Tag: sayuran

  • 8 Buah dan Sayur yang Dapat Mengatasi Hipertensi, Ada Bayam-Pisang

    Jakarta

    Mengkonsumsi buah dan sayur secara rutin dapat menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, ada sejumlah buah dan sayuran yang disebut mampu mengatasi hipertensi.

    Sedikit informasi, hipertensi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah terhadap dinding arteri cukup tinggi. Maka dari itu, hipertensi disebut juga dengan tekanan darah tinggi.

    Dilansir Mayo Clinic, apabila tekanan darah tidak terkontrol, hal ini dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih serius, seperti penyakit jantung dan stroke.


    Tapi jangan khawatir, sebab hipertensi dapat diatasi dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan tertentu. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Buah dan Sayur yang Dapat Mengatasi Hipertensi

    Mengutip dari berbagai sumber, berikut buah-buahan dan sayuran yang dapat mengatasi hipertensi:

    1. Bayam

    Sayuran hijau ini diyakini dapat membantu mengatasi hipertensi. Sebab, bayam mengandung nitrat yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

    Selain itu, bayam juga mengandung senyawa lainnya seperti kalsium, magnesium, potassium, hingga antioksidan yang membuat tekanan darah tetap normal.

    Untuk memperoleh manfaat yang lebih banyak, usahakan mengolah bayam dengan cara direbus. Agar tidak terasa hambar, kamu bisa menambahkan sedikit garam.

    2. Seledri

    Dalam buku Healing Foods oleh DK Publishing House, seledri adalah sumber kumarin yang baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, seledri turut membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh.

    Meski sayuran ini umumnya dipakai sebagai garnish makanan, ternyata seledri mengandung antikoagulan yang berfungsi mengurangi risiko pembekuan darah dan stroke hingga menurunkan kadar hormon stress.

    Seledri bisa diolah menjadi jus lalu dituang ke dalam campuran salad. Cara lain untuk menikmati seledri adalah dengan dijus dan diminum langsung.

    3. Brokoli

    Bagi pengidap hipertensi, cobalah rutin mengkonsumsi brokoli secara rutin. Sebab, brokoli mengandung mineral seperti kalium, magnesium, dan kalsium.

    Nah, ketiga kandungan tersebut dapat mengontrol tekanan darah. Selain itu, mineral pada brokoli dapat mengatasi kerusakan pembuluh darah di arteri.

    Umumnya brokoli diolah dengan dua cara, yaitu ditumis atau direbus. Namun, cara yang lebih sehat adalah dengan merebus brokoli selama 2-3 menit agar kandungan gizinya tidak hilang.

    4. Wortel

    Selain baik untuk kesehatan mata, ternyata wortel juga dapat mengatasi hipertensi. Soalnya, wortel mengandung senyawa fenolik, seperti asam klorogenat dan asam kaffeat yang membantu mengurangi inflamasi serta menurunkan tekanan darah tinggi.

    Dilansir Healthline, cara terbaik untuk mengkonsumsi wortel adalah dengan cara direbus. Selain itu, kamu bisa membuat jus wortel dan diminum selagi segar.

    5. Pisang

    Buah berwarna kuning ini terbukti mengandung kalium. Fungsi kalium pada pisang dapat mengontrol jumlah garam dalam tubuh agar tetap seimbang, yang mana secara langsung turut mencegah tekanan darah meningkat.

    Pisang dapat diolah dengan berbagai cara, yakni dijus, dibuat smoothies, atau hidangan pendamping oatmeal. Namun, lebih praktis lagi jika dimakan langsung.

    6. Tomat

    Mengutip Jurnal Stikes William Booth, tomat diyakini dapat menurunkan darah tinggi berkat kandungan kalium yang berfungsi meningkatkan ekskresi natrium dan air. Hal tersebut yang kemudian memicu penurunan volume plasma, curah jantung, tekanan perifer, dan tekanan darah.

    Tomat biasanya dikonsumsi secara langsung. Tapi kalau tidak suka, tomat bisa diolah dengan cara dijus.

    7. Alpukat

    Mengkonsumsi alpukat secara rutin juga dapat mengatasi hipertensi, lho. Sebab, kandungan mineral pada alpukat mampu mencegah sekaligus mengontrol tekanan darah tinggi. Lalu, kandungan kalium dalam alpukat berfungsi mengatur detak jantung agar tetap normal.

    Alpukat bisa diolah dengan berbagai macam, misalnya dibuat smoothie atau dijus. Karena rasanya yang agak sedikit pahit, usahakan jangan terlalu banyak menambahkan gula.

    8. Buah Beri

    Ada berbagai macam jenis buah beri yang baik untuk mengatasi hipertensi, mulai dari stroberi, blueberry, hingga raspberry. Sebab, buah-buahan tersebut mengandung senyawa flavonoid yang membantu mencegah tekanan darah tinggi.

    Buah beri biasa diolah dengan cara dijus. Namun untuk sensasi yang menyegarkan dan lebih sehat, buah beri bisa dimakan langsung.

    Demikian delapan buah dan sayuran yang dapat mengatasi hipertensi. Mulai sekarang, yuk jaga pola makan dan rutin olahraga!

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 8 Jus Buah dan Sayur yang Ampuh Bakar Lemak, Cocok untuk Diet

    Jakarta

    Banyak masyarakat yang mulai sadar akan kesehatan, salah satunya dengan menjaga berat badan tetap ideal. Nah, ada sejumlah jus buah dan sayuran yang disebut dapat membakar lemak tubuh, sehingga cocok untuk yang sedang diet.

    Menurunkan berat badan mungkin terasa sulit bagi sebagian orang. Setelah rutin berolahraga, ternyata berat badan tak kunjung menurun dan masih di angka yang sama.

    Agar berat badan turun, cobalah mengkonsumsi jus buah dan sayur yang dapat menghancurkan lemak. Apa saja buah dan sayuran tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Jus Buah dan Sayur yang Dapat Membakar Lemak

    Tentu, menurunkan berat badan tak hanya sekadar mengkonsumsi buah dan sayur, tapi juga diimbangi dengan menjaga pola makan serta rutin berolahraga. Perpaduan tersebut dapat menurunkan berat badan sekaligus menyehatkan tubuh.

    Mengutip NDTV Food, berikut daftar jus buah dan sayuran yang dapat membakar lemak tubuh.

    1. Jus Wortel

    Daftar yang pertama adalah jus wortel. Soalnya, wortel memiliki jumlah kalori yang rendah namun mengandung banyak serat. Bahkan, segelas jus wortel dapat memberikan efek rasa kenyang lebih lama.

    Selain itu, wortel mengandung retinol, beta-karoten, likopen, dan antioksidan yang dapat meningkatkan metabolisme. Wortel juga kaya akan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.

    Untuk membuat jus wortel yang enak, caranya adalah dengan menghaluskannya ke dalam blender. Agar lebih nikmat dan segar, tambahkan perasan jeruk atau lemon.

    2. Jus Delima

    Jus delima memiliki sejumlah manfaat untuk tubuh, salah satunya membantu menurunkan berat badan. Buah delima mengandung antioksidan, polifenol, dan asam linolenat yang membantu membakar lemak serta meningkatkan metabolisme. Oh ya, buah yang satu ini juga dapat menekan nafsu makan.

    3. Jus Semangka

    Selain dimakan langsung, semangka juga bisa diolah dengan cara dijus. Semangka kaya akan asam amino arginin yang dapat membantu pembakaran lemak di dalam tubuh. Karena banyak mengandung air, semangka dapat membuat tubuh tetap terhidrasi.

    4. Jus Sayuran Hijau

    Sejumlah sayuran hijau seperti seledri, bayam, hingga kubis dipercaya dapat membakar lemak berlebih. Sebab, sayuran hijau tersebut mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan serat tinggi yang cocok dikonsumsi saat diet.

    Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi buah dan sayuran dapat membantu menurunkan berat badan serta mengurangi risiko penambahan lemak di tubuh.

    5. Jus Jeruk

    Buah yang satu ini bisa jadi pilihan alternatif untuk mengurangi lemak di perut. Soalnya, jeruk mengandung vitamin C yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Kandungan serat pada jeruk juga sangat tinggi, sehingga baik dalam menghancurkan lemak berlebih.

    6. Jus Timun

    Selain semangka, timun juga mengandung banyak air dan memiliki serat tinggi. Mengkonsumsi timun secara rutin dapat membantu melancarkan pencernaan hingga menurunkan berat badan.

    Kebanyakan masyarakat Indonesia mengkonsumsi timun dengan cara dimakan langsung. Namun, timun juga bisa diolah dengan cara dijus. Agar lebih segar, tambahkan perasan air lemon.

    7. Jus Nanas

    Nanas dipercaya dapat mengatasi lemak berlebih di perut. Hal ini karena nanas mengandung enzim bromelain yang dapat membantu metabolisme protein serta membakar lemak. Selain itu, nanas juga mengandung enzim lipase yang dapat menekan nafsu makan.

    8. Jus Bit

    Mengkonsumsi buah bit secara rutin diyakini dapat membantu menurunkan berat badan. Bit sendiri bersifat rendah kalori, kaya antioksidan, mineral, dan serat yang dapat membakar lemak berlebih di perut.

    Buah bit dapat membantu memperlambat pengosongan perut dan membuatmu merasa kenyang lebih lama. Selain itu, bit mengandung senyawa nitrat yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan daya tahan otot.

    Demikian daftar delapan buah yang dapat membantu membakar lemak berlebih di perut. Jadi, ingin membuat jus yang mana nih?

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Cara Sehat Memasak Sayuran Agar Nutrisinya Tak Hilang


    Jakarta

    Sayuran merupakan makanan yang menyehatkan. Namun, cara mengolahnya perlu dicermati agar nutrisi yang terkandung tidak hilang.

    Rutin mengonsumsi sayuran adalah kunci memiliki tubuh yang sehat. Sayuran mengandung serat yang bagus untuk sistem pencernaan.

    Selain itu, juga terdapat kandungan vitamin, seperti vitamin A,C,B, dan sejumlah mineral penting lainnya. Nutrisi tersebut bisa hilang jika memasak sayuran dengan cara yang salah.


    Pasalnya suhu panas bisa merusak bahkan menghilangkan nutrisi pada sayuran, terutama vitamin yang larut dalam air. Karenanya pilih cara masak terbaik.

    Dikutip dari Livestrong (19/06/22) berikut 5 cara terbaik untuk memasak sayuran.

    1. Kukus

    Cara sehat masak sayuranMengukus adalah salah satu cara terbaik memasak sayuran. Foto: iStock

    Mengukus adalah salah satu cara terbaik memasak sayuran. Cara memasak ini akan mempertahankan jumlah nutrisi maksimum yang terkandung pada sayuran, terutama vitamin C.

    Menurut peneliti dalam studi yang diterbitkan di Nutrition & Food Science, saat mengukus sayuran beberapa nutrisi mungkin hilang dilepaskan melalui uap air.

    Namun, itu jumlahnya hanya sedikit. Peneliti juga mengatakan bahwa dengan mengukus sayuran juga akan meningkatkan tekstur dan penampilan sayuran.

    2. Tumis

    Cara sehat masak sayuranJika sayuran ditumis maka akan menghasilkan aroma sedap. Foto: iStock

    Jika sayuran ditumis maka akan menghasilkan aroma sedap. Menumis cenderung menggunakan api besar, tetapi menumis dengan api kecil akan mempertahankan lebih banyak nutrisi.

    Memasak sayuran secara perlahan dengan pengaturan panas yang lebih rendah adalah kunci untuk mengurangi kemungkinan perubahan sifat beberapa vitamin yang larut dalam air.

    Ahli gizi Jenna Volpe menyebutkan bahwa cukup menambahkan sedikit minyak goreng agar sayuran tidak lengket di wajan. Jenna menyarankan untuk menggunakan minyak sayur.

    3. Microwave

    Cara sehat masak sayuranRupanya menggunakan microwave untuk memanaskan sayuran juga merupakan cara baik. Foto: iStock

    Rupanya menggunakan microwave untuk memanaskan sayuran juga merupakan cara baik. Cara memasak ini hanya akan menurunkan sedikit kadar vitamin C.

    Hal tersebut disampaikan oleh peneliti dalam sebuah studi di Foods. Menurutnya, vitamin C terurai saat dipanaskan, dan gelombang mikro menyediakan sumber panas.

    Namun, microwave tidak merusak banyak nutrisi karena memasak makanan dengan waktu relatif cepat, sehingga membantu menjaga nutrisi, lapor Harvard Health Publishing.

    4. Panggang

    Grilled skewers of vegetatbles and various meatMemanggang sayuran bisa mempertahankan nutrisi di dalamnya. Foto: iStock

    Memasak dengan cara memanggang tidak akan menghilangkan vitamin yang larut dalam air, khususnya pada vitamin B dan C. Namun, perhatikan juga waktu memanggangnya.

    Menurut ahli gizi Christianna Gozzi, memanggang dalam waktu lama bisa jadi mengurangi nutrisi dalam jumlah yang banyak.

    “Pada dasarnya semua bentuk panas akan mengurangi nutrisi yang terkandung, tergantung waktu memasaknya. Sebaiknya, hindari memasak terlalu lama,” tutur Christianna Gozzi.

    5. Rebus

    Cara sehat masak sayuranMerebus adalah acara memasak sederhana tetapi juga terbaik. Foto: iStock

    Merebus adalah acara memasak sederhana tetapi juga terbaik. Cara ini membuat makanan terbebas dari lemak, sehingga makanan lebih sehat dikonsumsi.

    Namun, merebus berada di peringkat bawah dalam hal retensi nutrisi. Pasalnya merebus bisa jadi salah satu metode terburuk untuk mempertahankan nutrisi pada sayuran.

    Terutama untuk vitamin yang larut dalam air. Dibandingkan dengan memasak dengan microwave, dengan merebus menghasilkan hilangnya vitamin C paling besar.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Hati-hati! 5 Sayuran Ini Berbahaya Bagi Kesehatan Jika Dikonsumsi Mentah


    Jakarta

    Meskipun sayuran sehat dan bermanfaat untuk tubuh, tetapi perlu diperhatikan konsumsinya. Pasalnya, ada sejumlah sayuran yang sebaiknya jangan dikonsumsi mentah.

    Sayuran merupakan salah satu makanan yang menawarkan nutrisi dan khasiat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Setiap hari, seseorang pun dianjurkan untuk mengonsumsi sayuran.

    Namun, konsumsi sayuran tetap perlu diperhatikan. Sejumlah orang mungkin suka mengonsumsi sayuran mentah karena diyakini bisa memberikan nutrisi yang utuh, sehingga bisa mengurangi risiko beberapa macam penyakit dan memberi energi lebih banyak.


    Terlepas dari itu, sebenarnya tidak semua sayuran baik dinikmati dalam bentuk mentah. Sebab, ada sejumlah sayuran mentah yang bisa menimbulkan risiko kesehatan.

    Deepika Jayaswal, ahli gizi mengungkap, konsumsi sayuran mentah dapat menyebabkan masalah pencernaan dan membuat seseorang yang mengonsumsinya terkena bakteri.

    Oleh karena itu, merangkum healthshots.com (06/12), sebaiknya jangan konsumsi 5 sayuran ini secara mentah!

    1. Kentang

    kentangKentang mengandung solanin yang bisa berbahaya jika dikonsumsi mentah. Foto: Getty Images/KatarzynaBialasiewicz

    Kentang termasuk ke dalam jenis sayur-sayuran yang sebaiknya tidak dikonsumsi mentah. Di dalam kentang mentah terdapat solanin, racun alami yang bisa berbahaya bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Jika kentang mentah dimakan, bisa menyebabkan masalah pencernaan, seperti muntah, diare, dan sakit perut.

    Kentang mentah sulit dicerna dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di perut, mulai dari kram perut hingga kembung.

    Oleh sebab itu, perhatikan cara memasak kentang yang benar. Memasak kentang dalam suhu tinggi akan memecah solanin. sehingga aman dikonsumsi.

    2. Kubis

    Daun KubisKubis juga sebaiknya dimasak terlebih dahulu agar menghindari paparan bakteri dan sulfur berbahaya. Foto: iStock

    Kubis mungkin terlihat lebih segar jika dikonsumsi dalam keadaan mentah. Kubis juga cocok dipadukan sebagai campuran salad hingga sandwich. Namun, konsumsi kubis dalam keadaan mentah bukanlah pilihan tepat.

    Kubis mengandung bakteri berbahaya, seperti E.coli atau salmonella. Kubis juga mengandung sulfur yang dapat menyebabkan penyakit kembung, ber gas, dan rasa tidak nyaman dalam sistem pencernaan.

    Memasak kubis secara benar bisa menghilangkan potensi risiko ini.

    Daftar sayuran lain yang bahaya jika dikonsumsi mentah bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Terong

    Eggplant purple from marketTerong bisa diolah menjadi sebuah masakan sederhana dan lebih aman daripada dimakan mentah. Foto: Getty Images/iStockphoto/nuttakit

    Beberapa orang mungkin senang makan terong mentah. Namun, terong juga termasuk ke dalam sayuran yang berbahaya jika dikonsumsi secara mentah.

    Sama seperti kentang, terong mengandung solanin yang dapat menyebabkan seseorang merasa mual, muntah, dan terkena masalah pencernaan lainnya.

    Dengan memasak terong secara menyeluruh, ini mampu menghilangkan solanin, juga meningkatkan rasa dan teksturnya. Terong bisa dimasak dengan berbagai cara, mulai dari memanggang, menumin, hingga menggorengnya.

    4. Bayam

    UGC Resep DetikfoodBayam juga lebih baik dimasak terlebih dahulu karena jika dimakan mentah bisa berbahaya. Foto: detik

    Mengonsumsi bayam memang memberikan manfaat kesehatan karena bayam mengandung protein, zat besi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Namun, bayam sebaiknya dikonsumsi secara matang.

    Bayam terkadang membawa bakteri E.Coli yang menyebabkan sakit perut dan masalah pencernaan lainnya. Konsumsi bayam mentah juga berisiko karena daunnya bisa aya terkontaminasi E.Coli atau bakteri lain.

    Oleh karena itu, memasak bayam menjadi pilihan tepat untuk mencegah pertumbuhan bakteri E.Coli. Ini juga mampu melepaskan lebih banyak nutrisi untuk diserap dalam tubuh.

    5. Brokoli

    Brokoli juga termasuk ke dalam sayuran bergizi. Namun, nutrisi brokoli akan lebih mudah dicerna atau diserap ketika mereka dimasak.

    Brokoli yang dikukus atau ditumis sebentar akan menjaga nilai gizinya, sekaligus mengurangi risiko masalah pencernaan, seperti perut bergas dan kembung.

    Jika konsumsi brokoli dalam keadaan mentah, itu justru meningkatkan gangguan sistem pencernaan karena, brokoli mentah sulit dicerna. Sebaliknya, brokoli yang sudah dimasak dengan tepat menghasilkan zat glukosinolat yang bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Sayuran Terbaik Untuk Kontrol Gula Darah Penderta Diabetes


    Jakarta

    Penderita diabetes harus memilih makanan dengan tepat agar gula darah tetap stabil. Beberapa jenis sayuran ini cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes.

    Salah satu kunci hidup sehat dan umur panjang adalah konsumsi makanan dengan gizi seimbang. Termasuk konsumsi sayuran sesuai kebutuhan harian.

    Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), wanita membutuhkan 2 hingga 3 cangkir sayuran sehari dan laki-laki membutuhkan 3 hingga 4 cangkir sehari.


    Jika kamu seorang penderita diabetes, mengutip Eating Well, mengonsumsi banyak sayuran kaya nutrisi dan berserat tinggi dapat membantu mengelola kadar gula darah dalam jangka panjang.

    Selain itu, sayur juga termasuk dalam makanan yang baik untuk menurunkan berat badan agar terhindar dari risiko obesitas, yang termasuk salah satu faktor penyebab diabetes tipe-2.

    Berikut ini sejumlah sayuran yang dianjurkan untuk penderita diabetes.

    1. Bayam

    Melansir Healthline, jenis sayur-sayuran hijau terutama bayam, dapat dipilih sebagai sumber serat rendah karbohidrat bagi pasien diabetes.

    Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, seporsi bayam mentah hanya mengandung 1 gram karbohidrat. Selain rendah karbohidrat, bayam juga kaya vitamin sehingga cocok sebagai pelengkap pada menu diet pasien diabetes.

    Kamu dapat meracik beberapa ikan sayur bayam dalam semangkuk salad, atau dapat juga diolah menjadi sayur berkuah. Kamu juga dapat menambahkan beberapa helai daun bayam ke dalam adonan telur dadar saat sarapan.

    2. Wortel

    Manfaat racikan jus wortel dan daun ketumbarWortel bids mengenyangkan dan berserat tinggi untuk penderita diabetes. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Serat dalam sayuran membantu kita merasa kenyang. Ahli diet Jill Weisenberger merekomendasikan wortel sebagai sayuran yang mengenyangkan dan berserat tinggi untuk penderita diabetes.

    Wortel juga kaya akan vitamin A, yang membantu kekebalan dan kesehatan mata.

    3. Tomat

    Group of young gardeners picking tomatoes in greenhouse. Crate full of juicy tomatoes in focusKonsumsi tomat juga kaya antioksidan yang bisa membantu penderita diabetes. Foto: Getty Images/hobo_018

    Penelitian mengungkap satu buah tomat utuh berukuran sedang mengandung 5 gram karbohidrat. Tomat juga dikenal sebagai sayur yang kaya dengan zat antioksidan, seperti vitamin C dan likopen, yang memberi warna merah pada tomat.

    Selain kerap dijumpai dalam menu berkuah, tomat juga cocok sebagai pelengkap salad buah dan sayur agar terlihat lebih berwarna.

    Caranya mudah, kamu tinggal memotong kecil tomat lalu dicampurkan ke dalam racikan salad. Kamu juga dapat menyajikan tomat bersama sayuran lain dengan cara dipanggang dalam oven selama beberapa menit.

    Daftar sayuran terbaik untuk penderita diabetes ada di halaman selanjutnya.

    4. Brokoli

    brokoliBrokoli juga rendah karbohidrat sehingga cocok untuk penderita diabetes. Foto: Getty Images/iStockphoto/eyewave

    Menukil Everyday Health, brokoli termasuk dalam jenis sayur rendah karbohidrat yang cocok dikonsumsi untuk pasien diabetes.

    Menurut USDA, brokoli rendah karbohidrat, kurang dari 5 g per cangkir mentah, dan kaya akan vitamin C (69,4 mg, atau lebih dari 70 persen DV), serat (1,82 g, atau sekitar 6,6 persen DV). , dan zat besi (0,5 mg, atau 2,9 persen dari DV).

    5. Kubis

    Daun KubisKubis termasuk ke dalam sayuran yang jumlah karbohidratnya sedikit. Foto: iStock

    Selain bernutrisi tinggi dan kaya serat, kubis termasuk dalam sayur yang memiliki jumlah karbohidrat paling sedikit di antara keluarga Brassicaceae.

    Menurut ahli nutrisi, seporsi kubis cincang memiliki kandungan karbohidrat sebesar 5 gram.

    Selain itu, sayuran yang mudah ditemukan di pasaran ini juga memiliki beragam vitamin yang baik untuk tubuh, mulai dari vitamin C dan vitamin K sehingga sangat cocok dijadikan menu dalam program diet rendah kalori bagi penderita diabetes.

    6. Kembang kol

    Tidak hanya memiliki bentuk yang unik, kembang kol juga termasuk sebagai sayur yang baik penderita diabetes. Menurut ahli gizi, seporsi potongan kembang kol mentah mengandung 5 gram karbohidrat.

    Kandungan karbohidrat rendah membuat sayur ini cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes, terutama sebagai pengganti nasi untuk menstabilkan gula darah.

    Selain itu, sayuran ini juga penuh dengan nutrisi dan vitamin, mulai dari vitamin C dan folat

    7. Asparagus

    Sup krim AsparagusAsparagus pun bisa dikonsumsi karena punya lemak nol persen dan tidak mengandung gula. Foto: Getty Images/iStockphoto/wmaster890

    Sayuran rendah gula yang paling aman dikonsumsi penderita diabetes adalah asparagus. Sayur ini mengandung nol persen lemak dan tak mengandung gula. Namun, di satu sisi, konsumsi sayur ini akan membantu mempercepat metabolisme tubuh karena kandungan vitamin A, C dan K-nya.

    Demikian sayuran yang dianjurkan untuk penderita diabetes yang bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Resep Sawi Gulung Isi Ayam yang Enak Buat Camilan Diet

    Jakarta

    Sawi yang dikukus dengan isian olahan daging ayam cincang bisa menjadi menu camilan pas untuk orang diet. Rasanya lezat juga mengenyangkan. Yuk, cek resepnya!

    Makanan yang dikukus menjadi hidangan penyelamat bagi pelaku diet. Hal ini karena rendah kalori dan tak mengandung lemak yang banyak.

    Salah satu kreasi hidangan kukus yang cocok dinikmati dan tetap lezat adalah sawi gulung isi ayam. Sawi putih bisa diberikan isian olahan ayam yang dicampurkan suun, kemudian dikukus hingga matang.


    Untuk menikmatinya bisa dengan cocolan saus sambal. Bisa juga membuat racikan saus sendiri dengan sensasi asam pedas ala saus Thailand.

    Berikut resep dan cara memasak sawi gulung isi ayam:

    Resep Sawi Gulung Isi Ayam

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 Mudah 5
    Daerah Asal Masakan : –
    Kategori Masakan : Sayur

    Cara Memasak:

    1. Siapkan terlebih dahulu daun sawi dengan mencuci bersih, lalu tiriskan.
    2. Rendam daun sawi dalam rebusan air panas. Angkat jika sudah layu, tiriskan.
    3. Seduh suun dengan air panas sampai melunak, tiriskan dari air.
    4. Buat isian sawi putih dengan mencampurkan suun, ayam cincang, wortel, daun bawang, telur ayam, tepung terigu, dan bumbu penyedapnya.
    5. Ambil selembar daun sawi, lalu isi dengan 1 sdm penuh olahan ayam campur suun.
    6. Gulung dan lipat sampai tertutup rapat dan permukaannya padat.
    7. Susun dalam kukusan yang telah diolesi minyak goreng. Kukus selama 30 menit hingga matang.
    8. Sajikan sawi gulung isi ayam dengan saus cabe nikmat.

    Tips memasak:

    1. Sawi putih bisa diganti dengan lembaran kubis.
    2. Daging ayam cincang juga bisa diganti dengan tahu yang dihaluskan, daging sapi cincang, atau udang.
    3. Bisa juga menambahkan potongan wortel atau cincangan sayur lain untuk tambahan nutrisi.

    Simak Video “Pentingnya Camilan Sehat untuk Anak Menurut Zita Anjani
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Resep Tumis Suun Telur Sayuran yang Sedap Bernutrisi

    Jakarta

    Tumis suun berbumbu manis gurih memang paling pas dinikmati untuk makan siang. Kreasinya bisa ditambahkan telur dan sayuran sebagai penambah asupan nutrisi.

    Suun biasanya menjadi pelengkap soto atau bakso, tetapi kamu bisa juga menjadikannya lauk nikmat untuk makan siang. Bisa dibawa untuk sajian bekal anak sekolah maupun kantor.

    Kreasi suun untuk makan siang dapat digoreng dengan cara menumisnya. Tambahkan bumbu sederhana, lalu campurkan dengan telur orak-arik dan aneka sayuran untuk menambah asupan nutrisi. Sawi putih atau pakcoy cocok dipadukan sebagai kreasi tumis suun.


    Berikut resep dan cara memasak tumis suun yang manis gurih:

    Resep Tumis Suun Telur Sayuran

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    20 Mudah 2
    Daerah Asal Masakan : –
    Kategori Masakan : Mie

    Bahan Bahan

    • 150 g suun
    • 4 sdm minyak sayur
    • 3 siung bawang putih, cincang halus
    • 5 butir bawang merah, iris halus
    • 2 butir telur ayam, kocok
    • 3 lembar daun kol, iris kasar
    • 5 lembar daun sawi putih, iris kasar
    • 1 batang daun bawang, iris kasar
    • 2 sdm kecap asin
    • 2 sdm kecap manis
    • 2 sdm saus tiram
    • 1 sdm kaldu jamur
    • 1 sdt merica bubuk
    • 1 sdt garam
    • 1 sdt minyak wijen

    Cara Memasak:

    1. Rendam suum dalam air panas hingga lunak, tiriskan dan potong-potong.
    2. Tumis bumbu cincang berupa bawang putih dan bawang merah. Aduk sampai layu dan aroma harum keluar.
    3. Masukkan telur yang telah dikocok, lalu orak-arik hingga menggumpal.
    4. Tambahkan sayuran ke dalam tumisan bumbu dan telur, aduk hingga agak layu.
    5. Masukkan suun beserta tambahan bumbu saus, merica, garam, dan minyak wijen. Tambahkan kecap manis, lalu aduk hingga tercampur dan besarkan apinya.
    6. Sajikan tumis suun telur dan sayuran yang sedap.

