Tag: seni digital

  • Mengenal Karya Seni Rupa Murni dan Potensinya di Dunia NFT

    Apakah Anda sering mengunjungi pameran seni rupa? Jika sering, maka sudah saatnya Anda mengetahui bahwa bentuk karya seni yang Anda temui kemungkinan besar terdiri dari dua jenis, yaitu karya seni rupa murni dan karya seni rupa terapan. Keduanya memang serupa, tapi tidak sama, lho. Yuk, simak penjelasan lengkapnya beserta perkembangannya dalam adopsi NFT!

    Pengertian Karya Seni Rupa Murni

    Mengutip dari Kompas.com, karya seni rupa murni adalah karya seni rupa yang diciptakan dengan mengutamakan keindahan dan estetika dari karya seni itu sendiri dibandingkan dengan fungsi. Umumnya, seniman menciptakan jenis karya seni rupa ini untuk memuaskan dirinya sendiri, dengan memanfaatkan aliran serta gaya yang dimiliki oleh seniman itu sendiri.

    Dikarenakan karya seni ini cenderung dibuat dengan preferensi seniman, maka seringkali apresiasi seni yang bisa dilakukan terhadap seni rupa murni hanya dengan menikmati visual yang disajikan saja. Sebab, seni rupa murni tidak dibuat untuk memenuhi tugas tertentu dan berfungsi bagi kehidupan sehari-hari.

    Perbedaan Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

    Perbedaan Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

    Meski selalu berdampingan, seni rupa murni dan terapan adalah dua hal yang berbeda. Berikut ini beberapa perbedaan di antara keduanya:

    1. Definisi

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seni rupa murni merupakan jenis seni rupa yang lebih memfokuskan pada nilai keindahan dan sifatnya cenderung bebas atau freehand, sesuai dengan keinginan seniman. 

    Sebaliknya, seni rupa terapan merupakan jenis seni rupa yang mengutamakan nilai teknis dan penerapannya dalam kehidupan. Meski begitu, seni rupa terapan juga tetap memperhatikan nilai estetika, hanya saja tidak sedominan seni rupa murni.

    2. Tujuan

    Seni rupa murni memiliki tujuan yang cenderung lebih personal, yaitu untuk memenuhi kepuasan senimannya. Hal ini sesuai dengan nilai yang ditanamkan saat menciptakan karya seni rupa murni, yaitu mencapai keindahan sesuai dengan preferensinya. Seni rupa yang satu ini tidak bertujuan untuk menjadi sebuah karya seni yang fungsional.

    Sementara itu, seni rupa terapan berbanding terbalik. Seni rupa terapan justru dibuat berdasarkan tujuan yang ditetapkan di awal. Tujuannya bisa bermacam-macam tergantung pada kemampuan dan kebutuhan sang seniman, tetapi umumnya untuk komersial dan menjadi sesuatu bisa diterapkan dalam kehidupan.

    3. Bentuk

    Dari segi bentuk, seni rupa murni yang banyak ditemukan adalah berupa lukisan, patung, pahatan, kriya, gerabah, koreografi, hingga masih banyak lagi. 

    Di sisi lain, seni rupa terapan biasanya berbentuk fotografi, arsitektur, ukiran, batik, seni grafis, hingga fashion. Berbeda dengan seni rupa murni, bentuk seni rupa terapan lebih bersifat komersial dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Perkembangan Adopsi NFT oleh Seni Rupa Murni

    Perkembangan Adopsi NFT oleh Seni Rupa Murni

    Jika melihat beberapa waktu ke belakang, adopsi NFT sedang gencar-gencarnya dilakukan di seluruh dunia. Selain menandakan bahwa masyarakat sudah mulai terbuka dengan teknologi blockchain, hal ini juga menandakan adanya perubahan bagi dunia seni.

    Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya penjualan NFT yang ada di seluruh dunia. Dilansir dari DappRadar, volume penjualan NFT di seluruh dunia pada Q3 2021 tercatat senilai 10,3 miliar USD, naik 10 kali lipat dari Q1 dan Q2.

    Para seniman yang tertarik untuk menerbitkan NFT secara bersamaan harus mendigitalisasi karya seni miliknya. Meski begitu, hal ini tidak menutup kesempatan bagi para seniman rupa dan konvensional untuk ikut bergabung dan mengadopsi NFT. Hal ini diawali dengan tokenisasi karya seni rupa murni milik Andy Warhol, seniman pop-art ternama, berjudul “14 Small Electric Chairs” pada tahun 2018.

    14 Small Electric Chairs

    Mengutip situs Gemini, lukisan senilai 5.6 juta USD ini berhasil digitalisasi ke blockchain dibantu dengan lelang 30% bagian dari lukisan oleh Maecenas, kemudian menghasilkan penjualan senilai 1.7 juta USD.

    Para kolektor dapat membeli sebagian dari karya seni tersebut dengan BTC, ETH, juga ART koin. Para kolektor memiliki kepemilikan atas sebagian lukisan tersebut, lengkap dengan kode unik yang akan menjamin keasliannya.

    Peristiwa lain yang juga mendorong peningkatan adopsi NFT adalah penjualan seni digital karya Beeple, berjudul “Everydays: The First 5000 Days”, dalam bentuk NFT di Christie’s pada Maret 2021 lalu. NFT tersebut berhasil terjual di Christie’s seharga 69 juta USD, lho! Berkat peristiwa tersebut, adopsi NFT terus meningkat sampai sekarang dan juga merambah ke dunia seni rupa murni atau fine art.

     Francesco Clemente

    Selain digitalisasi fine art menjadi NFT, kini juga sudah ada NFT marketplace yang secara khusus dibuat untuk para seniman rupa murni yang ingin terjun ke dunia NFT, bernama ArtOfficial. Marketplace ini merupakan hasil kerja sama antara gallerist Vito Schnabel dan biro konsultan VaynerNFT. Koleksi NFT yang diluncurkan di Art Official berasal dari lukisan hasil karya fine artist ternama asal Italia, Francesco Clemente. 

    Masa Depan Seni Rupa Murni dalam NFT

    Tidak bisa dipungkiri, karya seni rupa murni telah ada sejak lama dan menjadi objek pertukaran dan jual-beli oleh para kolektor juga pegiat karya seni. Melihat kehadiran NFT, tidak menutup kemungkinan bagi fine artists untuk merilis karya seni miliknya dalam bentuk digital atau NFT, khususnya karya seni lukisan. 

    Mengingat banyak sekali fine artists yang terus-menerus hidup dalam seni konvensional, tidak ada salahnya untuk mencoba peruntungan di NFT. Dengan NFT, seniman konvensional bisa merasakan sensasi pameran dan penjualan karya seni yang tentunya lebih cepat dan praktis berkat peran teknologi blockchain.

    Akan tetapi, dalam migrasi dari fine art ke NFT, diperlukan perubahan sikap dan pandangan dari para seniman rupa juga kolektor seni konvensional. Dengan NFT, para kolektor tidak bisa lagi menilai suatu karya seni hanya dari keterampilan dan bahan baku yang digunakan saja. Sebab, akan banyak hal baru yang ternyata berpengaruh dalam menentukan value dari karya seni NFT. 

    Baca juga: Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya dalam Mendapatkan Cuan

    Jadi, sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia NFT, pegiat karya seni rupa murni harus tetap memiliki perencanaan yang matang dan sesuai dengan segala pertimbangan yang ada, ya! Bagi Anda para fine artists yang tertarik dengan NFT, cari tahu lebih lanjut dengan mengunjungi www.tokomall.io dan registrasi akun TokoMall Anda sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Atasi Era Digital dengan Digitalisasi Karya Seni 2 Dimensi

    Dunia kesenian rupa sedang mengalami masa keterpurukan yang disebabkan oleh pertumbuhan teknologi. Akibatnya, banyak sekali seniman rupa yang bermigrasi ke konsep seni digital. Ternyata, ragam bentuk karya seni, termasuk karya seni 2 dimensi sekalipun, sudah dapat diubah ke dalam bentuk digital dan diperjualbelikan, lho

    Penasaran bagaimana caranya? Mari simak penjelasan lengkapnya!

    Karya Seni 2 Dimensi di Masa Sekarang

    Sebelum membahas lebih jauh mengenai karya seni 2 dimensi dan digitalisasinya, beberapa di antara Anda pasti pernah mengunjungi pameran yang berisikan beragam karya seni, dengan jenis dan tingkatan yang bervariasi. Galeri dan pusat eksibisi lainnya kerap kali dipenuhi pengunjung untuk sekadar berfoto dan mengapresiasi seni, khususnya 2 dimensi.

    Karya seni 2 dimensi memang menjadi bentuk karya seni yang paling sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terasa dekat. Mayoritas karya yang mendominasi di galeri juga berbentuk 2 dimensi. Tak heran, banyak sekali karya seni yang terkenal dari berbagai belahan dunia, terutama dalam bentuk lukisan.

    Namun, seiring berkembangnya teknologi, karya seni 2 dimensi ikut tergerus oleh zaman. Di era digital ini, tidak sedikit seniman yang berpindah dan hanya berkarya di medium digital saja. Ditambah lagi, pandemi membuat aktivitas kesenian rupa menjadi semakin terhambat. Dilansir dari Kemenparekraf, kontribusi sub sektor seni rupa bagi perekonomian tergolong kecil, sekitar 0.23% saja. Kemudian saat pandemi, persentasenya bergerak negatif sebesar 2.94%.

    Kenali Apa Itu Karya Seni 2 Dimensi dan Contohnya

    Seperti namanya, karya seni 2 dimensi merupakan bentuk karya seni yang memiliki dua ukuran saja, yaitu panjang dan lebar. Karya seni ini tidak diterapkan ke dalam bentuk barang, tetapi hanya bidang datar saja, seperti kanvas atau kertas. Contoh karya seni 2 dimensi yang sering kita temui adalah foto, gambar atau ilustrasi, lukisan, hingga seni grafis seperti poster atau banner.

    Terdapat delapan unsur dalam karya seni 2 dimensi yang dibentuk oleh seniman, yaitu titik, garis, bidang, bentuk, tekstur, warna, serta gelap-terang. Unsur-unsur tersebut kemudian diolah sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan menjadi sebuah karya seni. 

    Selayaknya karya seni pada umumnya, karya seni ini dapat diciptakan dengan tujuan fungsional (memiliki kegunaan tertentu) hingga untuk keindahan (estetika).  Selain itu, karya seni ini bersifat mudah dikenali karena memiliki bentuk dan juga dimensi yang terdiri dari ukuran panjang dan lebar, tanpa ketebalan.

    Digitalisasi Karya Seni Lewat NFT Art

    Jika melihat data statistik yang semakin menurun dan pandemi yang tak kunjung hilang, para seniman tidak bisa secara terus-menerus bergantung pada karya seni yang disalurkan secara konvensional. Perlu dicari jalan keluar, yaitu dengan terjun ke dunia digital. Salah satu caranya adalah dengan melakukan digitalisasi karya seni 2 dimensi melalui NFT Art.

    NFT Art merupakan karya seni dimuat dalam bentuk token kripto dan masing-masingnya tidak memiliki kesetaraan nilai, berbeda dengan aset kripto lain yang berbentuk koin. Dikarenakan berbasis kripto, karya seni berupa NFT Art dapat diakses juga diperjualbelikan secara digital melalui NFT marketplace dan akan tercatat dalam teknologi blockchain. Semakin unik dan langka suatu NFT Art, maka akan semakin mahal juga harganya.

    Selain karya seni yang dibuat secara digital, NFT Art juga dapat berupa karya seni konvensional yang diubah ke dalam bentuk digital, misalnya lukisan. Wujud asli lukisan tersebut juga dapat diperjualbelikan, tetapi proses perpindahannya tentu akan memakan waktu lebih lama dibandingkan yang versi digital. Masing-masing NFT Art memiliki address sebagai identitas, sehingga dapat terjamin keasliannya dan tidak dapat diduplikasi.

    NFT Art dapat dibuat dengan proses yang mudah, cukup dengan registrasi dan mengunggah karya seni digital milik Anda melalui marketplace NFT terpercaya, seperti TokoMall. Dengan TokoMall, seniman dapat mendaftarkan diri sebagai merchant dan melakukan minting karya NFT setelah lolos review dan verifikasi. Selanjutnya, untuk melanjutkan ke proses publikasi, para seniman akan dikenakan sejumlah gas fee.

    Jadi, konsep NFT Art tidak sesulit yang dibayangkan, bukan? Kini, para seniman bisa kembali bangkit dan bersiap untuk mengubah karya seni 2 dimensi ke dalam bentuk NFT serta melakukan minting dan publikasi di TokoMall setelah memenuhi persyaratan yang berlaku. Yuk, kunjungi www.mall.tokoscape.com dan daftarkan diri Anda sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Saingan OpenSea, Berikut Serba-Serbi Marketplace NFT Rarible

    Tidak bisa dipungkiri, demam NFT terus menyebar ke seluruh bagian di dunia. Hal ini membuat banyak sekali pendatang baru yang memulai berkarir di dunia NFT, dengan memanfaatkan marketplace NFT yang beragam di pasaran. Terdapat salah satu marketplace NFT yang banyak digunakan sejak awal kemunculannya, yaitu Rarible. Penasaran mengenai ciri khas dan cara kerja dari marketplace NFT tersebut yang kini populer? Yuk, simak selengkapnya!

    Sebenarnya, Apa Itu Rarible?

    Seperti yang telah disinggung di atas, Rarible adalah sebuah marketplace NFT yang bergerak di bawah blockchain Ethereum, di mana di dalamnya para pengguna bisa membagikan, menjual, dan membeli suatu karya NFT hingga mendapatkan hak miliknya. Ditemukan oleh Alex Salnikov dan Alexei Falin dan berhasil diluncurkan pada tahun 2020, didukung dengan pendanaan yang dilakukan oleh CoinFund.

    Cara Kerja Rarible

    aplikasi nft marketplace rarible

    Para kreator bisa menjual NFT dengan hanya satu keping saja hingga beberapa edisi, berkat standar token ERC-721 dan ERC-1155 yang diterapkan dalam marketplace. Koleksi yang dimiliki pun sangat beragam, mulai dari karya seni digital, meme, hingga item yang bisa digunakan untuk game NFT dan lahan virtual di Metaverse. Sejak 2021, terdapat peningkatan dalam pengguna Rarible yang mencapai 10 ribu pengguna tiap bulannya, dengan volume penjualan terbanyak berasal dari pasar kedua atau secondary.

    Lantas, Apa yang Membuat Rarible Berbeda dengan Opensea?

    OpenSea memang dikenal sebagai salah satu marketplace NFT tertua, tercatat diluncurkan pada 2017. Jumlah penggunanya terus meningkat, bahkan hingga melebihi 500 ribu setiap bulannya. 

    Memang, beberapa fitur yang dimiliki OpenSea membuatnya lebih unggul, seperti bisa menerima 150 aset kripto sebagai alat transaksi, sementara Rarible hanya menerima ETH, FLOW, dan XTZ. Namun, para penggunana bisa melakukan pembayaran via kartu kredit untuk memudahkan para pengguna awam bertransaksi.

    Meski begitu, terdapat salah satu fitur unggulan OpenSea yang juga dimiliki Rarible adalah ‘lazy minting. Di mana lewat fitur tersebut, para kreator bisa minting NFT miliknya tanpa dikenakan gas fee atau biaya apapun, mengutip Cointelegraph. 

    Sehingga, proses minting tidak terjadi pada saat pembuatan NFT melainkan pada saat terjadi pembelian. Jadi, pembeli lah yang akan membayarkan sejumlah gas fee. Nah, untuk nominal gas fee nya dikenakan sebesar 2.5% saja.

    Keunikan lainnya adalah para kreator bisa memodifikasi NFT yang di-minting, seperti dengan mengatur resolusi sesuai keinginan hingga menambahkan kode tersembunyi ke dalam NFT. Selain itu, persentase biaya royalti yang ditentukan oleh para kreator bisa mencapai hingga 50%, lho! Sistem pembayarannya pun cenderung lebih cepat didapatkan sesaat NFT tersebut terjual.

    Baca juga: Berikut Ini Adalah Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT

    Selain menyediakan marketplace, nft marketplace satu ini juga memiliki governance token yang dikenal dengan RARI yang dianggap sangat bernilai karena bisa berpengaruh langsung terhadap platform mereka yang terdesentralisasi. Tujuan dari token ini adalah tentunya untuk menjalankan ekosistem yang dimilikinya, sehingga para pengguna bisa ikut berpartisipasi dalam tata kelolanya, seperti pemungutan suara untuk perubahan biaya hingga perubahan aturan.

    Sederet NFT Populer yang Di-minting di Rarible

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Rarible memiliki berbagai jenis koleksi NFT, mulai dari karya seni biasa hingga item untuk Metaverse. Namun, sepanjang perkembangannya dan berkat banyaknya nama besar mulai dari public figure hingga brand ternama yang minting NFT miliknya seperti Floyd Mayweather, Lindsay Lohan, hingga brand seperti Twitter dan Adidas. 

    Meski begitu, beberapa waktu belakangan terdapat NFT populer yang berasal dari kalangan seniman visual, illustrator yang sudah kami rangkum. Berikut 5 proyek NFT populer yang ada di Rarible, yaitu:

    1. Bored Ape Yacht Club

    nft bored ape 5673

    Source: Bored Ape Yacht Club #5673

    Anda pasti tahu, kan, proyek NFT bergambar kera yang amat viral? Betul, proyek yang diberi nama ‘Bored Ape Yacht Club’ tersebut menjadi salah satu NFT populer yang pernah ada. Hingga kini, volume penjualannya di Rarible mencapai 19.6 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya berkisar di angka 400 ribu USD. Fantastis, bukan?

    Baca juga: Bored Ape, Monkey NFT yang Punya Harga Fantastis. Kenapa Mahal ya?

    2. MOAR by Joan Cornella

    nft mora kreasi joan cornella

    Source: https://joancornella.fwenclub.com/

    Proyek NFT populer lainnya adalah ‘MOAR by Joan Cornella’. NFT yang mengusung konsep sebuah mansion yang berada di Metaverse dengan kesan meme ini berhasil meraup volume penjualan sebesar 21.3 juta USD, lho! Di dalam mansion tersebut, juga terdapat karakter seperti manusia, cyborg, hingga zombie. Satu keping NFT-nya memiliki rata-rata harga sebesar 5500 USD.

    3. Adidas Originals: Into the Metaverse

    nft adidas untuk metaverse

    Source: adidas Originals

    Selain seniman dan illustrator, brand besar seperti adidas Originals pun menjual proyek NFT. Proyek NFT ini berhasil meraup volume perdagangan sebanyak 11 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya senilai 7000 USD. NFT yang dijual berupa avatar atau karakter yang bisa digunakan oleh pengguna Metaverse.

