Source : unsplash.com / Lily Banse
Jakarta –
Penderita diabetes perlu memerhatikan asupan makanan sehari-hari. Salah satu makanan yang cocok dikonsumsi yaitu buah dan sayuran tinggi serat, seperti ini.
Diabetes merupakan kondisi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin, mulai dari hanya memproduksi dalam jumlah sedikit atau mengalami resistensi insulin.
Hormon insulin sebenarnya berfungsi untuk menyerap glukosa (gula) dalam darah dan mengubahnya menjadi energi bagi sel-sel tubuh. Jika fungsi insulin itu terganggu, maka kadar glukosa dalam darah akan terus meningkat ke level membahayakan.
Dalam mengatasi masalah ini, penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman sembarangan. Justru perlu mengonsumsi makanan bernutrisi, seperti makanan tinggi serat.
Serat atau fiber merupakan jenis karbohidrat kompleks yang tidak dapat dihancurkan oleh sistem pencernaan tubuh. Serat juga tidak menambah kalori sama sekali dalam tubuh.
Ini menjadi alasan penderita diabetes sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat. Terlepas dari itu, makanan dan minuman tinggi serat juga baik untuk mengatasi gangguan pencernaan dan menurunkan berat badan.
Merangkum Times of India (22/02), berikut 5 buah dan sayuran tinggi serat yang cocok dikonsumsi penderita diabetes :
1. Apel
 Buah apel kaya akan serat yang cocok untuk mengatasi masalah diabetes. Foto: iStock
|
Apel merupakan buah dengan kandungan gula alami. Buah ini juga tinggi akan serat, terutama jika kamu mengonsumsi beserta kulitnya.
Kandungan serat pada apel dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Kondisi ini membuat gula masuk ke dalam darah secara perlahan, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara tiba-tiba.
Apel juga mengandung polifenol yang baik untuk memperlambat proses pencernaan karbohidrat dalam tubuh dan menurunkan kadar gula darah.
Kandungan antioksidannya juga baik untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes.
2. Buah beri
Buah beri-berian bisa mencegah stres oksidatif yang berhubungan dengan resistensi insulin. Foto: Getty Images/bernie_photo
|
Beri-berian menjadi jenis buah lain yang baik untuk penderita diabetes. Buah ini secara relatif rendah gula jika dibandingkan buah lainnya. Namun, beri-berian tinggi akan kandungan serat, antioksidan, dan vitamin.
Kandungan antioksidannya juga bisa mencegah stres oksidatif yang berhubungan erat dengan terjadinya resistensi insulin, dan menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan kronis.
Kamu bisa mengonsumsi buah beri, mulai dari strawberry, blueberry, sampai raspberry.
Buah dan sayuran lain yang cocok untuk penderita diabetes bisa dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Alpukat
Buah alpukat juga mengandung karbohidrat dan serat baik untuk diabetes. Foto: Site News
|
Alpukat telah terkenal menjadi buah yang tinggi serat dan mengandung asam lemak sehat. Buah ini juga mengandung banyak vitamin dan mineral.
Alpukat juga rendah karbohidrat, sehingga bisa menghadirkan rasa kenyang lebih cepat.
Buah ini cocok dikonsumsi penderita diabetes karena dapat mengontrol tekanan darah. Meskipun mengandung karbohidrat, tetapi indeks glikemiknya rendah, sehingga tidak memengaruhi kadar gula darah.
4. Bayam
Maka bayam juga baik untuk penderita diabetes. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rahmah Hastuti
|
Selain buah-buahan, sejumlah sayuran juga sangat cocok dikonsumsi penderita diabetes, seperti bayam. Bayam tinggi akan nutrisi, mulai dari serat, vitamin A, C, dan zat besi. Bayam juga rendah karbohidrat.
Melansir healthline.com, Departemen Pertanian Amerika Serikat mengungkap, konsumsi seporsi bayam mentah hanya mengandung 1 gram karbohidrat. Kandungan vitaminnya juga cocok melengkapi nutrisi pelengkap pada pasien diabetes.
5. Brokoli
Brokoli merupakan sayuran hijjau yang juga rendah kalori dan tinggi serat. Brokoli juga dikemas dengan vitamin, mineral, dan antioksidan tinggi.
Melansir prdiadigital.com, dalam 156 gram brokoli yang direbus, terdapat 5,2 gram serat. Selain direbus, makanan tinggi serat ini juga rendah gula sehingga cocok dikonsumsi penderita diabetes.
Brokoli bisa dimasak dengan cara direbus atau dikukus begitu saja, maupun dijadikan isian salad atau sup.
(aqr/adr)
Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Sayuran dikenal sebagai sumber makanan yang sehat, kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh. Namun, tidak semua sayuran memiliki kandungan yang sama.
Beberapa jenis sayuran ternyata mengandung kadar gula alami yang cukup tinggi. Meski gula alami ini berbeda dari gula tambahan, mengkonsumsinya secara berlebihan tetap dapat mempengaruhi kadar gula darah.
Bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang mengontrol asupan gula, mungkin perlu memperhatikannya. Memahami jenis sayuran yang tinggi gula penting untuk menjaga pola makan seimbang, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.
5 Daftar Sayuran yang Tinggi Gula
Hindah J. Muaris dalam bukunya berjudul Bahaya Buah dan Sayuran + Panduan Konsumsi yang Benar, menyebut beberapa jenis buah dan sayuran diketahui memiliki kandungan gula alami (fruktosa) tinggi. Bagi pengidap kondisi seperti diabetes, prediabetes atau hipoglikemia, disarankan menghindari buah dan sayur tersebut.
Berikut daftar sayuran yang tinggi gula, dirangkum dari laman Healthline dan artikel yang telah ditinjau medis lainnya:
1. Kacang Panggang
Biasanya, kacang jadi salah satu sayuran yang ditambahkan dalam olahan sayur seperti sayur asem. Lalu bagaimana dengan kacang panggang untuk camilan sehari-hari?
Kacang panggang biasanya disajikan dengan tambahan perasa agar gurih dan manis. Perasa inilah yang seringkali memiliki kadar gula yang tinggi. Apalagi jika kamu membeli kacang panggang kalengan atau kemasan di supermarket.
254 gram kacang panggang bisa mengandung sekitar 5 sendok teh gula. Jika kamu suka kacang panggang, kamu dapat memilih versi rendah gula atau membuat sendiri dengan pilihan kacang tanah tanpa diberi perasa.
Sehingga rasanya alami dan kadar gula garamnya tidak tinggi. Kacang panggang murni biasanya mengandung sekitar setengah jumlah gula kacang panggang kemasan.
2. Sayuran Bertepung
Sayuran bertepung adalah sayuran yang mengandung karbohidrat lebih banyak daripada sayuran non-tepung. Sayuran bertepung yakni contohnya jagung, labu, dan kacang polong.
Sayuran tersebut memang mengandung serat yang membuat kenyang lebih lama, namun kandungan gula dan karbohidratnya cenderung lebih tinggi dibandingkan sayuran non-tepung. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah secara signifikan, sehingga perlu dibatasi
3. Bawang Bombai
Bawang bombai memiliki kandungan gula sekitar 4-5 g per 100 g. Guna mengontrol asupan gula, sebaiknya gunakan bawang bombai secukupnya.
4. Sayuran Berakar
Sayuran berakar yakni meliputi wortel, lobak, dan bit. Dikutip dari Live Strong, sayuran berakar mengandung lebih dari 3,8 g gula dalam setiap 100 g.
American Heart Association (AHA) menyarankan untuk mengurangi konsumsi sayuran tinggi gula hingga setengah porsi dari biasanya. Sayuran dapat memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi berlebihan.
5. Granola
Granola sering dipasarkan sebagai makanan kesehatan rendah lemak, sebab bahan utama dalam granola adalah gandum. Kandungan kalori dan gula olahan gandum cenderung tinggi, meski granola dikenal sebagai sereal yang seimbang mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan serat.
Namun, gandum dalam granola telah dikombinasikan dengan kacang-kacangan dan madu atau pemanis tambahan lainnya, yang meningkatkan jumlah gula dan kalori. Kalau kamu suka granola, cobalah pilih granola dengan sedikit gula tambahan atau buat sendiri.
Nah itulah tadi 5 daftar sayuran yang tinggi gula. Tetaplah bijak dalam mengonsumsi makanan, pastikan asupan serat, protein, dan gizi lainnya terpenuhi.
(aau/fds)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Konsumsi jenis sayuran tertentu ternyata dapat mendatangkan manfaat sehat spesifik pula. Misalnya mencegah kanker, menyehatkan penglihatan, hingga menurunkan risiko diabetes. Ini daftarnya!
Kita semua tahu jika buah dan sayur bagus dikonsumsi sehari-hari karena kandungan beragam vitamin dan mineralnya. Kementerian Kesehatan menyarankan asupan 400-600 gram buah dan sayur per orang per hari dengan 2/3 dari jumlah anjuran konsumsi tersebut adalah porsi sayur.
Di antara banyaknya jenis buah dan sayur di pasaran, ternyata ada jenis spesifik yang dianjurkan untuk mendatangkan kesehatan tertentu. Konsumsinya juga tak harus dalam kondisi segar. Jika ingin lebih awet, kamu bisa memilih yang beku atau kalengan.
Mengutip HuffPost (24/12/2024), inilah 7 sayuran yang punya manfaat spesifik untuk mencegah sebuah penyakit:
1. Labu dan wortel untuk kesehatan sendi
Foto: iStock
|
Lutut dan pinggang sering nyeri? Berarti kamu harus mengasup banyak makanan bersifat antiinflamasi (antiradang). Beberapa jenis sayur pun dapat diandalkan, tapi menurut ahli gizi Jordan Hill, yang terbaik adalah labu dan wortel.
“Mengonsumsi sayuran berwarna oranye, seperti labu dan wortel, akan memberi Anda nutrisi untuk mendukung kesehatan tulang dan mengurangi risiko terkena artritis reumatoid,” kata Hill.
Karotenoid dalam labu dan wortel adalah jenis fitonutrien yang memiliki sifat antioksidan dan membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
2. Brokoli untuk cegah kanker
Kanker adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Untuk mencegahnya perlu diterapkan pola makan sehat kaya buah dan sayur. Hill mengatakan pilihan terbaik adalah sayuran dari keluarga kubis-kubisan.
Kamu bisa mengandalkan brokoli sebagai asupan harian atau minimal mingguan. Brokoli mengandung sulforafan dalam jumlah tinggi, yaitu fitonutrien yang dalam penelitian terbukti memiliki efek melawan kanker.
Mengonsumsi keluarga sayuran ini merupakan pilihan yang terjangkau untuk mengurangi risiko kanker seperti kanker usus besar, mulut, prostat, dan payudara.
3. Ubi dan sayuran hijau untuk kesehatan penglihatan
Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Seiring bertambahnya usia, kemampuan penglihatan pun berkurang. Risiko degenerasi makula, katarak, dan glaukoma meningkat. Coba atasi dengan konsumsi buah dan sayur yang memang kaya antioksidan dan membantu mengurangi stres oksidatif.
Ahli gizi Kathleen Garcia-Benson merekomendasikan kombinasi sayuran berwarna oranye dan hijau untuk menjaga kesehatan penglihatan.
Selain wortel, kamu bisa mengasup ubi jalar. Lalu sayuran berdaun hijau seperti bayam mengandung lutein dan zeaxanthin, antioksidan yang melindungi mata dari cahaya berbahaya dan stres oksidatif. Sayuran tersebut juga merupakan sumber vitamin E dan C yang sangat baik untuk kesehatan.
4. Alpukat dan brokoli untuk kesehatan wanita
Tubuh wanita berbeda dari pria, begitu pun kebutuhan nutrisinya. Wanita membutuhkan ‘bahan bakar’ nutrisi yang tepat untuk menyeimbangkan hormon mereka di semua tahap kehidupan, serta menjaga kesehatan reproduksi.
Garcia-Benson menyarankan konsumsi alpukat dan brokoli bagi wanita. “Lemak sehat sangat penting untuk keseimbangan hormon pada wanita, dan alpukat menjadi sumber yang sangat baik,” ujarnya.
Alpukat juga mengandung serat dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan wanita secara keseluruhan. Sementara itu brokoli kaya vitamin C dan K, sumber serat, dan sumber prebiotik yang mendukung kesehatan pencernaan.
Selengkapnya di halaman selanjutnya.
5. Sayuran berdaun hijau untuk kesehatan jantung
Foto: Getty Images/PoppyB
|
Selain kanker, penyakit jantung juga penyakit mematikan yang banyak dialami orang-orang di dunia. Kamu bisa menghindarinya dengan mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan.
Lalu perbanyak konsumsi sayuran berdaun hijau, seperti yang disarankan ahli gizi Lena Bakovic. Menurutnya, sayuran hijau seperti selada, kale, dan bayam kaya vitamin, mineral, dan antioksidan.
Selain itu juga terkandung nitrat yang diketahui membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka, sehingga pada gilirannya membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
6. Sayuran berdaun hijau untuk cegah diabetes
Diabetes disebut-sebut sebagai ‘silent killer’. Diabetes tipe 2 sangat mungkin dicegah dengan melakukan aktivitas fisik yang cukup, menjaga berat badan yang sehat, dan mengonsumsi makanan rendah gula serta tinggi serat.
Jika mau mengandalkan asupan sebuah bahan makanan, maka sayuran berdaun hijau adalah yang terbaik. Balkovic menjelaskan, sayuran ini kaya folat, zat besi, kalium, kalsium, dan vitamin A dan C.
Sayuran ini juga mengandung antioksidan yang bekerja untuk membersihkan radikal bebas, serta bersifat nontepung sehingga tidak akan meningkatkan kadar gula darah.
7. Bayam dan wortel untuk kesehatan otak
Foto: Getty Images/Andrii Zorii
|
Kesehatan otak perlu dijaga sehingga seseorang tak mengalami demensia. Ahli gizi Lacy Puttuck menyarankan konsumsi bayam dan wortel yang rajin.
“Bayam merupakan sumber magnesium yang baik. Magnesium memiliki beberapa fungsi di otak. Magnesium penting untuk transmisi saraf, membantu menjaga sawar darah otak, dan neuroplastisitas,” ujarnya. Sebaliknya, kekurangan magnesium dikaitkan dengan demensia, depresi, dan Alzheimer.
Wortel mengandung vitamin B6 yang secara spesifik JUGA bagus untuk otak. Vitamin B6 bantu mengatur penggunaan energi di otak, membantu mengatur suasana hati melalui produksi serotonin, dan membantu menjaga ritme sirkadian dan siklus tidur.
(adr/odi)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Tidak semua konsumsi sayuran memberikan manfaat bagi kesehatan. Pasalnya, beberapa jenis sayuran bisa menimbulkan efek samping peradangan pada orang dengan kondisi tertentu.
Sayuran dikenal sebagai makanan menyehatkan karena didalamnya terkandung banyak nutrisi, termasuk serat, vitamin, dan antioksidan.
Bahkan, setiap hari seseorang disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 5 porsi sayur dan buah dengan total 400 gram.
Meskipun begitu, jenis sayuran yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Pasalnya, ada sejumlah sayuran yang menyebabkan peradangan.
Peradangan merupakan respon tubuh terhadap zat berbahaya, seperti virus, saat sistem kekebalan tubuh mencoba memperbaiki masalah dan menyembuhkan sel yang rusak.
Peradangan jangka pendek dapat membantu melindungi tubuh, tetapi peradangan kronis bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya.
Selain itu, peradangan juga bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman dan memperburuk gejala autoimun pada beberapa orang.
Untuk menghindari efek peradangan, sebaiknya orang dengan kondisi kesehatan tertentu, perlu menghindari konsumsi beberapa jenis sayuran.
Melansir health.com (03/02/2025), berikut daftar sayuran yang konsumsinya picu peradangan pada beberapa kondisi:
1. Terong
Terong kaya akan nutrisi tetapi bisa sebabkan peradangan pada beberapa orang. Foto: Getty Images/iStockphoto/
|
Sayuran berwarna ungu ini tinggi antioksidan, vitamin, dan serat yang berpotensi baik untuk kesehatan tubuh.
Namun, makan terong dapat menyebabkan peradangan pada penderita artritis reumatoid (peradangan pada sendi yang terjadi akibat gangguan autoimun).
Terong mengandung solanin, yang dapat menyebabkan kerusakan tulang dan sendi. Penelitian yang disebut situs health.com menyebut solanin bisa memperburuk gejala kondisi kesehatan seperti radang sendi dan penyakit autoimun lainnya.
Oleh karena itu, mereka yang sensitif atau punya masalah autoimun lebih baik membatasi atau menghindarinya.
2. Tomat
Konsumsi tomat juga bisa sebabkan peradangan kronis karena kandunggan solaninnya. Foto: Daily Meal
|
Tomat juga bisa menyebabkan peradangan kronis. Di dalamnya terkandung alkaloid, seperti solanin yang dapat memicu respon peradangan pada beberapa orang.
Mereka yang sensitif atau punya penyakit autoimun artritis reumatoid dapat mengalami peradangan usai makan tomat.
Ketika kadar purin yang menjadi pemicu asam urat tinggi, hal tersebut bisa membentuk kristal di sekitar persendian, dan akhirnya menyebabkan peradangan dan nyeri sendi.
Kandungan asam pada tomat juga bisa mengiritasi saluran pencernaan, menyebabkan peradangan dalam usus.
Daftar sayuran lain yang bisa sebabkan peradangan dapat dibaca pada halaman selanjutnya!
3. Kentang
Kandungan solanin pada kentang bisa memberikan efek peradangan. Foto: Getty Images/elenaleonova
|
Pada sebagian orang, kentang juga bisa menyebabkan peradangan.
Di dalamnya terkandung solanin, yang bisa memicu respon peradangan, terutama pada orang dengan riwayat sendi.
Penelitian yang disebut situs health.com juga menemukan solanin dapat memperburuk kerusakan tulang dan sendi melalui efeknya pada kalsium dalam tubuh.
Selain itu kentang dianggap sebagai makanan dengan kandungan indeks glikemik tinggi. Bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Lonjakan kadar gula darah memiliki efek peradangan.
Oleh karena itu, menyesuaikan porsi kentang menjadi hal penting supaya mampu mengurangi lonjakan gula darah dan peradangan.
4. Paprika
Paprika dikenal sebagai sayur yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Sayangnya, mereka juga mengandung senyawa yang dapat menimbulkan peradangan.
Paprika mengandung capsaicin dan solanin. Capsaicin merupakan zat yang menyebabkan rasa pedas pada cabai. Zat ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita sindrom iritasi usus besar (IBS) atau gangguan gastrointestinal lainnya.
Kandungan solanin di dalamnya juga telah dikaitkan dengan peradangan, terutama bagi mereka yang punya riwayat radang sendi.
5. Cabai
Konsumsi cabai juga perlu dperhatikan karena bisa sebabkan peradangan. Foto: Getty Images
|
Di dalam cabai terkandung zat disebut capsaicin yang memiliki efek pedas. Namun, capsaicin ini dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal bagi sebagian orang.
Capsaicin melepaskan zat kimia yang menyebabkan peradangan dan memicu terjadinya iritasi gastrointestinal.
Menurut BfR, penelitian pada manusia juga menunjukkan bahwa capsaicin dalam dosis tinggi bisa menyebabkan sejumlah gejala, seperti mulas, refluks asam, mual, diare, serta nyeri pada perut dan dada.
Orang yang rentan terhadap refluks asam atau dengan kondisi usus lainnya perlu membatasi asupan cabai. Kalau tidak, pilih alternatif cabai lain yang punya tingkat pedas lebih ringan.
Sesuaikan juga ukuran porsi sesuai kebutuhan dan toleransi masing-masing.
(aqr/adr)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Tidak hanya nasi, beberapa sayuran juga mengandung karbohidrat tinggi. Jika ingin mengurangi asupan karbohidrat, kamu bisa beralih ke 5 sayuran yang rendah karbohidrat ini!
Berbicara tentang makanan dengan karbohidrat tinggi, yang terlintas dalam pikiran mungkin hanya nasi, umbi-umbian, atau biji-bijian. Padahal, beberapa sayur juga mengandung karbohidrat kompleks.
Sayuran tertentu mengandung jenis karbohidrat yang lebih tinggi. Namun, jangan khawatir, karena ada sebagian jenis sayuran yang mengandung karbohidrat dalam jumlah lebih rendah.
Terdapat beberapa alasan mengapa kamu dianjurkan mengonsumsi sayuran karbohidrat rendah. Sayuran ini cocok jika kamu mau menurunkan berat badan. Sayuran rendah karbohidrat juga bantu menjaga gula darah dan mampu mendukung pola makan bergizi seimbang.
Selain itu, konsumsi sayuran rendah karbohidrat juga menawarkan lebih banyak manfaat. Selain respons gula darah moderat, sayuran ini cenderung mengandung nutrisi peningkat kesehatan lainnya, mulai dari vitamin, mineral, lemak, hingga protein yang menyehatkan jantung.
Semua nutrisi ini bisa mendorong kesehatan secara keseluruhan dengan meningkatkan kekebalan tubuh, kesehatan otak, metabolisme, dan pencernaan.
Jika ingin mengonsumsi sayur karbohidrat rendah, kamu bisa mencoba 5 sayur ini, seperti yang dilansir dari realsimple.com (18/12/23).
1. Brokoli
Brokoli rendah karbohidrat dan memiliki banyak nutrisi baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2
|
Brokoli merupakan salah satu sayuran yang rendah karbohidrat. Selain itu, brokoli juga kaya akan kalium, fosfor, folat, vitamin A, C, dan K, serta senyawa kaempferol.
Dalam satu cangkir brokoli, sekitar 91 gram, hampir mengandung tujuh gram karbohidrat, dengan sekitar tiga gram diantaranya adalah serat.
Brokoli bisa dikonsumsi dengan cara dipanggang dengan minyak zaitun, ditumis dengan bawang putih, atau dimasak dengan pasta.
2. Selada
Selada juga bisa dikonsumsi karena rendah karbohidrat, tinggi serat dan air. Foto: Getty Images/iStockphoto/somkku
|
Selada juga merupakan sayuran rendah karbohidrat. Makanan yang biasa ada pada salad ini terdiri dari air dan serat.
Satu cangkir selada, sekitar 72 gram menawarkan 2 sampai 2,9 gram karbohidrat.
Semua jenis selada sebenarnya baik. Namun, perhatikan warnanya. Jika warnanya semakin gelap, berarti semakin banyak nutrisi peningkat kesehatan yang terkandung di dalamnya.
Nutrisi tersebut termasuk vitamin C dan K, potasium, kalsium, dan magnesium.
Daftar sayuran karbohidrat rendah lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Seledri
Jangan abaikan seledri karena sayuran ini bagus untuk kesehatan dan rendah karbohidrat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Napadon Srisawang
|
Seledri juga bisa mulai dikonsumsi. Seledri mungkin memenuhi syarat sebagai sayuran dengan karbohidrat sangat rendah. Sebab, dua dari tiga gram karbohidratnya adalah serat.
Seledri juga mengandung banyak air, vitamin K, dan potasium yang baik untuk kesehatan tubuh.
Tidak ada salahnya menambahkan sayuran super renyah ini ke dalam makanan atau camilan apapun. Kamu bisa menaburkannya ke atas salad, atau diaduk bersama ke dalam sup.
4. Tomat
Tomat juga disebut sayuran dengan karbohidrat lebih rendah. Satu cangkirnya mengandung tujuh gram karbohidrat dan dua di antaranya adalah serat.
Tomat yang menyegarkan ini juga mengandung senyawa likopen, potassium, folat, vitamin A,C, dan K, yang meningkatkan kesehatan mata.
Namun, lebih baik kamu mengonsumsi tomat segar. Hindari tomat kalengan karena biasanya sudah ditambah dengan bahan pengawet.
5. Paprika hijau
Paprika pun baik dikpnsumsi karena dalam 100 gram hanya memiliki 5 gram karbohidrat. Foto: youtube kementrian pertanian
|
Paprika memiliki kandungan karbohidrat yang ringan. Dalam 100 gram paprika hijau, terdapat sekitar lima gram karbohidrat dan satu gram di antaranya adalah serat.
Berbeda dari paprika lainnya, seperti paprika merah dan oranye, biasanya memiliki sekitar satu gram tambahan karbohidrat dalam jumlah yang sama.
Paprika hijau juga merupakan sumber vitamin C terbaik, vitamin B, kalium, dan vitamin A,E, dan K. Oleh karena itu, paprika adalah pilihan sayur yang sangat sehat.
Sayuran ini bisa dimasak dalam saus, sup, hingga dicampur dengan pasta.
(aqr/adr)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Sayuran dapat disimpan dalam waktu yang lama jika caranya tepat. Seorang influencer membagikan cara menyimpan sayuran agar awet 3 minggu. Begini caranya!
Sayuran diketahui bahan makanan segar yang memiliki masa simpan pendek. Apalagi jika cara menyimpan sayuran itu tidak tepat.
Jika menyimpannya secara tepat, sayuran bisa bertahan selama berminggu-minggu. Seorang influencer membagikan cara menyimpan sayuran yang awet 3 minggu.
cara simpan sayuran Foto: Jam Press/@thecrosslegacy
|
Dilansir dari The Sun (30/5), tips sayuran ini dibagikan oleh Amy Cross, seorang influencer yang kerap membagikan tips seputar dapur. Saat membagikan tipsnya, Amy mengatakan kalau ia hanya perlu pergi berbelanja setiap 3 minggu karena tipsnya ini.
Dalam video yang dibagikan Amy pada akun Instagram miliknya @thecrosslegay. Videonya telah dibagikan lebih dari 120 ribu pengikutnya.
“Saya hanya berbelanja setiap 3 minggu sekali,” kata Amy.
“Dengan mencuci dan menyimpan makanan saya, maka makanan itu tetap segar sepanjang waktu dan tidak ada sisa makanan,” lanjutnya.
Setiap kali berbelanja, Amy akan segera mencucinya menggunakan mangkok atau salad spinner. Waktu persiapannya memakan 40 menit.
Setelah mencucinya bersih, kemudian Amy menggosokkan buah-buahan dan menghilangkan kotoran dari sayuran. Ternyata, Amy membuat sayuran dan buah-buahan itu awet dengan racikan air cuka.
Contohnya ketika akan menyimpan seledri, potong bagian atasnya dan rendam bagian batang seledri di dalam air cuka. Begitu juga ketika akan menyimpan buah berry dan anggur.
cara simpan sayuran Foto: Jam Press/@thecrosslegacy
|
Buah berry yang direndam air cuka ini akan menunjukkan betapa kotornya air stroberi setelah pembersihan awal. Setelah proses pencucian, produk itu dikeringkan terlebih dahulu selama 2-3 jam di meja menggunakan tisu dapur.
Setelah dicuci bersih, semua buah dan sayuran itu disimpan menggunakan stoples kaca agar tahan lama. Wadah yang digunakan harus kedap udara.
(yms/odi)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Protein adalah zat yang penting bagi tubuh, sekalipun kamu sedang berdiet untuk menurunkan berat badan. Selain mengandung nutrisi yang penting, protein bagus untuk diet karena bisa membuatmu tidak mudah lapar.
Sumber makanan berprotein tinggi biasanya diperoleh dari hewan, namun biasanya makanan tersebut juga mengandung lemak. Kamu juga bisa mendapatkan protein tinggi rendah lemak dari sayuran.
Apa saja sayur tinggi protein untuk diet? Simak penjelasannya di bawah ini.
Sayur Tinggi Protein untuk Diet
Berikut ini 11 sayur tinggi protein untuk diet yang sehat dan baik dikonsumsi secara teratur:
1. Jagung
Dikutip dari situs Verywell Health, jagung cocok digunakan sebagai menu diet karena mengandung protein nabati yang menyehatkan. Rasa manis alaminya juga membuatnya disukai banyak orang.
Kamu bisa menghidangkannya sebagai makanan pendamping atau bahkan menjadi pengganti nasi. Jagung juga lezat dibuat bubur atau puding.
2. Buncis
Buncis termasuk kacang-kacangan yang mengandung protein tinggi. Kacang ini mengandung 14,74 gram protein per cangkir. Buncis memiliki tekstur yang padat sehingga membuat makanan tanpa daging pun tetap lezat. Campurkan juga sayuran jenis lain untuk memadukan aneka rasa.
3. Brokoli
Brokoli mengandung 2,31 gram protein per cangkir. Brokoli cocok dihidangkan dengan menjadikannya tumisan bersama sayuran lain. Atau potong kecil-kecil untuk dijadikan campuran dalam membuat nugget sayur.
4. Bayam
Melansir Health.com, bayam termasuk sayur tinggi protein untuk diet yang cocok dijadikan menu harian. Satu cangkir bayam matang mengandung 6 gram protein, dengan hanya 49 kalori.
Bayam juga baik untuk tubuh karena kaya antioksidan, vitamin, dan mineral yang mampu melawan berbagai penyakit. Bayam cocok dibuat sayur tumis, sayur bening, dan keripik tanpa minyak.
5. Edamame
Edamame yang telah diolah mengandung 18 gram protein dengan 29% AKG untuk serat dan lebih dari 100% AKG untuk folat. Edamame dapat dinikmati sebagai cemilan tinggi protein, atau dapat dimasukkan ke dalam tumisan, hidangan pendamping, dan salad.
6. Kacang-kacangan Lain
Kacang-kacangan lainnya, seperti lentil dan kacang polong juga merupakan sayuran tinggi protein yang menawarkan serat, folat, potasium, dan nutrisi penting lainnya. Satu cangkir lentil matang mengandung 18 gram protein dan 15,6 gram serat. Bahan makanan ini cocok untuk sup, semur, dan salad.
7. Asparagus
Dilansir dari Medical News Today, asparagus adalah sayuran yang populer karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Satu cangkir (134 gram) asparagus mengandung 3 g protein.
Asparagus juga kaya nutrisi lainnya, seperti vitamin K, folat, riboflavin, magnesium, fosfor, dan vitamin A. Kamu bisa memanggang, merebus, mengukus, atau menumis asparagus dan memakannya sebagai lauk atau menambahkannya ke dalam salad.
8. Kubis Brussel
Kubis brussel adalah bahan makanan tambahan yang bagus untuk diet. Satu cangkir (88 gram) kubis brussel mengandung 3 gram protein. Orang biasa memasak kubis brussel dengan cara merebus, mengukus, atau memanggangnya.
9. Biji Labu
Biji labu mungkin sering dibuang, namun ini termasuk sayur tinggi protein yang cocok untuk diet. Berdasarkan artikel ilmiah karya Ashiq Hussain dkk yang diterbitkan di jurnal Springer Nature, dalam setiap 100 gram biji labu, mengandung 35,1 gram protein.
Biji labu tak hanya mengandung protein, tetapi juga polisakarida, minyak, vitamin, mineral, dan senyawa fenolik. Kandungannya bermanfaatnya sebagai imunomodulator, antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, dan antivirus.
10. Jamur Kering
Maria Elena Valverde, dkk, dalam jurnal Hindawi mengungkapkan, jamur memiliki manfaat untuk kesehatan manusia. Dalam 100 gram jamur kering mengandung 38 gram protein.
Nutrisi pada jamur juga mengandung antioksidan yang mampu membantu melawan stres oksidatif dan proses penuaan, serta berperan mencegah dan mengobati beberapa penyakit degeneratif.
11. Kedelai
Kedelai juga merupakan sayur tinggi protein untuk diet karena rendah kalori dan rendah lemak jahat. Dalam 100 gram kedelai terdapat 36,3 gram protein.
Artikel ilmiah karya Kristen S. Montgomery dalam The Journal of Perinatal Education menjelaskan, bahwa kedelai bermanfaat bagi kesehatan secara umum. Wanita yang mengkonsumsi kedelai dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular, mencegah kanker, memperbaiki kondisi pasca menopause, hingga mengendalikan obesitas.
Nah, itulah tadi 11 sayur tinggi protein untuk diet sehat dan bergizi. Buat kalian yang ingin menurunkan berat badan, masukkan sayuran ini ke dalam menu harian kamu!
(row/row)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Akhir-akhir ini cuaca masih sulit ditebak. Agar tubuh tak mudah sakit menghadapi pancaroba, konsumsi lima sayuran untuk menguatkan imunitas ini.
Cuaca yang terus berubah membuat tubuh juga harus cepat beradaptasi. Biasanya pada musim pancaroba seperti ini tubuh akan lebih rentan terhadap virus dan bakteri penyakit karena harus beradaptasi dengan cepat.
Selain mengonsumsi vitamin, tubuh juga bisa dijaga imunitasnya dengan asupan makanan yang tepat. Nutrisi dan mineral yang ada di dalam sayuran memang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga fungsi organ tubuhnya.
Ahli gizi menyebut ada beberapa sayuran yang secara spesifik dapat menguatkan imun tubuh. Dengan begitu seluruh organ tubuh dan sel-sel di dalamnya lebih tahan terhadap penyakit dan bakteri yang menyerang.
Baca juga: Nyeleneh! Pria Ini Makan Mie Gacoan Dicampur Minuman Sereal
Berikut ini 5 sayuran yang dapat menguatkan imunitas tubuh melansir Times of India:
Daun bayam memiliki komponen antioksidan yang baik untuk menguatkan imunitas. Foto: Getty Images/iStockphoto/AlexPro9500
|
1. Bayam
Sayuran hijau bernama bayam ini sudah menjadi rahasia umum dengan keistimewaannya yang padat nutrisi. Di dalam daun bayam terdapat kandungan vitamin A, C, E, dan juga dilengkapi betakaroten dan antioksidan.
Kombinasi nutrisi tersebut yang kemudian akan membuat tubuh lebih kuat melawan radikal bebas. Apalagi kadar antioksidan di dalam bayam yang cukup untuk melawan infeksi agar tak mengganggu sistem imun tubuh.
Selain itu bayam juga kaya akan zat besi. Sehingga kesehatan sel-sel darah merah lebih terjaga dan tubuh lebih mudah untuk cepat pulih dari bakteri.
2. Brokoli
Nikmatnya brokoli tak hanya menjadi sayuran favorit orang dewasa tetapi juga anak-anak. Sayuran brokoli yang bentuknya unik memiliki kandungan nutrisi yang tak kalah padat dengan sayuran lainnya.
Hanya dengan mengonsumsi brokoli tubuh akan mendapat asupan vitamin A, C, E, beberapa jenis antioksidan, serta serat dalam waktu bersamaan. Di dalam brokoli yang segar juga terdapat sulforaphane yang terbukti dapat meningkatkan kekebalan imunitas.
Pada berbagai penelitian, konsumsi brokoli terbukti dapat melawan beberapa jenis penyakit. Brokoli mudah ditemukan di Indonesia dan termasuk yang cukup sederhana untuk diolah menjadi berbagai hidangan.
Sayuran sehat untuk menguatkan imunitas lainnya ada di halaman berikutnya.
Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Konsumsi Kopi Bikin Anak Jadi Pendek’:
[Gambas:Video 20detik]
3. Bawang putih
Bagi orang Indonesia bawang putih seolah sudah begitu melekat. Kehadiran bawang putih seolah tak boleh absen dalam berbagai jenis makanan atau bahkan sekadar sambal yang notabene hanya pelengkap makanan.
Bawang putih memiliki sifat pengobatan yang telah dipercaya sejak ratusan tahun silam. Alasannya karena bawang putih memiliki kandungan allicin yang terkenal dengan khasiatnya untuk menguatkan imunitas.
Bawang putih juga mengandung komponen antibakteri dan antivirus yang ampuh untuk mengatasi demam dan infeksi lainnya. Hampir di seluruh dapur orang Indonesia sepertinya mustahil tak memiliki bawang putih.
4. Paprika
Paprika merah memiliki betakaroten yang dicerna tubuh menjadi vitamin A untuk memperkuat imunitas. Foto: Getty Images/iStockphoto/AlexPro9500
|
Paprika memang bukan sayuran asal Indonesia, tetapi keberadaannya tak sulit dicari. Paprika populer dengan tiga warnanya yaitu merah, hijau, dan kuning yang menandakan adanya kandungan vitamin yang tinggi.
Di dalam sebuah paprika terkandung vitamin C yang bahkan lebih banyak daripada buah citrus. Vitamin C dibutuhkan untuk tubuh memproduksi sel darah putih yang berperan untuk melawan virus dan bakteri.
Selain itu pada paprika merah juga ditemukan kandungan betakaroten yang jika masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A guna memperkuat imunitas. Paprika dapat dikonsumsi sebagai bumbu pada makanan atau menjadi campuran untuk salad yang segar.
5. Wortel
Wortel tidak hanya terkenal dengan khasiatnya menyehatkan mata. Warna oranye pada sayuran favorit kelinci ini juga menunjukkan adanya kandungan betakaroten yang dapat masuk ke dalam tubuh jika dikonsumsi.
Ketika diterima oleh tubuh, betakaroten akan diubah menjadi vitamin A yang sangat dibutuhkan. Asupan vitamin ini penting untuk menjaga sistem imunitas, menyehatkan sel-sel kulit, hingga melawan bakteri dan virus.
Wortel dijual murah meriah, baik di pasar hingga swalayan besar. Sayuran dengan rasa manis ini juga mudah diolah baik menjadi sup, tumisan, maupun jus dan smoothie yang menyegarkan.
Baca juga: Jajan Seru di PRJ 2024, Rp 100 Ribu Dapat Apa Saja?
(dfl/adr)

Sumber : food.detik.com
|