Tag: SPK

  • Spark (SPK) Melejit Hampir 20%, Tren Bullish Mulai Terbentuk?

    Pasar kripto kembali memanas dengan kejutan dari Spark (SPK), salah satu aset digital yang belakangan menarik perhatian investor ritel maupun institusional.

    Dalam 24 jam terakhir, harga Spark melonjak +19,19% ke level $0.055362 per SPK, menjadikannya salah satu altcoin dengan performa paling mencolok di tengah volatilitas pasar.

    Lonjakan ini tidak hanya menjadi angin segar bagi holder jangka panjang, tetapi juga memicu spekulasi apakah Spark mampu mempertahankan momentum bullish-nya setelah sempat melemah dalam beberapa pekan terakhir.

    Baca Juga: Operator Berbagi Ruang Kerja SparkPlus Beralih ke Blockchain

    Lonjakan Harga dan Data Terbaru Spark

    Berdasarkan data pasar:

    • Harga SPK saat ini: $0.055362
    • Kenaikan 24 jam: +19.19%
    • Kapitalisasi pasar: $96.14 juta
    • Volume perdagangan: $340.48 juta
    • Sirkulasi pasokan: 1.74 miliar SPK dari total maksimum 10 miliar

    Dalam kurun waktu satu hari, Spark berhasil mencatat kenaikan $0.009076 atau setara 19,19%.

    Angka ini cukup signifikan, mengingat dalam 30 hari terakhir SPK justru terkoreksi -15,45%, bahkan sempat anjlok -40,77% dalam periode 60 hari.

    Namun, jika ditarik lebih panjang, performa Spark dalam 90 hari terakhir menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan +46,24%, menandakan adanya potensi pemulihan harga jangka menengah.

    Faktor Penyebab Kenaikan Spark

    Beberapa faktor yang diyakini menjadi pemicu kenaikan Spark kali ini antara lain:

    1. Lonjakan Volume Perdagangan
      Volume SPK melonjak hingga $340 juta dalam 24 jam, hampir 3,5 kali lipat kapitalisasi pasarnya. Aktivitas ini menunjukkan adanya akumulasi signifikan dari investor besar maupun trader jangka pendek.
    2. Minat Investor pada Altcoin Mid-Cap
      Ketika Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) cenderung sideways, investor biasanya melirik altcoin dengan kapitalisasi menengah yang menawarkan potensi profit lebih besar. Spark menjadi salah satu kandidat utama dalam rotasi modal ini.
    3. Optimisme Terhadap Pengembangan Ekosistem
      Spark masih dalam fase pengembangan proyek yang menjanjikan, terutama dalam integrasi dengan protokol DeFi dan utilitas token yang semakin luas. Spekulasi ini sering kali menjadi katalis harga altcoin naik tajam.
    4. Dukungan Komunitas
      Faktor komunitas sering tidak bisa diremehkan dalam dunia kripto. Spark termasuk salah satu token yang memiliki komunitas cukup solid, yang kerap mendorong tren positif di media sosial saat harga mulai bergerak naik.
    Pergerakan harga Spark (SPK/USDT) pada Jumat, 26 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Spark (SPK/USDT) pada Jumat, 26 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Proyeksi Harga Spark ke Depannya

    Meski kenaikan Spark hari ini cukup mengesankan, penting untuk melihat tren jangka pendek dan jangka panjang:

    • Jangka Pendek (1-2 minggu): Spark berpotensi menguji resistance di level $0.060–$0.065. Jika berhasil ditembus dengan volume tinggi, harga bisa melanjutkan reli menuju $0.080. Namun, jika gagal, koreksi kembali ke area $0.045–$0.050 cukup mungkin terjadi.
    • Jangka Menengah (1-3 bulan): Jika momentum pasar kripto secara keseluruhan membaik, Spark bisa mencoba mendekati level psikologis $0.10. Akan tetapi, mengingat rekor tertingginya masih jauh di $0.186463, perjalanan menuju all-time high masih panjang.
    • Jangka Panjang: Dengan total pasokan maksimum 10 miliar token, Spark perlu mendorong adopsi nyata agar bisa menjaga fundamental harga. Jika ekosistemnya berhasil berkembang, kapitalisasi pasar bisa melonjak hingga ratusan juta dolar lebih besar dari posisi saat ini.

