Tag: sekolah

  • Beasiswa Pertukaran Pelajar 2025 TechGirls, Belajar STEM di AS


    Jakarta

    Beasiswa pertukaran pelajar ke Amerika Serikat TechGirls 2025 sedang membuka pendaftaran. Siswa perempuan usia 15-17 tahun dari Indonesia bisa mendaftar sebelum 6 Desember 2024.

    Beasiswa TechGirls adalah program pertukaran musim panas di AS bagi siswa perempuan. Program ini diinisiasi Biro Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir laman resminya.

    Rangkaian pelatihan pengembangan keterampilan langsung di TechGirls mendukung potensi mengenyam pendidikan tinggi dan karier di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Sebanyak 111 siswa perempuan berbagai negara akan dibimbing selama tiga minggu di AS dan total tujuh bulan termasuk pra dan pascapertukaran.


    Program Pertukaran ke Amerika Serikat 2025 TechGirls

    Para peserta TechGirls akan menjalani perkemahan teknologi dengan bimbingan dari Pusat Peningkatan Keanekaragaman Teknik (CEED) milik perguruan tinggi Virginia Tech. Pendidikan ini antara lain meliputi 38 jam pendidikan dasar STEM dan kunjungan ke laboratorium untuk mempelajari penelitian inovatif.

    Sejak 2019, kegiatan TechGirls juga meliputi kunjungan ke Pusat Penerbangan Antariksa Goddard milik Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA). Peserta dapat mengenal dan menanyakan saran tentang karier di bidang STEM secara langsung dari para wanita karier di NASA.

    Di samping itu, Smithsonian Institution juga bekerja sama dengan TechGirls untuk memungkinkan peserta bicara langsung dengan ilmuwan kelautan hingga ruang angkasa. Kunjungan ke pameran interaktif di National Museum of Natural History AS juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mengenal peluangnya di dunia STEM dan sinerginya dengan disiplin ilmu lain.

    Sejumlah manfaat rangkaian pertukaran pelajar ke AS ini yaitu:

    • Mengenal jenis pendidikan yang dibutuhkan untuk memasuki karier yang diminati.
    • Berjejaring dengan calon pemberi kerja di masa depan.
    • Mengetahui apakah karier yang diinginkan sesuai dengan minat dan kemampuan
    • Membuka peluang untuk membimbing sesama perempuan di bidang teknologi
    • Membangun kepercayaan diri siswa perempuan untuk kuliah dan berkarier di bidang teknologi
    • Mengenal dunia kerja dan kehidupan di AS
    • Menjajal lingkungan kerja yang kolaboratif dan berlatih berpikir inovatif.

    Tahap Seleksi

    • Peninjauan lamaran
    • Wawancara bersama personel Kedutaan Besar AS untuk Indonesia bagi kandidat semifinalis terpilih

    Syarat Pendaftaran

    • Warga Negara Indonesia dan penduduk tetap
    • Usia 15-17 tahun pada awal pertukaran pada tanggal 12 Juli 2025
    • Lahir pada atau antara 13 Juli 2007 dan 12 Juli 2010
    • Punya keterampilan tingkat lanjut dan minat serius terhadap sains, teknologi, teknik, dan/atau matematika dalam studi akademis
    • Berniat untuk mengejar pendidikan tinggi dan/atau karier di bidang STEM, khususnya teknologi
    • Memiliki keterampilan bahasa Inggris menengah tingkat lanjut
    • Menunjukkan kedewasaan, fleksibilitas, dan keterbukaan pikiran
    • Memiliki setidaknya satu semester sisa di sekolah menengah setelah kembali ke Indonesia
    • Berkomitmen untuk menyelesaikan proyek berbasis komunitas setelah kembali ke rumah
    • Pendaftar yang memiliki pengalaman terbatas atau belum pernah ke Amerika Serikat akan diprioritaskan
    • Calon pendaftar yang sudah pernah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dalam tiga tahun terakhir sebagai bagian dari program pertukaran Biro Pendidikan dan Kebudayaan Deplu AS tidak boleh melamar.
    • Bukan anggota keluarga staf Kedutaan Besar atau Konsulat AS atau karyawan Departemen Luar Negeri AS, anggota keluarga staf Legacy International atau organisasi mitra
    • Warga Amerika yang memiliki kewarganegaraan ganda dan tinggal di luar negeri tidak memenuhi syarat untuk bepergian ke AS melalui program ini atau mendapatkan visa J-1.
    • Siswa penyandang disabilitas didorong melamar.

    Komponen Beasiswa TechGirls

    • Biaya visa
    • Tiket pesawat pulang pergi dari negara asal peserta ke Amerika Serikat
    • Tiket pesawat pulang pergi domestik dari kota asal peserta
    • Tempat tinggal selama program
    • Akomodasi asrama di Virginia Tech
    • Akomodasi hunian di hotel di Washington, DC
    • Makanan selama program
    • Sarapan, makan siang, dan makan malam
    • Transportasi lokal ke acara program kelompok
    • Acara budaya yang diselenggarakan oleh Legacy International
    • Asuransi kesehatan darurat
    • Jaminan lingkungan aman:
      • – Pengawasan 24 jam sehari termasuk pertolongan pertama dan CPR
      • – Waktu dan ruang ibadah pada Jumat dan Minggu
      • – Kafetaria universitas dan prasmanan hotel sesuai keyakinan masing-masing

    Berminat ikut pertukaran pelajar ke AS, detikers? Cek informasi pendaftaran beasiswa TechGirls 2025 lebih lanjut di https://techgirlsglobal.org/.

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Pendaftaran Widia Scholarship 2024 Dibuka, Bisa Kuliah di Binus University Gratis Sampai Lulus



    Jakarta

    Binus University kembali membuka pendaftaran Widia Scholarship 2024. Beasiswa ini memungkinkan mahasiswa berkuliah di Binus University gratis hingga akhir masa studi.

    Melansir dari laman resminya, The Widia Scholarship for Outstanding Achievers adalah salah satu program beasiswa unggulan Binus University yang memungkinkan pembiayaan pendidikan secara penuh.

    Untuk menjadi penerima Widia Scholarship, pendaftar wajib menjuarai kompetisi nasional hingga internasional semasa sekolah. Selain itu, peserta juga bisa menyertakan sertifikat pernah mewakili Indonesia di tingkat internasional.


    Setelah menyertakan dokumen pendaftaran dan piagam prestasi, peserta wajib mengikuti Tes Potensi Keberhasilan Studi (TPKS).

    Pendaftaran Widia Scholarship 2024 dibuka sepanjang pendaftaran tahun ajaran baru. Sebagai informasi, pendaftaran mahasiswa baru Binus University Jakarta dibuka hingga 5 Juli 2024.

    Tertarik mendaftar Widia Scholarship 2024? Simak syaratnya berikut ini.

    Syarat Widia Scholarship 2024

    • Ketentuan Prestasi:
      1. Mengikuti Kompetisi Internasional sebagai pemenang/ finalis olimpiade/kejuaraan internasional
      2. Mengikuti Kompetisi Nasional sebagai pemenang/finalis kejuaraan nasional
      3. Mewakili Indonesia di tingkat internasional
    • Mengikuti Tes Potensi Keberhasilan Studi (TPKS)
    • Fotokopi sertifikat atau piagam kompetisi minimal 3 tahun terakhir
    • Fotokopi rapor SMA/sederajat yang dilegalisir asli oleh kepala sekolah

    Syarat Widia Scholarship Bidang Akademik

    • Beasiswa semester 3 hingga semester 8 diberikan berdasarkan review prestasi (minimal IPS 3.50/semester) oleh Student Creativity Development Centre (SCDC)
    • Mengikuti pelatihan soft skills (Latihan Dasar Kepemimpinan, Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa,dll) yang diadakan oleh Binus University
    • Wajib menjadi mentor/tutor Binus Learning Community selama beasiswa diberikan
    • Wajib menjadi Freshmen Leader/Lab Assistant/ Promotion Team
    • Wajib kontrak minimal 1 tahun di BINUS SQUARE (Gratis 2 bulan untuk setiap pembayaran 1 tahun di awal)
    • Wajib bergabung dalam komunitas beasiswa

    Syarat Widia Scholarship Bidang Non-Akademik (Olahraga/Seni)

    • Beasiswa semester 3 hingga semester 8 diberikan berdasarkan review prestasi (minimal IPS 3.00/semester) oleh Student Creativity Development Centre (SCDC)
    • Mengikuti pelatihan soft skills (Latihan Dasar Kepemimpinan, Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa,dll) yang diadakan oleh Binus University
    • Wajib mewakili Binus dalam kompetisi olahraga dan seni (minimal tingkat nasional)
    • Wajib aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sesuai bidangnya
    • Wajib menjadi Freshmen Leader/Lab Assistant/ Promotion Team
    • Wajib kontrak minimal 1 tahun di BINUS SQUARE (Gratis 2 bulan untuk setiap pembayaran 1 tahun di awal)
    • Wajib bergabung dalam komunitas beasiswa

    Komponen Widia Scholarship 2024

    • Bebas Biaya Sumbangan (DP3)
    • Bebas Biaya Peralatan
    • Bebas Biaya BP3 untuk semester 1 dan 2
    • Bebas Biaya SKS semester 1 dan 2
    • Bebas biaya Daftar ulang
    • Bebas Biaya Laboratorium semester 1 dan 2
    • Bebas Biaya Seragam (Khusus program Hotel Management, Business Hotel Management, Tourism dan Primary Teacher Education)

    Demikian informasi mengenai Widia Scholarship 2024 di Binus University. Informasi lebih lanjut dapat dicek melalui https://binus.ac.id/scholarship-binus/

    (nir/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • Dana KJP Plus Tahap I Bulan Juli 2024 Cair, Diterima 460 Ribu Siswa


    Jakarta

    Dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I Tahun 2024 bulan Juli Gelombang I sudah mulai dicairkan ke rekening siswa penerima sejak Kamis, 4 Juli kemarin. Berbeda dengan dua bulan sebelumnya, pencairan KJP kali ini tepat waktu tanpa halangan.

