Tag: setan

  • Ciri-Ciri Al-Jassasah Mata-Mata Dajjal dan Lokasi Tempatnya Bersembunyi


    Jakarta

    Keberadaan Al Jassasah diterangkan dalam sejumlah hadits Rasulullah SAW. Meski tak banyak riwayat yang menceritakannya, sejumlah pendapat mengaitkan makhluk misterius ini sebagai mata-mata Dajjal.

    Salah satu hadits yang membahas Al Jassasah menceritakan tentang pertemuan sahabat Rasulullah SAW yang bernama Tamim dengan Dajjal. Dinukil dari Alaamat Al Qiyaamah Al Kubra susunan Syekh Mutawalli Sya’rawi terjemahan Masturi Irham dan Moh Asmuitaman, hadits pertemuan Tamim dan Dajjal terdapat dalam riwayat muslim pada bab Quissotul Jasasah.


    Bunyi Hadits tentang Al Jassasah

    Kala itu, Tamim tengah melakukan perjalanan pada suatu pulau. Di tengah perjalanan, Tamim melihat hewan aneh yang menyebut dirinya sebagai mata-mata bernama Al Jassasah.

    Setelahnya, mereka bertemu makhluk yang berbulu lebat hingga tidak dapat dibedakan antara bagian depan dan belakang. Mereka pun bertanya, “Siapakah kamu ini hai makhluk berbulu?”

    Makhluk berbulu itu menjawab, “Aku adalah Al Jassasah.”

    Mereka bertanya lagi, “Apakah Jassasah itu?”

    Bukannya menjawab, makhluk itu berkata, “Hai sekalian manusia, pergilah kalian kepada seorang laki-laki di suatu biara, karena ia sangat mengharapkan berita dari kalian.”

    Setelah mendengar itu, rombongan mereka langsung pergi meninggalkan tempat tersebut karena mengira makhluk aneh itu adalah setan. Hingga akhirnya mereka masuk ke dalam pulau tersebut.

    Tiba-tiba, mereka bertemu dengan seseorang yang sangat besar di suatu biara. Diakui oleh Tamim sendiri, ia belum pernah melihat orang yang sebesar dan sekekar itu. Makhluk inilah yang mengaku dirinya Dajjal.

    Kedua tangan orang tersebut terbelenggu pada lehernya dan kedua kakinya dirantai dengan besi antara kedua lutut hingga kedua mata kakinya. Rombongan Tamim pun bertanya, “Siapakah kamu ini?”

    Makhluk itu menjawab, “Bukankah kalian telah memperoleh sedikit informasi tentang diriku, maka sekarang beritahukanlah kepadaku siapakah kalian sebenarnya?”

    Tamim dan kawanannya menjawab, “Kami adalah orang-orang yang berasal dari Arab. Kami berlayar mengarungi laut dengan menggunakan perahu. Kemudian kami terbawa ke tengah laut pada saat gelombang laut mulai membesar.”

    Mereka pun menceritakan pertemuan dengan hewan aneh tersebut pada si makhluk raksasa.

    Laki-laki di biara itu kemudian bertanya pada mereka, “Hai rombongan pengendara perahu, beritahukanlah kepadaku tentang kebun kurma Baisan?”

    Dijawab oleh rombongan Tamim bertanya, “Tentang hal apakah yang akan kamu tanyakan kepada kami?”

    Laki-laki itu menjawab, “Aku bertanya tentang pohon kurma kepada kalian, apakah ia telah berbuah?”

    Kami menjawab, “Ya. Pohon kurma itu telah berbuah.” Laki-laki itu justru berkata bahwa pohon kurma tersebut sebentar lagi tidak akan berbuah. Ia lalu bertanya lagi, “Beritahukanlah kepadaku tentang telaga Thabariyyah?”

    Rombongan Tamim balik bertanya, “Apakah yang akan kamu tanyakan kepada kami?”

    Laki-laki itu berkata, “Apakah telaga tersebut ada airnya?”

    Dijelaskan pada laki-laki biara tersebut bahwa air telaga ada sangat banyak. Namun, sang laki-laki kembali berkata bahwa air telaga itu akan habis.

    Kemudian laki-laki itu bertanya lagi, “Beritahukanlah kepadaku tentang seorang nabi utusan Allah yang ummi, apa yang telah ia lakukan?”

    Rombongan Tamim menjawab, “Nabi tersebut telah keluar dari Kota Makkah dan menetap di Kota Yatsrib (Madinah).”

    Laki-laki itu bertanya lagi, “Apakah nabi itu dimusuhi oleh orang Arab?” Dan kemudian dijawab dengan, “Ya, ia selalu dimusuhi orang Arab.”

    Laki-laki itu terus bertanya, “Bagaimana upaya nabi tersebut dalam menghadapi mereka?”

    Kemudian dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW yang dimaksud tersebut telah berhasil dalam menyebarkan dakwahnya. Hingga lelaki biara itu menjawabnya dengan panjang lebar sembari menjelaskan siapa dirinya. Hal ini pun menjelaskan mengapa ia mengetahui tentang masa yang akan datang.

    “Sungguh lebih baik apabila orang Arab itu mematuhinya. Sekarang, baiklah aku akan memberitahukan kepada kalian tentang diriku! Sesungguhnya aku ini adalah al Masih Dajjal dan sebentar lagi aku telah diizinkan untuk keluar. Setelah itu, aku akan menjelajahi dunia hingga tidak ada satu kampung pun yang tidak aku singgahi dalam jangka waktu empat puluh malam, kecuali Kota Makkah dan Thaybah (Madinah).

    Aku dihalangi untuk memasuki kedua kota tersebut. Setiap kali aku berupaya untuk memasuki salah satunya, maka seorang malaikat akan menghadangku yang siap sedia dengan pedang di tangannya. Sementara itu, di setiap penjuru Kota Makkah dan Madinah ada beberapa malaikat yang menjaganya.”

    Ciri-ciri Al Jassasah Berdasarkan Hadits

    Mengacu pada hadits di atas, ciri-ciri Al Jassasah adalah memiliki bulu kasar dan melata. Namun, tidak ditemukan penjelasan apakah Al Jassasah termasuk kelompok melata yang muncul pada akhir zaman atau bukan.

    Umar Sulaiman Al Asyqar dalam Qashash Al Ghaib Fii Shahih Al Hadits An Nabawi yang diterjemahkan Drs Asmuni, Al Jassasah adalah makhluk yang memata-matai berita tentang Dajjal.

    Lokasi Al Jassasah Bersembunyi

    Ibnu Manzur mengatakan bahwa Al Jassasah berada di suatu pulau di tengah laut. Mereka memata-matai sambil mencari berita yang diberikan kepada Dajjal.

    Brilly El Rasheed dalam bukunya Ad Dabbah Misteri Mutan Akhir Zaman menukil pendapat Imam Nawawi dalam Shahih Muslim bahwa penamaan Jassasah disebabkan makhluk tersebut bertugas untuk tajassus atau memata-matai berbagai berita yang akan dikirim ke Dajjal.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Setan Ikut Santap Makanan yang Tak Dibacakan Basmalah, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca basmalah dalam memulai setiap aktivitas, termasuk saat hendak makan. Ada sebuah hadits yang menyebut, setan akan ikut menyantap makanan yang tidak dibacakan basmalah.

    Hadits yang menyebut bahwa setan akan ikut makan makanan yang tidak dibacakan basmalah ini termuat dalam Shahih Muslim. Imam Muslim meriwayatkannya dari Hudzaifah, ia berkata,

    “Jika kami menghadiri jamuan makan bersama Nabi SAW maka kami tidak menjamah makanan sebelum Rasulullah mengawali dan menjamah makanan. Suatu kali, kami menghadiri jamuan makan bersama beliau lalu datanglah seorang budak perempuan yang seolah-olah didorong. Ia hendak menjamah makanan maka Rasulullah menahan tangan budak tersebut. Selanjutnya, datang seorang laki-laki badui yang seolah-olah didorong maka beliau menahan tangan badui ini. Lantas beliau bersabda,


    ‘Sesungguhnya, setan itu menghalalkan makanan yang tidak disebut asma Allah atasnya dan ia mendatangkan budak perempuan ini untuk menghalalkan makanan maka aku menahan tangannya. Selanjutnya, ia datangkan laki-laki badui ini untuk menghalalkan makanan maka aku pun menahan tangannya. Demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan bersentuhan dengan tanganku bersama tangan di budak perempuan.’” (HR Muslim)

    Dalam Syarah Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi dijelaskan, hadits tersebut mengandung dalil tentang amar ma’ruf dan nahi munkar. Beberapa anjuran yang terdapat dalam hadits tersebut di antaranya agar menjaga adab terhadap orang yang lebih tua, dianjurkan bersumpah untuk meneguhkan suatu urusan, dan dianjurkan mengajarkan adab makan dan minum dalam Islam kepada orang-orang.

    Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqar menjelaskan dalam ‘Alam al-Mala’ikah al-Abrar & Alam al-Jinn wa asy-Syayathin, setan tidak menghalalkan makanan, kecuali yang dimakan oleh seseorang tanpa membaca asma Allah (basmalah). Jika ia menyebut nama Allah SWT, kata Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqar, makanan tersebut menjadi haram bagi setan.

    Setan juga akan ikut makan dan minum bersama manusia yang makan atau minum menggunakan tangan kiri. Hal ini bersandar pada pada hadits yang termuat dalam Musnad Ahmad, Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Siapa yang makan dengan tangan kiri maka ia makan bersama setan. Siapa yang minum dengan tangan kiri maka setan minum bersamanya.” (HR Ahmad)

    Masih dalam Musnad Ahmad, terdapat riwayat yang berasal dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW melihat seorang laki-laki minum sambil berdiri.

    Beliau menegurnya, “Jangan!” Laki-laki itu bertanya, “Mengapa?” Beliau menjawab, “Apakah engkau senang jika kucing ikut minum bersamamu?” Ia menjawab, “Tidak.”

    Rasulullah bersabda, “Nah, sekarang telah minum bersamamu makhluk yang lebih buruk daripada kucing, yaitu setan.” (HR Ahmad)

    Kisah-kisah tentang setan ikut makan bersama manusia turut diceritakan dalam sejumlah hadits. Umayyah bin Makhsyi an-Shahabi RA berkata,

    وَكَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ جَالِسًا وَرَجُلٌ يَأْكُلُ فَلَمْ يُسم اللهَ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ لُقْمَةٌ. فَلَمَّا رَفَعَهَا إلى فيه، قَالَ: بسم الله أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، فَضَحك النَّبِيُّ ﷺ ثُمَّ قَالَ: «مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ اسْتَقَاءَ مَا فِي بَطْنِهِ

    Artinya: “Rasulullah SAW duduk, ada pada saat itu seorang laki-laki tanpa mengucapkan basmalah, sehingga makanannya tidak tertinggal kecuali sesuap saja. Setelah orang itu hendak menyuap makanan ke mulutnya, maka tiba-tiba ia mengucapkan. ‘Bimillaahi awwalahu wa aakhirahu (Dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhirnya).’ Kemudian Nabi SAW tertawa dan bersabda, ‘Tidak henti-hentinya setan makan bersama orang itu. Tetapi setelah ia ingat untuk menyebut nama Allah, maka setan tersebut memuntahkan seluruh makanan yang ada dalam perutnya.’” (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i dalam kitab as-Sunanul Kubraa)

