Tag: spot

  • Dieng Membeku, Ini 5 Spot Wisata Fotogeniknya



    Wonosobo

    Dieng yang membeku menarik perhatian wisatawan. Kembali terjadi di musim panas, fenomena ini sayang untuk dilewatkan.

    Negeri di Atas Awan, itulah julukan destinasi di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut ini. Suasana berkabut menciptakan pemandangan memukau, apalagi saat fenomena embun es terjadi.

    Berjarak 30 km dari pusat kota Wonosobo, ada 5 tempat wisata fotogenik yang bisa kamu kunjungi selama berada di Dieng.


    5 Spot Wisata Fotogenik Dieng

    1. Kawah Sikidang

    Kawah ini terkenal dengan aktivitas vulkaniknya yang stabil dan mudah diakses. Kamu bisa melihat semburan uap panas dan kolam lumpur mendidih dari jarak yang cukup dekat, tentunya dengan tetap memperhatikan batas aman.

    Kawah ini juga memiliki aroma belerang yang khas, sebaiknya kamu memakai masker. Ada satu kegiatan yang wajib dilakukan wisatawan yaitu, merebus telur mentah dan merebusnya langsung di kawah!

    2. Bukti Sikunir

    Bukit Sikunir menjadi lokasi berburu matahari terbit yang wajib di Dieng. Bahkan, Sikunir masuk dalam daftar spot sunrise terbaik di Indonesia dengan nama Golden Sunrise.

    erjalanan menuju puncak Bukit Sikunir memang membutuhkan tenaga ekstra karena kamu harus mendaki selama kurang lebih 30 menit. Namun, lelahmu akan terbayar lunas begitu melihat indahnya mentari pagi yang perlahan menyinari barisan pegunungan.

    3. Telaga Cebong

    Telaga Cebong terletak di kaki Bukit Sikunir dan bisa kamu kunjungi sebelum atau sesudah menikmati sunrise. Telaga ini memiliki pemandangan yang memukau dengan air yang jernih dan dikelilingi perbukitan hijau.

    Banyak wisatawan yang memilih berkemah di sekitar Telaga Cebong untuk merasakan suasana malam yang tenang dan pagi yang indah. Selain itu, di sini kamu juga bisa menyaksikan aktivitas masyarakat lokal yang bercocok tanam di ladang-ladang sekitar telaga.

    4. Kompleks Candi Arjuna

    Candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini bercorak agama Hindu. Tempat ini menjadi lokasi ritual Dieng Culture Festival yang menampilkan prosesi pemotongan rambut anak gimbal.

    Dibangun pada abad ke-8, tempat ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai wisata sejarah dan budaya.

    5. Telaga Warna

    Yang satu ini tak boleh kamu lewatkan saat liburan ke Dieng. Seperti namanya, air di telaga ini dapat berubah warna mulai dari hijau, biru, hingga kuning keemasan. Fenomena ini terjadi karena kandungan belerang di dalam air yang memantulkan sinar matahari dengan sudut berbeda.

    Di sekitar telaga, kamu juga bisa menjelajahi gua-gua kecil seperti Gua Semar, Gua Jaran, dan Gua Sumur yang diyakini memiliki nilai spiritual.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menikmati Sunset dan Joging Sore Gratis di Taman Kota Bekasi 2025


    Jakarta

    Kota Bekasi punya landmark tempat warganya bisa menikmati sunset gratis, sambil joging atau jajan. Bisa nge-charge HP atau laptop juga karena di sini ada stopkontak.

    Adalah Plaza Patriot Chandrabhaga, spot di pinggir jalan arteri dan diresmikan pada Maret 2025, yang jadi tempat warga Bekasi untuk menikmati sunset gratis itu. Saat detiktravel berkunjung pada Sabtu (23/8/2025) sore, ratusan warga menikmati sore dengan berbagai aktivitas, mulai dari joging di dalam arena landmark, main skate, hingga sekadar jalan santai menikmati langit sore.

    Plaza Patriot Chandrabhaga memang tidak terlalu luas, ukurannya hanya sekitar 7.000 m², namun masyarakat tampak sangat antusias kongkow di sana. Apalagi, di sekeliling fasilitas umum ini ada tempat duduk yang dilengkapi stopkontak.


    Plaza Patriot CandrabhagaPlaza Patriot Candrabhaga (dok. Rosmha Widiyani/detikcom)

    Plaza Patriot Candrabhaga cocok didatangi pagi atau sore, sebab tidak ada pohon rindang layaknya hutan atau taman kota. Akibatnya, terik matahari langsung menggigit kulit jika datang di waktu yang salah. Bisa dibayangkan panasnya tempat ini bila dikunjungi pada siang hari ketika matahari ada di atas kepala.

    Memilih waktu sore hari, traveler bisa melihat matahari tenggelam secara dramatis ke balik atap Stadion Candrabhaga. Makin asyik lagi jika menyaksikan matahari terbenam itu dengan menikmati beragam camilan yang ditawarkan pedagang kaki lima di sana.

    Yang bikin asyik, pemerintah kota Bekasi menyediakan dua spot air minum gratis bagi pengunjung. Traveler cukup bawa tumbler lalu diisi air putih yang akan diminum selama beraktivitas. Namun, warga tampaknya lebih suka beli air kemasan dari pedagang di sekitar, atau bawa sendiri dari rumah.

    Apapun pilihannya tak mengurangi antusiasme warga Kita Bekasi bersenang-senang di ruang terbuka. Ada yang datang bersama keluarga, teman, atau belahan hatinya untuk cari keringat, relaksasi, atau sekadar ambil foto di tempat yang dianggap Instagramabel.

    Spot Ikonik di Taman Kota Bekasi

    Arena yang sering disebut sebagai taman kotanya Bekasi ini punya dua spot ikonik. Spot ini adalah sebuah monumen dengan lima tugu bertuliskan Bekasi Kota Patriot, yang mirip simbol kota ini. Tugu dengan warna putih dan tulisan hijau ini terletak menghadap Stadion Candrabhaga.

    Plaza Patriot CandrabhagaPlaza Patriot Candrabhaga (Rosmha Widiyani/detikcom)

    Spot lainnya adalah tribun tempat duduk lima tingkat untuk pengunjung. Di arena ini ada 12 menara yang menjadi simbol 12 kecamatan di Kota Bekasi. Arena ini sebetulnya cukup nyaman, namun tidak ada naungan sehingga sinar matahari langsung kontak dengan kulit tanpa ada penghalang.

    Plaza  Patriot CandrabhagaPlaza Patriot Candrabhaga (Rosmha Widiyani/detikcom)

    Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Plaza Patriot Candrabhaga yang berada tepat di samping stadion ini bisa jadi tempat pilihan menghabiskan sore hari bersama orang-orang terdekat. Apalagi tempat ini berada Jl. Jend Ahmad Yani tak jauh dari jalan layang Summarecon Bekasi, yang merupakan salah satu spot strategis di kota ini.

    Plaza Patriot Candrabhaga terbuka setiap saat bagi semua pengunjung. Bagi yang membawa kendaraan pribadi, pastikan tidak parkir di pinggir jalan dengan rambu Dilarang Parkir. Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di arena sekitar plaza yang dikelola penduduk sekitar. Selama beraktivitas di area ini, pastikan selalu jaga kebersihan dan buang sampah pada tempatnya.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ngulik Blok M Square, Kawasan Wisata Kuliner Paling Viral di Jaksel



    Jakarta

    Blok M Sqare adalah pusat perbelanjaan yang sangat ikonik di kawasan Blok M Jakarta Selatan. Dengan gedungnya yang besar tepat di pintu keluar terminal, Blok M Square sangat mudah dikenali para pengunjung.

    Tulisan Blok M Square yang besar dengan ujung menara dan desain luar ikonik membuat gedung ini mudah dilihat pengunjung dari berbagai arah. Sehingga, pengunjung bisa menjadikan Blok M Square patokan sebelum mendatangi gang-gang dan area Blok M.

    Blok M SquareBlok M Square Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Detik travel sempat mengunjungi Blok M Square dalam Famtrip-Strolling Arround Blok M bersama Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Secara umum, area Blok M mulai mengalami pembangunan besar-besaran di era Ali Sadikin menjabat Gubernur Jakarta pada 1966-1977.


    “Pada masa pemerintahannya, Ali Sadikin, berhasil membangun Kota Jakarta secara besar-besaran khususnya daerah Jakarta Selatan di area Blok M ini,” kata Muti yang ketika itu menjadi pemandu wisata.

    Ali Sadikin menginginkan Blok M dikelilingi wisata kuliner sesuai selera dan keinginan pengunjung. Harapan ini terwujud di era pembangunan Blok M saat ini yang terdiri dari beberapa distrik dengan aneka pilihan kuliner dan wisata lain.

    Termasuk area Blok M Square terletak di Jl. Melawai 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat ini, Blok M Square dan kawasan Blok M secara umum telah menjadi destinasi wisata urban, mulai dari Stasiun MRT hingga kawasan pemukiman Kebayoran Baru.

    Beberapa spot di Blok M Square menjadi viral dan jadi incaran para pengunjung yang baru sekali atau telah beberapa kali ke Blok M. Berikut datanya dihimpun dari arsip detikcom:

    – Masjid Nurul Iman Blok M Square di lantai 7

    – Kampoeng Mainan di lantai 3

    – Kue subuh di upper ground

    – Bursa buku dan sentra musik di basement

    – Pujasera di basement antara lain:

    • Artirasa Cheesecake
    • Bakmi Piring
    • Haka Dimsum
    • Thai Baby
    • Maiku Cafe.

    Blok M Square biasanya ramai di hari libur, jam makan siang, atau selesai kantor. Buat detikers yang ingin beburu kuliner atau wisata viral, sebaiknya hindari jam-jam tersebut agar nyaman dan tidak perlu antri lama. Jangan lupa bawa uang tunai dan nontunai untuk mengantisipasi gangguan di sistem pembayaran.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dulu Jadi Area Paling Keren, Kampung Kemang Kini Sepi dan Terlupakan



    Jakarta

    Kawasan Kemang di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan terpilih sebagai salah satu area paling keren di dunia 2025. Deretan pertokoan elite berjajar sepanjang jalan yang hidup sepanjang malam. Gaya hidup urban berpadu dengan kesederhanaan dan kehangatan khas Jakarta.

    Di balik gemerlap Kemang, terselip area yang sempat hype namun kini seolah terlupakan. Dulu Kampung Kemang sempat ramai disebut sebagai salah satu spot kuliner kekinian. Jejak kejayaannya masih bisa disaksikan di media sosial dan berbagai unggahan di internet.

    Namun kenyataannya sangat berbeda ketika detikTravel mengunjungi Kampung Kemang pada Minggu (19/10/2025). suasana di kawasan food court yang berlokasi di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan itu tampak sepi. Alih-alih dipenuhi pengunjung, hanya terlihat dua orang di bagian depan.


    Kampung Kemang yang sepi di 2025.Kampung Kemang yang sepi di 2025 (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Kayu pagar pintu masuk sudah mulai usang dan kursi kayu yang dulu jadi spot favorit pengunjung tampak mengeropos. Kendati tak lagi ramai seperti dulu, Kampung Kemang masih dibersihkan dan dirawat sehingga masih terlihat rapi walau nyaris tak ada kehidupan.

    “Untuk perawatannya kami hanya membersihkan biasa, tidak ada perawatan khusus, dibersihkan dan disapu,” kata Rizki yang bertindak sebagai Supervisor Kampung Kemang.

    Hanya 5 tenant yang terlihat buka sore itu, dari total 12 lokasi dengan 7 di bagian depan dan 5 di belakang area. Selebihnya tutup dan sebagian bahkan dijadikan tempat penyimpanan meja serta kursi. Beberapa ruangan tampak seperti ruang rapat kosong.

    “Tempat yang tutup itu terkendala dengan harga, harga sewa tenant food court dihitungnya per tahun,” jelas Rizki.

    Saat sedang ramai, sekitar 50 pengunjung bisa keluar masuk Kampung Kemang. Jumlah ini jelas berbeda dengan ketika Kampung Kemang baru buka di tahun 2023. Nuansa Kampung Kemang yang dulu jadi tempat nongkrong, paling update, dan punya banyak pilihan kuliner perlu sentuhan baru agar bisa kembali ramai dikunjungi.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Segar dan Menenangkan, Air Terjun Serbaraja Toll Park, Hidden Gem di BSD


    Jakarta

    Tangerang mempunyai destinasi ruang terbuka hijau dengan view air terjun kecil. Air terjun itu berada di Serbaraja Toll Park yang cocok untuk jogging pagi, me time sore, dan healing.

    Lokasi taman ada di dalam BSD area Kabupaten Tangerang. Dari sini, traveler bisa memandang Sungai Cisadane dengan air terjun mininya. Soal akses, kawasan ini mudah dijangkau dan terbuka untuk masyarakat umum.

    Serbaraja Toll Park The Breeze BSD TangerangAir terjun viral Serbaraja Toll Park The Breeze BSD Tangerang (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Air Terjun dan Keunikan Serbaraja Toll Park

    Serbaraja Toll Park ini unik karena lokasinya berada di bawah kolong jalan tol Serbaraja, tidak jauh dari pusat perbelanjaan The Breeze. Di sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan tiga air terjun kecil dari aliran Sungai Cisadane.


    Saat detikTravel berkunjung sore hari, taman itu relatif ramai. Menurut informasi, taman itu memang paling ramai pada pagi dan sore hari, serta sepanjang waktu saat akhir pekan. Taman itu memang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau dan dibuka untuk umum 24 jam.

    “Biasanya ramai saat weekend atau tanggal merah. Jam 05.00 WIB sudah ada yang lari di sini,” kata Suhadi, petugas keamanan setempat kepada detikTravel pada Rabu (29/10/2025).

    Menariknya lagi, taman itu juga kerap digunakan sebagai spot pemotretan wisuda. Namun, pengunjung wajib melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak pengelola agar tidak dikenakan biaya tambahan.

    “Taman ini bisa buat foto wisuda, tapi jangan dadakan ramai-ramai bawa kamera tanpa izin. Nanti kami petugas keamanan yang kena tegur. Yang ingin foto bisa minta izin ke pihak pengelola. Di sini ada CCTV, jadi kelihatan kalau ada keramaian,” ujar Suhadi.

    Menurut Suhadi, saat ini Serbaraja Toll Park masih dikelola pihak swasta sebagai developer utama. Pengelolaan ini meliputi perawatan, perizinan, dan penyiraman taman yang dilakukan dengan teratur.

    Vibe Serbaraja Toll Park

    Saat memasuki area taman, pengunjung akan disambut deretan tanaman hijau yang rindang dan asri dirawat setiap hari oleh petugas. Di dalamnya terdapat joging track yang bisa digunakan untuk berlari, berjalan santai, hingga bersantai menikmati udara segar.

    “Aku lagi jogging di sini. Jogging tracknya mulus, nggak berlubang, dan banyak tanaman hijaunya yang bikin pikiran fresh,” kata Mira, salah satu pengunjung.

    Di sepanjang jogging track, pengunjung juga disuguhi elemen estetis seperti batu-batuan kecil, jembatan, hingga lorong yang adem dan fotogenik. Menariknya, terdapat tiga pertigaan jembatan di area taman.

    Jika detikers berjalan lurus, jalur akan berlanjut ke track jogging berikutnya. Sementara itu, jika belok kiri, detikers akan keluar dari area taman. Selama berlari atau berjalan santai, pengunjung ditemani pemandangan sungai dengan suara gemericik air yang menenangkan.

    Bagi detikers yang ingin berkunjung, disarankan datang pada pagi atau sore hari untuk mendapatkan suasana yang teduh, adem, dan lebih ramai. Perpaduan suasana hijau, aliran sungai, dan jalur yang mulus membuat pengalaman jogging di taman ini terasa berbeda.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Melihat Street View dan Gedung Tinggi Jakarta di Tanjakan 13, Kuningan


    Jakarta

    Jakarta nggak pernah berhenti membuat tempat-tempat unik dan Instagrammable, salah satunya Tanjakan 13, di Kuningan City Mall. Sempat viral beberapa waktu lalu, hingga saat ini Tanjakan 13 masih menjadi pilihan destinasi nongkrong atau bersantai kawula muda di Jakarta.

    Berada di Jalan Prof Dr Satrio Kav.18, Kuningan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Tanjakan 13 merupakan area parkir mall yang dimodifikasi sebagai tempat nongkrong kekinian.

    Tempat ini dipenuhi kafe-kafe kekinian yang cocok untuk bersantai sambil menikmati suasana Kota Jakarta. Selain itu, terdapat banyak spot foto menarik dengan latar yang estetik dan Instagramable. Di Tanjakan 13, detikers bisa melihat langsung pemandangan gedung-gedung tinggi di Jakarta.


    Tanjakan 13 Kunigan City MallTanjakan 13 Kunigan City Mall (dok. Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

    Bagi detikers yang masih bingung cara menuju rooftop Tanjakan 13, Mall Kuningan City, berikut detikTravel merangkum cara paling mudahnya!

    Naik LRT

    Jika ingin menaiki LRT, bisa turun di Stasiun Kuningan atau Rasuna Said. Setelah itu bisa lanjut naik Transjakarta 6K dan turun di depan halte Kuningan City Mall atau bisa naik shuttle bus gratis dari Kuningan City.

    Naik MRT

    Bagi pengguna MRT, arahkan perjalanan ke Stasiun MRT Bendungan Hilir (Benhil). Setelah itu, lanjut naik Transjakarta 6D atau 6K menuju Kuningan City Mall.

    Naik KRL

    Staisun KRL paling dekat dengan Kuningan City Mall adalah Stasiun Tebet, detikers bisa turun di Stasiun tersebut dan lanjut menaiki Transjakarta 6D atau 6K.

    Nah! Setelah sampai di Kuningan City Mall, detikers bisa memasuki area mall melalui pintu lobi utama. Dari sini, naik satu lantai menggunakan eskalator. Selanjutnya menuju lift dengan patokan toko Guardian (letak lift di area lorong). Naiklah ke lantai P7. Setelah keluar lift, belok kanan lalu sampai di lokasi Tanjakan 13.

    Waktu paling tepat mengunjungi Tanjakan 13 adalah sore menjelang malam, ketika matahari mulai redup dan lampu-lampu kota mulai menyala, memberikan pemandangan yang indah untuk dinikmati. detikers bisa mengunjungi Tanjakan 13 setiap hari hingga menjelang tengah malam sekitar pukul 22.30 WIB.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sempat Viral, Sekarang Bukit Hyundai Bekasi Sepi Pengunjung


    Jakarta

    Masih ingat dengan Bukit Hyundai yang sempat viral beberapa waktu lalu? Banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana petang menunggu matahari terbenam untuk mendapat spot foto yang estetik dan Instagrammable.

    Namun, kini suasananya sudah tidak seramai dulu. Antusiasme masyarakat mulai menurun, meski masih dikunjungi wisatawan. Bukit Hyundai bisa jadi pilihan menarik untuk menikmati suasana tenang dan jauh dari keramaian.

    “Sesyahdu ini kalau sore, dulu sih sempet viral tapi sekarang sepi,” tulis akun Ameega dalam media sosial TikTok dibaca detikTravel pada Rabu (5/11/2025).


    Bukit Hyundai, spot wisata viral di Bekasi, Jumat (20/9/2024).Bukit Hyundai yang pernah viral di Bekasi (dok. Weka Kanaka/detikcom)

    Daya Tarik Bukit Hyundai

    Hal yang menjadi daya tarik Bukit Hyundai adalah pemandangannya yang unik. Bukit yang berada di belakang pabrik otomotif ini menyajikan pemandangan deretan mobil terparkir rapi, yang ternyata bisa sangat satisfying.

    Suasana di Bukit Hyundai menenangkan dan jauh dari keramaian, cocok untuk me time sendirian usai kerja. Selain itu, di sekitar kawasan Bukit Hyundai banyak penjual jajanan yang menjaja berbagai jenis makanan dan minuman.

    Momen favorit wisatawan biasanya datang saat sore hari, ketika matahari mulai terbenam dan langit berubah menjadi oranye. Memberikan pemandangan yang indah, terlebih dinikmati dari perbukitan.

    “Tempatnya enak untuk menikmati sunset, ada enak kuliner yang enak juga,” tulis akun Arif Kiyokuni Kompeni dalam sebuah ulasan Google dilihat detikTravel Rabu (5/11/2025).

    Lokasi Bukit Hyundai

    Bukit Hyundai berada di Desa Sukabungah, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Letaknya tidak jauh dari pusat Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi. Wisatawan cukup menempuh perjalanan sejauh 6 km saja.

    Bukit ini berada di belakang pabrik otomotif yakni kawasan Greenland Internasional Industrial Center (GIIC). Memiliki ketinggian 135 meter di atas permukaan laut (mdpl) memberikan suasana dan pemandangan unik yang tidak ditemui di tempat lain.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com