Tag: sertifikat

  • Gadai Sertifikat Rumah Boleh Tanpa BI Checking, Begini Caranya!


    Jakarta

    Rumah adalah aset berharga, sertifikatnya saja bernilai sangat tinggi. Pemilik bisa menggadaikan sertifikat rumah sewaktu-waktu menghadapi kesulitan finansial.

    Langkah tersebut menjadi solusi untuk mendapatkan pinjaman di kala sulit. Namun, biasanya meminjam uang kepada lembaga perlu melalui proses pengecekan skor kredit atau BI Checking. Proses itu untuk menguji kelayakan kredit calon nasabah.

    Hal ini pun menimbulkan bisa menjadi kendala bagi sebagian orang. Lantas, apakah nasabah bisa menggadai sertifikat rumah tanpa BI checking?


    Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Selasa (9/9/2025), prosedur gadai sertifikat rumah bisa tanpa BI Checking. Sebab, pegadaian bekerja sama dengan PT Pefindo untuk menilai kelayakan calon nasabah menyetujui permohonan gadai sertifikat rumah.

    Pegadaian dapat melihat riwayat transaksi nasabah Pegadaian sebelumnya melalui sistem skoring PT Pefindo. Proses ini menjadi pertimbangan lolos atau tidaknya pengajuan buat gadai sertifikat rumah.

    Syarat Gadai Sertifikat Rumah

    Untuk menggadaikan sertifikat rumah, nasabah perlu memenuhi persyaratan berikut ini.

    • Berusia minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun saat jatuh tempo akad.
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami atau istri.
    • Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
    • Fotokopi surat nikah atau surat cerai.
    • Surat Keterangan Domisili apabila ada.
    • Bukti mengantongi pendapatan rutin, yaitu slip gaji 2 bulan terakhir.
    • Fotokopi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk pinjaman di atas Rp100 juta.
    • Sertifikat dalam bentuk Surat Hak Milik (SHM) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) asli.
    • Fotokopi Pajak Bumi Bangunan (PBB) tahun terakhir.
    • Surat Keterangan Usaha (SKU) yang hanya berlaku untuk pemilik usaha mikro atau kecil.

    Cara Menggadaikan Sertifikat Rumah

    Ikuti langkah berikut ini untuk menggadaikan sertifikat rumah.

    1. Kunjungi outlet Pegadaian terdekat dan serahkan sertifikat rumah sebagai jaminan (marhun).
    2. Tim Mikro Pegadaian akan memverifikasi dokumen serta meninjau lokasi rumah.
    3. Setelah permohonan disetujui oleh pejabat berwenang, dana pinjaman (marhun bih) akan dicairkan secara tunai atau transfer bank.
    4. Pembayaran cicilan dapat dilakukan setiap bulan dengan tenor 12-60 bulan dan mu’nah (margin) sebesar 0,7 persen per bulan.

    Pinjaman yang bisa diajukan mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 200 juta. Nominal pinjaman tergantung pada nilai agunan dan tenor yang dipilih.

    Biaya Tambahan

    Nasabah perlu menyiapkan biaya tambahan sebagai berikut.

    • Biaya cek sertifikat: Rp 50.000 hingga Rp 300.000 (sebelum akad),
    • Biaya administrasi,
    • Imbal Jasa Kafalah (IJK),
    • Biaya pengurusan SKMHT/APHT/SHT.

    Itulah informasi seputar gadai sertifikat rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Update Terbaru! Pendaftar LPDP 2024 Jalur Ini Tak Perlu Sertifikat Bahasa Inggris



    Jakarta

    Beasiswa LPDP baru saja menginformasikan ketentuan terbaru bagi pendaftar jalur afirmasi 2024. Ketentuan baru tersebut tak mewajibkan pendaftar jalur satu ini memiliki sertifikat bahasa Inggris.

    Akan tetapi, keringanan tersebut tak berlaku bagi semua pendaftar LPDP 2024 jalur afirmasi. Calon mahasiswa yang memilih kampus luar negeri masih dikenakan syarat sertifikat bahasa Inggris.

    “Ada yang baru di ketentuan bahasa kali ini! Pendaftar program S2/S3 dalam negeri dari jalur afirmasi, sekarang tidak perlu upload sertifikat bahasa lho,” tulis unggahan Instagram @lpdp_ri, dikutip Selasa (25/6/2024).


    Mulai seleksi LPDP 2024 tahap 2 ini pendaftar jalur afirmasi akan mendapatkan fasilitas pengayaan bahasa setelah dinyatakan lulus seleksi substansi. Untuk lebih memahaminya, berikut penjelasan mengenai syarat kemampuan bahasa Inggris pendaftar LPDP 2024 tahap 2:

    Syarat Kemampuan Bahasa Inggris Pendaftar LPDP 2024

    1. Beasiswa Afirmasi Penyandang Disabilitas

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66

    2. Beasiswa Afirmasi Khusus Penyandang Disabilitas Rungu/Tuli

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: TOEFL ITP rata-rata 50 untuk reading dan structure (listening diabaikan), IELTS rata-rata 6.0 untuk speaking, reading, dan writing (listening bisa diabaikan)
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Luar Negeri: TOEFL ITP rata-rata 50 untuk reading dan structure (listening diabaikan), IELTS rata-rata 6.0 untuk speaking, reading, dan writing (listening bisa diabaikan)

    3. Beasiswa Afirmasi Prasejahtera

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris

    4. Beasiswa Putra-putri Papua

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Luar Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris

    5. Beasiswa Daerah Afirmasi

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66

    6. Beasiswa Reguler dan Parsial

    • S2 Dalam Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0
    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5
    • S3 Dalam Negeri: TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0
    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0

    7. Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia

    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5
    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0

    8. Beasiswa PNS/TNI/POLRI

    • S2 Dalam Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0
    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5
    • S3 Dalam Negeri: TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0
    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5

    9. Beasiswa Kewirausahaan

    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 61, PTE Academic 65, atau IELTS 6,0

    10. Beasiswa Pendidikan Kader Ulama

    • S2 Dalam Negeri: TOEFL ITP 400, TOEFL iBT 33, PTE Academic 30, IELTS 4,5 Duolingo EngTes 65, atau TOEP 36
    • S3 Dalam Negeri: TOEFL ITP 450, TOEFL iBT 45, PTE Academic 36, IELTS 5,0, Duolingo EngTes 75, atau TOEP 46

    11. Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis

    • S3 Luar Negeri: TOEFL ITP 475, TOEFL iBT 51, IELTS 5,5 atau PTE Academic 43

    12. Beasiswa Prioritas LPDP-NTU

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 100 atau IELTS 7,0

    13. Beasiswa Prioritas LPDP-UNSW

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 100 atau IELTS 7,0

    14. Beasiswa Prioritas LPDP-Dundee University UK

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 94, IELTS 7,0, atau PTE Academic 65

    15. Beasiswa Prioritas LPDP-NUS Business School

    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 100 atau IELTS 6,5

    16. Beasiswa Doktor Talenta Riset & Inovasi Nasional BRIN

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, IELTS 6,5, atau Duolingo EngTest 58

    17. Beasiswa Kerja Sama Bidang Ekonomi & Perdagangan Internasional dan Bidang Transportasi CSU

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 61, IELTS 6,0, atau Duolingo EngTest 80

    18. Beasiswa Kerja Sama Bidang Metallurgical Engineering USTB

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 61, IELTS 6,0, atau Duolingo EngTest 80

    Itulah syarat sertifikat bahasa Inggris terbaru untuk daftar beasiswa LPDP 2024 tahap 2. Semoga bermanfaat.

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa PhD dan Post Doctoral ke Austria untuk 2025, Minat Daftar?



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Austria menawarkan beasiswa pendidikan dan penelitian bagi warga Indonesia. Beasiswa ini berlaku untuk program sarjana, pascasarjana, PhD dan post doctoral (postdoc).

    Detikers bisa mencoba program Full PhD Grant, Postdoc Grant, Music Practice Grant atau Short-term Research Grant. Selain sokongan dana pendidikan dan penelitian, beasiswa juga menunjang biaya hidup selama di Austria.

    Khusus bagi yang ingin melamar beasiswa Music Practice Grant, pendaftaran dibuka hingga 15 Desember 2024. Sementara yang berminat mengambil Full PhD Grant dan Postdoc Grant batas pendaftaran masih sampai Maret 2025.


    Adapun yang akan memilih program penelitian singkat pendaftaran dibuka selama 2-9 bulan sebelum pelamar melakukan kunjungan ke universitas tujuan. Apa saja persyaratan untuk bisa daftar beasiswa ini?

    Mengutip laman Dikti Kemendikbudristek, berikut informasi lengkapnya:

    1. Program Short Term Research Grant

    Beasiswa untuk program Short Term Research Grant berlaku untuk jangka 1-2 bulan. Penerima beasiswa akan mendapatkan tunjangan 1.300 Euro per bulan dan subsidi perjalanan hingga 1.200 Euro.

    Pilihan Program Studi

    • Ilmu pengetahuan alam
    • Ilmu teknik
    • Kedokteran
    • Kesehatan
    • Ilmu pertanian
    • Ilmu sosial
    • Humaniora

    Syarat Daftar

    • Pelamar Postdocs maksimal berusia 45 tahun (jika sedang mengasuh anak dapat diperhitungkan).
    • Mempunyai kemampuan bahasa Inggris dan Jerman yang baik
    • Pelamar tidak boleh pernah tinggal/belajar/menjalani penelitian/pekerjaan akademis di Austria pada tahun terakhir, enam bulan sebelum menerima hibah.
    • Pelamar yang tinggal secara permanen di Austria atau yang telah menyelesaikan pendidikan akademisnya terutama di Austria tidak berhak untuk mendaftar.
    • Mengirim lamaran online lewat laman https://www.scholarships.at/
    • Mempunyai surat rekomendasi dari supervisor di universitas pilihan di Austria
    • Surat rekomendasi tersebut dapat hanya dapat diterbitkan oleh peneliti atau dosen yang terafiliasi dengan universitas anggota ASEA-UNINET Austria dan yang memegang “Venia Docendi”, misalnya seorang Profesor Penuh atau Associate
    • Mempunyai surat rekomendasi dari koordinator ASEA-UNINET di universitas Austria yang bekerja sama
    • Mempunyai surat rekomendasi dari koordinator ASEA-UNINET di universitas ASEAN yang bekerja sama.
    • Mempunyai surat rekomendasi dari koordinator nasional ASEA-UNINET negara anggota ASEAN
    • Surat rekomendasi tidak boleh lebih dari enam bulan pada saat melamar.
    • Salinan paspor
    • Sertifikat PhD serta terjemahan bahasa Inggris atau Jerman.

    2. Program Full Ernst Mach Grant

    Jenis beasiswa ini menawarkan beasiswa untuk studi PhD penuh, penelitian pasca doktoral dan untuk studi di bidang praktik musik di universitas anggota ASEA-UNINET di Austria. Durasi beasiswa bisa berlaku hingga tiga tahun.

    Pilihan program yang bisa diambil dalam skema beasiswa full ini antara lain ilmu pengetahuan alam, ilmu teknik, kedokteran manusia, kesehatan, ilmu pertanian, ilmu sosial, dan humaniora.

    Full PhD Grant

    • Kelompok sasaran: Mahasiswa pascasarjana yang ingin menyelesaikan program doktor/PhD penuh di Austria dan memenuhi persyaratan untuk masuk dan yang telah menyelesaikan studinya di universitas di luar Austria
    • Durasi: 36 bulan
    • Manfaat hibah: 1,300 Euro per bulan, subsidi biaya perjalanan hingga 1,200 Euro, dan subsidi mobilitas sebesar 300 Euro per bulan

    Postdoc Grant

    • Kelompok sasaran: Postdocs yang terlibat dalam pengajaran dan penelitian di anggota ASEA-UNINET universitas di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, atau Vietnam
    • Durasi: 4 – 9 bulan
    • Manfaat hibah: 1,300 Euro per bulan dan subsidi biaya perjalanan hingga 1,200 Euro

    Music Practice Grant

    • Kelompok sasaran: Sarjana (atau lebih tinggi) di bidang praktik musik (instrumental dan vokal pertunjukan, komposisi, dan konduktor)
    • Durasi: 9 bulan
    • Manfaat hibah: 1,300 Euro per bulan dan subsidi biaya perjalanan hingga 1,200 Euro

    Syarat Daftar

    • Pelamar sarjana dan pascasarjana maksimal berusia 35 tahun, sedangkan postdoc maksimal 45 tahun.
    • Mempunyai kemampuan baik dalam bahasa Inggris dan Jerman
    • Mengirim lamaran online lewat laman http://www.scholarships.at/
    • Mengajukan proposal penelitian bidang musik dokumen berupa CV & bukti pendaftaran audisi
    • Surat rekomendasi dari supervisor di universitas tuan rumah di Austria (bagi pelamar Music Practice Grant berupa letter of endorsement dari universitas musik Austria setelah proses audisi selesai)
    • Dua surat rekomendasi dari dosen universitas
    • Salinan paspor
    • Sertifikat kelulusan universitas serta terjemahan bahasa Inggris atau Jerman.
    • Setelah dilakukan pemeriksaan persyaratan formal dan evaluasi lamaran oleh para ahli, kandidat akan diundang untuk wawancara pribadi (tatap muka)

    Itulah informasi beasiswa PhD dan Postdoc di universitas Austria. Ayo coba daftar!

    (cyu/cyu)



    Sumber : www.detik.com