Tag: seller

  • 56 Brand Hijab, Busana Muslim hingga Baju Anak Hadir di GlamLocal Diskon 70%

    Jakarta

    Acara bazar hijab dan busana muslim GlamLocal kembali hadir. Kali ini ada 56 brand hijab dan busana muslim yang memberikan penawaran menarik.

    Wolipop sampai di acara bazar GlamLocal yang kali ini digelar di West Mall Grand Indonesia, Exhibition Hall Lantai 5. Acara ini diadakan sejak 24 Juli hingga 28 Juli 2024, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

    Adela Umayrra sebagai salah satu penggagas GlamLocal menuturkan GlamLocal kali ini ada early entrance untuk pengguna BNI. Pada bazar GlamLocal ini, bertabur diskon hingga 80%.


    Bazar hijab dan busana muslim GlamLocal yang kali ini digelar di West Mall Grand Indonesia, Exhibition Hall Lantai 5. Acara ini diadakan sejak 24 Juli hingga 28 Juli 2024. Mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.Bazar hijab dan busana muslim GlamLocal yang kali ini digelar di West Mall Grand Indonesia, Exhibition Hall Lantai 5. Acara ini diadakan sejak 24 Juli hingga 28 Juli 2024. Mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    “Ada 56 brand hijab, baju, celana, daily wear, sepatu dan aksesori. Persiapannya excited karena terakhir event itu April dan kurang lebih tiga bulan kan nggak ada acara. Ada brand yang jual harga serba Rp 19 Ribu sampai diskon up to 70-80%,” kata Adel.

    Bazar hijab dan busana muslim GlamLocal yang kali ini digelar di West Mall Grand Indonesia, Exhibition Hall Lantai 5. Acara ini diadakan sejak 24 Juli hingga 28 Juli 2024. Mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.Bazar hijab dan busana muslim GlamLocal yang kali ini digelar di West Mall Grand Indonesia, Exhibition Hall Lantai 5. Acara ini diadakan sejak 24 Juli hingga 28 Juli 2024. Mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Adel menuturkan GlamLocal mendengarkan feedback dari pengunjung dan tenant. Oleh karena itu agar tidak terlalu padat di area bazar, ada pembatasan kapasitas, sehigga pengunjung harus masuk bergantian.

    Diskon di Bazar GlamLocal

    Kamu bisa menemukan aneka koleksi hijab mulai dari hijab polos dan motif di bazar GlamLocal. Ada juga hijab pashmina dan segi empat. Busana muslim pun banyak pilihan di bazar GlamLocal, mulai dari blouse, tunik, dress, dan lainnya.

    Ratna sebagai pendiri dari Khalewale menjelaskan produk yang ditawarkan di bazar GlamLocal.” Aku bawa banyak produk best seller khusus untuk acara ini dalam warna-warna baru yang belum keluar sama sekali di online. Ini first launching warna terbaru dari produk kita,” jelasnya.

    Ratna menyebutkan koleksi dress dan hijab instan Khlewale harganya Rp 90 Ribu hingga Rp 375 Ribu. Bahannya menggunakan kaus yang nyaman untuk dipakai sehari-hari.

    “Persiapan acara ini sekitar satu bulan yang lalu. Karena Khalewale dari Malang jadi spesial banget buat persiapan stok untuk bazar kali,” ujarnya.

    Vanilla Hijab menjual blouse Rp 100 Ribu dan ada potongan harga dress Rp 350 Ribu. Kamu hanya bisa mendapatkan harga menarik ini selama bazar GlamLocal.

    Amatestola menyediakan koleksi dengan harga promo dari Rp 195 Ribu menjadi Rp 155 Ribu. Ada koleksi blouse harga Rp 285 Ribu dan kemeja Rp 295 Ribu.

    Haideeorlin banting harga hingga 70%, Mayoutfit juga ada program tebus murah mulai dari Rp 59 Ribu dan launching produk terbaru. Sedangkan brand Elita menawarkan harga Rp 100 ribu bisa mendapatkan empat hijab.

    Tak hanya brand dewasa, ada juga brand anak-anak di bazar GlamLocal. Salah satunya Alzena Kids Moslem banting harga dari Rp 225 Ribu menjadi Rp 125 Ribu. Brand Sabine & Heem menjual barang di bawah Rp 100 Ribu kamu bisa mendapatkan kaus, sweater dan celana.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Hijabers Ini Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Daster, Awalnya Jual Pulsa

    Jakarta

    Devi Septrianingsih, seorang hijabers inspiratif, membuktikan bahwa ketekunan dan keberanian untuk mencoba bisa membawa kesuksesan. Berawal dari berbagai usaha kecil-kecilan seperti menjual cupcake dan pulsa, kini ia berhasil membangun bisnis busana rumahan-daster dan piyama print-yang laris manis di pasaran.

    Wanita kelahiran 28 september 1991 ini mengaku memulai semuanya dari nol, tanpa gengsi mencoba berbagai jenis usaha. Latar belakang keluarga yang sederhana membuatnya terbiasa berjuang sendiri sejak muda. Ia percaya bahwa asal dijalani dengan niat dan usaha sungguh-sungguh, setiap peluang bisa mendatangkan hasil. Kini, produk-produknya tidak hanya dikenal karena motif yang menarik, tapi juga karena kualitas yang terus ia jaga.

    “Pertama banget jualan itu cupcake, pulsa, jualan apa saja yang bisa dijual. Karena aku berasal dari orang yang berada, jadi kita lakukan sebisa mungkin jualan yang bisa menghasilkan uang,” ungkap Devi Septrianingsih saat ditemui Wolipop di acara Srawungayu Koncoturu di Rise n Roll Cake, Jakarta Timur, Minggu (10/8/2025).


    .

    Foto Devi Septrianingsih pemilik brand Deav Hijab dan Koncoturu.Foto Devi Septrianingsih pemilik brand Deav Hijab dan Koncoturu. Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    Kemudian, Devi beralih menjual tanktop dan baju lengan pendek. Saat mulai hijrah dan berhijab, Devi Septrianingsih menjual hijab.

    “Awalnya dari pre order (produk) dari Tanah Abang. Jualan hijab itu oke ya sudah punya market. Jualan awal aku di Twitter, pertama di Blackberry dan langsung ke Instagram. Aku terus bangun Deav Hijab, awalnya juga bukan Deav namanya lalu re-branding,” tuturnya.

    Setelah Deav Hijab mulai berjalan, ia berpikir untuk membuat koleksi baju tidur dengan target market yang berbeda dengan Deav Hijab. Ia lalu membuat brand baru dengan nama Koncoturu.

    Foto koleksi Koncoturu saat acara Srawungayu Koncoturu berlangsung di Rise & Roll Cake, Jakarta Timur (10/8/2025).Foto Devi Septrianingsih. Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    “Masya Allah ternyata banyak banget yang butuh piyama dan daster sekitar tahun 2021 pas pandemi. Dulu sistemnya pre order, kalau sekarang sudah ready stock terus. Alhamdulillah malah semakin meningkat,” jelasnya haru.

    Modal awal, Devi mengaku mendapatkan subsidi dari brand sebelumnya Deav Hijab. Pada awal merintis brand Koncoturu, Devi membuka pemesanan setiap awal bulan.

    “Biasanya stok 100 piece untuk awal dan habis semua dalam waktu beberapa menit. Range harga bukan yang murah-murah gitu Rp 75 Ribu awalnya piyama Rp 150 Ribu dan busui friendly. Ada bukaan di samping dada kanan dan kiri. Kita marketnya itu untuk wanita yang sudah menikah dan ibu menyusui,” kisah Devi.

    Devi Septrianingsih yang membangun brand daster wanira yang berkualitas. Suasana produksi brand Koncoturu.Devi Septrianingsih yang membangun brand daster wanira yang berkualitas. Suasana produksi brand Koncoturu. Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    “Pertama banget aku mencoba dua size, sampai akhirnya sudah roll-rollan. Daster aja dulu awal tiga pieces per motif. Aku beli meteran yang penting motifnya aku suka dan tambahin lace. Kita jual dengan model yang ada dan tidak pakai model, flatlay biasa aja, tanpa perlu dipakai model,” lanjutnya lagi.

    Menciptakan baju daster, Devi tidak mengeluarkan koleksi setiap saat. Ia hanya membuat produk yang seriesnya laris manis di pasaran.

    “Kita hanya punya 6-7 produk sampai saat ini. Dari awal terbentuk. Alhamdulillah best seller banget, karena kita fokus untuk busui,” saut Devi.

    Bahan yang ia gunakan dari berbagai pusat kain lokal yang berada di Pasar Cipadu, Tanah Abang dan Bandung. “Aku tidak mencari motif dan pilih-pilih motif juga. Di Koncoturu motifnya tidak ada yang norak. Sudah terfilter motifnya,” jelasnya.

    Foto Devi Septrianingsih pemilik brand Deav Hijab dan Koncoturu.Foto Devi Septrianingsih pemilik brand Deav Hijab dan Koncoturu. Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    Berawal dari dua orang saat membentuk Koncoturu, kini Devi memiliki enam orang karyawan yang bekerja di kantor dan sembilan penjahit. Ada juga freelance lainnya. Koleksi daster Koncoturu dijual dengan harga mulai dari Rp 95 Ribu dan piyama Rp 195 Ribu.

    “Terakhir omzetnya Rp 250 Juta per bulan. Kalau Deav beda seasonnya, dia naik di Ramadan dan Lebaran. Alhamdulillah ada Koncoturu jadi bisa subsidi,” ucap Devi.

    Di pasaran beredar koleksi daster wanita dengan harga yang murah meria, Devi mengaku tak takut dengan persaingan harga. Dia meyakini memiliki produk daster yang berkualitas.

    “Kalau kita selalu selipin lace, ada piyama baru juga lacenya. Kita itu identik dengan baju busui, ada resleting yang berkualitas,” tutur Devi.

    Intimate Event untuk Pelanggan Setia

    Foto Devi Septrianingsih pemilik brand Deav Hijab dan Koncoturu.Foto suasana acara intimate event bertajuk Srawungayu Koncoturu. Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    Alumnus Universitas Gunadarma, Fakultas Teknik Industri, Jurusan Teknik Informatika ini mengucapkan rasa terima kasih dengan cara membuat intimate event Koncoturu yang bertajuk Srawungayu Koncoturu pada Minggu (10/8/2025). Ia mengundang pelanggan setia Koncoturu, Influencer, sesama pemilik usaha hijab dan modest.

    “Acara perdana Koncoturu bahkan Deav Hijab belum pernah bikin acara. Aku mau bikin daster dan bisa keren juga lho. Aku ingin membuktikan itu dan memperkenalkan brand Koncoturu,” jelas Devi.

    Acara tersebut memperkenalkan beragam koleksi Koncoturu yang laris manis di pasaran. Seluruh tamu undangan yang hadir menggunakan koleksi Koncoturu.

    Foto koleksi Koncoturu saat acara Srawungayu Koncoturu berlangsung di Rise & Roll Cake, Jakarta Timur (10/8/2025).Foto koleksi Koncoturu saat acara Srawungayu Koncoturu berlangsung di Rise & Roll Cake, Jakarta Timur (10/8/2025). Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    Ada juga kegiatan pottery clas bersama Titik Semesta yang membuat suasana semakin hangat. Devi menuturkan acara seperti ini akan ia adakan kembali secara berkala tiga bulan hingga enam bulan ke depan.

    “Harapannya yang datang bisa lebih kenal dengan Koncoturu. Aku ingin brand ini tidak dipandang daster kok mahal banget? Semua tidak hanya harga, daster ini kan kualitasnya bagus dan ingin mendongkrak stigma jika daster itu murah lewat kualitas,” pungkasnya.

    Foto koleksi Koncoturu saat acara Srawungayu Koncoturu berlangsung di Rise & Roll Cake, Jakarta Timur (10/8/2025).Foto koleksi Koncoturu saat acara Srawungayu Koncoturu berlangsung di Rise & Roll Cake, Jakarta Timur (10/8/2025). Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Craftofe, Kopi Durian dan Galeri Seni Jadi Satu



    Jakarta

    Usaha kedai kopi menjadi tren belakangan ini. Kalau yang lain berakhir di pandemi, kedai kopi ini malah tenar.

    Adalah Craftote, sebuah galeri yang menjadi satu dengan kedai kopi di jalan Tomang Rawa Kepa No.37, Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

    Menariknya, Craftote tidak hanya memberikan suasana nyaman dan unik untuk nongkrong. Thio Siujinata (50) dan Rika Chistina membangun usaha pada 2020 itu untuk membuka lapangan kerja.


    “Sekitar 2019, menjelang pandemi awal-awal itu, kita suka bantu panti asuhan di Bintaro, namanya Abimata,” kata Thio pada Selasa (4/2).

    Setiap hari, Thio menjual barang secara online, mulai dari mainan sampai frozen food. Koneksinya dengan panti asuhan juga semakin erat karena kerap memberikan bantuan di sana.

    Suatu ketika, pemilik panti asuhan bertanya apakah Thio dan Rika memiliki koneksi untuk menyalurkan anak-anak panti asuhan yang sudah lulus sekolah. Thio mengakui bahwa anak-anak tersebut memiliki nilai dan bakat yang tak bisa dipandang sebelah mata.

    CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

    “Istri kepikiran, ‘eh kita bikin usaha yuk, karyawannya anak panti asuhan’. Saya bilang that’s a good idea gitu,” dia menambahkan.

    Ide itu betul-betul diwujudkan. Thio dan Rika dibantu dengan salah seorang keluarga membuka jalan bagi anak-anak panti asuhan itu.

    Thio menggabungkan kepiawaiannya dengan tempat berkumpul. Thio seorang lulusan seni rupa dari Institut Kesenian Jakarta memadukan seni kriya dengan kedai kopi. Soal namanya, Thio tidak bisa melupakan pesan saudaranya yang meminta agar dia memakai brand sendiri.

    Hingga kemudian, perpaduan kecintaannya akan seni kriya, kopi, dan pesan agar memiliki brand sendiri, serta upaya untuk membantu membuka lapangan pekerjaan bagi penghuni panti asuhan itu terwujud dalam Craftote.

    Craft artinya kerajinan tangan dan tote artinya dijinjing, sehingga Craftote berarti bisnis kesenian yang bisa dibeli langsung oleh konsumen. Crafttote berdiri pada Mei 2021.

    CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

    Bagi pebisnis, permulaan adalah yang terberat. Itu pula yang dirasakan Thio. Ia memulai usaha dengan pendanaan pribadi dengan jumlah yang tentu saja terbatas.

    Craftote menjual produk-produk rumah tangga yang terbuat dari bahan ramah lingkungan, seperti pelepah pisang, bambu sampai eceng gondok. Ia dibantu oleh perajin-perajin di banyak desa, ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

    Putar otak, Thio akhirnya menemukan solusi dengan sumber dana tambahan, kedai kopi. Craftote kemudian menjadi sebuah kedai kopi yang berada di dalam galeri, ini mengapa suasana tempat itu terasa nyeni dan memanjakan mata.

    “Kita bikin kopi untuk uang cepat, sementara galeri untuk uang besar,” kata dia.

    CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

    Craftote yang berada di pinggir jalan itu, mulai ramai oleh pengunjung. Popularitas Craftote bahkan tersiar sampai ke Direktur UMKM Bank Bri saat itu. Thio tentu saja kaget, ia bahkan masih ingat dengan jelas hari itu adalah Kamis.

    “Besoknya (Jumat) beliau datang lagi bersama tim, foto-foto. Saya pikir ‘enggak papalah kan namanya kostumer’,” ujar Thio sambil mengekspresikan kebingungannya saat itu.

    Sebelum pulang, ia mendapat tantangan dari Bank BRI berupa konsistensi dalam usaha. Jika Craftote dapat mempertahankan produk yang dihasilkan maka Bank BRI akan menghadiahkan kedai kedua di Rumah BUMN Jakarta.

    Tantangan itu membuatnya termotivasi, ia menyebut kata ‘nothing to lose‘ untuk menggambarkan perasaannya yang campur aduk saat itu.

    Waktu berlalu, tanggal pengumuman pemenang dari Bank BRI sudah tiba yaitu 1 Desember 2021. Kebahagiaan masih terlihat di wajahnya setiap kali teringat momen kemenangan itu. Namun sesaat mimiknya berganti serius selaras dengan perubahan perasaan.

    “Setelah diumumkan menang, kita diberitahu bahwa opening kedai itu tanggal 15 Desember, tapi baru masuk ke sana tanggal 13. Wah, cepet banget, dalam dua hari bikin coffee shop, itu dewa banget tuh ,” katanya.

    Singkat cerita, Craftote laris manis. Dari dua kedai beranak menjadi empat, lokasinya di Post Blok dan Rumah Sakit Pelni. Thio sendiri tak menyangka bahwa kedai kopinya akan laku keras di masa-masa pandemi, bahkan ia menyebut bahwa usahanya itu ‘kebablasan’.

    CraftoteBianca, pengunjung Craftote (Bonauli/detikcom)

    Bianca (38), ibu dua anak, menjadi salah satu pelanggan setia Craftote. Ia bercerita bahwa dirinya kerap nongkrong selagi menunggu anaknya pulang sekolah.

    “Rumah saya kebetulan di seberang sini, enak di sini suasananya tenang dan unik,” Bianca melontarkan pujian.

    Bayangkan saja, kedai kopi itu lebih mirip galeri seni daripada tempat nongkrong. Lampu-lampunya estetik dari bahan ramah lingkungan yang didesain sendiri oleh Thio, mejanya dari bekas kaki mesin jahit. Tak ada alasan untuk tidak jatuh cinta pada Craftote.

    Menu andalannya berupa kopi durian. Thio ingin agar konsumennya tetap sehat, ia pun menggunakan resep yang terbilang unik. Bukan cuma durian, kopi-kopi lainnya juga diracik dengan buah-buahan lain seperti buah naga dan stroberi. Rasanya di luar dugaan, sangat nikmat dan ringan. Harganya Rp 45 per gelas.

    CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

    Peran BRI untuk Craftote

    Selama ikut dan aktif di Rumah BUMN, Thio mengaku mendapat banyak sekali manfaat. Ia mendapat berbagai pelatihan yang menunjang usahanya. Mulai dari pelatihan manajemen sampai digitalisasi.

    “Bermanfaat sekali ikut Rumah BUMN,” senyum merekah di wajahnya.

    Tiap kali mengingat perjalanan bersama BRI, Thio menunjukkan ekspresi yang bahagia. Berkali-kali ia mengucapkan terima kasih kepada BRI.

    “Sangat, sangat berterima kasih kepada BRI,” kata dia.

    Thio juga mengajukan pinjaman KUR kepada BRI dengan jumlah Rp 100 juta. Saat ini Craftote memiliki omzet Rp 50 juta per bulan.

    Jajang Rohmana (23), fasilitator dari Rumah BUMN Jakarta, menyebut bahwa Craftote adalah UMKM Best Seller, artinya badan usaha ini memiliki produk yang diminati oleh masyarakat.

    Kalau dulu Thio menjadi peserta pelatihan UMKM, kini ia kerap diundang sebagai narasumber untuk pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Jajang berkata bahwa kehadiran Thio menjadi penyemangat bagi UMKM yang sedang berjuang untuk maju.

    “Harapannya dengan menghadirkan Craftote sebagai narasumber mereka biar jadi termotivasi buat belajar dan ikut pelatihan,” ujar dia.

    (bnl/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 5 Cara Belanja Online Aman dan Menghindari Penipuan

    Jakarta

    Seiring dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan layanan digital, kejahatan siber terus mengintai. Ada tips cerdas yang bisa dilakukan agar tidak jadi korban penipuan online.

    Tak hanya mengintai transaksi jual-beli online, penipuan ini juga menyasar berbagai interaksi online lainnya di tengah masyarakat. Modusnya pun beragam, mulai dari uang untuk klaim hadiah undian, menaikkan rating toko atau marketplace, hingga iming-iming investasi dengan keuntungan di luar logika yang bisa membuat konsumen terlena.

    Blibli yang merupakan e-commerce Indonesia membagikan lima tips cerdas dan mudah diterapkan masyarakat agar tidak jadi korban penipuan online.


    1. Jangan pernah transfer uang kepada orang tidak/baru dikenal

    Ketika memutuskan bertemu tatap muka dengan orang yang baru dikenal secara daring, atau istilahnya ‘kopi darat’, pastikan tidak membahas terlalu jauh hingga urusan pribadi, apalagi sampai mengiyakan untuk transfer perbankan.

    Begitupun saat belanja online, jangan pernah mengiyakan permintaan transfer ke nomor rekening yang tidak dikenal, meskipun nama yang tertera di rekening sama atau berbeda dengan nama yang diakui penjual.

    Berbeda dengan transaksi melalui kanal pembayaran di e-commerce, dana yang ditransfer langsung ke rekening pribadi dan tidak dikenal, tidak bisa dibatalkan, apalagi ditarik kembali. Untuk itu, pastikan pembayaran hanya dilakukan melalui kanal-kanal payment resmi dan terverifikasi.

    Jika perlu, cek kredibilitas nomor rekening yang dituju dalam transaksi online lewat verifikasi di situs CekRekening.id milik Kemkominfo RI.

    2. Hindari berkomunikasi dengan seller di luar fitur chat yang disediakan marketplace

    Demi keamanan saat belanja di marketplace, hindari berkomunikasi dengan seller secara personal lewat platform lain, apalagi jika diminta mentransfer pembayaran ke rekening pribadi seseorang.

    Waspada juga terhadap nomor WhatsApp (WA) tidak dikenal yang mengatasnamakan Blibli, termasuk menghindari perintah mengklik sebuah tautan yang biasanya berisi scam. Mengecek nomor telepon tidak dikenal via aplikasi pengidentifikasi kontak juga bisa jadi solusi cerdas terhindar dari penipuan online.

    3. Transaksi belanja online secara penuh hanya via marketplace atau e-commerce resmi

    Hindari melakukan transaksi belanja online di luar aplikasi-aplikasi yang terverifikasi pada app market di masing-masing sistem operasi. Contohnya, di Blibli, seluruh layanan hanya ditawarkan lewat situs resmi Blibli dan aplikasi yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS dari platform download resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store. Jika menemukan link menyerupai domain Blibli seperti blibli8.vip, blibli7.xyz, maka bisa dipastikan adalah penipuan.

    4. Baca teliti deskripsi transaksi online dan rangkuman biaya yang akan dibayarkan

    Saat bertransaksi online, pastikan membaca dengan seksama seluruh detail deskripsinya, termasuk rangkuman biaya dan tata cara pembayaran yang akan dilakukan.

    Jangan pernah detikers mentransfer pembayaran jika merasa ada kejanggalan pada nomor rekening tujuan, biaya tambahan yang tidak lazim, atau penggunaan tautan khusus yang mencurigakan. Khusus belanja online, biasanya toko bodong atau palsu menggunakan desain amatir, serta foto profil, logo, dan feed yang ala kadarnya.

    5. Waspadai nomor kontak palsu atau mencurigakan dengan verifikasi melalui saluran komunikasi resmi

    Seringkali karena ingin memastikan ketersediaan dan kualitas produk yang ingin dibeli, pelanggan berinisiatif mencari nomor kontak yang bisa dihubungi ataupun alamat toko yang bisa dikunjungi melalui mesin pencari.

    Pastikan keakuratan informasi dengan mengecek lokasi toko yang tercantum di platform. Juga, verifikasi nomor kontak toko dengan mengunjungi AduanNomor.id milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

    “Berbagai modus penipuan mengintai korban tanpa pandang bulu, sehingga siapapun dapat menjadi korbannya. Kita perlu terus waspada agar terhindar dari aksi tipu-tipu yang merugikan,” pungkas Blibli.

    (agt/fyk)



    Sumber : inet.detik.com