Tag: seks

  • 3 Variasi Bercinta Tepat Sasaran G-Spot, Bikin Orgasme Lebih Intens

    Jakarta

    G-spot merupakan area pada wanita yang sangat sensitif saat berhubungan intim. Karenanya, mengetahui letak dan bermain dengan G-Spot adalah kunci penting memuaskan pasangan.

    Dikutip dari Women’s Health, letak G-spot cenderung cukup dangkal di dalam vagina. Dalam tekstur dan kepadatan, G-spot biasanya terasa berbeda dari bagian liang vagina di sekitarnya. G-spot biasanya sedikit lebih lembut atau kenyal daripada jaringan di sekitarnya, terutama, saat sedang terangsang.

    Sama seperti jaringan genital lainnya, G-spot akan terisi dengan darah saat terangsang yang mengubah kepadatannya.


    “Ketika area itu ditekan (saat masturbasi atau bercinta), terasa enak karena terhubung dengan anatomi internal klitoris dan organ sekitarnya,” kata Shannon Chavez Qureshiz, PsyD, CST, psikolog berlisensi dan terapis seks asal Beverly Hills.

    Berikut 3 posisi seks yang dapat menstimulasi G-spot. Di antaranya:

    1. Rider on top

    “Posisi ini sempurna untuk stimulasi G-spot,” kata Shannon Chavez Qureshiz, PsyD, CST, seorang psikolog berlisensi dan terapis seks yang berbasis di Beverly Hills. Hal ini dikarenakan wanita dapat mengontrol ke dalaman dan sudut, sehingga memungkinkannya untuk mendapatkan titik G-spot.

    2. Reverse rider

    Selain memberikan rasa ‘enak’, posisi ini juga membantu wanita dapat menemukan titik G-spot. Dalam melakukan posisi ini, wanita berada di atas pasangan dengan posisi menghadap ke arah penis. Kemudian sedikit membungkuk ke depan, penis yang dimasukkan akan menggosok dinding perutnya.

    “Jika Anda memiringkan tangan ke depan, penis yang dimasukkan akan dapat bergesekan dengan dinding perut Anda. Dan apa yang ada di dinding perutmu? G-spot Anda!” katanya.

    3. Doggy style

    Posisi doggy style juga bisa dicoba. Posisi merangkak di tempat tidur dengan punggung agak melengkung dan siku menopang badan akan membantu penis mencapai titik G-spot.

    “Memasukkan rangsangan klitoris eksternal, yang mungkin termasuk menggunakan vibrator untuk bantuan, dapat membantu,” katanya.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Hal yang Terjadi pada Miss V Jika Berhenti Bercinta, Nomor 3 Kerap Dialami

    Jakarta

    Bercinta memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh, baik secara fisik maupun mental. Mulai dari memperbaiki kualitas tidur hingga meningkatkan mood, bisa didapatkan dengan melakukan hubungan seks.

    Karenanya, jika seseorang memutuskan beristirahat dalam beberapa waktu untuk tak melakukan hubungan intim, terdapat sejumlah perubahan yang terjadi pada fisik. Salah satunya vagina. Dikutip dari Women Health, berikut penjelasannya.

    1. Elastisitas vagina berkurang

    “Vagina memiliki sifat yang elastis,” ungkap Dr Salena Zanotti, seorang Obstetri-Ginekolog di Avon Pointe Family Health Center di Avon, Ohio. Jika tidak digunakan dalam waktu yang lama, vagina mungkin menjadi sedikit lebih sempit.


    Akan tetapi, vagina akan kembali ke elastisitas aslinya pada wanita yang masih dalam usia pra menopause. Kondisi ini terjadi dikarenakan adanya hormon estrogen yang berperan penting dalam menjaga elastisitas dan pelumasan vagina.

    Wanita pra-menopause masih memproduksi estrogen dalam jumlah yang cukup, sehingga wanita tidak perlu khawatir mengalami kehilangan elastisitas secara permanen meskipun setelah jangka waktu yang lama tanpa berhubungan seks.

    Ketika seorang wanita berhenti melakukan hubungan seks, produksi pelumas alami pada vaginanya akan berkurang. Kondisi ini mengakibatkan vagina menjadi lebih kering dan akan memunculkan rasa tidak nyaman ketika melakukan aktivitas seksual.

    Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan pelumas pribadi, karena dapat membantu mengatasi masalah kekeringan vagina dan meningkatkan rasa nyaman saat berhubungan seksual.

    3. Penetrasi terasa kurang nyaman

    Setelah jeda berhubungan seks, kala berikutnya mungkin akan terasa kurang nyaman saat penetrasi.

    Dipercaya situasi ini terjadi karena faktor psikis, seperti rasa cemas dan tidak percaya diri. Maka dari itu, pastikan memiliki cukup waktu untuk foreplay sebelum penetrasi.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Sering Seks Bisa Bikin Miss V Longgar, Mitos atau Fakta?


    Jakarta

    Vagina yang longgar sering kali disalah artikan sebagai tanda kalau si wanita sering melakukan hubungan seks. Tak jarang, wanita yang memiliki miss v yang longgar dianggap sebagai wanita ‘nakal’.

    Tapi apa benar demikian? Apakah vagina longgar memang disebabkan terlalu sering berhubungan seks?

    Profesor klinis kebidanan dan ginekologi Mary Jane Minkin, MD, mengungkapkan vagina yang longgar ternyata tidak ada kaitannya dengan kebiasaan berhubungan seks. Ia menjelaskan vagina terdiri dari jaringan elastis yang dapat meregang dan tetap mempertahankan bentuk aslinya.


    “Meski vagina dapat meregang saat berhubungan seks untuk mengakomodasi penis atau mainan seks, ukurannya tidak akan berubah. Setelah berhubungan seks, otot-otot vagina berkontraksi dan kembali ke ukuran semula,” paparnya dikutip dari Insider, Minggu (25/6/2023).

    Jadi vagina yang longgar bukan berarti karena si wanita suka melakukan hubungan intim. Lantas, apa penyebabnya?

    Pakar ginekologi Alyssa Dweck, MD, menerangkan salah satu hal yang mempengaruhi kerapatan vagina adalah saat melakukah hubungan seks untuk yang pertama kali.

    “Karena sebelum berhubungan seks untuk yang pertama kali, vagina diselimuti membran tipis yang disebut hymen. Hymen robek secara natural ketika penetrasi terjadi, sehingga memudahkan penis atau objek lain masuk ke dalam vagina,” ungkapnya.

    Selain itu, Alyssa mengatakan vagina longgar juga bisa disebabkan oleh hal non-seks lainnya. Misalnya, karena melahirkan.

    Dia menjelaskan saat proses bersalin, kepala bayi akan menekan dinding bukaan pada vagina dan membuat ukurannya berubah secara permanen. Namun, vagina yang longgar akibat proses melahirkan bisa dikembalikan dengan melakukan latihan kegel.

    Kerapatan vagina juga akan berkurang secara natural seiring dengan pertambahan usia. Karena saat bertambah tua, vagina akan menjadi kering dan kehilangan elastisitasnya.

    “Kami menganjurkan agar mereka menggunakan pelembab untuk vaginanya, seperti yang dilakukan pada wajah, dua hingga tiga kali seminggu jika mengalami vagina kering saat menopause,” pungkasnya.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Biar Hubungan Makin Lengket, Perlu Berapa Kali ‘Jatah’ Bercinta Dalam Seminggu?


    Jakarta

    Sudah menjadi rahasia umum, aktivitas bercinta yang lancar adalah kunci untuk membangun hubungan yang rekat antara suami-istri. Lantas yang paling ideal, berapa kali sebaiknya pasangan bercinta dalam seminggu?

    Pada dasarnya, setiap pasangan bisa memiliki frekuensi seks yang berbeda. Misalnya dipengaruhi oleh kesibukan, atau sesimpel karena selera.

    Namun sebuah studi pada 2017 yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior mempelajari perilaku seksual lebih dari 26.000 orang dari tahun 1989 hingga 2014. Ditemukan bahwa rata-rata orang dewasa berhubungan seks 54 kali setahun, atau rata-rata seminggu sekali.


    Dalam hal ini, ‘seks’ dipahami sebagai istilah luas yang mencakup banyak tindakan seksual. Oleh karena itu, definisi dapat bervariasi dari orang ke orang.

    Meski hasil studi mengatakan seks umum dilakukan seminggu sekali, tetapi itu tidak berarti sebagai jumlah seks yang ideal untuk semua hubungan.

    “Meskipun mungkin ada seks ‘terlalu sedikit’ atau ‘terlalu banyak’, itu benar-benar subyektif dan bergantung pada pasangan,” ucap Christene Lozano, terapis seks.

    Ia mengatakan beberapa orang akan tetap merasa puas meski tidak berhubungan seks selama berbulan-bulan.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 7 Variasi Morning Sex dalam Sepekan, Pantang Mati Gaya di Hari Jumat


    Jakarta

    Kesibukan di pagi hari bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan morning sex. Meskipun kadang malas melakukan hal ini, berhubungan badan di pagi hari dapat melepaskan hormon oksitosin yang membuat tubuh merasa nyaman. Hormon ini pun mendorong seseorang untuk lebih semangat menjalani hari.

    Tak perlu posisi yang ribet, berikut adalah posisi morning sex yang simpel tetapi tetap menyenangkan.


    1. Spooning di hari Minggu

    Ini adalah posisi seks yang sempurna untuk dilakukan di pagi hari. Ketika bangun dengan posisi pasangan meringkuk di belakang, tak jarang ‘morning wood’ si dia sudah terbangun. Untuk itu, yang perlu dilakukan hanyalah merespons dengan memutar pinggul perempuan ke arah laki-laki.

    Jika khawatir dengan bau mulut yang tak sedap di pagi hari, posisi ini cocok karena tidak mengharuskan pasangan untuk saling berhadapan, tetapi akan tetap terasa mesra.

    2. Missionary di hari Senin

    Posisi ini cocok dilakukan jika masih mengantuk. Laki-laki akan melakukan penetrasi dari atas dan perempuan hanya perlu berbaring dan menikmatinya.

    Meskipun posisi ini sering diremehkan karena membosankan atau terlalu aman, faktanya misionaris adalah salah satu posisi seks yang paling serbaguna. Selain itu, melakukan posisi ini di pagi hari dapat membantu meregangkan tubuh di tempat tidur.

    3. Doggy Style di hari Selasa

    Jika mager, tidak perlu repot-repot untuk melakukan posisi merangkak. Cukup berbaring telentang dan biarkan pasangan masuk dari belakang.

    Seperti posisi spooning, posisi ini akan memberikan cukup ruang untuk terhindar dari masalah napas di pagi hari, terutama jika pasangan duduk dan menjauh sehingga mereka dapat menikmati indahnya punggung pasangan.

    Doggy style dapat memberikan tekanan lebih pada kandung kemih, jadi pastikan untuk mengosongkannya pada malam sebelumnya agar tidak mengganggu permainan seks.

    4. Rabu ‘happy-happy’ di kamar mandi

    Pasangan dapat menghemat waktu, dan air, di pagi hari dengan memasukan seks ke dalam rutinitas mandi pagi. Mandi bersama adalah cara yang seksi untuk memulai hari dan pasangan akan keluar dari kamar mandi dengan perasaan segar.

    Salah satu posisi terbaik untuk shower sex adalah saling berhadapan. Punggung pasangan perempuan akan menempel dengan tembok, sementara laki-laki akan menghadapnya.

    Jika tidak ingin berhadapan, penetrasi juga bisa dilakukan dari belakang. Seks oral juga cocok dilakukan di kamar mandi.

    Ssst… sabun yang wangi juga bisa menambah gairah pasutri saat sedang mandi bareng. Temukan DI SINI.

    5. Posisi T di hari Kamis

    Posisi T mirip dengan spooning. Pasangan laki-laki akan berbaring miring dan perempuan akan berbaring telentang dengan kaki di atas panggul sehingga laki-laki dapat memasuki dari bawah.

    Posisi ini mudah dan tidak memerlukan banyak usaha. Selain itu, posisi ini juga membuat pasangan tak perlu mengkhawatirkan napas di pagi hari. Posisi T juga ideal bagi mr p untuk menyentuh G-spot.

    6. Sumringah di hari Jumat

    Tak melulu dengan penetrasi, kenikmatan bercinta juga bisa didapat melalui oral sex. Membantu pasangan menurunkan ‘morning wood’ di pagi mungkin bisa membuatnya terbangun dengan wajah sumringah.

    7. Weekend ‘makan’ di dapur

    Di hari pekan, memasak sarapan bersama pasangan terdengar romantis. Lalu mengapa tidak menambahkannya dengan bercinta?

    Meja makan bisa berfungsi sebagai tempat untuk memulai permainan. Selain menyenangkan, berhubungan seks di tempat yang tidak biasa dapat membuat pasangan lebih bergairah.

    Satu tips ketika melakukan hal ini adalah dengan membuka tirai dan biarkan cahaya pagi masuk. Dengan begitu, pasangan dapat saling melihat kecantikan yang dimiliki. Cahaya pagi juga dapat membuat tubuh terlihat seksi dan segar.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Oh.. Ternyata Segini Durasi ‘Normal’ Bercinta yang Diam-diam Didambakan Pasutri


    Jakarta

    Saat akan melakukan hubungan seksual, mungkin timbul rasa ingin tahu berapa lama waktu normal seks bertahan? Atau, secara lebih spesifik, berapa lama penetrasi bisa dilakukan?

    Pertanyaan tersebut memfokuskan pada waktu normal ejakulasi, tetapi adakah penjelasan secara medis?

    Studi dari National Library of Medicine memperkirakan waktu rata-rata untuk ejakulasi pada populasi umum yang melibatkan 500 pasangan dari seluruh dunia dengan melakukan hubungan seks selama periode empat minggu. Hasilnya, terdapat variasi waktu yang sangat berbeda.


    Rata-rata waktu untuk setiap pasangan melakukan hubungan seks berkisar antara 33 detik hingga 44 menit. Memperlihatkan perbedaan hingga 80 kali lipat.

    Penelitian tersebut mengungkap bahwa tidak ada durasi ‘normal’ untuk berhubungan seks.

    Meskipun tidak ditemukan waktu yang ideal, satu studi pada tahun 2005 di Journal of Sexual Medicine meneliti sekelompok terapis seks tentang berapa lama seks harus bertahan.

    Pedoman mereka memisahkan seks menjadi empat kategori: cukup, terlalu singkat, terlalu lama, dan diinginkan. Mereka menilai seks dengan ejakulasi yang berlangsung 1-2 menit dikategorikan ‘terlalu singkat’, seks yang berlangsung 10-30 menit sebagai ‘terlalu lama’. Sementara itu, seks yang dikategorikan ‘cukup’ berlangsung selama 3-7 menit dan seks yang ‘normalnya’ diinginkan pasutri berlangsung selama 7-13 menit.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ternyata Ada Benarnya, Ukuran Mr P Bisa Dilihat dari Besar Hidung

    Jakarta

    Berbicara tentang ukuran penis, ada banyak teori yang mencoba memastikan faktor-faktor yang mungkin berkontribusi terhadap peningkatan atau penurunan ukuran penis.

    Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim Rumah Sakit Universitas Ulsan di Korea Selatan mendukung hasil penelitian di Jepang dari tahun 2021, menemukan bahwa panjang hidung berpengaruh terhadap besarnya ukuran penis.

    Pria dengan panjang hidung 4,5 cm memiliki rata-rata ukuran penis tidak ereksi 10 cm. Sedangkan, pria dengan hidung mencapai panjang 5,5 cm memiliki ukuran penis rata-rata 13,4 cm.


    Hasil studi ini melibatkan lebih dari 1.160 pria berusia 30-an, juga mendukung bahwa pria dengan kaki besar cenderung memiliki alat kelamin yang lebih lebar. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa efek yang sama terlihat pada pria dengan jari manis yang lebih panjang.

    Korelasi Terhadap Ukuran Penis

    “Ukuran hidung merupakan indikator penting dari ukuran penis. Dan lingkar penis meningkat dengan ukuran kaki,” ucap peneliti dr Sungwoo Hong.

    Para ilmuwan berpikir bahwa kondisi ini terjadi karena paparan tingkat testosteron yang lebih tinggi di dalam rahim. Hormon tersebut diketahui berperan penting dalam pembentukan hidung dan alat kelamin bayi laki-laki.

    Selain itu, genetika memainkan peran penting dalam menentukan ukuran penis. Namun, faktor lain, seperti hormon, lingkungan, dan nutrisi, juga bisa mempengaruhi ukuran penis.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Benarkah Posisi Seks Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi? Ini Faktanya

    Jakarta

    Pada dasarnya, jenis kelamin bayi ditentukan pada saat pembuahan oleh kombinasi kromosom X dan Y yang didapat bayi dari sel telur dan sperma. Sel telur memiliki satu kromosom X, dan sperma mengandung kromosom X atau Y, yang berarti jenis kelamin bayi ditentukan oleh sperma.

    Banyak spekulasi yang meyakini bahwa posisi seks yang berbeda menentukan sperma mana yang masuk ke dalam sel telur. Bagaimana faktanya?

    Apakah doggy style akan menentukan bayi laki-laki?


    Banyak orang percaya bahwa posisi seks yang menawarkan penetrasi dalam, seperti doggy style, akan menghasilkan bayi laki-laki. Pemikiran ini didasarkan pada “metode shettles”, yang menegaskan bahwa sperma laki-laki tidak bertahan hidup lebih lama dari sperma perempuan, artinya sperma laki-laki membutuhkan penetrasi yang dalam untuk dapat mencapai sel telur.

    Ahli uroginekologi dr Greenleaf di New Jersey Amerika Serikat membantah metode shettles ini. Posisi seks tidak dapat menentukan jenis kelamin bayi.

    “Ini benar-benar permainan untung-untungan,” kata Greenleaf.

    Jika wanita orgasme, apakah berarti akan punya anak perempuan?

    Spekulasi lain tentang jenis kelamin bayi adalah bahwa posisi seks apa pun yang membuat wanita orgasme bisa berarti akan memiliki anak perempuan.

    Faktanya, saat wanita orgasme, terjadi pergeseran keseimbangan pH yang membuat kondisi menjadi lebih asam, dan sperma pria tidak bisa bertahan seperti sperma wanita.

    “PH vagina bersifat asam pada 3,5-4,5,” jelas Greenleaf.

    “PH air mani lebih asam yaitu 7-8. Gairah seksual pada wanita meningkatkan pelumasan. Cairan ini berasal dari darah dan memiliki pH 7 sehingga membantu menetralkan pH vagina, membuat lingkungan lebih mendukung sperma. Memang benar bahwa sperma tidak bertahan dengan baik di lingkungan yang asam, tetapi gairah seksual dan orgasme membantu menciptakan lingkungan yang mendukung sperma.”

    Orgasme saat berhubungan seks dapat membantu pembuahan, tetapi tidak menentukan jenis kelamin bayi.

    Jadi, posisi seks tertentu tidak membantu untuk menentukan jenis kelamin bayi. Spekulasi yang berkembang terkait posisi seks hanya sebuah mitos dan tidak akurat secara faktual.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Cara Temukan Titik G-Spot, Bikin Sesi Bercinta Makin ‘Hot’


    Jakarta

    Merasa ‘enak’ saat bercinta ditambah dengan orgasme adalah impian setiap wanita. Untuk mencapai itu semua, mengetahui letak dan bermain dengan G-Spot adalah kunci penting memuaskan pasangan. Apa sih G-Spot itu?

    Dikutip dari Women’s Health, G-spot adalah zona sensitif seksual yang terletak di sepanjang saluran vagina. Jessica O’Reilly, PhD, seorang seksolog mengatakan letak G-spot cenderung cukup dangkal di dalam vagina.

    “Area tersebut bukanlah entitas anatomi yang berbeda, melainkan serangkaian jalur saraf sensitif dan jaringan yang biasanya dapat dirasakan melalui dinding bagian atas vagina,” jelas O’Reilly.


    “Ketika area itu ditekan (saat masturbasi atau bercinta), terasa enak karena terhubung dengan anatomi internal klitoris dan organ sekitarnya,” kata Shannon Chavez Qureshiz, PsyD, CST, psikolog berlisensi dan terapis seks asal Beverly Hills.

    Dalam tekstur dan kepadatan, G-spot biasanya terasa berbeda dari bagian liang vagina di sekitarnya. G-spot biasanya sedikit lebih lembut atau kenyal daripada jaringan di sekitarnya, terutama, saat sedang terangsang.

    Sama seperti jaringan genital lainnya, G-Spot akan terisi dengan darah saat terangsang yang mengubah kepadatannya.

    Bagaimana Cara Menemukan G-Spot?

    Berikut ini adalah 3 cara menemukan G-Spot pada wanita:

    1. Bangun mood yang baik

    Hal pertama adalah wanita ingin terangsang bahkan sebelum mencoba menemukan G-spot. Oleh sebab itu, bangun mood yang baik agar istri lebih mudah terangsang.

    “Mirip dengan penis yang sedang ereksi, G-Spot menjadi lebih besar saat terangsang, jadi Anda bisa merasa lebih baik saat terangsang,” ungkap Carolanne Marcantonio, LMSW, terapis seks senior.

    Ia merekomendasikan bagi pasutri untuk menciptakan suasana romantis untuk membangun mood. Nyalakan lilin, mainkan musik erotis favorit, dan biarkan fantasi menjadi liar.

    2. Tahu tempat mencarinya

    “G-spot terletak sekitar 2 inci (sekitar 5 cm) di dalam saluran vagina di dinding anterior,” kata Qureshiz. Itu adalah dinding yang lebih dekat ke perut, bukan bokong.

    Namun, perlu diingat bahwa anatomi tubuh setiap wanita berbeda sehingga tidak ada letak G-Spot yang sama satu dengan yang lainnya. Pasutri mungkin perlu masuk lebih dalam untuk menemukannya. Gerakkan jari ke kiri, kanan, atau ubah sudut jari untuk menemukannya.

    3. Mencari dengan jari

    O’Reilly merekomendasikan untuk mencoba menemukan G-spot dengan jari (bukan mainan seks) pada upaya pertama. Hal ini bermanfaat agar pasutri dapat menggunakan sensasi sentuhan tekstur untuk membantu menemukannya.

    “Gulung satu atau dua jari ke dalam vagina dan tekan ke atas, ke arah perut,” tutur O’Reilly.

    “Bereksperimenlah dengan menggunakan ritme dan tekanan yang berbeda seperti yang dilakukan saat bercinta,” sarannya.

    Jika sudah berhasil menemukan G-Spot dan terasa enak, tingkatkan ritme dan ciptakan banyak gesekan saat melanjutkan untuk meningkatkan peluang orgasme. Beberapa wanita melaporkan orgasme G-spot terasa lebih penuh, intens, dan emosional daripada jenis klitoris.

    “Merangsang area tersebut akan menciptakan sensasi jika itu adalah titik panas bagi Anda. Beberapa orang menggambarkan perasaan hangat dan memerah di seluruh alat kelamin dan tubuh mereka. Yang lain mengatakan mereka menjadi jauh lebih basah,” kata Yvonne Fulbright, PhD, edukator seks.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Kenapa saat Berhubungan Intim Keluar Darah? Ini Kemungkinan Pemicunya


    Jakarta

    Kala bercinta, pendarahan bisa dialami oleh sejumlah wanita. Hal ini seringkali membuat banyak wanita khawatir, terutama bila sumber darah tersebut bukan dari menstruasi. Banyak yang kerap mempertanyakan kenapa saat berhubungan intim keluar darah dan apakah hal ini ada kaitannya dengan penyaki tertentu? Berikut penjelasannya.

    Dikutip dari Healthline, pada dasarnya pendarahan pada vagina saat atau setelah berhubungan seks merupakan hal yang banyak terjadi. Pendarahan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi vagina yang kering, sobekan pada vagina, infeksi, atau pertumbuhan pada uterus, termasuk pertumbuhan sel kanker atau polip.

    Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin menjadi pemicu saat berhubungan intim keluar darah.


    1. Vagina kering

    Berbagai faktor bisa membuat vagina menjadi kering, salah satunya akibat dari perubahan hormon yang dialami oleh wanita setelah melahirkan, menyusui, atau wanita yang memasuki fase menopause. Selain itu, gesekan dari penetrasi yang dilakukan sebelum ereksi juga bisa menyebabkan luka pada vagina.

    Di luar itu, kemoterapi juga bisa merusak ovarium sehingga tidak lagi memproduksi hormon estrogen dan progesteron yang juga bisa menyebabkan vagina menjadi kering.

    Berhubungan seks saat vagina dalam kondisi kering bisa menimbulkan robekan pada jaringan vagina yang tergolong sensitif. Hal ini bisa membuat terjadinya pendarahan dan menimbulkan rasa sakit saat bercinta.

    2. Kontrasepsi

    Kontrasepsi hormonal juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya pendarahan saat berhubungan seks. Hal ini tergolong normal, terutama saat baru mulai menggunakan atau menggunakan kontrasepsi dalam bentuk alat yang ditanamkan dalam rahim, seperti intrauterine hormonal device (IUD) atau implan. Seiring dengan tubuh yang mulai menyesuaikan, umumnya pendarahan akan berhenti dengan sendirinya.

    Selain itu, beberapa jenis kontrasepsi juga bisa memicu kondisi vagina yang kering. Hal ini juga bisa menyebabkan gesekan yang membuat luka pada vagina sehingga terjadi pendarahan.

    3. Infeksi menular seksual (IMS)

    Beberapa jenis infeksi menular seksual bisa menimbulkan pendarahan, terutama setelah seks. Terlebih jika infeksi ini menyebabkan peradangan atau pembengkakan pada area serviks atau leher rahim yang disebut sebagai servisitis.

    Infeksi menular seksual lainnya, seperti klamidia, gonore, herpes, dan trikomoniasis juga bisa menyebabkan iritasi pada serviks yang juga bisa memicu kondisi servisitis.

    Gonore dan klamidia bisa memicu terjadinya radang panggul yang juga bisa menimbulkan pendarahan di antara masa menstruasi, pendarahan saat seks, rasa sakit pada pinggul, dan keputihan atau bau yang tidak biasa. Bahkan, bila tidak diobati, kondisi ini juga bisa menyebabkan infertilitas atau ketidaksuburan.

    4. Polip

    Polip yang tumbuh pada area serviks atau di dalam uterus bisa menyebabkan pendarahan akibat gesekan yang terjadi ketika berhubungan seksual.

    5. Vaginosis bakterialis atau infeksi jamur

    Segala jenis infeksi bisa menyebabkan peradangan dan iritasi pada vagina yang bisa menyebabkan pendarahan. Salah satunya adalah vaginosis bakterialis atau infeksi jamur yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang berlebih.

    6. Kanker serviks

    Pendarahan saat atau setelah seks adalah salah satu gejala utama yang dialami oleh pengidap kanker serviks. Namun, umumnya pendarahan yang disebabkan oleh kanker serviks ini tergolong ringan dan tidak menimbulkan rasa sakit. Pendarahan bisa terjadi akibat gesekan dari aktivitas seksual yang menimbulkan iritasi pada jaringan vagina.

    Pada dasarnya, pendarahan saat seks bukan merupakan kondisi yang berbahaya. Namun, bila pendarahan ini terus terjadi dan menimbulkan rasa sakit, segera konsultasikan pada dokter untuk mengetahui dengan pasti penyebab kenapa saat berhubungan intim keluar darah.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy