukat

    Tidak hanya tinggi kalium, tetapi juga mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung. Kombinasi ini membuat alpukat berkontribusi pada penurunan tekanan darah dan profil lipid yang lebih sehat. Pernyataan ini terbukti dalam penelitian pada Jurnal Food Science & Nutrition tahun 2025.

    Semangka

    Semangka kaya akan L-citrulline, asam amino yang diubah menjadi arginin di dalam tubuh, berfungsi melebarkan pembuluh darah. Studi dari American Journal of Herbal Medicine (2023) menemukan konsumsi ekstrak semangka dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi ringan.

    Jeruk

    Kandungan vitamin C, flavonoid, dan antioksidan pada jeruk ternyata berperan dalam meningkatkan elastisitas pembuluh darah. Penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition yang berjudul Flavonoids and Blood Pressure (2012) menunjukkan bahwa flavonoid sitrus dapat menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan.

    Buah beri (blueberry, strawberry)

    Tinggi flavonoid, khususnya antosianin. Penelitian Jurnal Hypertension pada tahun 2016 menunjukkan konsumsi blueberry dan strawberry berhubungan dengan penurunan risiko hipertensi sebesar 8 persen.

    Bayam

    Bayam kaya kalium, magnesium, dan nitrat alami. Kombinasi ini efektif membantu pembuluh darah tetap rileks. Studi dalam Clinical Nutrition Research (2015) menemukan konsumsi jus bayam dalam jangka pendek dapat menurunkan tekanan darah sistolik.

    Brokoli

    Brokoli mengandung sulforaphane, vitamin C, dan serat. Senyawa bioaktif ini membantu memperbaiki fungsi endotel pembuluh darah. Menurut Nutrients Journal (2018), diet kaya cruciferous vegetables seperti brokoli berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

    Tomat

    Sumber likopen yang terbukti memberi efek protektif terhadap pembuluh darah. Sebuah meta-analisis di Critical Reviews in Food Science and Nutrition (2017) menyebutkan suplementasi likopen dari tomat dapat menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 4,95 mmHg.

    Tips Konsumsi Harian

    Kemenkes RI menganjurkan konsumsi minimal 5 porsi buah dan sayur per hari, setara sekitar 400-500 gram. Caranya bisa dengan membagi dalam beberapa waktu makan:

    • Sertakan sayur dan buah setiap kali makan utama.
    • Konsumsi buah sebagai camilan sehat, bukan makanan manis olahan.
    • Variasikan buah dan sayur untuk mendapatkan berbagai zat gizi.

    Selain itu, pola makan sehat untuk hipertensi sebaiknya dibarengi dengan mengurangi gula, garam, dan lemak (GGL), serta rutin melakukan aktivitas fisik setiap hari.

    Kesimpulan

    Buah dan sayur bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci penting dalam mengontrol tekanan darah. Dengan rutin mengonsumsi pisang, bayam, dan pilihan lain yang kaya kalium, serat, serta antioksidan, risiko hipertensi dapat ditekan. Jadi, pastikan isi setengah piring setiap kali makan dengan sayur dan tambahkan buah segar sebagai penutup.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Sayuran Lebih Sehat Dimasak atau Dimakan Mentah? Cek Faktanya di Sini


    Jakarta

    Banyak orang percaya sayuran paling sehat adalah yang dimakan mentah karena kandungan vitamin, mineral dan enzimnya dianggap lebih banyak. Perdebatan tentang apakah sayur lebih bermanfaat dimakan mentah atau matang terus membuat penasaran dan seperti tidak ada habisnya.

    Melansir berbagai sumber, artikel ini akan membahas lebih dalam kandungan nutrisi sayur yang dimasak dan mentah untuk memberikan wawasan yang luas dalam menentukan pilihan yang related dengan kebutuhan tubuh.

    Nutrisi di dalam Sayuran

    Sayuran mengandung berbagai nutrisi esensial:


    • Antioksidan, yaitu senyawa yang melindungi dan memperbaiki sel dari radikal bebas yang dihasilkan dari proses oksidasi di dalam tubuh.
    • Vitamin, termasuk vitamin A, vitamin C dan beberapa vitamin B.
    • Mineral, termasuk kalium, zat besi, kalsium dan magnesium.
    • Serat, karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna tetapi penting untuk kelancaran pencernaan.

    Kenapa cara memasak berpengaruh?

    Beberapa sayuran yang dimasak dapat kehilangan nutrisi, sedangkan yang lain ada yang meningkatkan kandungan nutrisi. Hal ini jadi sedikit rumit tergantung dari jenis sayurannya.

    Memasak mengubah struktur sel tumbuhan, melunakkan dinding sel dan mempengaruhi ketersediaan nutrien. Pemanasan dapat menghilangkan antinutrien (seperti lektin, fitat, oksalat) dan toksin alami, tetapi juga dapat mengurangi vitamin larut air seperti vitamin C dan beberapa vitamin B.

    Sayur lebih baik dimakan mentah

    Beberapa sayuran kaya vitamin C, folat, dan enzim yang sensitif panas sehingga nutrisi itu lebih utuh saat mentah. Contoh sayuran:

    • Selada
    • Kubis
    • Mentimun
    • Paprika
    • Tomat segar
    • Brokoli muda (sprout)
    • Lobak.

    Dikutip dari Jurnal Heliyon, metode memasak tertentu, terutama merebus lama, mengakibatkan kehilangan ascorbic acid (vitamin C) yang signifikan, sehingga jika tujuan utama adalah mendapat vitamin C, konsumsi sayuran dengan cara memasak menggunakan metode lain atau konsumsi mentah lebih menguntungkan.

    Serat yang ada di dalam sayuran mentah lebih utuh, yang dapat meningkatkan rasa kenyang bertahan lama dan mengandung kalori yang lebih rendah. Sehingga sangat baik untuk diet penurun berat badan.

    Selain itu, sayuran mentah kaya akan nutrisi penting, antioksidan, dan enzim yang mendukung berbagai fungsi tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

    Sayur lebih baik dimasak lebih dulu

    Beberapa nutrien yang terkandung dalam sayuran malah meningkat setelah dimasak:

    • Tomat: kandungan likopen (antioksidan kuat) menjadi lebih banyak dan lebih mudah diserap setelah dipanaskan karena pemecahan dinding sel, sehingga tomat yang dimasak seringkali lebih bernutrisi daripada tomat mentah pada likopen yang terkandung.
    • Wortel, labu, ubi: beta-karoten lebih mudah diekstrak dan diserap oleh tubuh setelah dimasak.
    • Bayam, sawi, kale: memasak singkat mengurangi antinutrien (oksalat) sehingga meningkatkan penyerapan kalsium dan zat besi dari makanan tersebut.

    Secara umum, metode memasak yang singkat (steam/kukus, tumis cepat) sering menyeimbangkan antara mempertahankan dan meningkatkan kandungan nutrien.

    Sayur yang telah dimasak juga menjadi lebih mudah dicerna dan mengurangi kerja saluran cerna menjadi lebih ringan. Hal ini disebabkan oleh terurainya dinding sel dari sayuran setelah dimasak.

    Memasak sayuran dapat meningkatkan keamanan makanan dari kontaminasi agen infeksi. Memasak sayuran juga mungkin memberikan daya tarik visual yang lebih cerah dan menarik.

    Ada Sayur yang Wajib dimasak

    Beberapa sayuran jika dikonsumsi mentah, berisiko menyebabkan keracunan atau gangguan pencernaan:

    • Kacang merah: mengandung lectin/phytohaemagglutinin yang bisa menyebabkan mual, muntah dan diare. Rebus hingga matang dapat menghancurkan toksin ini.
    • Singkong dan daun singkong: mengandung glikosida sianogenik yang bisa melepaskan sianida. Rebus hingga matang dapat menurunkan kadar racun ini.
    • Kentang: mengandung solanin, zat berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan sistem saraf.
    • Pare dan terong mentah dalam jumlah banyak: bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut karena adanya kandungan alkaloid.

    Oleh karena itu, penting untuk tidak sembarangan mengkonsumsi sayuran mentah hanya karena dianggap lebih “sehat”.

    Kesimpulan

    Jadi, apakah sayur lebih sehat dimakan mentah atau dimasak? Sampai saat ini belum ada studi ilmiah yang membandingkan hal tersebut. Tergantung jenisnya, ada sayuran yang lebih baik mentah, ada pula yang lebih bermanfaat setelah dimasak, dan beberapa yang harus dimasak demi keamanan.

    Sayur kaya vitamin C dan enzim seperti paprika, selada, mentimun, dan brokoli muda lebih baik dimakan mentah agar nutrisinya tetap dipertahankan, lebih renyah dan praktis.

    Sayur kaya karotenoid seperti wortel, labu, dan tomat justru lebih bermanfaat setelah dimasak karena nutrisinya lebih mudah dicerna dan diserap tubuh, serta mendapatkan keamanan makanan dari kontaminasi.

    Beberapa sayuran seperti singkong, kacang merah, dan kentang harus dimasak karena bisa beracun bila dimakan mentah.

    Baik dimasak atau mentah, sayuran tetap memberikan efek kesehatan yang berharga. Dengan variasi yang tepat, menggabungkan sayur mentah dan matang dalam menu sehari-hari adalah cara terbaik untuk mendapatkan manfaat maksimal dan mengarah pada gaya hidup yang lebih sehat.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 9 Makanan yang Meningkatkan Trombosit untuk Cegah Pendarahan Berlebih

    Jakarta

    Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam tubuh. Makanan ini mengandung nutrisi penting yang meningkatkan produksi dan fungsi trombosit untuk mencegah trombositopenia.

    Dilansir Verywell Health, trombosit adalah sel darah yang bantu pembekuan darah. Jika trombosit rendah atau kurang dari 150.000 per mikroliter darah, risiko pendarahan berlebihan yang mungkin mengancam jiwa dapat meningkat.

    Karena itu, jumlah trombosit perlu stabil berada di tingkat yang normal. Berikut makanan penambah trombosit yang bisa dikonsumsi sehari-hari bersama asupan bernutrisi lainnya


    Makanan Penambah Trombosit

    Dikutip dari Healthline, berikut sejumlah makanan yang merangsang produksi trombosit:

    1. Makanan Tinggi Vitamin B12

    Kekurangan vitamin B12 merupakan penyebab utama rendahnya trombosit. Vitamin B12 sangat dibutuhkan tubuh untuk memproduksi trombosit dan sel darah lainnya. Sumber vitamin B12 terbaik cenderung berasal dari pangan hewani misal hati sapi, tiram, telur, ikan tuna, dan salmon.

    2. Makanan Kaya Asam Folat

    Asam folat atau vitamin B9 membantu perbaikan dan pertumbuhan sel darah, termasuk trombosit. Kekurangan folat dapat menyebabkan jumlah trombosit rendah dan peningkatan risiko pendarahan. Makanan yang mengandung folat tinggi meliputi kacang-kacangan, bayam, asparagus, kubis, alpukat, brokoli, dan sawi hijau.

    3. Makanan Tinggi Zat Besi

    Zat besi memungkinkan tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang sehat dengan mendorong mitokondria agar bekerja dengan baik. Di sisi lain, kekurangan nutrisi ini menjadi salah satu penyebab trombositopenia.

    Asupan zat besi yang cukup dapat menaikkan jumlah trombosit tubuh. Beberapa makanan dengan kadar zat besi tinggi yaitu tiram, biji labu, daging sapi, bayam, tahu, kacang merah, sarden, buncis, dan kacang mede.

    4. Makanan Kaya Akan Vitamin C

    Vitamin C membantu trombosit menggumpal dan berfungsi secara efisien saat terjadi pembekuan darah. Mekanisme ini mencegah pendarahan terjadi lebih banyak dan lama.

    Selain itu, vitamin C bisa menyerap zat besi yang berkontribusi pada produksi trombosit. Makanan yang menjadi sumber vitamin C antara lain mangga, nanas, brokoli, paprika, tomat, bunga kol, stroberi, melon, dan kubis.

    5. Makanan Tinggi Vitamin D

    Vitamin D membantu pembentukan sumsum tulang, yaitu jaringan di dalam tulang yang memproduksi trombosit dan sel darah lainnya. Tubuh yang kekurangan vitamin D dapat mengalami disfungsi trombosit dan pembekuan darah yang berpotensi berbahaya. Sumber vitamin D antara lain terdapat pada ikan berlemak, sarden, kuning telur, jamur, dan dada ayam.

    6. Makanan Kaya Akan Vitamin K

    Vitamin K mungkin tidak menaikkan jumlah trombosit. Namun, nutrisi ini dapat meningkatkan fungsi trombosit. Vitamin K dibutuhkan untuk membekukan darah, sehingga luka akan segera tertutup dan pendarahan cepat berhenti.

    Beberapa makanan yang mengandung vitamin K adalah sawi hijau, lobak, bayam, brokoli, kacang kedelai, edamame, labu, okra, kacang mede, wortel, dan minyak zaitun.

    7. Makanan Tinggi Klorofil

    Klorofil adalah pigmen hijau yang ditemukan dalam sayuran dan alga. Menurut penelitian, pigmen ini dapat meningkatkan jumlah trombosit. Makanan kaya akan klorofil, meliputi kiwi, bayam, sawi hijau, brokoli, kubis, asparagus, serta sayuran laut seperti rumput laut dan spirulina yang dikonsumsi utuh.

    8. Makanan Kaya Akan Triptofan

    Senyawa triptofan meningkatkan hormon serotonin yang membantu trombosit menggumpalkan darah dan mempersempit pembuluh untuk mengurangi pendarahan atau perdarahan. Makanan yang mengandung triptofan antara lain daging ayam, telur, ikan salmon, tahu, tempe, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

    9. Probiotik

    Probiotik adalah bakteri ‘baik’ yang dapat mencegah pengentalan dan pembentukan gumpalan darah. Bakteri ini juga meningkatkan produksi dan membantu trombosit berfungsi dengan baik saat ada luka. Makanan sumber probiotik yakni yoghurt, kimchi, kefir, tempe, miso, dan acar.

    Nah, itu tadi sederet makanan penambah trombosit yang dapat dikonsumsi jika jumlah trombosit dalam tubuh rendah. Pastikan makanan tidak diolah dengan terlalu banyak garam, gula, dan lemak untuk memaksimalkan manfaat asupan bagi tubuh.

    (row/row)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Brooke Lark

  • Manfaat Daun Kelor dalam Al-Quran dan Resep Mudah Mengolahnya

    Jakarta

    Daun kelor telah lama dikenal sebagai tanaman dengan segudang manfaat bagi kesehatan. Dalam berbagai penelitian ilmiah, daun kelor terbukti kaya akan nutrisi, antioksidan, serta memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri.

    Namun, lebih dari sekadar tanaman herbal, ciri khas daun kelor juga disebut dalam Al-Qur’an. Hal ini menandakan daun kelor adalah tumbuhan yang istimewa dalam kehidupan manusia.

    Sebagai salah satu makanan bernutrisi tinggi, daun kelor dipercaya dapat membantu mengatasi berbagai penyakit. Mulai dari menjaga keseimbangan hormon, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga membantu mengontrol kadar gula darah. Tidak heran jika tanaman ini kerap disebut sebagai superfood yang mudah dijumpai dan diolah dalam berbagai hidangan.


    Mengenal Daun Kelor

    Daun kelor menjadi populer, terutama sejak pandemi karena kandungan nutrisinya yang diklaim mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Secara historis, pohon kelor berasal dari India, namun kini dapat tumbuh di berbagai negara, termasuk Indonesia.

    Daun kelor yang bernama latin Moringa oleifera ini memang tidak mudah ditemukan di pasar seperti sayuran lain, namun terkadang kerap ditemukan adanya pohon kelor liar. Sebab, tanaman daun kelor sebetulnya cukup mudah dibudidayakan. Caranya cukup dengan menancapkan batangnya ke tanah, pohon kelor bisa tumbuh tanpa perlu perawatan khusus.

    Daun kelor berbentuk kecil dan tersusun dalam tangkai yang lunak. Pohonnya berukuran sedang, tetapi jika ditanam di lahan luas, bisa tumbuh menjadi pohon besar. Pada tahun 1998, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkenalkan daun kelor sebagai sumber makanan bergizi tinggi.

    WHO merekomendasikan konsumsi daun kelor bagi bayi dan anak-anak dalam masa pertumbuhan karena kandungan nutrisinya yang luar biasa. Daun kelor mengandung berbagai vitamin dan mineral penting, seperti vitamin A, B2, B6, dan C, serta zat besi, magnesium, dan protein. Selain itu, daun ini juga kaya akan antioksidan dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.

    Manfaat Daun Kelor dalam Al-Quran

    Daun kelor yang sering tumbuh di pekarangan rumah ini memiliki banyak manfaat. Dalam Alquran surat Al Fath ayat 29, daun kelor dideskripsikan sebagai tanaman yang menyejukkan dan menyenangkan hati.

    Ciri-ciri tumbuhan kelor yang sejuk ini disebutkan sebagai tanaman yang sengaja diciptakan oleh Allah SWT untuk menjengkelkan hati orang-orang kafir dan meneduhkan hati orang-orang beriman.

    مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِۗ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًاۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِۗ ذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰىةِۖ وَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْـَٔهٗ فَاٰزَرَهٗ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَۗ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًاࣖ

    Arab-latin: “muḫammadur rasûlullâh, walladzîna ma’ahû asyiddâ’u ‘alal-kuffâri ruḫamâ’u bainahum tarâhum rukka’an sujjaday yabtaghûna fadllam minallâhi wa ridlwânan sîmâhum fî wujûhihim min atsaris-sujûd, dzâlika matsaluhum fit-taurâti wa matsaluhum fil-injîl, kazar’in akhraja syath’ahû fa âzarahû fastaghladha fastawâ ‘alâ sûqihî yu’jibuz-zurrâ’a liyaghîdha bihimul-kuffâr, wa’adallâhulladzîna âmanû wa ‘amilush-shâliḫâti min-hum maghfirataw wa ajran ‘adhîmâ”

    Artinya: “Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir (yang bersikap memusuhi), tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud (bercahaya). Itu adalah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu makin kuat, lalu menjadi besar dan tumbuh di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati orang yang menanamnya. (Keadaan mereka diumpamakan seperti itu) karena Allah hendak membuat marah orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Fath ayat 29)

    Ade Egie Prayogi dalam jurnalnya yang berjudul ‘Uji Antiinflamasi Kapsul Kombinasi Ekstrak Daun Kelor’, menyebut daun kelor termasuk tanaman obat yang mempunyai khasiat tinggi dalam pengobatan. Hal ini tertuang juga dalam firman Allah dalam Al-Qur’an surat Asy Syu’ara’ ayat 7 dan 8:

    أَو َ لَمْ يَر َ و ْ ا۟ إِلَى ٱلْ ْ َر ْ ض ِ كَمْ أَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُل ِ ز َ و ْ جٍ كَر ِ يم ٍ ﴿

    إِنَّ فِى ذََٰلِك َ لاَ ءَايَةً و َ مَا كَانَ أَكْثَر ُ هُم مُّؤ ْ مِنِينَ

    Artinya: “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan

    di bumi itu berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman.”

    Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

    ر ْ سًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ و َ لاَ دَابَّةٌ و َ لاَ طَيْر ٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً فَلاَ يَغْر ِ س ُ الْمُسْلِمُ غَ

    إِلَى يَو ْ م ِ الْقِيَامَة ) رواه ملسم(

    Artinya: “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Imam Muslim)

    Berdasarkan ayat Al-Qur’an dan hadits diatas, bahwasanya Allah SWT menciptakan bumi yang di dalamnya banyak terdapat tumbuhan yang baik, yang dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Manfaat dari tanaman ini merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT, bagi orang-orang yang beriman.

    Selain manfaatnya yang disebutkan dalam Al-Qur’an, daun kelor juga memiliki berbagai khasiat yang telah terbukti secara ilmiah. Berikut beberapa manfaat utama daun kelor:

    1. Mengatur Hormon

    Konsumsi bubuk daun kelor secara rutin selama tiga bulan dapat mengurangi stres oksidatif yang berpengaruh pada keseimbangan hormon tubuh. Selain itu, teh daun kelor juga dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan hemoglobin.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Food and Science Technology menemukan bahwa teh daun kelor dapat membantu wanita yang mengalami menopause dengan meningkatkan kesehatan tiroid dan mengatur hormon tubuh secara lebih baik.

    2. Menjaga Kesehatan Liver

    Liver berperan penting dalam menyaring darah, membuang racun, dan mengatur metabolisme lemak. Daun kelor mengandung polifenol dalam jumlah tinggi yang membantu mengurangi oksidasi pada liver.

    Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi daun kelor dapat mengurangi fibrosis liver serta mencegah kerusakan hati yang diakibatkan oleh racun dan peradangan.

    3. Melawan Radikal Bebas

    Faktor seperti polusi, pola makan yang buruk, dan paparan sinar matahari berlebihan dapat memicu masuknya radikal bebas ke dalam tubuh. Radikal bebas ini berisiko merusak sel tubuh dengan menyebabkan stres oksidatif.

    Daun kelor mengandung flavonoid, polifenol, dan asam askorbat yang dapat membantu melawan radikal bebas. Konsumsi rutin daun kelor juga bermanfaat dalam mencegah penuaan dini.

    4. Meredakan Peradangan (Inflamasi)

    Selain kunyit, daun kelor juga dikenal sebagai tanaman dengan sifat antiinflamasi. Hal ini sangat bermanfaat, terutama di masa pandemi, karena peradangan yang berlebihan dapat melemahkan daya tahan tubuh.

    Kandungan polifenol dan isothiocyanates dalam daun kelor berperan dalam menekan enzim dan protein pemicu peradangan. Mengonsumsi teh daun kelor secara rutin dapat membantu meredakan inflamasi dalam tubuh.

    5. Mengontrol Gula Darah

    Teh daun kelor sangat direkomendasikan bagi penderita diabetes tipe 2 karena dapat membantu mengatur kadar insulin dan menurunkan kadar glukosa dalam darah.

    Sebuah studi klinis menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dalam teh daun kelor memiliki efek terapeutik yang membantu mengatasi resistensi insulin serta mendukung penurunan berat badan.

    6. Menjaga Kesehatan Pencernaan

    Daun kelor mengandung 30% serat, di mana sebagian besar adalah serat larut yang berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan. Selain itu, daun kelor memiliki sifat antibakteri dan antibiotik alami yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri merugikan dalam saluran pencernaan.

    Teh daun kelor diketahui dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti colitis serta meningkatkan keberagaman bakteri baik dalam usus.

    7. Obat Antikanker dan Pencegah Penyakit Jantung

    Penelitian menunjukkan bahwa kandungan benzyl isothiocyanate dalam daun kelor dapat memicu kematian sel kanker ovarium. Daun kelor juga terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan sel kanker pankreas secara bertahap.

    Studi yang dipublikasikan dalam Asia Pacific Journal of Cancer Prevention menyebutkan bahwa kombinasi asam amino esensial, fitonutrien karotenoid, dan antioksidan dalam daun kelor memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi yang kuat.

    Selain itu, daun kelor juga bermanfaat bagi kesehatan jantung. Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Medicinal Food tahun 2009, konsumsi 200 mg bubuk daun kelor per kilogram berat badan setiap hari selama 30 hari dapat mengurangi kadar lipid teroksidasi serta melindungi jantung dari kerusakan struktural.

    8. Meningkatkan Sistem Imun

    Dikutip dari penelitian Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, daun kelor mengandung nutrisi kompleks yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Nutrisi ini juga mudah diserap, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dengan cepat.

    Cara sederhana untuk mengkonsumsinya adalah dengan membuat sayur bening menggunakan bumbu bawang merah, bawang putih, dan garam. Menikmati sayur kelor dalam keadaan hangat akan lebih optimal karena kandungan antioksidannya tetap terjaga saat masih segar.

    Resep Cara Mengolah Daun Kelor

    Ada beberapa cara mengolah daun kelor dengan sederhana. Bisa menjadi minuman ataupun masakan. Berikut beberapa catatan resep kumpulan detikFood:

    1. Teh Daun Kelor

    Salah satu cara menikmati manfaat daun kelor adalah dengan mengolahnya menjadi teh. Proses pembuatannya cukup sederhana.

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    Daerah Asal Masakan :
    Kategori Masakan : Minuman

    Bahan Bahan

    • Daun kelor secukupnya
    • Air panas.

    Cara Memasak:

    1. Petik daun kelor dari tangkainya dan letakkan di atas kain.
    2. Diamkan selama tiga hari di suhu ruangan hingga daun mengering.
    3. Seduh daun kelor kering dengan air panas seperti menyeduh teh biasa.

    Selain teh, daun kelor juga dapat diolah menjadi sayur bening dengan tambahan jagung, wortel, atau santan. Cukup rebus sebentar hingga mendidih agar nutrisinya tetap terjaga.

    2. Resep Lawar Daun Kelor

    Lawar atau urap daun kelor ini rasanya segar renyah. Dicampur dengan kacang panjang dan kelapa parut semakin gurih rasanya.

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    45 menit 6 porsi
    Daerah Asal Masakan :
    Kategori Masakan : Sayuran

    Bahan Bahan

    • 250 g daun kelor muda
    • 150 gram kelapa parut
    • 1 ikat kacang panjang
    • 2 sdm bawang goreng
    • 2 batang serai, memarkan
    • 6 lembar daun jeruk
    • 2 buah jeruk limau, peras airnya

    Bumbu:

    • 12 butir bawang merah
    • 6 siung bawang putih
    • 1 cm jahe
    • 2 cm kencur
    • 4 butir kemiri
    • 2 butir cabe merah.

    Cara Memasak:

    1. Bersihkan daun kelor yang masih muda, petik daunnya, masukkan ke dalam wadah lalu cuci bersih.
    2. Didihkan air dalam panci, rebus daun kelor selama 5 menit atau sampai empuk. Tiriskan.
    3. Sangrai kelapa parut selama 7 menit atau sampai berwarna kuning keemasan, sisihkan.
    4. Potong-potong kacang panjang 1 cm, cuci bersih lalu tiriskan.
    5. Panaskan 2 sdm minyak di wajan, tumis bumbu sampai harum. Tambahkan serai yang sudah dimemarkan, daun jeruk, masukkan potongan kacang panjang. Masak sebentar saja jangan sampai layu.
    6. Tambahkan kelapa parut sangrai, daun kelor yang sudah direbus, aduk sampai rata.
    7. Tambahkan garam, gula dan bubuk kaldu jika suka.
    8. Taburi bawang goreng sebelum disajikan.

    3. Resep Sayur Lodeh Daun Kelor

    Sayur lodeh yang gurih sederhana juga enak dipadukan dengan daun kelor. Ditambah udang dan pepaya muda rasanya makin segar.

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 menit 6
    Daerah Asal Masakan :
    Kategori Masakan : Sayuran

    Bahan Bahan

    • 100 g daun kelor muda
    • 1 buah tahu putih, potong-potong
    • 100 g udang kupas
    • 250 g pepaya muda, kupas, serut halus

    Bumbu:

    • 5 butir bawang merah, iris tipis
    • 2 siung bawang putih, iris tipis
    • 5 buah cabe hijau, iris kasar
    • 2 buah cabe merah, iris kasar
    • 5 buah cabe rawit merah
    • 1/2 sdt ketumbar bubuk
    • 1 potong kecil terasi bakar
    • 1 sdt gula pasir
    • 1 sdm kaldu ayam/jamur bubuk
    • 2 sdt garam
    • 1 liter santan sedang
    • 2 lembar daun salam
    • 3 lembar daun jeruk
    • 1 cm lengkuas, memarkan
    • 1 batang serai, memarkan

    Haluskan:

    • 2 cm kunyit
    • 3 butir kemiri
    • 1 cm jahe.

    Cara Memasak:

    1. Panaskan 3 sdm minyak dalam wajan. Tumis bumbu halus hingga matang.
    2. Tambahkan bawang merah, bawang putih, cabe dan aduk hingga layu.
    3. Masukkan daun salam, daun jeruk, lengkuas dan serai, aduk hingga layu.
    4. Masukkan udang, aduk hingga berubah kemerah. Tuangi santan dan didihkan.
    5. Tambahkan pepaya dan tahu, masak dengan api sedang hingga mendidih dan pepaya lunak.
    6. Tambahkan garam, gula pasir, ketumbar bubuk dan kaldu jamur.
    7. Masukkan daun kelor, masak hingga mendidih dan daun kelor layu.
    8. Angkat dan sajikan hangat.

    4. Resep Omelet Daun Kelor

    Selain daun bawang, bayam dan kucai, daun kelor juga bisa jadi isian omelet. Omelet semakin gurih, renyah teksturnya dan kaya nutrisi.

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    15 menit 4 porsi
    Daerah Asal Masakan :
    Kategori Masakan : Lauk

    Bahan Bahan

    • 50 g daun kelor muda
    • 4 butir telur ayam
    • 1/2 sdt merica bubuk
    • 1 sdm kaldu jamur
    • 1/2 sdt garam
    • 50 g keju cheddar parut.

    Cara Memasak:

    1. Cuci bersih daun kelor lalu tiriskan hingga airnya kering.
    2. Iris halus daun kelor dan sisihkan.
    3. Pecahkan telur dalam wadah, tambahkan merica, kaldu jamur, garam dan merica.
    4. Kocok hingga tercampur rata.
    5. Tambahkan keju cheddar parut, aduk hingga rata.
    6. Panaskan wajan anti lengket, beri sedikit minyak.
    7. Tuangkan telur kocok dan alirkan hingga menutupi permukaan wajan. Kecilkan api.
    8. Taburkan irisan daun kelor ke permukaan dadar.
    9. Setelah pinggir dan permukaannya membeku. Gulung dadar sambil padatkan hingga menyatu.
    10. Angkat lalu potong-potong melintang dan sajikan hangat.

    Nah, itulah tadi penjelasan tentang daun kelor beserta manfaat dan resepnya. Semoga membantu, ya!

    Simak Video “Video: Manfaat Susu Tak Bisa Diganti Daun Kelor di Program Makan Bergizi Gratis
    [Gambas:Video 20detik]
    (aau/fds)



    Sumber : food.detik.com