Tag: spesialis penyakit

  • Lomba Lari 5 Km Banten Rush 2025 Bergulir Pertengahan November


    Jakarta

    Setelah sukses besar tahun lalu, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Banten kembali menghadirkan ajang olahraga tahunan bertajuk “Fun Run PAPDI Banten Rush 2025”.

    Lomba lari sejauh 5 kilometer ini akan berlangsung pada Minggu,16 November 2025 pukul 06.00 WIB di kawasan Banjar Wijaya, Kota Tangerang, Banten.

    Mengusung tema “Run for Unity, Strength, and Health”, kegiatan ini mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus wadah mempererat kebersamaan lintas usia dan profesi.


    Start dan finish akan ditempatkan di Lapangan Utama Banjar Wijaya, yang menjadi pusat kegiatan acara dan lokasi registrasi peserta.

    Dari titik start, pelari akan diarahkan menyusuri jalan utama Banjar Wijaya melewati sejumlah klaster hunian dan area hijau, sebelum berputar di titik tengah dan kembali ke garis finish melalui rute berbeda untuk menghindari penumpukan peserta.

    “Fun Run PAPDI Banten RUSH bukan sekadar lomba lari, tapi perayaan semangat hidup sehat dan kebersamaan masyarakat,” ujar Ketua PAPDI Banten RUSH, dr Aditya R. Fandiarta, SpPD.

    Acara ini terbuka untuk semua kalangan, mulai dari pelari profesional, pemula, hingga keluarga yang ingin berpartisipasi dengan berjalan santai. Untuk menambah semangat peserta, panitia menyiapkan berbagai doorprize menarik seperti motor listrik, logam mulia, hingga hadiah hiburan lainnya.

    Melalui ajang ini, kami ingin menegaskan bahwa olahraga dan kesehatan adalah dua hal yang saling melengkapi. Dokter dan masyarakat bisa berkolaborasi untuk mewujudkan Banten yang lebih sehat dan bugar,” kata Ketua PAPDI Banten, dr Ahmad Mekah SpPD, Mkes, MSc, FINASIM.

    Menambah semarak suasana, dr. Tirta Mandira Hudhi-dokter muda yang juga dikenal sebagai aktivis kesehatan dan influencer-akan hadir sebagai Guest Star untuk menginspirasi peserta tentang pentingnya hidup sehat di tengah kesibukan modern.

    “Dengan kombinasi antara semangat olahraga, edukasi kesehatan, dan hiburan, FUN RUN PAPDI BANTEN RUSH 2025 diharapkan menjadi momentum positif dalam mendorong budaya olahraga dan gaya hidup sehat di masyarakat Banten,” kata dr Ahmad.

    (ran/mrp)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Jadi Sering Kentut usai Makan Ubi-Singkong Rebus? Ini Saran Dokter Pencernaan


    Jakarta

    Tren sarapan makanan rebusan dan kukusan yang sehat, seperti ubi kini banyak digemari kalangan gen Z. Tapi, kenapa setelah memakannya malah jadi sering kentut dan perut terasa begah?

    Menurut spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, di dalam makanan kukusan atau rebusan seperti ubi terdapat karbohidrat kompleks dan oligosakarida yang larut. Hal tersebut membuat usus besar sulit mencernanya.

    “Akibat dia sulit dicerna, maka dia akan diolah oleh kuman-kuman usus besar dan menjadi gas, gas nitrogen, sulfur, dan sebagainya. Dan akibatnya adalah menjadi banyak gas di dalam perut yang mengakibatkan orang itu menjadi kembung dan kemudian menimbulkan flatus atau kentut,” kata dr Aru kepada detikcom, Rabu (12/11/2025).


    Karenanya, banyak orang mengeluhkan sering kentut setelah makan ubi dan singkong. Komposisi dari karbohidrat ubi lah yang menyebabkan seseorang begah dan pada akhirnya gampang kentut. Selain ubi, kacang-kacangan dan asparagus juga bisa memicu gas di perut.

    “Tetapi yang paling bermakna adalah ubi,” kata dr Aru.

    Untuk menghindari kembung karena konsumsi ubi rebus atau kukus, dr Aru menyarankan untuk membatasi konsumsinya. Jangan sampai berlebihan.

    Soal berapa banyak batasannya, setiap orang bisa bereaksi berbeda-beda saat mengonsumsi umbi-umbian ini. Jadi, sebaiknya, ketahui batasan tubuh masing-masing.

    “Ada yang satu saja sudah bikin sering kentut, tergantung jumlah kuman di usus. Jadi, biasanya kita sudah punya batasan diri sendiri berapa banyak ubi yang bisa kita konsumsi,” kata dr Aru.

    Satu hal yang tak kalah penting adalah menyeimbangkan karbohidrat, lemak, protein dan serat dalam pola makan sehari-hari. Menurut dr Aru, seringkali orang hanya mengonsumsi karbohidrat dalam sekali makan.

    “Jadi yang penting adalah keseimbangan. Baik dia mau dalam bentuk rebusan, mau dalam bentuk yang lain, gorengan, bakaran. Dalam bentuk keseimbangan, maka makanan itu akan menjadi makanan sehat,” kata dr Aru.

    (elk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera