Tag: staking

  • Cara Kerja Staking Kripto yang Perlu Kamu Pahami

    Menghasilkan keuntungan dari aset kripto bukan hanya tentang menambang Bitcoin (BTC) lagi. Bitcoin adalah blockchain proof-of-work (PoW) di mana BTC baru dihasilkan melalui proses penyelesaian algoritma yang sangat intensif, yang kita kenal sebagai “penambangan.”

    Banyak blockchain yang lebih baru sebagai gantinya menggunakan algoritma proof-of-stake (PoS) yang membutuhkan energi jauh lebih sedikit. Kebenaran transaksi di blockchain PoS dibuktikan oleh orang-orang yang mengunci sejumlah kripto di Smart Chain. Proses ini, yang disebut “staking” memungkinkan pemilik kripto untuk mendapatkan hadiah staking atas partisipasi mereka dalam blockchain. 

    Dasar-dasar Staking

    Dalam staking cryptocurrency, dari sudut pandang pengguna itu seperti dibayar bunga untuk memegang dan meng-hold koin. Dari perspektif yang lebih teknis, Proof-of-Stake (PoS) adalah alternatif dari model penambangan Proof-of-Work (PoW).

    Alih-alih penambang memecahkan algoritma kriptografi menggunakan daya komputasi untuk memverifikasi transaksi seperti yang mereka lakukan dengan PoW, maka pengguna PoS dengan koin yang ada memverifikasi transaksi secara proporsional dengan jumlah koin yang telah mereka kunci di dompet yang sedang di-stake.

    Ilustrasi staking kripto

    Ilustrasi staking kripto.

    Baca juga: Ekosistem Teknologi Blockchain Bisa Atasi Perubahan Iklim

    Dari sudut pandang pengguna, yang harus dilakukan seseorang adalah menyimpan sejumlah koin tertentu untuk jangka waktu tertentu dan mereka akan mendapatkan koin yang baru. 

    Tanpa masuk ke detailnya, secara umum dengan metode ini seseorang harus mengunci koin dalam jumlah besar. Mengingat hal ini, orang cenderung menggunakan staking pool atau lebih umum menyimpan koin mereka di platform yang membagikan hadiah staking.

    Contoh sederhana dari ini yaitu Binance. Mereka menawarkan hadiah staking untuk beberapa koin PoS termasuk TKO, NEO, ONT, VET, dan NPXS. NEO menghasilkan GAS, ONT menghasilkan ONG, VET menghasilkan VTHO, dan NPXS menghasilkan lebih banyak NPXS.

    Tentu saja, ada lebih banyak koin PoS dari itu, misalnya ADA juga memiliki sistem staking. Jadi untuk koin ADA anda harus mencari pool staking tersendiri.

    Hal Penting Jika Ingin Staking Cryptocurrency

    Pada tingkat yang sangat dasar atau basic, “Staking” berarti mengunci aset kripto kamu dalam blockchain dengan bukti kepemilikan aset untuk jangka waktu tertentu. Aset terkunci ini digunakan agar mencapai konsensus yang diperlukan untuk mengamankan jaringan dan memastikan validitas setiap transaksi baru yang akan ditulis ke blockchain.

    Mereka yang melakukan staking koin di blockchain PoS biasanya disebut “validator.” Untuk mengunci aset mereka dan memberikan layanan ke blockchain, validator diberi koin baru dari jaringan.

    Agar blockchain dapat bekerja secara efisien, validator diperlukan untuk menyediakan layanan yang stabil dan aman. Blockchain sering melakukan pemotongan nilai saham validator yang berperilaku tidak jujur ​​atau berbahaya. 

    Ilustrasi staking cryptocurrency.

    Ilustrasi staking cryptocurrency.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Untuk menjalankan node validator yang sukses, agen harus berkomitmen pada blockchain yang dipilih dan menjalankan infrastruktur yang aman dan tersedia secara berkelanjutan. Beberapa blockchain memiliki periode penguncian yang signifikan -di mana validator tidak dapat mengambil koin mereka- serta ambang batas minimum tertentu untuk di-staking

    Untuk menghindari berurusan dengan semua persyaratan ini, banyak pemilik aset kripto lebih suka mendelegasikan koin mereka ke validator yang menjalankan staking pool. Beberapa blockchain, seperti Tezos memiliki mekanisme bawaan yang memungkinkan siapa saja untuk mendelegasikan koin mereka ke validator di jaringan.

    Aset Kripto yang Banyak Di-staking

    Setiap blockchain PoS memiliki seperangkat aturan khusus untuk validatornya. Aturan-aturan ini menentukan persyaratan teknis dan keuangan untuk menjadi validator, misalnya ukuran stake minimum, algoritma pemilihan validator untuk melakukan tugas validasi yang sebenarnya dan prinsip distribusi hadiah di antara validator. Hadiah biasanya dihitung berdasarkan ukuran staking, partisipasi aktual dalam mekanisme konsensus serta jumlah total koin yang di-staking.

    Pada Juli 2020, kapitalisasi pasar PoS diperkirakan mencapai $ 35,8 miliar, sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar kripto keseluruhan adalah sekitar $ 270 miliar. Jumlah aset yang di-stake telah meningkat secara signifikan selama setahun terakhir dengan semakin populernya blockchain PoS. 

    Ilustrasi staking cryptocurrency

    Ilustrasi staking cryptocurrency

    Baca juga: Ini Dia Berbagai Keunggulan Bitcoin yang Wajib Kamu Tahu

    Berdasarkan kapitalisasi pasar, cryptocurrency terbesar dalam staking adalah Tezos dan EOS, diikuti oleh Algorand dan ATOM (Cosmos). Pasar staking cukup lancar, namun, karena project PoS baru muncul seperti peluncuran Ethereum 2.0 yang kemungkinan akan mengubah dinamika pasar secara signifikan, karena akan menjadi cryptocurrency terbesar yang tersedia untuk staking dengan kapitalisasi pasar $ 43 miliar US Dollar.

    Kunci Staking Cryptocurrency

    Dengan banyaknya aset dan penyedia layanan yang dapat dipilih, ada beberapa hal yang perlu diingat saat memutuskan apa dan bagaimana memulai staking.

    Jelas, pilihan koin mana yang akan kalian staking adalah yang terpenting. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh pengembalian, fungsionalitas, dan ekspektasi pengembangan dari blockchain itu sendiri. 

    Penting juga untuk dicatat apakah staking kamu bagus pada saat periode penguncian atau tidak. Persyaratan teknis dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan staking juga merupakan faktor utama. 

    Jika kamu ingin melakukan trading kripto bisa melakukannya di Tokocrypto. Tokocrypto menyediakan berbagai macam koin dan token yang bisa anda perjualbelikan. Kamu juga bisa melakukan staking token asli Tokocrypto yaitu TKO di Tokocrypto, Binance dan juga Pancakeswap. Dengan melakukan staking maka kamu bisa mendapatkan lebih banyak manfaat dan keuntungan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Staking Aset Crypto untuk Mendapatkan Passive Income

    Pernahkah kamu mendengar tentang bahwa sekarang mendapatkan passive income  dari cryptocurrency bisa dilakukan dengan mudah? Jika belum maka kini saatnya kamu mengenal cara lain selain trading untuk mendapatkan keuntungan dari crypto. Ya, cara itu adalah staking. Ini adalah cara di mana kamu mengunci sejumlah aset yang kamu miliki dan nantinya akan mendapatkan bunga dari aset yang dikunci tersebut.

    Ingin tahu lebih lanjut soal staking? Kamu bisa mendapatkannya di panduan lengkap untuk staking  

    5 Langkah Staking

    Berikut adalah 5 langkah yang bisa kamu lakukan bila kamu ingin memulai staking cryptocurrency dan mendapat passive income

    Putuskan koin mana untuk Staking

    Ada lebih dari 90 jenis aset yang bisa dipilih untuk staking, kamu  bisa memilih aset yang sesuai dengan keinginan dan pastikan jika kamu sudah mengetahui  risiko dari aset yang kamu pilih,  ya.

    Cari tahu apakah ada persyaratan yang diperlukan

    Ketika kamu sudah memutuskan koin terbaik untuk di stake. Selanjutnya adalah  perlu mencari tahu apa persyaratannya untuk bisa melakukan staking. Misalnya wallet yang dibutuhkan atau jumlah minimum koin yang harus dipertaruhkan.

    Pilih perangkat jika ingin Solo Staking

    Kamu perlu menyediakan perangkat keras yang kompatibel dan menyediakan wallet yang dibutuhkan untuk staking jika kamu memilih staking sendiri atau secara offline. Kemudian kamu juga harus memahami cara memvalidasi jaringan blockchain agar proses staking berhasil.

    Baca Juga: Mengenal Harmony Token: Mengaktifkan Desentralisasi dalam Skala Besar

    Menggunakan staking Pools atau exchange

    Jika kamu   tidak memiliki komputer cadangan untuk proses staking, atau khawatir tentang biaya listrik. Maka,  menggunakan staking pools atau exchange yang menyediakan layanan staking bisa jadi pilihan.

    Di sini kamu  cukup mendepositkan sejumlah koin sesuai syarat dan ketentuan. Kemudian memberikan biaya tambahan karena proses validasi akan dilakukan oleh validator yang ahli. Cukup memeriksa dalam periode waktu tertentu dan mendapatkan bunga dari koin yang kamu simpan sebelumnya.

    Mulai Staking

    Jika sudah menentukan koin, persyaratan dan  jenis stakingnya. Maka saatnya mulai staking dan dapatkan passive income dari aset crypto! Pendapatan dari staking ini akan  berbeda sesuai dengan jenis koin yang kamu kunci.

    Jika kamu  ingin  mengetahui berapa profit yang dihasilkan dalam sehari, seminggu, hingga setahun. Kamu bisa mencoba menghitungnya menggunakan simulasi kalkulator yang disediakan oleh Staking Rewards.

    Di sana kamu bisa mengetahui jumlah keuntungan sesuai dengan  koin  dan jumlah koin yang kamu kunci. Ini juga bisa jadi pertimbangan untuk memilih koin  atau memulai proses staking.

    Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Staking

    Dalam staking ada hal-hal yang perlu diperhatikan, pertama adalah investasikan mata uang kripto yang kamu yakini akan memberikan keuntungan. Oleh karena itu penting untuk melakukan riset mengenai aset yang digunaka.

    Kedua, gunakan platform staking yang mudah dioperasikan dengan tampilan UI/UX yang mudah dipahami. Ini akan memudahkan kamu  untuk memulai proses staking terutama jika kamu masih pemula  dalam dunia crypto dan staking.

    Ketiga, selalu evaluasi nilai aset crypto yang dipertaruhkan karena  harga aset ini berfluktuasi, sebaiknya berinvestasi di aset yang fluktuasinya tidak terlalu cepat. Terakhir, jangan taruh semua modal di satu tempat. Kamu bisa melakukan staking dengan menggunakan berbagai aset crypto yang disediakan untuk berjaga-jaga jika return salah satu aset tidak memuaskan.

    Baca Juga: Bank New York Masukkan Binance USD Dalam List Persetujuan

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Cara Menghasilkan dari Kripto Selain Trading

    Dalam pasar kripto saat ini, orang-orang lebih banyak tahu dan melakukan kegiatan trading untuk menghasilkan cuan selain berinvestasi.

    Sekadar informasi, trading adalah kegiatan membeli dan menjual aset kripto untuk keuntungan jangka pendek dengan memanfaatkan volatilitas harganya yang tinggi.

    Cara Menghasilkan Cuan dari Kripto Selain Trading

    Namun tahukah Anda, saat ini kita juga masih dapat menghasilkan keuntungan selain dengan melakukan trading. Tentu saja, dengan tingkat risiko yang jauh lebih rendah dan dapat dilakukan sambil berinvestasi.

    Staking 

    Staking adalah cara termudah dan teraman untuk menghasilkan keuntungan dari kepemilikan aset kripto Anda. Staking adalah kegiatan mengunci aset untuk membantu validasi jaringan, yang akan memberi hadiah berupa aset kripto yang sama dengan yang Anda kunci.

    Sederhananya, staking mirip seperti deposito.Sehingga Anda hanya perlu menyimpan dana Anda selama jangka waktu tertentu (tidak bisa diambil sebelum jangka waktu tersebut berakhir) dan kemudian menikmati bunga / bonus dari hasil kegiatan tersebut.

    Persentase yang didapat akan berbeda untuk setiap aset kripto. Dan kegiatan ini bisa Anda lakukan dengan mudah dan aman di bursa Zipmex, melalui fitur terbaik mereka, ZipLock.

    ZipLock adalah fitur staking yang disediakan Zipmex. Ada banyak aset yang ditawarkan untuk di-staking, sehingga Anda bisa dapat menghasilkan cuan sambil menunggu nilai investasi Anda meningkat di aset tersebut.

    Baca jugaShiba Inu (SHIB) Bakal Hadir di Bioskop Ternama di AS Ini

    Beberapa aset yang bisa Anda stake di ZipLock antara lain Bitcoin, Ethereum, Litecoin, USDT, USDC, dan ZMT. Di ZipLock, aset Anda akan dikunci selama 45 hari. Anda akan mendapatkan bunga hingga 14% untuk ZMT dan 11% untuk US Stablecoin per tahun yang dibayarkan setiap harinya.

    Yield Farming

    Pada dasarnya, yield farming adalah kegiatan yang hampir serupa dengan staking. Namun hadiah yang didapat adalah berupa aset kripto yang berbeda dengan yang dikunci.

    Yield farming bisa diartikan dengan menjadi penyedia likuiditas bagi sebuah proyek baru yang akan listing di bursa yang menyediakan fitur ini.

    Di bursa Zipmex, Anda juga dapat melakukan yield farming melalui fitur mereka, ZLaunch.

    Di fitur tersebut, Anda akan menemui proyek-proyek potensial yang akan memberikan Anda aset kripto mereka secara cuma-cuma, hanya dengan melakukan penguncian aset untuk dijadikan likuiditas.

    Untuk saat ini, proyek token yang tersedia di ZLaunch adalah Yieldly (YLDY). Anda bisa mendapatkannya hanya dengan mengunci aset ZMT (token asli Zipmex). Masa penguncian di ZLaunch lebih fleksibel dibandingkan ZipLock, karena Anda tidak perlu menunggu hingga 45 hari. Anda bisa mengunci dan melepaskannya kapan saja, sesuai kebutuhan.

    Menabung Kripto

    Ya, sama seperti aset pada umumnya, kripto juga bisa ditabung. Cara ini sebenarnya sama dengan berinvestasi kebanyakan. Salah satu metode yang dapat digunakan ketika menabung adalah Dolar Cost Averaging (DCA).

    Menggunakan metode DCA, Anda bisa menyisihkan beberapa persen dari penghasilan bulanan untuk disimpan dalam bentuk aset kripto. Di Zipmex, Anda bisa menyimpan aset kripto tersebut dalam fitur menarik bernama ZipUp.

    Baca jugaAkhirnya, Metaverse SandBox Alpha akan Diluncurkan Setelah 4 Tahun Pengembangan

    Sama seperti tabungan pada umumnya, di ZipUp, aset kripto dapat disimpan secara fleksibel. Sehingga, dapat ditarik kapan saja ketika dibutuhkan. Selama aset disimpan di ZipUp, pengguna akan mendapatkan bonus berupa bunga yang besarannya berbeda untuk tiap jenis aset.

    Untuk Anda yang tertarik menggunakan ZipUp, Anda bisa mengikuti program spesial dari Zipmex. Daftarkan diri Anda di ZipUp dan pindahkan aset Anda dari Trade Wallet ke Z Wallet minimum Rp100 ribu. Dapatkan cashback berupa GOLD senilai Rp25 ribu. Baca di sini untuk tahu lebih banyak tentang program spesial ZipUp.

    Menambang Kripto

    Cara keempat ini adalah cara paling tua dan menjanjikan, setidaknya sampai hari ini. Karena kita hanya memerlukan modal di awal yakni seperangkat rig penambangan untuk memperoleh penghasilan.

    Keuntungan dari kegiatan ini didapat dari selisih nilai aset kripto yang didapat sesudah dikurangi biaya operasional seperti perawatan, penggunaan energi listrik dan lain-lain.

    Menggunakan peralatan terbaik memang membutuhkan modal yang besar, tetapi keuntungan yang didapat akan berkepanjangan dan setimpal dengan apa yang diusahakan pada awalnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Staking adalah Cara Alternatif Dapatkan Aset Kripto Impianmu

    Berinvestasi dalam kripto sering membuat para investor berpikir, sebaiknya membelinya secara langsung di broker kripto atau dengan melakukan mining (penambangan), yakni membuat aset kripto yang baru. Semua cara itu sah-sah saja dilakukan. Namun, ada cara lain yang juga bisa menguntungkan Anda selaku investor dalam investasi kripto.

    Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan staking. Staking adalah salah satu metode untuk memperoleh keuntungan dari kripto. Lantas, apa yang disebut dengan staking, bagaimana cara kerja, dan kelebihannya? Simak informasi lengkapnya berikut ini!

    Apa Itu Staking?

    Staking adalah metode yang digunakan saat bergelut dalam investasi kripto. Alih-alih membelinya secara langsung atau membuat aset kripto yang baru dengan melakukan mining, staking dilakukan dengan cara mengunci aset yang sudah dimiliki agar dapat memperoleh keuntungan maksimal.

    Dengan melakukan staking, Anda sama seperti menaruh uang dalam bank untuk ditabung. Tentu saja, Anda membiarkan uang tersebut selama beberapa saat agar memperoleh bunga atau keuntungan. Inilah yang juga terjadi dalam staking kripto, Anda menaruh dan mengunci aset kripto Anda dan berharap mendapatkan reward atas upaya tersebut.

    Staking juga bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan tambahan atau passive income. Ini bisa terjadi berkat adanya algoritma Proof of Stake (PoS) yang dijalankan dalam sistem jaringan blockchain, yang memungkinkan Anda bisa melakukan verifikasi transaksi sesuai dengan jumlah aset yang Anda miliki.

    Baca Juga: Pahami Apa Itu Deposit dan Penerapannya dalam Aset Kripto!

    Bagaimana Cara Kerja Staking Aset Kripto?

    Setelah mengetahui arti staking, kini saatnya Anda memahami bagaimana cara kerja staking kripto yang bisa memberikan pendapatan tambahan atau passive income bagi Anda. 

    Pada dasarnya, staking adalah metode yang cocok untuk dipilih oleh orang-orang yang tidak punya waktu atau tidak terlalu mengerti tentang naik-turunnya harga aset kripto.

    Anda hanya tinggal mengunci aset kripto pada jaringan blockchain yang menerapkan sistem konsensus Proof of Stake (PoS)

    Dalam hal ini, seorang pemilik aset kripto yang melakukan staking disebut sebagai validator. 

    Nantinya, Anda akan memperoleh keuntungan sesuai dengan jumlah aset dan berapa lama waktu Anda mengunci aset kripto tersebut.

    Sebagai validator, Anda akan memperoleh keuntungan setiap kali berhasil memverifikasi transaksi. 

    Kemudian, sistem PoS-lah yang akan membagikan keuntungan pada setiap validator. Oleh karena itu, semakin banyak aset kripto yang dikunci, semakin besar pula peluang keuntungan yang Anda dapatkan.

    Kelebihan dan Risiko Staking

    ilustrasi susunan token bitcoin

    Kelebihan staking adalah investor hanya harus menunggu mendapatkan keuntungan dengan cara mengunci aset.

    Staking seperti terlihat aman karena investor hanya perlu mengunci aset. Namun bukan berarti staking tidak memiliki risiko. 

    Risiko dari staking adalahcmungkin saja harga aset kripto yang Anda kunci sedang anjlok dan Anda tidak bisa menjualnya.

    Oleh karena itu, penting untuk memilih broker kripto tepercaya saat akan melakukan staking. Dengan bermain di broker kripto tepercaya, Anda akan disuguhi oleh pilihan aset kripto yang memiliki harga relatif lebih stabil. 

    Meski demikian, Anda harus tetap menggali informasi sebanyak-banyaknya seputar karakteristik aset kripto tersebut agar sesuai dengan profil risiko Anda.

    Baca Juga: Temukan Pengertian Tapering Adalah dan Dampaknya dalam Transaksi Kripto di Sini!

    Aset Kripto yang Bisa Diperoleh Lewat Staking

    Tidak semua aset kripto bisa dimainkan dengan metode staking. Namun, ada beberapa di antaranya yang bisa Anda pilih sesuai profil risiko dan modal yang Anda miliki.

    1. Ethereum (ETH)
    landing page website ethereum

    Source: https://ethereum.org/en/staking/

    Sebagai aset kripto yang paling banyak dikenal, Ethereum (ETH) juga bisa dibeli dan diperlakukan dengan cara staking atau mengunci aset. Minimal jumlah yang harus Anda miliki adalah 32 ETH dengan keuntungan yang ditawarkan sebesar 5-17 persen per tahunnya.

    1. Tezos (XTZ)
    cara staking tezos coin

    Tezos (XTZ) adalah salah satu jaringan blockchain terbuka yang memiliki aset kriptonya sendiri dengan nama XTZ. Aset kripto ini juga bisa di-stake di berbagai platform atau jaringan yang mendukung. Potensi keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari aset kripto ini adalah sekitar 6 persen setahun.

    1. Cardano (ADA)
    landing page website cardano

    Source: https://cardano.org/stake-pool-delegation/

    Sama seperti Ethereum (ETH) yang telah banyak dikenal, Cardano (ADA) juga menjadi salah satu aset kripto multilayer yang memiliki beragam fungsi, salah satunya bisa untuk staking. Keuntungan yang ditawarkan saat melakukan staking Cardano (ADA) bisa mencapai 24 persen pada pertengahan 2021.

    Staking merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan lewat kripto tanpa perlu terus-terusan memantau fluktuasi harganya. Meski demikian, staking bukan berarti tanpa risiko, sebab Anda harus mengetahui karakteristik setiap aset kripto yang Anda kunci. Untuk memperoleh informasi lengkap seputar kripto, bergabunglah di komunitas Discord Tokocyrpto.

    Selain itu, ikuti juga informasi yang disampaikan lewat website, Instagram, dan Twitter Tokocrypto. Untuk mulai berinvestasi, trading, maupun staking aset kripto, Anda bisa melakukannya dengan klik link ini!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ANKR Coin, Aset Kripto Yang Dilirik Para Trader

    Kepopuleran altcoin semakin merajalela di kalangan trader dan juga investor aset kripto, salah satunya adalah ANKR coin dari protokol Ankr. Aset yang satu ini berhasil menarik banyak pembeli akibat sebuah tweet dan juga kerja sama Ankr dengan DEX, yang membuat harganya melambung tinggi. Yuk, ketahui lebih lengkapnya berikut ini!

    Apa itu ANKR Coin?

    Seperti halnya Ethereum dengan aset kriptonya yaitu ETH, protokol Ankr juga memiliki native token tersendiri yang dikenal dengan ANKR coin. Kegunaan dari ANKR tentunya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem dari protokol Ankr, utamanya untuk membayar sumber daya dari aktivitas cloud computing antar platform.

    Selain itu, ANKR juga banyak digunakan oleh para investor sebagai aset kripto yang diinvestasikan. Tidak hanya karena harganya yang cenderung murah, ANKR juga dianggap berpengaruh dalam perubahan teknologi. Hal ini dikarenakan protokol yang menaungi ANKR, yaitu protokol Ankr, bergerak menggunakan sistem Web3. Oleh karena itu, ANKR merupakan aset yang berperan penting dalam inovasi yang diciptakan dalam penggunaan internet di masa depan. 

    Nah, agar bisa lebih memahami ANKR, alangkah baiknya untuk kita berkenalan dengan protokol yang menaunginya yaitu Ankr, yuk!

    Serba-Serbi Protokol Ankr

    Ankr merupakan sebuah protokol yang memungkinkan penggunanya untuk mewadahi peluncuran node dalam blockchain dengan biaya yang cenderung rendah. Kehadiran Ankr mempermudah para developer yang ingin membangun sebuah proyek kripto, khususnya dalam penyediaan data dan kode yang diperlukan. Developer hanya perlu memilih rantai mana yang mereka inginkan dan dapat langsung mengolahnya.

    Protokol Ankr menggunakan sistem Web3 yang memaksimalkan kinerja internet untuk memindahkan suatu web ke dalam blockchain, sehingga membuat data dan jaringan menjadi tersedia dan terbuka. Sistem Web3 ini selaras dengan tujuan dari Ankr sendiri, yaitu untuk mendesentralisasikan web.

    Dengan Ankr, memungkinkan para pengguna untuk menyebarkan node di lebih dari 40 blockchain Proof of Stake (PoS), melakukan staking, dan mengakses aplikasi DeFi. Hal inilah yang membuat membuat partisipasi pengguna dalam pengembangan blockchain menjadi lebih mudah.

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Proof of Work dan Proof of Stake

    Hingga kini, sudah ada beberapa proyek kripto yang mengadopsi protokol Ankr tersebut dan memungkinkan node-nya tersedia di Ankr. Di antaranya adalah Eth2, Binance, Polkadot, Avalanche, hingga Tezos. Selain itu, sudah terdapat lebih dari 8.000 nodes yang diluncurkan berkat teknologi yang dimiliki Ankr.

    Mengapa Harga ANKR Coin Naik Baru-Baru Ini?

    Keputusan Facebook untuk rebranding menjadi Meta ternyata memberikan pengaruh besar dalam segala bidang, salah satunya adalah aset kripto. Hal ini terbukti dengan harga ANKR coin yang mengalami kenaikan pesat setelah sang founder, Chandler Song, membagikan tweet yang berbunyi, “Crypto needs its own meta.” pada 30 Oktober 2021 lalu. 

    Ankr Coin

    Tentunya, founder dari Ankr ini mengacu pada rebranding yang dilakukan oleh Facebook beserta metaverse yang akan diluncurkannya. Chandler Song mengimplikasikan bahwa peristiwa tersebut bisa dimanfaatkan oleh blockchain dengan menciptakan sebuah inovasi berupa produk baru, yang mungkin akan dilakukan oleh Ankr. Hal inilah yang membuat banyak investor melirik Ankr dan mulai membelanjakan native token-nya, yaitu ANKR.

    Seusai tweet tersebut tersebar luas, harga ANKR langsung naik sebesar 82 persen. Di tanggal 31 Oktober, harganya berhasil menyentuh angka 0.1586 USD dengan volume perdagangan mencapai 2.74 miliar USD. Hal tersebut juga mendorong aset kripto satu ini hingga menjadi buah bibir di kalangan crypto geek.

    Selain karena sebuah tweet, harga ANKR juga mengalami apresiasi berkat kerjasama yang dijalin antara protokol Ankr dan Portal, sebuah DEX yang memungkinkan pertukaran antara BTC dan aset lainnya secara cepat, terlindungi, dan privat. Tujuan dari kemitraan ini adalah tentunya untuk meningkatkan adopsi DeFi. Tercatat pada 2 November 2021 lalu, ANKR menyentuh 0.1514 USD.

    Bagaimana Perkembangan ANKR Coin Saat Ini?

    Selain untuk biaya antar platform, banyak partisipan yang hold ANKR dalam wallet kripto miliknya sebagai investasi. Terbukti dengan apresiasi harga yang dialaminya hingga 700% pada awal tahun 2021. ANKR juga berhasil mencatat harga tertinggi sepanjang masa pada Maret 2021 di angka 0.2252 USD, disebabkan karena keberhasilannya sebagai top validator di Binance Smart Chain.

    Setelah sempat koreksi, harga ANKR kembali melonjak dengan kenaikan sebesar 82% dengan volume mencapai lebih dari 2 miliar USD yang disebabkan oleh cuitan milik sang founder, Chandler Song, pada 31 Oktober lalu seperti yang telah dibahas sebelumnya. Diikuti dengan kenaikan harga selanjutnya pada 2 November yang disebabkan oleh kemitraan antara Ankr dan Portal.

    ANKR memiliki maksimal supply sebanyak 10 miliar ANKR coin, dan saat ini sudah terdapat lebih dari 8.1 miliar ANKR yang tersebar di pasaran. Dilansir dari CoinMarketCap per tanggal 11 November 2021, harga ANKR sedang menurun dan berada di angka 0.1194 USD dengan volume sebesar 168,129,672 USD.

    Lalu, Bagaimana Potensi ANKR Coin di Masa Depan?

    Tidak bisa dipungkiri, ANKR disebut sebagai altcoin yang punya potensi jangka panjang, lho, meskipun kini harganya memang masih fluktuatif. Dikutip dari InvestorPlace, hal ini disebabkan oleh platform Ankr yang memanfaatkan konsep DeFi yang masih akan terus mengalami perkembangan sebagai alternatif dari bank konvensional. 

    Masih berhubungan dengan teknologi pada platform yang menaungi ANKR, sistem Web3 milik Ankr juga diprediksi bisa membawa perubahan besar dalam penggunaan internet di masa depan, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu, ANKR dianggap bermanfaat sebagai aset untuk investasi jangka panjang dan cocok bagi para investor yang ingin berpartisipasi dalam inovasi yang tercipta dalam blockchain juga internet. Ditambah lagi dengan harganya yang kini masih cenderung terjangkau.

    Para trader pemula bisa, nih, menjadikan ANKR coin menjadi pilihan untuk di-hold dalam wallet mengingat harganya yang masih rendah, tetapi punya masa depan yang amat cerah. 

    Yuk, daftar, tuntaskan KYC Anda dan langsung investasi ANKR di Tokocrypto. Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung dengan Group Telegram Tokocrypto! Kamu juga bisa dapat informasi paling update hingga edukasi mengenai dunia kripto lainnya di website Tokonews.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Staking Kripto dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Staking adalah proses di mana individu mengunci kripto mereka (disebut “stake”) untuk mendukung keamanan dan operasi jaringan blockchain. Saat seseorang melakukan staking, mereka pada dasarnya membantu mengamankan jaringan dan memvalidasi transaksi di blockchain.

    Staking hanya dimungkinkan pada blockchain yang menggunakan mekanisme konsensus proof-of-stake (PoS) seperti Ethereum dan Cardano. PoS berbeda dengan proof-of-work (PoW) yang digunakan pada kripto seperti Bitcoin, di mana penambang menggunakan daya komputasi untuk memvalidasi transaksi.

    Dengan staking, koin yang dipegang oleh pengguna menjadi kurang likuid karena terkunci dalam proses staking. Pengguna biasanya masih dapat mengakses koin mereka yang di-stake tetapi mungkin hanya dapat menggunakannya untuk tujuan lain setelah koin tersebut tidak lagi di-stake.

    Konsensus Proof of Stake

    Algoritma PoS menggunakan proses seleksi pseudo-acak untuk memilih validator dari sekelompok node. Mekanisme ini dapat menggabungkan berbagai faktor, seperti usia stake, randomisasi, dan kekayaan node. Namun, setiap kripto PoS memiliki seperangkat aturan dan metode yang berbeda yang digabungkan untuk menciptakan kombinasi terbaik untuk jaringan dan penggunanya.

    PoS memungkinkan blok untuk diproduksi tanpa mengandalkan perangkat keras penambangan khusus seperti Application-Specific Integrated Circuit (ASIC). Sementara penambangan ASIC memerlukan investasi besar dalam perangkat keras dan energi untuk menjalankan operasi penambangan, staking memerlukan investasi dalam kripto itu sendiri.

    Dalam PoS, blok “ditempa” daripada “ditambang.” Saat sebuah node dipilih untuk menempa blok berikutnya, node tersebut memverifikasi bahwa transaksi dalam blok tersebut valid. Kemudian, node tersebut menandatangani blok dan menambahkannya ke blockchain. Sebagai imbalannya, node tersebut menerima biaya transaksi dari blok tersebut dan, pada beberapa blockchain, hadiah berupa koin.

    Jika sebuah node ingin berhenti menjadi penempa, stake dan hadiah yang diperoleh akan dilepaskan setelah periode waktu tertentu, memberi jaringan waktu untuk memverifikasi bahwa tidak ada blok curang yang telah ditambahkan ke blockchain oleh node tersebut.

    Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa produksi blok melalui staking memungkinkan skalabilitas yang lebih tinggi untuk blockchain. Inilah salah satu alasan mengapa jaringan Ethereum beralih dari PoW ke PoS dalam serangkaian pembaruan teknis yang disebut ETH 2.0.

    Bagaimana Cara Kerja Staking dalam Kripto?

    Setiap jaringan blockchain PoS memiliki staking khusus yang digunakan untuk berpartisipasi dalam proses staking. Staking ini biasanya merupakan mata uang asli dari jaringan blockchain tersebut.

    Misalnya, jika sebuah blockchain PoS dibangun di atas Ethereum, mata uang stakingnya adalah ether. Demikian pula, jika jaringan blockchain PoS baru diluncurkan, kemungkinan akan memperkenalkan kripto baru sebagai mata uang staking untuk jaringan tersebut. Pengguna yang ingin berpartisipasi dalam jaringan tersebut perlu memperoleh mata uang staking khusus tersebut.

    Ada berbagai cara untuk melakukan staking kripto. Metode spesifik bergantung pada tingkat keahlian teknis investor, jumlah kripto yang ingin di-stake, dan tingkat kontrol yang diinginkan.

    Salah satu opsi untuk memulai adalah dengan mengatur dan memelihara node validator di blockchain. Metode ini memerlukan pengetahuan teknis dan memberikan kontrol paling besar atas proses staking. Oleh karena itu, metode ini datang dengan tanggung jawab dan risiko yang paling besar.

    Opsi lain adalah menggunakan platform staking-as-a-service yang memungkinkan pengguna mendelegasikan stake mereka ke penyedia layanan pihak ketiga yang menjalankan node validator. Metode ini menawarkan keseimbangan antara kontrol dan kenyamanan, memungkinkan pengguna untuk tetap mengendalikan dana mereka sambil mendelegasikan tanggung jawab menjalankan node validator kepada penyedia layanan terpercaya.

    Akhirnya, beberapa bursa kripto menawarkan layanan staking kepada pengguna mereka, memungkinkan mereka untuk melakukan staking kripto mereka tanpa harus menjalankan node sendiri atau mendelegasikan ke penyedia layanan pihak ketiga. Metode ini menawarkan kenyamanan paling besar, tetapi pengguna harus mempertimbangkan dengan hati-hati langkah-langkah keamanan bursa sebelum melakukan staking kripto mereka di platform tersebut.

    Apa Manfaat Staking Kripto?

    1. Mendapatkan hadiah staking:
      Node yang berpartisipasi dalam proses validasi jaringan dihargai dengan kripto atau biaya transaksi, memungkinkan pengguna untuk mendapatkan pendapatan pasif. Staking juga dapat meningkatkan likuiditas karena memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan kepemilikan idle mereka tanpa menjualnya.
    2. Mendukung keamanan jaringan:
      Staking membantu mengamankan jaringan dengan memberi insentif kepada validator untuk bertindak sesuai kepentingan jaringan. Validator yang bertindak jahat atau melanggar aturan jaringan berisiko kehilangan stake mereka, yang membantu mencegah aktor jahat mencoba merusak jaringan.
    3. Desentralisasi:
      Staking juga membantu mendesentralisasikan jaringan dengan memungkinkan siapa saja untuk berpartisipasi dalam proses validasi. Desentralisasi ini membantu mengurangi risiko satu entitas mengendalikan jaringan, yang dapat membahayakan keamanannya.
    4. Efisiensi energi:
      Staking dianggap sebagai alternatif yang lebih efisien energi dan ramah lingkungan dibandingkan penambangan PoW. Staking membutuhkan daya komputasi yang jauh lebih sedikit untuk memvalidasi transaksi dan membuat blok baru.
    5. Tata kelola jaringan:
      Beberapa jaringan blockchain memungkinkan pengguna yang melakukan staking kripto mereka memiliki hak suara dan mempengaruhi tata kelola jaringan. Ini memberi pemangku kepentingan suara dalam mengusulkan dan memutuskan pembaruan protokol, perubahan, dan perbaikan, memungkinkan mereka membentuk arah masa depan jaringan.

    Apa Risiko Staking Kripto?

    Validator harus meneliti dengan cermat kripto spesifik yang mereka rencanakan untuk berpartisipasi, memahami risiko yang terlibat, dan memiliki pemahaman yang jelas tentang persyaratan teknis dan prosedur yang terlibat dalam staking. Berikut adalah beberapa risiko yang terkait dengan staking kripto:

    1. Risiko volatilitas:
      Nilai kripto dapat berfluktuasi dengan liar, yang berarti nilai kripto yang di-stake dapat menurun dengan cepat, berpotensi mengakibatkan kerugian signifikan.
    2. Risiko slashing:
      Dalam jaringan PoS, validator dapat dikenakan sanksi atas berbagai jenis perilaku yang melanggar aturan jaringan, seperti melakukan double-signing atau offline untuk periode waktu yang lama. Sanksi ini dapat mengakibatkan kehilangan sebagian atau seluruh koin yang di-stake.
    3. Risiko sentralisasi:
      Dalam beberapa jaringan PoS, sejumlah kecil validator dapat memegang sebagian besar koin yang di-stake. Ini dapat menciptakan risiko sentralisasi, karena validator ini dapat memiliki kekuatan dan pengaruh yang tidak proporsional terhadap jaringan.
    4. Risiko teknis:
      Staking mengharuskan pengguna untuk menjaga koin mereka tetap terkunci dalam dompet atau node validator untuk periode waktu yang lama. Kegagalan teknis, seperti bug perangkat lunak, dapat mengakibatkan kehilangan koin yang di-stake.
    5. Periode penguncian:
      Pengguna biasanya perlu mengunci koin mereka untuk periode waktu yang telah ditentukan saat melakukan staking kripto mereka. Akses langsung ke koin ini mungkin terbatas selama waktu ini, mencegah mereka menjual kepemilikan mereka secepat yang biasanya mereka lakukan jika koin tersebut tidak di-stake. Ada kemungkinan kehilangan peluang investasi potensial atau menghadapi ketidakmampuan untuk merespons dengan cepat terhadap fluktuasi harga.

    Bagaimana Cara Staking Kripto Anda?

    1. Dapatkan kripto PoS:
      Pastikan untuk memilih kripto yang mendukung staking. Kemudian dapatkan jumlah koin yang diperlukan untuk staking. Beberapa blockchain memiliki jumlah staking minimum, yang mungkin bervariasi tergantung pada jaringan.
    2. Transfer kripto ke dompet:
      Atur dompet yang mendukung staking. Yang paling aman adalah menggunakan dompet yang direkomendasikan di situs web resmi blockchain.
    3. Mulai staking:
      Ikuti instruksi spesifik jaringan untuk staking, yang mungkin melibatkan mendelegasikan koin ke node validator atau menjalankan node validator sendiri. Informasi ini dapat ditemukan di situs web resmi blockchain yang dipilih.

    Bagaimana Hadiah Staking Dihitung?

    Setiap jaringan blockchain mungkin menggunakan cara berbeda dalam menghitung hadiah staking. Beberapa disesuaikan secara blok-demi-blok, mempertimbangkan banyak faktor berbeda. Tidak ada jawaban singkat, tetapi perhitungan hadiah mungkin termasuk:

    • Jumlah koin yang di-stake oleh validator
    • Lamanya waktu validator telah aktif staking
    • Kemampuan validator untuk memenuhi tanggung jawab mereka
    • Jumlah total koin yang di-stake di jaringan
    • Biaya transaksi jaringan
    • Tingkat inflasi koin

    Untuk beberapa jaringan, hadiah staking ditentukan sebagai persentase tetap. Hadiah ini didistribusikan kepada validator sebagai kompensasi untuk inflasi. Inflasi mendorong pengguna untuk membelanjakan koin mereka daripada menyimpannya, yang dapat meningkatkan penggunaannya sebagai kripto. Dengan model ini, validator dapat menghitung dengan tepat apa yang diharapkan dari hadiah staking.

    Jadwal hadiah yang dapat diprediksi mungkin terlihat lebih menguntungkan daripada probabilitas mendapatkan hadiah blok bagi beberapa orang. Dan karena ini adalah informasi publik, hal ini mungkin mendorong lebih banyak peserta untuk terlibat dalam staking.

    Mengapa Tidak Bisa Melakukan Staking di Semua Kripto?

    Hanya kripto yang dibangun di atas mekanisme konsensus blockchain PoS yang dapat di-stake. PoS memungkinkan pengguna untuk memvalidasi transaksi dan mengamankan jaringan dengan melakukan staking kepemilikan kripto mereka daripada memecahkan persamaan matematika yang kompleks, seperti pada mekanisme konsensus PoW. Kripto yang dibangun di atas mekanisme konsensus blockchain PoW tidak dapat di-stake.

    Tidak semua kripto PoS mendukung staking. Beberapa kripto PoS mungkin memiliki mekanisme lain untuk memberi insentif kepada pengguna untuk memelihara dan mendukung jaringan, seperti delegated proof-of-stake (DPoS), yang mungkin tidak melibatkan staking dalam pengertian tradisional.

    Meneliti kripto dan jaringan spesifik yang Anda pertimbangkan untuk di-stake dan memahami persyaratan dan hadiah staking adalah penting.

    Kesimpulan

    Staking kripto membuka lebih banyak peluang bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi dalam pemeliharaan dan tata kelola blockchain. Ini juga merupakan cara mudah untuk mendapatkan hadiah hanya dengan memegang aset digital. Hambatan untuk masuk ke ekosistem blockchain semakin rendah seiring dengan semakin mudahnya staking.

    Perlu diingat bahwa staking tidak bebas risiko. Kontrak pintar yang digunakan untuk mengunci dana bisa rentan terhadap bug, jadi penting untuk selalu melakukan riset sendiri dan menggunakan dompet yang sangat aman.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Robinhood Luncurkan Staking ETH dan SOL untuk Pengguna AS Mulai $1

    Robinhood resmi meluncurkan layanan staking untuk aset kripto Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) bagi pengguna di Amerika Serikat, mulai 10 Juli 2025. Fitur ini memungkinkan investor ritel mendapatkan imbal hasil dari aset kripto mereka dengan modal awal hanya $1, memperluas akses terhadap partisipasi jaringan blockchain tanpa hambatan teknis.

    Dilaporkan Cryptoslate, langkah ini memperluas cakupan layanan staking Robinhood yang sebelumnya hanya tersedia di Eropa, sekaligus menandai ekspansi agresif perusahaan ke sektor aset digital. Robinhood menekankan bahwa pengguna kini bisa berpartisipasi dalam validasi jaringan Ethereum dan Solana tanpa perlu menjalankan validator node sendiri.

    Untuk staking Ethereum, Robinhood menggunakan metode batch processing dengan menggabungkan dana dari banyak pengguna untuk mencapai ambang batas 32 ETH yang disyaratkan jaringan. Pengguna dapat mengharapkan menerima antara 50% hingga 100% dari imbalan staking sesuai dengan mekanisme agregasi.

    Staking Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 11 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 11 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Dunia Otomotif Berguncang! Volkswagen Gunakan Solana untuk Robotaxi

    Sementara itu, staking Solana juga telah tersedia dengan Robinhood menangani seluruh proses teknis. Ini bertujuan untuk menyederhanakan pengalaman pengguna dan menjangkau investor ritel yang menginginkan cara praktis dalam mengelola aset kripto mereka.

    Namun, karena pembatasan regulasi di beberapa negara bagian, layanan staking belum tersedia untuk pengguna di California, Maryland, New Jersey, New York, dan Wisconsin.

    Robinhood juga mengumumkan bahwa mulai Oktober 2025, mereka akan mengenakan komisi 25% dari hasil staking, selain biaya dari penyedia pihak ketiga. Meski demikian, perusahaan menyatakan bahwa total biaya ini tetap kompetitif dan mencerminkan standar industri.

    Strategi Robinhood

    Peluncuran layanan ini memperkuat strategi jangka panjang Robinhood dalam memperluas ekosistem kripto-nya. Baru-baru ini, perusahaan mengakuisisi Bitstamp, salah satu bursa kripto tertua di dunia, serta platform kripto asal Kanada WonderFi, sebagai bagian dari rencana integrasi layanan keuangan digital yang lebih luas.

    Di awal 2025, Robinhood juga mengumumkan pembangunan blockchain sendiri di jaringan Arbitrum, dengan tujuan menghadirkan layanan perdagangan saham dan keuangan terdesentralisasi langsung dalam platformnya.

    Dengan semakin banyaknya aset kripto yang ditambahkan dan pertumbuhan kontribusi pendapatan dari aktivitas kripto, Robinhood kini memosisikan dirinya sebagai gerbang ramah ritel ke dunia aset digital dan pesaing langsung bagi bursa kripto besar lainnya.

    Baca juga: MOODENG: Koin Meme Solana Unik dengan Misi Lingkungan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Staking Solana AS Meluncur, Harga SOL Melejit?

    Inovasi besar hadir bagi investor kripto di Amerika: REX‑Osprey Solana + Staking ETF, ETF “staked” pertama di AS, resmi difinalisasi setelah SEC tidak memberikan komentar lagi.

    Produk ini akan segera mulai diperdagangkan pada Rabu, 2 Juli 2025, sekali gus membuka jalur resmi untuk mendapatkan yield dari staking SOL, lewat model korporasi C‑Corp yang disetujui regulator.

    Apa Untungnya untuk Investor?

    1. Eksposur ke SOL + yield staking
      Investor tak hanya dapat keuntungan dari kenaikan harga Solana, tetapi juga menerima imbal hasil staking—serupa dengan dividen saham tradisional.
    2. Tak perlu pegang token secara langsung
      Semua proses dilakukan oleh ETF, aman dari risiko pengelolaan sendiri. Ini solusi elegan untuk pemodal retail maupun institusi tradisional.
    3. Pintu terbuka untuk ETF staked altcoin lain
      Model legal ini dapat dipakai untuk ETH staking ETF dan token lain—sesuatu yang sebelumnya lama ditunda oleh SEC.

    Baca Juga: Lazarus Group Bobol Dompet Solana Senilai $3,2 Juta

    Efek Instan, Harga Solana Melonjak 6%

    Pengumuman tersebut langsung direspons baik oleh pasar, harga SOL sempat naik 6% ke level $158, dan dalam seminggu terakhir melonjak lebih dari 12%.

    Meski masih 46% di bawah ATH (sekitar $295), kapitalisasi pasar SOL kini mencapai $83,5 miliar, menjadikannya aset kripto terbesar keenam.

    Apa Artinya Bagi SOL?

    • Buka jalan untuk “altcoin summer”: Bloomberg memperkirakan gelombang ETF altcoin berikutnya setelah Bitcoin & Ethereum, dan Solana diprediksi akan memimpin.
    • Volume on‑chain naik: Aktivitas di DEX berbasis SOL bahkan melampaui Ethereum, meningkatkan nilai fundamental ekosistem.

    Analisis Teknikal: Optimisme Hati-Hati

    FXLeaders mencatat harga SOL rebound di atas $153, namun menghadapi resistance di rentang $160$165. Support kuat berada di kisaran $145–$150.

    Momentum bullish valid jika harga menembus level resistance, sedangkan penurunan di bawah support bisa menjatuhkan SOL kembali ke kisaran $130–$135.

    Tantangan ke Depan

    • Struktur C‑Corp ETF unik yang disetujui SEC jadi penanda positif bahwa staking tidak melanggar regulasi aset sekuritas.
    • Dana staking SOL sebesar $585 juta dijadwalkan akan tiba ulang dalam dua bulan ke depan yang kemungkinan mempengaruhi pasokan jangka pendek .
    • Institutional awareness masih perlu ditingkatkan trust SOL oleh Grayscale masih hanya $75 juta, jauh tertinggal dari ETH Trust yang mencapai $10 miliar.

    Baca Juga: Harga Solana Tembus $157, Momentum Institusional Kian Kuat

    Secara keseluruhan, ETF ini punya potensi besar untuk mendorong adopsi tradFi ke pasar altcoin. Harga SOL bisa melejit jika reaksi breakout berjalan, didorong masuknya aliran institusi dan yield staking.

    Meski demikian, risiko tetap ada berupa kemungkinan terjadinya pending unlock staking, tekanan jual akibat yield, dan hambatan resistance teknikal.

    Strategi Pendek & Menengah

    • Trader harian: buy near support ($145–$150), target resistance awal $160–$165, stop-loss di bawah $144.
    • Swing trader: entry setelah breakout atas $165 dengan volume kuat, target berikutnya $180–$200.
    • Investor jangka menengah: masuk bertahap, pantau laporan inflow ETF dan update unlock staking.

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Dukung Staking Bitcoin Babylon

    Binance, platform pertukaran kripto terbesar di dunia, baru-baru ini mengumumkan dukungannya terhadap protokol staking Bitcoin inovatif bernama Babylon (BABY).

    Langkah ini menandai babak baru dalam pemanfaatan Bitcoin (BTC) sebagai aset produktif, memungkinkan pemilik BTC untuk mendapatkan imbal hasil tanpa harus meninggalkan jaringan Bitcoin.

    Apa Itu Babylon?

    Babylon adalah protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pemilik BTC untuk mengunci aset mereka secara self-custodial langsung di jaringan Bitcoin.

    Dengan menggunakan teknologi kriptografi canggih dan inovasi dalam protokol konsensus, Babylon memungkinkan BTC yang di-stake untuk berkontribusi pada keamanan jaringan Proof-of-Stake (PoS) seperti Cosmos, Avalanche, dan Injective, tanpa perlu memindahkan aset ke jaringan lain.

    Baca Juga: Binance Tambah LDUSDt, Aset Margin Penghasil Imbalan

    Integrasi Babylon di Binance

    Binance memperkenalkan Babylon BTC Staking melalui fitur On-chain Yields, yang menyederhanakan partisipasi pengguna dalam protokol on-chain.

    Pengguna dapat dengan mudah mengakses opsi staking ini melalui platform Binance, tanpa perlu berinteraksi langsung dengan protokol blockchain yang kompleks.

    Imbal Hasil dan Airdrop BABY

    Sebagai bagian dari kampanye awal, Babylon mendistribusikan 600 juta token BABY kepada pengguna awal yang berpartisipasi dalam staking BTC.

    Binance juga mengumumkan bahwa peserta program staking akan menerima bonus tambahan sebesar 12% dalam bentuk token BABY, yang akan didistribusikan ke akun Spot pengguna mulai 10 April 2025.

    Fitur Perdagangan BABY di Binance

    Selain staking, Binance juga meluncurkan kontrak perpetual BABYUSDT, memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan token BABY dengan leverage hingga 5x.

    Langkah ini memberikan eksposur pasar yang lebih luas terhadap protokol Babylon dan memperkuat posisi Binance dalam mendukung proyek-proyek inovatif di ekosistem kripto.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Dekati $81.000 Setelah Rumor Penghentian Tarif oleh Trump

    Secara keseluruhan, dukungan Binance terhadap protokol Babylon membuka peluang baru bagi pemilik BTC untuk mendapatkan imbal hasil tanpa meninggalkan jaringan Bitcoin.

    Dengan integrasi yang mudah melalui platform Binance dan insentif menarik seperti airdrop token BABY, pengguna dapat memaksimalkan potensi aset mereka sambil berkontribusi pada keamanan jaringan PoS.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rekor Baru, Staking Ethereum Nyaris Tembus $90 Miliar

    Ethereum (ETH), platform blockchain terbesar kedua setelah Bitcoin, baru-baru ini mencetak sejarah baru Dan pencapaian luar biasa.

    Pasalnya, total ETH yang di-stake mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Menurut laporan terbaru, hampir $90 miliar, atau lebih tepatnya $ 88–$90 miliar senilai ether kini dikunci dalam mekanisme staking.

    Apa itu Staking Ethereum?

    Setelah transisi dari protokol Proof‑of‑Work ke Proof‑of‑Stake (yang dimulai sejak Merge pada September 2022), Ethereum memungkinkan pengguna “mengunci” ETH mereka untuk menjadi validator.

    Validator ini menjadi tulang punggung keamanan jaringan, memverifikasi transaksi dan menambahkan blok baru.

    Sebagai imbalannya, mereka menerima reward dalam bentuk tambahan ETH ‒ mirip dengan bunga bank, hanya dengan risiko dan volatilitas yang berbeda.

    Statistik Terkini

    • Rekor ETH Terkunci
      Saat ini, jumlah ETH yang di-stake berada di angka tertinggi: hampir 32,8 juta ETH, yang setara dengan sekitar $90 miliar.
    • Perbandingan Angka
      Sebagai referensi, tahun 2023 Ethereum baru mencatat jumlah staking sebesar 23 juta ETH ($ 38 miliar) , menandakan percepatan tajam dalam dua tahun terakhir.

    Baca Juga: Upgrade Pectra Ethereum: Penilaian Setelah Sebulan Implementasi

    Mengapa Lonjakan Staking Ini Signifikan?

    1. Pengurangan Pasokan Aktif
      ETH yang di-stake dikunci untuk jangka panjang, sehingga mengurangi jumlah ETH yang beredar. Keterbatasan pasokan ini dapat menimbulkan tekanan kenaikan harga.
    2. Sentimen Positif Institusional & Ritel
      Tren ini menunjukkan perhatian besar dari investor institusional maupun ritel terhadap staking Ethereum.
    3. Mereka semakin percaya pada prospek Ethereum jangka panjang, bahkan setelah perbaikan jaringan seperti Shanghai/Shapella yang memungkinkan penarikan staking.
    4. Analogi Bitcoin
      Di Bitcoin, berkurangnya alokasi koin untuk dijual sering kali dianggap bullish.
    5. Kebijakan yang sama kini terlihat di Ethereum, tetapi dengan keuntungan tambahan: yield dari staking. Komunitas melihat peningkatan simpanan sebagai langkah strategis.

    Risiko dan Catatan Penting

    • Likuiditas Terbatas: ETH yang di-stake tidak dapat dicairkan serta-merta; berdasar aturan locking saat ini, butuh waktu untuk unlock.
    • Kenaikan Inflasi Jangka Panjang: Rentang penarikan panjang dapat menahan respons cepat terhadap perubahan pasar.

    Proyeksi Masa Depan

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 10 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 10 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Jika tren ini terus berlanjut, kita mungkin akan menyaksikan:

    • Supply shock jangka panjang: Dengan ketersediaan ETH di pasar berkurang, harga berpotensi naik.
    • Lonjakan minat staking institusi: Produk keuangan seperti ETF staking dapat semakin populer.
    • Penahanan kebutuhan penyesuaian protokol: Jumlah validator meningkat, meningkatkan stabilitas serta desentralisasi jaringan.

    Baca Juga: ETF Ethereum Melesat: Blackrock ETHA Pimpin Arus Masuk US$25 Juta

    Ethereum staking telah menembus rekor dengan hampir 32,8 juta ETH atau senilai hampir $ 90 miliar terkunci, menandakan tingginya kepercayaan terhadap ekosistem Ethereum pada masa depan.

    Fenomena ini bukan sekadar angka; ia melambangkan pengurangan pasokan aktif, potensi bullish jangka panjang, dan adopsi institusional yang makin matang.

    Meskipun disertai sejumlah risiko, seperti likuiditas terbatas, pencapaian ini tetap menunjukkan bahwa Ethereum semakin mantap sebagai aset digital fundamental di era Proof‑of‑Stake.

    Bagi investor, ekosistem, dan pengembang, momentum staking ini menjadi indikator kuat bahwa Ethereum tidak hanya sebagai aset spekulatif, melainkan juga jaringan finansial yang semakin dipercaya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com