    Jumlah penerima pada pencairan bulan Juli 2024 ini sebanyak 460.143 peserta didik yang tersebar di jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

    Masih sama, komponen biaya yang didapat siswa termasuk biaya rutin per bulan, biaya berkala per bulan dan tambahan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk siswa yang bersekolah di swasta.


    Untuk mengetahui rinciannya, berikut besaran dana KJP Plus Tahap 1 Tahun 2024 bulan Juli yang sudah mulai cair ke rekening siswa dikutip dari postingan Instagram UPT Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP), Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jumat (5/7/2024).

    Dana KJP Plus Tahap I Tahun 2024 Bulan Juli

    1. Jenjang SD/MI

    • Besaran Dana Per Bulan: Rp 135.000 (biaya rutin) dan Rp 115.000 (biaya berkala)
    • Tambahan SPP untuk Swasta Per Bulan: Rp 130.000
    • Jumlah Penerima: 207.286 peserta didik

    2. Jenjang SMP/MTs

    • Besaran Dana Per Bulan: Rp 185.000 (biaya rutin) dan Rp 115.000 (biaya berkala)
    • Tambahan SPP untuk Swasta Per Bulan: Rp 170.000
    • Jumlah Penerima: 131.054 peserta didik

    3. Jenjang SMA/MA

    • Besaran Dana Per Bulan: Rp 235.000 (biaya rutin) dan Rp 185.000 (biaya berkala)
    • Tambahan SPP untuk Swasta Per Bulan: Rp 290.000
    • Jumlah Penerima: 44.301 peserta didik

    4. Jenjang SMK

    • Besaran Dana Per Bulan: Rp 235.000 (biaya rutin) dan Rp 215.000 (biaya berkala)
    • Tambahan SPP untuk Swasta Per Bulan: Rp 240.000
    • Jumlah Penerima: 76.603 peserta didik

    5. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

    • Besaran Dana Per Bulan: Rp 185.000 (biaya rutin) dan Rp 115.000 (biaya berkala)
    • Jumlah Penerima: 899 peserta didik

    Sebagai catatan, penggunaan biaya rutin yang bisa digunakan orang tua siswa secara tunai maksimal sebesar Rp 100 ribu setiap bulannya. Sisanya, penggunaan KJP hanya bisa dilakukan secara non-tunai untuk pemenuhan kebutuhan peserta didik.

    Ketentuan Pemakaian Dana KJP Plus

    1. Penggunaan Biaya Rutin maksimal dapat digunakan secara tunai sebesar Rp 100 ribu setiap bulannya.

    2. Sisa Biaya Rutin dan Biaya Berkala dapat digunakan secara non-tunai setiap bulan untuk pemenuhan kebutuhan peserta didik.

    3. Pembayaran nontunai dengan cara tapping ATM KJP Plus pada mesin EDC Bank DKI atau menggunakan Digital Payment JakOne Mobile.

    4. Siswa penerima KJP Plus belanja di toko resmi KJP Plus atau merchant yang sudah melakukan penandatanganan kerja sama (PKS) dengan Bank DKI yang daftarnya bisa dilihat pada tautan http://tiny.cc/DataMerchantKJPPlus.

    5. Daftar barang perlengkapan sekolah yang dibeli siswa KJP Plus akan terekam di tiap merchant. Daftar kebutuhan siswa seperti:

    • Buku tulis.
    • Buku gambar.
    • Buku pelajaran.
    • Alat tulis seperti pensil, pulpen, penghapus dan rautan.
    • Alat gambar seperti macam-macam penggaris, pensil warna, spidol, cat/kertas warna, buku dan atau kertas gambar dan jangka.
    • Alat dan atau bahan praktik.
    • Seragam sekolah dan kelengkapannya.
    • Sepatu dan kaos kaki sekolah.
    • Tas sekolah.
    • Pakaian olahraga sekolah.
    • Buku pelajaran penunjang.
    • Kudapan bergizi.
    • Kacamata sebagai alat bantu penglihatan.
    • Alat bantu pendengaran.
    • Kalkulator scientific.
    • USB flashdisk sebagai alat simpan data.
    • Seragam pramuka dan kelengkapannya.
    • Pembayaran kegiatan ekstrakurikuler yang tidak dibiayai oleh Biaya Operasional Pendidikan dan Bantuan Operasional Sekolah.
    • Komputer/laptop

    6. Membelanjakan Bantuan Sosial Biaya Pendidikan di luar penggunaan yang telah diatur dalam Pergub DKI Jakarta No 110 Tahun 2021. Jika ditemukan pelanggaran makan siswa bisa mendapat sanksi berupa pencabutan data dari penerima manfaat KJP Plus.

    (det/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • Butuh PIP tapi Belum Tercatat di DTKS? Begini Caranya!


    Jakarta

    Siswa yang diprioritaskan menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) adalah siswa dari keluarga miskin/rentan miskin yang tercatat di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Namun, tidak semua siswa sudah tercatat di data DTKS.

    Lantas, apakah ada solusinya? Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbudristek RI membagikan sejumlah solusi untuk hal ini.

    Solusi untuk Siswa yang Belum Terdaftar DTKS

    Dikutip dari unggahan Instagram Puslapdik Kemendikbudristek, sejumlah hal ini bisa dilakukan jika siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin yang membutuhkan PIP, tapi belum tercatat di DTKS, yaitu:


    • Siswa mengajukan ke sekolah supaya diusulkan, kemudian sekolah akan menandai kelayakan PIP di Dapodik.
    • Dinas pendidikan kemudian akan mengusulkan siswa yang bersangkutan sesuai dengan aturan yang berlaku.
    • Puslapdik akan menerima usulan dari dinas pendidikan. Puslapdik juga akan memproses data usulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    • Jangan lupa untuk tetap mendaftar ke petugas bantuan sosial di kantor kelurahan atau desa di daerah kalian supaya tercatat di DTKS, sehingga bisa menjadi prioritas penerima PIP.

    Mekanisme Pemadanan dengan DTKS

    Seperti disebutkan sebelumnya, prioritas penerima PIP adalah yang tercatat di DTKS Kemensos RI. Seperti ini mekanisme pemadanannya:

    • Seluruh data siswa di Dapodik dipadankan dengan anak-anak dari keluarga miskin atau rentan miskin yang tercatat di DTKS sebagai penerima bantuan sosial.
    • Hasil pemadanan kemudian divalidasi kembali berdasarkan kelengkapan data, kevalidan NIK, kelogisan keseluruhan data, juga status rekening Simpanan Pelajar.
    • Apabila ingin mengetahui status keluarga penerima bansos, bisa cek dari https://cekbansos.kemensos.go.id/.

    Nah, demikian solusi bagi siswa yang membutuhkan PIP, tapi belum tercatat di DTKS.

    Untuk diketahui bahwa PIP ditujukan untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin atau rentan miskin atau prioritas agar bisa memperoleh pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur formal SD sampai SMA/SMK maupun nonformal paket A sampai C dan pendidikan khusus.

    (nah/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • Ada Beasiswa S2 ke AS untuk Entrepreneur dan Profesional Nih, Cek Sekarang Ya!



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa Thohir Marshall MBA (TAMBA) dan Soeryadjaya Marshall MBA (SAMBA) periode kedua kembali dibuka hingga 31 Agustus 2024. Calon awardee bisa mengajukan pendaftaran secara daring melalui laman http://ausci.org/scholarship.

    Program beasiswa TAMBA dan SAMBA diluncurkan oleh Alumni University of Southern California Indonesia (AUSCI) bersama Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation. Setelah sukses mengirimkan 3 profesional dan entrepreneur pada periode pertama, tahun ini TAMBA dan SAMBA membuka kesempatan untuk 2 kandidat lagi.

    Beasiswa ini memberikan kesempatan kepada profesional dan entrepreneur Indonesia melanjutkan studi magister (S2) ke salah satu sekolah bisnis terbaik di Amerika Serikat yakni University of Southern California (USC) Marshall School of Business.


    Nantinya, awardee akan mengenyam pendidikan pada program studi (prodi) International Business Education and Research (IBEAR) selama 1 tahun. Ketua AUSCI, Anto Perwata mengatakan beasiswa ini terbuka bagi profesional dan entrepreneur dengan pengalaman kerja minimal 6 tahun dan syarat lainnya.

    “Kami Alumni University of Southern California Indonesia (AUSCI), senang sekali dapat kembali melaksanakan beasiswa untuk belajar di USC Marshall School of Business. Kami mengundang profesional dan entrepreneur dengan pengalaman kerja minimal 6 tahun dan menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat untuk mendaftar,” katanya dalam keterangan tertulis Jumat (12/7/2024).

    Ketua Yayasan Mochamad Thohir Garibaldi Thohir menyatakan TAMBA dan SAMBA menjadi upaya untuk meningkatkan kemampuan penerima beasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia bisnis. Sehingga mereka memiliki sikap agile dan adaptif dengan pola pikir yang strategis serta global.

    “Melalui program ini, kami berharap dapat mengembangkan generasi pemimpin bisnis Indonesia berikutnya yang akan membentuk masa depan Indonesia,” tambahnya.

    Siap mendaftar? Berikut informasi terkait beasiswa TAMBA dan SAMBA selengkapnya.

    Syarat Beasiswa AUSCI TAMBA dan SAMBA 2024

    Adapun syarat yang harus dipenuhi pendaftaran beasiswa AUSCI TAMBA Dan SAMBA 2024 adalah:

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)

    2. Berusia maksimal 40 tahun

    3. Berkomitmen untuk bekerja di Indonesia selama 5 tahun setelah lulus

    4. Profesional atau entrepreneur yang telah bekerja selama 6 tahun

    5. Memiliki skor TOEFL minimal 95 atau IELTS minimal 7

    6. Memiliki skor GMAT minimal 540

    7. Melengkapi surat pernyataan pribadi dan komitmen untuk kembali ke Indonesia.

    8. Surat rekomendasi dari pimpinan/dosen pembimbing/atau tokoh lain agar menjadi penerima beasiswa TAMBA dan SAMBA

    9. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman AUSCI di tautan http://ausci.org/scholarship.

    Jadwal Pendaftaran Beasiswa AUSCI TAMBA dan SAMBA 2024

    1. Pendaftaran: hingga 31 Agustus 2024

    2. Seleksi administrasi: Agustus-September 2024

    3. Pengumuman seleksi administrasi: 14 September 2024

    Kandidat yang berhasil lolos seleksi administrasi harus melengkapi syarat tambahan yakni:

    • Video pendek berdurasi 3 menit dan esai berdasarkan topik yang sesuai dikirim melalui email. Batas pengumpulan paling lambat 21 September 2024 pukul 17.00 WIB.
    • Kandidat lolos harus meminta SPT sebagai bukti kebutuhan beasiswa mereka.
    • Kandidat yang lolos harus menyerahkan semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk aplikasi IBEAR sebelum 15 Oktober 2024.
    • Semua kandidat harus mendaftar ulang ke IBEAR.
    • Biaya pendaftaran ke IBEAR sebesar 155 USD atau sekitar Rp 2,4 juta tidak ditanggung beasiswa dan tidak dikembalikan.

    4. Wawancara luring: 10 Oktober 2024

    5. Wawancara akhir: 15 November 2024

    6. Pengumuman akhir: 15 Desember 2024

    Informasi lebih lengkap bisa dilihat di laman http://ausci.org/scholarship. Selamat mendaftar detikers!

    (det/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Beasiswa Kominfo dan STEI ITB Dibuka, Ini Jurusan yang Ditawarkan



    Jakarta

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB telah membuka Beasiswa Kominfo x STEI ITB. Beasiswa ini bertujuan mempercepat transformasi digital nasional.

    Adapun beasiswa ini dikhususkan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan studi di program Magister Teknik Elektro, khususnya pada opsi Rekayasa dan Manajemen Informasi (RMKI).

    “Program RMKI di STEI ITB dirancang untuk membekali para penerima beasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia digital, baik di bidang teknis maupun manajemen,” kata Dosen STEI ITB, Dr. Yoanes Bandung dikutip dari laman ITB, Kamis (11/7/2024).


    Saat ini, RMKI tengah berfokus pada dua bidang yakni Rekayasa dan Manajemen

    Di bidang Rekayasa, program ini mencakup:

    • Kriptografi dan Aplikasinya
    • Secure Software dan OS Security
    • Digital Forensic dan Computer Crime

    Sementara di bidang Manajemen, program ini menekankan pada:

    • Information Security Management
    • Information System Assurance
    • Security Architecture dan Design

    Sementara itu, Dr. Fetty Fitriyanti Lubis, selaku dosen ITB menyampaikan bahwa program Magister Teknik Elektro terdiri atas dua konsentrasi, yaitu:

    • Magister Layanan Teknologi Informasi (LTI) yang memfokuskan pada pengembangan kompetensi di bidang layanan teknologi informasi, seperti Smart Service Systems, Service Computing and Engineering, Digital Government and Digital Business, Digital Twin and Smart Cities, Internet of Things and Multimedia, Edge Computing and Cloud, Data Analytics, dan Machine Learning.

    • Magister Rekayasa dan Manajemen Keamanan Informasi (RMKI) yang membekali calon penerima dengan pengetahuan dan kemampuan di bidang keamanan informasi, yang menjadi kebutuhan vital di era digital.

    Jurusan ini dirancang dengan komposisi 40% untuk studi kasus terbimbing, 30% untuk materi teori, dan 30% untuk kerja mandiri, serta memiliki durasi 3 semester atau 18 bulan dengan beban 36 SKS dan 1 semester untuk penyelesaian tesis.

    “Program ini dirancang untuk membekali para penerima beasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia digital, baik di bidang teknis maupun manajemen,” katanya.

    Adapun Beasiswa Kominfo telah berjalan sejak tahun 2007 dan telah menghasilkan 3.178 penerima beasiswa. Para penerima beasiswa berasal dari masyarakat umum, PNS Pusat, TNI dan Polri.

    Syarat Beasiswa Kominfo dan STEI ITB

    Saat mendaftarkan diri, pendaftar wajib menyertakan dokumen dan memenuhi persyaratan berikut:

    1. Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan
    2. Berusia maksimal 35 tahun untuk masyarakat umum dan 37 tahun untuk PNS/TNI/POLRI
    3. Lulusan S1 dengan IPK minimal 3.00.
    4. Skor TOEFL/IELTS
    5. Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa Kominfo dan STEI ITB dapat diakses melalui beasiswa.kominfo.go.id.

    (nir/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Dana KJP Plus Tahap II Tahun 2023 Bulan Februari Cair, Catat Hal Penting Ini!



    Jakarta

    Pencairan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus tahap II tahun 2024 bulan Februari mulai dilaksanakan secara bertahap mulai 6 Februari 2024 lalu. Jumlah penerima pada pencairan Februari ini diketahui sebanyak 656.390 peserta didik yang terbagi dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan PKBM.

    Untuk dicatat, penggunaan biaya rutin yang bisa digunakan orang tua siswa secara tunai maksimal sebesar Rp 100 ribu setiap bulannya. Sisanya, penggunaan KJP hanya bisa dilakukan secara nontunai untuk pemenuhan kebutuhan peserta didik.

    Selain penggunaan dana, orang tua wali dan siswa penerima KJP wajib mematuhi seluruh aturan yang ditetapkan. Karena bila siswa melanggar, ia bisa kehilangan haknya sebagai penerima KJP.


    Lalu berapa besaran yang diterima siswa? Berikut daftar lengkapnya dikutip dari postingan Instagram UPT Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP), Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Kamis (8/2/2024).

    Dana KJP Plus Tahap II Tahun 2023 Bulan Februari 2024

    1. Jenjang SD/MI

    • Besaran dana per bulan: Rp 135.000 (biaya rutin) dan Rp 115.000 (biaya berkala)
    • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 130.000
    • Jumlah penerima: 298.989 peserta didik

    2. Jenjang SMP/MTs

    • Besaran dana per bulan: Rp 185.000 (biaya rutin) dan Rp 115.000 (biaya berkala)
    • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 170.000
    • Jumlah penerima: 185.639 peserta didik

    3. Jenjang SMA/MA

    • Besaran dana per bulan: Rp 235.000 (biaya rutin) dan Rp 185.000 (biaya berkala)
    • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 290.000
    • Jumlah penerima: 63.897 peserta didik

    4. Jenjang SMK

    • Besaran dana per bulan: Rp 235.000 (biaya rutin) dan Rp 215.000 (biaya berkala)
    • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 240.000
    • Jumlah penerima: 105.982 peserta didik

    5. PKBM

    • Besaran dana per bulan: Rp 185.000 (biaya rutin) dan Rp 115.000 (biaya berkala)
    • Jumlah penerima: 1.883 peserta didik

    Ketentuan Pencabutan KJP Plus Siswa

    Seluruh aturan tentang KJP Plus tertuang dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 110 Tahun 2021 tentang Bantuan Sosial Biaya Pendidikan. Di dalamnya termasuk pula ketentuan pencabutan KJP Plus sebagai sanksi dari pelanggaran yang dilakukan siswa.

    Mengutip arsip detikEdu berdasarkan pasal 23 dan pasal 24 Pergub DKI Jakarta No 110 Tahun 2021, ini penyebab KJP Plus bisa dicabut manfaatnya:

    1. Membelanjakan Bantuan Sosial Biaya Pendidikan di luar penggunaan yang telah diatur dalam Pergub DKI Jakarta No 110 Tahun 2021

    2. Kegiatan yang berkaitan dengan siswa seperti:

    • Melakukan perbuatan asusila, pergaulan bebas atau pelecehan seksual.
    • Terlibat dalam kekerasan atau perundungan, tawuran, geng motor atau geng sekolah.
    • Minum minuman keras/beralkohol.
    • Terlibat dalam pencurian, pemalakan, pemerasan/penjambretan, perkelahian, hingga penipuan.
    • Terlibat dalam mencontek massal atau membocorkan soal atau kunci jawaban.
    • Terlibat pornoaksi atau pornografi hingga menyebarkan gambar tidak senonoh baik secara konvensional maupun melalui media daring.
    • Membawa senjata tajam dan peralatan lain yang membahayakan.
    • Melakukan perbuatan yang melanggar peraturan tata tertib atau peraturan sekolah termasuk bolos sekolah minimal 4 kali dalam 1 bulan hingga terlambat masuk sekolah berturut-turut paling sedikit 6 kali dalam 1 bulan.
    • Menjaminkan atau meminjamkan buku tabungan KJP Plus kepada pihak manapun dan dalam bentuk apapun.
    • Menghabiskan biaya KJP untuk belanja penggunaan yang tidak dibutuhkan.

    3. Kegiatan yang berkaitan dengan orang tua siswa seperti:

    • Mengoordinasikan pelaksanaan pencairan atau pemindahan buku rekening dana dengan imbalan tertentu.
    • Memalsukan bukti belanja penggunaan KJP.
    • Mengoordinasikan bukti penggunaan KJP sebagai pertanggungjawaban.
    • Menggunakan jasa pihak ketiga untuk melakukan pencairan KJP dengan menjanjikan imbalan tertentu.
    • Menjaminkan atau meminjamkan buku tabungan KJP Plus kepada pihak manapun dan dalam bentuk apapun.
    • Menghabiskan biaya KJP untuk belanja penggunaan yang tidak dibutuhkan.

    Itulah informasi terkait pencairan KJP Plus Tahap II Tahun 2023 bulan Februari sekaligus catatan hal-hal yang bisa membuat KJP dicabut. Jadi, perhatikan dengan seksama ya detikers!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Smart Scholarship YBM BRILiaN 2024 Dibuka, Siswa SMA & Sederajat Kelas XI Merapat!



    Jakarta

    Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN, Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali membuka pendaftaran Smart Scholarship 2024. Pendaftaran beasiswa dilakukan secara daring hingga 27 Februari 2024 melalui tautan http://brilian.in/daftar-smartscholarship.

    YBM BRILiaN Smart Scholarship adalah beasiswa khusus pelajar kelas XI SMA/sederajat yang memiliki potensi akademik baik dan berprestasi tetapi mengalami keterbatasan finansial.

    Penerima beasiswa nantinya akan mendapat tunjangan prestasi, motivasi, dan pembinaan kapasitas diri, hingga pembinaan masuk PTN. Beasiswa ini bisa diikuti oleh siswa di seluruh Indonesia yang memenuhi syarat pendaftaran.


    Untuk itu, berikut kriteria pendaftar, syarat, dan cara mendaftar YBM BRILiaN Smart Scholarship dikutip dari unggahan Instagram @ybmbrilian, Jumat (16/2/2024) selengkapnya.

    YBM BRILiaN Smart Scholarship 2024

    Kriteria Pendaftar

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)
    2. Siswa/siswi aktif SMA/sederajat kelas XI seluruh Indonesia
    3. Memiliki potensi akademik baik dan dorongan berprestasi tinggi
    4. Memiliki keterbatasan finansial

    Syarat Pendaftaran

    1. Scan/foto Kartu Keluarga (KK) atau surat keterangan tentang susunan keluarga

    2. Scan/foto rapor terakhir

    3. Foto rumah tampak depan

    4. Scan sertifikat/penghargaan prestasi bila ada

    5. Scan/foto salah satu di antara dokumen berikut:

    • Surat keterangan penghasilan orang tua/wali
    • Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
    • Kartu Peserta Program Keluarga Harapan (PKH)
    • Kartu Peserta Program Indonesia Pintar
    • Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh kepala desa/kepala dusun/instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat yang dapat dibuktikan kebenarannya.

    Untuk diingat, pendaftaran beasiswa ini hanya bisa dilakukan secara daring melalui tautan http://brilian.in/daftar-smartscholarship. Cukup isi seluruh informasi data yang dibutuhkan hingga akhir dan aplikasi pendaftaran milikmu akan terkirim.

    Informasi selengkapnya tentang beasiswa ini termasuk pengumumannya dapat dilihat di Instagram @ybmbrilian ya. Yuk buruan daftar, siswa!

    (det/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • untuk Dorong Siswa Lanjut Kuliah



    Jakarta

    Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menaikkan anggaran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2024. Bila di tahun sebelumnya jumlah anggaran sebesar Rp 9,1 triliun, kini Rp 13,4 triliun.

    Sasaran siswa PIP juga bertambah menjadi 18,6 juta siswa di semua jenjang pendidikan pada 2024. Sebelumnya, sasaran PIP 2023 sejumlah 18,1 juta siswa.

    Sofiana Nurjanah, Ketua Tim Kerja PIP menjelaskan dengan meningkatkan anggaran, terjadi perubahan besaran dana khusus siswa SMA dan SMK. Bila di tahun-tahun sebelumnya bantuan sebesar Rp 1 juta per siswa, besarannya kini sebesar Rp 1,8 juta per siswa.


    “Mulai tahun 2024, bantuan PIP yang diberikan sebesar Rp 1,8 juta. Khusus untuk siswa kelas XII (kelas akhir pada tahun pelajaran 2023/2024) dan kelas X (kelas awal pada tahun pelajaran 2024/2025) diberikan setengah dari biaya satuan yaitu sebesar Rp 900 ribu,” tuturnya dalam keterangan tertulis, dikutip dari laman Puslapdik Kemendikbudristek, Jumat (31/5/2024).

    Alasan Anggaran PIP Bisa Naik

    Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan anggaran PIP 2024 ditambah. Dari inflasi, pertumbuhan penduduk Indonesia, perubahan proses pembelajaran hingga permasalahan yang ikut timbul dalam penyaluran PIP.

    “Beberapa permasalahan tersebut yakni kesenjangan besaran bantuan PIP, persentase penerima PIP di setiap jenjang, serta terjadinya kenaikan data hasil pemadanan siswa di Data Pokok Pendidikan dan DTKS,” katanya.

    Sofiana menyebutkan bila pemerintah telah menyadari PIP belum bisa memenuhi kebutuhan pendidikan siswa. Hal ini terlihat pada jenjang SMA dan SMK.

    Ia mencontohkan, bantuan PIP sebesar Rp 1 juta per tahun hanya dapat memenuhi 22,7 persen dari
    kebutuhan pendidikan siswa. Padahal kebutuhan ideal setiap siswa sebesar Rp 4,4 juta.

    “Harus diakui juga, bahwa persentase siswa penerima PIP jenjang SMA hanya 37,2 persen dan 26,9 persen jenjang SMK dari total peserta didik keseluruhan,” jelasnya.

    Masih Sedikit Siswa SMA/SMK Lanjut ke Perguruan Tinggi

    Dengan naiknya dana PIP yang diberikan, Sofiana berharap siswa SMA/SMK bisa semakin semangat belajar dan memiliki motivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi usai lulus sekolah.

    Sebab, data menunjukkan masih banyak siswa SMA/SMK penerima PIP belum lanjut ke perguruan tinggi. Padahal pemerintah sudah memprioritaskan penerima PIP Dikdasmen agar bisa mendapatkan KIP Kuliah nantinya.

    Sofiana merinci, sejak 2021, baru 41 persen lulusan SMA dan 16 persen lulusan SMK yang lanjut ke perguruan tinggi dengan KIP Kuliah. Angka ini semakin menurun pada 2022, hanya 20 persen lulusan SMA serta 8 persen lulusan SMK yang memperoleh KIP Kuliah.

    Penurunan angka lanjut kuliah bagi siswa PIP juga terjadi pada 2023.

    “Tahun 2023 kemarin lebih turun lagi, yang sudah kami telusuri, baru 18 persen siswa lulusan SMA dan 3 persen lulusan SMK yang lanjut ke perguruan tinggi dengan KIP Kuliah,” tutur Sofiana.

    Hal serupa juga sempat disampaikan oleh Staf Ahli Mendikbudristek bidang manajemen talenta, Tatang Mutaqien yang meminta penerima PIP Dikdasmen menjadi penerima prioritas KIP Kuliah. Alasannya karena baru 18% penerima PIP yang menjadi penerima KIP Kuliah di tahun 2023.

    “PIP Dikdasmen dan KIP Kuliah merupakan program prioritas nasional dalam payung Program Indonesia Pintar (PIP). Keberlanjutan siswa penerima PIP Dikdasmen ke perguruan tinggi melalui KIP Kuliah menunjukkan keberhasilan PIP secara nasional”, kata Tatang.

    (det/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Penarikan Dana PIP, Ketahui 4 Langkahnya!


    Jakarta

    Program Indonesia Pintar (PIP) yang digelontorkan oleh Pemerintah dicairkan setiap tiga bulan sekali. Untuk menilai efektivitas PIP, sejumlah peneliti juga telah melakukan riset.

    Dikutip dari situs Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Puslapdik Kemendikbudristek), tiga penelitian menunjukkan PIP cenderung membuat peserta didik terhindar dari putus sekolah.

    Nah, detikers ada yang belum tahu cara menarik dana PIP?


    Cara Penarikan Dana PIP

    Dikutip dari unggahan Instagram Puslapdik Kemendikbudristek, berikut ini cara penarikan dana PIP:

    1. Pastikan rekening tabungan memiliki status aktif dan dana PIP telah masuk ke rekening.
    2. Besaran penarikan dana, sesuaikan dengan kebutuhan siswa.
    3. Penarikan dana PIP mengikuti prosedur dan ketentuan dari bank penyalur.
    4. Penarikan dana PIP Dikdasmen dilakukan lewat buku tabungan dan kartu debit.

    Riset Tunjukkan Penerima PIP Cenderung Terhindar Putus Sekolah

    1. Riset 1

    Berdasarkan riset berjudul “Efektivitas Program Indonesia Pintar terhadap Partisipasi Sekolah di Kawasan Barat dan Timur Indonesia” oleh Fitri Mulyani dkk dari Universitas Andalas, siswa penerima PIP dari wilayah barat cenderung 15 kali lebih besar untuk tetap sekolah. Sementara, siswa di wilayah timur 11 kali lebih besar untuk tetap sekolah.

    Data diambil dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik 2021. Sampel diambil dari 451.393 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

    2. Riset 2

    Pada penelitian oleh Nimas Anggara Samalo dan Thia Jasmina bertajuk “The Effect of Educational Cash Transfer for Students from Low”, terlihat bahwa PIP dapat menurunkan jumlah siswa putus sekolah. Mereka menganalisis pengaruh PIP pada siswa miskin dan rentan miskin sebelum dan setelah COVID-19.

    Pada penelitian terhadap 112.004 siswa itu, peneliti menyebut PIP memberi pengaruh berbeda terhadap setiap jenjang pendidikan.

    Sebelum COVID-19, PIP dapat menurunkan jumlah siswa putus sekolah di jenjang SD dan SMP, tetapi tidak berpengaruh pada siswa SMA. Sementara pada 2021 atau selama COVID-19, PIP menurunkan angka putus sekolah di tingkat SMP dan SMA, tetapi tidak berpengaruh pada tingkat SD.

    3. Riset 3

    Pada studi lainnya yang berjudul “Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah” oleh Abdul Hakim dari Badan Pusat Statistik Aceh, siswa yang orang tuanya berpendidikan SMP ke bawah, tidak memperoleh PIP, dan anggota rumah tangganya 6 orang, aktivitas anak bekerja, rumah tangga miskin, dan tinggal di desa, punya kemungkinan putus sekolah 51,60 persen.

    Kendati begitu, dari seluruh faktor tersebut, yang paling dominan dengan nilai odds ratio sebesar 4,838 adalah kepemilikan PIP. Artinya anak yang tak memiliki PIP punya kecenderungan putus sekolah 4,838 kali daripada anak yang memiliki PIP.

    Sampel riset ini juga mengacu data Susenas. Peneliti mengolah data 11.463 anak usia SD, SMP, dan SMA berusia 7-18 tahun dengan analisis regresi logistik.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com