Tag: S&P

  • QCP – Pergerakan Bitcoin Vs Emas Vs S&P Futures

    Adanya konvergensi makro singkat beberapa saat lalu tampaknya berpengaruh langsung terhadap prilaku pasar apalagi setelah adanya pengumuman QE.

    Ditengah ketidakpastian ekonomi global dan dengan adanya isu Covid-19 yang secara alamami membuat komoditas emas terangkat sebagai komoditas yang paling diburu dan merupakan penerima paling langsung dari sistem yang dibanjiri dengan uang tunai. Dan tampaknyajuga memberikan beberapa lift terhadap bitcoin juga yang saat ini mengungguli S&P Futures.

    (Bagan di atas: BTC – kuning, S&P futures – abu-abu & Emas – oranye)

    QCP mengungkapkan bahwa mereka masih menunggu untuk melihat apakah RUU coronavirus Senat akan disahkan yang dapat memberikan dorongan tambahan untuk aset berisiko. Pada saat yang sama, situasi koronavirus yang memburuk di AS dan UE tetap menjadi risiko jangka pendek yang penting”

    Dalam jangka panjang, dengan pelonggaran moneter global yang belum pernah terjadi sebelumnya, potongan-potongan tersebut mulai berlaku untuk uptrend BTC. Bitcoin masih tetap bullish untuk jangka panjang.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • S&P vs Tether: Bentrokan Terpanas di Industri Kripto Tahun Ini

    Dalam sebuah drama panas antara dunia kripto dan lembaga keuangan tradisional, S&P Global Ratings resmi menjatuhkan peringkat Tether (USDT) ke level terendah, memicu perang kata-kata dengan CEO-nya, Paolo Ardoino. Benturan ini membuka jurang yang semakin dalam antara inovator digital dan penjaga gerbang finansial lama.

    S&P Turunkan Tether ke Rating “Weak”: Peringkat Terburuk di Skala Mereka

    Pada 26 November, S&P Global Ratings menurunkan Tether ke “5 (weak)”, level paling rendah dalam skala risiko stablecoin yang mereka luncurkan pada 2023.

    S&P menuding adanya:

    • Kesenjangan transparansi
    • Porsi tinggi aset berisiko dalam cadangan, seperti Bitcoin, emas, obligasi korporasi, pinjaman terjamin, dan aset lainnya
    • Minimnya informasi soal kredit dan risiko pasar dari pihak kustodian atau mitra Tether

    Namun secara bersamaan, S&P tetap mengakui bahwa USDT terbukti stabil, bahkan ketika pasar kripto mengalami gejolak.

    CEO Tether Melawan Sengit: “Kami Bangga Dibenci!”

    Dilaporkan The Street, tidak lama setelah laporan dirilis, CEO Tether Paolo Ardoino menembakkan respons keras.

    Ia menuliskan:
    “We wear your loathing with pride.”

    Ardoino mengecam model rating tradisional yang menurutnya:

    • Gagal menilai lembaga keuangan besar yang kemudian kolaps
    • Tidak relevan untuk perusahaan aset digital yang bekerja dengan dinamika cadangan berbeda
    • Terjebak dalam cara pandang lama yang tidak mampu mengikuti inovasi

    Ardoino menegaskan bahwa Tether justru lebih sehat daripada banyak institusi finansial yang pernah diberi rating tinggi oleh lembaga seperti S&P.

    Tether: “Kami Lebih Tangguh Dari Bank Tradisional”

    Tether menolak mentah-mentah penilaian S&P.
    Perusahaan mengklaim:

    • Telah menerbitkan USDT senilai sekitar $184 miliar
    • Selalu mampu memenuhi penukaran (redemption)
    • Berhasil bertahan dalam krisis bank, keruntuhan bursa, dan gejolak pasar kripto

    Laporan terpisah juga menyebutkan bahwa Tether kini menjadi pemegang emas independen terbesar di dunia, memperlihatkan strategi diversifikasi cadangan yang semakin agresif.

    Pertarungan Besar: Kripto vs Keuangan Tradisional

    Ketegangan ini menggarisbawahi pertanyaan besar yang terus menghantui dunia finansial modern.

    Siapa yang berhak menentukan standar risiko di era digital?
    Apakah lembaga rating tradisional masih relevan untuk menilai stablecoin, atau justru mereka yang harus beradaptasi?

    Dengan stablecoin seperti Tether semakin memiliki peran penting dalam pasar global, benturan ini tampaknya baru dimulai.

    Kesimpulan

    Penurunan rating S&P bukan sekadar angka, tetapi simbol benturan besar antara dua paradigma finansial.

    S&P tetap berpegang pada standar lama.
    Tether menyatakan diri sebagai penantang sistem finansial yang dianggap sudah usang.

    Untuk saat ini, dunia kripto menunggu babak selanjutnya dari drama besar ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kredit Berbasis Bitcoin Resmi Dinilai S&P: Masa Depan Kripto Cerah

    Lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings untuk pertama kalinya menilai perusahaan yang berfokus penuh pada Bitcoin. Strategy Inc. (sebelumnya MicroStrategy), yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin publik terbesar di dunia, mendapat peringkat “B–” dengan prospek stabil.

    Ini menjadi momen penting karena menandakan bahwa Bitcoin kini diakui sebagai aset yang dapat digunakan untuk mendukung utang perusahaan, layaknya real estat atau piutang dalam dunia keuangan tradisional.

    Risiko Tinggi di Balik Pengakuan

    Meski menjadi langkah besar bagi adopsi Bitcoin di sistem keuangan, peringkat tersebut juga menunjukkan tingkat risiko yang signifikan. S&P menyoroti bahwa Strategy memiliki ketergantungan besar pada harga Bitcoin, likuiditas dolar AS yang rendah, serta model bisnis yang sempit.

    Artinya, kemampuan perusahaan untuk membayar utang sangat bergantung pada pergerakan harga Bitcoin, semakin fluktuatif pasar, semakin tinggi risikonya.

    Makna dari Peringkat “B–”

    Menurut S&P, peringkat “B–” menunjukkan bahwa perusahaan masih bisa memenuhi kewajiban keuangannya, namun sangat rentan terhadap guncangan ekonomi dan pasar. Jika harga Bitcoin jatuh atau akses terhadap pendanaan terganggu, risiko gagal bayar meningkat drastis.

    Dilaporkan CCN, analis VanEck, Matthew Sigel, menilai posisi Strategy berada di wilayah “imbal hasil tinggi tapi berisiko besar”, dengan peluang gagal bayar dalam lima tahun mencapai 15%. Meski begitu, fakta bahwa S&P berani memberikan peringkat resmi menunjukkan pengakuan terhadap peran Bitcoin dalam sistem keuangan global.

    DeFi Juga Masuk Radar S&P

    Tak hanya Strategy Inc., S&P juga memberikan peringkat “B–” dengan prospek stabil kepada Sky Protocol, proyek DeFi penerus MakerDAO. Langkah ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan mulai menilai proyek berbasis blockchain secara serius, meski tetap menyoroti risiko seperti kontrak pintar yang rentan, likuiditas terbatas, dan ketidakpastian regulasi.

    Peringkat “B–” bagi Strategy Inc. adalah bukti bahwa Bitcoin mulai diterima di dunia keuangan tradisional, namun juga peringatan bahwa strategi berbasis kripto masih sangat berisiko. Jika Strategy berhasil menjaga stabilitas dan memenuhi kewajibannya tanpa menjual cadangan Bitcoin, hal ini bisa menjadi contoh penting bagi masa depan pembiayaan berbasis aset digital.

    Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 3,18% ke $115.000


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jadwal, Cara Cek, dan Tahap Lanjutannya


    Jakarta

    Seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahap 1 2025 menuju tahap akhir. Kini calon awardee tinggal menunggu waktu pengumuman tahap akhir yang akan berlangsung pada 19 Juni 2025 mendatang.

    Seperti yang diketahui, beasiswa LPDP dibuka dua kali setiap tahunnya. Pendaftaran LPDP Tahap 1 telah dimulai sejak 17 Januari 2025 lalu.

    Untuk resmi menjadi awardee, peserta wajib melalui berbagai seleksi. Dari administrasi, seleksi bakat skolastik, dan terakhir seleksi substansi.


    Menjadi tahap terakhir, seleksi substansi sudah mulai digelar pada 6 Mei 2025 lalu. Hasil tahap substansi juga akan menjadi hasil akhir seleksi beasiswa LPDP tahap 1 2025.

    Dikutip dari laman resmi LPDP dan arsip detikEdu, Senin (26/5/2025) berikut serba-serbi pengumuman LPDP 2025 yang perlu kamu ketahui.

    Jadwal Pengumuman LPDP 2025

    Seperti yang disebutkan, pengumuman LPDP 2025 akan berlangsung pada 19 Juni 2025 mendatang. Namun, bila melihat keseluruhan rangkaian seleksi, jadwal LPDP tahap 1 2025 adalah sebagai berikut:

    • Pendaftaran: 17 Januari 2025
    • Seleksi administrasi: 18 Februari 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7 Maret 2025
    • Pengajuan sanggah: 8 Maret 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 24 Maret 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 14 April 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Mei 2025
    • Seleksi substansi: 6 Mei 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025

    Cara Cek Pengumuman LPDP 2025

    Pengumuman LPDP tahap 1 2025 akan dilakukan melalui akun yang digunakan saat mendaftar LPDP. Tahapannya yaitu:

    1. Buka https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/index.php/site/login
    2. Masukkan email dan password yang didaftarkan sebelumnya
    3. Klik tombol “Masuk”
    4. Pengumuman LPDP Tahap 1 Tahun 2025 akan terlihat

    Peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan proses pemberangkatan dan menunggu waktu perkuliahan dengan Beasiswa LPDP. Sedangkan yang belum berhasil, masih bisa mengikuti seleksi di kesempatan selanjutnya.

    Tahapan Setelah Lolos Pengumuman LPDP 2025

    Ketika dinyatakan lolos seleksi di pengumuman LPDP 2025, peserta harus segera menyiapkan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional. LoA Unconditional adalah surat resmi dari kampus tujuan yang menyatakan bila peserta telah diterima sebagai mahasiswa tanpa syarat tambahan.

    Sehingga peserta hanya perlu melakukan daftar ulang dan mempersiapkan keberangkatan. Ada dua jalur berbeda yang akan dilalui awardee bila belum dan sudah memiliki LoA Unconditional, yakni:

    Sudah Punya LoA Unconditional

    Bila peserta sudah memiliki LoA Unconditional tahapan selanjutnya adalah:

    1. Persiapan keberangkatan

    Persiapan keberangkatan merupakan agenda pembekalan yang dikenal dengan Persiapan Keberangkatan (PK). Pengajuan PK bisa dilakukan melalui aplikasi e-Beasiswa dengan memenuhi persyaratan dokumen, seperti:

    • LoA Unconditional
    • Mengisi universitas tujuan studi dan tanggal intake.

    2. Mengajukan Suat Pernyataan (SP)

    SP adalah dokumen yang menyatakan kesediaan penerima beasiswa untuk mentaati ketentuan yang ditetapkan oleh LPDP. SP berisi dokumen yang harus disiapkan, seperti:

    • LoA Unconditional
    • Kalender Akademik
    • Silabus Pembelajaran
    • Surat Persetujuan Penundaan Studi (Defer) dari universitas bagi awardee LPDP yang melakukan penundaan studi.
    • Surat tugas belajar bagi awardee LPDP dengan status PNS/TNI/Polri atau dosen
    • Surat pernyataan bersedia mengikuti persiapan keberangkatan.

    3. Pengajuan Letter of Guarantee (LoG)

    Letter of Guarantee (LoG) adalah surat keterangan jaminan pendanaan beasiswa dari LPDP. Awardee mendapatkan LoG setelah SP diproses dan mendapat SK.

    LoG merupakan dokumen wajib yang harus diserahkan ke universitas tujuan sebelum memulai studi. Karena LoG adalah sebuah surat yang menjamin pendanaan beasiswa peserta.

    Belum Punya LoA Unconditional

    Bila peserta belum memiliki LoA Unconditional, maka mereka harus melakukan proses Pengayaan Bahasa.

    Bagi mahasiswa dengan tujuan studi di luar negeri, LPDP bisa menerbitkan Letter of Sponsorship (LoS) sebagai upaya agar mahasiswa bisa diterima di kampus tujuan. LoS bisa ditemukan di aplikasi e-Beasiswa yang tersedia untuk 3 tujuan program studi yang telah didaftarkan.

    Tapi untuk diingat, bila LoS bukanlah surat garansi final dari LPDP dengan artian berbeda dengan Letter of Guarantee (LoG). Untuk mendapatkan LoG, mahasiswa harus memiliki LoA Unconditional.

    Sedangkan untuk mahasiswa dengan tujuan studi dalam negeri, peserta langsung bisa mendaftarkan diri di seleksi universitas tujuan. Batas ‘perburuan’ LoA Unconditional adalah 18 bulan setelah dinyatakan lulus sebagai awardee LPDP.

    Itulah informasi tentang Pengumuman LPDP 2025. Semoga mendapatkan hasil terbaik ya detikers!

    (det/nwk)



    Sumber : www.detik.com