Tag: sejuta

  • Menjelajahi Keunikan Desa Wisata di Indonesia: Liburan Berbeda dari Biasanya

    Jakarta

    Ketika destinasi wisata populer di Indonesia sudah dirasa terasa terlalu ramai, mungkin inilah saatnya untuk mencari alternatif liburan yang lebih tenang, autentik, dan berkesan.

    Salah satu pilihan yang semakin diminati adalah mengunjungi desa wisata. Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya akan budaya dan keindahan alam memiliki ratusan desa wisata yang menyimpan sejuta cerita dan keunikan.

    Liburan di desa wisata bukan hanya sekadar bersantai, tetapi juga menjadi perjalanan penuh makna untuk mengenal akar budaya, tradisi lokal, dan kehidupan masyarakat yang masih sangat lestari.


    Desa wisata adalah suatu wilayah pedesaan yang memiliki potensi pariwisata dan dikembangkan untuk menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman wisata berbasis masyarakat, budaya, alam, dan kehidupan sehari-hari.

    1. Desa wisata yang sudah terkenal ke mancanegara

    Desa Wisata Penglipuran di Bangli, Bali, ramai pengunjung. Pada 2024 lalu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke desa wisata ini mencapai 1.023.143 orang.
    Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF

    Beberapa desa wisata di Indonesia sudah dikenal hingga ke mancanegara karena keunikannya. Sebut saja:

    Desa Penglipuran, Bali: Dikenal sebagai desa terbersih di dunia, Penglipuran menyuguhkan arsitektur tradisional Bali yang masih lestari, budaya ramah tamah yang kuat, serta suasana yang damai dan asri.

    Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta: Terletak di kaki Gunung Api Purba, desa ini menawarkan wisata alam, agrowisata, dan edukasi dengan pemandangan luar biasa.

    Desa Wisata Nglanggeran, Daerah Istimewa Yogyakarta, terpilih sebagai Best Tourism Village 2021 dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO).Desa Wisata Nglanggeran, Daerah Istimewa Yogyakarta, terpilih sebagai Best Tourism Village 2021 dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO). Foto: Kemenparekraf

    Desa Wae Rebo, Flores: Terkenal dengan rumah adat berbentuk kerucut bernama Mbaru Niang, desa ini mengajak pengunjung merasakan kehidupan masyarakat Manggarai yang hidup selaras dengan alam.

    Kedamaian di Desa Wisata Wae ReboKedamaian di Desa Wisata Wae Rebo Foto: Yasmin Nurfadila

    Desa Sade, Lombok: Tempat terbaik untuk menyaksikan budaya Sasak yang masih kental, dari tenun tradisional hingga rumah adat beratap ilalang.

    Desa Sade di Lombok TengahDesa Sade di Lombok Tengah Foto: dok. Kemenparekraf

    2. Wisata alam

    Wisatawan melintasi kubangan air menggunakan mobil jip saat mengunjungi Desa Wisata Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (23/7/2025). Desa di kaki Gunung Semeru yang memiliki sejumlah potensi wisata dengan perpaduan pemandangan alam dan gunung tersebut dimanfaatkan oleh warga setempat untuk memberikan paket perjalanan wisata seperti  jelajah desa dan susur aliran sungai menggunakan jip, lokasi berkemah, agrowisata juga sajian hidangan kuliner khas setempat. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
    Foto: ANTARA FOTO /Irfan Sumanjaya

    Desa wisata biasanya menawarkan wisata alam yang masih asri. Contohnya Desa Wisata Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur. Desa di kaki Gunung Semeru yang memiliki sejumlah potensi wisata dengan perpaduan pemandangan alam dan gunung tersebut dimanfaatkan oleh warga setempat untuk memberikan paket perjalanan wisata seperti jelajah desa dan susur aliran sungai menggunakan jip, lokasi berkemah, agrowisata juga sajian hidangan kuliner khas setempat.

    Wisatawan senang melintasi kubangan air menggunakan mobil jip saat mengunjungi desa wisata ini.

    Atau contoh lainnya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta adalah Bojafarm dan Farmstay di Bogor. Pengunjung desa ini akan dibuat lupa dengan internet.

    Selain aktivitas alam dan berkebun, di Bojafarm & Farmstay juga tamu akan diarahkan secara alami untuk banyak bersosialisasi entah dengan sesama ataupun lingkungan.

    Hal itu karena di wilayah penginapan ini tidak terdapat Wi-Fi dan memang sinyal cukup sulit dijangkau di kawasan tersebut.

    Fasilitas dan aktivitas di Bojafarm & Farmstay di BogorFasilitas dan aktivitas di Bojafarm & Farmstay di Bogor Foto: (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Halaman 2 dari 3

    Beberapa desa wisata di Indonesia sudah dikenal hingga ke mancanegara karena keunikannya. Sebut saja:

    Desa Penglipuran, Bali: Dikenal sebagai desa terbersih di dunia, Penglipuran menyuguhkan arsitektur tradisional Bali yang masih lestari, budaya ramah tamah yang kuat, serta suasana yang damai dan asri.

    Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta: Terletak di kaki Gunung Api Purba, desa ini menawarkan wisata alam, agrowisata, dan edukasi dengan pemandangan luar biasa.

    Desa Wisata Nglanggeran, Daerah Istimewa Yogyakarta, terpilih sebagai Best Tourism Village 2021 dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO).Desa Wisata Nglanggeran, Daerah Istimewa Yogyakarta, terpilih sebagai Best Tourism Village 2021 dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO). Foto: Kemenparekraf

    Desa Wae Rebo, Flores: Terkenal dengan rumah adat berbentuk kerucut bernama Mbaru Niang, desa ini mengajak pengunjung merasakan kehidupan masyarakat Manggarai yang hidup selaras dengan alam.

    Kedamaian di Desa Wisata Wae ReboKedamaian di Desa Wisata Wae Rebo Foto: Yasmin Nurfadila

    Desa Sade, Lombok: Tempat terbaik untuk menyaksikan budaya Sasak yang masih kental, dari tenun tradisional hingga rumah adat beratap ilalang.

    Desa Sade di Lombok TengahDesa Sade di Lombok Tengah Foto: dok. Kemenparekraf

    Desa wisata biasanya menawarkan wisata alam yang masih asri. Contohnya Desa Wisata Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur. Desa di kaki Gunung Semeru yang memiliki sejumlah potensi wisata dengan perpaduan pemandangan alam dan gunung tersebut dimanfaatkan oleh warga setempat untuk memberikan paket perjalanan wisata seperti jelajah desa dan susur aliran sungai menggunakan jip, lokasi berkemah, agrowisata juga sajian hidangan kuliner khas setempat.

    Wisatawan senang melintasi kubangan air menggunakan mobil jip saat mengunjungi desa wisata ini.

    Atau contoh lainnya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta adalah Bojafarm dan Farmstay di Bogor. Pengunjung desa ini akan dibuat lupa dengan internet.

    Selain aktivitas alam dan berkebun, di Bojafarm & Farmstay juga tamu akan diarahkan secara alami untuk banyak bersosialisasi entah dengan sesama ataupun lingkungan.

    Hal itu karena di wilayah penginapan ini tidak terdapat Wi-Fi dan memang sinyal cukup sulit dijangkau di kawasan tersebut.

    Fasilitas dan aktivitas di Bojafarm & Farmstay di BogorFasilitas dan aktivitas di Bojafarm & Farmstay di Bogor Foto: (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    (ddn/ddn)

    Simak Video “Video: Rusunawa Marunda Kini Jadi Desa Wisata, Ada Apa Saja?
    [Gambas:Video 20detik]








    Sumber : travel.detik.com

  • Warpad, Warteg, Warsun Bisa Dapat Sertifikat Halal Gratis, Ini Syaratnya


    Jakarta

    Warung Padang (warpad), warung Tegal (warteg), warung Sunda (warsun) dan sejenisnya kini bisa mendapatkan sertifikasi halal gratis. Hal ini tercantum dalam Keputusan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Nomor 146 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Layanan Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil yang Disadarkan atas Pernyataan Halal Pelaku Usaha Mikro dan Kecil.

    Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyebut sertifikasi halal gratis itu merupakan program Pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang diperuntukkan kepada satu juta pemilik warteg, warsun, warpad dan sejenisnya.

    “Kami sampaikan kabar gembira buat teman-teman pengusaha warteg, warung Sunda, warung Padang ya, karena sekarang dapat memperoleh sertifikat halal secara gratis, karena sekarang dapat masuk Program Sejuta Sertifikasi Halal Gratis sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto,” terang pria yang akrab disapa Babe Haikal itu dalam konferensi pers di Gedung Halal, Jakarta Timur, Selasa (19/8/2025) lalu.


    Dengan pemberian satu juta sertifikasi halal gratis ini, diharapkan rumah makan lokal memiliki daya saing di tengah banyaknya waralaba rumah makan asing.

    “Kami ingin rumah makan berdaya saing. Ini kenapa? Karena franchise (waralaba) rumah makan dari luar negeri kini menjamur di dalam negeri,” jelas Haikal.

    “Dengan peraturan baru ini kami akan percepat, permudah proses sertifikasi halal,” sambungnya.

    Berkaitan dengan itu, ada sejumlah kriteria bagi warung makan untuk bisa mendapatkan sertifikat halal gratis lewat skema self declare. Berikut beberapa syaratnya yang harus dipenuhi pelaku usaha.

    Syarat Dapat Sertifikasi Halal Gratis untuk Warung Makan

    1. Memiliki NIB dengan skala Usaha Mikro dan Kecil.
    2. Bahan-bahan yang digunakan sudah dipastikan kehalalannya.
    3. Proses produksinya sederhana.
    4. Tidak menggunakan bahan dan proses produk yang bersinggungan dengan bahan nonhalal.
    5. Memiliki omzet paling banyak Rp 15 miliar.
    6. Memiliki paling banyak satu pabrik/tempat produksi dan satu outlet.
    7. Lokasi dan tempat produksi terpisah dengan lokasi dan tempat produksi produk nonhalal.
    8. Produk berupa barang
    9. Tidak menggunakan bahan berbahaya
    10. Produk tidak mengandung unsur hewani hasil sembelihan, kecuali disembelih sesuai syariat Islam/secara halal.
    11. Penggunaan bahan berupa daging giling harus melalui jasa penggilingan yang halal/sesuai kriteria kehalalan
    12. Jenis produk yang masuk kategori self declare selain warteg, warsun dan sejenisnya maksimal sepuluh (10) nama produk termasuk varian produk.
    13. Jenis produk yang masuk dalam kategori self declare untuk warteg, warsun, warmindo dan sejenisnya maksimal 30 nama produk termasuk varian produk.
    14. Produk dan proses produk halal diverifikasi oleh Pendamping Proses Produk Halal (P3H).

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Warpad, Warteg, Warsun Bisa Dapat Sertifikat Halal Gratis, Ini Syaratnya


    Jakarta

    Warung Padang (warpad), warung Tegal (warteg), warung Sunda (warsun) dan sejenisnya kini bisa mendapatkan sertifikasi halal gratis. Hal ini tercantum dalam Keputusan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Nomor 146 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Layanan Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil yang Disadarkan atas Pernyataan Halal Pelaku Usaha Mikro dan Kecil.

    Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyebut sertifikasi halal gratis itu merupakan program Pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang diperuntukkan kepada satu juta pemilik warteg, warsun, warpad dan sejenisnya.

    “Kami sampaikan kabar gembira buat teman-teman pengusaha warteg, warung Sunda, warung Padang ya, karena sekarang dapat memperoleh sertifikat halal secara gratis, karena sekarang dapat masuk Program Sejuta Sertifikasi Halal Gratis sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto,” terang pria yang akrab disapa Babe Haikal itu dalam konferensi pers di Gedung Halal, Jakarta Timur, Selasa (19/8/2025) lalu.


    Dengan pemberian satu juta sertifikasi halal gratis ini, diharapkan rumah makan lokal memiliki daya saing di tengah banyaknya waralaba rumah makan asing.

    “Kami ingin rumah makan berdaya saing. Ini kenapa? Karena franchise (waralaba) rumah makan dari luar negeri kini menjamur di dalam negeri,” jelas Haikal.

    “Dengan peraturan baru ini kami akan percepat, permudah proses sertifikasi halal,” sambungnya.

    Berkaitan dengan itu, ada sejumlah kriteria bagi warung makan untuk bisa mendapatkan sertifikat halal gratis lewat skema self declare. Berikut beberapa syaratnya yang harus dipenuhi pelaku usaha.

    Syarat Dapat Sertifikasi Halal Gratis untuk Warung Makan

    1. Memiliki NIB dengan skala Usaha Mikro dan Kecil.
    2. Bahan-bahan yang digunakan sudah dipastikan kehalalannya.
    3. Proses produksinya sederhana.
    4. Tidak menggunakan bahan dan proses produk yang bersinggungan dengan bahan nonhalal.
    5. Memiliki omzet paling banyak Rp 15 miliar.
    6. Memiliki paling banyak satu pabrik/tempat produksi dan satu outlet.
    7. Lokasi dan tempat produksi terpisah dengan lokasi dan tempat produksi produk nonhalal.
    8. Produk berupa barang
    9. Tidak menggunakan bahan berbahaya
    10. Produk tidak mengandung unsur hewani hasil sembelihan, kecuali disembelih sesuai syariat Islam/secara halal.
    11. Penggunaan bahan berupa daging giling harus melalui jasa penggilingan yang halal/sesuai kriteria kehalalan
    12. Jenis produk yang masuk kategori self declare selain warteg, warsun dan sejenisnya maksimal sepuluh (10) nama produk termasuk varian produk.
    13. Jenis produk yang masuk dalam kategori self declare untuk warteg, warsun, warmindo dan sejenisnya maksimal 30 nama produk termasuk varian produk.
    14. Produk dan proses produk halal diverifikasi oleh Pendamping Proses Produk Halal (P3H).

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com