Tag: sistem pre-order

  • 5 Tips Sukses Jadi Kreator Affiliate saat Ramadan di ShopTokopedia


    Jakarta

    Sinergi Tokopedia bersama TikTok lewat ShopTokopedia menghadirkan peluang di era baru ‘discovery e-commerce’, salah satunya menciptakan profesi kreator affiliate.

    Tokopedia bersama ShopTokopedia mencatat bahwa para penjual yang berpromosi lewat short video di TikTok, baik yang dibuat sendiri oleh penjual maupun melibatkan affiliate content creator, mengalami peningkatan transaksi rata-rata 31 kali lipat.

    “Kini ada lebih dari 8 juta kreator yang menerima penghasilan dari TikTok. Kehadiran profesi kreator konten sekaligus affiliate turut mendukung jutaan penjual di Tokopedia dan ShopTokopedia,” ungkap Communications Senior Lead Tokopedia dan TikTok e-commerce Rizky Juanita Azuz, dalam keterangan tertulis, Selasa (25/2/2025).


    “Momen bulan puasa nanti bisa dimanfaatkan para penjual di Tokopedia dan ShopTokopedia untuk meningkatkan penjualan lewat konten video promosi (video pendek dan LIVE) relevan yang dibuat sendiri atau lewat kolaborasi dengan jutaan kreator di TikTok,” sambungnya.

    ShopTokopedia mencatat sejumlah kategori yang paling sering direkomendasikan para kreator affiliate sepanjang 2024, yaitu Kecantikan dan Perawatan Tubuh, Fashion Perempuan, Fashion Muslim, Makanan dan Minuman, serta Perlengkapan Rumah Tangga. Temuan ini dapat dijadikan peluang bagi para kreator konten untuk menjadi kreator affiliate yang bisa menambah penghasilan selama bulan Ramadan.

    “Kami juga mencatat beberapa daerah mengalami kenaikan tertinggi dari segi jumlah kreator affiliate yang mendapatkan penghasilan tambahan selama tahun 2024, antara lain, Sulawesi Barat, Bengkulu, Yogyakarta, Lampung dan Papua Barat, dengan rata-rata kenaikan 8 kali lipat dibandingkan dengan 2023,” ucap Rizky.

    Salah satu kreator konten sekaligus affiliate di ShopTokopedia adalah Mala Cakrawati (akun TikTok @madamemalla). Awalnya Mala merupakan penjual pakaian Malla Fashion di pasar tradisional Tanjung Sari sejak 2012, kemudian merintis usaha di Pasar Andir Trade Center, Kota Bandung.

    Namun, pandemi COVID-19 membuat bisnisnya mengalami penurunan drastis pada akhir 2020. Demi bertahan, dan meningkatkan penghasilan, Mala beralih menjadi kreator konten sekaligus affiliate.

    Berkat konsistensi Mala berjualan melalui live streaming di TikTok, bisnisnya yang sempat terpuruk kini berkembang pesat. Mala tidak hanya dikenal sebagai penjual, tetapi juga sebagai kreator konten dan kreator affiliate, yang menjadikan dunia digital sebagai sumber penghasilan utamanya.

    Tips Sukses sebagai Kreator Affiliate di ShopTokopedia saat Ramadan 2025

    Menyambut bulan Ramadan mendatang, Tokopedia dan ShopTokopedia melalui Rizky dan Mala membagi sejumlah tips bagi masyarakat yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan di bulan puasa dengan menjadi kreator affiliate.

    1. Fokus pada Produk yang Paling Banyak Dibutuhkan saat Ramadan

    Menurut Mala, pada bulan Ramadan 2024 lalu, pendapatannya sebagai kreator affiliate di ShopTokopedia naik 50% dibandingkan dengan periode biasanya. Produk fesyen dan perlengkapan ibadah menjadi produk yang paling banyak dicari masyarakat di bulan puasa, sehingga bisa dijadikan pertimbangan para kreator konten pemula untuk mempromosikan produk.

    “Untuk mengetahui produk apa saja yang banyak dicari audiens, kreator bisa mengeceknya di tab For You Page, scroll untuk mencari produk atau konten terkait Ramadhan, atau bisa juga mencari tahu di laman showcase produk,” kata Mala.

    Di ShopTokopedia, Fashion Muslim merupakan salah satu kategori paling sering direkomendasikan oleh para kreator affiliate selama 2024. Sejumlah produk yang sering dipromosikan oleh para kreator affiliate selama periode tersebut, antara lain pasmina, hijab segi empat instan, dan ciput.

    Pada bulan Ramadan 2025 mendatang, masyarakat bisa mempertimbangkan membuat video konten di TikTok untuk mempromosikan produk lokal fesyen muslim di ShopTokopedia yang cenderung dicari banyak orang di momen tersebut. Jangan lupa untuk menambahkan fitur Keranjang Kuning ke video pendek atau LIVE dan menyematkan produk-produk di ShopTokopedia yang ingin direkomendasikan ke penonton.

    Kreator dapat menerima komisi dari produk yang disematkan ke etalase dan konten.

    2. Manfaatkan Live Shopping Serta Beragam Kampanye dan Fitur yang Tersedia

    Kekuatan penemuan TikTok memungkinkan pengguna ShopTokopedia menemukan konten dan produk yang sesuai kebutuhan, termasuk kampanye dan fitur. Para kreator affiliate dapat memanfaatkan sesi live shopping untuk menyajikan konten yang informatif, mulai dari unboxing, tutorial, hingga cara pakai.

    Ikuti juga berbagai kampanye dan fitur yang ada di ShopTokopedia seperti gratis ongkir agar minat belanja audiens semakin meningkat, termasuk saat bulan Ramadan mendatang.

    “Kreator affiliate sebaiknya memanfaatkan momentum semua kampanye dan fitur yang tersedia di ShopTokopedia seperti Flash Sale, Promo Guncang (setiap tanggal kembar), dan Beli Lokal. Walau saya lebih memfokuskan konten affiliate saya terhadap produk fashion Muslimah, tetapi di beberapa momen tertentu seperti tanggal kembar atau Promo Guncang di ShopTokopedia, saya juga suka mempromosikan produk sembako,” ungkap Mala.

    3. Konsistensi Adalah Kunci dalam Upload dan Posting Video

    Konsistensi dalam mengunggah konten video sangat penting untuk menjaga interaksi antara kreator affiliate dan audiens di TikTok. Setelah mencoba dan melihat pola engagement audiens @madamemalla dengan konten yang dibuat, akhirnya Mala menyesuaikan jadwal untuk hasil yang lebih optimal, yaitu dengan meng-upload video sehari 2 kali pada pukul 12.00 WIB dan 18.00 WIB.

    “Jika mengunggah terlalu banyak video dalam sehari terasa kurang efektif, maka kreator sebaiknya tetap upload di salah satu jadwal yang ditentukan. Konten pertama saya yang trending dan masuk FYP adalah produk inner tanktop yang mencapai lebih dari 9 juta views,” jelas Mala.

    “Dulu, saat live, penonton hanya 10 hingga ratusan orang dan saya pun belum memahami sistem pre-order. Kini, adanya sinergi TikTok, Tokopedia, dan ShopTokopedia, memungkinkan para pengguna Tokopedia dan ShopTokopedia serta kreator untuk tidak hanya terhibur, tetapi juga menemukan konten dan produk yang dibutuhkan,” sambungnya.

    4. Pahami Produk Sebelum Dipromosikan saat Live

    Seorang kreator affiliate perlu memahami produk dan mampu memberi demo penggunaan produk saat sesi live agar audiens tertarik untuk membeli produk yang sedang dipromosikan. Sebagai kreator affiliate yang fokus pada produk fesyen muslimah, Mala berusaha untuk memahami beragam produk busana muslimah, seperti dress, blouse, dan jenis-jenis hijab untuk kemudian diulas dari segi bahan hingga cara mengenakannya.

    “Kreator affiliate juga bisa memilih untuk meminta Sampel Gratis dari penjual di ShopTokopedia agar bisa mempelajari terlebih dahulu produk yang mau dipromosikan. Setelah permintaan sampel gratis disetujui oleh penjual, maka produk tersebut akan dikirim ke kreator affiliate. Kemudian, kreator perlu memenuhi syarat yang sudah didiskusikan bersama penjual, misalnya membuat video pendek atau mengadakan sesi live streaming untuk mempromosikan produk menggunakan sampel gratis tersebut,” jelas tambah salah satu pemenang nominasi Creator of the Year TikTok Summit 2023 tersebut.

    5. Bangun Engagement dengan Penonton

    Saat melakukan live, kreator affiliate juga dituntut untuk tetap dapat membangun koneksi dengan audiens serta jujur dalam membuat ulasan produk. Pemilik akun TikTok @madamemalla juga mengatakan, agar menciptakan interaksi yang tidak kaku dengan audiens, kreator affiliate pemula dapat menyapa audiens dengan bahasa santai dan sisipkan candaan agar suasana lebih menyenangkan.

    Untuk menarik lebih banyak perhatian, adakan giveaway atau flash sale khusus dengan promo menarik. Menurut Mala, selalu responsif terhadap komentar, baik saat live maupun di konten dan direct message, karena komunikasi dua arah akan membuat audiens merasa dihargai.

    “Selain itu, buatlah konten interaktif seperti Q&A, challenge, atau polling agar engagement semakin meningkat. Dengan membangun hubungan yang baik dan menciptakan pengalaman belanja yang menyenangkan, audiens akan lebih loyal dan tertarik untuk terus mengikuti live shopping kita,” ujar Mala.

    Berbagai informasi lengkapnya yang bisa dipelajari kreator affiliate untuk mendapatkan penghasilan tambahan lewat ShopTokopedia, yang bisa ditemukan dalam aplikasi TikTok, bisa diakses melalui tautan berikut.

    (prf/ega)



    Sumber : inet.detik.com

  • Hukum Menjual Barang Pre-order yang Belum Dimiliki


    Jakarta

    Sistem jual beli telah mengalami perkembangan pesat dari masa ke masa. Hal ini seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat.

    Salah satu metode yang kini menjadi tren di kalangan masyarakat modern adalah sistem pre-order, yang memungkinkan pembeli memesan barang sebelum barang tersebut tersedia secara fisik.

    Namun, sistem pre-order ini juga menimbulkan pertanyaan di kalangan kaum muslimin mengenai keabsahannya menurut hukum Islam. Banyak yang bertanya-tanya, apakah sistem jual beli seperti ini sah dilakukan menurut syariat? Bagaimana Islam memandang transaksi barang yang belum dimiliki saat akad dilakukan?


    Hukum Pre-Order dalam Islam

    Pre-order adalah sistem jual beli yang dilakukan dengan cara memesan dan membayar barang terlebih dahulu sebelum barang tersebut tersedia atau diproduksi. Penjual kemudian menyiapkan dan mengirimkan barang sesuai kesepakatan waktu dan spesifikasi yang telah ditentukan saat pemesanan.

    Menurut Buya Yahya di dalam kanal YouTube-nya, metode jual beli pre-order hukumnya adalah boleh atau tidak haram. Dalam Islam, transaksi seperti ini dinamakan dengan akad salam.

    Akad salam merupakan salah satu bentuk transaksi dalam Islam yang berupa pembayaran dilakukan di awal, sementara barang diserahkan di kemudian hari. Transaksi ini didasarkan pada kesepakatan waktu dan spesifikasi barang yang jelas sejak awal akad.

    Saat akad, pembeli langsung melunasi harga barang. Sementara penjual memiliki kewajiban untuk menyerahkan barang pada waktu yang telah disepakati. Jenis transaksi ini memberikan kepastian bagi kedua belah pihak dalam hal hak dan kewajiban masing-masing.

    Ini sejalan dengan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas yang menyebutkan bahwa saat Rasulullah SAW tiba di Madinah, penduduknya telah menerapkan akad salam untuk hasil panen yang akan datang dalam kurun waktu satu, dua, atau tiga tahun. Kemudian, Rasulullah bersabda,

    من أسلف في شيء فليسلف في كيل معلوم، ووزن معلوم إلى أجل معلوم (مُتَّفَق عليه)

    Artinya: “Barang siapa melakukan akad salam dalam suatu barang, hendaklah ia melakukannya dengan takaran yang jelas, timbangan yang jelas, dan waktu penyerahan yang jelas.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

    Dalam sistem pre-order, Buya Yahya menjelaskan bahwa penjual wajib memberikan deskripsi yang jelas dan rinci tentang barang yang ditawarkan. Selain itu, penjual juga harus memastikan untuk memproduksi dan menyerahkan barang tersebut sesuai kesepakatan yang telah dibuat dengan pembeli.

    Syarat Pre-order dalam Islam

    Dalam transaksi pre-order yang termasuk ke dalam akad salam, terdapat beberapa hal-hal yang harus dipenuhi. Berikut ini adalah syarat akad salam.

    1. Syarat Pelaku Akad (al-‘Aqidain)

    • Sama seperti jual beli biasa, para pelaku akad wajib balig, berakal, serta punya kemampuan untuk memilih (ikhtiar).
    • Akad salam boleh dilakukan oleh orang buta, karena barang yang dijual (muslam fih) bersifat utang yang dideskripsikan, bukan barang yang harus dilihat secara langsung seperti pada jual beli biasa.

    2. Syarat Lafal (Shighat Ijab Qabul)

    • Ijab dan qabul harus dilakukan dalam satu majelis dan ada kesesuaian antara penawaran dan penerimaan.
    • Akad harus diucapkan dengan lafal “salam” atau “salaf”; lafal lain tidak sah.
    • Tidak diperbolehkan adanya khiyar syarat, karena hal ini menunda penyerahan harga di majelis akad, dan hal tersebut dilarang dalam akad salam.

    3. Syarat Modal (Ra’sul Mal)

    • Kedua belah pihak harus mengetahui dengan jelas jumlah serta sifat modal atau pembayaran.
    • Pembayaran harus dilakukan tunai saat akad dan di majelis akad, sebelum kedua pihak berpisah secara fisik, agar tidak termasuk transaksi utang dengan utang yang dilarang dalam Islam.

    4. Syarat Barang yang Dijual (Muslam Fih)

    • Harus bisa dideskripsikan dengan jelas, sehingga tidak menimbulkan ketidakjelasan (gharar).
    • Jenis, kualitas, kuantitas, dan sifat barang harus diketahui oleh kedua belah pihak.
    • Harus dari satu jenis saja, tidak boleh dicampur dengan jenis lain, seperti biji gandum dengan jenis lain, atau parfum misk dengan ambar.
    • Barang yang dijual harus berupa utang dalam tanggungan, bukan barang yang sudah ditentukan wujudnya. Jika wujud barang sudah ditentukan, akad salam menjadi tidak sah.
    • Barang harus diserahkan sesuai jenis dan waktu yang telah disepakati, tidak boleh diganti dengan barang lain (misalnya: gandum diganti dengan mentega).
    • Waktu penyerahan barang harus ditentukan secara jelas. Tidak sah jika waktunya samar, seperti “sampai panen” atau “sampai seseorang datang dari perjalanan.”
    • Tempat penyerahan juga harus ditentukan, terutama jika tempat akad tidak memungkinkan untuk penyerahan atau jika ada biaya tambahan untuk pengiriman.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com