Tag: soekarno

  • Jabar Trisakti Run 2025, Sensasi Lari Santai Bernuansa Budaya Lokal


    Jakarta

    Hidup aktif dan sehat kini menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus cara menyatukan kebersamaan dan menumbuhkan energi positif bagi banyak orang. Lari santai juga menjadi momen untuk merasakan semangat komunitas, menikmati budaya, dan ikut berkontribusi pada hal-hal yang bermakna bagi masyarakat sekitar.

    Semangat itulah yang dihadirkan oleh Jabar Trisakti Run 2025, event lari santai yang mengajak peserta bergerak bersama dalam semangat “Lari Sehat, Bangsa Kuat.” Terinspirasi dari gagasan Ir. Soekarno tentang Trisakti Pancasila, acara ini dirancang untuk memberi pengalaman berlari yang lebih dari sekadar menyehatkan tubuh, tapi juga menyalakan semangat kebersamaan dan nasionalisme.

    Acara lari ini akan digelar pada hari Minggu, 9 November 2025, pukul 05.00-16.00 WIB, bertempat di Monumen Plaza Bung Karno, Saparua, Kota Bandung (Jalan Banda Nomor 28, Citarum, Bandung Wetan).


    Sepanjang hari, kamu bisa menikmati Fun Run dengan suasana penuh energi, menjelajahi produk lokal di Exhibition UMKM, hingga bersantai sambil menikmati Panggung Budaya yang menampilkan kesenian khas Jawa Barat.

    Selain menjadi ajang olahraga, Jabar Trisakti Run 2025 juga menjadi simbol persatuan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan ikut serta, kamu berkesempatan mendukung pelaku UMKM sekaligus melestarikan budaya daerah, sambil menikmati momen santai yang menyenangkan.

    Setiap tiket sudah termasuk asuransi BRILife, yang memberi perlindungan selama kegiatan berlangsung, sehingga kamu bisa fokus menikmati pengalaman lari dengan aman dan nyaman.

    Pastikan juga kamu dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, dan bagi peserta usia 15-17 tahun, jangan lupa sertakan surat izin dari orang tua saat mendaftar.

    Melalui Jabar Trisakti Run 2025, kamu bukan hanya ikut berlari, tapi juga ikut menghidupkan semangat bangsa dan kebersamaan. Beli tiket sekarang di detikevent dan jadikan akhir pekanmu lebih sehat, seru, dan penuh makna!

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Chiki Fawzi Ikut Misi Kemanusiaan untuk Gaza, Tembus Blokade Laut Israel

    Jakarta

    Selebriti dan desainer hijab Chiki Fawzi kini tengah menjalankan misi kemanusiaan mendukung warga Gaza dengan bergabung dalam Global Sumud Flotilla. Bersama relawan dari berbagai negara, Chiki berangkat menembus blokade laut Israel dengan membawa pesan perdamaian dan bantuan kemanusiaan.

    Di akun Instagramnya, ia sering menyuarakan dukungan untuk Palestina lewat desain busana yang diproduksi brand miliknya, Chikigo. Wanita kelahiran 28 Januari 1989 ini juga kerap melakukan aksi nyata untuk mendukung Palestina.

    Sebelum berangkat, Chiki mendapatkan restu dan doa dari ayahnya, musisi dan aktor Ikang Fawzi. Momen emosional tersebut terekam saat Chiki menangis memeluk sang ayah.


    Putri Marissa Haque ini juga menjalani pelatihan intensif selama dua hari sebagai persiapan menghadapi pelayaran menuju Gaza yang dijadwalkan mulai 4 September 2025 dari pelabuhan Tunisia. Pelatihan ini merupakan bagian dari gerakan Global Sumud Flotilla yang menggerakkan relawan untuk membawa bantuan ke wilayah yang terblokade.

    [Gambas:Instagram]

    Melalui akun Instagram @zakatingaza, Chiki menyampaikan langsung kondisi dan suasana di lokasi saat persiapan pelayaran. Ia mengajak masyarakat memberikan dukungan doa dan bantuan melalui zakat untuk membantu misi kemanusiaan ini. Dalam laporannya, Chiki memohon doa untuk langkahnya selama berada di sana.

    Teman-teman bismillah mohon doakan kami jadi sekarang ini kondisinya Masya Allah ya vibingnya tuh very-very supporting Palestine. Orang-orang yang berkumpul di sini berkumpul dari berbagai penujuru dunia Masya Allah,” ucap Chiki.

    Dan kita lagi bersiap-siap untuk trial berlayar selama tadi aku dikasih tahu sekitar 10 jam. Tapi kayaknya jadinya sekitar tiga jam. Berapa jam pun aku sudah siap, sudah ready. AKu dapat booth tiga dan doakan kami semuanya,” jelasnya.

    Dan acara ini, event ini gerakan Global Sumud Flotila, IGPC. Sorry we’re filming dan semua ini semua bisa berjalan lancar dan untuk kalian please support melalui Zakatingaza di sini. Bismillah semua untuk Gaza,” kata Chiki.

    Live Report, simulasi pelayaran ke Gaza🇵🇸✊
    menembus blokade Gaza dan membawa pesan kemanusiaan untuk dunia. Setiap latihan adalah persiapan, setiap gerak adalah bentuk kepedulian yang nyata.
    Semoga Allah SWT senantiasa melindungi para relawan, mempermudah setiap langkah mereka, dan memberikan jalan menuju kebebasan bagi rakyat Gaza. Mari bersama mengawal dan mendukung misi kemanusiaan ini,” tulis keterangan postingan @zakatingaza, @indonesia.peace.convoy, @igpcofficial dan @chikifawzi.

    Chiki juga menegaskan pentingnya solidaritas antarnegara untuk membantu rakyat Gaza yang menghadapi kesulitan besar. Dengan semangat yang kuat, Chiki berharap misi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga Gaza yang membutuhkan.

    From every river to every sea 🌊⛴️🇵🇸 let the aid enter!! Bersama teman2 @globalsumudflotilla @igpcofficial 🇮🇩 @sumudnusantaraofficial bersama2 berusaha membuat koridor kemanusiaan untuk #LetTheAidEnter !! Bismillah #BreakTheSiege . It’s not about us, i’s about them. Ghazzah people 🥺🇵🇸 Thankyou @zakatingaza @aqlislamiccenter for bringing me here to join the flotilla 🥹🌊🇵🇸 disini kita semua bersatu atas nama Indonesia @igpcofficial ☺️🇮🇩🇵🇸,” tulis keterangan postingan @chikifawzi.

    Chiki Fawzi bergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, membawa bantuan dan pesan perdamaian untuk warga Gaza yang diblokade.Chiki Fawzi bergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, membawa bantuan dan pesan perdamaian untuk warga Gaza yang diblokade. Foto: Dok. Instagram @chikifawzi.

    Namun, saat perjalanan menuju Gaza, misi kemanusiaan yang dijalankan Chiki Fawzi menghadapi kendala akibat cuaca buruk dan situasi politik yang tidak menentu. Chiki mengunggah di Instagram Story-nya, mereka sedang menunggu kedatangan kapal-kapal dari Barcelona, sambil mempersiapkan logistik dan membersihkan kapal.

    Manteman yg mendoakan, masyaAllah makasi doanya untuk kami, maapiin blum bs balas satu2 krn aku keterbatasan internet dan cukup padat kegiatan wajib disini. Sayaaangg
    semuaanya. Sebenarnya seharusnya kita berlayar hari ini dan kita semua activist dari berbagai dunia udah siap, tapi ada bbrp kondisi (cuaca dan politik dimari) yg bikin ini sedikit tertunda, tp insyaAllah untuk yg terbaik, karena kalau melihat kondisi laut lg gerhana bulan gini challenging ugak. Jadi insyaAllah penundaan ini yg terbaik, Allah knows best
    Sedang menunggu sebentaar lagi kapal2 dari Barcelona tiba. InsyaAllah persiapan segala logistik dan bersih2 kapal hari ini. Dan insyaAllahkita berlayar rabu. Bismillah.
    Doain ya manteman. Semoga manfaat untuk Gaza. Yg kita lakukan ini senuanya basic humanity. Bare minimum. Spotlightnya plis bukan kita, tapi Gaza.
    Bismillah kita bersamai terus Gaza dengan berbagai cara. Gaza, kami penuhi panggilanmu!” tulis Chiki.

    Dilansir dari Instagram @spiritofaqsanews dan Chiki Fawzi, Indonesia turut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dengan mengerahkan lima kapal yang dinamai sesuai pahlawan nasional. Langkah ini sebagai bentuk solidaritas dan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina di Gaza yang masih diblokade.

    Indonesia resmi memastikan partisipasinya dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dengan mengerahkan lima kapal. Masing-masing diberi nama pahlawan nasional yakni Soekarno, Sultan Hasanuddin, Pangeran Diponegoro, Pati Unus, dan Malahayati. Penamaan ini dimaksudkan sebagai simbol semangat nasionalisme dan solidaritas Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina, khususnya Gaza, yang masih berada dalam blokade Israel,” tulis keterangan @spiritofaqsanews.

    Dalam postingan Instagram Story, Chiki memperlihatkan suasana saat tiba di pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, untuk siap berlayar dan bergabung dengan kapal-kapal lainnya di Laut Mediterania. Unggahan siaran langsung Chiki tersebut sudah ditonton lebih dari 23,1 ribu kali di Instagram. Gerakan nyata Chiki Fawzi langsung mendapatkan banjir dukungan doa dari warganet.

    Bismillah. Ya Allah lindungilah para pejuang Gaza ini. Semoga mereka selamat sampai di Gaza hingga kembali ke tanah air mereka ❤️🖤🤍💚,” ucap pengguna Instagram @est__thettka.

    Bismillah…. Smg pelayaran ini berjalan lancar sesuai harapan….. Fii amanillah bwt rombongan pelayaran….” ujar aun @christiantichinta.

    Semangat kak Chiki @chikifawzi semoga dilancarkan sehat selalu semua yang bertugas 🤲,” timpal akun @go___telly.

    (gaf/eny)





    Sumber : wolipop.detik.com

  • Nongkrong di Kampoeng Djoeang, Kafe Vintage di Ujung Museum Satriamandala



    Jakarta

    Butuh tempat nongkrong yang anti mainstream? Traveler dari Jakarta dan sekitarnya bisa berkunjung ke salah satu kafe yang terletak di kawasan Museum Satriamandala, yakni Kampoeng Djoeang.

    Ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa adem seperti di rumah nenek ditambah dengan suasana yang sejuk karena banyak pepohonan.

    Jika berkesempatan untuk datang ke Museum Satriamandala di Jalan Gatot Subroto No. 14 Jakarta Selatan, kamu harus coba datang ke Kampoeng Djoeang. Kafe itu memang berada di pojokan, tepatnya berada di belakang salah satu bangunan museum, yakni ruang diorama tiga dan empat atau tak jauh dari Taman Soekarno.


    Tampak depan kafe, pengunjung akan disambut dengan dua mobil tua yang tampilannya begitu keren, satu mobil van berwarna putih dan satu lagi gahar berwarna hitam.

    Di tengah kedua mobil itu juga terdapat patung Panglima Besar Jenderal Sudirman, saat detikTravel berkunjung sore hari ke kafe itu, Rabu (17/7/2024) lantunan musik khas Jawa menyambut dengan apik.

    Cuaca yang tidak terlalu panas juga seakan mendukung kedatangan ke Kampoeng Djoeang, ketika masuk ke dalam langsung tampak kejadulan kafe itu dengan property lawasnya. Mulai dari kursi, meja, tv analog, hingga ke pernak-pernik militer.

    Dari informasi yang ada, konsep kafe Kampoeng Djoeang ini merujuk pada tempat tinggal dan markas dari Jenderal Sudirman dan pasukannya. Kafe itu berbentuk rumah joglo.

    Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Untuk melibas rasa haus yang sudah melanda sedari pagi, segelas minuman Kiwi Breeze yang dibanderol harga Rp 30.000 jadi pilihannya.

    Kombinasi buah kiwi dan jeruk begitu segar masuk ke dalam kerongkongan, ditambah suasana yang nyaman membuat duduk-duduk sore kali ini sangat nikmat. Tentunya Kampoeng Djoeang juga masih menyimpan menu-menu lain mulai dari makanan ringan, berat, dan berbagai minuman khas kafe itu.

    Menu ‘sadjian oetama’ Kampoeng Djoeang terdapat berbagai makan berat seperti berbagai variasi nasi goreng hingga mie goreng. Tentunya dengan selipan nuansa sejarah dan kedaerahan, salah satunya Nasi Goreng Padri yang harganya Rp 40.000.

    Rata-rata sajdian oetama di Kampoeng Djoeang di harga Rp 40.000. Jika ingin cemal-cemil, pengunjung juga bisa memilih sajian seperti cireng, tempe pleton (mendoan), kentang goreng, dan masih banyak lagi. Harga untuk kudapan tersebut dimulai dari harga Rp 25.000.

    Dan untuk variasi minumannya, pengunjung juga bisa memilih minuman kopi ataupun non kopi seperti yang detikTravel pilih. Bagi pecinta kopi di Kampoeng Djoeang terdapat menu kopassus atau kopi susu dan kodam atau hitam aren yang keduanya dibanderol Rp 30.000 untuk kopassus dan Rp 25.000 untuk kodam.

    Varian kopi lainnya pun masih ada lagi, Kampoeng Djoeang juga menyedia minuman hangat seperti wedang uwuh hingga bajigur. Untuk minuman dingin nan segar terdapat pine coaster, candy love, choco butternut, dan yang lainnya.

    Harga minuman di sini mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 35.000. Kampoeng Djoeang cocok dinikmati ketika terik matahari tengah bersahabat atau dinikmati saat sore tiba, tenang saja tempat ini tutup hingga pukul 20.00 WIB.

    Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    “Kami buka setiap weekdays itu dari jam 08.00 sampai 20.00 WIB, kalau weekend kita buka dari jam 09.00 sampai 20.00 WIB,” kata salah satu pegawai Kampoeng Djoeang.

    Salah satu pengunjung yang datang ke Kampoeng Djoeang, Deva, mengatakan Kampoeng Djoeang cocok untuk yang suka foto-foto dan ia mengetahui tempat ini dari media sosial. Selain ingin berkunjung ke Kampoeng Djoeang, ia dan pasangannya itu sekalian untuk melihat Museum Satriamandala.

    “(Dari Museum Satriamdala) Terus juga sekalian ke Kampoeng Djoeang juga karena di dalam museum ada café. Nah itu juga termasuk vibesnya vintage gitu jadi cocok buat anak-anak yang suka foto-foto,” kata Deva.

    “Seneng soalnya ke sini bisa sambil belajar (sejarah) juga sama lihat kafenya ternyata di dalam (kawasan) museum juga ada café yang bagus,” ujar dia.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Gedung Arsip Nasional Ternyata Dulu Rumah Gubernur Jenderal Hindia Belanda



    Jakarta

    Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang berada di Jalan Gajah Mada No. 111, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, sangat mencolok di antara bangunan lain di sekitarnya. Ternyata, dulu rumah tinggal gubernur jenderal Hindia Belanda.

    Merujuk catatan sejarah, bangunan tersebut milik seorang Belanda yang bernama Gubernur Jenderal Reiner de Klerk. Sebelum diangkat menjadi gubernur jenderal, ia adalah anggota Raad van Indie atau organisasi pusat Pemerintah Hindia-Belanda. Dan, saat masih menjadi anggota Raad van Indie, di tahun 1755, itulah ia membeli tanah di Jalan Gajah Mada itu.

    Kemudian, pada 1760 bangunan megah dengan arsitektur khas tersebut berdiri.


    Kini, setelah 264 tahun, bangunan utama rumah pribadi itu masih kokoh. Bangunan itu bisa dilihat dari pinggir jalan ketika melintasi jalanan Gajah Mada.

    Selain bangunan utama, di kedua sisinya juga terdapat paviliun-paviliun yang digunakan untuk menyambut tamu sebelum masuk ke dalam rumah.

    detikTravel menyambangi bekas kediaman sang Belanda tersebut dan melihat keindahan bangunannya secara langsung, Kamis (18/7/2024). Pada tahun 1777 diangkatlah Reiner menjadi Gubernur Jenderal Hindia-Belanda dan rumah pribadinya pun berubah menjadi istana negara.

    Menurut salah satu pemandu di Gedung Arsip Nasional mengatakan bahwa Reiner merupakan seorang pejabat yang agamis. Itu bisa dilihat dari ukiran-ukiran yang berada di atas pintu-pintu rumah itu (loster angin) seperti perempuan yang sedang memegang salib, perempuan memegang jangkar, perempuan di atas kerbau, vas bunga, dan lelaki di atas singa

    “Ornamen-ornamen di rumah ini tuh memiliki simbol, punya filosofi bukan hanya sekadar pemanis ruangan seperti ini perempuan megang salib itu filosofinya adalah si Tuang Reiner itu orang yang taat terhadap agama. Terus pintu utama itu perempuan memegang jangkar itu adalah ucapan selamat datang,” kata pemandu yang enggan disebutkan namanya tersebut.

    “Terus ada vas bunga itu filosofinya tuh si Tuan Reiner itu berharap rumah ini berkembang, harum, dan ini wanita di atas kerbau jadi harapannya si Tuan Reiner VOC atau Belanda itu tidak kekurangan pangan. Sebelah sini ada lelaki di atas singa, singa kan salah satu simbol kekuatan jadi Belanda atau VOC itu bisa menguasai dunia,” ujar dia sambil berjalan.

    Dari ceritanya gedung bersejarah ini masih terjaga sekitar 90% keasliannya mulai dari pintu, lantai, hingga langit-langit atapnya masih terawat hingga sekarang. Bekas kediaman Reiner ini memiliki dua tingkat.

    Gedung Arsip Nasional di JakartaGedung Arsip Nasional di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Selain agamis, dari bangunan rumah itu, Reiner juga merupakan sosok yang senang berkumpul bersama teman dan kolega-kolega. Tinggalan itu berupa lantai dua yang berfungsi untuk menjamu kedatangan tamu-tamu Reiner.

    Di bagian atas setelah menaiki tangga yang ikonik akan terlihat ruang luas yang di tengahnya terdapat meja makan kayu yang panjang. Di tempat inilah Reiner akan menikmati hari bersama rekan dan koleganya, ada cerita menarik dari ruang perjamuan ini.

    Pemandu itu bercerita ketika Reiner dan rekan serta koleganya sudah masuk ke dalam ruang tersebut maka pintu utama yang berada di tengah akan di tutup.

    Untuk itu, para pelayan tak boleh melewati pintu utama selagi Reiner dan yang lainnya sudah di dalam. Akses masuk para pelayan berada di pintu samping dekat tangga untuk masuk ke dalam ruangan.

    “(Pintu) ini ketika acara sudah dimulai dia lewat situ jadi ketika si tuan sudah ready dan perjamuan makan sudah di mulai, (pintu) ini ditutup, pintu itu ditutup, nah yang ini dibuka. Jadi ini dibuka khusus pelayan yang menyajikan makanan,” kata pemandu itu sambil menutup pintu.

    Selain terdapat berbagai furniture yang sudah ratusan tahun, di area ini juga terdapat beberapa peta dan lukisan-lukisan jadul. Reiner juga merupakan ketua organisasi sejarah Hindia-Belanda yang oleh karenanya terdapat banyak koleksi peta-peta zaman dahulu.

    Beranjak dari bangunan utama, di belakang yang terdapat halaman luas itu berdiri deretan ruangan di setiap sisi yang dulu dipakai untuk tempat tinggal para pelayan di rumah Reiner. Adapun replika lonceng yang digunakan untuk menentukan jam kerja para pelayan.

    Reiner meninggal pada tahun 1780 dan sepeninggalnya bangunan ini diwariskan kepada sang cucu Franz Reiner. Mulai dari peristiwa inilah bangunan tersebut banyak berganti kepemilikan dan berganti fungsi.

    Setelah Tak Didiami Reiner: Rumah Yatim Piatu, Gedung Arsip

    Satu tahun setelah Reiner meninggal, Gubernur Jenderal Hindia-Belanda beralih kepemimpinan di bawah Johannes Siberg. Dia membeli rumah Reiner itu pada 1786.

    Kemudian, ia meninggal pada 1817. Di tahun yang sama rumah itu pun kembali beralih kepemilikan ke tangan Ketua Dewan Keuangan Hindia-Belanda, Lambertus Zeegers.

    Hanya satu tahun memegang kuasa penuh rumah ini, Leendert Miero, berhasil membeli rumah dengan arsitektur Closed Dutch Style itu. Puluhan tahun berlalu, tepatnya 1844 bangunan itu kemudian dibeli oleh College van Diakenen dari Gereja Protestan.

    Oleh diakenen, bangunan itu digunakan sebagai rumah yatim piatu.

    Gedung Arsip Nasional di JakartaGedung Arsip Nasional di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Di tahun 1900 Pemerintah Hindia-Belanda mengambil alih bagunan tersebut karena dianggap sudah tak layak digunakan. Setelah itu dialihfungsikan kembali menjadi kantor Dinas Pertambangan kala itu.

    Kemudian, mulai 1925 Pemerintah Hindia-Belanda kantor Dinas Pertambangannya menjadikan rumah itu sebagai kantor arsip milik pemerintah.

    Dari sinilah silsilah kantor arsip miliki Hindia-Belanda menjadi kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Kini, gedung itu tidak lagi berfungsi sebagai gedung arsip, karena semua arsipnya dipindahkan ke Gedung ANRI yang berada di Jalan Ampera.

    Selain daya tarik tentang bangunan bersejarah itu, di kawasan tersebut juga terdapat Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan. Pusat studi itu ,menyimpan arsip tentang perjalanan Presiden Soekarno.

    Jam Operasional dan Tiket masuk

    Masyarakat yang ingin berkunjung dan melihat bangunan bekas rumah Reiner de Klerk bisa berkunjung setiap harinya mulai dari jam 09.00 hingga 15.00 WIB, tanpa dipungut biaya.

    Sama halnya dengan Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan pengujung tidak perlu mengeluarkan biaya dan bisa datang di jam yang serupa, namun hanya bisa dikunjungi dari hari Senin sampai Jumat.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Tempat Bersejarah di Surabaya Selatan dan Sekitarnya, Cocok untuk Edukasi!


    Jakarta

    Surabaya dijuluki sebagai Kota Pahlawan bukan tanpa alasan. Selain menjadi lokasi Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 silam, traveler dapat menemukan sejumlah historical site dengan bangunan lama berdiri kokoh hingga sekarang yang tersebar di kota ini.

    Sederet situs tersebut kini menjadi destinasi wisata menarik bagi pengunjung yang ingin mempelajari sejarah. Lantas, di mana saja tempat bersejarah di Surabaya dan sekitarnya?

    Situs Bersejarah di Surabaya Selatan dan Sekitarnya

    Berikut deretan historical site yang tersebar di Surabaya Selatan, Utara, hingga Pusat yang cocok untuk untuk wisata edukasi sejarah:


    1. Gedung Setan Surabaya

    gedung setan surabayaGedung Setan Surabaya. (Esti Widiyana)

    • Lokasi: Jl. Banyu Urip Wetan IA No.107, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

    Mendengar namanya mungkin terkesan agak seram. Padahal, gedung ini ditinggali oleh warga sebanyak 40 KK lho, mengutip pemberitaan detikcom. Dulunya, Gedung Setan sendiri bekas kantor gubernur VOC di Jawa Timur yang telah berdiri sejak 1809.

    Setelah VOC bangkrut dan hengkang dari Indonesia, bangunan ini menjadi milik Dokter Teng Sioe Hie namun tidak dijadikan tempat tinggalnya. Lahan kosong di sekitar gedung dijadikan tempat pemakaman Tionghoa dan tidak ada lampu yang menyinari sekelilingnya. Oleh sebab itu, warga menyebut bangunan ini sebagai Gedung Setan.

    2. Monumen Tugu Pahlawan

    Sejarah Tugu Pahlawan adalah sebuah bangunan untuk memperingati peristiwa pertempuran 10 November. Tugu Pahlawan terletak di Surabaya, Jawa Timur.Monumen Tugu Pahlawan. (Bappeko Surabaya)
    • Lokasi: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

    Monumen Tugu Pahlawan dibangun sebagai penghormatan bagi perjuangan para pahlawan Indonesia yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

    Tugu ini didirikan pada 10 November 1951 dan selang satu tahun kemudian barulah monumen diresmikan oleh Presiden Soekarno, dilansir situs Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.

    3. Museum Sepuluh Nopember

    Museum 10 November SurabayaMuseum 10 November Surabaya (Tedi Permana/d’Traveler)
    • Lokasi: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

    Museum Sepuluh Nopember berada di Kompleks Tugu Pahlawan. Museum ini mulai didirikan pada 10 November 1991 dan diresmikan pada 19 Februari 2000 oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid.

    Pembangunan museum seluas 1366 m2 itu dilakukan pada kedalaman 7 meter di bawah permukaan tanah, sehingga hanya atap bangunan yang terlihat. Penempatan ini dilakukan agar gedung museum tidak mengganggu view Tugu Pahlawan.

    4. Monumen Kapal Selam

    Pengunjung mengunjungi Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/5/2023). Monumen yang terbuat dari kapal selam buatan Rusia tahun 1952 dengan panjang 76 meter itu merupakan destinasi wisata edukatif di kota pahlawan tersebut yang sering dikunjungi wisatawan terutama saat akhir pekan. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww.Monumen Kapal Selam. (Iggoy el Fitra/Antara)
    • Lokasi: Jl. Pemuda No. 39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya.

    Monumen Kapal Selam, yang disebut juga Monkasel, adalah bentuk asli kapal KRI Pasopati 410 dari Satuan Kapal Selam Armada RI Kawasan Timur (Satselamartim). Kapal ini dibuat di Rusia pada 1952.

    Mengutip situs resmi Monkasel, KRI Pasopati 410 memainkan peran penting selama masa-masa kemerdekaan Indonesia, di antaranya pernah terlibat dalam operasi pembebasan Irian Barat dari Belanda di masa lampau.

    Monkasel dibangun sebagai simbol penghargaan atas jasa KRI Pasopati dan awaknya yang berani melawan penjajah. Di dalam monumen yang dibuka pada 2 Oktober 1988, traveler dapat melihat berbagai eksibisi yang menunjukkan kehidupan di kapal selam, peralatan yang dipakai, hingga sejarah KRI Pasopati.

    5. Museum Surabaya (Gedung Siola)

    Lokasi: Jl. Tunjungan No. 1, Kecamatan Genteng, Surabaya

    Di Museum Surabaya, kamu dapat mengetahui kesejarahan Kota Surabaya. Museum ini disebutkan memiliki lebih dari 1.000 koleksi yang mendukung informasi sejarah Kota Pahlawan itu. Koleksi berupa arsip, furnitur kuno, piano, hingga trofi.

    Museum Surabaya menempati Gedung Siola yang awalnya dibangun sebagai toserba pada 1877. Di masa pemerintahan Jepang, bangunan tersebut dijadikan toko tas oleh pengusaha mereka. Usai Jepang menyerah pada Sekutu, gedung digunakan sebagai tempat pertahanan pahlawan Indonesia.

    Setelahnya, Gedung Siola berganti-ganti fungsi dan pemilik. Salah satunya sempat dianggap sebagai pusat perbelanjaan terbesar pertama di Surabaya yang menyediakan berbagai kebutuhan. Hingga akhirnya diresmikan sebagai Museum Surabaya pada 3 Mei 2015.

    6. Museum Dr. Soetomo

    Museum Dr. SoetomoMuseum Dr. Soetomo. (Tiket Wisata Surabaya)
    • Lokasi: Jl. Bubutan No. 85-87, Kecamatan Bubutan, Surabaya

    Sesuai namanya, museum ini menampilkan riwayat hidup Dr. Soetomo yang merupakan tokoh pergerakan Indonesia sekaligus pendiri organisasi Boedi Oetomo. Di museum ini bisa dijumpai lebih dari 300 koleksi berupa alat kesehatan, foto-foto, dan terdapat makam Dr. Soetomo. Museum Dr. Soetomo diresmikan pada November 2017 oleh Walikota Surabaya Tri Risma Harini.

    7. Monumen Jalesveva Jayamahe

    monumen jalesveva jayamahe.monumen jalesveva jayamahe. (Deny Prastyo Utomo detikcom)
    • Lokasi: Armada Timur Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya

    Monumen Jalesveva Jayamahe atau Monjaya merupakan tempat wisata edukasi maritim. Mengutip pemberitaan detikcom, monumen ini terdiri dari dua bagian: patung dan bangunan. Patung Jalesveva Jayamahe memiliki ketinggian 31 meter dan gedung yang menopangnya sekaligus dijadikan sebagai museum setinggi 29 meter.

    Monjaya dibangun pada 5 Desember 1990 dan rampung kurang lebih enam tahun setelahnya. Pembangunan monumen ini menunjukkan kesiapan dan optimisme tinggi Angkatan Laut Indonesia dalam menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI.

    8. Museum H.O.S Tjokroaminoto

    Museum HOS Tjokroaminoto, rumah masa muda Soekarno di Surabaya ramai dikunjungi di Hari Lahir Pancasila.Museum HOS Tjokroaminoto. (Esti Widiyana/detikcom)
    • Lokasi: Jl. Peneleh Gg. VII No. 29-31, Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya

    Museum H.O.S Tjokroaminoto dulunya adalah tempat tinggal pahlawan nasional H.O.S Tjokroaminoto semasa hidup. Kediamannya juga merupakan tempat para tokoh pergerakan nasional bertemu dan berdialog.

    Oleh karena itu, rumah sang pahlawan diresmikan sebagai museum sekaligus menjadi destinasi wisata sejarah pada 27 Desember 2017. Di sini dapat ditemukan lebih dari 140 koleksi peninggalan H.O.S Tjokroaminoto.

    9. Museum W.R. Soepratman

    Melihat Museum WR Soepratman, Pencipta Lagu Ibu Kita KartiniMelihat Museum WR Soepratman. (Rifki Afifan Pridiasto)
    • Lokasi: Jl. Mangga No. 21, Gedang Sewu, Kecamatan Tambaksari, Surabaya

    Museum W.R. Soepratman termasuk destinasi wisata sejarah di Surabaya. Dulunya, museum ini merupakan rumah kakak W.R. Soepratman yang juga tempat sang pahlawan pencipta lagu Indonesia Raya itu wafat.

    Terpampang foto-foto W.R. Soepratman bersama keluarga dan kerabat dekatnya di dalam museum ini. Di samping itu terdapat dua kamar tidur yang salah satunya adalah kamar tidur W.R. Soepratman.

    Uniknya, kamar beliau tidak mempunyai akses pintu dan hanya ada jendela depan. Dibuat demikian untuk mengelabui aparat Hindia Belanda pada masa itu.

    10. Museum Pendidikan Surabaya

    Museum Pendidikan di Surabaya Wajib DikunjungiMuseum Pendidikan di Surabaya. (Dok tiketwisata.surabaya.go.id)
    • Lokasi: Jl. Genteng Kali No. 10, Kecamatan Genteng, Surabaya

    Museum Pendidikan Surabaya didirikan sebagai museum tematik yang menyimpan bukti materiil pendidikan pada masa pra aksara, klasik, kolonial, dan masa kemerdekaan. Tempat museum ini berdiri dulunya merupakan Sekolah Taman Siswa cabang Surabaya milik Ki Hajar Dewantara.

    Diresmikan pada 25 November 2019, Museum Pendidikan dibangun untuk mendukung kegiatan edukasi, riset, sekaligus rekreasi di Surabaya.

    Nah, itu tadi sederet historical site atau tempat bersejarah di Surabaya Selatan dan sekitarnya. Jadi, traveler tertarik mendatangi tempat yang mana nih?

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Wisata Murah Terbaik di Sekitar Jakarta, Ada yang Gratis Tanpa Tiket


    Jakarta

    Siapa sangka ada wisata murah di sekitar Jakarta yang bisa banget kamu kunjungi? Iya, ada lho dan beberapa destinasi wisatanya bahkan ada yang gratis alias tidak dikenakan biaya masuk.

    Sejumlah tempat yang dapat dikunjungi seperti area taman cantik dan museum. Daripada bingung, cari tahu wisata murah di sekitar Jakarta di bawah ini.

    Rekomendasi Wisata Murah di Jakarta

    Berikut rekomendasi tempat wisata murah di Jakarta yang patut kamu kunjungi:


    1. Monumen Nasional (Monas)

    Jika diperhatikan dengan seksama tugu Monas saat ini terlihat kusam seakan tidak terawat. Dinding tiang dari ikon Ibu Kota bahkan sedikit menghitam.Tugu Monas. (Pradita Utama)
    • Lokasi: Jl. Lapangan Monas, Gambir, Jakarta Pusat
    • Jam Buka: Selasa-Minggu, 06.00-16.00 (Kawasan Monas) & 08.00-16.00 (Tugu Monas)
    • Harga Tiket Masuk: Rp 6.000-24.000 (Puncak), Rp 3.000-8.000 (Museum)

    Monas merupakan landmark dari Kota Jakarta. Destinasi ini termasuk tempat bersejarah di mana Presiden Soekarno pada 1955 yang menginginkan pembuatan monumen peringatan setinggi 132 meter dengan cawan dilapisi emas seberat 50 kilogram tersebut.

    Di puncaknya, traveler dapat melihat view Jakarta sejauh mata memandang. Sementara sejarah kehidupan nenek moyang Indonesia, perjuangan kemerdekaan, hingga masa pembangunan Indonesia dapat ditemukan di museumnya.

    2. Taman Margasatwa Ragunan

    Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta, menjadi tempat wisata favorit warga Jakarta dan sekitarnya. TMR dipadati pengunjung saat libur Waisak hari ini.Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta. (Andhika Prasetia)
    • Lokasi: Jl. Harsono RM No.1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
    • Jam Buka: Selasa-Minggu, 07.00-16.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 3.000 (Anak), Rp 4.000 (Dewasa), plus tarif parkir jika membawa kendaraan.

    Ragunan merupakan kebun binatang yang berada di Jakarta. Kawasan ini cocok sebagai tempat rekreasi sekaligus wisata edukasi tentang fauna bagi anak.

    Di tanah seluas 147 hektar, terdapat sekitar 2.000 satwa dari 200 lebih spesies. Di samping itu terdapat 20.000 pohon dari berbagai jenis yang dapat dijumpai. Kamu juga bisa melihat orang utan dan gorila di Pusat Primata Schmutzer.

    Selain itu, sejumlah sarana rekreasi yang bisa dijajal di taman sini seperti gajah tunggang, kuda bendi, kereta keliling, perahu angsa, serta sepeda tunggal dan ganda.

    3. Kawasan Kota Tua Jakarta

    Jakarta, Indonesia - May 7th, 2024. a Historic Si Jagur cannon on display in a peaceful Fatahillah Square in the morning.Kawasan Kota Tua dengan Meriam Si Jagur sebagai ikonnya. (Getty Images/creativica)
    • Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No. 1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat
    • Jam Buka: Setiap hari
    • Harga Tiket Masuk: Gratis

    Area Kota Tua Jakarta dikelilingi oleh bangunan bergaya tempo dulu. Banyak spot di sini oke banget dijadikan spot foto aesthetic. Kamu juga dapat menyewa sepeda untuk berkeliling kawasan ini. Kalau perut keroncongan, tersebar pula pedagang kaki lima yang menjual berbagai makanan.

    Terdapat sederet museum di sekitar Kota Tua Jakarta, antara lain Museum Fatahilah, Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, Museum Bahari, dan Museum Wayang. Untuk masuk ke sejumlah museum dikenakan biaya masuk, tapi cukup terjangkau kok.

    4. Taman Impian Jaya Ancol

    Sebanyak 2.500 orang memasuki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol di masa libur pergantian tahun. Begini suasananya. (Nahda RU/detikcom)Taman Impian Jaya Ancol. Foto: Sebanyak 2.500 orang memasuki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol di masa libur pergantian tahun. Begini suasananya. (Nahda RU/detikcom)
    • Lokasi: Jl. Lodan Timur No. 7, Pademangan, Jakarta Utara
    • Jam Buka: Senin-Jumat (06.00-20.00), Sabtu-Minggu (06.00-21.00)
    • Harga Tiket Masuk: Rp 30.000 (per orang online dan offline), Rp 30.000 (mobil), Rp 20.000 (motor), Rp 45.000 (bus)

    Ancol termasuk destinasi wisata di Jakarta yang terkenal dan jadi pilihan berlibur banyak orang. Kamu dapat bermain pasir dan air di kawasan pantainya. Bisa juga menaiki perahu untuk mengelilingi Pantai Ancol.

    Selain itu, terdapat sejumlah spot lain yang bisa kamu kunjungi di Ancol seperti Dufan, Sea World, Ocean Dream Samudra, Atlantis, Jakarta Birdland, dan Faunaland. Traveler juga bisa menaiki wahana gondola untuk menikmati view Ancol dari ketinggian. Kalau tertarik mengunjungi tempat-tempat ini, kamu perlu membeli tiket tambahan ya.

    5. Tebet Eco Park

    Tebet Eco Park di JakselTebet Eco Park di Jaksel (Lugas Pribady/detikcom)
    • Lokasi: Jl. Tebet Raya, Tebet, Jakarta Selatan
    • Jam Buka: Senin-Minggu, Sesi 1: 06.00-11.00 dan sesi 2: 13.00-18.00
    • Harga Tiket Masuk: Gratis

    Kalau ingin duduk-duduk santai di ruang terbuka hijau Jakarta, kamu bisa mengunjungi Tebet Eco Park. Taman ini bersih dan nyaman juga untuk piknik atau kumpul-kumpul bareng teman. Terdapat juga jembatan Infinity Link Bridge yang kerap jadi spot foto.

    Selain itu, kamu bisa mengunjungi kafe dan tempat makan di sekitar Tebet Eco Park untuk nongkrong. Ada juga pedagang kaki lima di sekeliling taman untuk mengganjal perutmu yang keroncongan.

    6. Galeri Nasional Indonesia

    Gedung Galeri Nasional Indonesia kini tengah menghelat karya-karya dari dua seniman, Dolorosa Sinaga dan Budi Santoso. Yuk lihat.Gedung Galeri Nasional Indonesia. (Muhammad Lugas Pribady)
    • Lokasi: Jl. Medan Merdeka TImur No. 14, Gambir, Jakarta Pusat
    • Jam Buka: Setiap hari, 09.00-19.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Gratis

    Traveler dapat melihat-lihat berbagai karya seni yang ditampilkan di Galeri Nasional Indonesia ini, mulai dari lukisan hingga patung. Di sini juga sering diadakan pameran seni yang memperkenalkan karya-karya seniman lokal Tanah Air.

    Terbaru, kamu bisa melihat pameran bertajuk “Patung dan Aktivisme: Dolorosa Sinaga & Budi Santoso” yang memperkenalkan 53 karya seni. Pameran ini berlangsung dari 20 Juli sampai 19 Agustus 2024.

    7. Setu Babakan

    Danau Setu BabakanDanau Setu Babakan. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)
    • Lokasi: Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan
    • Jam Buka: Selasa-Minggu, 09.00-15.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Gratis

    Di kawasan Setu Babakan, kamu dapat menemukan sebuah danau yang bisa dijadikan spot mancing. Pengunjung bisa duduk-duduk di tepi danau untuk menikmati suasana syahdu yang menenangkan. Kalau ingin mengelilingi situ ini, traveler dapat menyewa perahu.

    Ada juga Perkampungan Budaya Betawi yang di kawasan ini. Sesuai namanya, Setu Babakan memperkenalkan budaya-budaya suku Betawi di museum. Di sekitar sini bisa ditemukan kuliner tradisional seperti dodok, kerak telor, dan bir pletok. Area ini kerap dijadikan spot olahraga seperti lari, jalan santai, dan bersepeda oleh masyarakat setempat.

    8. Hutan Kota GBK

    Jakarta punya alternatif tempat wisata yang sejuk dan bebas asap polusi selain mal. tempat wisata itu adalah hutan kota di kawasan Gelora Bung Karno. Penasaran?Hutan Kota GBK (Gelora Bung Karno). (Grandyos Zafna)
    • Lokasi: Jl. Jenderal Sudirman, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat
    • Jam Buka: Selasa-Minggu, 06.00-10.00 dan 15.00-18.00
    • Harga Tiket Masuk: Gratis

    Ini adalah area hijau di kawasan Gelora Bung Karno yang cocok untuk kumpul-kumpul dan piknik bareng teman. Di sini kerap pula menjadi tempat bersantai dan bermain anak-anak. Hutan Kota GBK juga termasuk spot pilihan banyak orang yang ingin foto berlatarkan gedung-gedung tinggi.

    9. Museum Seni Rupa dan Keramik

    Museum Seni Rupa dan KeramikMuseum Seni Rupa dan Keramik. (Weka Kanaka/detikcom)
    • Lokasi: Jl. Pos Kota No. 2, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat
    • Jam Buka: Selasa-Minggu, 09.00-15.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 2.000-5.000 per orang

    Di sini traveler dapat melihat-lihat koleksi keramik dan seni rupa berasal dari dalam negeri maupun mancanegara. Menariknya, kamu bisa mengikuti workshop membuat gerabah di museum ini dengan membayar biaya tambahan sebesar Rp 50.000. Nantinya, hasil karya seni dapat kamu bawa pulang.

    10. Taman Mini Indonesia (TMII)

    Taman Mini Indonesia Indah (TMII)Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (Tina/detikcom)
    • Lokasi: Jl. Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur
    • Jam Buka: Setiap hari, 05.00-20.00
    • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000 (per orang)

    Kawasan wisata Taman Mini ditujukan untuk tempat rekreasi sekaligus pelestarian budaya Indonesia. Di sini terdapat banyak spot yang dapat dikunjungi, antara lain Anjungan tiap-tiap daerah di Indonesia. Terdapat juga Teater Keong Mas untuk menyaksikan film animasi dan bertema kekayaan budaya Tanah Air.

    Selain itu, traveler bisa melihat-lihat berbagai fauna di Taman Burung, Museum Komodo, serta Dunia Air Tawar dan Serangga. Salah satu daya tarik TMII lain pasca revitalisasinya yaitu pertunjukan Air Mancur Menari di Danau Archipelago.

    Pertunjukan ragam budaya Indonesia, festival, pawai, parade, pemanggungan teater, storytelling, workshop, hingga konser bersama artis papan atas Tanah Air juga kerap diselenggarakan di Taman Mini.

    Nah, itu tadi sederet wisata murah di sekitar Jakarta yang patut dikunjungi. So, traveler tertarik mendatangi tempat yang mana nih? Jangan lupa update informasi seputar ketersediaan fasilitas dan layanan sebelum berkunjung ya.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Indahnya Waduk Cacaban di Tegal, Bisa Foto Berlatar Bukit Teletubbies


    Jakarta

    Wisata Waduk Cacaban menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Tegal selain Guci dan Pantai Purwahamba Indah. Cacaban menawarkan keindahan pemandangan bentangan air dengan latar perbukitan dan pulau-pulau kecil di tengahnya.

    Destinasi ini sempat ditutup pada tahun 2020 karena adanya pekerjaan remedial bendungan dan penataan kawasan seluas 5,5 hektar dari PUPR, tapi dibuka kembali pada 2022. Lantas, aktivitas menarik apa saja yang bisa dilakukan di waduk ini?

    Sekilas Mengenai Waduk Cacaban

    Menurut repository Unissula, pembangunan Waduk Cacaban digagas sejak tahun 1914 dan perencanaan detailnya dibuat pada tahun 1930 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Kemudian, waduk ini baru diresmikan pada tahun 1952 oleh Presiden Soekarno.


    Sebenarnya, fungsi dari Waduk Cacaban adalah mengairi sawah-sawah di sekitarnya, namun sekaligus difungsikan sebagai objek wisata. Menariknya, waduk ini dilatari pemandangan hutan dengan panorama yang indah dengan Daerah Aliran Sungai yang memanjang dari sungai ke waduk Cacaban.

    Aktivitas Menarik di Waduk Cacaban

    Bagi traveler pecinta wisata alam, Waduk Cacaban dapat menjadi tujuan yang menarik. Berikut di antaranya.

    1. Naik Perahu Wisata

    Wisatawan bisa menaiki perahu wisata untuk mengelilingi waduk. Menurut salah satu laman agen travel, saat menaiki perahu, wisatawan akan menyaksikan hutan alami dan savana dari dekat. Tentunya sambil merasakan hembusan angin danau yang menyejukkan.

    2. Berfoto di Bukit Teletubbies

    Ada perbukitan savana yang dikenal sebagai bukit Teletubbies di sekitar waduk Cacaban. Saat kemarau, rerumputan akan tampak mengering kuning kecoklatan.

    Perairan danau yang hijau dan savana berpadu dengan indah. Wisatawan bisa mengunjungi bukit ini dengan perahu.

    3. Jogging

    Waduk Cacaban punya area yang cukup luas. Menurut laman Instagram Waduk Cacaban, tersedia jalur trek untuk wisatawan yang mau jogging sambil menikmati keindahan waduk dan suasana yang asri.

    4. Menikmati Aneka Kuliner

    Waduk ini dilengkapi dengan pujasera yang terdiri dari puluhan kios, sehingga wisatawan yang datang tak perlu bingung mencari tempat makan. Salah satu kuliner khasnya adalah olahan ikan air tawarnya.

    Fasiltas Waduk Cacaban

    Fasilitas waduk Cacaban sudah cukup lengkap. Menurut laman Pemerintah Kabupaten Tegal, berikut di antaranya:

    • Gardu panjang atas
    • Mushola
    • Playground
    • Dermaga apung
    • Jogging track
    • Wisata hutan
    • Perahu wisata

    Harga Tiket Waduk Cacaban

    Berikut harga tiket Waduk Cacaban untuk wisatawan di hari Senin-Jumat dan Sabtu-Minggu, serta parkir dan naik perahu:

    • Tiket masuk Senin-Jumat: Rp 4.000
    • Tiket masuk Sabtu-Minggu: Rp 5.000
    • Parkir: Motor Rp 3.000, mobil Rp 5.000
    • Wahana wisata perahu: Rp 15.000

    Lokasi dan Jam Operasional Waduk Cababan

    Waduk Cacaban berada di Desa Penujah, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Tegal. Jam operasionalnya mulai dari pukul 06.00-21.00 WIB.

    Itulah informasi mengenai Waduk Cacaban di Tegal. Sebelum berkunjung update dulu ya mengenai informasi terkait layanan wisata ini, seperti harga tiket masuk dan lainnya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Konon, Batu ‘Sakti’ di Bandung Ini Tahan Bom



    Bandung

    Di Bandung, ada sebuah spot wisata menarik. Namanya Batu Eon. Konon, batu ‘sakti’ ini tahan bom. Percaya tidak?

    Jika ada rencana liburan ke Kabupaten Bandung, Jawa Barat mari berkunjung ke Pangalengan. Bukan melihat kebun teh, di kecamatan yang lokasinya di selatan Bandung ini, ada sebuah situs bersejarah berupa sebongkah batu.

    Bongkahan batu itu dinamai ‘Batu Eon’ yang berdiri kokoh di tengah kolam tandon harian PLTA PT Indonesia Power, Cikalong, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan.


    Dari cerita yang tersebar di masyarakat, konon katanya, dahulu kala, batu tersebut tidak bisa dihancurkan dan dipindahkan sekalipun menggunakan alat berat. Hal tersebut terbukti saat pembangunan PLTA pada abad ke-19 silam.

    Dari cerita rakyat yang berkembang, ada warga Lamajang bernama Abah (sebutan orangtua laki-laki) Eon yang hendak memindahkan batu tersebut. Ia tertantang untuk memindahkan batu yang secara mistis tak bisa dipindahkan.

    Beragam cara dan segala upaya dilakukan Abah Eon untuk memindahkan batu itu. Salah satunya dengan menghancurkan batu itu. Meski begitu, tak ada satu pun alat yang mampu menghancurkan batu berwarna kecoklatan itu.

    Upaya terakhir dilakukan Abah Eon. Sebuah dinamit yang dipersiapkannya untuk menghancurkan batu itu dengan harapan hancur berkeping-keping. Namun, usahannya gagal karena batu itu tidak hancur.

    “Sejak itulah warga setempat menamai Batu Eon,” kata pengelola Desa Wisata Lamajang, Ade Sukmana (47) saat ditemui di kediamannya di Desa Lamajang, tahun 2017 silam.

    Ade mengungkapkan, cerita itu belum dapat dipastikan kebenarannya, namun kisah Abah Eon tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.

    “Sulit mencari informasi yang valid mengenai kisah itu. Tapi yang pasti PLTA ini diresmikan oleh Presiden Soekarno tahun 1954 lalu,” tutur Ade.

    Lokasi Batu Eon ini hanya satu kilometer dari Bumi Adat Cikondang. Untuk sampai ke situs batu bersejarah ini dapat diakses dari Kota Bandung via Banjaran-Cimaung sejauh 40-an kilometer.

    Dari kejauhan terlihat batu tersebut berada di tengah kolam, layaknya sebuah pulau kecil. Pengunjung memang tidak bisa melihat dari dekat, sebab pagar dengan kawat berduri mengelilingi batu itu.

    “Batu Eon, kisahnya mirip-mirip dengan legenda Batu Cinta di Situ Patenggang,” kata Ade.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Tugu Pahlawan Surabaya 2024


    Jakarta

    Ada banyak tempat wisata edukasi yang berada di Surabaya, salah satunya yang terkenal adalah Tugu Pahlawan. Tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan maupun masyarakat lokal, khususnya saat peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November.

    Sedikit membahas tentang sejarahnya, Tugu Pahlawan Surabaya didirikan pada 10 November 1951 dan diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 10 November 1952.

    Mengutip situs resmi Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, tujuan utama pembangunan Tugu Pahlawan Surabaya adalah untuk mengenang sejarah perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia dalam pertempuran sengit pada 10 November 1945 di Surabaya.


    Bagi kamu yang tertarik untuk berkunjung ke Tugu Pahlawan Surabaya, sebaiknya cek dahulu jam buka dan harga tiket masuknya. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.

    Daya Tarik Tugu Pahlawan Surabaya

    Daya tarik utama dari Tugu Pahlawan Surabaya adalah bentuk monumennya yang mirip seperti paku terbalik. Monumen tersebut memiliki ketinggian sekitar 40,15 meter.

    Selain itu, ada juga museum bernama Museum Sepuluh Nopember. Museum tersebut dibangun pada 10 November 1991 di area Kompleks Tugu Pahlawan. Museum itu resmi dibuka oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 19 Februari 2000.

    Menariknya, bangunan Museum Sepuluh Nopember berada di bawah tanah (basement), sehingga hanya terlihat atapnya saja dari kejauhan. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pemandangan Tugu Pahlawan yang menjadi ikon Kota Surabaya.

    Di dalam museum, travelers dapat melihat ratusan koleksi foto, senjata rampasan penjajah, dan artefak dari peninggalan pertempuran di Surabaya.

    Lalu, terdapat fasilitas pendukung lainnya seperti diorama elektronik dan diorama statis. Hal ini dapat mempermudah pengunjung yang ingin mempelajari sejarah perjuangan rakyat Surabaya melawan penjajah.

    Fasilitas di Tugu Pahlawan Surabaya

    Fasilitas yang tersedia di Tugu Pahlawan Surabaya cukup lengkap, sehingga pengunjung tak perlu khawatir saat berwisata ke museum ini. Beberapa fasilitas yang dimiliki di antaranya:

    • Toilet
    • Mushola
    • Area parkir kendaraan
    • Lapangan luas
    • Ruang diorama elektronik
    • Ruang diorama statis
    • Ruang auditorium
    • Perpustakaan
    • Kidzone dan laktasi.

    Harga Tiket Masuk Tugu Pahlawan Surabaya

    Bagi travelers yang ingin berkunjung ke Tugu Pahlawan Surabaya akan dikenakan tiket masuk. Dilansir situs resmi Tiket Wisata Surabaya, untuk harga tiket masuk (HTM) Tugu Pahlawan sebesar Rp 8.000 per orang.

    Bagi pengunjung yang merupakan pelajar, tidak dikenakan biaya tiket masuk sama sekali alias gratis. Menyenangkan bukan?

    Nah, untuk pembelian tiketnya bisa dilakukan secara online lewat situs tiketwisata.surabaya.go.id. Untuk metode pembayarannya tersedia secara tunai dan QRIS.

    Lokasi dan Jam Buka Tugu Pahlawan Surabaya

    Tugu Pahlawan Surabaya beralamat di Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Tempat wisata ini buka setiap Selasa-Minggu mulai pukul 08.00-15.00 WIB.

    Jika detikers berkunjung ke Tugu Pahlawan, sempatkan juga untuk mampir ke Museum Sepuluh Nopember. Usahakan datang sejak pagi hari agar bisa puas berkeliling museum.

    Itu dia jam buka dan harga tiket masuk Tugu Pahlawan Surabaya 2024. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hari Pahlawan 10 November, Ini 6 Objek Wisata Sejarah di Jakarta



    Jakarta

    Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November sejak tahun 1961. Berikut objek wisata di Jakarta yang lekat dengan perjuangan pahlawan.

    Pada peringatan Hari Pahlawan itu menjadi momen penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan.

    Salah satu cara terbaik untuk memperdalam makna perjuangan tersebut adalah dengan mengunjungi berbagai objek wisata sejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka.


    Di Jakarta, terdapat sejumlah tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menyimpan banyak cerita dari masa-masa perjuangan para pahlawan.

    Dirangkum oleh detikTravel, berikut beberapa destinasi bersejarah di Jakarta yang layak dikunjungi untuk meresapi semangat heroisme dan mengenang jasa para pahlawan.

    1. Museum Sumpah Pemuda

    Pengunjung berfoto bersama saat mengunjungi Museum Sumpah Pemuda di Jakarta, Senin (28/10/2024). Museum tersebut menyelenggarakan Sumpah Pemuda Youth Fest dalam rangka peringatan 96 tahun Sumpah Pemuda yang diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan hiburan, termasuk pertunjukan seni, serta atraksi budaya yang melibatkan sekitar 700 peserta dari berbagai kalangan. ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/aww.Pengunjung berfoto bersama saat mengunjungi Museum Sumpah Pemuda di Jakarta, Senin (28/10/2024).

    Museum Sumpah Pemuda adalah tempat bersejarah yang terkait erat dengan peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, sebuah momentum penting yang menjadi dasar persatuan dan identitas nasional Indonesia.

    Berdirinya Museum Sumpah Pemuda merupakan hasil gagasan dari para pelaku Kongres Pemuda Kedua berikrar. Dalam ikrar tersebut, para pemuda berjanji untuk bertumpah darah satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

    Sumpah ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, karena menegaskan semangat persatuan dan kebangsaan di tengah masyarakat yang beragam, yang ingin menjaga semangat persatuan itu tetap hidup di kalangan generasi muda. Museum ini dulunya adalah rumah milik Sie Kong Lian, seorang tokoh Tionghoa pada abad ke-20, yang kini dialihfungsikan menjadi tempat wisata sejarah.

    Destinasi ini sangat cocok untuk menumbuhkan semangat persatuan dan nasionalisme abadi di hati pemuda Indonesia,berlokasi di Jl. Kramat Raya No. 106 Jakarta Pusat menjadi ruang untuk mengenang serta menghargai komitmen para pemuda bangsa, dalam memperjuangkan kemerdekaan dan persatuan Indonesia.

    2. Monumen Nasional

    Manuver Tim Jupiter TNi AU bentuk love sign di langit MonasMonas (Wildan Noviansah/detikcom)

    Sebagai ikon Jakarta, Monumen Nasional (Monas) tidak hanya menjadi simbol perjuangan bangsa, tetapi juga menyimpan berbagai diorama yang menggambarkan perjalanan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.

    Di dalam Monas, terdapat ruang pameran sejarah yang menampilkan peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan, menjadikannya sebagai destinasi edukatif yang sarat makna bagi para pengunjung.

    Salah satu spot menarik yang bisa dijelajahi adalah ruang museum yang berada di bawah Monas, sekitar 3 meter di bawah permukaan tugu, dengan 51 jendela peragaan (diorama) yang mengabadikan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dari berbagai zaman.

    Selain itu, terdapat Ruang Kemerdekaan yang menampilkan peta kepulauan Indonesia, bendera Sang Saka Merah Putih, lambang negara Bhineka Tunggal Ika, dan pintu gapura dengan naskah Proklamasi.

    Di sekeliling monumen, relief sejarah Indonesia menggambarkan perjalanan bangsa mulai dari masa penjajahan Belanda, perjuangan rakyat Indonesia, hingga era pembangunan modern.

    Pada bagian pelataran puncak Monas yang berada di ketinggian 115 meter, dengan luas 11 x 11 meter dan mampu menampung hingga 50 orang, pengunjung dapat menikmati pemandangan Jakarta dari ketinggian, lengkap dengan fasilitas teropong untuk melihat lebih jelas sejauh mata memandang Ibu Kota Jakarta. Untuk harga tiket masuk Monas, pengunjung dewasa dikenakan tarif Rp 24.000, mahasiswa Rp 13.000, dan anak-anak Rp 6.000.

    3. Taman Makam Pahlawan Kalibata

    Sejarah Taman Makam Pahlawan Kalibata dikenal sebagai lokasi peristirahatan terakhir para pahlawan maupun tokoh-tokoh penting di Indonesia. Ini ulasannya.Sejarah Taman Makam Pahlawan Kalibata dikenal sebagai lokasi peristirahatan terakhir para pahlawan maupun tokoh-tokoh penting di Indonesia. Ini ulasannya. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Tempat ini memiliki luas mencapai 247.423 meter persegi (24,7 hektare) dan meskipun bukan museum, ia memiliki peran yang sangat penting untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur lebih dari 7.000 orang korban militer dan veteran, termasuk deretan tokoh-tokoh penting, mulai dari pejabat tinggi negara hingga anggota militer bersemayam disini.

    Didirikan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa mereka bagi bangsa dan negara, tempat ini juga berfungsi sebagai sarana pelestarian nilai-nilai yang diwariskan oleh para pahlawan dan perintis bangsa, serta menanamkan semangat kesetiakawanan sosial bagi masyarakat.

    Selain menjadi objek studi dan tempat ziarah wisata, tempat ini dibuka untuk umum setiap hari dari pukul 06.00 hingga 18.00 dan berlokasi di Jalan Raya Kalibata No. 14, RT 14/RW 1, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

    4. Monumen Pancasila Sakti

    Hari Kesaktian Pancasila 2021: Tema dan Pedoman UpacaraMonumen Pancasila Sakti (Agung Pambudhy/detikcom)

    Tempat ini sangat cocok bagi para traveler yang ingin mempelajari lebih dalam tentang sejarah pahlawan bangsa, berlokasi di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, dan dibangun untuk mengenang tujuh pahlawan revolusi yang gugur dalam tragedi Gerakan 30 September (G30S) sebagai upaya pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

    Monumen ini mulai dibangun pada Agustus 1967 dan diresmikan pada 1 Oktober 1969 oleh Presiden Soekarno. Di area ini terdapat sebuah sumur tua yang menyimpan sejarah kelam bangsa Indonesia, menjadi saksi bisu dari kejadian tragis yang menimpa para pahlawan revolusi.

    Dikutip dari buku ‘Mengenal Lebih Dekat: Bangunan Bersejarah Indonesia karya Nunung Marzuki,’ terdapat tujuh pahlawan yang gugur dalam peristiwa ini, yaitu Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R. Suprapto, Mayjen TNI M.T. Haryono, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI D.I. Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan Lettu Pierre Tendean. Bagi traveler yang berminat bisa mengeluarkan sebesar Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk pelajar dan mahasiswa buka dari pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

    5. Museum Kebangkitan Nasional

    Pameran bertajuk 'Kita Serumpun' digelar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (13/8/2024).Museum Kebangkitan Nasional. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Berlokasi di Jalan Abdul Rachman Saleh No. 26, Jakarta, museum ini menampilkan sejarah pergerakan Budi Utomo yang diprakarsai oleh delapan pelajar STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen) yang belajar ilmu kedokteran pada tanggal 20 Mei 1908, yang kemudian menjadi tonggak awal pergerakan nasional Indonesia.

    Di dalam museum ini, pengunjung dapat menemukan beberapa spot menarik yang menggambarkan kehidupan dan perjuangan para pelajar STOVIA, seperti ruang yang memamerkan alat-alat kedokteran, alat racikan untuk ramuan obat, ruang belajar, ruang asrama STOVIA, serta Memorial Hall Budi Utomo yang penuh dengan informasi mengenai sejarah berdirinya organisasi ini.

    Museum itu buka setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan tiket masuk sebesar Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 3.000 untuk anak-anak, dan Rp 25.000 untuk turis.

    6. Museum Nasional

    Museum Nasional di Jakarta resmi dibuka kembali untuk pengunjung pada Selasa (15/10/2024) setelah penutupan sementara akibat kebakaran yang melanda Gedung A.Museum Nasional di Jakarta resmi dibuka kembali untuk pengunjung pada Selasa (15/10/2024) setelah penutupan sementara akibat kebakaran yang melanda Gedung A. (Hilalia Kani Juliana)

    Museum Nasional Indonesia kembali dibuka untuk umum pada tanggal 15 Oktober 2024, setelah sebelumnya ditutup akibat kebakaran yang terjadi pada 16 September 2023.

    Dikenal juga sebagai Museum Gajah, museum ini kini menampilkan penataan koleksi yang lebih rapi serta beberapa area baru, seperti pameran khusus pasca kebakaran dan area repatriasi melihat benda-benda warisan budaya hasil diplomasi dari 1949 hingga saat ini.

    Pengunjung juga dapat menikmati pameran menarik yang memungkinkan mereka melihat kemiripan wajah pribadi dengan karakteristik paras suku dan daerah di Indonesia.

    Museum Nasional buka setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, dengan harga tiket masuk Rp 25.000 untuk dewasa, Rp 15.000 untuk anak-anak, dan Rp 50.000 untuk wisatawan asing (WNA).

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com