    4. RTFKT – MNLTH

    nft brand fashion rtfkt

    Source: RTFKT – MNLTH

    Selain adidas Originals, brand fashion lainnya yang menjual proyek NFT adalah RTFKT. Bekerja sama dengan Nike, RTFKT meluncurkan sebuah NFT berupa collectible item yang dinamakan ‘RTFKT – MNLTH’ atau yang juga dikenal dengan sebutan ‘Monolith’. Volume penjualannya senilai 6.2 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya sebesar 24100 USD.

    5. Arcade Land

    nft arcade land

    Source: Arcade Land Mega #16

    NFT dari ‘Arcade Land’ juga menjadi salah satu NFT terpopuler yang dijual. NFT dengan bentuk lahan di Metaverse dengan spesifikasinya yang unik dan berbeda tiap item-nya, membuat Arcade Land banyak diminati. Hal ini ditunjukkan dengan volume penjualan sebesar 22.5 juta USD dan per kepingnya memiliki harga rata-rata senilai 4400 USD.

    Cara Membuat NFT di Rarible

    tampilan dari rarible

    Source: Rarible

    Setelah memahami serba-serbi Rarible, tertarik untuk mencobanya? Berikut telah kami rangkum cara mendaftarkan diri dan membuat NFT di Rarible, yaitu:

    1. Buka website Rarible di https://rarible.com/
    2. Pilih ‘Sign in’, lalu pilih blockchain dan wallet yang diinginkan untuk minting
    3. Setelah berhasil registrasi, pilih ‘Create
    4. Pilih jumlah edisi yang akan di-minting, apakah ‘Single’ atau ‘Multiple
    5. Upload karya seni yang akan dijadikan NFT dalam format dan ukuran yang ditetapkan
    6. Lengkapi deskripsi NFT
    7. Tentukan jenis penjualan (dijual atau dilelang) dan harga NFT
    8. Tentukan persentase biaya royalti
    9. Jika dibutuhkan, lengkapi NFT dengan kode tersembunyi
    10. Pilih akan minting dengan gas fee atau tidak (lazy minting)
    11. NFT berhasil dibuat

    Jadi, itulah penjelasan mengenai Rarible. Ternyata, marketplace NFT satu ini punya banyak keunikan, bahkan dari OpenSea sekalipun, yang membuatnya meraup banyak pengguna, ya. Kunjungi Tokonews untuk informasi lain seputar dunia blockchain dan NFT. Oh iya, jangan lupa untuk mulai jual-beli NFT di marketplace NFT Indonesia yaitu TokoMall. Gabung juga di komunitas resmi TokoMall di Discord dan Telegram, ya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk Ketahui 4 Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT!

    Istilah “NFT” semakin dekat dengan kehidupan masyarakat terutama di Indonesia. Hal ini banyak dipicu oleh fenomena “Ghozali Everyday” yang sangat harum beberapa waktu ke belakang, di mana seseorang bernama Ghozali berhasil meraup banyak keuntungan dengan menjual hasil selfie atau swafoto dirinya menjadi NFT. Sebenarnya, apakah dengan NFT kita sudah pasti mendapatkan cuan? Dan bagaimana cara menghasilkan uang lewat NFT?

    Eits, sebelum itu, perlu diingat bahwa cuan dari NFT tidak selalu bisa diperoleh dalam waktu yang amat singkat, ya, karena hanya segelintir orang yang mengalaminya. Selain dengan nilai keunikan yang terdapat pada  NFT, hal tersebut juga didorong dengan aspek keberuntungan. Jadi, amat keliru apabila Anda terjun ke NFT hanya untuk mencari keuntungan belaka.

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, banyak sekali aspek yang memengaruhi suatu proyek NFT diminati bahkan dicari oleh banyak kolektor. Ambil saja contoh “Ghozali Everyday”, di mana pada saat booming masih sedikit kreator yang mengangkat tema selfie sebagai NFT miliknya. Hal inilah yang membuat NFT tersebut semakin unik dan mendorong banyak orang untuk ikut mengoleksi. Oleh karena itu, sebelum terjun ke NFT, diperlukan pemahaman dan strategi yang matang agar Anda bisa menghasilkan uang lewat NFT yang Anda terbitkan.

    Yuk, baca terus artikel ini untuk penjelasan lebih lengkapnya!

    3 Karakteristik NFT

    Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT

    Ilustrasi NFT.

    Sebelum membahas mengenai karakteristik NFT, alangkah baiknya untuk memahami apa sebenarnya NFT. 

    NFT adalah kependekan dari Non-Fungible Token, yang berarti token yang bisa dimiliki oleh seseorang dan bisa merepresentasikan kepemilikan seseorang atas hal tertentu. Hal yang dimaksud ini beragam jenisnya, mulai dari yang paling umum yaitu NFT Art, NFT Game, hingga NFT Music.

    Jika ingin penjelasan lebih mendalam tentang NFT, smart contract, sejarah NFT hingga teknologinya, silahkan tonton sebentar video di bawah ini:

    https://www.youtube.com/watch?v=175ukKELF08

    Baca juga: Apa Itu NFT Art? Yuk Kenali Istilah dan Manfaatnya

    Sekilas, NFT terlihat tidak istimewa. Padahal, NFT jauh berbeda, lho, tidak seperti gambar berformat .jpg yang bisa diunduh dan dimiliki tiap orang, misalnya. Untuk lebih jelasnya, kenali 3 karakteristik NFT berikut ini yuk!

    1. Unik dan langka

    Pertama, karakteristik NFT yang paling menjadi ciri khas adalah unik dan langka. Bagaimana tidak, sebab masing-masing NFT yang terdaftar di blockchain memiliki kode khusus yang bisa menunjukkan informasi mengenai siapa kreator, kapan pertama kali di-minting, hingga siapa pemiliknya saat ini. Karakteristik inilah yang membuat NFT istimewa, dikarenakan hanya akan terdapat satu item di dunia dan tidak bisa dihapus maupun diduplikasi.

    Baca juga: Lakukan Strategi Berikut Sebelum Mulai Minting NFT!

    2. Satu kesatuan

    Karakteristik NFT selanjutnya adalah satu kesatuan yang masih berhubungan dengan karakteristik pertama. Hal ini merujuk kepada item NFT yang sifatnya tidak bisa dipecah ke dalam beberapa bagian, sehingga tiap orang yang memiliki NFT pasti memilikinya secara utuh alias sepenuhnya. Dengan karakteristik ini juga, NFT tidak bisa dijual ataupun dibeli sebagian.

    3. Tidak bisa ditukar langsung dengan uang

    Karakteristik yang terakhir adalah NFT tidak bisa ditukar langsung dengan uang. Jadi, Anda tidak bisa menukar NFT baik dengan dengan mata uang fiat maupun aset kripto di platform yang sama. Aset kripto hanya bisa digunakan sebagai alat tukar NFT, sehingga apabila seorang kreator menjual koleksi NFT miliknya, Anda sebagai kolektor bisa membelinya dengan sejumlah aset kripto.

    Meski tidak bisa ditukar secara langsung dengan uang, sebenarnya kreator bisa memaksimalkan nilai NFT yang diciptakan, di mana menjadi salah satu cara menghasilkan uang lewat NFT. Alhasil, kreator berkesempatan memperoleh pendapatan yang berlebih. 

    Namun, bagaimana cara memaksimalkan NFT agar bisa menghasilkan lebih banyak cuan? Para kreator, wajib simak caranya berikut ini!

    Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT dengan Memaksimalkan Karya

    Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT

    Ilustrasi cuan dari NFT.

    1. Buat karya yang original dan berbeda

    Cara pertama adalah dengan membuat karya yang original dan memiliki visual yang berbeda dengan NFT kebanyakan. Cara ini terbukti bisa membawa banyak keuntungan, seperti yang terjadi pada visual artist FEWOCIOUS yang berhasil menjual doodle berciri khas ke dalam bentuk NFT dan menjadikan dirinya sebagai salah satu kreator dengan pendapatan terbesar dari NFT saat ini.

    Cara ini tidak hanya bisa diaplikasikan pada NFT Art, tetapi juga pada NFT Music dan NFT Game, nih. Misalnya pada NFT Music, Anda bisa menggunakan beat buatan Anda sendiri dan untuk NFT Game, Anda bisa mencari ide baru dan unik yang bisa dituangkan ke dalam game play. Memiliki karya yang asli dan unik sangat bisa meningkatkan nilai tambah NFT Anda.

    2. Sambungkan dengan royalti NFT

    Apakah Anda sudah tahu bahwa NFT dapat disambungkan dengan royalti, sehingga Anda sebagai kreator bisa terus memperoleh sejumlah pendapatan setiap kali NFT milik Anda terjual di pasar? Nah, cara ini bisa dijadikan alternatif untuk menghasilkan uang lewat NFT. Pasalnya, biaya royalti ini juga lah yang membedakan karya seni konvensional yang masih menggunakan sistem “beli-putus”.

    Royalti ini bisa Anda sambungkan pada saat proses minting berlangsung dengan jumlah persentase hingga 10% dari harga NFT Anda di pasar. Setelah itu, Anda hanya perlu menunggu hingga NFT Anda terjual dan nantinya royalti secara otomatis akan dikirim ke wallet Anda, sesuai dengan jumlah persentase yang Anda pilih.

    Baca juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

    3. Minting di platform besar

    Ilustrasi TokoMall.

    Ilustrasi TokoMall.

    Jika sebelumnya berfokus pada karya, cara yang satu ini sifatnya lebih teknis, nih, yaitu dengan melakukan minting di platform yang besar. Selain karena platform besar memiliki reputasi yang baik dan terjamin keamanannya, Anda juga berkesempatan untuk membuat karya NFT Anda menjadi lebih dikenal khalayak luas, seperti yang dimiliki TokoMall.

    Kok bisa?

    Sebab, rata-rata platform atau marketplace NFT besar memiliki fitur yang lebih unggul jika dibandingkan dengan marketplace yang kecil dan kurang jelas asal usulnya. Selain itu, NFT Anda juga cenderung akan lebih mudah ditemukan karena akan ada banyak sekali kolektor NFT yang ‘berburu’ koleksi di marketplace besar. 

    Beberapa marketplace besar juga memungkinkan Anda untuk menyambungkan akun Anda dengan media sosial lho, sehingga jangkauan NFT Anda tidak terbatas pada marketplace saja. Jadi, lebih besar pula kemungkinan NFT Anda terjual dan menghasilkan uang.

    4. Lakukan promosi

    Cara terakhir adalah cara yang wajib dilakukan selepas minting, yaitu melakukan promosi atau shilling. Dalam pasar konvensional, promosi sudah terbukti banyak membantu meningkatkan penjualan. Hal yang sama juga dapat terjadi di dunia NFT. Promosi yang dilakukan terhadap NFT milik Anda akan membuat NFT Anda dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Bahkan, bisa jadi Anda menemukan kolektor yang sedang secara spesifik mencari karya seni dengan aliran yang Anda gunakan.

    Nah, shilling ini tidak hanya bisa dilakukan di media sosial saja, lho. Tetapi Anda juga bisa melakukan shilling di komunitas NFT, baik yang global maupun nasional. Lewat komunitas, Anda juga bisa menjalin koneksi dengan banyak kreator juga kolektor. Jika beruntung, bisa saja kolektor tersebut tertarik dengan NFT yang Anda tawarkan dan berujung menghasilkan uang.

    Memang, cara menghasilkan uang lewat NFT tidak bisa dilakukan secara instan dan perlu waktu. Namun, selama Anda melakukannya dengan telaten, perlahan NFT karya Anda akan menemukan kolektornya dan menghasilkan sejumlah uang ke wallet Anda, sang kreator. 

    Yuk, mulai minting NFT pertamamu di TokoMall dan jangan lupa untuk gabung dengan komunitas NFT TokoMall di Discord dan Telegram!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Strategi yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Minting NFT!

    Dunia kesenian global semakin berwarna dengan kehadiran NFT. Para seniman lama dan baru ikut serta dalam berkarya lewat NFT art. Namun, tidak jarang muncul rasa ragu dalam diri seniman sebelum memutuskan untuk terjun ke NFT. Untuk itu, seniman bisa melakukan beberapa strategi sebelum mulai upload atau minting NFT. Yuk, ketahui strategi selengkapnya!

    NFT, Dunia Baru bagi Seniman Konvensional

    Satu yang masih hangat yang datang dari dunia blockchain adalah NFT. NFT, kependekan dari Non-Fungible Token merupakan token yang dapat mewakili kepemilikan atas suatu hal secara digital, misalnya adalah seni digital, musik, bahkan atribut atau item dalam game

    Meskipun sudah ada sejak tahun 2017, NFT baru mengalami puncak ketenarannya di tahun 2021. Dilansir dari Reuters, volume penjualan NFT secara global pada Q2 2021 adalah sebesar 1,3 miliar USD. Sementara itu, pada Q3 2021, volume penjualannya berhasil meningkat hingga 10 kali lipat yaitu sejumlah 10,7 miliar USD. 

    Demam NFT ini tidak hanya melanda negara-negara besar di dunia, tetapi juga Indonesia, lho. NFT dianggap berhasil “menghidupkan” industri kreatif di Indonesia yang sedang mati suri berkat pandemi COVID-19. Akhirnya hal ini membuat mulai maraknya seniman yang menyambut inovasi yang potensial ini dengan langsung berkarya di dunia NFT.

    Baca Juga: Inilah Alasan Banyak Orang Mengoleksi Karya Seni Digital NFT

    Tidak dapat dipungkiri, hadirnya NFT memberikan banyak kemudahan bagi seniman, terutama dalam memonetisasi karya seni miliknya. Selain itu, seniman memiliki otoritas penuh terhadap karyanya seperti orisinalitas dan royalti, serta prosedur penerbitannya yang tergolong praktis lewat marketplace NFT.

    Walaupun begitu, masih ada seniman konvensional yang masih ragu dan menunda keputusan untuk berkecimpung di dunia NFT. Hal ini disebabkan oleh rasa clueless akan persiapan apa saja yang harus dilakukan sebelum mulai menerbitkan karya. Oleh karena itu, seniman harus mempunyai persiapan yang matang dan perkaya pengetahuan mengenai NFT dan blockchain.

    Strategi yang Harus Dilakukan Sebelum Minting NFT

    Nah, sebelum menerbitkan atau minting NFT di sebuah marketplace dan menjualnya ke khalayak luas, ada strategi yang perlu dilakukan. Tidak hanya bagi para seniman konvensional yang berhijrah ke NFT art, strategi ini juga berlaku bagi para seniman pendatang baru yang ingin mencoba peruntungan di dunia NFT. Adapun strateginya antara lain:

    1. Fokus Berkarya

    Strategi yang satu ini tentunya harus dijadikan mindset oleh para kreator sebelum memutuskan minting. Pasalnya, dengan fokus berkarya, skill juga akan menjadi terus terlatih. Jangan dulu berpikir mengenai jualan apalagi cuan. Jika dimulai dengan menjual karya dengan harga rendah sambil terus berkarya, maka karya Anda akan tersebar dengan sendirinya.

    2. Yakin dengan Kemampuan Diri

    Hal lain yang perlu dilakukan adalah yakin dengan kemampuan yang dipunya atau “stay original”. Sebagaimana yang terjadi di dunia NFT, membuat banyak seniman unik nan berbakat ‘ditemukan’ dan muncul ke permukaan. Jangan dahulu mengejar popularitas, tetaplah optimis dan maju dengan gaya dan aliran berkarya yang dimiliki.

    3. Bergabung dengan Komunitas NFT

    Strategi yang satu ini termasuk salah satu yang penting untuk dilakukan, terutama dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda mengenai dunia NFT. Dengan memanfaatkan komunitas, Anda bisa menjadi lebih paham dan update mengenai NFT dengan bertukar insight antar kreator dan kolektor. Saat ini, sudah banyak komunitas NFT di Indonesia yang aktif di media sosial Telegram dan Discord.

    4. Promosikan Diri dan Karya

    Nah, setelah melakukan ketiga strategi sebelumnya, saatnya Anda mempromosikan diri dan juga karya Anda. Hal ini dilakukan untuk mempermulus jalan Anda dalam mencari cuan dari NFT art. Misalnya, Anda bisa shill atau membagikan NFT art Anda di komunitas. Anda bisa sekaligus menceritakan karya dan gaya berseni Anda layaknya pameran kepada kolektor, agar terjalin hubungan yang baik antara kreator dan kolektor. 

    Cara Mudah Minting NFT di Marketplace TokoMall

    Satu hal yang penting diperhatikan oleh para seniman NFT adalah memilih marketplace untuk menjual karya miliknya. Kini, di Indonesia telah hadir beberapa NFT marketplace, salah satunya TokoMall. Berikut ini cara mudah minting NFT di TokoMall!

    1. Selesaikan Proses Registrasi Akun

    Sebelum minting, pastikan Anda sudah selesaikan proses registrasi sebagai Official Partner (kreator). Saat registrasi akun, Anda harus menghubungkan dengan wallet MetaMask dan melengkapi form data diri untuk diverifikasi oleh tim TokoMall. Setelah dinyatakan lolos verifikasi, barulah Anda bisa mulai minting NFT.

    2. Upload Karya Seni dan Lengkapi Identitas NFT

    Setelah lolos, Anda bisa langsung memilih menu Upload untuk memulai minting. Dalam tahap ini, Anda juga perlu membuat contact address baru sebagai catatan atas NFT yang akan Anda minting.

    Selanjutnya, Anda bisa langsung melengkapi identitas dari NFT yang Anda minting. Identitas ini mencakup judul, kategori, deskripsi mengenai karya, dan tata cara untuk klaim NFT bagi kolektor yang tertarik. Setelah sesuai, Anda dapat men-check pilihan pada kolom Disclaimer dan melanjutkan ke tahap berikutnya. 

    3. Minting NFT Diproses

    Dalam tahap ini, Anda akan diarahkan ke page ‘Buat NFT’ setelah berhasil meng-upload NFT ke dalam sistem milik TokoMall. Setelah masuk page tersebut, Anda dapat langsung memilih opsi ‘Upload ke Blockchain’ untuk membuat NFT Anda ditanam dalam blockchain.

    4. Publish NFT yang Telah Di-minting

    Jika sudah berhasil melewati beberapa tahap tersebut, maka NFT Anda telah sukses di-minting. Karya yang telah di-minting akan muncul pada menu Creation. Jika Anda ingin langsung mem-publish dan menawarkan NFT tersebut, Anda bisa klik NFT dan pilih opsi ‘Offer NFT’. Tinggal tentukan nilai (harga) yang ditawarkan dan membayar gas fee, NFT Anda langsung masuk ke pasar dan tersedia untuk diperjualbelikan.

    Jadi, itulah strategi yang harus dilakukan sebelum mulai minting NFT beserta tata cara minting NFT di TokoMall. Mudah sekali, bukan? Jangan ragu lagi, yuk ikut bergabung dalam euforia NFT ini dan tunjukkan karyamu di mall.tokoscape.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com