    Baca Juga: Riset Kripto 25-29 Agustus 2025: Altcoin Mengungguli Kenaikan Bitcoin

    Lonjakan Spark hampir 20% dalam sehari menandai potensi kebangkitan altcoin ini setelah periode koreksi panjang.

    Dukungan volume perdagangan yang tinggi, minat investor terhadap altcoin mid-cap, serta optimisme terhadap utilitas ekosistem Spark menjadi bahan bakar utama kenaikan harga.

    Meski demikian, volatilitas tetap menjadi ciri khas pasar kripto. Investor disarankan berhati-hati dan tidak terbawa euforia semata.

    Spark memiliki prospek cerah, namun perjalanan menuju harga lebih tinggi akan penuh tantangan dan membutuhkan katalis kuat baik dari sisi fundamental maupun sentimen pasar.

    Untuk saat ini, Spark sudah berhasil menjadi bintang altcoin dengan performa harian yang mencuri perhatian. Pertanyaannya, apakah momentum ini bisa berlanjut, atau justru hanya sekadar “lonjakan sesaat”?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Spark (SPK) Bangkit 6,9%, Volume Tinggi Isyaratkan Fase Akumulasi

    Harga Spark (SPK) hari ini menunjukkan sinyal kebangkitan setelah tekanan panjang dalam beberapa bulan terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Selasa (7/1), SPK diperdagangkan di level $0,02499, mencatat kenaikan +6,95% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasar Spark kini berada di kisaran $55,85 juta, menempatkannya di jajaran altcoin kapitalisasi kecil yang tengah menarik perhatian spekulan.

    Yang menonjol, lonjakan harga ini dibarengi dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $67,63 juta, bahkan lebih tinggi dari total kapitalisasi pasarnya.

    Kondisi ini menandakan minat transaksi yang sangat aktif dan biasanya menjadi ciri fase awal pergeseran sentimen pasar.

    Baca Juga: Spark (SPK) Melejit Hampir 20%, Tren Bullish Mulai Terbentuk?

    Performa Harga: Rebound di Tengah Tren Menengah yang Masih Lemah

    Pergerakan harga Spark (SPK/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Spark (SPK/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Secara harian dan mingguan, pergerakan SPK cukup konstruktif.

    Selain kenaikan harian hampir 7%, SPK juga mencatat penguatan +14,02% dalam tujuh hari terakhir. Dalam skala bulanan, kinerja SPK relatif datar dengan kenaikan +4,71% dalam 30 hari.

    Namun, jika ditarik lebih jauh, SPK masih berada dalam tekanan tren menengah hingga panjang. Dalam 60 hari terakhir, harga tercatat turun -32,02%, dan dalam 90 hari terakhir bahkan melemah -47,35%.

    Fakta ini menegaskan bahwa reli terbaru lebih tepat dibaca sebagai rebound teknikal ketimbang konfirmasi pembalikan tren besar.

    Spark juga masih sangat jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $0,186463, menempatkan harga saat ini lebih dari 85% di bawah puncaknya.

    Aktivitas Perdagangan Tinggi, Apa Artinya?

    Volume yang melampaui kapitalisasi pasar merupakan indikator penting. Rasio ini menunjukkan bahwa token berpindah tangan dengan sangat cepat, sering kali didorong oleh trader jangka pendek.

    Dalam banyak kasus, kondisi seperti ini muncul pada fase akumulasi spekulatif atau saat pasar bersiap untuk pergerakan besar berikutnya.

    Namun, volume ekstrem juga memiliki dua sisi. Di satu sisi, ia dapat mengonfirmasi minat beli yang kuat. Di sisi lain, ia juga bisa menandakan distribusi, di mana investor lama memanfaatkan reli untuk keluar dari posisi.

    Oleh karena itu, kelanjutan tren SPK dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada apakah volume tetap tinggi saat harga bergerak naik, atau justru meningkat saat harga melemah.

    Struktur Pasokan: Inflasi Masih Jadi Faktor

    Dari sisi pasokan, Spark memiliki sekitar 2,23 miliar token beredar, atau baru sekitar 22,35% dari total pasokan maksimum 10 miliar SPK. Artinya, sebagian besar token masih belum beredar di pasar.

    Kondisi ini penting diperhatikan oleh investor, karena membuka ruang potensi tekanan suplai di masa depan apabila terjadi unlock atau distribusi token dalam skala besar.

    Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) mencapai $249,9 juta, valuasi jangka panjang Spark masih sangat bergantung pada kebijakan distribusi token dan pertumbuhan ekosistemnya.

    Area Support dan Resistance Kunci

    Dalam 24 jam terakhir, SPK bergerak di rentang $0,02275 hingga $0,02680. Area $0,023–$0,024 kini menjadi support jangka pendek yang penting.

    Selama harga bertahan di atas zona ini, peluang uji ulang area $0,027–$0,030 masih terbuka.

    Di sisi atas, level $0,027 merupakan resistance terdekat. Jika mampu ditembus secara meyakinkan, SPK berpotensi memasuki fase ekspansi volatilitas dengan target psikologis berikutnya di sekitar $0,03.

    Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $0,023 dapat membawa harga kembali ke fase konsolidasi atau bahkan melanjutkan tren turun jangka menengah.

    Baca Juga: Fidelity Buka Akses untuk Solana! Ini Awal Ledakan Harga ke $225?

    Harga Spark hari ini menunjukkan sinyal pemulihan awal, ditopang kenaikan harian, reli mingguan, dan lonjakan volume yang signifikan.

    Meski demikian, tren menengah SPK masih cenderung lemah dan struktur pasokan yang belum sepenuhnya beredar menjadi faktor risiko tersendiri.

    Bagi trader, SPK saat ini menawarkan volatilitas dan peluang jangka pendek. Namun bagi investor, kehati-hatian tetap diperlukan hingga Spark mampu membangun struktur tren yang lebih stabil dan berkelanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengin Beli Rumah Bekas? Begini Cara Ajukan KPR-nya


    Jakarta

    Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sudah tak asing lagi di masyarakat, yakni untuk mendapat kemudahan mencicil rumah. Namun, masih banyak yang belum mengetahui cara mengajukan KPR untuk membeli rumah bekas atau rumah second.

    Membeli rumah pertama memang lebih mudah karena dibantu oleh bank. Sementara membeli rumah bekas bersifat perseorangan, sehingga pembeli harus mengajukan KPR sendiri ke bank.

    Nah, bagi kamu yang belum tahu cara mengajukan KPR untuk membeli rumah bekas, simak penjelasan berikut ini, dikutip dari Rumahku.com, Senin (1/7/2024).


    Cara Ajukan KPR Rumah Bekas

    1. Dapatkan Harga yang Pasti

    Langkah pertama membeli rumah bekas adalah menentukan atau dealing harga dengan si penjual karena pihak bank perlu mengetahui berapa harga rumah yang akan dibiayai. Biasanya, pihak bank memiliki beberapa ketentuan, misalnya berapa persen maksimal pembiayaan yang perlu mereka lakukan, sedangkan sisanya, merupakan tanggungan pembeli untuk membayar biaya Down Payment (DP).

    Misal, maksimal pembiayaan adalah 70%, jadi 30% merupakan tanggungan pembeli yang jadi biaya DP. Sementara utang biaya yang ditanggung bank akan dicicil sesuai tenornya.

    Setelah itu, bank akan melakukan pengecekan sendiri untuk menentukan taksiran harga rumah tersebut. Pembeli juga perlu melakukan pengecekan dokumen. Mintalah bantuan pihak ketiga yang ahli mengenai hal tersebut, karena dokumen-dokumen tersebut perlu dibawa saat mengajukan KPR bank.

    2. Dokumen yang Perlu Dibawa

    Untuk mengajukan KPR, pembeli harus mengumpulkan beberapa dokumen guna pengabsahan. Berikut ini syarat dokumen yang perlu dibawa.

    • Fotokopi sertifikat tanah
    • Fotokopi IMB
    • Fotokopi bukti pembayaran PBB tahun terakhir
    • Surat kesepakatan jual – beli rumah yang ditandatangani oleh kedua belah pihak (penjual dan pembeli)
    • KK dan KTP
    • NPWP
    • Slip gaji 3 bulan terakhir
    • Surat nikah (jika sudah menikah)
    • Surat keterangan kerja
    • Jangan lupa untuk turut menyertakan rekening koran tabungan Kamu dalam kurun waktu 3 bulan terakhir

    3. Appraisal

    Selanjutnya, bank melakukan proses penilaian untuk menentukan penyetujuan untuk permohonan. Biasanya, pemohon akan dikenakan biaya Rp 450.000. Di sana, bank akan menentukan taksiran harga rumah, dan bank hanya membantu pembiayaan berdasarkan persentase maksimal atas taksiran harga mereka.

    Misal, rumah ditaksir seharga Rp 500 juta. Jika pembiayaan maksimal bank adalah 70 persen, maka bank hanya membiayai sekitar Rp 350 juta (Rp 500 juta x 70/100). Sisanya, Rp 150 juta adalah tanggungan yang Kamu bayarkan kepada si penjual. Tak hanya itu, ongkos permohonan KPR juga umumnya memakan biaya 10 persen dari total pinjaman bank.

    4. Surat Perjanjian Kredit

    Surat Perjanjian Kredit (SPK) akan dibuatkan oleh bank sebelum prosesi penkamutanganan akad. Ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam isi SPK tersebut.

    – Besar bunga
    Amati bunga yang dikeluarga oleh bank, berapa besarnya serta sistemnya, apakah float atau fix. Jangan sungkan untuk menanyakan berapa perkiraan rincian biaya perbulan untuk mengetahui apakah tanggungan tersebut membebankan atau tidak.

    – Penalti
    Penalti atau hukuman umumnya diberikan oleh bank terkait pelanggaran tertentu. Jadi cari tahu, apa-apa saja pelanggaran yang dimaksudkan selain telat bayar cicilan. Jangan lupa pula untuk mengetahui sanksi apa yang akan diberikan jika melanggar.

    – Penunjukkan Notaris
    Untuk memilihan notaris agaknya lebih fleksibel, karena pembeli bisa memilih sesuai dengan keinginannya.

    5. Tanda Tangan Akad

    Penkamutanganan akad akan dilangsungkan bersama dengan pihak penjual suami-istri. Pada prosesi tersebut, akan dihadiri pula oleh pihak bank di hadapan notaris. Kedua belah pihak wajib menunjukkan KPT maupun KK asli, setelah itu, notaris akan membacakan kewajiban kedua belah pihak.

    Setelah semuanya berjalan dengan lancar, notaris akan memproses balik nama sertifikat rumah menjadi atas nama pembeli. Sementara sertifikat IMB dan PBB asli diberikan kepada pihak bank sebagai jaminan.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Top Up KPR buat Tambah Pinjaman, Ini Syarat dan Keuntungannya


    Jakarta

    Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah pinjaman yang diberikan oleh bank kepada nasabah untuk membeli rumah. Salah satu skema yang ditawarkan bank antara lain Top Up KPR, yakni menambah dana ke simpanan yang kita punya.

    Dalam hal ini, Top Up KPR menambah utang pinjaman rumah. Contoh plafon pinjaman KPR Anda sebelumnya Rp 200 juta. Lalu, Anda ingin menambah pinjaman untuk keperluan lain seperti renovasi rumah sebesar Rp 150 juta. Maka Anda bisa mengajukan Top Up KPR sebesar Rp 150 juta ke bank.

    Melansir dari Mortgage Master, Senin (1/7/2024), masyarakat mengajukan Top Up KPR antara lain karena membutuhkan dana untuk renovasi dan kebutuhan konsumtif lain, seperti biaya pengobatan dan pendidikan.


    Tentu produk pinjaman dari bank itu ada banyak pilihannya. Ada kredit tanpa agunan (KTA), kredit multiguna, kredit kendaraan bermotor (KKB), dan masih banyak lagi. Lantas apa kelebihan dan kekurangan Top Up KPR?

    Kelebihan Top Up KPR

    Jika saat ini Anda memiliki pinjaman KPR yang masih berjalan dan membutuhkan dana tunai tambahan untuk kebutuhan tertentu, melakukan top up KPR bisa menjadi pilihan untuk dicoba. Ada beberapa kelebihan top up KPR dibandingkan dengan mengajukan pinjaman baru. Berikut ini di antaranya:

    1. Lebih Cepat dan Mudah

    Mendapatkan dana tunai dari top up KPR prosesnya akan lebih mudah dan cepat dibandingkan Anda mengajukan pinjaman baru. Sebab, bank sudah memiliki track record dan data-data Anda sebagai debitur dari pinjaman KPR yang sedang berjalan. Oleh karena itu, proses verifikasi dan BI checking pun tidak diperlukan lagi.

    Selain itu, bank juga sudah memegang data rumah Anda sebagai jaminan, sehingga Anda tak perlu repot lagi mengurusi dokumen-dokumen untuk agunan pinjaman. Jika mengajukan pinjaman baru, tentu semua proses di atas harus Anda lalui, sehingga pencairan dana pun menjadi lebih lama.

    2. Bunga Lebih Rendah

    Bunga yang berlaku dari proses top up KPR biasanya lebih ringan dibandingkan bunga KTA atau kredit multiguna. Sebab bunganya cukup melanjutkan dari pinjaman KPR yang masih berjalan. Bahkan, bisa jadi bunga cicilan jadi lebih rendah kalau bank memberikan diskon. Biasanya, bank lebih terbuka untuk opsi diskon bunga ini kepada nasabah lama.

    3. Tenor Pinjaman Lebih Panjang

    Jangka waktu pinjaman KTA biasanya hanya sampai enam tahun, semantara pinjaman multiguna hanya sampai 15 tahun. Sementara itu, jika Anda melakukan top up KPR, tenor atau jangka waktu pinjaman Anda akan mengikuti tenor KPR, yakni bisa sampai 25-30 tahun.

    Dengan tenor yang panjang, otomatis cicilan bulanan pun akan lebih ringan. Meski demikian harus tetap dicatat, bahwa tenor panjang juga berarti beban utang yang harus Anda pikul akan lebih lama pula.

    Syarat Top Up KPR

    Untuk bisa mengajukan top up KPR, pertama-tama pastinya Anda harus memiliki pinjaman KPR yang masih berjalan. Jika tak punya KPR, ya tidak bisa top up dong. Selain itu, tak semua permohonan top up dari nasabah KPR juga akan disetujui bank. Ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi.

    1. Harga Rumah Mengalami Kenaikan

    Dasar dari top up KPR adalah adanya kenaikan harga rumah dari sejak Anda membelinya dulu. Kenaikan harga rumah ini yang akan menjadi dasar nilai top up yang bisa Anda cairkan. Jika harga rumah Anda stagnan atau bahkan turun, maka bank tidak akan mengabulkan permohonan top up Anda.

    2. Lama KPR Berjalan

    Bank biasanya memiliki ketentuan bagi nasabah KPR untuk bisa melakukan top up setelah masa pinjaman KPR berjalan beberapa waktu lamanya. Tiap bank memiliki batas waktu yang berbeda-beda, ada yang tiga tahun, lima tahun, atau 10 tahun. Jadi kalau masa pinjaman KPR Anda belum memasuki batas waktu tersebut, berarti Anda belum bisa mengajukan top up.

    3. Memiliki Riwayat Pembayaran Cicilan yang Baik

    Meskipun tidak memerlukan proses BI checking lagi, bank tetap akan memeriksa apakah pembayaran kredit Anda lancar atau tidak. Hal ini akan dilihat dari rekam jejak pembayaran cicilan KPR Anda yang masih berjalan. Kalau pembayarannya baik, maka besar kemungkinan pengajuan top up akan disetujui.

    Cara Top Up KPR

    Jika sudah mengetahui syarat dan kelebihan dari top up KPR, kini saatnya Anda memahami tata cara dan proses pengajuannya. Tidak sulit kok, mari mari simak langkahnya satu persatu.

    1. Menghubungi Bank

    Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menghubungi pihak bank KPR Anda. Anda bisa kontak bank melalui telefon, chat, email atau mengunjungi langsung kantor bank terdekat. Komunikasikan keinginan Anda untuk melakukan top up KPR kepada pihak bank untuk mengetahui prosedur yang harus dijalani.

    Bank kemudian akan melihat apakah Anda masuk kualifikasi untuk program top up dengan mengecek riwayat pembayaran cicilan dan lama pinjaman KPR Anda. Jika semuanya lolos, proses pengajuan top up Anda baru bisa dilanjutkan.

    Jika ingin menghemat waktu, Anda juga dapat mengajukan permohonan top up lewat konsultan KPR online, contohnya seperti Mortgage Master. Nantinya, tim Mortgage Master yang akan menghubungi pihak bank dan menegosiasikan pengajuan top up Anda. Layanan ini bisa Anda dapatkan gratis lho, cukup dengan mengisi formulir konsultasi saja.

    2. Bank Melakukan Appraisal Rumah

    Berikutnya, bank akan melakukan penilaian harga rumah atau appraisal. Untuk bisa mendapatkan fasilitas top up, bank akan mengecek apakah valuasi rumah Anda meningkat atau tidak. Bank akan survey langsung ke rumah Anda untuk melakukan proses ini. Jika ternyata harga rumah Anda naik dari sejak pembelian, maka Anda bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya.

    3. Melengkapi Dokumen Persyaratan

    Jika bank sudah memastikan bahwa Anda layak mendapatkan fasilitas top up, maka Anda akan diminta melengkapi sejumlah dokumen sebagai persyaratan.

    Dokumen ini di antaranya, slip gaji terbaru dan keterangan tempat bekerja. Bank akan melakukan verifikasi apakah Anda masih bekerja dan memiliki penghasilan tetap. Selain itu, bank juga akan mengecek ulang sertifikat rumah yang Anda jaminkan.

    4. Bank Menentukan Nilai Top Up

    Setelah melakukan appraisal, bank pun mengetahui nilai rumah Anda saat ini. Dari sinilah bank akan menentukan nilai top up KPR yang bisa Anda dapatkan.

    Biasanya, maksimal plafon pinjaman yang akan diberikan oleh bank adalah sekitar 70-80% dari harga rumah. Dengan demikian, maksimal dana tunai yang bisa Anda dapatkan dari fasilitas top up adalah plafon pinjaman baru dikurangi sisa pokok utang KPR berjalan.

    Selanjutnya, Anda perlu menentukan tenor pinjaman dan jumlah nilai top up yang Anda butuhkan untuk menentukan besar cicilan. Nantinya, besar cicilan dari dana top up akan digabungkan dengan cicilan KPR yang masih berjalan untuk Anda bayar setiap bulannya.

    5. Penandatanganan SPK

    Jika Anda dan pihak bank sudah setuju akan nilai top up, jangka waktu pinjaman, tingkat bunga, serta besar cicilan KPR baru, maka bank kemudian akan menerbitkan surat penawaran kredit (SPK). SPK ini berisi detail fasilitas top up Anda dan harus ditandatangani maksimal tiga bulan setelah diterbitkan.

    6. Tanda Tangan Akad

    Sama seperti KPR, Anda juga akan diminta menandatangani akad kredit untuk pencairan dana top up. Proses akad kredit ini wajib dihadiri oleh notaris, pihak bank, dan Anda (serta pasangan, jika sudah menikah) sebagai debitur. Setelahnya, dana top up akan ditransfer oleh bank ke rekening pribadi Anda.

    Jadi sudah paham kan top up KPR itu apa? Fasilitas tambahan kredit dari KPR ini bisa Anda manfaatkan ketika membutuhkan dana ekstra untuk keperluan mendesak. Jadi daripada mengajukan KTA atau pinjaman online, lebih baik melakukan top up KPR yang lebih menguntungkan buat keuangan kita.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com