    Dalam riwayat lain, Aisyah RA mengatakan,

    كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَأْكُلُ طَعَامًا فِي سِتَّةِ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَجَاءَ أَعْرَابِيِّ، فَأَكَلَهُ بِلُقْمَتَيْنِ فَقَالَ رسُولُ ﷺ أَمَّا إِنَّهُ لَوْ سَمَّى لَكَفَاكُمْ

    Artinya: “Rasulullah SAW makan suatu makanan bersama enam sahabatnya. Lalu datang seorang badui, dan makan makanan itu dalam dua kali suap saja. Rasulullah SAW bersabda, ‘Seandainya orang ini membaca basmalah, maka makanan ini pasti cukup untuk kalian.’” (HR at-Tirmidzi dan ia mengatakan hadits ini hasan shahih)

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melepas Pakaian agar Terhindar dari Tatapan Jin dan Setan


    Jakarta

    Rasulullah SAW sudah menganjurkan muslim untuk melafalkan doa di setiap memulai kegiatan. Bahkan untuk melepas pakaian sekalipun, Rasulullah SAW juga sudah mengajarkan doa melepas pakaian agar terhindar dari ‘ain Jin yang suka melihat aurat manusia.

    Pakaian diciptakan kepada anak cucu Adam sebagai pelindung yang telah diberikan oleh-Nya. Allah SWT berfirman dalam surah Al-A’raf ayat 26,

    يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ


    Artinya: Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

    Doa Melepas Pakaian dan Artinya

    Bacaan doa melepas pakaian yang dapat diamalkan sebagaimana dijelaskan dalam buku Tuntunan Doa & Zikir Sehari-hari yang ditulis oleh Redaksi QultumMedia. Berikut bacaannya,

    اَللَّهُمَّ انْزَعْ عَنِيْ رَبَّقَةً النِّفَاقِ وَثَبِتْنِيْ عَلَى الْإِيمَانِ

    Arab latin: Alloohummanza’ ‘annii robqo- tan nifaaqi wa tsabbitnii ‘alal iimaan.

    Artinya: “Ya Allah, lepaskanlah dariku ikatan sifat munafik dan tetapkanlah aku pada keimanan.”

    Selain itu, ada bacaan doa melepas pakaian versi pendek yang diterangkan dalam buku 24 Jam Hidup dengan Doa dan Amal Harian Rasulullah oleh Abu Bakar bin As-Sina.

    بِسمِ اللّٰهِ الَّذِي لَا إِلٰهَ اِلَّا هُوَ

    Arab latin: Bismillahil ladzi lailaha illa huwa

    Artinya: Dengan nama Allah Yang Tiada Tuhan melainkan Dia.

    Atau bila khawatir terlupa dengan bacaannya, muslim bisa cukup mengucapkan basmalah seperti yang dijelaskan oleh Imam Tirmidzi, yang diambil dari buku Ensiklopedia Doa Muslimah oleh TIM GIP.

    بِسمِ اللّٰهِ

    Arab latin: Bismillah

    Artinya: Dengan menyebut nama Allah. (HR Tirmidzi)

    Keutamaan Baca Doa Melepas Pakaian

    Salim Rosyadi dalam buku Living Hadis menjelaskan beberapa alasan pentingnya untuk perlu mengamalkan doa sebelum melepas dan memakai pakaian. Beberapa di antaranya seperti, untuk melindungi tubuh kita saat aurat terbuka, rasa malu dan hormat pada malaikat yang selalu bersama kita, hingga untuk melindungi tubuh dari pandangan jin.

    Doa melepas pakaian sangat dianjurkan untuk diucapkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Sebab setan dan jin sangat menyukai aurat manusia. Bahkan tatapan mereka bisa menyebabkan dampak buruk untuk manusia yang bisa disebabkan oleh ‘ain.

    Menurut buku Alam Jin yang ditulis oleh Al-Imam As-Suyuthi, setan dan jin sangatlah menyukai aurat-aurat Bani Adam. Apalagi ketika memasuki kamar mandi untuk mandi, tentunya seseorang akan membuka auratnya. Padahal tempat itu adalah sarang dari para jin dan setan.

    Rasulullah SAW mengatakan bahwa pembatas antara pandangan jin dan aurat manusia adalah lafaz basmalah. Sebagaimana yang termaktub dalam hadits riwayat Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah mentakhrij dari Ali bin Abu Thalib bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلَاءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

    Artinya: Tabir antara mata jin dan aurat-aurat Bani Adam jika salah seorang di antara kalian masuk kamar mandi ialah jika dia mengucapkan, “Bismillah.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengapa Bayi Lahir Langsung Menangis? Ini Alasan Menurut Hadits


    Jakarta

    Tangisan bayi yang baru lahir telah dijelaskan dalam Islam melalui sejumlah hadits. Dikatakan, hal ini berkaitan dengan perbuatan setan.

    Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya, bayi yang baru lahir langsung menangis disebabkan karena sentuhan setan. Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan bahwa Nabi SAW pernah bersabda,

    “Setiap anak yang terlahir pasti akan disentuh oleh setan saat ia dilahirkan, maka anak itu akan berteriak menangis karena sentuhan tersebut. Lain halnya ketika Siti Maryam melahirkan anaknya.”


    Ibnu Katsir dalam Qashash Al-Anbiyaa mengatakan, setelah Abu Hurairah RA menyampaikan riwayat tersebut, ia menyebut firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, “Dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.” (QS Ali Imran: 36)

    Hadits tersebut turut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari Bab Tafsir bagian Firman Allah, “Dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya…” dan Imam Muslim dalam Shahih Muslim bab Keutamaan, bagian Keutamaan Nabi Isa.

    Ibnu Jarir dalam Tafsir Ibnu Jarir turut meriwayatkan hadits serupa dengan sanad yang berbeda namun dengan matan yang sama. Ia meriwayatkan dari Ahmad bin Faraj, dari Baqiyah, dari Abdullah bin Zubaidi, dari Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah RA.

    Ada pula hadits yang menyebut bahwa setan akan memukul dada si bayi yang dilahirkan oleh ibunya sehingga ia akan menangis. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad dari Haitsam, dari Hafsh bin Maisarah, dari Ala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW.

    “Setiap manusia ketika dilahirkan oleh ibunya pasti dipukul oleh setan di kedua dadanya, kecuali ketika Maryam melahirkan anaknya. Lihatlah bagaimana teriakan seorang bayi ketika ia dilahirkan.”

    Para sahabat menjawab, “Benar sekali wahai Rasulullah SAW.”

    Nabi SAW berkata,” Teriakan itu adalah akibat pukulan setan di kedua dadanya.”

    Menurut riwayat Imam Ahmad lainnya, setan akan menikam pinggang bayi yang dilahirkan. Hal itulah yang kemudian membuat bayi langsung menangis saat lahir. Menurut Ibnu Katsir, sanad riwayat ini memenuhi syarat shahih Bukhari dan Muslim, namun keduanya tidak meriwayatkan dengan sanad ini dalam Shahih-nya.

    Dua Bayi yang Tak Menangis saat Lahir

    Dalam hal ini, ada dua bayi yang tidak menangis saat lahir. Mereka adalah Maryam binti Imran dan putranya, Nabi Isa AS. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

    “Setiap manusia yang terlahir pasti akan disentuh oleh setan dengan jarinya, kecuali Maryam binti Imran dan anaknya, Isa.” (HR Ahmad dalam Musnad Ahmad)

    Syaikh Ali Ahmad Ath-Thahthawi dalam kitab Iltiqa’ Al-Masihain fi Akhir az-Zaman turut menyebutkan riwayat serupa yang bersumber dari Imam Bukhari dan Muslim masing-masing meriwayatkan dalam Shahih-nya.

    Adapun, mengacu pada riwayat yang menyebut bahwa setan akan menikam pinggang bayi ketika dilahirkan, saat setan akan menikam Maryam dan Isa AS, ia justru menikam hijab yang menutupinya. Hal ini menjadi alasan mengapa bayi Maryam dan Isa AS tidak menangis saat dilahirkan.

    Anjuran Azan saat Kelahiran Bayi

    Islam menganjurkan agar mengumandangkan azan dan ikamah bagi bayi yang baru lahir. Anjuran ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan Hasan ibnu Ali sebagaimana dinukil Syamsul Rizal Hamid dalam buku 1500++ Hadits & Sunnah Pilihan. Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang telah lahir anaknya, lalu diazankan pada telinga kanan anak itu dan ikamah pada telinga kirinya, maka anak tersebut tidak akan mudah diganggu jin dan terlepas dari penyakit (yang sering menimpa anak-anak).”

    Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar menyebut sebuah hadits bahwa Rasulullah SAW mengumandangkan azan untuk cucunya, Husain bin Ali, ketika dilahirkan oleh Fathimah. Riwayat ini termuat dalam Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan lainnya dari Abu Rafi RA.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ayat Kursi Sebagai Pengusir Setan, Begini Cara Mengamalkannya


    Jakarta

    Ayat kursi merupakan sebutan bagi Surat Al-Baqarah ayat 255. Rutin mengamalkan ayat ini disebutkan punya keutamaan besar, di antaranya dapat melindungi dari kejahatan setan dan mengusir gangguan jin.

    Mengutip buku Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab an-Nafa’is oleh Syaikh Ash-Shafuri, ulama Najmuddin an-Nasafi menuturkan bahwa Malaikat Jibril berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya ifrit dari kalangan jin mau menipumu, maka usirlah dia dengan ayat kursi.”

    Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada kaum muslim, “Tiada kamu membaca ayat kursi di sebuah tempat yang ada setannya, kecuali setan akan keluar dari tempat itu.” (Al-Hadits)


    Ayat ini memiliki berbagai khasiat dan keistimewaan lantaran di dalamnya mengandung makna yang agung. Abdur Razzaq Ash-Shadr dalam buku Berzikir Cara Nabi mengungkap kalau ayat kursi terdiri dari kalimat tauhid kepada Allah SWT, pengagungan dan pujian terhadap-Nya, serta penyebutan sifat-sifat-Nya yang sempurna

    Untuk bisa memahami makna dari ayat ini, simak tulisan Arab Surat Al-Baqarah ayat 255 beserta latin dan artinya pada uraian berikut.

    Doa Ayat Kursi: Arab, Latin, dan Artinya

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ – 255

    Latin: Allaahu laa ilaaha illaa huwal ḥayyul-qayyuum(u), laa ta’khużuhuu sinatuw wa laa naum(un), lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil arḍ(i), man żal lażii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi iżnih(ii), ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuḥiiṭuuna bisyai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-(a), wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal arḍ(a), wa laa ya’uuduhuu ḥifẓuhumaa, wa huwal ‘aliyyul ‘aẓiim(u).

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

    Benarkah Ayat Kursi Sebagai Pengusir Setan?

    Seperti penjelasan di atas, Surat Al-Baqarah ayat 255 atau ayat kursi mampu lindungi pembacanya dari kejahatan setan. Dengan membaca ayat ini pula, jin dan setan pengganggu juga bisa hengkang, lho.

    Ini sebagaimana hadits beredaksi panjang yang diriwayatkan Imam Nasa’i dari Abu Hurairah RA. Di mana kala itu Nabi SAW menugaskan Abu Hurairah RA untuk menjaga harta zakat fitrah pada bulan Ramadhan. Namun tiba-tiba ada yang datang dan mengambil makanan dari zakat tersebut

    Abu Hurairah RA kemudian menangkapnya dan berkata, “Aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah SAW.” la berkata, “Tolong, lepaskan aku. Sebab aku orang yang sangat membutuhkan. Aku juga mempunyai tanggungan, sehingga aku benar-benar terdesak.” Mendengar itu, Abu Hurairah pun membebaskannya.

    Pada pagi harinya, Nabi SAW bertanya, “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu tadi malam?”

    Abu Hurairah RA menjelaskan kalau orang yang mengambil harta zakat dalam keadaan terdesak dan sangat membutuhkan sehingga ia kasihan dan melepaskannya. Tapi Rasul SAW mengatakan, “Sebenarnya dia telah menipumu dan akan datang kembali.”

    Mendengar informasi dari Nabi SAW tersebut, lalu Abu Hurairah RA mengintai kedatangan pencuri harta zakat itu. Benar saja, orang itu datang lagi dan langsung mengambil makanan. Abu Hurairah RA pun kembali menangkap dan berkata akan melapor kepada Rasulullah SAW.

    Si pencuri zakat lalu mengungkap alasan yang sama, kalau ia sangat membutuhkannya lantara punya tanggungan. Kemudian ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Mendengarnya, Abu Hurairah RA pun luluh kembali dan melepaskannya.

    Rasul SAW bertanya lagi kepada Abu Hurairah RA di pagi harinya mengenai orang yang mencuri harta zakat. Dan ia kembali kemukakan alasan dirinya melepaskan pencuri itu kepada beliau. Lagi-lagi beliau SAW bersabda kalau dia sudah menipu Abu Hurairah RA dan akan datang kembali.

    Karena Nabi SAW berkata lagi seperti itu, Abu Hurairah RA lalu mengintai kembali. Dan ternyata, ia menemukan orang itu datang ketiga kalinya untuk mengambil harta zakat. Ia segera menangkapnya seraya menuturkan, “Aku benar akan melaporkanmu kepada Rasulullah SAW. Ini kali ketiga bahwa kamu berjanji tidak akan mengulangi kembali, tapi kamu akan datang lagi.”

    Dia berkata, “Tolong, lepaskan aku. Aku akan mengajarimu beberapa kalimat, yang mana Allah SWT akan memberikan manfaat kepadamu dengannya.” Abu Hurairah RA bertanya, “Apakah itu?”

    Dia menjawab, “Apabila engkau akan beranjak ke tempat tidur, bacalah ayat kursi (Allaahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum..) sampai selesai. Dengan begitu, engkau akan selalu mendapat penjagaan dari Allah SWT dan sama sekali tidak akan didekati setan sampai pagi hari.”

    Abu Hurairah RA melaporkan kepada Rasul SAW, dan beliau bersabda, “Dia sungguh telah berkata benar, namun dia tetap sebagai pendusta.” “Wahai Abu Hurairah, tahukah engkau siapa yang telah berbicara denganmu tiga malam berturut-turut kemarin?” lanjut beliau. Abu Hurairah RA menjawab, “Tidak.” Nabi SAW berkata, “Dialah setan.” (HR Nasa’i)

    Dari hadits di atas bisa dipahami kalau setan mengajari Abu Hurairah secara langsung untuk mengamalkan ayat kursi sebelum tidur supaya tidak dapat didekati bahkan diganggu oleh makhluk halus sejenisnya.

    Dan ini dibenarkan oleh Rasulullah SAW bahwa amalan ayat kursi itu memang dapat dipraktikkan ketika hendak tidur agar terjaga dari setan dan jin.

    Cara Mengamalkan Ayat Kursi Sebagai Pengusir Setan

    Selain hendaknya dibaca sebelum tidur, Abdul Mun’im Qindil melalui kitab at-Tadaawaa bil Qur’aan memberi tahu cara lain untuk mengamalkan ayat kursi sebagai pengusir setan.

    Ia memaparkan, “Apabila kamu berkeinginan agar Allah SWT menjagamu dari kejahatan jin (setan) sepanjang siang, bacalah ayat kursi sesudah bangun tidur. Apabila ingin agar Allah SWT menjagamu sepanjang malam, bacalah ayat kursi setelah matahari terbenam. Jika kamu berkeinginan agar setan tidak memasuki rumahmu, maka bacalah ayat kursi pada waktu pagi dan petang. Niscaya setan (jin) tidak akan memasuki rumahmu.”

    Demikian cara mengamalkan ayat kursi supaya terlindung dari setan dan mengusir jin dari penjelasan tersebut, yakni dengan:

    • Membaca ayat kursi sebelum tidur agar tidak didekati setan sampai pagi hari
    • Membaca ayat kursi sesudah bangun tidur agar dijaga Allah SWT dari kejahatan jin dan setan sepanjang siang
    • Membaca ayat kursi setelah matahari terbenam supaya terlindungi dari jin dan setan sepanjang malam
    • Membaca ayat kursi pada pagi dan petang hari agar setan dan jin tidak bisa memasuki rumah.

    Itulah penjelasan mengenai doa ayat kursi sebagai pengusir setan serta pelindung dari gangguan jin dilengkapi dengan tulisan Arab, latin, dan artinya. Jangan lupa diamalkan ya, detikers.

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Agar Dijauhkan dari Godaan Setan, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Setan dan jin adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang ditakdirkan untuk menyesatkan manusia. Keduanya merupakan makhluk ghaib atau tak kasat mata.

    Setan sendiri berasal dari kata syatana yang artinya jauh dari rahmat. Makna setan sebenarnya adalah nama sifat dan tidak memiliki bentuk atau asal tertentu, seperti dinukil dari kitab Al-Kaukabu Al-Ajuj karya As-Syaikh Ahmad As-Sawi.

    Allah SWT berfirman dalam surah Shad ayat 82-83,


    قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ. إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ ٱلْمُخْلَصِينَ

    Artinya: “Iblis (setan) menjawab, “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.”

    Berkaitan dengan itu, ada sejumlah doa yang dapat dibaca agar dijauhkan dari godaan setan. Simak bacaannya berikut ini.

    Doa Dijauhkan dari Godaan Setan yang Terkutuk

    Mengutip buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki oleh KH Sulaeman bin Muhammad Bahri, berikut sejumlah doa yang dapat dibaca agar terhindar dari godaan setan.

    1. Doa Dijauhkan dari Godaan Setan Versi Pertama

    رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِي فِي الْقَوْمِ الظَّلِمِيْنَ, وَقُلْ رَّبِّ
    اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزَتِ الشَّيْطِيْنِ, وَاَعُوْذُ بِكَ رَبِّ
    أن يَحْضُرُون

    Arab latin: Rabbi falaa taj’alnii fil qaumizh zhaalimiin. wakur rabbi a’uudzubika min hamazaatisy syayaathiini, wa a’uudzubika rabbi ayyahdhuruuni

    Artinya: “Ya Allah ya Tuhanku, semoga Engkau tidak menjadikan aku di antara orang-orang yang dzalim. Ya Allah ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu ya Allah, dari kedatangan mereka (setan) kepadaku.” (QS Al-Mu’minun: 94, 97, 98)

    2. Doa Dijauhkan dari Godaan Setan Versi Kedua

    Dijelaskan dalam buku Amalan-amalan Ampuh Pengusir Setan & Jin Jahat tulisan Ahmad Zacky El-Syafa, ada doa lainnya yang dapat dipanjatkan untuk menghindari godaan setan yaitu dengan membaca Ayat Kursi.

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Arab latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.” (QS Al Baqarah: 255)

    3. Doa Dijauhkan dari Godaan Setan Versi Ketiga

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِ

    Arab latin: A’uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

    4. Doa Dijauhkan dari Godaan Setan Versi Keempat

    Mengamalkan surah Al Falaq dapat melindungi diri dari godaan setan.

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

    Arab latin: qul a’ụżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

    Artinya: “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Dzikir yang Paling Ditakuti Jin, Dibaca agar Tak Terjerumus dalam Kesesatan



    Jakarta

    Jin dan setan adalah makhluk yang lemah. Mereka dapat dikalahkan dengan mudah menggunakan dzikir. Lalu apa saja dzikir yang paling ditakuti jin dan setan?

    Jin dan setan juga merupakan makhluk Allah SWT. Bedanya, mereka sering menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan dan perbuatan dosa dan melanggar larangan Allah SWT.

    Tempat jin dan setan tidak hanya ada di sekitar manusia, melainkan juga berada di dalam hati atau qalbu. Hal ini sebagaimana dituliskan oleh Totok Waryatna dalam bukunya yang berjudul Pusaka Langit: Solusi Sembuh Dari Gerd.


    Jin dan setan membuah benteng ghaib yang sangat kokoh berlapis lapis hingga lima lapisan tebalnya yang disebut dengan hijaban masturo. Mereka dengan sekuat tenaga akan menjerumuskan manusia ke jalan yang tidak baik.

    Namun demikian, sebenarnya benteng-benteng itu adalah selemah-lemahnya benda, bahkan lebih lemah daripada sarang laba-laba. Benteng-benteng itu mudah hancur jika dilawan dengan dzikir kepada Allah SWT.

    Lantas, apa saja dzikir yang paling ditakuti jin dan setan sehingga manusia bisa terhindar dari gangguannya?

    5 Dzikir yang Paling Ditakuti Jin dan Setan

    Masih dari sumber yang sama, dzikir yang paling ditakuti jin dan setan adalah,

    Tahmid

    Adapun lafal tahmid atau hamdalah adalah sebagaimana berikut,

    الْحَمْدُ للَّهِ

    Arab-latin: Alhamdulillah

    Artinya: segala puji bagi Allah.

    Takbir

    Adapun lafal takbir adalah sebagaimana berikut,

    للَّٰهُ أَكْبَرُ

    Arab Latin: Allahu akbar

    Artinya: Allah Maha Besar

    Istighfar

    Lafal istighfar adalah sebagaimana berikut ini.

    اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ,

    Arab-latin: Astagfirullahaladzim

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

    Ta’awudz

    Dikutip dari buku Rahasia Dzikir yang Mengasyikkan: Panduan Dzikir dan Doa Buat Remaja dari Al-Qur’an dan Sunnah yang ditulis oleh Ubaidurrahman Al-Bumany dzikir yang paling ditakuti jin dan setan serta dapat melindungi dari gangguan mereka adalah ta’awudz.

    أعُوذُ بالله من الشَّيْطَانِ الرّحِيم

    Arab-latin: A’udzibillahi minasy syaithanir rajiim

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.” (HR Abu Dawud, al-Tirmidzi, lihat Shahih At-Tirmidzi 1/77).

    Dzikir Keluar Rumah

    Buku Ensiklopedia Adab Islam karya ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi As-Sayyid Nada menambahkan bahwa dzikir yang paling ditakuti jin dan setan, serta dapat mengusir mereka ada dua macam.

    Dzikir ini dapat mengusir dan melindungi orang yang mengucapkannya, serta dapat menyelamatkannya dari kejahatan manusia dan jin. Dzikir itu adalah doa keluar rumah yang berbunyi,

    بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ. فَإِنَّهُ يُقَالُ لَهُ: هُدِيتَ وَكُفَيْتَ، وَوُقِيْتَ، وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ.))

    Arab-latin: Bismillahi, tawakkaltu ‘alallahi, laa hawla wa laa quwwata illaa billaah. Fa Innahu yuqaalu lahu, hudiita wa kufiita, wa wuqiita, wa tanha ‘anhu syaithaan.

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Maka dikatakan kepadanya: ‘Engkau telah diberi petunjuk, diberi kecukupan, diberi perlindungan, dan dijauhkan dari syaitan.””

    Atau yang kedua adalah,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أَضَلُّ، أَوْ أَزِلٌ أَوْ أَزَلٌ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أَظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ.

    Arab-latin: Allahumma inni a’uudzubika an adilla au adhulla, au azilla au azalla, au adhlima au adhluma, au ajhala au yujhala ‘alayya

    Artinya: “Ya, Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan dan disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari berbuat zhalim atau dizhalimi, dan dari berbuat jahil atau dijahili.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Tempat Munculnya Tanduk Setan yang Disebut dalam Hadits Nabi



    Jakarta

    Rasulullah SAW pernah bersabda perihal munculnya tanduk setan. Menurut sebuah hadits, fitnah akan muncul di wilayah tersebut.

    Hadits yang menyebut munculnya tanduk setan ini dikeluarkan Bukhari pada kitab ke-92, kitab Fitnah-fitnah bab ke-16, bab sabda Nabi “Ujian itu dari arah timur.” Berikut bunyi haditsnya,

    حَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُسْتَقْبِلُ الْمَشْرِقَ يَقُولُ : أَلاَ إِن الْفِتْنَةَ هَهُنَا مِنْ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ


    Artinya: “Ibnu Umar RA mendengar Rasulullah SAW bersabda sambil menghadap ke timur, ‘Ingatlah sesungguhnya fitnah muncul dari sana, di tempat munculnya tanduk setan’.”

    Dalam Sunan at-Tirmidzi juga terdapat hadits serupa dan At-Tirmidzi mengatakan hadits ini shahih. Diriwayatkan dari Abd bin Humaid, dari Abdurrazzaq, dari Ma’mar, dari az-Zuhri, dari Salim, dari Ibnu Umar, ia berkata bahwa Rasulullah SAW berkhutbah di atas mimbar lalu bersabda, “Di negeri itulah tempat fitnah,” seraya menunjuk ke timur (yaitu tempat munculnya tanduk setan atau tanduk matahari.”

    Menurut penjelasan dalam buku Fitnah Akhir Zaman karya Rachmat Morado Sugiarto, maksud tanduk setan dalam hadits di atas adalah fitnah-fitnah yang disebarkan oleh setan dan pembuat fitnah-fitnah itu berasal dari kalangan setan manusia.

    Ada juga yang menafsirkan maksud tanduk adalah sisi kepala setan yang terlihat ketika setan berdiri tegak sejajar dengan terbitnya matahari, sebagaimana sabda Nabi SAW saat melarang umatnya salat ketika terbit matahari.

    Sabda Nabi SAW ini turut dinukil Imam Syafi’i saat menjelaskan waktu-waktu yang dimakruhkan salat dalam kitab Al Umm yang diterjemahkan Fuad Syaifudin Nur. Dari Zaid bin Aslam, dari Atha’ bin Yasar, dari Shanabihi mengatakan Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya matahari terbit bersama tanduk setan. Dan jika ia meninggi, ia meninggalkannya (meninggalkan tanduk setan). Ketika ia berada di tengah, ia kembali bersamanya (bersama tanduk setan). Setelah ia condong, ia meninggalkannya (meninggalkan tanduk setan). Dan ketika ia turun sampai terbenam, ia bersamanya (bersama tanduk setan). Setelah ia terbenam, ia meninggalkannya (meninggalkan tanduk setan).”

    Rasulullah SAW pun melarang salat pada waktu-waktu itu.

    Berkaitan dengan penafsiran tanduk setan adalah sisi kepala setan, M. Quraish Shihab mengatakan dalam buku Yang Tersembunyi bahwa kata “tanduk” ini merupakan ilustrasi dan bukan dalam arti yang hakiki.

    Hadits munculnya tanduk setan ini kerap dimaknai sebagai munculnya bencana. Bencana ini dimulai dari arah timur. Dijelaskan dalam Asyrath As-Sa’ah Al-‘Alamat Ash-Shugra wa Al-Wustha karya Mahir Ahmad Ash-Shufiy yang diterjemahkan Badruddin dkk, menurut pendapat Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, permulaan bencana berawal dari timur karena di sanalah tempat kaum muslim terpecah belah. Ada sejumlah kelompok yang muncul dari sana.

    Ada yang menafsirkan maksud bencana yang datang dari timur ini adalah tersebarnya kebodohan, sedikitnya pengetahuan, ditinggalkannya Islam, upaya-upaya meraih dunia, menuruti hawa nafsu, berbuat dosa, bermaksiat, dan menghalalkan apa yang diharamkan Allah SWT.

    Pendapat tersebut bersandar pada riwayat Abdullah bin Mas’ud RA dan Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Beberapa hari menjelang kiamat akan diturunkan kebodohan, dicabutnya ilmu pengetahuan, dan banyak terjadi al-haraj, yaitu pembunuhan.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Wallahu a’lam.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sujud Sahwi: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Terkadang umat Muslim juga melakukan kesalahan saat melaksanakan sholat, salah satunya ragu dengan jumlah rakaatnya. Bagi mereka yang lupa dengan jumlah rakaat, maka lakukanlah sujud sahwi.

    Mengutip buku Sujud Sahwi, Sujud karena Lupa dalam Shalat oleh Al Allamah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, disunnahkan baginya melakukan sujud sahwi karena sabda Rasulullah SAW:

    “Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa seperti kalian, aku lupa seperti halnya kalian lupa. Bila salah satu dari kalian lupa, hendaklah sujud dua kali.” (HR Muslim)


    Kapan Melakukan Sujud Sahwi?

    Mengutip Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, pelaksanaan sujud sahwi sama saja seperti sujud saat sholat. Sujud sahwi dilakukan sebanyak dua kali sebelum atau setelah salam tergantung pada kapan seseorang ingat kalau dia lupa jumlah rakaatnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Abu Sa’id Al-Khudri.

    “Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam sholatnya dan tidak tahu apakah sudah sholat 3 atau 4 rakaat, maka tinggalkan keraguan tersebut dan ambillah yang diyakini. Kemudian, lakukanlah 2 sujud sebelum salam. Jika ternyata dia sholat 5 rakaat, maka sujud sahwi tersebut telah melengkapi sholatnya. Namun jika sholatnya memang 4 rakaat, maka sujud sahwi tersebut merupakan penghinaan bagi setan.” (HR Muslim).

    Hal senada juga dijelaskan dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VIII. Sujud sahwi bisa dilaksanakan sebelum maupun sesudah salam.

    Jika muncul keraguan saat sholat sebelum salam, maka sujud sahwi dilakukan sebelum salam. Sedangkan, jika timbul keraguan setelah salam, kamu tidak perlu mengulang sholat, cukup melakukan sujud sahwi.

    6 Hal Penyebab Pelaksanaan Sujud Sahwi

    Adapun enam hal yang menyebabkan terjadinya pelaksanaan sujud sahwi. Zainal Muttaqin MA dalam bukunya Pendidikan Agama Islam: Fikih mengatakan sebagai berikut:

    • Tidak duduk tasyahud awal.
    • Tidak membaca tasyahud awal.
    • Tidak membaca doa qunut ketika sholat Subuh.
    • Tidak membaca sholawat pada tasyahud awal.
    • Kekurangan atau kelebihan bilangan rakaat.
    • Ragu-ragu bilangan rakaat dalam sholat.

    Bacaan Doa Sujud Sahwi

    Mengutip dari buku Panduan Muslim Sehari-Hari oleh KH M Hamdan Rasyid & Saiful Hadi El-Sutha, berikut bacaan doa sujud sahwi lengkap dengan latin dan artinya:

    سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

    Arab Latin: Subhaana man laa yanaamu wa laa yashuu.

    Artinya: “Maha Suci Allah yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa.”

    Selain itu, sebagian ulama berpendapat bahwa melafalkan lafaz takbir sebelum sujud sahwi adalah wajib. Pendapat ini didasarkan pada sebuah hadits yang berbunyi:

    “Beliau (Nabi) sholat 2 rakaat kemudian memberi salam dan bertakbir, lalu sujud seperti sujud biasa atau lebih lama. Kemudian Beliau mengangkat kepalanya lalu bertakbir, kemudian meletakkan kepalanya lalu bertakbir dan sujud seperti sujudnya yang biasa atau lebih panjang. Kemudian Beliau mengangkat kepalanya dan bertakbir.” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Hurairah)

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mimpi Baik dan Buruk: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Islam mengajarkan pemeluknya memanjatkan doa dalam berbagai hal. Termasuk saat mengalami mimpi baik atau buruk.

    Bagi sebagian orang, mimpi dianggap hanya sebagai bunga tidur. Menurut S. Freud dalam bukunya Memperkenalkan Psikoanalisis Lima Cemara, mimpi adalah penghubung antara kondisi bangun dan tidur.

    Mimpi terbagi menjadi dua, mimpi buruk dan mimpi baik. Dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim yang ditulis oleh Imam an-Nawawi, disebutkan bahwa mimpi baik berasal dari Allah SWT, sedangkan mimpi buruk asalnya dari setan.


    Dari Qatadah RA dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Mimpi yang baik, datangnya dari Allah SWT, sedangkan mimpi yang buruk datangnya dari setan. Siapa saja yang bermimpi perkara yang tidak disukainya maka meludah kecil ke arah kirinya sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan dari setan, maka mereka tidak bisa memberikan mudarat.”

    Adapun doa saat mendapat mimpi buruk bertujuan agar umat Islam memohon perlindungan kepada Allah SWT dari setan. Sedangkan doa saat mendapat mimpi baik adalah bentuk syukur karena Allah SWT telah memberikan kebaikan kepada kita.

    Doa Mimpi

    M. Khalilurrahman Al Mahfani dalam bukunya Keutamaan Doa dan Dzikir untuk Hidup Bahagia dan Sejahtera, berikut ini doa mimpi yang terbagi menjadi tiga. Di antaranya doa agar memperoleh mimpi baik, setelah mimpi baik, dan setelah mimpi buruk:

    1. Doa Agar Memperoleh Mimpi Baik

    اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

    Arab latin: Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tibaa’ahu. Wa arinal baathila baathilan warzuqnajtina bahu.

    Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehingga kami bisa mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya.”

    2. Doa ketika Memperoleh Mimpi Baik

    اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ.

    Arab latin: Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

    3. Doa ketika Memperoleh Mimpi Buruk

    اللَّهمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَمَل الشَّيْطَانِ وَسَيِّئَاتِ الْأَحْلَامِ

    Arab latin: Allaahumma innii a’uudzubika min ‘amalisy syaithaani wasayyi-aatil ahlaami.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syaitan dan keburukan mimpi.”

    Anjuran saat Mendapatkan Mimpi Buruk

    Mengutip Buku Pintar Doa untuk Anak oleh Abu Ezza, ada beberapa anjuran yang dapat umat Islam lakukan saat mendapatkan mimpi buruk. Berikut anjuran tersebut:

    1. Memohon perlindungan kepada Allah SWT.
    2. Meludah ke sebelah kiri.
    3. Berpindah tempat tidur.
    4. Salat dua rakaat.
    5. Tidak menceritakan kepada orang lain.

    Rasulullah SAW menganjurkan agar kita tidak menceritakan mimpi buruk yang dialami. Dari hadits riwayat Tirmidzi, Abu Hurairah RA dengan riwayat yang marfu’:

    “Jika seseorang dari kalian bermimpi dengan perkara yang tidak disukai, maka jangan diceritakannya kepada siapa pun, dan hendaknya dia bangun kemudian salat.”

    Abu Said al-Khudry RA senada meriwayatkan bahwa sesungguhnya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika seseorang dari kalian bermimpi dengan mimpi yang disukainya, maka itu berasal dari Allah SWT, maka bertahmidlah kepada Allah atas mimpinya dan ceritakanlah apa yang dimimpikannya.”

    Demikian penjabaran mengenai doa mimpi dan adab saat mendapatkan mimpi buruk. Semoga bermanfaat!

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com