Tag: SpaceX

  • Ini Cara Elon Musk Bantu Luncurkan Satelit Dogecoin (DOGE)

    Pada bulan Mei lalu, perusahaan antariksa SpaceX mengumumkan akan meluncurkan Satelit Dogecoin (DOGE) bernama DOGE-1 CubeSat ke orbit bumi. Satelit tersebut adalah misi riset kolaborasi dengan Geometric Energy Corporation (GEC).

    Satelit DOGE 

    Selain mengumpulkan data ruang angkasa melalui rangkaian sensor, CubeSat yang berbobot 40 kg tersebut dilengkapi dengan layar dan kamera untuk menyiarkan NFT yang akan dilelang selama misi berjalan.

    DOGE-1 akan menjadi misi antariksa dalam sejarah yang sepenuhnya dibiayai dengan DOGE. DOGE menjadi alternatif yang cepat dan aman bagi keuangan tradisional dan dapat menjadi alat tukar bagi semua penjelajahan antariksa di antara SpaceX dan GEC.

    Baca jugaGemini dan ChangeHero Dukung Shiba Inu (SHIB), Level US$$0,00006099 Jadi Penentu

    Menanggapi kerjasama ini, CEO GEC Samuel Reid berkata GEC dan SpaceX telah mengukuhkan DOGE sebagai alat tukar bagi bisnis luar angkasa setelah melakukan transaksi dalam skala besar.

    “Misi ini akan menunjukkan penerapan kripto di luar bumi dan menjadi landasan bagi perdagangan antar planet. Kami sangat senang meluncurkan DOGE-1 to the moon!” jelas Wakil Presiden Penjualan Komersial Space X, Tom Ochinero.

    Demi membantu membangun dan menjalankan sisi kripto dari misi DOGE-1. GEC menyatukan keahlian dan layanan data satelit CubeSat dari anak perusahaan GEC dengan solusi likuiditas pertukaran kripto dari Unizen.

    Misi ini memanfaatkan inkubator startup kripto ZenX yang membantu mempercepat penggarapan Protocol XI GEC dan menghubungkan infrastruktur antariksa dengan jaringan kripto.

    Baca jugaToken Chiliz Naik 170% Setelah Luncurkan NFT

    Berbicara soal gerakan ini. CEO Unizen, Sean Noga menjelaskan GEC adalah tim yang inovatif serta ambisius dengan visi yang memukau bagi masa depan dan keyakinan mendalam kepada kegunaan yang terus berkembang.

    “XI Protocol adalah terobosan cara infrastruktur antariksa terhubung dengan teknologi distributed ledger. Awalnya, teknologi ini akan memungkinkan layar tampilan luar angkasa berbasis satelit yang didorong oleh klaim token,” jelas Noga.

    Ia menambahkan, Unizen senang menjadi inkubator dan memperkenalkan XI Protocol GEC ke rekan-rekan strategis Unizen.

    Inkubasi XI Protocol GEC di ZenX menjadi contoh pionir kolaborasi sains dan teknologi yang memanfaatkan kripto untuk memajukan bidang penjelajahan ruang angkasa.

    Misi tersebut telah mendemonstrasikan kemampuan aset kripto seperti DOGE untuk mendanai proyek sebesar peluncuran kapal luar angkasa. Unizen dan GEC yakin kegunaan ini akan menjadi cetak biru besar bagi usaha berbasis kripto lainnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Selain Tesla, Ini Perusahaan yang Diperkirakan Akan Beli Bitcoin

    Menyusul Tesla yang sudah membeli Bitcoin senilai US$1,5 milyar, rumor dan spekulasi soal perusahaan lain yang mungkin melakukan hal serupa, semakin menyeruak. Perusahaan mana saja?

    Sebelumnya Apple disarankan juga membeli Bitcoin dan menyematkan fitur perdagangan aset kripto di Iphone.

    Hal itu disampaikan oleh RBC Capital Markets dalam kajiannya, beberapa saat setelah Tesla mengumumkan pembelian Bitcoin itu.

    Melalui surel yang diterima redaksi hari ini, Swan Bitcoin menyebutkan bahwa pembelian Bitcoin bernilai jumbo itu setara dengan 15 persen dari kas bersih perusahaan Tesla.

    Lalu, penghayat Bitcoin yang juga penyiar di Russian Television (RT), Max Keiser mengklaim punya informasi yang dapat dipercaya bahwa Larry Ellison, pendiri perusahaan multinasional Oracle juga akan membeli Bitcoin.

    Asal tahu saja, Larry Ellison adalah salah satu pemegang saham di perusahaan Tesla. Berdiri sejak tahun 1977, Oracle adalah salah perusahaan peranti lunak terbesar di dunia, dengan pendapatan pada tahun 2020 mencapai US$39,07 milyar.

    Swan Bitcoin menyebutkan bahwa Oracle sendiri memiliki US$40 miliar dalam bentuk tunai di neraca mereka.

    Rumor soal perusahaan lain yang menyusul Tesla untuk membeli Bitcoin adalah berdasarkan kajian dari Swan Bitcoin.

    Salah seorang penasehat di Swan Bitcoin adalah Lyn Alden, peneliti keuangan terkait aset kripto yang cukup kritis terhadap Ethereum. Penasehat lainnya adalah Max Keiser.

    Bagi Swan Bitcoin, pembelian Bitcoin oleh perusahaan-perusahaan besar amat besar maknanya, karena memberikan posisi Bitcoin secara signifikan sebagai aset bernilai.

    Perusahaan pertama yang dispekulasikan adalah SpaceX, perusahaan yang didirikan dan dikendalikan oleh Elon Musk.

    Perusahaan ini bukanlah perusahaan publik seperti Tesla, sehingga tidak diperlukan pengumuman secara formal kepada pemerintah, dalam hal ini adalah SEC di AS.

    Kemudian ada Salesforce yang sejak beberapa tahun terakhir amat pro dengan teknologi blockchain.

    Swan Bitcoin mengatakan perwilan dari perusahaan itu menghadiri konferensi Internasional oleh MicroStrategy pada 3-4 Februari 2021 lalu tentang cara membeli Bitcoin untuk perusahaan.

    Baca Juga: Mengenal Makers dan Takers dalam Dunia Trading

    Umpan Balik Positif
    Michael Saylor
    , CEO MicroStrategy, yang membeli Bitcoin senilai US$1,3 miliar pada tahun 2020. Dan sejak itu aktif mengkampanyekan perlunya perusahaan untuk membeli Bitcoin untuk menahan terjangan inflasi buruk di masa depan.

    “Bitcoin adalah aset cadangan perbendaharaan tingkat investasi yang aman. Bitcoin adalah solusi untuk masalah penyimpanan nilai yang dihadapi oleh semua perusahaan dan pelanggan mereka,” kata Saylor.

    “Orang yang memiliki Bitcoin (seperti Elon Musk dan Michael Saylor) memiliki insentif yang kuat untuk mempromosikan investasi mereka. Mengapa? Karena itu mendorong harga Bitcoin naik membuat investasi mereka lebih berharga,” sebut Swan Bitcoin.

    Swan Bitcoin beralasan, perusahaan besar yang membeli Bitcoin bukanlah untuk berspekulasi.

    “Pembeli institusional besar ini berpikir jangka panjang dan tidak membuat keputusan emosional. Mereka membeli untuk menahan, bukan untuk berspekulasi. Ini sangat bullish untuk Bitcoin secara jangka panjang,” sebut Swan Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Elon Musk Dilaporkan Jual Bitcoin Senilai Rp 5,7 Triliun, Benarkah?

    SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk dilaporkan telah menjual kepemilikan Bitcoin-nya sebesar US$ 373 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun. Kabar ini membuat pasar kripto anjlok mendalam dan membuat harga Bitcoin jatuh mencapai level US$ 25.000.

    The Wall Street Journal melaporkan kepemilikan Bitcoin (BTC) SpaceX telah menurun selama periode dua tahun. SpaceX mencatat kepemilikan Bitcoin-nya sebesar US$ 373 juta selama tahun 2022 dan 2021, termasuk dengan menjual aset tersebut.

    Laporan tersebut tidak mengungkapkan jumlah pasti Bitcoin yang dimiliki perusahaan atau apakah terjadi penjualan. Selanjutnya, tidak secara tegas dijelaskan apakah perusahaan telah menjual seluruh Bitcoin yang dimilikinya. Begitu pula, dampak fluktuasi harga pasar kripto terhadap kepemilikan Bitcoin oleh SpaceX, dibandingkan dengan kemungkinan adanya penjualan yang disengaja, masih belum diberikan klarifikasi mendalam.

    Bitcoin dan Kerajaan Elon Musk

    Bitcoin zona merah
    Ilustrasi market Bitcoin masuk zona merah. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Kemendag: Kripto Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

    Berita tentang pengurangan kepemilikan Bitcoin SpaceX mengikuti laporan tentang penurunan kepemilikan Bitcoin Tesla yang serupa. Laporan pendapatan terbaru Tesla , dirilis pada bulan Juli lalu, menunjukkan bahwa Tesla hanya memiliki US$ 184 juta Bitcoin. Tesla memegang US$ 1,5 miliar Bitcoin pada saat pembelian awalnya dan setidaknya US$ 2 miliar pada puncaknya.

    Banyak yang telah dibuat dari kepemilikan Bitcoin Tesla, yang dilaporkan dalam pengungkapan pendapatan publik triwulanan perusahaan. Namun, kepemilikan Bitcoin SpaceX kurang transparan karena perusahaan tersebut tidak diperdagangkan secara publik. Dokumen yang merinci keuangan SpaceX saat ini dilihat secara pribadi oleh WSJ dan tidak tersedia untuk umum.

    Namun demikian, laporan sebelumnya menunjukkan bahwa perusahaan luar angkasa Elon Musk telah berinvestasi dalam Bitcoin. Musk mengonfirmasi bahwa SpaceX mengadakan Bitcoin selama konferensi tahun 2021 tetapi tidak menyebutkan berapa banyak kripto yang dimiliki perusahaan.

    Harga Bitcoin Turun

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Mungkinkah Bitcoin Akan Mencapai Rp 1,5 Miliar Sebelum Halving 2024?

    Masalah Bitcoin berlanjut karena aset kripto yang populer ini turun di bawah US$ 27.000, meningkatkan kekhawatiran akan penurunan lebih lanjut. Hit terbaru datang setelah SpaceX dilaporkan membongkar Bitcoin senilai sekitar US$ 373 juta, yang telah diperolehnya antara tahun 2021 dan 2022.

    Di tengah aksi jual ini, Bitcoin menghadapi resistensi US$ 28.943,90 dan dukungan baru US$ 25.409,11. Meski begitu, harga Bitcoin dapat pulih sejak berita tersebut tersebar dan saat ini diperdagangkan pada US$ 26.400,74 pada hari Jumat (18/8) pukul 10.00 WIB, dengan volume perdagangan 24 jam sebesar US$ 26.151.285.776.

    Terlepas dari penurunan ini, Bitcoin mempertahankan posisi teratasnya di CoinMarketCap dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 511.783.802.814.

    Banyak analis kripto memperkirakan bahwa penurunan ini menandai harga terendah BTC. Sesuai analisisnya, uptrend kerangka waktu tinggi Bitcoin masih utuh dan BTC masih bullish secara makro. Peristiwa ini menimbulkan likuidasi terbesar sejak crash FTX dan akan diikuti oleh aksi harga bullish.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Republic Luncurkan Mirror Token rSpaceX, Janjikan Performa SpaceX

    Platform investasi Republic mengumumkan peluncuran inovasi Mirror Token, dimulai dengan token rSpaceX.

    Sesuai namanya, token rSpaceX dirancang untuk mencerminkan kinerja SpaceX, perusahaan ruang angkasa swasta milik Elon Musk.

    Dengan investasi minimal mulai dari $50, token ini dibuka untuk semua investor ritel tanpa perlu status akreditasi.

    Apa Itu Mirror Token & Bagaimana Cara Kerjanya?

    Mirror Token adalah notes digital berbasis blockchain (dibangun di Solana) yang nilainya mengikuti harga saham SpaceX di pasar sekunder.

    Token ini tidak mewakili saham asli dan tidak memberi hak kepemilikan. Sebaliknya, token ini menjanjikan pembayaran sesuai kenaikan harga jika terjadi IPO, akuisisi, atau event likuiditas lainnya.

    Investasi dibatasi maksimal $5.000 per orang, dan dana disalurkan melalui Republic dengan lisensi SEC via Regulation Crowdfunding (JOBS Act 2012).

    Token rSpaceX dijadwalkan dapat diperdagangkan di platform INX setelah masa holding satu tahun.

    Baca Juga: Siap-siap! Elon Musk Bakal Rilis X Money Sebagai Pembayaran

    Akses Ritel Tanpa Batas: Dari SpaceX ke Perusahaan AI

    Inisiasi rSpaceX menjadi bukti misi Republic untuk membukakan akses ekuitas swasta bagi para investor umum.

    Ke depannya, token serupa akan diterbitkan untuk perusahaan lain seperti OpenAI, Anthropic, Figma, dan startup teknologi tinggi lainnya.

    Co-founder dan CEO Kendrick Nguyen menegaskan bahwa inovasi ini memungkinkan orang-orang di seluruh dunia mengikuti laju valuasi perusahaan swasta terbesar, seperti SpaceX, dengan modal terjangkau, berkat kombinasi teknologi blockchain dan peraturan crowdfunding.

    tesla dan bitcoin

    Detail Token & Mekanisme Ekonomi

    • Harga token: disesuaikan setara dengan valuasi saham SpaceX di pasar sekunder (diperkirakan antara $225–$275 per lembar saham).
    • Payout: Jika terjadi IPO atau event likuiditas, Republic bertanggung jawab membayar selisih nilai saham (plus dividen jika ada) kepada pemegang rSpaceX .
    • Infrastruktur: Menggunakan Solana memungkinkan transaksi cepat dan biaya rendah, mendukung skema token efisien dan transparan .

    Risiko & Pertimbangan Investor

    1. Bukan saham asli: Pemilik token tidak punya hak suara, akses ke laporan keuangan, atau kepemilikan di SpaceX.
    2. Likuiditas terbatas: Token hanya dapat dijual setelah masa holding satu tahun di platform khusus.
    3. Risiko penerbit: Pembayaran tergantung kinerja RepublicX; ada risiko gagal bayar jika perusahaan mengalami masalah likuiditas.
    4. Kontroversi regulasi: Ada kekhawatiran dari regulator dan pakar tentang transparansi, hak investor, dan akses informasi .

    Siapa yang Cocok?

    Investor / Trader Potensi & Strategi
    Investor ritel Akses eksposur privat-seperti SpaceX dengan modal minim; cocok untuk diversifikasi
    Trader token Potensi trading saat listing di INX; perlu pantau volume dan spread
    Investor jangka panjang Menyimpan token sampai IPO atau merger; siap tahan lock-up dan risiko penerbit

    Baca Juga: Postingan Elon Musk Dorong Kenaikan Baru untuk Dogecoin

    Peluncuran Mirror Token rSpaceX oleh Republic adalah inovasi kripto-fintech yang membuka pintu ke aset privat high-profile bagi investor umum.

    Dengan modal mulai $50, siapa pun bisa ikut merasakan potensi pertumbuhan perusahaan seperti SpaceX, tanpa harus akreditasi atau masuk ke pasar swasta tradisional.

    Walau menawarkan potensi besar, penting untuk menyadari risiko: token bukan saham, terbatas likuiditas, dan ketergantungan pada kinerja penerbit.

    Namun bagi investor yang memahami mekanismenya, ini langkah besar menuju demokratisasi akses ke perusahaan unicorn dan pertumbuhan ekosistem tokenisasi aset global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • IQ-nya Disebut Capai 160, Elon Musk Punya Cara Jaga Kesehatan Otak

    Jakarta

    Elon Musk dikenal sebagai salah satu tokoh paling jenius dan berpengaruh di dunia teknologi. CEO Tesla, SpaceX, dan Neuralink ini dikabarkan memiliki IQ 160, setara dengan ilmuwan ternama seperti Albert Einstein.

    Versi perhitungan CogniDNA, IQ Musk diperkirakan mencapai 160. CogniDNA menghitung IQ Musk menggunakan nilai mahasiswa jurusan fisika dan UPenn sebagai proksi.

    Musk menunjukkan kecerdasannya secara berbeda dibandingkan ilmuwan tradisional. Tidak seperti Einstein yang berfokus pada fisika teoretis, Musk menerapkan ide-ide ilmiahnya di berbagai bidang.


    Salah satu kelebihan dari Elon adalah dirinya yang dianggap memiliki daya ingat luar biasa. Bahkan, untuk detail-detail kecil, seperti nama orang, peristiwa, dan lainnya.

    Dikutip dari Times of India, kunci dari mengingat sesuatu dari Elon Musk adalah dengan memberi makna pada setiap kejadian. Dengan ini, maka kecil kemungkinan otak akan melupakan hal tersebut.



    Misalnya, jika ingin mengingat nama orang, cobalah kaitkan sesuatu yang istimewa atau berhubungan dengan orang tersebut. Bisa jadi hobi mereka, cerita lucu, atau gaya bicaranya.

    Ini akan menciptakan hubungan mental yang kuat, sehingga nama akan mudah diingat. Hubungan yang bermakna ini akan membantu otak manusia lebih terprogram untuk mengingat cerita dan emosi lebih baik daripada fakta acak.

    Mengaitkan dengan sesuatu yang lucu mungkin bisa menjadi cara paling ampuh untuk mengingat sesuatu. Ini karena otak sendiri menyukai hal-hal yang tidak biasa dan mengejutkan.

    Trik mengingat dari pendiri X Corp ini ternyata bisa dibuktikan lewat sains. Para ahli memori menjelaskan bahwa otak kita menyimpan informasi lebih baik jika dikaitkan dengan emosi atau gambaran mental yang kuat.

    Hal ini karena bagian otak yang emosional dan visual membantu menciptakan memori yang bertahan lama.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/naf)









    Sumber : health.detik.com