Tag: serangan

  • Pedri Mau Cetak Lebih Banyak Gol buat Barcelona


    Jakarta

    Di tengah tajamnya Barcelona, Pedri merasa kurang berkontribusi dalam mencetak gol. Ia mau lebih sering menjebol gawang lawan.

    Barcelona polesan Hansi Flick sudah unjuk gigi dalam hal mencetak gol. Sejak ditangani pelatih asal Jerman itu, Barca sudah bikin 218 gol dari 76 pertandingan di semua kompetisi.

    Musim ini saja, Barcelona sudah mencetak 44 gol. Pedri baru menyumbang dua gol dari jumlah itu, angka yang berharap ia poles meski bikin gol bukan tugas utamanya.


    “Saya menganggap ini sangat serius. Semua orang bilang bahwa saya harus mencetak lebih banyak gol, bahwa saya harus melatih tembakan saya, bahwa saya harus lebih sering masuk kotak penalti,” kata Pedri dikutip Mundo Deportivo.

    “Saya sadar akan hal itu, saya harus lebih baik lagi. Kakak saya sudah memasangkan target buat saya musim ini, tapi saya tak akan bilang berapa.”

    Berposisi sebagai gelandang, Pedri merupakan motor permainan Barcelona. Ia mengatur serangan dan tempo tim.

    Di LaLiga musim ini, gelandang 22 tahun tersebut memuncaki daftar pengumpan terbanyak dengan total 815 umpan sukses. Ia punya akurasi umpan sukses sebesar 91,3% dan rata-rata menciptakan 2,3 umpan kunci per laga.

    (raw/yna)



    Sumber : sport.detik.com

  • Cedera Tulang Kemaluan Bikin Yamal ‘Impoten’ di El Clasico


    Madrid

    Lamine Yamal memble di El Clasico, saat Barcelona dihajar Real Madrid. Bintang Blaugrana itu disebut kesulitan karena cedera tulang kemaluannya.

    Hal itu diungkap Dr. Pedro Luis Ripoll, ahli traumatis olahraga terkemuka, yang bicara ke El Larguero. Cedera pubalgia disebut membuat Yamal bahkan hampir tak bisa menendang bola.

    “Ini adalah cedera yang jujur saja sulit diobati. Ciri utamanya adalah rasa sakit yang mengurangi kemampuan pemain untuk bergerak dan menendang bola hingga hampir 50%, persis seperti yang kita lihat di El Clasico,” jelas Dr. Ripoll, seperti melansir Goal.


    “Dia hampir tidak menendang ke gawang, dia kesulitan bergerak, dia terus-menerus meregangkan tubuh. Ini adalah rasa sakit yang melumpuhkan, yang memungkinkan pemain berpartisipasi dalam pertandingan tetapi menghalanginya mencapai level terbaiknya dan secara signifikan mengurangi kinerjanya,” terangnya.

    Di Santiago Bernabeu kemarin, Lamine Yamal memang tampil memble menghadapi Real Madrid. Ia gagal memberi banyak kontribusi untuk Barcelona di lapangan.

    Sofascore mencatat, Yamal cuma bikin dua tembakan selama 90 menit. Serangan di sisi kanan Barcelona jadi tak efektif, dan mudah diredam Real Madrid.

    Lamine Yamal mengalami cedera sejak akhir bulan lalu. Usai laga melawan Paris Saint-Germain, bintang muda Spanyol tersebut dikonfirmasi Barcelona mengalami masalah pada tulang kemaluannya.

    (yna/mrp)



    Sumber : sport.detik.com

  • Barcelona Akui Melempem di Santiago Bernabeu


    Madrid

    Barcelona mengakui tak bisa berbuat cukup banyak di markas Real Madrid, hingga menelan kekalahan. Lini depan Barca tampil redup.

    Barcelona kalah 1-2 saat main di Santiago Bernabeu, Minggu (26/10/2025) malam WIB, dalam lanjutan Liga Spanyol. Fermin Lopez sempat membalas gol Kylian Mbappe, tapi Jude Bellingham memastikan kemenangan tuan rumah.

    Sejak sepak mula, Barca mencoba menguasai jalannya laga lewat penguasaan bola. Namun mereka kesulitan menembus pertahanan Madrid.


    Lamine Yamal pun tak banyak melakukan tusukan-tusukan, dengan Barca pada prosesnya lebih banyak mencoba lewat Marcus Rashford di kiri. Yamal hanya melakukan dua tembakan tanpa mengarah ke gawang dan empat dribel sukses dari delapan percobaan.

    Ferran Torres yang bermain sebagai false nine juga tak banyak berkontribusi. Asisten Pelatih Barcelona Marcus Sorg, pengganti Hansi Flick yang diskors, mengakui hari ini serangan timnya kurang menggigit.

    Sebagai catatan, satu-satunya gol pun didapatkan dari kesalahan pemain Madrid, saat Arda Guler kehilangan bola di area pertahanan sendiri.

    “Kami melakukan lebih banyak kesalahan ketimbang biasanya, kami sudah mencoba segalanya tapi tidak menciptakan peluang apapun. Di sepertiga akhir lapangan, kami kekurangan kekuatan untuk melakukan penetrasi dan menciptakan ancaman,” ujar Sorg seusai laga, dikutip Mundo Deportivo.

    “Kami mencoba segalanya, mengakhiri laga dengan hanya dua bek untuk menciptakan lebih banyak peluang meski kami tahu Madrid sangat bagus dalam serangan balik. Tapi kami tidak menciptakan cukup banyak peluang.”

    (raw/ran)



    Sumber : sport.detik.com

  • Seperti Laga Pria Vs Bocah


    Madrid

    Mantan manajer top Arsene Wenger menganalisis El Clasico tadi malam (26/10). Wenger menilai, laga tersebut bak duel pria-pria dewasa melawan bocah-bocah.

    El Clasico jilid pertama 2025/26 memainkan duel Real Madrid vs Barcelona di Santiago Bernabeu. Madrid keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1, di mana gol-gol Kylian Mbappe dan Jude Bellingham cuma dibalas sekali oleh Fermin Lopez.

    Kemenangan Los Blancos sesungguhnya bisa saja lebih besar usai dihadiahi penalti di babak kedua. Namun, eksekusi Mbappe bisa digagalkan Wojicech Szczesny.


    Wenger menyebut, pertahanan solid Real Madrid jadi kunci. Absennya Robert Lewandowski dan Raphinha turut dinilai memengaruhi kualitas serangan Barcelona.

    “Xabi Alonso menyeimbangkan timnya dengan baik pada pertandingan hari ini, secara keseluruhan saya akan bilang ini sedikit seperti pria dewasa melawan bocah di beberapa bagian,” sebut manajer legendaris Arsenal itu di studio BeIN Sports.

    “Sebagai contoh, penampilan bertahan Real Madrid jauh lebih kuat daripada pertahanan Barcelona. Di depan, Madrid selalu kelihatan mereka bisa mencetak satu gol lagi dan Barcelona terlihat ompong di depan tanpa Robert Lewandowski dan Raphinha.”

    “Barcelona menguasai bola lebih banyak di paruh kedua setelah penalti Mbappe gagal, tapi mereka tidak pernah benar-benar kelihatan bisa mencetak satu gol. Keseimbangan defensif Real Madrid pada hari ini, saya memberi kredit kepada Xabi Alonso karena melakukannya dengan sangat baik,” lanjut Arsene Wenger.

    “Penampilan Barcelona kurang matang di momen-momen yang menentukan. Ketika Anda melakoni laga-laga penting, ini kan tentang menghadapi momen-momen yang penting dari pertandingan,” dia menyimpulkan.

    (rin/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Alonso Redam Tudingan Valverde Ogah Main


    Madrid

    Federico Valverde menambah ketegangan di ruang ganti Real Madrid. Pelatih Xabi Alonso meredam tuduhan yang menyebut Valverde tidak mau main di posisi tertentu.

    Bintang sepakbola Uruguay itu hanya duduk di bangku cadangan saat Madrdid mengganyang klub Kazakhstan Kairat Almaty 5-0 di Liga Champions, tengah pekan ini. Situasi tersebut hanya sehari setelah Valverde mengaku tak nyaman bermain sebagai bek kanan.


    Tingkah Valverde di tepi lapangan Stadion Central pun disorot. Ada yang mengira bahwa gelandang berusia 27 tahun itu juga bahkan tak mau melakukan pemanasan.

    Kontroversi ini sampai membuat Federico Valverde mengeluarkan pernyataan resmi, membantah tudingan-tudingan miring kepadanya. Di sisi lain, Alonso disebut-sebut kurang akur dengan sejumlah pemainnya menyusul reaksi marah Vinicius Junior saat diganti, dan kabar bahwa Rodrygo lebih suka main di sisi kiri serangan ketimbang di sisi kanan.

    “Tidak ada pemain — tidak Fede, tidak Rodrygo, tidak Vini — yang pernah bilang kepada saya bahwa mereka tidak mau bermain di satu posisi tertentu,” cetus dia dikutip ESPN.

    “Hal itu tidak terjadi. Semua pemain ingin main, dan ketika mereka tidak bermain, mereka akan senang berada di lapangan,” sambung mantan gelandang top Spanyol ini.

    “Namun, tidak ada seorang pemain pun yang bilang kepada saya bahwa dia tidak mau main. Mereka semua punya sikap yang bagus kok, dan saya memutuskan, dan saya harus memilih apa yang terbaik untuk tim. Saya ingin menegaskan soal itu,” lugas Xabi Alonso.

    (rin/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Ferran Torres Cibir Getafe, Dibalas Pelatih Lawan


    Barcelona

    Ferran Torres menginspirasi kemenangan Barcelona atas Getafe 3-0. Namun, komentar Ferran usai pertandingan bikin pelatih lawan Jose Bordalas meradang.

    Ferran Torres mengemas sepasang gol dalam pertandingan Liga Spanyol Barcelona vs Getafe, Senin (22/9) dinihari WIB. Satu gol lainnya dilesakkan Dani Olmo di babak kedua.


    Barcelona nyaris mendominasi total permainan. Blaugrana unggul penguasaan bola 71-23, dan menciptakan 16 percobaan. Sebanyak tujuh percobaan mengarah ke gawang Getafe, ditambah dengan satu upaya yang mengenai mistar gawang. Sedangkan tim tamu hanya dibiarkan melepaskan tiga percobaan tapi tidak membahayakan.

    “Kami sudah tahu pertandingannya akan sangat sulit, mereka toh tidak menawarkan apapun, mereka bikin banyak sekali pelanggaran,” ceplos Ferran Torres kepada DAZN.

    “Mereka membawa pertandingannya ke level yang tidak kami sukai. Menurut pendapat kami, ini tidak menyenangkan, tapi yang penting adalah tiga poin,” penyerang Spanyol ini menambahkan.

    Bordalas menanggapi komentar Ferran Torres dengan dingin. Getafe hanya memiliki sedikit pilihan mengingat perbedaan kualitas skuad yang jomplang.

    “Itu adalah pendapat yang penuh prasangka karena perbedaannya kan 1 miliar. Barca itu kan tim yang memiliki dua pemain dengan level yang sangat tinggi di setiap posisi, yang bisa melakukan kombinasi dan serangan balik. Tidak sopan melontarkan komentar seperti itu ,” sembur dia di Mundo Deportivo.

    (rin/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Gaya Main Alonso Bikin Courtois Jadi Lebih Sibuk


    Madrid

    Thibaut Courtois punya peran yang lebih kompleks bersama Real Madrid di bawah asuhan Xabi Alonso. Alonso memintanya untuk berani maju meninggalkan sarangnya untuk jadi sweeper keeper.

    Real Madrid meraih kemenangan 3-0 di kandang Real Oviedo, Estadio Carlos Tartiere pada laga pekan kedua LaLiga,, Senin (25/8/2025). Tiga gol tim tamu lahir lewat brace Kylian Mbappe dan gol Vinicius Junior.

    Gaya main yang dikembangkan pelatih Madrid, Xabi Alonso, perlahan mulai bisa dijalankan dengan baik anak asuhannya di laga ini. Alonso menerapkan taktik high pressing di Madrid.


    El Real bermain dengan garis pertahanan tinggi untuk segera menekan lawan yang menguasai bola. Madrid bermain dengan gaya main seperti ini sejak laga sebelumnya saat menang 1-0 atas Osasuna.

    Gaya main yang diterapkan oleh Alonso ini membuat peran Thibaut Courtois menjadi lebih kompleks. Courtois mengungkap bahwa Alonso memintanya untuk maju meninggalkan sarangnya saat Madrid dalam kondisi menyerang.

    Hal ini untuk mengimbangi garis pertahanan tinggi yang diterapkan Madrid. Pemain 33 tahun ini diharapkan bisa ikut terlibat dari build up dan mengantisipasi serangan balik lawan.

    Meski begitu, Courtois tetap tak melupakan tugas utamanya menjaga gawang Madrid. Itu tercermin di laga melawan Oviedo dengan Courtois bikin penyelamatan gemilang di akhir laga.

    “Pelatih meminta kami untuk memulai dengan baik, dengan banyak tekanan ke depan, selalu melihat sekitar… Jika Anda menekan terlalu tinggi, mereka tidak bisa keluar dengan baik, itu sangat sulit bagi mereka. Itulah yang kami coba lakukan melawan Osasuna dan hari ini juga, dan sejauh ini berjalan dengan baik. Mungkin saja, mereka bisa keluar dari tekanan itu dan melakukan serangan balik, tetapi kami harus waspada. Itulah gaya main yang harus diikuti,” ujar Courtois dikutip dari Real Madrid TV.

    “Melawan Osasuna, saya tidak punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Manajer meminta saya untuk sangat maju, saya banyak berlari, dan seringkali saya hampir berada di tengah lapangan. Saya harus tetap fokus sepanjang pertandingan dan melakukan penyelamatan itu, karena jika mereka mencetak gol, skornya akan menjadi 1-2 dan kami bisa kesulitan di menit-menit akhir. Kami mampu menjaga clean sheet. Ini bagus untuk semua pemain,” jelasnya.

    (pur/ran)



    Sumber : sport.detik.com

  • Kelakuan Vinicius Dianggap Tak Cocok dengan Real Madrid


    Madrid

    Kelakuan Vinicius Junior yang kerap memprovokasi lawan dan penonton jadi sorotan. Winger asal Brasil itu dinilai tak pantas berseragam Real Madrid.

    Vinicius bikin ulah di laga kedua Liga Spanyol antara Real Oviedo vs Real Madrid, Senin (25/8/2025). Dia mengolok-olok fans lawan usai mencetak gol di injury time.

    Tidak hanya itu, Vinicius juga mengoceh ke arah wasit tak lama setelah mendapat kartu kuning akibat diving. Pemain berusia 25 tahun itu sampai harus ditenangkan Kylian Mbappe dengan menutup mulut rekannya itu supaya diam.


    Ini bukan kali pertama Vinicius berkelakuan nyeleneh saat membela Real Madrid. Dia sudah beberapa kali memprovokasi lawan, hingga mendapat serangan rasisme dari penonton.

    Berbagai sikap nyeleneh Vinicius dianggap keterlaluan oleh eks pemain dan direktur olahraga Real Madrid, Pedja Mijatovic. Pria yang berseragam Los Blancos pada periode 1996-1999 ini menilai klub mesti mengevaluasi keberadaan Vinicius di Santiago Bernabeu.

    “Saat ini Xabi sudah jelas, dia menginginkan pemain yang sudah dikenalnya. Vini memang sudah punya tempat di Ancelotti, tapi Xabi tidak peduli apa yang telah dia lakukan sejauh ini,” kata Mijatovic, dilansir dari Mundo Deportivo.

    “Beberapa hal tidak berubah. Itu tidak sepadan. Bagi saya, kelakuan dia tidak cocok dengan seragam Real Madrid,” pria asal Montenegro itu menambahkan.

    “Dia sengaja memotivasi dirinya sendiri dengan melawan semua orang. Dia pemain yang luar biasa, tapi kita harus mengevaluasi apakah dia pantas berada di sini,” ujarnya soal Vinicius Junior.

    (bay/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Tarik Keluar Rashford Kunci Barcelona Comeback Lawan Levante


    Barcelona

    Keputusan Hansi Flick menarik keluar Marcus Rashford jadi kunci Barcelona comeback melawan Levante. Raphinha yang digeser ke kiri menggantikan Rashford mengubah serangan El Barca.

    Barcelona melakukan comeback dramatis untuk menang 3-2 atas Levante di pekan kedua LaLiga yang digelar di Estadio Ciudad de Valencia, Valencia, Minggu (24/8/2025) dini hari WIB. El Barca tertinggal 0-2 pada babak pertama.

    Dua gol tuan rumah dibuat Ivan Romero dan Jose Luis Morales. Blaugrana bangkit selepas jeda berkat gol dari Pedri, Ferran Torres, dan bunuh diri dari Uni Elgezabal di menit akhir laga.


    Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengambil keputusan tepat melakukan perubahan selepas jeda. Hal tersebut jadi kunci mereka bisa membalikkan situasi di babak kedua.

    Ia memasukkan Dani Olmo menggantikan Marcus Rashford dan memainkan Marc Casado untuk menarik keluar Gavi tepat setelah turun minum. Masuknya Olmo membuat Raphinha yang sebelumnya bermain di belakang penyerang digeser ke sayap kiri.

    Pemain asal Brasil ini mengisi posisi dari Rashford. Raphinha memberi warna baru di sektor kiri penyerangan Barcelona.

    Flick mengakui keputusannya menggeser Raphinha ke kiri sangat krusial untuk kemenangan Barcelona di laga ini. Meski begitu, ia tetap memuji Rashford yang sudah bekerja keras di posisi tersebut pada babak pertama.

    “Marcus memiliki beberapa peluang di babak pertama dan menunjukkan bahwa ia dapat membantu kami. Di babak kedua, kami perlu melakukan perubahan dan kami menempatkan Raphinha di sayap,” ujar Flick dikutip Marca.

    “Saya pikir perubahan itu tepat. Gol pertama setelah jeda mengubah jalannya pertandingan,” jelasnya.

    Kemenangan atas Levante membawa Barcelona ke puncak klasemen. El Barca meraih enam angka dari dua laga.

    (pur/mrp)



    Sumber : sport.detik.com