Tag: south

  • Beasiswa LPDP Indonesia-China Perpanjang Masa Pendaftaran, Cek Infonya!



    Jakarta

    Masa pendaftaran beasiswa kerja sama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Indonesia dan Central South University China diperpanjang sampai 1 Agustus 2024. Warga Negara Indonesia termasuk pegawai negeri sipil (PNS) dan calon PNS (CPNS) dengan dapat mendaftar, kecuali personel TNI/Polri.

    Beasiswa LPDP di CSU China dibuka di program S2 bidang ekonomi dan perdagangan internasional untuk logam nonbesi dan bidang transportasi. Pendaftar beasiswa ini akan menjalani seleksi administrasi dan seleksi substansi. Jika lolos seleksi substansi, pendaftar akan diberikan letter of acceptance (LoA) unconditional oleh CSU.

    Syarat Beasiswa LPDP di CSU China 2024

    Untuk dapat mendaftar, peminat beasiswa perlu memenuhi sejumlah syarat, antara lain:


    • Memenuhi syarat usia:
      • – Maksimal 35 tahun bagi kelompok masyarakat umum.
      • – Maksimal 37 tahun khusus bagi pendaftar dari kelompok CPNS dan PNS
      • – Maksimal 42 tahun khusus bagi pendaftar dari kelompok PNS fungsional medis, paramedis, peneliti, perekayasa, atau pendidik.
    • Mengantongi indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3.0 dari 4.0.
    • Memiliki sertifikat bahasa Inggris dengan skor minimal TOEFL iBT 61, IELTS 6.0, atau Duolingo English Test 80.
    • Peserta mendaftar program Beasiswa Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional dan Bidang Transportasi melalui laman LPDP.
    • Sudah menyelesaikan studi pada program D4 atau sarjana.
    • Calon pendaftar yang sudah menyelesaikan studi magister (S2) tidak diizinkan mendaftar.
    • Pendaftar yang sedang menempuh studi (on going) dapat mendaftar jika mendaftar pada prodi/kampus tujuan berbeda dan bersedia mundur dari prodi saat ini sesuai aturan.
    • Melampirkan surat rekomendasi atau usulan yang diterbitkan pada tahun pendaftaran sesuai ketentuan.
    • Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan pada aplikasi pendaftaran LPDP dengan keseluruhan poin-poin terlampir.
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia.
    • Isi riwayat publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi pada aplikasi pendaftaran jika ada.
    • Ketentuan pendayagunaan alumni:
      • – Wajib kembali dan berkontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi ditambah 1 tahun (2n + 1) secara berturut-turut.
      • – Masyarakat umum dapat mendapat peluang kerja sesuai kompetensi dan rencana strategis pemerintah pada bidang terkait
      • – CPNS atau PNS menyesuaikan kebijakan kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah asal masing-masing.

    Komponen Beasiswa

    • Biaya kuliah
    • Tunjangan buku
    • Dana bantuan penelitian tesis
    • Dana bantuan seminar internasional
    • Dana publikasi jurnal internasional
    • Dana hidup bulanan
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana transportasi
    • Dana keadaan darurat (jika diperlukan)
    • Dana kedatangan, dan
    • Dana aplikasi visa/permohonan izin tinggal

    Bagaimana detikers, berminat mendaftar? Cek informasi lebih lanjut DI SINI.

    (twu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Balai Kota, Otopet, dan Parkir Rp 150 Ribu



    Brisbane

    Bayangkan Balai Kota Jakarta atau Surabaya atau balai kota di kota lain di Indonesia bukan hanya tempat rapat dan sidang, tapi juga ruang bermain ide, tempat belajar sejarah, bahkan spot wisata keluarga. Itulah yang disuguhkan di Brisbane, Australia, balai kota menjadi rumah bersama yang benar-benar terbuka untuk warganya.

    Saya adalah Adjunct Professor Griffith University Australia. Sesudah melaksanakan pernikahan putri saya di New York pada awal Mei, sekarang ini saya sedang berada di Brisbane, kota pusat kegiatan Griffith University sekaligus ibu kota negara bagian Queensland.

    Kota ini mempunyai sejarah panjang. Kemarin, saya lihat pembangunan bibir sungai Brisbane yang tercatat sejak 1800-an. Saya sempat juga ke City Hall atau Balai Kota Brisbane dan ada dua kegiatan menarik yang bisa juga dipertimbangkan dilakukan di Jakarta atau kota lain di negara kita.


    Prof Tjandra Yoga Aditama, dari Brisbane AustraliaProf Tjandra Yoga Aditama, dari Brisbane Australia (koleksi pribadi)

    Pertama, di lantai 3 Brisbane City Hall sekarang sedang berlangsung pameran budaya dengan berbagai koleksi setempat, dan gratis. Lalu, karena di City Hall Brisbane ada jam besar di atas bangunannya maka ada kegiatan “Tower Clock Tour” beberapa kali dalam sehari, juga gratis.

    Dengan cara itu maka anggota masyarakat jadi makin menyatu dengan Balai Kotanya, tidak datang hanya untuk urusan-urusan resmi formal belaka. Balai Kota jadi makin ramah dengan warganya. Akan bagus kalau kegiatan seperti ini dilakukan juga di kota-kota besar di Tanah Air.

    Di sini ada banyak sepeda yang bisa disewa warga. Bisa dipakai dengan aplikasi tertentu selama beberapa jam lalu dikembalikan lagi.

    Yang menarik, di Brisbane disediakan juga otopet listrik sebagaimana di foto saya ini. Saya tadinya mau coba, tapi “takut jatuh”, maklum lansia 70 tahun. Di tengah kota juga disediakan bis gratis, baik yang “City Loop” maupun yang “Spring Hill Loop”.

    Fasilitas transportasi umum lainnya juga amat memadai, baik bus, kereta maupun feri sepanjang sungai.

    Saya sempat naik Feri dari ujung kota ke ujung di kota lainnya, pulang pergi selama dua jam, dan bayarnya hanya 50 sen dolar Australia atau Rp 5.000. Pemandangan dari dalam Feri amat memukau, baik siang atau malam hari, dengan jembatan yang indah dan lampu-lampu kota yang menawan, seperti di foto ke dua saya ini.

    Kalau mau naik mobil pribadi maka tarif parkir mahal sekali. Saya lihat di sekitar Queen Street Mall masuk gedung parkir bayarnya sudah langsung 17,9 dolar Australia, sekitar Rp 190 ribu, tentu akan diprotes orang kalau diberlakukan di kota negara kita ya.

    Kemarin saya jalan kaki dari South Bank ke tempat menginap dan melewati “Brisbane Convention and Exhibition Center”, ternyata tarif parkir di Convention Center ini adalah 15 dolar Australia (Rp. 157.500) untuk 2 jam pertama. Gawat banget kalau untuk kantong kita ya.

    Tentang hal yang gratis, kemarin saya ke QAGOMA, Queensland Art Galery and Gallery of Modern Art, yang ternyata terbuka tanpa bayar. Kita tahu kalau di New York ada MOMA, Museum of Modern Art, yang tidak terlalu jauh dari 5th Avenue yang terkenal, dan MOMA ini selalu dipenuhi turis dan bayarannya cukup lumayan.

    Nah, untuk Modern Art ini di Brisbane ada QAGOMA yang gratis ini. di akhir pekan juga ada beberapa “week end market” di Brisbane, yang tentu juga gratis, dan amat menarik karena tiga hal. Jual makanan-makanan enak, jual variasi produk lokal dan lihat penduduk Brisbane berjemur di lapangan terbuka di bawah sinar matahari terik di pinggir sungai Brisbane.

    ***

    Prof Tjandra Yoga Aditama, dari Brisbane Australia, direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University Brisbane

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com