Tag: serba

  • 4 Warna Karpet yang Sudah Ketinggalan Zaman, Jangan Dipakai!



    Jakarta

    Dalam mendekorasi rumah, karpet bisa menjadi salah satu barang yang wahib dipertimbangkan untuk dipasang karena bisa mempercantik ruangan. Karena warna dan pola karpet bisa membuat rumah terlihat cantik serta menarik. Banyak pilihan warna yang bisa dicocokan untuk dekorasi rumah.

    Namun, tidak semua warna pada karpet cocok untuk diaplikasikan ke dalam ruangan. Ada beberapa warna yang sudah ketinggalan zaman sehingga sebaiknya tidak digunakan.

    Berikut beberapa daftar warna karpet yang sudah ketinggalan zaman.


    Warna Tebal dan Neon

    Meskipun menggunakan warna karpet yang berani dan neon, seperti hijau, jingga, merah muda, dan biru populer selama beberapa waktu, namun warna ini menonjolkan rona yang sangat cerah.

    Warna neon digunakan pada karpet sebagai cara yang menyenangkan untuk memadukan warna aksen, tetapi ada cara lain untuk mendesain ruangan dengan cara yang menyenangkan seperti dengan cat atau seni dinding.

    “Nuansa hangat seperti kuning keemasan, karat, merah karat tua, dan coklat kemerahan sedang tren, tetapi hindari warna merah terang dan asli pada karpet kamu. Ganti warna merah muda menyala dengan warna merah mawar,” kata Jill Greaves, seorang desainer interior.

    Abu-abu Dingin

    Seiring dengan semakin banyaknya orang yang memasukkan kehangatan, kenyamanan, dan warna ke dalam rumah mereka. Karpet abu-abu yang sejuk dapat menambah kesan suram dan tidak pada tempatnya pada ruangan yang ramai.

    “Abu-abu dingin sudah tidak relevan, gantilah dengan abu-abu yang lebih hangat dan warna netral seperti dempul. Warna ini sangat cocok dengan tren vintage dam tampilan pesisir yang lebih lembut,” ujar Greaves.

    Hitam

    Karpet hitam yang suram dan dramatis pernah menjadi tren di masa lalu, tetapi mungkin akan tetap menjadi tren di masa lalu. Tren desain yang menggunakan warna-warna berani, seperti hitam.

    Alternatif warna hitam yang paling dekat dan paling modern adalah coklat tua. Warna netral gelap ini menawarkan nuansa hitam yang sama muram dan menyelimuti tanpa tampilan yang ketinggalan zaman.

    Putih

    Ruangan serba putih termasuk karpet putih mencolok, juga ketinggalan zaman karena orang menginginkan lebih banyak tekstur, pola, kehangatan, dan warna di ruangan. Karpet putih hampir mustahil untuk tetap bersih.

    “Kita sudah terlalu lama menggunakan warna putih, saya rasa kita semua sudah bosan dengan ruangan serba putih dan mencari nuansa yang lebih hangat, seperti pola yang menarik atau tekstil yang lebih alami,” kata Greaves.

    Pertimbangkan lantai yang memiliki warna hangat alami. Jika mengganti karpet putih bukan pilihan, padukan daya tarik visual dengan melapisi karpet rumput laut di atasnya.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, Ini 5 Tanda Agen Properti Red Flag


    Jakarta

    Saat membeli maupun menjual rumah terkadang dibutuhkan jasa agen properti. Dengan menggunakan jasa agen properti, proses jual beli rumah bisa semakin cepat.

    Walau demikian, kamu harus hati-hati saat menggunakan jasa agen properti. Sebab, ada juga agen properti yang nakal, bisa-bisa kamu justru dirugikan oleh mereka.

    Nah, berikut ini beberapa ciri agen properti sebaiknya dihindari atau red flag.


    1. Menentukan Harga Sepihak

    Ini merupakan salah satu tanda agen properti yang nakal. Sebab, agen properti profesional akan mengarahkan dan memberikan data terkait harga jual rumah sesuai dengan harga pasar.

    Nah agar tidak mudah ditipu, sebaiknya pemilik rumah juga mengetahui harga pasar agar tidak rugi.

    2. Gaya Komunikasinya Memaksa

    Umumnya, agen properti mendapatkan keuntungan dari komisi hasil jual-beli rumah. Semakin cepat transaksi, semakin cepat mendapat komisi.

    Oleh karena itu, tak jarang para agen properti terlalu memaksa dan sengaja memberikan tekanan kepada calon pembeli maupun penjual rumah. Mereka bisa saja menyuruh seseorang untuk membeli atau menjual rumah sesuai dengan keinginannya yang bisa membuat calon penjual atau pembeli rumah kurang nyaman.

    3. Kurang Komunikasi dengan Klien

    Kurangnya komunikasi antara agen properti dengan klien bisa menciptakan masalah. Makanya, kalau dirasa agen properti sulit dihubungi lebih baik segera cair yang lain.

    4. Memberi Janji Akan Beli Rumah

    Beberapa oknum agen properti memberikan janji manis dengan berkata akan membeli rumah jika dalam jangka waktu lama belum terjual. Memang menggiurkan, tapi secara tidak langsung calon penjual rumah akan terikat kontrak panjang dengan mereka. Hal ini juga bisa berdampak pada proses penjualan rumah yang lama.

    5. Kurang Aktif

    Salah satu ciri agen properti yang bermasalah adalah kurang aktif memasarkan listingannya. Seharusnya, di zaman serba digital ini seorang agen properti bisa memanfaatkan banyak media untuk mencari pembeli potensial. Maka dari itu, agen properti harus lebih aktif dalam menggunakan berbagai platform jual-beli properti.

    Itulah beberapa tanda agen properti red flag. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Warna Karpet yang Sudah Jadul, Jangan Dipilih Lagi!


    Jakarta

    Memasang karpet di ruang tamu dapat memberikan kehangatan dan kenyamanan, tak hanya untuk pemilik rumah tapi juga bagi tamu yang datang. Warna dan pola karpet yang bagus juga membuat ruang tamu jadi terlihat lebih estetis.

    Namun, seiring perkembangan tren ada beberapa warna karpet yang sudah ketinggalan zaman. Warna tersebut dianggap sudah kuno dan tidak cocok dengan hunian yang mengusung konsep modern, minimalis, atau Japandi style.

    Ingin tahu warna karpet apa saja yang sudah ketinggalan zaman? Simak dalam artikel ini.


    Ini Warna Karpet yang Sudah Ketinggalan Zaman

    Saat memilih karpet, hal utama yang harus diperhatikan adalah bahannya. Meski begitu, kamu juga perlu memilih warna atau pola yang tepat agar cocok dengan hunian.

    Dilansir Better Homes & Gardens, Minggu (6/7/2025), berikut warna karpet yang jangan dipilih lagi karena sudah ketinggalan zaman:

    1. Warna Cerah

    Dahulu, warna cerah seperti hijau, jingga, merah muda, dan biru sangat populer untuk karpet ruang tamu. Namun sekarang, warna tersebut sudah ditinggalkan banyak orang karena terlalu cerah dan tidak cocok dengan konsep rumah minimalis.

    “Nuansa hangat seperti kuning keemasan, merah tua, dan cokelat kemerahan kini sedang menjadi tren, tetapi hindari warna merah terang pada karpet Anda,” kata desainer interior Jill Greaves.

    2. Abu-abu Tua

    Karpet yang berwarna abu-abu tua kini sudah mulai ketinggalan zaman. Sebab, tren saat ini adalah mengusung warna yang memasukkan unsur kehangatan dan kenyamanan.

    Meski begitu, bukan berarti warna abu-abu sama sekali tidak bisa dipakai untuk interior rumah. Graves menyarankan untuk memilih warna abu-abu yang lebih muda dan hangat agar cocok dengan konsep rumah modern saat ini.

    “Abu-abu tua sudah tidak relevan, cobalah ganti dengan abu-abu yang lebih hangat dan warna netral. Warna-warna ini sangat cocok dengan tren vintage,” ujarnya.

    3. Putih

    Mirip seperti abu-abu, Greaves mengatakan karpet warna putih sudah mulai ketinggalan zaman. Selain lebih cepat kotor, banyak orang yang menginginkan karpet dengan banyak tekstur, pola, dan warna yang lebih kalem.

    “Saya rasa kita semua sudah bosan dengan ruangan serba putih dan mencari nuansa yang lebih hangat, seperti pola yang menarik atau tekstur yang lebih alam,” ungkap Greaves.

    Pemilihan warna bumi atau earth tone bisa jadi pilihan terbaik untuk saat ini karena sedan menjadi tren di kalangan anak muda, misalnya biru muda yang hangat.

    4. Krem

    Karpet berwarna krem sempat menjadi tren selama beberapa tahun. Sayangnya, warna ini dinilai sudah ketinggalan zaman karena banyak orang yang mulai bosan.

    Emily Vaughan, desainer interior dan pemilik Emily Vaughan Interiors menyarankan untuk memilih warna lembut dan hangat agar penghuni maupun tamu yang datang merasa nyaman.

    “Jika Anda mencari karpet netral yang bukan krem polos biasa, cobalah karpet dengan pola halus seperti garis,” paparnya.

    5. Hitam

    Satu lagi warna karpet yang sudah ketinggalan zaman, yakni hitam. Pada periode 2010-an, warna hitam banyak dipilih karena dinilai berani dan berbeda daripada yang lain. Namun untuk saat ini, warna hitam hanya menunjukkan kesan suram.

    Apabila ingin memilih warna gelap, disarankan untuk memilih warna cokelat tua atau arang karena terlihat lebih modern. Meski begitu, tak masalah jika membeli karpet dengan corak atau pola garis berwarna hitam.

    Itulah lima warna karpet yang dianggap sudah ketinggalan zaman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Brand Lokal AmareStola Banting Harga Rp 100 Ribu di Bazar GlamLocal

    Jakarta

    Brand ready-to-wear AmareStola, identik dengan koleksi kombinasi batik cap dan tenun hadir di bazar GlamLocal di Exhibition Hall, West Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Bazar GlamLocal ini akan berlangsung sampai 8 Desember 2024.

    Brand lokal yang berasal dari Bekasi, Jawa Barat ini memberikan promo menarik di bazar GlamLocal. AmareStola memberikan diskon serba Rp 100 ribu untuk koleksi last stock.

    Kamu bisa mendapatkan kemeja bahan linen dengan motif batik cap dengan harga Rp 150 ribu. AmareStola juga menggelar flash sale pada jam khusus, yaitu setiap pukul 17.00 hingga 18.00 WIB. Kamu bisa membeli koleksi AmareStola dengan harga diskon pada jam tersebut.


    Brand AmareStola banting harga di bazar GlamLocal.Brand AmareStola banting harga di bazar GlamLocal. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Rencany Indramartani sebagai pendiri AmareStola menuturkan sengaja memberikan promo hanya di bazar GlamLocal. Diskon diberikan untuk koleksi vest bordir, busana batik cap dan sentuhan tenun.

    “AmareStola selalu mengikuti bazar GlamLocal, bazar yang sangat tinggi traffic pembelinya dan selalu di bazar ini AmareStola menampilkan harga yang spesial,” kata Rencany Indramartani atau akrab disapa Cany kepada Wolipop.

    AmareStola menghadirkan koleksi khusus wanita mulai dari blouse, kemeja, tunik, vest, dan gamis. Ada juga koleksi sarimbit untuk Lebaran. Selain itu, AmareStola menjual celana panjang dan kulot. Koleksi AmareStola menggunakan warna basic dan timeless.

    Brand AmareStola banting harga di bazar GlamLocal.Brand AmareStola banting harga di bazar GlamLocal. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    “Ciri khas pastel, AmareStola konsisten bermain dengan bahan katun premium dan mengedepankan kenyamanan busana setiap koleksinya. Aku berharap pelanggan bisa memaksimalkan pemakaian baju yang sudah dibeli,” pungkas Canny.

    Brand AmareStola banting harga di bazar GlamLocal.Brand AmareStola banting harga di bazar GlamLocal. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 8 Potret Inspirasi OOTD Hijab dan Outfit Monokrom ala Citra Kirana

    Citra Kirana kerap mengunggah OOTD di akun Instagramnya @citraciki. Gaya hijab dan busananya identik dengan nuansa pastel yang feminin. Namun gayanya saat mengenakan busana monokrom tak kalah memesona. Seperti dalam foto ini, ia memadukan rok tutu dengan leather jacket dan hijab segi empat serba hitam. Foto: Dok. Instagram @citraciki.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 6 Foto Desy Ratnasari Pakai Hijab Putih, Cantiknya Dikira Mau Menikah

    Dalam video tersebut, Desy Ratnasari dirias dengan makeup soft glamour oleh Vivi Thalib. Untuk hijabnya yang merupakan hasil karya hijab stylist, Dini Azzahra, Desy tampil dengan ciput ninja yang menutup leher dan dipadukan dengan kerudung lace. Foto: Dok. Instagram Vivi Thalib



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 7 Foto Gaya Tissa Biani Pakai Hijab Syari Serba Putih Saat Umrah

    Postingan Tissa Biani yang memesona berhijab selama umrah langsung mendapatkan banjir pujian dari warganet. ”MasyaAllah tabarakallah, semakin cantik aja semoga dilancarkan semua rukun da sunnahnya,” ucap pengguna Instagram @menceva99. “Kak tissaaa, MasyaAllah cantik bgtt aku juga bisa kesana aamiin,” ujar akun @els_yess. Foto: Dok. Instagram @tissabiani.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 7 Gaya Hijab dan Outfit Serba Monokrom ala Ratna Galih saat Liburan

    Mengunjungi Masjid Aqso, pemain film Merantau ini tampil elegan dengan dress dan hijab hitam. Hatinya pun bergetar ketika beribadah di Masjid Aqso. “Dengan super tegang, karna kita tau kondisi sebenernya lagi ga kondusif di bagian perbatasan Palestine yg sekarang di jajah Israel, sampe pas lewatin perbatasan masuk ke check point yg di jaga ketat sama tentara Israel, kita semua tegang nya luar biasa, tapi Alhamdulillah atas pertolongan Allah semuanya di mudahkan. Kita bisa sampe ke Palestine di tanah para nabi dan bisa merasakan solat di masjidil Aqso, pecah bgt rasanya. Campur aduk. BTW sedih banget sih disini sepi, ga kaya Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi.. padahal kita semua tau keutamaan Masjidil Aqso ini, kiblat pertama umat muslim,” tulisnya. Foto: Dok. Instagram @ratnagalih.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 7 Gaya Dian Sastrowardoyo Bikin Pangling Pakai Hijab Serba Putih saat Umrah

    Postingan Dian Sastrowardoyo berhijab selama di Tanah Suci langsung mendapatkan banjir pujian dari warganet. Seperti di foto ini Dian terlihat mengenakan hijab pashmina yang dibentuk simpel. “Cakep bgt kak masyaAllah,” puji akun @_poppyyyx. “Berkerudung ,” ucap akun @vikyveovinza.”MasyaAlloh, pake tiap hari aja mba gmn?” timpal akun @m_abdulrohman_. “ kok cantik banget Mashallah…” puji akun @mrfasalli. Foto: Dok. Instagram @therealdisastr.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Gaji Rp 6 Juta, Harus Nabung Berapa Lama biar Punya Tabungan Rp 300 Juta?

    Gaji Rp 6 Juta, Harus Nabung Berapa Lama biar Punya Tabungan Rp 300 Juta?


    Jakarta – Mengatur keuangan bagi pekerja kelas menengah menjadi hal penting dan menantang karena uang yang terbatas. Kaluna, tokoh utama dalam film Home Sweet Loan menginspirasi masyarakat lantaran bisa memiliki tabungan Rp 300 juta dengan gaji sekitar Rp 6 juta. Kira-kira butuh waktu berapa lama buat punya tabungan segitu?

    Dengan gaji satu digit, Kaluna yang hidup di Jakarta butuh waktu tujuh tahun untuk memiliki tabungan Rp 300 juta. Dirinya menerapkan pola hidup frugal living untuk menekan pengeluaran dan menabung sekitar Rp 4 juta setiap bulan.

    Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, mengatakan hal tersebut masih realistis untuk diterapkan dengan hidup serba hemat guna menekan pengeluaran. Menurut Andy, mendapatkan uang tabungan Rp 300 bisa saja dalam waktu 6 tahun.

    “Kaluna bisa menabung Rp 4 juta per bulan ya selama 7 tahun dapat lah angka Rp 330 juta seperti itu tadi. Maksud saya, sebenarnya bisa lebih smart lagi kalau dia nabungnya itu nggak cuma sekadar nabung di rekening bank,” kata Andy saat dihubungi detikcom, Jumat (11/10/2024).

    “Karena menabung dia jangka panjang, nabungnya itu di reksadana dan campuran di pasar saham. Jadi artinya kita dengan demikian untuk pertambahan nilai ini bisa lebih cepat lagi,” sambungnya.

    Menurutnya hal itu sangat efektif karena mendapatkan bunga yang lebih besar daripada hanya menabung di pasar saham. Adapun jika targetnya Rp 300-an juta itu dapat mempersingkat waktu tidak selama 7 tahun seperti Kaluna dalam film tersebut.

    “Mungkin nggak perlu nunggu 7 tahun, 6 tahun aja dia udah mencapai yang angka Rp 300 jutaan tadi. Jadi, selain nampung secara konvensional, dia juga bisa split masuk di reksa dana juga yang mana hal itu akan bikin pertumbuhan nilai dia bisa lebih cepat lagi,” tutupnya.

    (fdl/fdl)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya