Tag: stadion

  • Kembalinya Event Lari Legendaris di Kota Hujan: Bogor 10K Siliwangi


    Cibinong

    Event lari legendaris di kota Bogor digelar lagi tahun ini dengan nama Bogor 10K Siliwangi. Begini keseruannya.

    Sejak pertama kali diadakan tahun 1981 oleh KOREM 061/ Surya Kencana, lomba lari yang dulunya bernama Bogor Siliwangi Marathon ini menjadi lomba lari 10 kilometer populer dan ditunggu.

    Event Bogor Marathon Siliwangi sempat berhenti tahun 1996, sebelum digelar lagi pada 2010. Sejak saat itu, event tersebut digelar rutin dengan format 10K, bertitel Bogor 10K Siliwangi.


    Bogor 10K Siliwangi digelar dalam rangka merayakan HUT TNI ke-80 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (12/10/2025). Ada sekitar 1.500 peserta yang hadir dan kompak memakai jersey warna hijau bertuliskan nama acara. Mereka memulai lomba pukul 05.30 WIB sambil lari seseruan bersama.

    Ini merupakan kolaborasi antara KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kabupaten Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, Kodim 0621 /Surya Kencana, dan Chibi Runners.

    Bogor 10K SiliwangiBogor 10K Siliwangi digelar di Stadion Pakansari 12 Oktober. (Foto: dok.Bogor 10K Siliwangi)

    Para peserta lari bersama menempuh lintasan penuh energi dengan udara sejuk khas Kabupaten Bogor. Rute acara Bogor 10K Siliwangi dimulai dan berakhir di dalam Stadion Pakansari melewati Kodim 0621/ Kabupaten Bogor yang steril dari kendaraan bermotor sehingga keamanan peserta terjamin.

    Tak berlebihan kalau lomba lari ini dianggap menjadi salah satu contoh kegiatan yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta meningkatkan prestasi olahraga dan wisatawan ke Kabupaten Bogor.

    Piagam Bersejarah

    Berbeda dari acara lari lainnya, Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar menjelaskan bahwa Bogor 10K Siliwangi terbilang istimewa. Selain rutenya yang unik dengan pemandangan kota Bogor, lomba lari ini juga membangkitkan romansa kenangan warga, terutama para peserta yang dulu pernah mengikuti edisi awal ajang lari ini.

    Untuk membangkitkan memori para peserta lomba yang terdiri dari berbagai kategori mulai atlet, TNI/ POLRI, pelajar sampai masyarakat umum, mereka mendapatkan piagam yang desainnya seperti piagam yang diperoleh para peserta di tahun 1990.

    “Bogor 10K Siliwangi bukan sekadar ajang lari, tapi juga ada nilai sejarah, kebersamaan, dan bangganya ini jadi bagian dari Kabupaten Bogor,” ungkap Rike.

    (mrp/ran)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Jangan Ketinggalan! Yuk Fun Run Sambil Seru-seruan di Benteng Run 2025


    Jakarta

    Olahraga kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang tak hanya sehat, tapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan. Salah satu tren yang semakin populer adalah sportainment, yaitu perpaduan antara olahraga dan hiburan.

    Tahun ini kamu bisa ikut merasakan hype sportainment terbesar di Tangerang melalui Benteng Run, Color Fun Festival 2025. Bersiaplah untuk merasakan euforia lari penuh warna dalam Benteng Run, Color Run Festival 2025! Acara ini digagas oleh Muda Mudi Nusantara dan akan berlangsung pada:

    • Hari, Tanggal: Minggu, 26 Oktober 2025
    • Waktu: 06.00 – 16.00 WIB
    • Lokasi: Stadion Benteng Reborn, Tangerang

    Event ini bukan sekadar lomba lari biasa. Kamu akan diajak menikmati sensasi color run, serunya foam party, penampilan musik, hingga atmosfer kebersamaan yang bikin acara ini berbeda dari event olahraga lainnya. Dengan dukungan pemerintah daerah dan komunitas muda, festival ini juga menjadi bagian dari misi menjadikan Tangerang sebagai Sport City.


    Kalau kamu ingin ikut Benteng Run dengan pengalaman paling maksimal, Group Ticket adalah solusi terbaik. Tiket ini bukan hanya lebih hemat, tapi juga bikin acara jadi lebih seru karena kamu bisa berbagi momen dengan pasangan, sahabat, keluarga, atau komunitas.

    Selain itu, ada diskon special buat kamu berupa potongan harga khusus untuk grup besar, sehingga semakin hemat bila datang beramai-ramai. Ajak teman dan keluarga kamu untuk lari dan seru-seruan bareng di Benteng Run, Color Run Festival 2025!

    Jangan sampai kehabisan, rasakan sendiri keseruan lari penuh warna, foam party, hingga hiburan dari Aziz Gagap dan Start Koplo di Stadion Benteng Reborn, Tangerang!

    Daftar sekarang juga melalui detikevent!

    (krs/yna)



    Sumber : sport.detik.com

  • Euforia Lari Penuh Warna! Ikutan Benteng Run, Color Fun Festival 2025

    Jakarta

    Tren olahraga kini semakin berkembang, bukan hanya sebatas aktivitas fisik, tapi juga menjadi bagian dari gaya hidup modern yang menyenangkan. Salah satu konsep yang tengah naik daun adalah sportainment, perpaduan olahraga dan hiburan yang membuat pengalaman jadi lebih seru.

    Tahun 2025, Tangerang akan menjadi saksi salah satu ajang sportainment terbesar, yaitu Benteng Run, Color Fun Festival 2025.

    Festival Lari Penuh Warna yang Ditunggu-Tunggu

    Di bawah naungan Muda Mudi Nusantara, event ini hadir bukan sekadar lomba lari. Peserta akan merasakan euforia luar biasa melalui color run dengan taburan bubuk warna, foam party yang segar, hingga hiburan musik yang meriah. Lebih spesial lagi, acara ini akan menghadirkan Aziz Gagap dengan penampilan komedinya yang menghibur, serta Start Koplo yang siap mengguncang panggung festival.


    Detail Event!

    • Hari/tanggal: Minggu, 26 Oktober 2025
    • Pukul: 06.00 – 16.00 WIB
    • Lokasi: Stadion Benteng Reborn, Tangerang

    Lebih Hemat dan Seru dengan Group Ticket

    Salah satu keunggulan Benteng Run 2025 adalah adanya kategori Group Ticket yang membuat pengalaman berlari semakin berkesan. Kamu bisa datang bersama pasangan, sahabat, keluarga, bahkan komunitasmu.

    • Couple Ticket: Rp 420.000 / 2 orang
    • 5 Person Package: Rp 1.045.000 / 5 orang

    Kalau dihitung, paket 5 orang ini membuat setiap peserta hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 209.000 saja, lebih hemat dibandingkan membeli tiket satuan. Bukan hanya soal harga, tetapi momen kebersamaan yang tercipta akan membuat acara ini jadi pengalaman tak terlupakan.

    Kuota Presale 3 Terbatas

    Kategori tiket Presale 3 hanya tersedia dalam jumlah terbatas. Melihat tren penjualan tiket event olahraga hiburan seperti ini, biasanya kuota cepat sekali habis. Maka, jangan menunda terlalu lama untuk mengamankan tiketmu.

    Benteng Run, Color Fun Festival 2025 adalah kesempatan untuk kamu merasakan sendiri bagaimana olahraga bisa berpadu sempurna dengan hiburan. Nikmati energi, warna, musik, tawa, dan kebersamaan dalam satu hari penuh euforia!

    Yuk, daftar sekarang juga sebelum kehabisan tiket melalui detikevent!

    (krs/cas)



    Sumber : sport.detik.com

  • Patrice Evra Datang ke Jakarta, Promosi Sepakbola Jalanan 3X3


    Jakarta

    Spirit sepakbola jalanan 3X3 sedang berlangsung di Cilandak Square, Jakarta. Untuk menambah semarak, legenda Manchester United Patrice Evra turut hadir.

    Chief Strategic & Operations Offside Corp Kunto Wiyoga menjelaskan bahwa pihaknya menggelar LigaKita Festival untuk mempromosikan sepakbola menyenangkan. Menurutnya, iklim sepakbola Indonesia cukup cocok dengan sepakbola jalanan.

    Minimnya jumlah lapangan dan pemain, tidak menjadi isu buat sepakbola jalanan. Cukup tiga pemain dalam satu tim, pertandingan sepakbola sudah bisa dijalankan.


    “Inisiasi kami adalah menciptakan turnamen soccer cage, mau mengangkat kultur sepakbola jalanan yang berbasis kandang. Jadi bisa dimainkan kapan saja dan di mana saja,” kata Kunto di Cilandak Square, Sabtu (8/11/2025).

    “Jadi ini eksibisi yang pertama 3×3. Intinya ada 1×1 juga, sekarang komunitas. Besok sore akan ada 6 content creator, termasuk juga Patrice Evra yang mau main lawan content creator di Indonesia,” ujarnya menambahkan.

    Sepakbola 3x3Foto: Muhammad Robbani/detikSport

    Dijelaskan Kunto, saat ini Evra sudah ada di Indonesia, dan bahkan sudah jalan-jalan di Jakarta sejak kemarin, Jumat (7/11). Kemudian acara akan dilanjutkan besok, Minggu (9/11), pagi, yang merupakan acara puncak dari berupa Simpati Clash of Stars.

    Acara puncak ini akan diikuti para peserta dari lima kota sebelumnya yang terpilih. Sebanyak lima orang anak berkesempatan berlatih bersama sama Evra di Stadion Asiop, Arcici, Cempaka Putih.

    “Rencananya kami membuat acara ini tiap tahun, ini kali pertama buat Offside Corp dan rangkaian event ini boleh dibilang trial. Insyaallah tahun depan akan mendatangkan pemain internasional lagi, mungkin sekitar 2-3 pemain dengan rangkaian acara yang sama; coaching clinic, clash of stars, nanti menarik anak-anak lagi ke Jakarta,” tutur Kunto.

    “Kemudian akan ada seperti ini lagi turnamen jalanan. Tapi kami akan sebar ke lebih kurang 8-11 kota tahun depan. Ini adalah inisiasi kami untuk membentuk sebuah intelectual property yang berbasis entertainment. Jadi kalau bicara tujuan kami punya tujuan secara komersial, pasti, secara jangka panjang mau naikkan sepakbola Indonesia dari grassroot, 3×3 yang spriritnya karena makin sedikit lapangan bola di Indonesia,” ucapnya.

    “Tidak perlu 11 pemain, tidak perlu 5 pemain, main sendirian lalu tarik dua teman. Jadi main di mana saja dan kapan saja bisa. Kami punya program coaching clinic yang tujuan jangka panjang kami mau punya silabus, meski belum tahu apakah bisa terkoneksi dengan federasi (PSSI),” katanya lagi.

    “Tapi setidaknya kemarin salah satu pelatih kolaborasi di Jogja ada Coach Indra Sjafri, beliau kasih banyak masukkan; program jangka pendek, menengah, panjang. Karena target usia 8-12, sepakbola menyenangkan sehingga diharapkan bisa menciptakan materi yang enak buat mereka,” tutupnya.

    (mro/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Dulu Stadion Sepakbola, Kini Taman Hits di Jakarta


    Jakarta

    Memiliki sejarah yang panjang Stadion Menteng di Jakarta Pusat menjelma menjadi Taman Menteng, sebuah kawasan ruang terbuka hijau yang jadi destinasi masyarakat untuk menikmati hari dan berolahraga.

    detikTravel menyambangi taman itu pada Selasa (27/8/2024). Taman Menteng merupakan sebuah stadion sepakbola di era kolonial Belanda dan pernah menjadi stadion klub sepakbola Persija Jakarta.

    Taman Menteng, Jakarta PusatTaman Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Pada 19601, Stadion Menteng menjadi markas Persija. Kendati menjadi kandang tim sepakbola ibu kota, Stadion Menteng bahkan telah dikenal pula sebagai Stadion Persija, pada 1975 stadion itu dialihfungsikan menjadi taman untuk resapan air.


    Pemda DKI juga memasukkannya ke dalam cagar budaya yang tidak boleh diubah. Hingga kemudian pada 2006 menjadi Taman Menteng.

    Melansir Jakarta Tourism, alih fungsi stadion tersebut karena saat itu Kota Jakarta kekurangan kawasan resapan sehingga harus mengubah stadion menjadi taman. Kini Taman Menteng memiliki kurang lebih 44 sumur resapan.

    Kandang Persija

    Merujuk sejumlah sumber disebutkan Stadion Menteng berdiri pada 1921 dengan nama Stadion Voetbalbond Indische Omstreken Sport (VIOS). Pembangunannya diarsiteki dua orang dari Belanda, yakni F.J. Kubatz dan P.A.J. Moojen.

    Memasuki era kemerdekaan Indonesia, Stadion Menteng kemudian digunakan sebagai kandang Persija. Sebelumnya, Persija bermarkas di Stadion IKADA. Presiden Sukarno memberikan Stadion Menteng kepada Persija pada awal 1960-an setelah Stadion IKADA disulap menjadi Monas.

    Tetapi, Persija juga harus tergusur lagi pada 26 Juli 2006 saat Jakarta dipimpin oleh Gubernur Sutiyoso. Pemprov DKI Jakarta berencana menjadikan Stadion Menteng sebagai taman dan tempat parkir.

    Kendati keberatan dan membawanya ke ranah hukum, Persija kalah. Persija pindah markas ke Stadion Lebak Bulus.

    Kondisi Terkini

    Terletak di Jalan HOS. Cokroaminoto, Taman Menteng jadi tempat bersantai dengan fasilitas yang lengkap. Taman itu memiliki tiga lapangan yakni futsal, basket, area alat kebugaran. Adapun wahana permainan anak seperti perosotan-ayunan, dua rumah kaca, hingga toilet.

    Masyarakat banyak menggunakan taman ini berbagai kegiatan, Taman Menteng ini juga banyak dikelilingi oleh perdagangan makanan dan minum. Jadi tak perlu khawatir jika berkunjung ke sini perut keroncongan atau dahaga kering.

    Salah satu pedagang yang sudah berjualan lama di taman ini adalah Erwin, pedagang es kelapa muda ini menyebut sudah 20 tahun berjualan di kawasan ini.

    Taman Menteng, Jakarta PusatTaman Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    “Dari yang masih kecil sampe sekarang ada yang udah anak dua, jadi polisi, jadi tentara. Banyak lah dan rata-rata bilang ‘masih aja jualan di sini bang’,” sebut Erwin sembari bersantai di atas motor.

    Erwin juga mengatakan hari-hari ramai taman ini adalah Sabtu dan Minggu, pada pagi hari juga sore hari. Jika di hari kerja Senin hingga Jumat, taman ini biasa didatangi oleh para pelajar yang berolahraga ataupun karyawan yang hendak santap siang.

    “Kalau hari-hari kaya begini ya cuma segini-segini aja, banyaknya anak-anak sekolah Obama (SDN 01 Menteng) yang olahraga di sini,” tambahnya.

    Taman Menteng ini bisa dinikmati masyarakat tanpa adanya pungutan biaya, buka setiap hari dari jam 05.00 hingga 22.00 WIB. Untuk parkir pun tak perlu khawatir karena taman ini terdapat tempat parkir bertingkat atau juga bisa parkir di antara Taman Menteng dan Taman Kodok.

    Tugu Trirura 66

    Di Taman Menteng tersimpan Tugu Tritura 66. Sebelumnya, tugu itu berdiri kokoh di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan alasan monumen bersejarah itu dipindahkan dari Jalan Rasuna Said ke Taman Menteng pada acara peresmian relokasi Tugu 66 pada Rabu (5/10/2022). Selain Anies, acara itu dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya tokoh pergerakan mahasiswa angkatan 66, seperti Akbar Tandjung, Laskar Ampera, anggota DPD RI Fahira Idris, BEM Nusantara, serta unsur organisasi perangkat daerah terkait.

    Anies mengatakan kehadiran Monumen Tugu 66 menjadi peringatan perjalanan sejarah Indonesia. Namun, visual patung itu menjadi terhalang lantaran adanya proyek pembangunan LRT di kawasan Rasuna Said.

    “Sebetulnya ini dibahas agak panjang, ketemuan dengan senior kita semua para pejuang 66 yang ceritakan tentang kondisi monumen di kawasan Rasuna Said yang saat itu ada proses konstruksi dan lain-lain sehingga kehadirannya sebagai monumen berkurang efektivitasnya,” kata Anies.

    “Monumen itu kan salah satu tugasnya memberikan kepada kita peringatan, ada sebuah bangunan yang bisa bisa lihat lalu kita teringat. Nah, itu bermasalah dan kita sampaikan insyaallah dan akan kami lakukan prosesnya,” ujar Anies.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Akses Menuju Jakarta International Stadium (JIS), Sejarah, dan Fasilitasnya


    Jakarta

    Jakarta International Stadium (JIS) adalah salah satu fasilitas umum yang banyak dikenal publik. Stadion ini telah banyak digunakan untuk pertandingan hingga konser pasca diresmikan tahun 2022.

    Dikutip dari laman Pemerintah Provinsi Jakarta, JIS mengusung tema modern dengan memprioritaskan akses transportasi publik untuk acara nasional hingga internasional. Beberapa transportasi umum yang dapat diakses kesana yaitu.

    1. TransJakarta

    • Rute JIS 3 (JIS – Harmoni)
    • Rute 14 (JIS – Senen)
    • Rute 10K (Tanjung Priok – Senen via Taman BMW).

    2. KRL Commuter Line Jabodetabek

    • Stasiun Ancol (3,5 km dari JIS)
    • Stasiun Tanjung Priok (4 km dari JIS)
    • Stasiun Bekasi-Stasiun Manggarai-Stasiun Ancol
    • Stasiun Tangerang-Stasiun Duri-Stasiun Kampung Badan-Stasiun Ancol.

    3. Mikrotrans

    • Jak 77 (Tanjuk Priok-Jembatan Item)
    • Jak 88 (Tanjung Priok-Ancol Barat).

    Sejarah Pembangunan JIS

    Jakarta International Stadium (JIS) diresmikan oleh Gubernur Jakarta, Anies Baswedan pada tahun 2022. Awalnya stadion ini akan dinamakan Stadion BMW sesuai nama lahan awalnya yaitu Taman Bersih Manusia Wibawa (BMW).


    Latar belakang didirikannya stadion atap buka tutup pertama di Indonesia ini adalah kebutuhan stadion bertaraf Internasional di Indonesia yang masih terbatas. Dengan menggandeng PT Jakarta Propertindo (Jakpro), pemerintah Kota Jakarta membangun pengganti stadion Lebak Bulus dan mewadahi klub sepak bola lokal di Jakarta.

    Namun ternyata proyek ini telah digagas terlebih dahulu oleh Fauzi Bowo (Foker) sejak tahun 2008 ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan melakukan penggusuran tepat pada 24 Agustus.

    Sengketa yang pelik antara masyarakat di wilayah Taman BMW seluas 66,6 hektar atas bangunan liar yang ada akhirnya mandek dan dilanjutkan kembali di masa pemerintahan Joko Widodo. Klaim 2 sertifikat yang dimiliki Pemprov DKI ternyata belum cukup memenangkan gugatan dan akhirnya dilanjutkan kembali oleh Djarot Saiful Hidayat di tahun 2017.

    Meskipun Djarot telah meletakkan batu pertama dan sertifikat hak pakai pada tanggal 18 Agustus 2017, pembangunan JIS belum bisa dilakukan. Anies Baswedan sebagai pimpinan berikutnya memperkenalkan JIS pada 14 Maret 2019 dengan menggandeng Jakpro hingga akhirnya selesai dibangun 2022.

    JIS pertama kali diluncurkan pada tanggal 19 April 2022 dan resmi dibuka pada 24 Juli 2022 sebagai bukti bahwa kebesaran dan kekuasaan bangsa Indonesia.

    Fasilitas Mewah dan Lengkap JIS

    Lisensi internasional pada stadion modern ini tentu ditunjang dengan fasilitas yang apik. Berlokasi di Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta, berikut beberapa fasilitas menarik JIS yang menghabiskan dana sekitar Rp 4,08 Triliun.

    1. Ruang Ganti Pemain+Bak Mandi Air Panas

    Tidak seperti ruang ganti pada umumnya, khusus tim yang bertanding di stadion ini akan dimanjakan dengan fasilitas ruang ganti yang mewah. Pasalnya di area ruang ganti pemain terdapat bak mandi air panas dan area pemanasan yang mampu membuat pemain relaks sebelum bertanding.

    2. Bilik Korporasi

    Bilik ini terdapat di lantai 5 dan 6 sisi tribun barat dan timur yang berguna untuk rapat dan bekerja. Ruang ini memberikan pemandangan langsung ke tribun stadion sehingga dapat bekerja sekaligus menonton pertandingan sepak bola yang ada.

    3. Media Room

    Selain menyediakan ruang untuk rapat, JIS juga memberikan ruangan bagi media untuk melakukan konferensi pers. Terdapat parkir khusus bagi media untuk mempermudah akses dan peliputan informasi terkini dari kegiatan di Jakarta International Stadium (JIS).

    4. Jogging Track

    Terdapat dua area jogging yang ada di JIS yaitu di ring luar dan rangka bangunan atas. Disini detikers dapat merasakan olahraga dengan nuansa berbeda pemandangan Jakarta di atas ketinggian 72 meter.

    5. Sistem Audio dan Internet

    Karena juga digunakan untuk konser tingkat internasional, JIS dilengkapi oleh Speech Transmission Index (STI) Pro Sound dengan tekanan suara lebih dari 100dBA-105dBA. Seluruh ruangan juga terkoneksi dengan Wi-Fi yang memudahkan komunikasi di stadion internasional tersebut.

    6. Atap Stadion Buka Tutup

    Hal yang membuat stadion ini bak di Eropa adalah teknologi buka tutup yang ada di bagian atapnya. Fasilitas unggulan ini sangat fleksibel dan mempermudah kinerja acara hingga tercatat oleh MURI sebagai teknologi stadion tercanggih pertama di Indonesia.

    7. Kursi Premium dan Perawatan Eksklusif

    Tribun penonton di JIS dapat menampung sekitar 82 ribu penonton dengan sistem kursi tunggal dengan bahan plastik tebal berwarna jingga. Kursi VIP juga dibuat dari jok busa layaknya kursi bus premium yang selalu dibersihkan setiap hari oleh petugas yang ada.

    Jakarta International Stadium (JIS) menjadi saksi perhelatan penghargaan bergengsi Golden Disc Award (GDA) ke-38 pada 6 Januari 2024. JIS juga menjadi lokasi konser girlgroup populer dari Korea, Twice, pada 23 Desember 2023.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Tempat Staycation di Jakarta dengan View City Light yang Keren


    Jakarta

    Staycation merupakan salah satu cara yang dilakukan banyak orang untuk melepas penat. Pada umumnya, staycation dilakukan dengan menginap semalam saja di hotel.

    Apa saja yang dilakukan saat staycation? Mulai dari streaming film, berenang, gym, atau memesan makanan yang kamu suka. Selain itu, ada juga yang ingin menikmati pemandangan kota di malam hari atau disebut city light.

    Nah, ada sejumlah hotel di Jakarta yang menawarkan pemandangan kota di malam hari yang keren. Penasaran? Simak ulasannya dalam artikel ini.


    Tempat Staycation di Jakarta dengan View City Light

    Jakarta memang dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit, terutama di kawasan Sudirman, Kuningan, hingga SCBD. Agar bisa menikmati pemandangan city light Jakarta dengan puas, sebaiknya pilih tempat staycation yang berada di pusat kota dan pilih kamar di lantai atas.

    Nah, bagi travelers yang ingin staycation di hotel dengan view city light terbaik, berikut beberapa hotelnya yang telah dirangkum tim detikTravel:

    1. Harris Suites FX Sudirman

    Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi Harris Suites FX Sudirman

    Rekomendasi yang pertama ada Harris Suites FX Sudirman. Hotel ini kerap menjadi pilihan banyak orang yang ingin staycation sambil menikmati view city light, sebab lokasinya berada di pusat kota sehingga memudahkan untuk melihat pemandangan gedung-gedung di malam hari.

    • Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman, Pintu Satu Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
    • Rating: 8,6/10
    • Harga: mulai dari Rp 1,1 jutaan per malam.

    2. Pan Pacific Jakarta

    Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi Pan Pacific

    Punya budget lebih untuk staycation semalaman? Pan Pacific bisa menjadi opsi menarik. Lokasi hotelnya yang berada di pusat kota dijamin membuat travelers puas melihat pemandangan Jakarta di malam hari.

    • Lokasi: Luminary Tower, Jalan MH Thamrin No 10, Jakarta Pusat
    • Rating: 9,7/10
    • Harga: mulai dari Rp 2,9 jutaan per malam.

    3. W Home Benhil

    Buat travelers yang punya budget terbatas, W Home Benhil bisa menjadi pilihan terbaik untuk staycation sambil menikmati pemandangan kota Jakarta. Walau kamu tak bisa melihat pemandangan kota dari dalam kamar, tapi tersedia area rooftop lengkap dengan cafe untuk menikmati view city light Jakarta.

    • Lokasi: Jalan Bendungan Jatiluhur No 60, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat
    • Rating: 8,8/10
    • Harga: mulai dari Rp 320 ribuan per malam.

    4. Shangri-La Jakarta

    Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi Shangri-La

    Rekomendasi tempat staycation di Jakarta dengan view city light selanjutnya adalah Shangri-La. Hotel yang satu ini sudah terkenal dengan pelayanannya yang sangat baik, sehingga travelers akan puas meski hanya menginap semalam.

    • Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman Kavling 1, Tanah Abang, Jakarta Pusat
    • Rating: 9/10
    • Harga: mulai dari Rp 2,2 jutaan per malam.

    5. Hotel Mulia Senayan

    Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi Hotel Mulia Senayan

    Hotel bintang lima ini sudah terkenal akan pelayanannya yang sangat baik. Selain itu, Hotel Mulia Senayan juga menawarkan view city light Jakarta yang ciamik dari dalam kamar. Bahkan, kamu bisa melihat Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) jika memesan kamar hotel yang mengarah langsung ke sana.

    • Lokasi: Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat
    • Rating: 8,8/10
    • Harga: mulai dari Rp 2,8 jutaan per malam.

    6. Manhattan Hotel Jakarta

    Jika kamu ingin staycation di kawasan yang dekat dengan pertokoan dan mal, Manhattan Hotel Jakarta bisa menjadi pilihan terbaik. Selain itu, kamu bisa menikmati view city light Jakarta dari dalam kamar atau kolam renang outdoor yang terletak di lantai atas.

    • Lokasi: Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan
    • Rating: 8,3/10
    • Harga: mulai dari Rp 1 jutaan per malam.

    7. The Langham Jakarta

    Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi The Langham

    Ingin menikmati view city light Jakarta sambil merasakan tidur di kamar hotel bintang lima? The Langham jawabannya. Memang, harga kamar per malamnya termasuk salah satu yang termahal, tetapi travelers dijamin puas dengan pelayanannya.

    • Lokasi: District 8 SCBD, Jakarta Pusat
    • Rating: 9,1/10
    • Harga: mulai dari Rp 2,8 jutaan per malam.

    8. Fairmont Jakarta

    Tak jauh dari Hotel Mulia Senayan, terdapat sebuah hotel bintang lima yang juga menawarkan view city light Jakarta terbaik, yakni Fairmont. Salah satu pemandangan paling ciamik dari hotel ini adalah mengarah langsung ke lapangan Senayan Golf Club.

    • Lokasi: Jalan Asia Afrika No 8, Jakarta Pusat
    • Rating: 8,9/10
    • Harga: mulai dari Rp 3,4 jutaan per malam.

    9. The Westin

    Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi The Westin

    Hotel yang satu ini juga terkenal akan pemandangan city light Jakarta. Selain menikmati view dari dalam kamar, cobalah untuk melihat pemandangan Jakarta dari restoran yang berada di lantai atas, dijamin bikin travelers terpukau!

    • Lokasi: Jalan H.R Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan
    • Rating: 8,9/10
    • Harga: mulai dari Rp 2,4 jutaan per malam.

    10. Raffles Jakarta

    Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi Raffles Jakarta

    Satu lagi tempat staycation yang menawarkan view city light di Jakarta, yakni Raffles hotel. Tak hanya menikmati pemandangan dari dalam kamar, kamu juga bisa melihat pemandangan gedung pencakar langit dari area restoran dan bar.

    • Lokasi: Ciputra World, Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan
    • Rating: 9/10
    • Harga: mulai dari Rp 3,1 jutaan per malam.

    Itu dia daftar tempat staycation di Jakarta dengan view city light. So, tertarik menginap di hotel mana travelers?

    (ilf/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 9 Taman yang Tersebar di Jakarta, Bisa Buat Piknik sampai Olahraga


    Jakarta

    Siapa bilang Jakarta hanya penuh dengan kemacetan dan gedung-gedung tinggi? Di antara padatnya aktivitas kota, Jakarta punya banyak taman yang bisa jadi tempat istirahat sejenak dari kesibukan.

    Entah untuk sekadar duduk santai di bawah pohon rindang, piknik bersama keluarga, atau berolahraga di pagi dan sore hari, taman-taman ini siap menyambut siapa saja yang ingin menikmati udara segar di tengah kota.

    9 Taman yang Tersebar di Jakarta

    Sebagai kota metropolitan, Jakarta tentu membutuhkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berfungsi sebagai ‘paru-paru’ kota, sekaligus ruang untuk beraktivitas masyarakat. Disadur dari laman resmi Provinsi DKI Jakarta, pemerintah menghadirkan berbagai ruang terbuka seperti Taman Kota, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan Hutan Kota.


    Taman Kota menjadi salah satu ruang publik yang dibangun secara masif oleh Pemprov DKI Jakarta. Taman ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Taman Maju Bersama (TMB) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

    TMB merupakan bagian dari pengembangan RPTRA yang sudah ada sebelumnya. Sementara itu, RTPRA dirancang sebagai taman atau area terbuka yang dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari permainan anak, kamera pengawas (CCTV), hingga ruangan pendukung seperti perpustakaan, PKK Mart, ruang laktasi, dan area komunitas lainnya.

    Berikut beberapa taman terbaik yang tersebar di Jakarta, bisa jadi tempat wisata menghabiskan waktu akhir pekanmu untuk piknik, sampai olahraga:

    1. Taman Suropati (Menteng, Jakarta Pusat)

    Taman Suropati, Menteng, JakartaFoto: Natasha Kayla Ananta/detikcom

    Taman Suropati berlokasi di Jl Taman Suropati No.5, RT 5/RW 5, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Taman ini sudah lama menjadi salah satu ruang hijau favorit warga Jakarta. Lokasinya yang strategis di tengah kota membuat taman ini mudah dijangkau.

    Suasana yang teduh berkat deretan pepohonan besar, area jogging track, bangku taman, dan kehadiran komunitas yang sering berkumpul, membuat Taman Suropati cocok untuk sekadar piknik santai atau berolahraga ringan di pagi dan sore hari.

    Dengan fasilitas yang lengkap, Taman Suropati adalah salah satu taman yang sangat direkomendasikan di Jakarta. Selain suasana yang nyaman, taman ini punya fasilitas internet gratis, banyak spot kuliner, dan buka 24 jam.

    2. Taman Menteng (Menteng, Jakarta Pusat)

    Taman Menteng, Jakarta PusatFoto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

    Tak jauh dari Taman Suropati, ada Taman Menteng yang tak kalah menarik. Taman Menteng berlokasi di Jl HOS. Cokroaminoto, RT.3/RW.5, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat.

    Taman Menteng merupakan ruang terbuka hijau yang sebelum diubah menjadi taman, area ini sebelumnya adalah lokasi Stadion Menteng. Taman ini berdiri di atas lahan seluas 2,9 hektar dan dihiasi oleh beragam jenis tanaman, setidaknya ada sekitar 30 spesies yang tumbuh.

    Taman Menteng juga dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari area olahraga, jogging track, lapangan basket, hingga rumah kaca yang kerap dijadikan tempat pameran seni. Salah satu keunikan taman ini adalah adanya 44 sumur resapan yang berfungsi untuk membantu menyerap air hujan ke dalam tanah.

    3. Taman Tabebuya (Jagakarsa, Jakarta Selatan)

    Taman Tabebuya di JakselFoto: Fitraya Ramadhanny

    Taman Tabebuya merupakan salah satu taman yang wajib untuk dikunjungi karena di momen-momen tertentu, bisa muncul pohon tabebuya yang cantik. Pohon tersebut jika tengah berbunga memiliki beragam keindahan warna seperti merah, merah muda, hingga kuning.

    Taman ini terletak di Jalan Moh. Kahfi No. 1 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan luas 9.626 meter persegi. Area rerumputan yang cukup luas di sana digunakan masyarakat sebagai tempat untuk piknik dan bersantai.

    Taman ini punya danau buatan dan jalur pejalan kaki yang asri, sangat cocok untuk piknik santai atau sekadar berfoto-foto dengan latar pohon tabebuya yang bermekaran di musim tertentu.

    4. Taman Langsat (Kebayoran Baru, Jakarta Selatan)

    Taman Langsat di Jalan Barito, Jaksel, bakal dibuka 24 jam. Yuk lihat kondisi terkini taman yang menawarkan suasana asri tersebut.Foto: Pradita Utama

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggulirkan wacana empat taman yang direncanakan beroperasi 24 jam. Di antaranya Taman Langsat, Taman Ayodya, Taman Lapangan Banteng, Taman Menteng, dan Taman Literasi Martha Tiahahu.

    Taman Langsat menjadi salah satu yang letaknya berdekatan dengan Sekretariat ASEAN bakal jadi ikon baru ruang terbuka ibu kota. Lokasinya ada di Jl Barito, RT.1/RW.1, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan.

    Taman Langsat kerap menjadi daya tarik bagi warga Jakarta berkat area lahannya yang luas serta nuansa hijau yang sejuk dan rindang. Berbagai kegiatan sering dilakukan di taman ini, mulai dari berolahraga, berkumpul sambil menikmati hidangan, hingga sekadar bersantai dan meresapi suasana tenang di sekitarnya.

    Taman yang bakal dibuka 24 jam ini memiliki luas 3,6 hektare, dilengkapi dengan fasilitas jogging track sepanjang 750 meter, lapangan tenis, area koleksi tanaman dan pembibitan pohon palem raja, kolam teratai dan sungai buatan, arena bermain anak (ayunan & perosotan), danau mungil dengan taman teratai, toilet umum, mushola, dan area parkir.

    Taman Langsat cocok untuk yang ingin lari pagi, yoga, atau sekadar duduk menikmati suasana hijau. Jalur setapak yang luas memudahkan pengunjung berolahraga atau membawa anak-anak berjalan-jalan santai.

    5. Taman Ayodia (Barito, Jakarta Selatan)

    Taman ini terletak di Jl Lamandau III No.RT.4, RT.4/RW.7, Kramat Pela, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan dengan luas sekitar 8.000 meter persegi. Taman ini memiliki sebuah kolam di bagian tengah, lengkap dengan air mancur yang menyala setiap dua jam sekali.

    Area di sekitar kolam sering dimanfaatkan oleh anak-anak untuk memberi makan ikan. Berbeda dengan taman lain yang biasanya dipadati pengunjung di pagi dan sore hari, Taman Ayodia justru mulai ramai saat sore menjelang malam.

    Meski jam operasional resminya dimulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, tak jarang pengunjung betah bersantai hingga pukul 21.00 WIB. Tak heran jika taman ini menjadi salah satu taman yang diwacanakan akan beroperasi 24 jam.

    Salah satu alasan taman ini cukup diminati adalah lokasinya yang berdekatan dengan pusat keramaian dan tempat nongkrong anak muda. Tersedianya banyak bangku membuat taman ini nyaman untuk bersantai, bahkan beberapa pengunjung memilih duduk di area rerumputan atau di tepi beton di pinggiran kolam.

    Meski tak dilengkapi wahana bermain anak, taman ini menyediakan beberapa fasilitas kebugaran. Selain itu, Taman Ayodia juga menjadi tempat yang pas untuk berolahraga, baik pagi maupun sore, karena tersedia alat-alat kebugaran dan jalur jogging yang bisa digunakan untuk berjalan santai.

    6. Taman Lapangan Banteng (Jakarta Pusat)

    Para pegiat literasi dari komunitas 'Kumpul Baca' membaca buku bersama di taman kota Lapangan Banteng, Jakarta. Kegiatan ini untuk menumbuhkan minat baca.Para pegiat literasi dari komunitas ‘Kumpul Baca’ membaca buku bersama di taman kota Lapangan Banteng, Jakarta. Kegiatan ini untuk menumbuhkan minat baca. Foto: Ari Saputra

    Lapangan Banteng berlokasi di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Dirangkum dari laporan detikTravel dan laman resmi DPRD DKI Jakarta, alun-alun bersejarah ini punya Monumen Pembebasan Irian Barat, yang dibangun pada tahun 1963.

    Di sisi utara lapangan, tersedia fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dan lintasan atletik. Sedangkan di bagian selatan, pengunjung bisa menikmati taman yang dilengkapi kolam setengah lingkaran, air mancur dengan pertunjukan cahaya, serta area teater terbuka.

    Lapangan Banteng juga dikelilingi oleh sejumlah bangunan penting, antara lain bekas Istana Daendels atau yang dikenal sebagai Witte Huis (Gedung Putih) yang kini menjadi kantor Kementerian Keuangan RI di sisi timur. Di bagian utara berdiri Kantor Pos Pusat Jakarta, sementara Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal berada di sudut barat laut.

    Di sudut barat daya terdapat gedung Kementerian Agama RI, dan sisi selatannya diisi oleh Hotel Borobudur. Akses menuju taman ini juga sangat mudah, karena bisa dijangkau dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari bus TransJakarta, Stasiun KRL Juanda, hingga MRT dari arah Bundaran HI.

    7. Taman Literasi Martha Tiahahu (Melawai, Jakarta Selatan)

    Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (2/2/2025).Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (2/2/2025). Foto: (Adrial Akbar/detikcom)

    Taman ini terletak di Jl Sisingamangaraja, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Taman Literasi terletak di kawasan Blok M, yang selalu ramai dengan pengunjung karena banyaknya tempat kuliner yang sedang viral.

    Di sini, kamu dapat membaca buku atau mengerjakan tugas di perpustakaan yang ada. Bisa juga sekadar duduk di pinggir kolam atau area atasnya sambil nongkrong bersama teman serta menikmati night vibesnya yang ramai.

    Ada banyak tenant makanan dan minuman hingga photobooth yang dapat dijajal di sini. Kolam Taman Literasi menjadi daya tarik bagi anak-anak.

    8. Taman Leuser (Jakarta Selatan)

    Taman Leuser berada di Jl Lauser No.4 8, RT.8/RW.4, Gunung, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. Taman ini memiliki luas sekitar 12.000 m² dan menawarkan berbagai fasilitas, seperti jogging track, area bermain anak, serta taman dengan berbagai jenis tanaman.

    9. Taman Cattleya (Tanjung Duren, Jakarta Barat)

    Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terletak di kawasan Tomang. Ruang terbuka hijau itu bernama Taman Cattleya.Foto: Rifkianto Nugroho

    Lokasinya berada di Jalan Letjen S. Parman, RT.15/RW.1, Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Taman yang satu ini berada tak jauh dari jalur tol Jakarta-Merak.

    Meski lokasinya dekat dengan jalan besar, begitu melewati gerbang masuk, suasana asri dan ruang terbuka yang luas langsung terasa. Area dalam taman ini cukup nyaman bagi siapa pun yang ingin berolahraga, terutama jogging, karena tersedia jalur jogging yang dikelilingi oleh pepohonan rindang sehingga pengunjung bisa berlari dengan aman dan teduh.

    Taman ini dirancang dengan pembagian area yang jelas, mulai dari zona khusus jogging, area untuk bersantai, hingga tempat bermain bagi anak-anak. Fasilitas di taman ini juga cukup lengkap, tersedia lahan parkir untuk sepeda, motor, maupun mobil, sehingga pengunjung tak perlu khawatir soal tempat parkir.

    Bagi yang datang menggunakan transportasi umum, taman ini mudah diakses dan jaraknya cukup dekat dari beberapa titik pemberhentian. Hanya sekitar tujuh menit berjalan kaki dari halte TransJakarta Kota Bambu Arah Utara, atau sekitar 14 menit berjalan kaki dari Wisma Rimadi Kemanggisan yang dilintasi JakLingko.

    Itulah beberapa taman menarik yang bisa ditemukan di Jakarta. Jadi, kalau ingin cari tempat santai atau olahraga tanpa keluar biaya, taman-taman ini bisa jadi pilihan.

    (aau/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daftar Museum dan Mal yang Tutup Sementara Selama Aksi Demo di Jakarta


    Jakarta

    Museum dan pusat perbelanjaan di Jakarta memilih tutup sementara hingga kondisi kembali aman. Penutupan ini sekaligus menghindari aksi perampokan dan perusakan yang masih terjadi di Jakarta dan kota-kota lain di sekitarnya hingga Minggu (31/8/2025).

    Daftar Museum dan Mal yang Tutup Sementara

    Dikutip dari media sosial masing-masing, berikut museum dan mal yang menghentikan layanan hingga situasi Jakarta pulih.


    1. Museum Nasional Indonesia

    Sejumlah pegunjung melihat koleksi di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa (6/5/2025).Museum Nasional Indonesia (dok. Pradita Utama)

    Layanan wisata edukasi ini tutup sementara mulai Senin (1/9/2025) hingga pemberitahuan lebih lanjut. Info penjadwalan ulang dan pengembalian uang tiket bisa menghubungi admin di
    0851-8606-1778

    2. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

    Museum Perumusan Naskah Proklamasi berdiri anggun di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Bangunan ini masih mempertahankan gaya arsitektur Eropa abad ke-20.Museum Perumusan Naskah Proklamasi (dok. Pradita Utama)

    Destinasi wisata sejarah ini menutup sementara layannya per Senin (1/9/2025) hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan temporer ini untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan.

    3. Galeri Nasional

    Pameran Seni Nyala: 200 Tahun Perang Diponegoro digelar di Galeri Nasional Indonesia mulai 22 Juli-15 September 2022.Pameran Seni Nyala: 200 Tahun Perang Diponegoro di Galeri Nasional Indonesia (dok. Tia Agnes/ detikcom)

    Spot wisata seputar karya seni ini juga tidak menyediakan layanan untuk para pengunjung per Senin (1/9/2025). Layanan kembali tersedia jika kondisi telah aman dan pulih melalui pemberitahuan lebih dulu di media sosial. Pengunjung yang ingin refund dan reschedule bisa menghubungi medsos terkait atau situs penjualan tiket.

    4. MoJA Museum

    Museum MOJA di GBK.Museum MoJA di GBK (dok. @mojamuseum/Instagram)

    Museum di zona 8 Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan ini tutup karena aksi demo di sekitar destinasi wisata ini. Dalam pesan yang diterima detik travel, info pembukaan kembali MoJA Museum akan diupdate lewat akun media sosial.

    5. Mal Atrium Senen

    Situasi Mal Atrium Senen pada Jumat (29/8/2025)-(Kurniawan/detikcom)Situasi Mal Atrium Senen pada Jumat (29/8/2025) (dok. Kurniawan/detikcom)

    Pusat perbelanjaan di zona merah aksi massa ini menghentikan semua fasilitas dan layanan bagi pengunjung hingga situasi aman serta kondusif. Pengunjung bisa mengetahui informasi terbaru di media sosial atau situs Mal Atrium Senen.

    Dengan informasi ini, pengunjung yang ingin jalan-jalan atau healing sebentar bisa mempertimbangkan ulang destinasinya. Pengunjung bisa memilih tempat yang masih beroperasi dengan jadwal yang telah ditentukan.

    (row/ddn)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Menikmati Sunset dan Joging Sore Gratis di Taman Kota Bekasi 2025


    Jakarta

    Kota Bekasi punya landmark tempat warganya bisa menikmati sunset gratis, sambil joging atau jajan. Bisa nge-charge HP atau laptop juga karena di sini ada stopkontak.

    Adalah Plaza Patriot Chandrabhaga, spot di pinggir jalan arteri dan diresmikan pada Maret 2025, yang jadi tempat warga Bekasi untuk menikmati sunset gratis itu. Saat detiktravel berkunjung pada Sabtu (23/8/2025) sore, ratusan warga menikmati sore dengan berbagai aktivitas, mulai dari joging di dalam arena landmark, main skate, hingga sekadar jalan santai menikmati langit sore.

    Plaza Patriot Chandrabhaga memang tidak terlalu luas, ukurannya hanya sekitar 7.000 m², namun masyarakat tampak sangat antusias kongkow di sana. Apalagi, di sekeliling fasilitas umum ini ada tempat duduk yang dilengkapi stopkontak.


    Plaza Patriot CandrabhagaPlaza Patriot Candrabhaga (dok. Rosmha Widiyani/detikcom)

    Plaza Patriot Candrabhaga cocok didatangi pagi atau sore, sebab tidak ada pohon rindang layaknya hutan atau taman kota. Akibatnya, terik matahari langsung menggigit kulit jika datang di waktu yang salah. Bisa dibayangkan panasnya tempat ini bila dikunjungi pada siang hari ketika matahari ada di atas kepala.

    Memilih waktu sore hari, traveler bisa melihat matahari tenggelam secara dramatis ke balik atap Stadion Candrabhaga. Makin asyik lagi jika menyaksikan matahari terbenam itu dengan menikmati beragam camilan yang ditawarkan pedagang kaki lima di sana.

    Yang bikin asyik, pemerintah kota Bekasi menyediakan dua spot air minum gratis bagi pengunjung. Traveler cukup bawa tumbler lalu diisi air putih yang akan diminum selama beraktivitas. Namun, warga tampaknya lebih suka beli air kemasan dari pedagang di sekitar, atau bawa sendiri dari rumah.

    Apapun pilihannya tak mengurangi antusiasme warga Kita Bekasi bersenang-senang di ruang terbuka. Ada yang datang bersama keluarga, teman, atau belahan hatinya untuk cari keringat, relaksasi, atau sekadar ambil foto di tempat yang dianggap Instagramabel.

    Spot Ikonik di Taman Kota Bekasi

    Arena yang sering disebut sebagai taman kotanya Bekasi ini punya dua spot ikonik. Spot ini adalah sebuah monumen dengan lima tugu bertuliskan Bekasi Kota Patriot, yang mirip simbol kota ini. Tugu dengan warna putih dan tulisan hijau ini terletak menghadap Stadion Candrabhaga.

    Plaza Patriot CandrabhagaPlaza Patriot Candrabhaga (Rosmha Widiyani/detikcom)

    Spot lainnya adalah tribun tempat duduk lima tingkat untuk pengunjung. Di arena ini ada 12 menara yang menjadi simbol 12 kecamatan di Kota Bekasi. Arena ini sebetulnya cukup nyaman, namun tidak ada naungan sehingga sinar matahari langsung kontak dengan kulit tanpa ada penghalang.

    Plaza  Patriot CandrabhagaPlaza Patriot Candrabhaga (Rosmha Widiyani/detikcom)

    Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Plaza Patriot Candrabhaga yang berada tepat di samping stadion ini bisa jadi tempat pilihan menghabiskan sore hari bersama orang-orang terdekat. Apalagi tempat ini berada Jl. Jend Ahmad Yani tak jauh dari jalan layang Summarecon Bekasi, yang merupakan salah satu spot strategis di kota ini.

    Plaza Patriot Candrabhaga terbuka setiap saat bagi semua pengunjung. Bagi yang membawa kendaraan pribadi, pastikan tidak parkir di pinggir jalan dengan rambu Dilarang Parkir. Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di arena sekitar plaza yang dikelola penduduk sekitar. Selama beraktivitas di area ini, pastikan selalu jaga kebersihan dan buang sampah pada tempatnya.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com