Tag: seminggu

  • Seberapa Sering Mengepel Lantai Dalam Seminggu? Begini Anjurannya



    Jakarta

    Mengepel lantai merupakan salah satu cara membersihkan rumah yang sering dipraktekkan. Umumnya mengepel lantai dilakukan setelah selesai menyapu.

    Lantai yang sudah bersih dari debu dan kotoran halus akan tambah bersih setelah dipel. Selain itu, larutan pembersih yang biasa dipakai saat mengepel juga mengandung anti bakterial dan bisa membuat lantai lebih wangi. Kondisi lantai setelah dipel akan jauh lebih bersih, kesat, tidak lengket apalagi licin, dan lebih nyaman untuk beraktivitas.

    Meskipun manfaat mengepel lantai benar-benar dapat membuat rumah bersih, beberapa orang terkadang melewatkan bagian ini dan merasa cukup dengan menyapu saja. Sebenarnya apakah mengepel itu kewajiban setiap selesai menyapu atau bisa dilakukan pada periode tertentu?


    Seberapa Sering Mengepel Lantai?

    Dilansir situs Angi, mengepel lantai boleh dilakukan kapan saja terutama saat dibutuhkan. Jadi tidak ada ketentuan khusus dan mengikat untuk melakukannya. Apabila lantai terlihat kotor dan tidak enak diinjak, itu merupakan sinyal jelas jika perlu dipel.

    Sinyal lainnya apabila rumah sedang kedatangan banyak tamu. Orang yang berasal dari luar biasanya membawa kotoran juga ke dalam rumah. Jejak kaki mereka yang sudah berapa jam di dalam sepatu dan sendal juga bisa membawa kotoran, bau, hingga jejak di lantai. Sebaiknya setelah tamu pergi langsung sapu dan pel lantai agar nyaman beraktivitas di dalam rumah.

    Apakah saat sendirian di rumah dan tidak melakukan banyak aktivitas, lantai boleh tidak dipel? Hal ini kembali lagi pada kebutuhan. Apakah penghuninya nyaman dengan kondisi lantai atau tidak. Namun, untuk memastikan rumah selalu bersih, ada baiknya mengepel lantai minimal sehari sekali. Terutama area yang sering kotor seperti dapur, halaman, dan kamar tidur.

    Meskipun lantai terlihat bersih, tidak ada bekas makanan, noda membandel, atau bau, lantai bisa jadi sangat kotor dari debu, kotoran hewan, atau jejak kaki.

    Itulah penjelasan mengenai seberapa sering harus mengepel lantai, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Frekuensi Bercinta Ideal untuk Pasutri, Sekali Seminggu Cukup Nggak Ya?


    Jakarta

    Frekuensi pasangan suami istri dalam berhubungan intim bisa sangat bervariasi. Hal ini memunculkan pertanyaan, sebenarnya seberapa sering frekuensi bercinta yang ‘sehat’ untuk pasangan suami istri?

    Dikutip dari Very Well Health, ada banyak sekali faktor yang dapat memengaruhi frekuensi bercinta pasutri. Beberapa di antaranya seperti usia, durasi hubungan, stres, kondisi hubungan emosional, hingga libido masing-masing individu.

    Sebuah survei yang diterbitkan pada tahun 2020 menemukan bahwa rata-rata frekuensi seksual menurut kelompok umur adalah sebagai berikut:


    • Usia 18-24: Sekitar 37 persen pria dan 52 persen wanita berhubungan seks setidaknya sekali seminggu.
    • Usia 25-34: Sekitar 50 persen pria dan 50 persen wanita berhubungan seks setidaknya sekali seminggu.
    • Usia 35-44: Sekitar 50 persen pria dan 53 persen wanita berhubungan seks setidaknya sekali seminggu.

    Hal tersebut menunjukkan frekuensi rata-rata kebanyakan berada di angka satu kali seminggu.

    Sebuah survei lain yang dilakukan pada tahun 1989 hingga 2014 menemukan adanya penurunan terbesar dalam frekuensi seksual dapat dilihat pada orang berusia 50-an. Satu studi lain di Dublin menemukan bahwa 75 persen orang berusia 50-64 tahun masih aktif secara seksual, dibandingkan dengan 23 persen orang berusia 75 tahun ke atas.

    Meskipun rata-rata melakukan hubungan intim sebanyak satu kali seminggu, tetap hal yang normal apabila pasangan berhubungan intim di bawah angka tersebut. Studi di Dublin juga mengungkapkan bahwa sebanyak 36 persen orang dewasa yang aktif secara seksual melakukan seks 1-2 kali dalam sebulan dan ‘hanya’ sebanyak 33 persen orang dewasa yang aktif secara seksual melakukan hubungan seksual sekali atau dua kali setiap minggu.

    Perlu diingat oleh setiap pasangan suami istri, bahwa kehidupan seks yang baik tidak ditentukan oleh seberapa sering mereka bercinta. Melainkan ditentukan oleh kepuasan bersama, keterbukaan komunikasi, keintiman emosional, dan keseimbangan dalam memuaskan satu sama lain dengan preferensi yang berbeda.

    Pada akhirnya, kehidupan seks yang sehat adalah tentang kepuasan dan kedekatan, bukan untuk mencapai target angka tertentu.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Seberapa Sering Pria Harus Keluarkan Sperma dalam Seminggu?


    Jakarta

    Ejakulasi sering menjadi topik yang dibicarakan seputar kesehatan seksual pria. Salah satu yang kerap menjadi pertanyaan apakah ada kaitan frekuensi ejakulasi dengan kesehatan pria.

    Adakah batasan dalam seminggu, seberapa sering pria harus mengeluarkan sperma? Penelitian menunjukkan ejakulasi tidak hanya memberikan kepuasan seksual, tetapi juga memiliki dampak positif bagi kesehatan.

    Dikutip dari laman Men’s Health, pria umumnya ejakulasi 21 kali dalam sebulan. Dalam studi yang diterbitkan di jurnal European Urology, lebih dari 31.000 pria terlibat dalam penelitian yang meminta mereka melaporkan frekuensi ejakulasi mereka.


    Hasilnya, pria yang ejakulasi lebih sering memiliki risiko lebih rendah terkena kanker prostat, bahkan hingga sepertiga lebih kecil.

    Penulis penelitian ini menyatakan bahwa mereka mengevaluasi hubungan antara frekuensi ejakulasi di usia dewasa dan khusus pada tren kanker prostat di Amerika Serikat. Meskipun tidak ada pedoman medis yang spesifik mengenai berapa kali pria harus berejakulasi, studi ini menekankan bahwa aktivitas seksual yang lebih sering, termasuk ejakulasi, dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan.

    Secara umum, ejakulasi yang sering dianggap aman, dan tidak ada jumlah pasti yang direkomendasikan.

    Dikutip dari laman Medical NewsToday, menunda ejakulasi malah berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan akibat penumpukan air mani di prostat dan vesikula seminalis.

    Berikut sederet manfaat dari ejakulasi:

    • Menurunkan tingkat stres melalui pengaruh pada hormon kortisol.
    • Meredakan rasa sakit melalui pelepasan hormon tertentu.
    • Meningkatkan kesehatan jantung.
    • Menurunkan tekanan darah melalui aktivitas fisik.
    • Memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi antibodi.
    • Meningkatkan kualitas tidur dengan melepaskan hormon prolaktin dan memperkuat hubungan intim dengan pasangan.

    Secara keseluruhan, meskipun tidak ada rekomendasi medis yang jelas tentang seberapa sering seorang pria harus berejakulasi, menjaga frekuensi yang sehat dapat memberikan berbagai manfaat penting. Ini tidak hanya membantu mengurangi risiko kanker prostat, tetapi juga berdampak positif pada kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy