Tag: Sideways Market

  • Tokocrypto Market Signal 24 Agustus 2022: Kripto Gerak Sideways

    Pergerakan aset kripto pada Rabu (24/8) siang tampak naik tipis di zona hijau. Sejak awal pekan ini, gerak kripto tergolong sideways dengan rentang naik-turun yang tipis. Hal ini seakan membuktikan market belum menarik bagi investor.

    Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB, dari 7 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak kumpul ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya naik tipis 0,29% ke US$ 21.337 per keping dan turun 11,35% selama seminggu terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) juga mulus naik 0,66% ke US$ 1.622 di waktu yang sama dan anjlok 14,60% sepekan terakhir. Solana (SOL), Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) juga alami penurunan harga masing-masing 1,44%, 0,12% dan 1,25%. Sejatinya, kenaikan tipis ini kemungkinan besar akan berlansung semu.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pola pergerakan kripto yang sempat naik dan turun dengan cepat membuktikan bahwa market belum stabil. Investor tampak tidak percaya diri melakukan akumulasi di tengah sentimen ekonomi yang masih negatif.

    Market aset kripto ternyata tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau lebih lama. Pegerakan market yang cenderung membosankan ini sebenarnya sudah diprediksi. Pasalnya, penguatan harga aset-aset kripto hanyalah technical rebound. Sementara, situasi makroekonomi masih kurang kondusif. Terlebih, data-data ekonomi AS yang baru dirilis kemarin tidak satu pun menunjukkan sinyal-sinyal pemulihan,” kata Afid.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    Pada hari Selasa (23/8) lalu, sajian data aktivitas manufaktur AS mencetak pelemahan di Agustus. Selain itu, data penjualan rumah di AS mengalami penurunan signifikan 12,6% secara bulanan pada Juli lalu. Aktivitas bisnis di sektor swasta AS turun pada Agustus 2022. Bahkan, penurunan bisnis ini tercepat sejak 15 bulan terakhir atau Mei 2020 lalu.

    “Data-data tersebut semakin mempertebal ketakutan investor akan perlambatan ekonomi AS. Investor tentu akan menjauhi pasar aset berisiko, termasuk saham dan kripto ketika prospek ekonomi diramal mendung.” jelas Afid.

    Menanti Sinyal Kebijakan The Fed

    Investor kripto data ekonomi baru tersebut bisa saja menuntun bank sentral AS, The Fed untuk berpikir ulang mengerek suku bunga acuannya dengan agresif. Oleh karenanya, mereka wait and see tidak melakukan aksi akumulasi.

    Investor juga mengantisipasi pertemuan akbar The Fed di Jackson Hole pada akhir pekan ini. Mereka mempertahankan kewaspadaan menjelang pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dijadwalkan pada hari Jumat (26/8) waktu setempat tentang arah bank sentral pada kebijakan moneter pada September mendatang.

    “Mengingat hal tersebut, pekan ini akan menyulitkan gerak kripto untuk reli. Volatilitas dapat dengan mudah naik, baik sebelum, selama atau setelah simposium selesai. Maka, simposium Jackson Hole adalah kunci utama yang harus diperhatikan dalam beberapa hari mendatang,” tutur Afid.

    market kripto bitcoin
    Ilustrasi market kripto bitcoin.

    Baca juga: Investor Mendadak Khawatir The Fed Bikin Harga Kripto Berdarah-darah

    Sementara itu, perdebatan berlanjut tentang The Merge Ethereum yang akan mengubah protokol platform blockchain dari proof-of-work menjadi proof-of-stake yang lebih cepat dan lebih ramah lingkungan. Beberapa pengamat percaya perubahan itu akan berdampak kecil pada harga kripto, meskipun Ethereum mengalami kenaikan dramatis awal bulan ini.

    Level support Bitcoin kini pada level US$ 20.701 masih menjadi tahanan terdekat dan penting apabila kembali koreksi, kemungkinan penurunan harga Bitcoin akan berlanjut dan kembali bergerak dibawah US$ 20.000. Tetapi, masih ada harapan untuk harga Bitcoin kembali naik, level resistance-nya pada level US$ 22.370 menjadi target utama.

    Sementara, penurunan harga Ethereum (ETH) tertahan support pada level US$ 1.607. Jika support pada level tersebut tertembus, kemungkinan harga ETH akan kembali turun hingga menuju level US$ 1.489.

    Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Agustus ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. EOS (EOS)

    Analisis teknikal EOS (EOS).

    EOS membuka daftar aset kripto yang potensi bullish pada pekan ini. EOS merupakan kripto asli untuk mendukung proyek blockchain EOS.IO untuk pengembangan platform smart contract dan aplikasi terdesentralisasi atau decentralized application (DApp).

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan potensi bullish EOS terjadi karena platform itu akan melakukan Mendel 3.1 Upgrade dan EVM Launch yang dijadwalkan pada bulan September mendatang atau akhir Q3 2022.

    “Sentimen positif EOS masih kuat dari rumor peluncuran Mendel 3.1 Upgrade dan EVM Launch yang kemungkinan besar terjadi pada September mendatang. Meski terlihat masih lama, investor sudah mulai mengakumulasi. Di samping itu, upgrade ini saat diluncurkan, akan memperingati era baru untuk jaringan EOS,” kata Afid.

    Berdasarkan analisis teknikalnya, EOS sedang perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar EOS dapat terus bergerak menuju harga US$ 1,85 atau naik sekitar 10% dari US$ 1,73 dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat EOS di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #33, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.724.303.142. Pasokan yang beredar 998.718.532 koin EOS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    2. The Sandbox (SAND)

    Analisis teknikal The Sandbox (SAND).

    Aset kripto metaverse, The Sandbox (SAND) kemungkinan besar akan bullish dengan pergerakan harga yang cukup tinggi. Afid melihat dimulainya The Sandbox Alpha Season 3 akan meningkatkan akumulasi token metaverse ini.

    “The Sandbox Alpha Season 3 menjadi salah satu acara yang ditunggu para pemain game metaverse ini. Peluncurannya sendiri dimulai 24 Agustus dan akan berlangsung selama 10 pekan ke depan. Di acara tersebut akan ada banyak Alpha Pass dan token SAND, sehingga menguntungkan para holder,” tutur Afid.

    Dari analisis teknikalnya, pergerakan nilai SAND selama batas bawah pada US$ 1,03 masih terjaga, kemungkinan besar konsolidasi akan berlanjut dan SAND dapat bergerak naik menuju US$ 1,5 atau naik 21% dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat SAND di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #39, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.474.010.389. Jumlah koin yang beredar 1.427.520.110 koin SAND dan maksimal pasokan 3.000.000.000 koin SAND.

    3. Optimism (OP)

    Analisis teknikal Optimism (OP).

    Afid memproyeksikan Optimism (OP) memiliki kesempatan untuk bullish pada pekan ini. Alasannya pada minggu lalu, OP Labs pengembang dari Optimism mengumumkan progres dari EIP-4844 yang memberikan pembaruan pada devnet publik yang bertujuan untuk meningkatkan adopsi global dari jaringan Ethereum.

    Optimism (OP) sendiri adalah blockchain layer-2 di atas Ethereum. Optimisme mendapat manfaat dari keamanan mainnet Ethereum dan membantu menskalakan ekosistem Ethereum dengan menggunakan optimistic rollups.

    “OP Labs telah melakukan upgrade pada EIP-4844. Optimism mungkin berada di ambang terobosan setelah merilis beberapa pembaruan besar. Sesuai pengumuman yang diterbitkan oleh OP Labs, organisasi tersebut memperkenalkan sistem transaksinya yang disebut Drippie,” jelas Afid.

    Dari analisis teknikalnya, saat ini Optimism (OP) berada di US$ 1,27. Jika polanya berlanjut, harga OP mungkin akan mencapai level resistance US$ 1,75. Jika tren berbalik, maka harga OP bisa turun ke US$ 1,01.

    Peringkat OP di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #107, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 297.350.956. Jumlah koin yang beredar 234.748.364 koin OP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: Belajar Kripto dan Blockchain Dapat Sertifikat Gratis di Tokoscholar

    4. BTCDOWN (BTCDOWN)

    Analisis teknikal BTCDOWN (BTCDOWN).

    Bitcoin DOWN (BTCDOWN) sedang mengalami peningkatan pada pekan ini. Menurut Afid, kondisi market kripto sekarang yang secara keseluruhan sedang tertekan dan menurun turut berpengaruh positif pada BTCDOWN.

    “Pergerakan BTCDOWN sudah perlahan bergerak naik signifikan. Dari grafiknya menunjukkan sinyal bullish yang mengindikasikan tren peningkatan harga. Harga BTCDOWN bisa naik capai $ 0,03456 dari $ 0,02992,” kata Afid.

    BTCDOWN bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Sedangkan BTCUP bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

    Peringkat BTCDOWN di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #2756, dengan trading volume selama 24 jam terakhir US$ 4.907.834. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    5. ETHDOWN (ETHDOWN)

    Analisis teknikal ETHDOWN (ETHDOWN).

    Ethereum DOWN (ETHDOWN) juga memiliki nasib yang sama dengan BTCDOWN. Afid melihat kondisi market yang sideways dan cenderung menurun, leveraged token sangat diminati sehingga banyak yang mengakumulasi untuk mendapatkan profit.

    “Konsep ETHDOWN sama dengan BTCDOWN. Menghasilkan keuntungan leverage 1,5x-3x saat harga Ethereum turun. Setiap token leverage mewakili posisi perpetual contract. Harga token melacak perubahan jumlah nosional dari posisi perpetual contract dan perubahan kelipatan tingkat leverage,” jelas Afid.

    Peringkat ETHDOWN di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #3400, dengan trading volume selama 24 jam terakhir US$ 218.280. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Bluzelle (BLZ)

    Analisis teknikal Bluzelle (BLZ).

    Bluzelle adalah blockchain untuk GameFi dengan kemampuannya untuk menghasilkan game berkualitas tinggi. Sederhananya, GameFi menggabungkan video game (game) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). GameFi menggunakan “play-to-earn“, di mana pemain menghasilkan uang menggunakan waktu yang diberikan untuk permainan.

    BLZ adalah token yang mendukung platform Bluzelle dan jaringan penyimpanan terdesentralisasi. BLZ dapat digunakan untuk membayar transaksi, penyimpanan, staking, dan voting untuk menentukan masa depan jaringan. Sayangnya, Afid melihat token BLZ masuk dalam daftar kripto bearish pekan ini.

    “Skor risiko BLZ saat ini berarti investasi dengan risiko yang relatif rendah. Investor terutama yang peduli dengan penilaian risiko akan menemukan skor ini paling berguna untuk menghindari investasi berisiko. BLZ telah diperdagangkan 11,51% lebih rendah selama 24 jam terakhir ke harga saat ini US$ 0,09,” ucap Afid.

    Peringkat BLZ di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #494, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 31.194.186. Jumlah koin yang beredar 335.849.974 koin BLZ dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    2. BitShares (BTS)

    Analisis teknikal BitShares (BTS).

    BitShares (BTS) adalah jaringan blockchain proof-of-stake (PoS) yang memberi pengguna akses ke decentralized exchange (DEX) dan token utilitas BTS yang digunakan untuk staking konsensus PoS dan untuk memberikan suara pada proposal jaringan.

    Afid melihat pergerakan harga BTS sudah membentuk pola overbought yang kemungkinan besar akan ada penarikan harga. Selama lima hari terakhir, BitShares telah mendapatkan peringkat bullish pada skor sentimen InvestorsObserver. Skor sentimen mengukur kinerja BitShares selama lima hari terakhir berdasarkan volume dan pergerakan harga.

    “Harga BitShares saat ini berada di atas level resistance. Dengan support yang ditetapkan di sekitar US$ 0,0096 dan resistensi di $ 0,0150, BitShares berpotensi dalam posisi bergejolak jika reli habis. Penurunan bisa mencapai harga US$ 0,010,” kata Afid.

    Peringkat BTS di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #447, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 36.456.685. Jumlah koin yang beredar 2.994.550.000 koin BTS dan maksimal pasokan 3.600.570.502 koin BTS.

    Baca juga: Cara Menghasilkan Uang dari TikTok Bisa Beli Kripto

    3. Ooki Protocol (OOKI)

    Analisis teknikal Ooki Protocol (OOKI).

    Ooki adalah protokol untuk perdagangan margin dan pinjaman tokenized. Ini bisa digunakan untuk layanan pinjaman yang memberdayakan blockchain yang terdesentralisasi, efisien, dan bebas sewa.

    Ooki adalah proyek yang dijalankan komunitas, diatur oleh suara komunitas untuk semua perubahan besar pada protokol. Afid menilai OOKI masih akan terus menurun selama beberapa waktu ke depan.

    “Di lihat dari grafiknya, meski saat ini sedang jalur bullish, tapi ada kemungkinan terbentuk pola penurunan, ketika aksi akumulasi sudah jenuh. Sekarang masih di area support-nya ya. Tapi kalau ini berhasil tertembus, bisa mengalami penurunan sekitar 13% ke harga US$ 0,0067,” katanya.

    Peringkat OOKI di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #555, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 24.922.783. Pasokan yang beredar 3.341.351.880 koin OOKI dan maksimal pasokan 10.500.000.000 koin OOKI.

    4. Bitcoin Cash (BCH)

    Analisis teknikal Bitcoin Cash (BCH).

    Bitcoin Cash (BCH) adalah jaringan blockchain proof-of-work dan aset kripto yang lebih cepat dan lebih murah untuk digunakan daripada Bitcoin (BTC). BCH adalah token yang merupakan fork dari Bitcoin yang dibuat pada tahun 2017. 

    Afid memproyeksikan harga BCH akan mengalami fase bearish pekan ini. Sebenarnya, harga BCH telah memicu harapan karena mencoba untuk membalikkan resistensi utama dengan mata tertuju pada US$ 200. 

    “Namun, harga Bitcoin Cash dalam beberapa minggu terakhir lebih suram karena banyak altcoin yang reli dan menghasilkan keuntungan dua digit sementara BCH tidak. Candle mingguan BCH ditutup dengan sentimen bullish, dengan candle minggu baru tampak bearish, menunjukkan tanda-tanda kekuatan setelah penolakan dari US$ 135,” jelas Afid.

    Peringkat BCH di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #29, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 2.526.048.855. Pasokan yang beredar 19.154.050 koin BCH dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BCH.

    5. Tribe (TRIBE)

    Analisis teknikal Tribe (TRIBE).

    TRIBE adalah token berbasis jaringan Ethereum yang mengatur Fei Protocol. Sementara, Fei Protocol mengeluarkan stablecoin terpisah dan terdesentralisasi yang disebut FEI yang berusaha mempertahankan nilai US$ 1,00. TRIBE dapat digunakan untuk memilih peningkatan Fei Protocol dan untuk menyesuaikan kebijakan moneter stablecoin FEI.

    Afid menjelaskan masuknya token TRIBE ke dalam daftar kripto bearish salah satunya disebabkan oleh sentimen negatif dari rencana Fei Protocol untuk keluar dari Tribe DAO.

    Rencana Fei Protocol untuk keluar dari Tribe DAO telah menciptakan drama baru di ruang DeFi setelah pendiri Frax Finance menuduh bahwa FEI menolak untuk mengembalikan uang mereka yang kehilangan uang dalam kasus peretasan beberapa waktu lalu.

    “Sentimen negatif itu membuat harga TRIBE bisa mengalami penurunan. Harga TRIBE diperdagangkan di atas resistance. Dengan level support di US$ 0,192 dan resistance di dekat US$ 0,280,” kata Afid.

    Peringkat TRIBE di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #185, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 107.877.220. Pasokan yang beredar 453.448.622 koin TRIBE dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin TRIBE.

    Disclaimer

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Galau meski Naik, Kenapa?

    Pergerakan market aset kripto pada Senin (8/8) pagi sedikit reli tipis. Hal ini membuat para investor tersenyum menyambut awal pekan dengan segudang aktivitas di hadapannya.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak masuk tipis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), naik 1,31% ke US$ 23.253 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) melonjak 1,59% ke US$ 1.705 di waktu yang sama.

    Altcoin lainnya juga bernasib sama. Misalnya, nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) dan Solana (SOL) kompak tumbuh di atas 4% dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang menjadi pendorong reli tipis ini?

    Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan penguatan market kripto pagi ini sejatinya masih memanfaatkan momentum pelemahan indeks Dolar AS sejak akhir pekan lalu. Selera investor untuk masuk ke market meningkat jika dolar AS terlihat tidak menguntungkan.

    “Dampak positif juga datang dari perilisan data ketenagakerjaan AS yang disambut baik, karena tingkat pengangguran adalah 3,5% di bawah perkiraan yang bakal semakin meningkat. Data ini jauh lebih baik dari yang diharapkan sebagai tanda kekuatan untuk pasar kerja. Alhasil juga meningkatkan selera investor kripto untuk akumulasi,” kata Nathan.

    Harga Bitcoin Bergerak Agresif
    Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

    Baca juga: Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

    Market Kripto Masih Sideways

    Secara keseluruhan, market kripto masih dalam fase sideways atau datar. Pergerakan aset kripto yang tak beraturan menandakan tengah berada di fase sideways.

    Pangkal kegalauan market kripto kali ini adalah didorong situasi makroekonomi dan kabar negatif terkait peretasan yang banyak muncul akhir-akhir ini, seperti di jaringan Solana dan Nomad. Data ketenagakerjaan AS ternyata juga bisa bisa menekan laju market kripto.

    “Data menunjukan beban gaji perusahaan di AS semakin meningkat dan bisa membuat inflasi terus meningkat. Jika ini terjadi, The Fed bisa saja kembali meneruskan pengetatan kebijakan moneternya dengan agresif. Namun, di saat bersamaan, investor juga merasa data tersebut bisa menjadi indikasi bahwa ekonomi AS bisa terhindar dari resesi ekonomi di kuartal ini,” jelas Nathan.

    Analisi Gerak Bitcoin dan Ethereum Pekan Ini

    Dari segi analisis teknikal, investor telah melakukan price actions setelah nilai BTC sukses bertahan di atas level psikologis US$ 23.000. BTC akhirnya berhasil rebound menandakan bahwa pergerakannya terbilang positif untuk sementara. Namun, penguatan harga tersebut ternyata tidak diiringi dengan aksi akumulasi yang masif dan volume perdagangan yang tinggi.

    Apa itu altcoin seasons
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Cara Posting dan Buat IG Stories NFT di Instagram

    “Level resistance BTC sekarang berada di US$ 24.700. Jika, BTC berhasil tembus level tersebut dengan volume meyakinkan, maka potensi melanjutkan penguatan sampai ke level US$ 25.960. Tapi kalo gagal, bisa turun ke level US$ 22.530 hingga US$ 21.840,” tutur Nathan.

    Pekan ini menjadi momen penting bagi Ethereum, karena akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, yang disebut Goerli. Diharapkan penggabungan ini terjadi pada 10-12 Agustus mendatang, dan bisa menggerakan harga ETH, Ethereum Classic (ETC) dan market kripto secara keseluruhan.

    “Apabila pergerakan harga ETH berhasil pullback, maka supply area pada level US$ 1.739-US$ 1.916 masih menjadi target utama dalam kenaikan harga ETH selanjutnya,” pungkas Nathan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market 

    Pergerakan market aset kripto memang sulit diprediksi. Walaupun secara keseluruhan market tengah lesu, tapi banyak analis geraknya saat ini lebih mengarah ke sideways atau datar.

    Dalam ranah investasi kripto memang terkenal istilah bear market dan bull market yang menunjukkan tren naik dan turun. Namun, ada juga sideways market yang bisa berlangsung lama, seperti kondisi saat ini.

    Sideways market sendiri adalah ketika harga aset melayang dalam kisaran kecil, menunjukkan tidak ada tren naik atau turun yang jelas. Kondisi sideways terjadi ketika harga aset yang diperdagangkan di pasar bergerak secara horizontal karena kekuatan permintaan dan penawaran yang sama.

    “Kondisi sideways terjadi ketika pergerakan harga horizontal yang terjadi ketika penawaran dan permintaan hampir sama selama periode waktu tertentu. Ini biasanya terjadi selama periode konsolidasi sebelum harga melanjutkan tren sebelumnya atau berbalik ke tren baru. Kondisi ini sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh investor profit taking,” kata VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein.

    VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein. Foto: Tokocrypto.
    VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Strategi Investor Kripto dalam Hadapi Gejolak Market

    Menurut Adytia, melihat kondisi market kripto dalam dua pekan terakhir ini menunjukan gerak sideways. Kondisi ini ternyata bisa dimanfaatkan oleh investor meraup keuntungan tipis, sekaligus untuk menutup kerugian pada saat bear market lalu.

    Berikut strategi yang bisa diterapkan investor kripto dalam menghadapi sideways market:

    1. Perhatikan Kondisi Aset Kripto

    Sebelum mengambil keputusan jual atau beli di kondisi market ini, sebaiknya investor memastikan kondisi aset kripto yang layak untuk disimpan atau tidak. Kondisi pasar ini mulai bisa menjadi menguntungkan, jika dapat memilih aset kripto yang terbaik melalui riset.

    “Jika investor benar-benar percaya pada kripto yang dimiliki dan telah melakukan penelitian, mereka tidak perlu khawatir. kesalahan umum yang dilakukan pemula adalah panik menjual hanya untuk membeli kembali dengan harga lebih tinggi,” tutur Adytia.

    2. Tahan Ketika Pasar Tidak Beraturan (Choppy)

    Investor pemula harus ingat bahwa ketika pasar seperti ini sebaiknya menahan diri sampai ada pergerakan yang jelas atau membentuk pola yang lebih jelas. Dengan harga yang bergerak dalam kisaran kecil, investor pemula mungkin kesulitan menghasilkan keuntungan.

    Hal terbaik adalah lebih memilih untuk HODL aset dalam jangka waktu tertentu untuk kondisi market untuk mengukur arah harga di masa depan. Strategi ini sangat penting untuk digunakan, terutama ketika tekanan ekonomi berada dalam siklus fase jangka panjang.

    Ilustrasi market kripto
    Ilustrasi market kripto.

    Baca juga: 6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

    3. Pantau Arah Pasar

    Investor bisa memantau arah pasar dengan melihat pergerakan harga aset-aset kripto lainnya menuju arah sentimen positif atau negatif. Selain itu, investor juga dapat mempelajari Average True Range (ATR).

    ATR adalah indikator yang membantu investor untuk mengukur volatilitas dan dapat membantu menemukan titik yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan. Bagian terbaiknya, ini juga merupakan alat manajemen risiko yang baik untuk menilai tempat yang sempurna untuk stop loss.

    4. Stop Loss di Bawah Level Support

    Cara lain yang bisa kamu gunakan adalah dengan melakukan stop loss di bawah level support. Hal ini akan mencegah kerugian yang meningkat ketika market turun lebih jauh.

    Jika stop-loss diposisi terlalu lebar, berisiko kehilangan lebih banyak uang. Di sisi lain, jika stop-loss terlalu ketat, berisiko tersingkir dari perdagangan yang positif sebelum waktunya.

    “Tokocrypto memiliki fitur Stop-Limit Order yang sangat berguna sebagai sebuah alat pengatur resiko, dan investor sebaiknya menggunakannya untuk menghindari kehilangan yang signifikan. Stop limit berguna untuk membuat pesanan jual untuk memastikan mengambil untung pada saat target transaksi tercapai,” jelas Adytia.

    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Foto: Bianda Ludwianto
    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Foto: Bianda Ludwianto

    Baca juga: Atur Strategi Investasi saat Market Aset Kripto Bearish

    5. Lakukan Diversifikasi Aset

    Taktik lain yang bisa diterapkan investor adalah diversifikasi. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa lebih penting untuk memiliki aset yang dialokasikan secara efektif daripada mencoba dan mengelola kapan waktu yang tepat untuk masuk ke market. Ketika pasar sideways atau bergerak ke samping, penting untuk menjaga keseimbangan alokasi investasi.

    Selain itu, sangat penting untuk meninjau grafik harian, terutama yang sudah mempelajarinya bagi investor berpengalaman. “Jika grafik harian mencerminkan hasil yang tidak biasa, investor harus menahan transaksi untuk sementara waktu. Namun, jika grafik menunjukkan pola yang berulang, dapat mengeklaim bahwa sekaranglah saatnya untuk memasuki pasar,” pungkas Adytia.



    Sumber : news.tokocrypto.com