Tag: semprot

  • Hati-hati Tanaman Bisa Mati Gegara Kutu Putih! Begini Cara Basminya


    Jakarta

    Pernahkah melihat noda atau serangga putih di tanaman? Kemungkinan besar itu adalah kutu putih, serangga perusak tanaman.

    Kutu putih suka meninggalkan residu putih pada tanaman. Hama ini biasanya muncul karena ada kadar nitrogen dan pertumbuhan lunak pada tanaman. Nah, kondisi itu bisa diakibatkan oleh pemberian pupuk yang terlalu banyak pada tanaman.

    Serangga putih tersebut juga tertarik dengan tanaman yang memiliki banyak sari buah karena itulah sumber makanan mereka. Contoh tanaman yang banyak sarinya seperti tanaman mangga dan jeruk.


    Penghuni rumah harus waspada kalau tanaman diserang kutu putih. Hama ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Lebih parahnya lagi, mereka bisa mematikan tanaman dengan cara mengisap sarinya.

    Sayang banget kalau tanaman kesayangan rusak karena kutu putih kan. Oleh karena itu, pemiliknya harus tahu cara membasminya.

    Jika tanaman sudah terlanjur diserang kutu putih, sebaiknya segera diatasi. Temukan cara membasmi kutu putih berikut ini.

    Cara Basmi Kutu Putih

    Inilah langkah-langkah untuk menghilangkan kutu putih pada tanaman, dilansir dari Martha Stewart dan The Spruce.

    1. Pangkas Sebagian Tanaman

    Cara mudah untuk membasmi kutu putih adalah memotong bagian tanaman yang terserang. Langkah tersebut cocok buat serangan kutu putih yang tergolong berat. Dengan begitu, pemilik juga mencegah kutu putih menyebar ke bagian lain.

    2. Siram Air

    Jika serangan kutu putih masih terbilang ringan, siram saja tanaman dengan air. Pegang tanaman di bawah keran, dan alirkan air pada bagian yang terserang kutu.

    3. Semprot Larutan Minyak Nimba

    Selain itu, pemilik bisa pakai larutan minyak nimba sebagai insektisida organik. Campurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 teh sabun cuci piring dan larutkan ke dalam air 3,7 liter. Tempatkan cairan tersebut di dalam botol semprot.

    Selanjutnya, semprotkan cairan insektisida itu ke tanaman yang terinfeksi kutu putih. Lakukan langkah ini di pagi dan sore hari. Jika belum teratasi, coba ulangi penyemprotan selama 1-2 minggu.

    4. Sebarkan Serangga Predator

    Cara lain bisa dengan menyebarkan serangga predator, seperti Tawon parasitoid (leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri. Mereka dapat membasmi kutu putih, tetapi prosesnya memakan waktu cukup lama.

    5. Semprot Cairan Anti Kutu Putih

    Pemilik juga bisa menyemprotkan cairan anti kutu putih selama beberapa hari. Cairan ini bisa dibuat dari bawang putih, bawang bombai, dan bubuk cabai.

    Blender bahan-bahan tersebut menjadi pasta lalu campurkan 1 liter air. Diamkan campuran tersebut selama satu jam, lalu saring dengan kain tipis. Tambahkan sabun cuci piring dan aduk hingga rata.

    Masukkan cairan tersebut ke dalam botol semprot. Setelah menyemprot, cairan ini bisa disimpan selama seminggu di kulkas.

    Itulah cara membasmi kutu putih di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cukup 4 Bahan Dapur Ini Untuk Atasi Noda Kuning di Lantai Kamar Mandi


    Jakarta

    Seiring penggunaan, lantai kamar mandi akan menguning, berkerak, dan bernoda. Jika tidak segera dibersihkan maka dapat mengganggu estetika serta berisiko membuat penghuni rumah terpeleset karena sangat licin.

    Pada umumnya, noda kuning di lantai kamar mandi disebabkan oleh produk pembersih dan perlengkapan mandi yang mengandung bahan kimia. Selain itu, kondisi air yang mengandung zat besi tinggi juga jadi pemicu lantai menguning.

    Untuk membersihkan noda kuning di lantai kamar mandi ternyata sangat mudah. Bahkan bisa pakai bahan dapur yang sederhana. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Bahan Dapur Ini Ampuh Atasi Noda Kuning di Lantai Kamar Mandi

    Agar nyaman saat digunakan, pastikan lantai kamar mandi disikat secara rutin agar tidak kotor dan menguning. Kalau sudah kotor, kamu dapat membersihkannya dengan sejumlah bahan-bahan sederhana.

    Dilansir situs Nobroker dan Cleanipedia, Senin (24/11/2025), berikut sejumlah bahan dapur yang bisa digunakan untuk mengatasi noda kuning lantai kamar mandi:

    1. Cuka

    Cuka mengandung asam yang dapat membantu menghilangkan jamur, lumut, serta noda kuning di lantai kamar mandi. Meski sifatnya asam, tetapi cuka tidak merusak permukaan keramik kamar mandi.

    Cara pakainya sangat mudah, cukup campurkan air dan cuka dalam jumlah yang sama ke dalam wadah, lalu aduk sampai merata. Kemudian tuang ke lantai kamar mandi yang menguning dan gosok menggunakan sikat.

    Setelah digosok, bilas lantai kamar mandi dengan air bersih. Jika masih ada noda kuning, ulangi kembali langkah-langkah di atas.

    2. Soda Kue

    Soda kue (baking soda) bisa menjadi pilihan alternatif untuk membersihkan noda kuning di lantai kamar mandi. Sebab, soda kue dinilai ampuh untuk mengangkat kotoran yang menempel.

    Cara penggunaannya cukup dengan mencampur soda kue dan air secukupnya, lalu aduk hingga menjadi pasta. Agar lebih efektif bisa ditambahkan 2-3 tetes cuka ke dalam pasta soda kue.

    Setelah itu, oleskan pasta tadi ke lantai kamar mandi yang menguning dan biarkan semalaman. Esok harinya, bersihkan lantai dengan sikat sampai noda kuning menghilang.

    3. Garam

    Tidak hanya sebagai bumbu masak, garam juga disebut ampuh untuk mengatasi noda kuning di lantai kamar mandi. Selain itu, garam dikenal sebagai desinfektan yang sangat ampuh membunuh kuman dan jamur.

    Caranya cukup dengan membasahi seluruh lantai kamar mandi, terutama yang penuh noda kuning, kemudian taburkan garam yang cukup banyak secara merata. Tunggu selama 1-2 jam, lalu gosok dengan sikat atau spons. Jika sudah bersih, bilas lantai dengan air agar seluruh noda terangkat.

    4. Air Lemon

    Sama seperti cuka, kandungan asam pada air lemon disebut mampu mengangkat noda kuning di kamar mandi. Asam sitrat pada lemon juga bisa melarutkan kotoran, minyak, dan kerak yang menempel.

    Cukup mencampur lemon asli dan tambahkan sedikit air, lalu tuang ke dalam botol semprot. Sebelum digunakan, kocok terlebih dahulu agar lemon dan air tercampur rata.

    Semprotkan air lemon ke lantai kamar mandi yang menguning, lalu diamkan selama 10-15 menit agar lemon bereaksi. Setelah itu, gosok menggunakan sikat dan bilas lantai dengan air agar seluruh noda bisa terangkat.

    Itulah empat bahan dapur yang ternyata bisa mengangkat noda kuning di lantai kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Bersihkan Lumut dan Rumput yang Tumbuh di Sela Paving Block


    Jakarta

    Paving block adalah solusi populer untuk menciptakan jalan setapak ataupun area parkir di halaman rumah. Banyak orang berekspektasi ketika halaman rumah dipasangi paving akan terlihat bersih dan rapi. Namun, pemasangan paving berpotensi ditumbuhi lumut dan rumput liar yang mengganggu kebersihan dan kenyamanan.

    Lumut dan rumput liar kerap tumbuh di sela-sela paving. Tumbuhan ini dapat membuat permukaan paving menjadi tampak kusam dan tidak rapi.

    Lantas, apa sebenarnya penyebab lumut dan rumput liar muncul di paving? Dilansir dari situs NY Pavers, berikut beberapa penyebab lumut bisa muncul di sela-sela paving dan langkah-langkah praktis membuat paving tetap rapi dan bebas gangguan.


    Penyebab Lumut dan Rumput Liar Tumbuh di Celah Paving

    1. Biji Gulma

    Rumput liar tidak muncul di bawah paving, melainkan bijinya dibawa oleh angin, burung, ataupun hal-hal lainnya. Biji gulma tersebut kemudian mendarat di sambungan pasir di antara batu paving. Jika ada kelembapan dan sinar matahari yang cukup, biji ini akan tumbuh menjadi rumput.

    2. Lembap

    Sementara itu, lumut lebih menyukai kondisi gelap dan lembap. Area paving yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari atau memiliki drainase yang buruk, sangat rentan menjadi tempat tumbuhnya lumut.

    Cara Efektif Mengatasi dan Mencegah Lumut dan Rumput Liar

    NY Pavers menyarankan beberapa langkah pencegahan dan perawatan praktis agar celah paving tetap bersih dan tidak mudah ditumbuhi lumut atau rumput. Berikut beberapa caranya.

    1. Gunakan Pasir Polimer untuk Mengisi Celah

    Pasir polimer adalah campuran pasir halus yang mengandung bahan pengikat. Setelah disemprot air, pasir ini akan mengeras dan menciptakan sambungan yang kokoh. Hal ini membuat biji gulma sulit menancapkan akar di sela batu paving.

    Cara menggunakannya adalah dengan menyapukan pasir polimer ke celah paving, padatkan permukaan, lalu semprot dengan sedikit air untuk mengaktifkan bahan pengikat. Biarkan pasir mengering selama 24-48 jam. Setelah mengering, struktur paving akan lebih tahan dari erosi, lebih sulit dimasuki biji gulma, dan membantu mengurangi pertumbuhan lumut.

    2. Rutin Menyapu dan Membersihkan Paving

    Debu, daun, kotoran burung, dan serpihan organik lainnya dapat menumpuk di permukaan, dan celah paving. Hal ini berpotensi menyediakan tempat bagi biji gulma atau spora lumut untuk tumbuh.

    Paving block harus sering disapu setidaknya tiga hari sekali. Gunakan sapu lidi ataupun sapu ijuk yang keras agar celah-celah paving juga terjaga bersih. Sesekali juga bersihkan dengan air, siram menggunakan selang untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

    3. Perbaiki Drainase dan Buka Akses Sinar Matahari

    Karena lumut tumbuh subur di tempat lembap dan teduh, memperbaiki kondisi fisik lingkungan dapat mengurangi risiko pertumbuhan. Pangkas tanaman atau ranting di sekitar paving agar sinar matahari dapat masuk dengan baik dan sirkulasi udara lebih lega. Jika ada genangan air setelah hujan, pertimbangkan untuk memperbaiki kemiringan paving agar air bisa mengalir dengan lebih baik.

    4. Lapisi Paving dengan Lapisan Pelindung

    Tambahkan lapisan pelindung paving atau sealer paving agar dapat mencegah air meresap lebih banyak ke dalam celah karena lumut kurang bisa tumbuh di area yang kering. Lapisan ini juga mampu melemahkan kemampuan biji gulma untuk menancap di sambungan. Sebaiknya, pilih lapisan pelindung yang sesuai dengan jenis paving, misalnya matte, wet-look, atau natural finish, dan ulangi aplikasi setiap 2-3 tahun agar tetap efektif.

    5. Gunakan Penghambat Alami untuk Lumut dan Rumput Liar

    Jika pertumbuhan lumut ataupun rumput liar masih ringan, penghambat alami dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mencegahnya berkembang. Cara ini membantu menjaga area paving tetap bersih tanpa perlu menggunakan bahan kimia yang lebih kuat.

    6. Cuka Putih

    Campurkan cuka dengan air hingga merata. Setelah itu, semprotkan langsung pada gulma atau lumut saat cuaca kering dan cerah agar hasilnya lebih efektif

    7. Baking Soda

    Taburkan baking soda secara merata pada area yang ditumbuhi lumut. Biarkan selama beberapa hari hingga lumut mengering, lalu bersihkan dengan cara menyikat atau menyapu.

    8. Jadwalkan Pemeliharaan Awal dan Akhir Musim Hujan

    Sapu paving secara teratur untuk mencegah kotoran menumpuk dan menjadi media tumbuh lumut atau rumput liar. Periksa juga apakah ada celah yang longgar dan perlu diisi ulang, lalu pertimbangkan melakukan pelapisan ulang agar sambungan tetap rapat.

    Saat musim kemarau segera bersihkan daun, tanah, atau kotoran organik yang menumpuk. Pastikan saluran drainase tidak tersumbat, dan pangkas tanaman di sekitar paving agar area tetap mendapat cukup cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lumut dan rumput liar yang tumbuh di celah paving. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Simpel Agar Paving Rumah Bebas Lumut dan Rumput Liar



    Jakarta

    Paving adalah solusi populer untuk menciptakan jalan setapak ataupun area parkir di halaman rumah. Banyak orang berekspektasi ketika halaman rumah dipasangi paving, akan terlihat bersih dan rapi. Namun, meski sudah dipasangi paving, terkadang halaman rumah tetap diserbu oleh lumut dan rumput liar yang mengganggu kebersihan dan kenyamanan.

    Lumut dan rumput liar kerap tumbuh di sela-sela paving. Tumbuhan ini dapat membuat permukaan paving menjadi tampak kusam dan tidak rapi. Celah-celah paving dapat menjadi tempat ideal bagi lumut dan rumput liar untuk tumbuh.

    Lalu, apa yang sebenarnya menyebabkan lumut dan rumput liar muncul meski sudah dipaving? Dilansir dari situs NY Pavers, berikut beberapa penyebab lumut bisa muncul di sela-sela paving dan langkah-langkah praktis untuk memberantasnya sehingga membuat permukaan paving tetap rapi dan bebas gangguan.


    Penyebab Lumut dan Rumput Liar Bisa Tumbuh di Celah Paving

    Biji Gulma

    Rumput liar tidak muncul di bawah paving, melainkan bijinya dibawa oleh angin, burung, ataupun hal-hal lainnya. Biji gulma tersebut kemudian mendarat di sambungan pasir di antara batu paving. Jika ada kelembapan dan sinar matahari yang cukup, biji ini akan tumbuh menjadi rumput.

    Lumut

    Sementara itu, lumut lebih menyukai kondisi gelap dan lembap. Area paving yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari atau memiliki drainase yang buruk, sangat rentan menjadi tempat tumbuhnya lumut.

    Cara Efektif Mengatasi dan Mencegah Lumut dan Rumput Liar

    NY Pavers menyarankan beberapa langkah pencegahan dan perawatan praktis agar celah paving tetap bersih dan tidak mudah ditumbuhi lumut atau rumput. Berikut ini beberapa caranya.

    Gunakan Pasir Polimer untuk Mengisi Celah

    Pasir polimer adalah campuran pasir halus yang mengandung bahan pengikat. Setelah disemprot air, pasir ini akan mengeras dan menciptakan sambungan yang kokoh. Hal ini membuat biji gulma sulit menancapkan akar di sela batu paving.

    Cara pengaplikasiannya adalah dengan menyapukan pasir polimer ke celah paving, padatkan permukaan, lalu semprot dengan sedikit air untuk mengaktifkan bahan pengikat. Biarkan pasir mengering selama 24-48 jam. Setelah mengering, struktur paving akan lebih tahan erosi, lebih sulit dimasuki biji gulma, dan membantu mengurangi pertumbuhan lumut.

    Rutin Menyapu dan Membersihkan Paving

    Debu, daun, kotoran burung, dan serpihan organik lainnya dapat menumpuk di permukaan, dan celah paving. Hal ini menyediakan tempat bagi biji gulma atau spora lumut untuk tumbuh.

    Sapu daerah yang dipasangi paving setidaknya tiga hari sekali. Gunakan sapu lidi ataupun sapu ijuk yang keras agar celah-celah paving juga terjaga bersih. Sesekali juga bersihkan dengan air, siram menggunakan selang untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

    Perbaiki Drainase dan Tingkat Paparan Sinar Matahari

    Karena lumut tumbuh subur di tempat lembap dan teduh, memperbaiki kondisi fisik lingkungan dapat mengurangi risiko pertumbuhan. Pangkas tanaman atau ranting di sekitar paving agar sinar matahari dapat masuk dengan baik dan sirkulasi udara lebih lega. Jika ada genangan air setelah hujan, pertimbangkan untuk memperbaiki kemiringan paving agar air bisa mengalir dengan lebih baik.

    Lapisi Paving dengan Lapisan Pelindung

    Lapisan pelindung paving atau sealer paving dapat mencegah air meresap lebih banyak ke dalam celah, karena lumut kurang bisa tumbuh di area yang kering. Lapisan ini juga mampu melemahkan kemampuan biji gulma untuk menancap di sambungan. Sebaiknya, pilih lapisan pelindung yang sesuai dengan jenis paving, misalnya matte, wet-look, atau natural finish, dan ulangi aplikasi setiap 2-3 tahun agar tetap efektif.

    Gunakan Penghambat Alami untuk Lumut dan Rumput Liar

    Jika pertumbuhan lumut ataupun rumput liar masih ringan, penghambat alami dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mencegahnya berkembang. Cara ini membantu menjaga area paving tetap bersih tanpa perlu menggunakan bahan kimia yang lebih kuat.

    • Campurkan cuka dengan air hingga merata. Setelah itu, semprotkan langsung pada gulma atau lumut saat cuaca kering dan cerah agar hasilnya lebih efektif
    • Taburkan baking soda secara merata pada area yang ditumbuhi lumut. Biarkan selama beberapa hari hingga lumut mengering, lalu bersihkan dengan cara menyikat atau menyapu.

    Jadwalkan Pemeliharaan

    • Awal dan Akhir Musim Hujan Sapu paving secara teratur untuk mencegah kotoran menumpuk dan menjadi media tumbuh lumut atau rumput liar. Periksa juga apakah ada celah yang longgar dan perlu diisi ulang, lalu pertimbangkan melakukan pelapisan ulang agar sambungan tetap rapat.
    • Musim Kemarau Segera bersihkan daun, tanah, atau kotoran organik yang menumpuk. Pastikan saluran drainase tidak tersumbat, dan pangkas tanaman di sekitar paving agar area tetap mendapat cukup cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lumut dan rumput liar yang tumbuh di celah paving. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadir di Indonesia, Hafez Restorer Bisa Kilapkan Body Motor Seperti Baru



    Jakarta

    Hafez Restorer merupakan produk poles dan penghitam body motor yang diproduksi oleh PT. Hafez Prajna Indonesia. Produk ini berawal pada tahun 2021 saat sang pendiri menyadari adanya kebutuhan akan solusi yang mudah digunakan dan efektif untuk poles dan penghitam body motor.

    Saat itu, produk sejenis umumnya mahal dan memerlukan proses aplikasi yang rumit.

    Menyadari hal tersebut, sang pendiri Hafez mulai meneliti dan mengembangkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan pasar tersebut. Setelah melalui berbagai uji coba, PT Hafez Prajna Indonesia berhasil meluncurkan Hafez Restorer pada tahun 2021.


    Hafez Restorer dengan cepat mendapatkan popularitas di kalangan pengguna motor di Indonesia, didorong oleh harganya yang terjangkau, kemudahan aplikasi, dan efektivitasnya yang tinggi.

    Produk ini tersedia dalam kemasan 400 ml dan dapat dibeli secara online maupun offline. Produk ini telah terdaftar di Kementerian Kesehatan RI dan telah memperoleh izin edar yang diperlukan. Hafez Restorer telah menjadi salah satu produk poles dan penghitam body motor terlaris di Indonesia.

    (Foto: dok. Hafez Restorer)

    (Foto: dok. Hafez Restorer)

    Produk ini telah membantu jutaan pengguna sepeda motor menjaga sepeda motor mereka tetap #BacktoNew, sesuai dengan taglinenya yang tertampang di sosial media instagram @hafez.indonesia dan Tiktok @hafezindonesia

    Produk yang memiliki inovasi terbaru dalam perawatan kendaraan dunia otomotif, yaitu Hafez Restorer produk pengkilap motor Aerosol Pertama di Indonesia. Dilengkapi dengan formulasi unggul Silicone Premium, Hafez Restorer memberikan kilau tahan lama dan efek water repellent atau efek daun talas.

    Sehingga, membuat motor tampak seperti baru kembali. Rasakan pengalaman berkendara yang lebih percaya diri dengan dengan motor yang berkilau dan terawat bersama Hafez Restorer.

    “Keunggulan dari produk ini yang pasti dapat memperkilap dan memberikan perlindungan motor yang tahan lama, dapat di gunakan semua jenis cat bermotor yang bisa memberikan kilat wet look sehingga permukaan kusam bisa kembali seperti baru, memperkaya dengan silicon premium yang memberikan glowing tahan lama serta efek water repellent (efek daun talas)”, ujar pendiri Hafez Restorer Ricko Wibowo, dalam keterangan tertulis, Rabu (14/8/2024).

    (Foto: dok. Hafez Restorer)

    (Foto: dok, Hafez Restorer)

    “Cara pakainya mudah cukup bersihkan permukaan yang akan di semprot, kcock sebelum di gunakan, semprotkan langsung kepermukaan biarkan sejenak lalu lap dengan kain kering, ulangi semprot agar hasil cemerlang”, tutupnya.

    (Tagsite/Hafez Restorer)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ada Warga Cuci Motor Pakai Air Genangan Banjir, Padahal Bahaya



    Jakarta

    Banjir masih menggenangi sejumlah titik di wilayah Jakarta pagi ini (8/7). Warga pun ada yang memanfaatkan air banjir untuk mencuci motor. Sebenarnya mencuci motor menggunakan air banjir tidak direkomendasikan, sebab banyak risikonya.

    Salah satu warga di Jakarta Selatan, Sunhaji, mencuci motornya menggunakan air banjir. Sunhaji mengatakan sengaja memanfaatkan banjir karena airnya yang melimpah. Biasanya, dia jarang mencuci meski beberapa kali motornya kehujanan.

    “Kalau nggak banjir nggak dicuci. Ini mumpung banyak airnya, kita pakai buat nyuci (motor) aja,” ujar Sunhaji seperti dikutip dari detikNews.


    Tentunya mencuci motor menggunakan air banjir tidak disarankan. Air banjir membawa banyak kotoran dan lumpur yang malah bisa bikin rusak komponen kelistrikan motor Selain itu air banjir juga mengandung zat asam yang diturunkan dari air hujan, sehingga berpotensi membuat korosi komponen logam yang ada di motor.

    Mengutip laman Astra Honda Motor (AHM), mencuci motor sebaiknya menggunakan air bersih yang mengalir. Semprot bagian kolong dan kaki-kaki motor menggunakan air bersih. Pada motor berpenggerak rantai, bersihkan juga area rantai dan gear. Disarankan juga menggunakan sabun cair atau sampo khusus untuk mencuci motor.

    Jika motor tersebut aktif digunakan saat musim hujan dan kerap melewati genangan banjir, jangan lupa juga untuk melakukan pengecekan oli mesin dan oli gardan. Kalau diperlukan, gantilah oli mesin dan oli gardan sesegera mungkin untuk menjaga kondisi mesin tetap baik dan mencegah kerusakan pada komponen internal.

    Untuk motor berpenggerak rantai, jangan lupa untuk membersihkan rantai dan melumasinya kembali setelah terpapar air banjir. Hal ini penting agar rantai tetap lancar dan tidak karat atau cepat rusak.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Mudah Merawat Helm Mahal Arai, Biar Tidak Cepat Rusak



    Jakarta

    Helm premium seperti Arai dikenal bukan hanya soal keamanan, tapi juga prestise bagi para penggunanya. Tak heran, harga helm asal Jepang ini bisa tembus jutaan rupiah, hingga puluhan juta rupiah. Dengan banderol relatif mahal, apakah helm Arai bisa dirawat dengan mudah?

    Menurut Sales & Distribution Manager Prime Gears, Arief R. B, perawatan helm Arai sebenarnya tak sulit, asal dilakukan dengan cara yang benar. Bagian yang paling penting diperhatikan adalah inner helm, karena ini terkait dengan kenyamanan.

    “Perawatannya dicuci kayak biasa. Bagian inner-nya kan bisa dicopot. Bagian busa (gabus) dan bagian kain untuk yang cheek pad bisa dilepas. Kain di cheek pad bisa dicuci. Tapi bagian busanya kalau bisa jangan dicuci. Karena kalau kena deterjen dan air umurnya lebih gampang cepat berkurang,” ujar Arief kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/8/2025).


    “Untuk busanya, sebenarnya dijemur, biasa aja. Atau tinggal semprot-semprot, semprot pakai disinfektan. Dilarang keras pakai sabun yang ada deterjennya,” tambah Arief.

    Selain itu, proses pengeringan juga tidak boleh sembarangan. Helm sebaiknya tidak dijemur langsung di bawah sinar matahari, melainkan cukup diangin-anginkan agar tidak merusak material. Kata Arief, tak ada panduan yang pasti soal interval pencucian helm. Kata dia, helm bisa dicuci jika sudah tak terasa nyaman digunakan.

    “Sebenarnya kalau udah terasa kayak nggak nyaman dipakai, bau tidak enak karena pemakaian dan kena keringat, ya langsung saja dicuci. Jadi sebenarnya nggak ada ketentuan. Tapi ya jangan terlalu sering juga nyucinya ya,” sambung Arief. Untuk menjaga kenyamanan, helm juga boleh disemprot parfum khusus yang pakai water based.

    Setelah dicuci bersih, jangan lupa untuk menyimpannya juga secara benar. Menurut Winaldi selaku bagian technical Prime Gears, helm Arai tidak harus disimpan di tempat khusus seperti lemari kaca. Yang terpenting adalah, helm harus disematkan silica gel untuk mengurangi kelembapan.

    “Yang penting kalau habis dipakai atau dicuci, keringkan dulu. Di angin-anginin. Sudah kering, langsung disimpan saja. Suhu ruangan juga ngaruh ya lembap. Enak sih pakai silica gel, buat mengurangi kelembapan. Silica gelnya juga harus sering diganti ya. Untuk tempat penyimpanan, di lemari biasa juga nggak apa-apa, nggak harus lemari kaca,” bilang Winaldi dalam kesempatan yang sama.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com