    Tips memasak:

    1. Jika suka pedas, tambahkan irisan cabe rawit, bubuk cabe, atau chili oil.
    2. Sajikan bersama kerupuk sebagai pelengkap.
    3. Pelengkap nikmat lainnya adalah taburan bawang merah goreng.

    Simak Video “SIAL InterFOOD 2025 Menjadi Wadah Inovasi dan Kolaborasi Industri Pangan Asia Tenggara
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Macam-macam Warna Sayuran dan Manfaatnya

    Jakarta

    Masing-masing buah dan sayur kalau dilihat punya warna yang unik. Ada yang merah, oranye, hijau, sampai ungu.

    Variasi warna pada buah dan sayur tidak hanya membuat makanan terlihat menarik, tapi ternyata juga memberi petunjuk mengenai kandungan gizinya. Tumbuhan secara alami membentuk pigmen warna sebagai cara melindungi diri dari cahaya, panas, hingga hama.

    Menariknya, pigmen yang membantu tumbuhan bertahan hidup ini justru memberi manfaat kesehatan ketika dikonsumsi manusia. Jadi, makin berwarna isi piring, makin beragam nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.


    1. Oranye

    Warna oranye pada wortel, labu, pepaya, dan ubi jalar menunjukkan adanya kandungan beta-karoten yang tinggi. Di dalam tubuh, beta-karoten diubah menjadi vitamin A menggunakan enzim khusus dalam usus dan hati, proses ini terjadi hanya saat tubuh membutuhkan.

    Uniknya tubuh tidak akan mengubah beta-karoten menjadi vitamin A lebih dari yang diperlukan. Inilah sebabnya pigmen oranye dari makanan lebih aman dibanding konsumsi vitamin A dosis tinggi dari suplemen yang berisiko memberi efek toksik pada hati.

    Studi ilmiah di jurnal Nutrients tahun 2021 menunjukkan bahwa beta-karoten meningkatkan kekebalan tubuh dan mendukung kesehatan retina mata.

    2. Merah

    Tomat, semangka, paprika merah, hingga jambu biji merah mendapatkan warnanya dari likopen, pigmen yang muncul intens ketika buah mencapai tingkat kematangan penuh di bawah sinar matahari. Pada tumbuhan, likopen melindungi jaringan buah dari kerusakan akibat paparan cahaya.

    Pada tubuh manusia, likopen bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas yang dapat merusak DNA sel. Senyawa ini adalah salah satu antioksidan yang aktif di jaringan lemak, terutama pada prostat, kulit, dan jantung.

    Konsumsi buah merah kerap dikaitkan dengan kesehatan kardiovaskular dan kulit yang lebih tahan terhadap paparan sinar UV. Menariknya, likopen lebih mudah diserap tubuh setelah dipanaskan. Jadi, sambal tomat rumahan atau sup tomat sebenarnya memiliki kandungan likopen lebih besar daripada tomat segar.

    Sementara stroberi, ceri, dan raspberry justru kaya antosianin merah, pigmen yang sensitif terhadap keasaman. Antosianin memperkuat struktur kolagen dan membantu pembuluh darah tetap elastis, sehingga mendukung tekanan darah yang stabil.

    3. Ungu

    Buah dan sayur seperti blueberry, anggur hitam, kol ungu, terong, dan ubi ungu kaya antosianin dalam bentuk yang lebih pekat. Semakin gelap warnanya, semakin tinggi konsentrasi antosianinnya. Pigmen ini terbentuk pada tanaman sebagai pelindung dari suhu dingin dan radiasi ultraviolet.

    Beda antosianin ungu dari merah adalah kemampuannya melintasi sawar darah-otak (Blood-Brain Barrier), ini terdapat pada penelitian yang terbit di Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2021. Itulah sebabnya konsumsi buah ungu dikaitkan dengan peningkatan memori, konsentrasi, dan menurunkan risiko penurunan fungsi otak seiring usia.

    4. Kuning

    Jagung, semangka kuning, dan nanas mengandung xanthophyll, pigmen karotenoid yang lebih stabil terhadap oksidasi. Buah dan sayur yang berwarna kuning juga banyak kandungan vitamin C.

    Pada manusia, xanthophyll seperti lutein dan zeaxanthin terfokus di retina bagian makula (titik pusat penglihatan). Hal ini yang membuat buah dan sayur kuning sangat penting untuk membantu mencegah degenerasi makula dan kelelahan mata akibat paparan cahaya dari gadget.

    Selain itu, nanas mengandung bromelain yang tinggi, yaitu enzim pemecah protein yang bisa meredakan pembengkakan jaringan yang sedang dialami. Bromelain tidak dimiliki oleh kelompok warna lainnya, menjadikan warna kuning unik karena selain perannya pada mata, juga baik untuk sistem pencernaan dan pemulihan otot setelah aktivitas berat.

    5. Hijau

    Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, sawi, kangkung, dan kale mendapatkan warnanya dari klorofil, pigmen utama fotosintesis yang membantu mengubah cahaya menjadi energi. Namun, warna hijau ini hampir selalu ada bersama folat, vitamin K, magnesium, dan sulfur.

    Senyawa sulfur inilah, terutama sulforaphane pada brokoli dan kale, yang memberikan manfaat detoksifikasi alami. Sulforaphane terbentuk ketika sayuran dihancurkan/dikunyah. Senyawa ini mengaktifkan gen yang membantu hati memecah zat-zat yang tidak diperlukan tubuh. Karena itu, sayuran hijau sangat identik dengan keseimbangan metabolisme dan daya tahan tubuh yang stabil.

    Vitamin K di sayuran hijau juga memainkan peran penting dalam mineralisasi tulang dan pembekuan darah, dua hal yang sering terlupakan tapi sangat penting untuk kesehatan jangka panjang.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Sayuran Lebih Sehat Dimasak atau Dimakan Mentah? Cek Faktanya di Sini


    Jakarta

    Banyak orang percaya sayuran paling sehat adalah yang dimakan mentah karena kandungan vitamin, mineral dan enzimnya dianggap lebih banyak. Perdebatan tentang apakah sayur lebih bermanfaat dimakan mentah atau matang terus membuat penasaran dan seperti tidak ada habisnya.

    Melansir berbagai sumber, artikel ini akan membahas lebih dalam kandungan nutrisi sayur yang dimasak dan mentah untuk memberikan wawasan yang luas dalam menentukan pilihan yang related dengan kebutuhan tubuh.

    Nutrisi di dalam Sayuran

    Sayuran mengandung berbagai nutrisi esensial:


    • Antioksidan, yaitu senyawa yang melindungi dan memperbaiki sel dari radikal bebas yang dihasilkan dari proses oksidasi di dalam tubuh.
    • Vitamin, termasuk vitamin A, vitamin C dan beberapa vitamin B.
    • Mineral, termasuk kalium, zat besi, kalsium dan magnesium.
    • Serat, karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna tetapi penting untuk kelancaran pencernaan.

    Kenapa cara memasak berpengaruh?

    Beberapa sayuran yang dimasak dapat kehilangan nutrisi, sedangkan yang lain ada yang meningkatkan kandungan nutrisi. Hal ini jadi sedikit rumit tergantung dari jenis sayurannya.

    Memasak mengubah struktur sel tumbuhan, melunakkan dinding sel dan mempengaruhi ketersediaan nutrien. Pemanasan dapat menghilangkan antinutrien (seperti lektin, fitat, oksalat) dan toksin alami, tetapi juga dapat mengurangi vitamin larut air seperti vitamin C dan beberapa vitamin B.

    Sayur lebih baik dimakan mentah

    Beberapa sayuran kaya vitamin C, folat, dan enzim yang sensitif panas sehingga nutrisi itu lebih utuh saat mentah. Contoh sayuran:

    • Selada
    • Kubis
    • Mentimun
    • Paprika
    • Tomat segar
    • Brokoli muda (sprout)
    • Lobak.

    Dikutip dari Jurnal Heliyon, metode memasak tertentu, terutama merebus lama, mengakibatkan kehilangan ascorbic acid (vitamin C) yang signifikan, sehingga jika tujuan utama adalah mendapat vitamin C, konsumsi sayuran dengan cara memasak menggunakan metode lain atau konsumsi mentah lebih menguntungkan.

    Serat yang ada di dalam sayuran mentah lebih utuh, yang dapat meningkatkan rasa kenyang bertahan lama dan mengandung kalori yang lebih rendah. Sehingga sangat baik untuk diet penurun berat badan.

    Selain itu, sayuran mentah kaya akan nutrisi penting, antioksidan, dan enzim yang mendukung berbagai fungsi tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

    Sayur lebih baik dimasak lebih dulu

    Beberapa nutrien yang terkandung dalam sayuran malah meningkat setelah dimasak:

    • Tomat: kandungan likopen (antioksidan kuat) menjadi lebih banyak dan lebih mudah diserap setelah dipanaskan karena pemecahan dinding sel, sehingga tomat yang dimasak seringkali lebih bernutrisi daripada tomat mentah pada likopen yang terkandung.
    • Wortel, labu, ubi: beta-karoten lebih mudah diekstrak dan diserap oleh tubuh setelah dimasak.
    • Bayam, sawi, kale: memasak singkat mengurangi antinutrien (oksalat) sehingga meningkatkan penyerapan kalsium dan zat besi dari makanan tersebut.

    Secara umum, metode memasak yang singkat (steam/kukus, tumis cepat) sering menyeimbangkan antara mempertahankan dan meningkatkan kandungan nutrien.

    Sayur yang telah dimasak juga menjadi lebih mudah dicerna dan mengurangi kerja saluran cerna menjadi lebih ringan. Hal ini disebabkan oleh terurainya dinding sel dari sayuran setelah dimasak.

    Memasak sayuran dapat meningkatkan keamanan makanan dari kontaminasi agen infeksi. Memasak sayuran juga mungkin memberikan daya tarik visual yang lebih cerah dan menarik.

    Ada Sayur yang Wajib dimasak

    Beberapa sayuran jika dikonsumsi mentah, berisiko menyebabkan keracunan atau gangguan pencernaan:

    • Kacang merah: mengandung lectin/phytohaemagglutinin yang bisa menyebabkan mual, muntah dan diare. Rebus hingga matang dapat menghancurkan toksin ini.
    • Singkong dan daun singkong: mengandung glikosida sianogenik yang bisa melepaskan sianida. Rebus hingga matang dapat menurunkan kadar racun ini.
    • Kentang: mengandung solanin, zat berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan sistem saraf.
    • Pare dan terong mentah dalam jumlah banyak: bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut karena adanya kandungan alkaloid.

    Oleh karena itu, penting untuk tidak sembarangan mengkonsumsi sayuran mentah hanya karena dianggap lebih “sehat”.

    Kesimpulan

    Jadi, apakah sayur lebih sehat dimakan mentah atau dimasak? Sampai saat ini belum ada studi ilmiah yang membandingkan hal tersebut. Tergantung jenisnya, ada sayuran yang lebih baik mentah, ada pula yang lebih bermanfaat setelah dimasak, dan beberapa yang harus dimasak demi keamanan.

    Sayur kaya vitamin C dan enzim seperti paprika, selada, mentimun, dan brokoli muda lebih baik dimakan mentah agar nutrisinya tetap dipertahankan, lebih renyah dan praktis.

    Sayur kaya karotenoid seperti wortel, labu, dan tomat justru lebih bermanfaat setelah dimasak karena nutrisinya lebih mudah dicerna dan diserap tubuh, serta mendapatkan keamanan makanan dari kontaminasi.

    Beberapa sayuran seperti singkong, kacang merah, dan kentang harus dimasak karena bisa beracun bila dimakan mentah.

    Baik dimasak atau mentah, sayuran tetap memberikan efek kesehatan yang berharga. Dengan variasi yang tepat, menggabungkan sayur mentah dan matang dalam menu sehari-hari adalah cara terbaik untuk mendapatkan manfaat maksimal dan mengarah pada gaya hidup yang lebih sehat.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Konsumsi 5 Jenis Sayuran Ini Efektif Bantu Turunkan Berat Badan


    Jakarta

    Sayuran menjadi salah satu jenis makanan yang efektif untuk menurunkan berat badan. Dari sekian banyak pilihan, 5 jenis sayuran ini dikenal paling efektif bantu usaha diet.

    Berat badan ideal tidak hanya membuat bentuk tubuh terlihat bagus, tetapi juga menunjang kesehatan. Salah satu cara terbaik untuk mencapai berat badan ideal yaitu dengan mengonsumsi makanan gizi seimbang, termasuk memasukkan banyak sayuran ke dalam menu harian.

    Mengonsumsi banyak sayuran yang secara alami rendah kalori dan tinggi air dan serat ini bisa membantu kenyang lebih lama. Sayuran juga kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa lainnya yang dapat mengurangi peradangan dan melindungi tubuh dari penyakit.


    Karenanya, memasukkan sayuran ke dalam menu diet harian merupakan cara yang paling efektif untuk mendukung perjalanan penurunan berat badan yang sehat dan berkelanjutan.

    Melansir Health,com (31/07/2024), berikut 5 jenis sayuran yang efektif bantu turunkan berat bada:

    1. Bayam

    BayamBayam menjadi salah satu sayuran yang bisa dikonsumsi untuk turunkan berat badan Foto: Getty Images/PoppyB

    Bayam mengandung air sebesar 91%, rendah kalori, dan tinggi serat. Di dalam tiga cangkir bayam atau setara 30 gram mengandung 2 gram serat, 2.5 gram protein dengan kalori sebesar 20.

    Kandungan seratnya dapat meningkatkan rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.

    Konsumsi bayam juga bisa meningkatkan metabolisme tubuh. Senyawa khusus di dalamnya yang dikenal sebagai tilakoid terbukti memengaruhi hormon nafsu makan dan membantu mengurangi rasa lapar.

    Selain padat nutrisi, bayam juga menjadi pilihan yang baik untuk detoksifikasi. Kandungan air yang tinggi mampu meningkatkan hidrasi yang diperlukan untuk menurunkan berat badan. Hidrasi yang cukup juga membantu pembuangan racun dari tubuh, hingga meningkatkan fungsi tubuh secara normal.

    Bayam bisa direbus atau dijadikan smoothies hingga topping pada salad.

    2. Kembang kol

    Kembang Kol Warna WarniKembal Kol juga bisa mulai dikonsumsi untuk turunkan berat badan. Foto: iStock

    Kembang kol menjadi bahan populer beragam hidangan. Satu cup atau 100 gram kembang kol mengandung sekitar 2 gram protein, 2.9 gram serat, dan 29 kalori.

    Sayuran ini juga kaya akan sterol atau stanol tumbuhan yang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan fungsi endotel, yang penting untuk kesehatan jantung. Kandungan air tinggi di dalamnya juga mampu memberikan efek penurunan berat badan.

    Kembang kol menjadi sayuran serbaguna karena bisa dimakan mentah, dipanggang, atau direbus. Bisa juga dijadikan ‘nasi’.

    Rekomendasi sayuran sehat untuk diet lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Wortel

    Kacau! Belasan Orang Keracunan Wortel hingga Ditarik dari SupermarketSayuran yang manis renyah ini juga menjadi alternatif baik untuk bantu truunkan berat badan. Foto: Getty Images/_nf

    Wortel yang manis dan renyah ini juga menjadi pilihan sayuran yang lezat. Sebab, di dalamnya terkandung gula alami.

    Di dalam satu cup wortel atau 122 gram terkandung 3.4 gram serat dan 50 kalori.

    Studi tahun 2021 yang disebutkan oleh situs Health menemukan kaitan antara konsumsi wortel dengan pengurangan indeks massa tubuh dan penurunan risiko obesitas. Wortel juga kaya akan antioksidan karotenoid yang mana dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dan kanker.

    Agar manfaatnya efektif, wortel bisa direbus untuk dijadikan cemilan bersama yogurt rendah kalori.

    4. Paprika

    proses pembuatan paprika bubukBisa juga mengonsusi paprika yang kaya akan vitamin C untuk turunkan BB. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Tidak hanya memiliki warna cerah yang menarik dan tekstur renyah, paprika juga bermanfaat untuk membantu turunkan berat badan. Di dalam satu cup (150 gram) paprika terkandung 3.2 gram serat vitamin C, dan 39 kalori.

    Kandungan vitamin C yang tinggi pada sayuran ini telah dikaitkan dengan perbaikan indeks massa tubuh. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menetapkan hubungan jelas antara manfaat vitamin C dengan penurunan berat badan.

    Paprika bisa ditumis begitu saja, atau ditumis dengan tambahan bawang bombai dan dada ayam, lalu disajikan di atas tortilla.

    5. Brokoli

    Brokoli bisa menjadi pilihan yang tepat untuk membantu menurunkan berat badan. Di dalam satu cup atau 90 gram brokoli terkandung 5 gram serat, 3.7 gram protein, dan kalori sebesar 55 gram.

    Kandungan serat tinggi dalam brokoli bisa membuat seseorang kenyang lebih lama. Kandungan vitamin dan mirnealnya juga sefektif menurunkan berat badan.

    Brokoli juga kaya akan vitamin C, vitamin K, dan folat yang baik untuk perkembangan janin ibu hamil. Kandungan fitokimia brokoli juga mampu mengurangi peradangan, mendukung kesehatan jantung, meningkatkan kesehatan tulang, dan melindungi diri dari jenis kanker tertentu.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold