Tag: sepakbola

  • Saya Fans Madrid, tapi Pemain Terbaik Tetap Messi


    Jakarta

    Gelandang Real Madrid Franco Mastantuono menyebut Lionel Messi sebagai pemain terbaik. Meski membela Madrid, Mastantuono tidak ragu mengakui Messi sebagai GOAT.

    Mastantuono gabung Madrid dari River Plate pada musim panas lalu. Pesepakbola berusia 18 tahun itu langsung mencuri perhatian di hari pertamanya sebagai pemain Madrid dengan menyebut legenda Barcelona Lionel Messi sebagai pemain terbaik.

    Penilai Mastantuono tidak berubah meski kini sudah mendeklarasikan diri sebagai penggemar Madrid. Ia juga bersyukur bisa punya kesempatan belajar dari Messi selama di timnas Argentina.


    “Saya penggemar Real Madrid, saya di klub terbesar di dunia, tapi bagi saya, pemain sepakbola terbaik, yang terbaik di dunia, selalu Messi, dan tetap akan begitu sampai dia pensiun,” ujar Mastantuono kepada Cadena SER.

    “Saya berkesempatan main bareng di timnas dan itu sungguh luar biasa. Pemain yang mengagumkan yang bikin Anda tak bisa berkata-kata setiap kali dia menyentuh bola.”

    “Itu luar biasa, bahkan teman-teman setimnya masih kaget dengan apa yang dia lakukan. Dan itu juga bikin saya kaget. Saya sudah pernah main bareng pemain-pemain berbakat, tapi bersamanya jadi pengalaman belajar sehari-hari.”

    “Ini soal menyaksikannya dan mencoba meniru apa yang dia lakukan. Anda belajar banyak darinya. Saya berterima kasih untuk perlakuannya kepada saya, dia banyak membantu saya,” katanya.

    (nds/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Lewandowski Tepis Rumor Mau Pergi di Januari


    Barcelona

    Superstar sepakbola Polandia Robert Lewandowski memang menghadapi ketidakpastian di Barcelona. Namun, Lewandowski dipastikan tidak akan pergi di musim dingin.

    Lewandowski, 37 tahun, tinggal memiliki sisa kontrak sampai Juni tahun depan. Kabarnya, pemain terbaik FIFA dua kali itu akan dilepas menyusul tawaran perpanjangan kontrak dari Barca, yang tidak kunjung tiba.

    Belakangan ini, Barcelona bahkan dikaitkan dengan bomber Bayern Munich, Harry Kane. Sementara itu, Lewandowski masih berupaya kembali ke bentuk terbaik usai diganggu cedera otot.


    Agen Lewandowski, Pini Zahavi, menepis gosip kliennya ingin meninggalkan Blaugrana. “Semua kabar seputar kemungkinan kepergian Lewandowski di bursa transfer Januari itu sepenuhnya keliru,” lugas dia dikutip Mundo Deportivo.

    “Dia merasa sangat nyaman di Barcelona, dan tidak punya niat membuka pintu keluar di tengah musim. Robert tidak memikirkan tentang pergi untuk sekarang; dia benar-benar fokus untuk membantu tim dan memenangi titel-titel juara,” sambung agen yang juga menaungi Jonathan Tah dan Christopher Nkunku itu.

    Jika tidak disodori kontrak baru dengan Barcelona, Robert Lewandowski disebut-sebut akan pensiun. Zahavi lagi-lagi membantahnya. Lewandowski belum akan pensiun dalam waktu dekat karena masih bertaji.

    “Kemungkinan itu juga tidak benar. Si pemain masih kompetitif kok, dan dia akan meneruskan kariernya,” Pini Zahavi menambahkan tentang masa depan Lewandowski.

    Robert Lewandowski sedang mengarungi musim keempatnya di Barcelona. Lewandowski sudah mengemas 108 gol dalam 159 penampilan untuk Barca sejak bergabung pada musim panas 2022. Namun, mulai musim ini Lewandowski tak jadi penyerang pilihan utama karena pelatih Hansi Flick lebih memilih striker yang lebih muda, Ferran Torres.

    (rin/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Bos LaLiga Sindir Real Madrid soal Laga NFL di Santiago Bernabeu


    Madrid

    Real Madrid jadi tuan rumah pertandingan American football (NFL) di Santiago Bernabeu. Bos LaLiga, Javier Tebas, menyindir langkah yang diambil Los Blancos.

    Sejarah tercipta saat pertandingan NFL antara Miami Dolphins kontra Washington Commanders di Santiago Bernabeu, Minggu (16/11/2025). Untuk pertama kalinya laga NFL digelar di Spanyol.

    Real Madrid menyulap lapangan di Santiago Bernabeu dari penggunaan sepakbola menjadi American football. Pertandingan yang berakhir untuk kemenangan Miami Dolphins 16-13 ini ditonton lebih dari 76 ribu penggemar yang memenuhi tribun.


    NFL punya alasan menggelar pertandingan di Santiago Bernabeu. Mereka ingin mendekatkan diri kepada pasar internasional, khususnya bagi para penggemar American football di luar Amerika Serikat.

    Santiago Bernabeu menjadi tuan rumah ketujuh NFL seri internasional tahun ini. NFL sebelumnya juga menggelar pertandingan di Sao Paulo, Dublin, Berlin, dan tiga kali di London.

    Gelaran NFL di markas Real Madrid mendapat sorotan Javier Tebas. Dia menyindir sikap Los Merengues yang dianggapnya standar ganda. merujuk penolakan Los Blancos terhadap pertandingan Liga Spanyol di Miami, Amerika Serikat, yang sempat dicanangkan LaLiga Oktober lalu.

    “Kami telah mendengar selama berminggu-minggu bahwa hari ini adalah ‘hari bersejarah bagi olahraga Spanyol’ karena NFL bermain di Madrid. Halaman depan, promo spesial, karpet merah… promosi yang luar biasa untuk NFL di Spanyol, dengan stadion Spanyol sebagai tempat pertunjukan,” Tebas menuliskan di X.

    “Apa yang paling mencolok: stadion itu milik klub yang sama yang memimpin kampanye “integritas” melawan pertandingan resmi LaLiga di Miami dan sekarang dengan senang hati menyewakannya, tentu saja dengan pembayaran di awal,” dia menambahkan.

    “Saat itu mereka memiliki pemain dan penjilat yang mengulang narasi yang sama, dengan ekspresi identik tentang pemalsuan kompetisi. Mereka mengirim surat ke setiap lembaga yang memungkinkan, kecuali merengek kepada Paus, sementara Komisioner Olahraga Eropa mengibarkan bendera “tradisi” dan AFE memenuhi mulut mereka dengan “informasi” dan “transparansi”, padahal mereka sudah diberi tahu dengan jelas tentang bagaimana pertandingan akan diselenggarakan dan bahwa peraturan akan dipatuhi.”

    Tebas menuding Real Madrid enggan menerima ‘kue’ keuntungan dari LaLiga yang terhitung kecil, mengingat semua klub LaLiga mendapat jatah proposional. Keputusan Madrid menggelar NFL di Spanyol dianggapnya sebagai usaha meraup keuntungan besar-besaran.

    “Pertandingan di Miami telah dijamin bakal terisi penuh, agenda acara yang setara atau lebih besar dari hari ini, dan itu berfungsi untuk menginternasionalkan kompetisi kami. Kita berbicara tentang 1 pertandingan dari 380 pertandingan yang dimainkan LaLiga sepanjang musim,” ujarnya.

    “Jelas saat itu yang menang adalah pihak yang toxic dan kurang visi ke depan. Masalahnya bukanlah integritas, tradisi, atau informasi: masalahnya adalah siapa yang mengendalikannya. Itu digerakkan oleh LaLiga, institusi yang ingin dikendalikan semua pihak: beberapa agar tidak berkembang dan dengan demikian memiliki jalur yang lebih mudah untuk kompetisi besar mereka, yang lain untuk “meraup” lebih banyak uang, dan yang lain untuk mendanai kampanye politik mereka,” Tebas mengungkapkan.

    (bay/krs)





    Sumber : sport.detik.com

  • Vinicius Dikecam Eks Pelatih Spanyol gegara Ngambek ke Alonso


    Madrid

    Mantan pelatih Timnas Spanyol, Javier Clemente, tidak suka dengan sikap Vinicius Junior kepada Xabi Alonso. Menurutnya winger Real Madrid itu bertingkah buruk.

    Aksi ngambek Vinicius di laga El Clasico masih jadi pembahasan hangat. Dia saat itu tak terima lantaran ditarik keluar Xabi Alonso di tengah pertandingan.

    Vinicius sudah meminta maaf atas aksi emosionalnya itu. Namun, pemain asal Brasil ini enggan menyebutkan nama Xabi Alonso dalam permintaan maafnya.


    Sikap Vinicius itu dituding memecah ruang ganti Real Madrid. Dia dan beberapa pemain Los Blancos asal Brasil kabarnya tidak senang dengan kepemimpinan Alonso.

    Kelakuan emosional Vinicius kepada Alonso dikecam keras Javier Clemente. Mantan pelatih Timnas Spanyol periode 1992-1998 ini menuding Vinicius tidak tahu tata krama.

    “Itu sangat amat buruk. Itu menunjukkan kurangnya budaya sepakbola. Anak itu berasal dari negara lain dan merupakan seorang bintang. Mungkin mereka punya kebiasaan itu di sana, tapi tidak di sini. Itu mengejutkan semua orang,” kata Clemente, dilansir dari Mundo Deportivo.

    “Tak seorang pun pernah melakukan itu padaku. Satu-satunya masalah yang pernah kuhadapi dengan seorang pemain adalah dengan Manolo Sarabia, tapi bukan karena aku menggantinya, melainkan karena aku tidak memainkannya,” pria berusia 75 tahun ini menambahkan.

    “Lalu dia akan membuat keributan, dengan seorang teman jurnalisnya yang terus-menerus mengatakan bahwa dia harus bermain. Sampai aku muak dan di ruang ganti, aku menyuruhnya menjelaskan kepada rekan setimnya mengapa dia harus bermain dan bukan yang lain.”

    “Pelatih yang menentukan susunan pemain, dan orang yang membuat kesalahan dengan memainkan satu pemain atau yang lain adalah pelatihnya,” tegasnya.

    (bay/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • ‘Antony Punya Mentalitas seperti Ronaldo’


    Sevilla

    Antony bersinar lagi bersama Real Betis. Bek tengah Betis, Marc Bartra, membandingkan Antony dengan pemain ikonik Portugal Cristiano Ronaldo dan Neymar.

    Winger Brasil itu menjalani dua setengah musim yang merana di Manchester United. Antony hanya mengemas 12 gol dan lima assist dalam 96 penampilan, sebelum dipinjamkan ke Betis pada bursa transfer Januari silam.


    Keputusan itu terbukti tepat. Antony menyumbang sembilan gol dan lima assist hanya dalam 26 penampilan, yang ikut membantu Verdiblancos mencapai final Conference League. Performa Antony membuat Betis mantap mempermanenkan si pemain di musim panas lalu.

    Antony kemudian membayar kepercayaan itu dengan mengemas enam gol dan dua assist dalam 11 pertandingan domestik 2025/2026. Kontribusi Antony membawa Real Betis nangkring di posisi lima klasemen Liga Spanyol, lolos ke babak kedua Copa del Rey, dan tidak terkalahkan dalam empat laga pertama Liga Europa.

    Bartra mengungkap kebangkitan Antony bersama Real Betis. Yang pertama berkaitan dengan gaya bermain di Liga Spanyol, lalu mentalitas yang dipunya Antony setangguh mantan superstar Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

    “Karena gaya sepakbola yang sangat cocok dengan dia, itulah mengapa kita melihat Antony yang sebenarnya, bahkan seorang Antony yang lebih baik,” cetus Bartra kepada Mundobetis, dikutip Metro.

    “Sejak hari pertama aku berbincang dengan dia, aku sudah melihat mentalitas dia, bersamaan dengan kualitas dan bakat dengan darah Brasilnya. Aku selalu bilang dia itu campuran antara Neymar dan Cristiano. Dia punya mentalitas yang sama seperti Cristiano, selalu selalu berusaha untuk lebih dan sangat fokus pada permainan,” kata eks pemain Barcelona itu tentang Antony.

    (rin/yna)



    Sumber : sport.detik.com

  • Antony Sempat Tolak Ajakan Kompany untuk Gabung Bayern


    Jakarta

    Winger Real Betis Antony mengaku sempat mendapat tawaran dari Vincent Kompany untuk gabung Bayern Munich. Namun, Antony punya sejumlah alasan untuk menolaknya.

    Antony menarik minat sejumlah klub usai menjalani masa peminjaman di Real Betis pada paruh kedua musim lalu. Ia dipinjamkan setelah tidak lagi masuk rencana Ruben Amorim di Manchester United.

    Real Betis pada akhirnya mempermanenkan Antony. Winger asal Brasil itu sebelumnya juga selalu menegaskan keinginannya untuk melanjutkan karier di sana.


    Sebelum akhirnya gabung Real Betis secara permanen, Antony mengaku sempat mendapat tawaran dari Bayern. Ia bahkan ditelepon langsung oleh Kompany.

    “Vincent Kompany menghubungi saya dan kami ngobrol. Dia sangat sopan kepada saya, bilang dia selalu menyukai sepakbola saya dan ini sudah jam 11 malam (di deadline day), lebih sedikit,” ujar Antony kepada Globo Esporte.

    Antony mengaku sempat tergoda tawaran raksasa Jerman itu. Namun, sejumlah faktor kemudian membuatnya mantap memilih Real Betis.

    “Apakah saya menginginkannya atau tidak, itu (transfer ke Bayern) benar-benar mempengaruhi mengingat besarnya klub ini, besarnya pelatih, dan cara dia mendekati saya, cara dia bicara dengan saya,” lanjutnya.

    “Tapi yang jadi pertimbangan utama dalam keputusan saya adalah saya seorang yang cinta keluarga. Ini soal mengawasi anak-anak saya.”

    “Lorenzo (anak Antony) cinta tempat ini, cinta kota ini (Sevilla). Ketika kami liburan di Brasil, tanpa tahu apa pun, dia selalu bertanya: “Ayah, kapan kita akan kembali ke Spanyol?” katanya.

    (nds/pur)



    Sumber : sport.detik.com

  • Lamine Yamal Bukan Terapi Tanpa Izin, tapi…


    Jakarta

    Timnas Spanyol memutuskan mencoret Lamine Yamal karena kondisinya. Mereka terkejut karena winger Barcelona itu ternyata menjalani prosedur tanpa bilang-bilang.

    Yamal mulanya dipanggil timnas Spanyol untuk jeda internasional November ini. La Furia Roja bakal melawan Georgia (15/11) dan Turkey (18/11) pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

    Namun kemudian Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) mengumumkan mencoret Yamal pada Selasa (11/11/2025). Alasannya tak lain karena kondisinya terkait cedera selakangan, dengan pemain 18 tahun itu ternyata baru menjalani prosedur radiofrekuensi invasif pada Senin (10/11) pagi.


    RFEF menyatakan bahwa mereka baru tahu Yamal menjalani prosedur sejenis terapi itu pada pukul 13.47 siang harinya. Sementara laporannya tiba pada pukul 22.40 malam.

    Hal ini memicu keterkejutan di timnas Spanyol. Namun media Catalunya Mundo Deportivo melaporkan bahwa sebenarnya Barcelona bukannya berniat melakukan prosedur itu terhadap Yamal secara diam-diam.

    Dalam laporannya, Mundo Deportivo menyebut bahwa dokter klub Ricard Pruna sudah mengirim laporan setelah laga lawan Celta Vigo pada 9 November. Ia memberi tahu bahwa klub telah menjadwalkan konsultasi medis dengan tim dokter internasional untuk menelaah kondisi Lamine Yamal pada Senin (10/11).

    Sang dokter juga mencantumkan bahwa problem pubalgia yang dialami Yamal sudah membaik, namun masih terasa sedikit mengganggu. Ia meminta porsi latihan dan beban fisik untuk Yamal diperhatikan dengan ketat, sementara menunggu hasil konsultasi dengan tim dokter internasional.

    Nah, yang terjadi kemudian adalah tim dokter yang memeriksa Yamal mengajukan prosedur radiofrekuensi pada Senin (10/11) dan Barcelona menyetujuinya. Dengan kata lain, Barcelona sejak awal tidak mengetahui bahwa akan ada prosedur yang akan dilakukan.

    (raw/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Filosofi Tiki-Taka dan Dominasi Era Messi

    Jakarta

    FC Barcelona, atau yang dikenal sebagai Barca, merupakan salah satu klub sepakbola terpopuler dan ikonik di dunia. Tidak hanya karena prestasi yang memukau di lapangan, klub ini juga dikenal sebagai simbol kebanggan publik Catalan yang notabene turut menjadi identitas tersendiri.

    FC Barcelona dikenal memiliki slogan “Mes que un club“. Artinya, ‘lebih dari sebuah klub’. Slogan ini selalu melekat pada FC Barcelona dan sering ditampilkan dalam spanduk besar saat pertandingan di dalam kandang.

    Agar lebih mengenal dekat klub yang satu ini, berikut detikSport telah merangkum sejarah terbentuknya, hingga filosofi permainan di era Johan Cruyff hingga Lionel Messi. Yuk, disimak rangkumannya berikut ini.


    Sejarah Barcelona FC

    FC Barcelona lahir pada 22 Oktober 1899 dengan diprakarsai oleh sekelompok pemain Swiss, Catalan, Jerman, dan Inggris yang terdiri dari 11 orang dan dipimpin oleh Joan Camper.

    Dalam sejarah berdirinya, FC Barcelona banyak memproduksi pemain dari akademi sendiri. Nama akademi tersohor itu adalah La Masia, yang berdiri pada tahun 1979. Akademi ini menjadi kawah candradimuka para pemain muda bertalenta dalam memupuk kemampuan olah bolanya, sekaligus menjaga asa bisa memainkan peran penting dalam kesuksesan klub di masa depan.

    Selama perjalanan klub ini, FC Barcelona juga dikenal memiliki rivalitas yang kuat dengan klub sepak bola asal Spanyol, Real Madrid. Oleh karenanya, pertandingan antar kedua klub ini disebut sebagai El Clasico. Sebuah ‘Pertandingan Klasik”.

    Pada Februari 1929, Real Madrid dan Barcelona berhadapan untuk pertama kali di Stadion Les Corts, kandang Blaugrana setelah dua musim berlalunya Liga Spanyol. Dalam pertandingan tersebut, Real Madrid harus keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.

    Rivalitas semakin panas pada musim 1934/35, dimana Barcelona menang telak 5-0 di Les Corts. Kemudian dibalas kembali oleh Real Madrid dalam laga di Stadion Chamartin dengan skor 8-2.

    Puncak rivalitas keduanya berada pada era 1940-1950-an, tepatnya pada 15 Februari 1950, El Clasico disiarkan di televisi Spanyol. Pada saat itu, Real Madrid menang atas Barcelona dengan skor 1-0 berkat legenda seperti Ferenc Puskas dan Alfredo dI Stefano.

    Persaingan sengit kedua klub sepakbola ini tidak hanya mengenai siapa yang menang di pertandingan El Clasico, namun juga mengenai jumlah trofi. Latar belakang nuansa politik di masa lalu juga masih ikut membayangi nuansa rivalitas Barcelona dan Real Madrid.

    Filosofi “Tiki-Taka” Barcelona FC, Cruyff, hingga Messi

    FC Barcelona dikenal memiliki gaya main tersendiri, antara lain lewat oper-operan pendek akurat. Ini tidak lepas dari peran serta Akademi La Masia dan seorang sosok dengan nama Johan Cryuff.

    Johan Cryuff bermain untuk Barcelona pada tahun 1973-1978. Selama bermain, pesepakbola asal Belanda itu berhasil menjuarai La Liga pada tahun 1973-1978 dengan total sebanyak 143 penampilan dan 48 gol.

    Dutch footballer Johan Cruyff (1947 - 2016) of Dutch team Ajax Amsterdam, in Wembley Stadium, London, UK, 1st June 1971.  (Photo by R. Powell/Daily Express/Getty Images)Johan Cruyff. Foto: R. Powell/Daily Express/Getty Images

    Ia kemudian melatih Barca pada 4 Mei 1988-18 Mei 1996. Selama menjadi pelatih, Johan Cryuff terkenal sebagai tokoh revolusioner sepanjang sejarah untuk Barcelona. Sebagai seorang pelatih, taktik Johan Cryuff dipengaruhi oleh sistem Total Football yang dikuasainya selama bermain di timnas Belanda di bawah arahan mantan pelatihnya, Rinus Michels.

    Gaya ofensif ala Johann Cruyff itu kemudian ikut mempengaruhi gaya main Barcelona, yang pada prosesnya ikut berdampak pada kelahiran sebuah skema dengan nama Tiki-Taka.

    Gaya bermain dengan oper-operan pendek antarpemain tersebut membawa Barcelona sempat mendominasi persepakbolaan Eropa,secara khusus ketika dilatih Pep Guardiola di periode 2008 sampai dengan 2012, yang berbuah 14 gelar juara.

    Pada masa itu pula Tiki-Taka Barcelona mencuatkan sejumlah bintang. Ada satu yang sinarnya paling benderang melampaui terangnya bintang-bintang lain: Lionel Messi.

    Lionel Messi adalah sosok sentral di Barcelona yang diperkuatnya pada rentang waktu 2003-2021. Tidak kurang dari 34 trofi diraihnya bersama klub Catalan tersebut, dalam mendominasi persepakbolaan pada saat itu.

    ZURICH, SWITZERLAND - JANUARY 10:  Lionel Messi (l) of Argentina and Barcelona FC receives the men's player of the year award from his club coach Pep Guardiola (r) during the FIFA Ballon d'or Gala at the Zurich Kongresshaus on January 10, 2011 in Zurich, Switzerland.  (Photo by Michael Steele/Getty Images)Lionel Messi menerima Ballon d’Or dari Pep Guardiola. Foto: Getty Images/Michael Steele

    Trofi Lionel Messi di Barcelona:

    • La Liga (10)
    • Copa del Rey (7)
    • Piala Super Spanyol (7)
    • Liga Champions (4)
    • Piala Super Eropa (3)
    • Piala Dunia Antarklub FIFA (3)

    Jumlah tersebut belum termasuk pencapaian-pencapaian Messi secara individu selama di Barcelona, termasuk mayoritas dari delapan Ballon d’Or yang dikoleksinya dalam karier sejauh ini.


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Vinicus Salah jika Tuntut Gaji Sebesar Mbappe


    Madrid

    Negosiasi kontrak baru Vinicius Junior dengan Real Madrid dilaporkan sedang mandek. Vinicius dinilai tidak seharusnya meminta gaji sebesar Kylian Mbappe.

    Bintang sepakbola Brasil itu tinggal memiliki sisa dua tahun di kontraknya. Pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak Vinicius sudah digelar, tapi belum juga mencapai kesepakatan karena persoalan gaji.

    Vinicius Junior saat ini dibayar sebesar 20,8 juta per tahun (sebelum pajak) atau sekitar Rp 400,2 miliar, ditambah 4,2 juta euro (Rp 80,8 miliar) per tahun sebagai bonus terkait performa. Pesepakbola berusia 25 tahun itu merupakan salah satu dari lima pemain Los Blancos bergaji terbesar.


    Sebagai perbandingan bayaran Kylian Mbappe memang jauh di atas Vinicius yaitu sebesar 31,3 juta euro (Rp 600,4 miliar) setahun (sebelum pajak). Superstar sepakbola Prancis itu juga mendapatkan bonus tahunan sebesar 30 juta euro (Rp 577,3 miliar).

    Eks pemain dan bos Real Madrid Predrag Mijatovic mengatakan, gaji besar Mbappe berkaitan dengan kepindahan gratis setelah menghabiskan kontraknya di Paris Saint-Germain. Jadi, Vinicius diyakini akan sulit menuntut gaji serupa. Selain itu, Vini diperingatkan karena Madrid tidak segan melego bintang-bintangnya terkait perselisihan gaji.

    “Real Madrid selama ini mengatur gaji dengan sangat baik selama lebih dari satu dekade terakhir. Dengan pembaruan kontrak Cristiano (Ronaldo), (Luka) Modric, dan (Sergio) Ramos, mereka dilepas karena mereka tidak ingin terlibat dalam perang penawan untuk menggaji para pemain itu lebih besar,” ucap Mijatovic di Mundo Deportivo.

    “Jika dia ingin dibayar sebesar Mbappe, saya kira dia membuat kesalahan. Mbappe kan digaji sangat besar karena dia datang secara gratis, dan karena Madrid tidak membayar biaya transfer dia, dan lain-lain, dan lain-lain…”

    “Hal-hal ini kan sangat jelas. Tidak perlu mencari persaingan dalam hal ini, siapa yang digaji lebih besar. Jika Anda merasa bahagia, bertahanlah, dan jika tidak, cari saja kehidupan baru di luar klub,” lugas Mijatovic terkait situasi kontrak Vinicius Junior.

    (rin/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Tak Disebut dalam Permintaan Maaf Vini, Alonso: Masalah Sudah Selesai!


    Madrid

    Permintaan maaf Vinicius Junior justru menguatkan dugaan adanya ketegangan dengan Xabi Alonso. Namun, Alonso menegaskan masalah dengan Vinicius sudah selesai.

    Winger top Real Madrid itu mengucapkan permintaan maaf secara terbuka, setelah bereaksi tidak pantas saat diganti di tengah El Clasico, akhir pekan lalu. Vinicius mengomel, mencak-mencak pada Alonso, sembari berjalan langsung ke lorong pemain Stadion Santiago Bernabeu. Padahal, Vinicius seharusnya duduk di bangku cadangan Madrid.


    Usai menerima berbagai kritik, Vinicius Junior akhirnya meminta maaf kepada seluruh komponen Los Blancos. Meski demikian, ada kontroversi lain yang mencuat. Bintang sepakbola Brasil itu sama sekali tidak menyebut nama Xabi Alonso.

    Alonso kemudian menjelaskan bahwa dirinya sudah bertemu dengan pesepakbola berusia 25 tahun ini. Mantan pemain Madrid, Liverpool, dan Bayern Munich itu mengaku tidak ada masalah dengan permintaan maaf Vinicius.

    “Pada hari Rabu setelah dua hari libur, kami menggelar pertemuan dengan semua pemain. Vini melakukan tindakan yang bagus, sempurna. Dia bicara dari hati, dengan ketulusan. Saya sangat puas, dan bagi saya, dari saat itu masalahnya selesai,” ujar pelatih Real Madrid ini.

    “Bagi saya, itu adalah pernyataan yang sangat berharga dan positif. Vini menunjukkan kejujurannya, dia bicara dari hati, apa arti klub ini buat dia,” sambung Xabi Alonso dikutip ESPN.

    “Bagi saya, yang penting adalah apa yang dia katakan kepada rekan-rekan setimnya, fans, dan klub. Saya toh sangat puas dan sejak hari Rabu, masalahnya sudah selesai dan kami sekarang memikirkan tentang apa selanjutnya,” lugas entrenador berusia 43 tahun itu.

    (rin/ran)



    Sumber : sport.detik.com