Tag: sekolah-sekolah

  • Thailand-Kamboja Konflik, Sekolah Tutup-Buat Bunker


    Jakarta

    Setidaknya 13 warga sipil dan 1 tentara Thailand tewas dalam konflik Thailand Kamboja per Jumat (25/7/2025). Eskalasi pertempuran di perbatasan kedua negara terjadi pada Kamis (24/7/2025).

    Dilansir BBC, sebelumnya Kementerian Pendidikan Thailand memerintahkan penutupan sekolah-sekolah yang berlokasi di perbatasan negara. Berdasarkan laporan Thai Enquirer, 582 sekolah ditutup di Surin, Sisaket, dan Buriram usai roket Kamboja menyasar area permukiman.

    Menteri Pendidikan Thailand Prof Narumon Pinyosinwat mengatakan pihaknya juga memerintahkan penyiapan bunker atau area aman bagi pelajar.


    Sementara itu, sejumlah sekolah di luar zona bahaya Thailand dijadikan tempat berlindung sementara.

    “Kami telah meminta sekolah di area perbatasan, untuk mempersiapkan rencana tanggap sistematis, khususnya dengan menyiapkan bunker atau area aman untuk pelajar, termasuk memerintahkan pendirian shelter tempore di area-area yang aman,” kata Narumon.

    Sekitar 1,5 bulan sebelumnya, pada Sabtu (7/6/2025), Bangkok Post melaporkan, Ban Paet Um School di Provinsi Ubon Ratchathani, Thailand sudah mulai membangun bunker-bunker dari pasir karungan untuk melindungi siswa, guru, dan tenaga kependidikan di sekolah.

    Ubon Ratchathani sendiri berbatasan dengan Provinsi Preah Vihear, Kamboja di sisi selatan. Sedangkan sisi utara dan timur berbatasan dengan Provinsi Salavan dan Champasak, Laos.

    Di samping Ban Paet Um School, sekolah di Warin Chamrap, bagian barat Ubon Ratchathani, juga menyusun rencana evakuasi darurat jika situasi konflik memburuk. Warga dan guru juga bersama-sama membangun tempat pengungsian sementara untuk mengantisipasi eskalasi konflik.

    Dilansir Al Jazeera, Pemerintah Kamboja mengatakan pihaknya juga sudah mengevakuasi siswa dan guru dari daerah terdampak.

    Penyebab Thailand-Kamboja Perang

    Konflik Thailand-Kamboja berlangsung sejak penetapan perbatasan kedua negara usai pendudukan Prancis di Kamboja, lebih dari 1 abad lalu.

    Kemudian pada 2008, hubungan Thailand-Kamboja memburuk saat Kamboja coba mendaftarkan kuil Ta Moan Thom, yang terletak di wilayah sengketa, sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Thailand mengeluarkan protes atas usulan Kamboja.

    Bentrokan sporadis kemudian terjadi selama bertahun-tahun antara kedua negara, menimbulkan korban jiwa warga sipil maupun tentara dari Thailand dan Kamboja.

    Ketegangan meningkat saat seorang tentara Kamboja tewas pada bentrokan Mei 2025. Hubungan bilateral kedua negara memburuk, dengan Kamboja melarang impor buah dan sayur dari Thailand dan memutus impor layanan listrik dan internet. Personel militer juga disiagakan di sepanjang perbatasan.

    Thailand dan Kamboja saling tuding atas meletusnya pertempuran pada Kamis (24/7/2025) di dekat Kuil Ta Moan Thom yang disengketakan, di Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja barat laut.

    Warga Mengungsi

    Pejabat militer Thaiand Laksamana Muda Surasant Kongsiri menyatakan pihaknya menutup perbatasan Thailand-Kamboja usai pertempuran menyebar ke setidaknya enam daerah di sepanjang perbatasan kedua negara.

    Di samping 14 korban tewas di Thailand, 32 warga sipil dan 14 tentara luka-luka. Sedangkan 40.000 warga sipil dari 80 desa dekat perbatasan mengungsi. Sebagian di antaranya melarikan diri ke tempat perlindungan bom dari beton, yang diperkuat dengan karung pasir dan ban mobil.

    Sementara itu, Kamboja belum mengeluarkan pernyataan korban dari pihaknya.

    (twu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • UNESCO Akan Buka Beasiswa Khusus Bidang Kebencanaan, Seperti Apa Skemanya?



    Jakarta

    United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB akan memfasilitasi beasiswa pendidikan bagi putra-putri Indonesia yang berprestasi dalam bidang mitigasi bencana.

    Pejabat Profesional untuk Disaster Risk Reduction and Tsunami Unit (DRRTIU) IOC-UNESCO, Ardito M Kodijat, mengatakan beasiswa ini merupakan bagian dari upaya memperluas pengetahuan mitigasi bencana di kalangan pelajar.

    Perlu diketahui jika beasiswa ini tidak langsung diberikan oleh UNESCO. Lembaga tersebut akan memberikan melalui Associated Schools Program Network, sebuah jaringan sekolah global yang mempromosikan nilai-nilai UNESCO melalui pendidikan.


    “Melalui Associated Schools Program siswa-siswa berprestasi di sekolah-sekolah memiliki kesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar dan berkolaborasi dengan sekolah lain di berbagai negara,” kata Ardito dalam Antara dikutip Sabtu (16/11/2024).

    Menurut Ardito, fasilitasi tersebut sebagaimana yang sudah dilakukan timnya dalam forum Second UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium. Selain melakukan sosialisasi pendidikan mitigasi bencana, tim UNESCO juga mengunjungi tiga sekolah yang aktif dalam mengembangkan kegiatan Tsunami Awareness di Banda Aceh.

    “Ketiganya di Banda Aceh sudah kita lihat, mereka anak-anak yang inovatif. Kemudian melalui UNESCO ini bisa terjadi pertukaran siswa di semua negara dari SD sampai SMA,” ujarnya.

    Tentang Associated Schools Program Network UNESCO

    Associated Schools Program Network UNESCO atau ASPnet adalah lembaga yang menghubungkan hampir 10.000 sekolah dengan tujuan memupuk perdamaian dalam kaum muda. Melalui tindakan langsung, sekolah-sekolah anggota ini mempromosikan cita-cita UNESCO yang menghargai hak dan martabat, kesetaraan gender, kemajuan sosial, kebebasan, keadilan dan demokrasi, penghormatan terhadap keberagaman dan solidaritas internasional.

    Menurut laman resmi UNESCO, ASPnet didirikan pada tahun 1953 ketika UNESCO meluncurkan sebuah proyek yang disebut Scheme of Co-ordinated Experimental Activities in Education for Living in a World Community.

    Dengan partisipasi 33 sekolah menengah di 16 negara anggota, mereka ingin mendorong perdamaian, dialog dan pemahaman antarbudaya, pembangunan berkelanjutan, dan pendidikan berkualitas.

    ASPnet mempromosikan perdamaian melalui jutaan siswa, guru, kepala sekolah, dan komunitas sekolah di seluruh dunia. Koordinator Nasional di 182 negara, yang ditunjuk oleh Komisi Nasional UNESCO, bertanggung jawab atas jaringan ASP nasional.

    ASPnet juga berkolaborasi dengan kantor-kantor regional dan lapangan UNESCO serta jaringan-jaringan UNESCO seperti Ketua, Geopark, Cagar Biosfer, dan Situs Warisan Budaya.

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Akses Internet Sulit di Daerah, Prabowo Sebut Ada Teknologi Murah untuk Tiap Sekolah


    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto menyatakan ada teknologi konektivitas murah yang dapat dipasang di setiap sekolah yang sulit mendapat internet dan wifi. Hal ini guna mendukung akses ke konten pelajaran pada bidang-bidang yang sulit, yang disiarkan via interactive flat panel (IFP) atau layar pintar untuk pembelajaran interaktif.

    Prabowo menjelaskan, guru-guru terbaik akan disiapkan studio untuk mengajar bidang-bidang yang sulit. Kontennya kemudian akan disiarkan ke seluruh pelosok Indonesia. Langkah ini ia harap membantu sekolah yang gurunya belum menguasai materi-materi tersebut.

    “Di gunung-gunung, pulau terpencil. Jangankan itu, saya yakin, di pinggir Jakarta ini juga masih banyak sekolah yang tidak punya guru-guru yang menguasai pelajaran-pelajaran yang susah,” ucapnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025), disiarkan pada kanal YouTube Sekretariat Presiden.


    “Sekarang, dari tempat studio yang terpusat, (guru yang menguasai) bisa ngajar, bisa diterima oleh 330.000 sekolah yang sulit mendapat internet, wifi. Sekarang sudah ada teknologi sangat murah, bisa kita pasang di tiap sekolah, tidak terlalu mahal,” imbuhnya.

    Sebagai perbandingan, Prabowo mengatakan biaya pemasangan teknologi konektivitas untuk mendukung akses ke konten pembelajaran tersebut lebih murah dari berlangganan Starlink.

    “Starlink mugkin masih agak mahal untuk bayar tiap bulan, tapi sudah ada teknologi yang lebih murah,” ucapnya.

    Akses Konten, Layar Pintar IFP Ditambah

    Prabowo mengatakan, upaya penggunaan teknologi konektivitas ini diharapkan mendukung penggunaan layar pintar atau IFP yang berisi konten pengetahuan yang menarik bagi anak-anak.

    Ia menjelaskan, sekolah-sekolah direncanakan menerima tambahan 3 layar IFP per sekolah pada 2026. Sementara itu, 2 layar IFP tambahan direncanakan menyusul pada 2027.

    “Tahun depan rencananya adalah kita akan tambah tiga layar, ya. Hari, tahun ini, kita mampu satu layar, tahun depan kita akan bagi tiga layar. berarti di setiap sekolah akan ada empat ruangan yang punya layar ini. Mudah-mudahan tahun 2027 kita bisa tambah lagi 2 layar, jadi enam kelas tiap sekolah bisa punya layar,” ucapnya.

    “Jadi semua anak-anak kita mendapat akses kepada pengetahuan yang terbaik, terkini, dengan animasi dan dukungan yang terbaik. Saya dapat laporan dari Mendikdasmen bahwa antusiasme anak-anak sekarang meningkat untuk sekolah ya. Selain MBG, dia juga pelajarannya juga menarik,” sambung Prabowo.

    Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), target penyaluran IFP pada pertengahan Desember 2025 yakni diterima lebih dari 288.000 satuan pendidikan negeri dan swasta. Hingga 7 Oktober 2025, distribusinya mencapai 70.000 lebih sekolah termasuk SLB, memungkinkan siswa tunanetra dapat memanfaatkan fitur talkback pada layar interaktif.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com