Tag: stamina

  • Kunci Rahasia biar Lari Makin Cepat dan Staminanya Gila

    Jakarta

    Lari merupakan olahraga yang mengedepankan kekuatan, kelenturan, hingga daya tahan tubuh. Untuk itu, baik pelari profesional maupun pemula, dibutuhkan stamina yang kuat dan kemampuan kecepatan yang bisa diandalkan.

    Salah satu jenis latihan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan latihan kecepatan yaitu dengan latihan interval (interval training). Mengutip dari Jurnal Sport, Physical Education, Organization, Recreation, Training, latihan interval adalah tata cara latihan yang mencampurkan kinerja berulang antara bekerja dan istirahat. Aspek yang perlu diperhatikan dalam latihan ini yaitu durasi, konsistensi, jumlah pengulangan latihan, hingga interval pemulihan setelah pemulihan.

    Dalam olahraga lari, metode latihan interval dapat dikombinasikan dengan lari sprint dengan durasi 20-90 detik dan interval istirahat selama 30-120 detik.


    Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tata cara latihan interval, detikers dapat menyimak ulasan berikut ini.

    Teknik Latihan Interval pada Lari

    Latihan interval mampu mendorong kemampuan pelari agar lebih cepat dan kuat selama kompetisi. Latihan ini dapat meningkatkan daya tahan otot, sehingga efektif digunakan saat berlari.

    Tak hanya itu, latihan interval juga dapat meningkatkan daya tahan kardiovaskular, sehingga detikers dapat terus meningkatkan kecepatan saat berlari tanpa merasa cepat lelah.

    Agar lebih optimal, detikers dapat menyimak teknik latihan interval berikut ini:

    1. Melakukan Pemanasan dengan Benar

    Mengutip dari Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains, pemanasan saat berolahraga dapat memberikan manfaat bagi tubuh untuk meningkatkan kondisi tubuh menjadi lebih baik dan mengurangi risiko cedera.

    Sebelum mulai berlatih, pastikan detikers melakukan pemanasan selama 5-10 menit untuk mencegah terjadinya kram otot dan permasalahan lain selama latihan.

    2. Lari Sprint

    Lari pada latihan interval dapat dilakukan dengan lari cepat (sprint) dengan durasi 6-8 detik dan jarak 40 meter. Latihan ini dapat dilakukan sebanyak 10 kali dengan interval istirahat selama 1-2 menit.

    3. Pendinginan

    Mengutip dari Jurnal PKM Ilmu Kependidikan, pendinginan setelah latihan dapat merilekskan otot-otot tubuh yang telah melakukan aktivitas fisik yang berat maupun sedang.

    detikers dapat melakukan pendinginan dengan gerakan santai seperti jogging dan jalan selama beberapa menit.

    Jenis-jenis Lari Interval

    Dalam olahraga lari, terdapat beberapa jenis latihan interval yang bisa diterapkan, yaitu:

    • Short interval (lari interval jarak pendek): interval ini dilakukan dengan lari sprint selama 60 detik dan diselingi dengan istirahat singkat.
    • Long interval (lari interval panjang): interval yang berlangsung lebih dari 60 detik namun tetap dengan intensitas tinggi. Detikers dapat melakukan sprint selama 90 detik kemudian jalan santai selama 2-3 menit.
    • Progressive interval (lari interval progresif): latihan interval dengan meningkatkan intensitas lari untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan.
    • Pyramid interval (lari interval piramida): lari ini dapat dilakukan dengan durasi sprint yang meningkat lalu berkurang secara bertahap. Lari cepat dapat dilakukan dengan durasi terendah kemudian meningkat, yaitu 15 detik, 30 detik, dan 45 detik. Setelah itu kembali lagi ke awal. Jangan lupa istirahat di sela-sela waktu.

    Itulah ulasan terkait latihan interval sebagai kunci bagi pelari untuk meningkatkan kekuatan dan stamina. Semoga dapat dipraktekkan dengan baik ya, detikers!


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Biar Nggak Cepat Lelah, Ini 10 Tips Lari Jarak Jauh yang Wajib Kamu Tahu!

    Jakarta

    Lari menjadi salah satu olahraga yang diminati banyak orang. Selain bermanfaat bagi kesehatan, olahraga atletik ini juga memiliki ajang kompetisinya sendiri.

    Salah satu kategori olahraga lari adalah nomor lari jarak jauh. Mengutip dari Jurnal Kepelatihan Olahraga, Universitas Pendidikan Indonesia, lari jarak jauh atau Marathon merupakan cabang atletik dengan jarak lari sepanjang 42,195 meter (26 mil).

    Melihat dari jarak tempuhnya, untuk menyelesaikan lintasan lari jarak jauh membutuhkan kondisi fisik yang baik, energi yang banyak, hingga daya tahan tubuh yang mumpuni.


    Namun, saat berlari jarak jauh, banyak juga pelari yang cepat merasa kelelahan. Untuk mengatasi hal tersebut, detikers perlu mengetahui beberapa tips agar bisa menyelesaikan lari jarak jauh dengan efektif. Berikut detikSport telah merangkum beberapa ulasannya.

    1. Menentukan Target Sebelum Berlari

    Hal pertama yang bisa detikers lakukan sebelum mulai berlari yaitu menentukan target. Lari jarak jauh merupakan lari yang membutuhkan ketahanan tubuh yang tinggi, sehingga diperlukan latihan rutin untuk mencapai target.

    Selama latihan, detikers dapat merancang target seperti jarak, durasi, kecepatan, hingga teknik lari. Untuk permulaan, bisa memasang target dengan lari rutin setiap hari selama 15-30 menit di pagi atau sore. Setelah itu, dapat dilakukan secara bertahap dengan meningkatkan durasi lari.

    2. Menyiapkan Perlengkapan Lari

    Selain persiapan fisik, detikers perlu menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan selama lari, misalnya sepatu lari. Pastikan memilih sepatu lari yang cocok dan nyaman untuk mencegah kaki luka atau keseleo.

    Sepatu lari yang nyaman dapat membuat aktivitas lari semakin efektif dan bebas dari gangguan seperti cedera.

    3. Melakukan Pemanasan dengan Tepat

    Pemanasan merupakan aspek terpenting sebelum memulai kegiatan olahraga, termasuk berlari. Hal ini bertujuan untuk menjaga tubuh tetap siap menghadapi gerakan terus-menerus, dan tentunya untuk mencegah cedera.

    detikers dapat melakukan pemanasan dengan peregangan otot-otot tubuh dan berlari kecil selama 5-10 menit sebelum mulai berlari. Pemanasan juga dapat dilakukan di sela-sela aktivitas lari untuk mencegah kehabisan waktu. Saat mulai merasa kelelahan, detikers dapat mendinginkan tubuh dengan berjalan.

    Asian Sports women using freezing spray for treating injured sportwomen's knee and leg  after runIlustrasi cedera saat lari. Foto: Getty Images/TuiPhotoengineer

    4. Mengatur Posisi Tubuh

    Posisi tubuh yang tepat saat berlari juga dapat mencegah cedera dan kelelahan selama berlari. Berikut posisi tubuh yang bisa detikers terapkan dalam lari jarak jauh:

    • Tubuh lurus ke depan dan posisi dagu sedikit menghadap ke bawah.
    • Posisi tubuh tetap tegak dan bahu sejajar, tidak miring dan tidak naik turun.
    • Saat berlari, posisi tangan diayunkan dan siku sejajar dengan pinggul.
    • Jaga jarak langkah ketika berlari untuk menghindari kelelahan terlalu cepat.

    5. Konsistensi Langkah Selama Berlari

    Selain posisi tubuh, langkah kaki juga perlu diperhitungkan selama berlari untuk mencegah cepat lelah. Usahakan jarak di setiap langkah kaki selalu konsisten agar dapat mencapai waktu yang telah ditargetkan.

    6. Tetap Terhidrasi Selama Berlari

    Daya tahan tubuh dan kondisi tubuh yang fit sangat diperlukan dalam lari jarak jauh. Untuk itu, diperlukan asupan elektrolit yang cukup untuk menghindari tubuh dari dehidrasi. Tubuh yang terhidrasi juga dapat terhindar dari cedera dan kelelahan yang terlalu cepat.

    detikers dapat mengisi cairan tubuh sebelum, selamanya, hingga setelah berlari. Hal ini bertujuan agar stamina tubuh tetap terjaga meskipun harus berlari dalam jarak yang jauh.

    7. Mengatur Pernapasan

    Menurut Jurnal Kepelatihan Olahraga, energi dihasilkan dari proses aerobik, yaitu sistem menghasilkan energi yang membutuhkan oksigen. Seseorang yang mampu menggunakan oksigen secara maksimal memiliki kondisi dan daya tahan tubuh yang lebih kuat.

    Untuk itu, detikers perlu melatih pernapasan untuk mendapatkan asupan oksigen yang optimal. Salah satunya yaitu dengan menarik napas dalam-dalam melalui hidung selama dua detik, kemudian membuangnya lagi dengan hidung selama dua detik.

    8. Mengonsumsi Nutrisi yang Cukup

    Selain latihan rutin, nutrisi seorang pelari juga perlu dioptimalkan sebelum mulai berlari. Salah satu sumber energi utama yang harus dipenuhi yaitu glikogen, simpanan glukosa yang terdapat dalam jaringan otot.

    Untuk mencegah penipisan glikogen saat lari jarak jauh, detikers dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat, seperti nasi, kentang, atau ubi.

    9. Memulai Lari dengan Jalan Santai

    Selain melatih pernapasan, detikers dapat memulai jalan santai agar tidak ngos-ngosan selama berlari. Jalan santai juga sebagai bentuk peregangan bagi kaki agar lebih siap untuk bergerak dalam waktu yang lama.

    Playing fitness or exercising by walking or running outdoors is currently becoming more popular among health-conscious people to prevent the spread of COVID-19, causing people to often go for a run or walk in parks where the air is fresh.Ilustrasi persiapan lari. Foto: Getty Images/Nattawat Jindamaneesirikul

    10. Mengatur Kecepatan dengan Teknik Pacing

    Pacing mengacu pada kecepatan yang dipertahankan pelari saat menempuh jarak lari. Satuan yang digunakan dalam pacing adalah menit per kilometer (menit/km). Semakin kecil angkanya, maka semakin cepat pula detikers berlari. Contohnya, pace 5:00/km berarti dalam jarak 1 km, detikers membutuhkan waktu 5 menit.

    Dengan memahami teknik pacing, dapat mempermudah detikers dalam memudahkan perkiraan waktu tempuh dan membagi lari dengan split yang rapi dan terkontrol.

    Itulah beberapa tips lari jarak jauh yang dapat dilakukan untuk menghindari cepat lelah. Semoga dapat diterapkan dengan benar ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Lari Sebelum atau Setelah Sarapan, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?


    Jakarta

    Lari dan sarapan merupakan dua aktivitas yang dapat membuat tubuh menjadi segar dan bersemangat untuk menjalani aktivitas seharian. Selain itu, keduanya juga dapat meningkatkan produktivitas dan membantu kita jauh lebih fokus.

    Namun pertanyaannya, apakah sebaiknya lari dilakukan sebelum atau sesudah sarapan?

    Beberapa orang memilih untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berlari untuk menghindari masalah seperti sakit perut atau lemas. Namun, sebagian lainnya merasa baik-baik saja jika melakukan lari pagi sebelum sarapan.


    Mengutip dari detikHealth, olahraga dan pemenuhan nutrisi merupakan dua aspek penting yang saling berpengaruh. Studi menunjukkan bahwa respon tubuh terhadap olahraga berbeda-beda tergantung apakah seseorang sudah makan atau belum.

    Sarapan sebelum lari penting untuk dilakukan namun juga bisa diabaikan tergantung intensitas larinya. Tubuh manusia tetap membutuhkan energi untuk melakukan berbagai aktivitas fisik.

    Bagi detikers yang tetap ingin sarapan sebelum lari pagi, maka sebaiknya dapat memilih makanan yang tepat untuk menjaga stamina tubuh.

    Berikut beberapa rekomendasi jenis makanan yang dapat dimakan sebelum mulai lari pagi:

    1. Putih telur
      Bagian putih dalam telur mengandung kalium, magnesium, kalsium, hingga vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, putih telur juga kaya akan protein sehingga detikers dapat menjalani lari tanpa harus merasa kelaparan atau malah kenyang berlebihan.
    2. Pisang
      Salah satu buah yang bisa dikonsumsi sebelum lari yaitu pisang. Buah yang kaya akan potasium ini memiliki kandungan yang mudah dicerna dan dapat memperkuat stamina namun tetap membuat tubuh terasa ringan.
    3. Dada ayam
      Makanan kaya akan protein lainnya yaitu dada ayam. Daging pada dada ayam mengandung 27 gram protein dan vitamin B6, sehingga sangat cocok meningkatkan daya tahan tubuh.
    4. Roti panggang
      Roti panggang mengandung karbohidrat yang dapat mengembalikan energi yang digunakan saat berlari. Dengan begitu, detikers tidak akan merasa cepat lelah.
    5. Oatmeal
      Oatmeal merupakan makanan berbahan dasar gandum yang kaya akan serat dan karbohidrat. Saat sarapan dengan oatmeal, tubuh akan mencerna karbohidrat sehingga gula darah akan tetap stabil selama berlari.

    Demikianlah jawaban terkait pernyataan apakah sebaiknya sarapan atau tidak sebelum berolahraga lari pagi. Semoga dapat membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak? Ini Kata Ahli Diet

    Jakarta

    Banyak orang di seluruh dunia yang mengkonsumsi kopi. Meskipun populer untuk meningkatkan energi, ternyata kopi hitam bisa berperan dalam penurunan badan.

    Oleh sebab itu, kopi hitam tanpa gula bermanfaat untuk diet. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

    Apakah Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak?

    Ahli diet di Preg Appetit, Ashley Shaw , RD, mengungkapkan bahwa kopi tanpa gula bisa membakar lemak untuk menurunkan berat badan.


    “Kopi, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tanpa terlalu banyak pemanis tambahan, dapat membantu menurunkan berat badan dan bermanfaat bagi kesehatan Anda secara keseluruhan,” kata Ashley Shaw dikutip dari laman Business Insider.

    Kandungan kafein dalam kopi membantu dalam meningkatkan penurunan berat badan, meningkatkan metabolisme dan meningkatkan energi.

    Selain itu, kopi juga mengandung sejumlah nutrisi seperti potasium, magnesium, niasin, dan antioksidan. Kandungan-kandungan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung fungsi otot, dan meningkatkan kesehatan jantung.

    Kopi hitam tanpa gula adalah yang terbaik untuk menurunkan berat badan, karena tidak mengandung tambahan gula atau lemak yang bisa menyebabkan penambahan berat badan.

    Manfaat kopi hitam tersebut juga dibuktikan dalam studi tahun 2023 oleh Matthias Henn, dkk, yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition, yang menyebut bahwa minum kopi tanpa pemanis dikaitkan dengan sedikit penurunan berat badan, sementara penambahan gula ke kopi dikaitkan dengan penambahan berat badan.

    Hasil menunjukkan kalau minum kopi tanpa pemanis mungkin bermanfaat dalam pengelolaan berat badan. Namun, penelitian ini juga perlu direplikasi dengan penelitian di masa depan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.

    Dilansir Harvard of Public Health, terdapat penelitian yang mengkaji data dari tiga studi kesehatan utama: Studi Kesehatan Perawat, Studi Kesehatan Perawat II, dan Studi Tindak Lanjut Profesional Kesehatan. Hal ini memungkinkan peneliti mengakses sejumlah besar data dan partisipan.

    Para peneliti menemukan, meminum 1 cangkir kopi setiap hari (baik tanpa kafein atau biasa) dikaitkan dengan penurunan 0,12 kilogram (kg) berat badan selama 4 tahun.

    Shaw merekomendasikan untuk minum 4 cangkir kopi ons sehari atau setara dengan 400mg kafein. Ukuran tersebut dalam rangka untuk mendapatkan manfaat kopi dan mencapai penurunan berat badan.

    “Empat cangkir kopi sehari memberikan manfaat merasa lebih terjaga dan metabolisme lemak lebih baik tanpa terlalu banyak berdampak pada tidur dan kelaparan,” jelas Shaw.

    Ia menambahkan bahwa minum 1 cangkir setiap beberapa jam merupakan hal yang masuk akal, untuk merasakan efek jangka panjang di setiap interval.

    Namun jika seseorang menyukai kopi kental , minumlah lebih sedikit cangkir atau tidak lebih dari 400mg kafein per hari.

    “Kopi yang diidentifikasi sebagai ‘kuat’ punya kandungan kafein yang lebih tinggi karena konsentrasi kopi per porsi airnya lebih besar,” kata Shaw.

    Jika seseorang menyukai kopi yang manis, ada berikut beberapa alternatif pemanis rendah kalori yang bisa digunakan yakni:

    • Pemanis berbahan dasar buah, seperti erythritol atau ekstrak buah biksu.
    • Pemanis nabati, contohnya stevia dan sirup yacon.
    • Alkohol gula seperti xylitol dan maltitol.

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak? Ini Kata Ahli Diet

    Jakarta

    Banyak orang di seluruh dunia yang mengkonsumsi kopi. Meskipun populer untuk meningkatkan energi, ternyata kopi hitam bisa berperan dalam penurunan badan.

    Oleh sebab itu, kopi hitam tanpa gula bermanfaat untuk diet. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

    Apakah Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak?

    Ahli diet di Preg Appetit, Ashley Shaw , RD, mengungkapkan bahwa kopi tanpa gula bisa membakar lemak untuk menurunkan berat badan.


    “Kopi, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tanpa terlalu banyak pemanis tambahan, dapat membantu menurunkan berat badan dan bermanfaat bagi kesehatan Anda secara keseluruhan,” kata Ashley Shaw dikutip dari laman Business Insider.

    Kandungan kafein dalam kopi membantu dalam meningkatkan penurunan berat badan, meningkatkan metabolisme dan meningkatkan energi.

    Selain itu, kopi juga mengandung sejumlah nutrisi seperti potasium, magnesium, niasin, dan antioksidan. Kandungan-kandungan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung fungsi otot, dan meningkatkan kesehatan jantung.

    Kopi hitam tanpa gula adalah yang terbaik untuk menurunkan berat badan, karena tidak mengandung tambahan gula atau lemak yang bisa menyebabkan penambahan berat badan.

    Manfaat kopi hitam tersebut juga dibuktikan dalam studi tahun 2023 oleh Matthias Henn, dkk, yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition, yang menyebut bahwa minum kopi tanpa pemanis dikaitkan dengan sedikit penurunan berat badan, sementara penambahan gula ke kopi dikaitkan dengan penambahan berat badan.

    Hasil menunjukkan kalau minum kopi tanpa pemanis mungkin bermanfaat dalam pengelolaan berat badan. Namun, penelitian ini juga perlu direplikasi dengan penelitian di masa depan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.

    Dilansir Harvard of Public Health, terdapat penelitian yang mengkaji data dari tiga studi kesehatan utama: Studi Kesehatan Perawat, Studi Kesehatan Perawat II, dan Studi Tindak Lanjut Profesional Kesehatan. Hal ini memungkinkan peneliti mengakses sejumlah besar data dan partisipan.

    Para peneliti menemukan, meminum 1 cangkir kopi setiap hari (baik tanpa kafein atau biasa) dikaitkan dengan penurunan 0,12 kilogram (kg) berat badan selama 4 tahun.

    Shaw merekomendasikan untuk minum 4 cangkir kopi ons sehari atau setara dengan 400mg kafein. Ukuran tersebut dalam rangka untuk mendapatkan manfaat kopi dan mencapai penurunan berat badan.

    “Empat cangkir kopi sehari memberikan manfaat merasa lebih terjaga dan metabolisme lemak lebih baik tanpa terlalu banyak berdampak pada tidur dan kelaparan,” jelas Shaw.

    Ia menambahkan bahwa minum 1 cangkir setiap beberapa jam merupakan hal yang masuk akal, untuk merasakan efek jangka panjang di setiap interval.

    Namun jika seseorang menyukai kopi kental , minumlah lebih sedikit cangkir atau tidak lebih dari 400mg kafein per hari.

    “Kopi yang diidentifikasi sebagai ‘kuat’ punya kandungan kafein yang lebih tinggi karena konsentrasi kopi per porsi airnya lebih besar,” kata Shaw.

    Jika seseorang menyukai kopi yang manis, ada berikut beberapa alternatif pemanis rendah kalori yang bisa digunakan yakni:

    • Pemanis berbahan dasar buah, seperti erythritol atau ekstrak buah biksu.
    • Pemanis nabati, contohnya stevia dan sirup yacon.
    • Alkohol gula seperti xylitol dan maltitol.

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Minuman Obat Kuat Alami, Bikin Stamina Pria Meningkat Pol!

    Jakarta

    Sejumlah bahan alami ternyata berkhasiat sebagai obat kuat pria. Konsumsi teratur memungkinkan stamina pria tahan lama saat sedang beraktivitas atau bersama istri.

    Obat kuat dari bahan alami bisa jadi alternatif selain pengobatan kimia, yang dapat dibeli di apotek. Bahan alami ini mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

    5 Minuman Alami Penambah Stamina

    Berikut sejumlah bahan alami yang dapat menambah kekuatan pria, termasuk saat di ranjang sehingga dapat bercinta lebih lama dikutip dari laman Eat This Not That:


    1. Teh

    Teh hitam maupun teh hijau mengandung senyawa flavonoid yaitu katekin. Senyawa katekin membantu mengusir radikal bebas dari tubuh yang dapat merusak pembuluh darah. Sehingga, meningkatkan aliran darah yang sehat.

    Darah yang bersirkulasi dengan baik membantu ereksi tahan lama dan bisa menghasilkan orgasme yang memuaskan. Senyawa katekin juga mengatur penyimpanan alami zat vasokonstriktor dalam tubuh seperti oksida nitrat. Mengutip Medical News Today, oksida nitrat diyakini dapat mencegah disfungsi ereksi.

    2. Kopi

    Dikutip dari The Sun, beberapa penelitian menemukan peningkatan kafein bisa membuat orgasme lebih intens dan meningkatkan stamina seks. Kafein dalam kopi dapat memperlebar pembuluh darah dan melancarkan aliran darah.

    Sirkulasi yang baik membuat aliran darah ke jaringan ereksi semakin banyak. Ini memungkinkan pria mencapai keadaan terangsang dan meraih puncak orgasme.

    Di sisi lain, kafein juga diketahui bisa mengurangi risiko disfungsi ereksi. Studi melaporkan pria yang konsumsi kopi punya kemungkinan lebih kecil mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang tidak.

    3. Jus Delima

    Jus delima kaya akan antioksidan, yang mampu memperlancar aliran darah dan bantu memperbaiki disfungsi ereksi. Penelitian lain melaporkan, jus biji delima dapat meningkatkan respons ereksi agar bertahan lama.

    Jus buah ini dapat dibuat sendiri di rumah dengan blender atau mesin press untuk mengambil sarinya. Usahakan tidak menambahkan gula dan bahan tambahan lain dalam jus.

    4. Jus Apel

    Apel banyak mengandung senyawa quercetin yang berasal dari jenis flavanoid. Senyawa ini bersifat antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk gairah seks pria.

    Sebuah ulasan menemukan quercetin berhasil menurunkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi diketahui dapat menyebabkan disfungsi seksual karena kerusakan pembuluh darah mengganggu aliran darah ke alat vital.

    Pada wanita, tekanan darah tinggi bisa mengakibatkan libido lebih rendah dan menurunkan minat terhadap hubungan seks. Ini lantaran aliran darah ke miss V dapat mempengaruhi respons tubuh terhadap aktivitas seksual.

    Untuk mengambil apel, buah ini apel bisa dijadikan jus dan diminum. Buah ini dapat pula dikonsumsi langsung bersama buah-buah lainnya yang kaya vitamin dan mineral.

    5. Jus Buah Bit

    Bit kaya akan antioksidan, vitamin, dan nitrat. Senyawa nitrat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga alirannya lebih lancar. Hasilnya, stamina menjadi lebih baik saat berhubungan intim maupun ketika beraktivitas sehari-hari.

    Buah bit dapat diolah menjadi jus jika tidak ingin memakannya secara langsung. Bit dapat diolah bersama buah lain, dengan sedikit gula dan bahan tambahan lain.

    Nah, itu tadi minuman yang bisa dijadikan obat kuat alami untuk meningkatkan stamina pria.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Suami Merapat! Ini 6 Jurus Ampuh Tingkatkan Stamina buat ‘Tempur’ di Ranjang


    Jakarta

    Hubungan intim merupakan salah satu faktor penentu keharmonisan pasangan suami istri. Di samping itu, aktivitas hubungan seksual yang berkualitas juga membawa banyak manfaat baik buat kesehatan fisik dan mental.

    Tak bisa menutup mata, pada beberapa kasus kurangnya stamina suami mengurangi kenikmatan di atas ranjang bersama pasangan. Tenang dulu, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh suami untuk meningkatkan stamina bercinta dikutip dari Hims:

    Lakukan Olahraga Kardiovaskular

    Seks merupakan bentuk latihan kardiovaskular intensitas ringan hingga sedang. Meningkatkan kesehatan jantung akan bermanfaat bagi stamina dan kemampuan seksual.


    Coba lakukan setidaknya 150 menit latihan aerobik intensitas sedang setiap pekan. Lakukan dengan bersepeda, jogging, hingga menggunakan treadmill.

    Olahraga yang teratur dapat memperkuat jantung dan memungkinkan suami untuk melakukan aktivitas fisik yang lebih lama sebelum merasa lelah. Latihan ini juga penting meningkatkan fungsi seksual yang lebih optimal.

    Pertahankan Berat Badan Ideal

    Penelitian menunjukkan bahwa obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko disfungsi seksual baik pada pria, maupun wanita. Pria yang mengalami obesitas lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi sebanyak 30-90 persen.

    Untuk menjaga kesehatan dan fungsi seksual yang optimal, usahakan untuk menjaga massa tubuh atau BMI dalam kisaran yang normal.

    Habiskan Lebih Banyak Waktu untuk Foreplay

    Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membuat aktivitas ranjang bisa lebih lama adalah dengan meluangkan lebih banyak waktu untuk foreplay bersama pasangan.

    Lakukan hal tersebut dengan berciuman, menyentuh, atau melakukan seks oral satu sama lain. Coba semuanya dengan lebih pelan dan lambat agar bisa lebih dekat. Hal ini bisa membuat penetrasi lebih intens dan menggairahkan.

    Fokus pada Pasangan

    Coba lakukan fokus untuk memuaskan pasangan. Ketika terlalu fokus pada diri sendiri, mungkin suami dapat orgasme lebih awal.

    Untuk meningkatkan stamina, coba ambil sedikit langkah mundur secara mental dan buatlah seks menjadi momen untuk bisa memuaskan pasangan semaksimal mungkin. Coba posisi yang pasangan sukai atau berhenti lakukan penetrasi dan lakukan seks oral.

    Ketika fokus pada pasangan, hubungan seks mungkin akan berjalan lebih lama tanpa harus terus menerus melawan keinginan untuk mencapai orgasme.

    Tingkatkan Kualitas Tidur

    Kurang tidur dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan. Beberapa di antaranya adalah diabetes, obesitas, suasana hati buruk, kecemasan, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular.

    Selain itu, kurangnya durasi dan kualitas tidur juga dikaitkan dengan masalah kinerja seksual, termasuk disfungsi ereksi. Coba atur kembali durasi waktu tidur apabila punya kebiasaan tidur hanya tujuh jam sehari. Buatlah jadwal tidur dan ikuti aturan tersebut dengan benar.

    Konsumsi Makanan dengan L-Arginin

    L-arginin merupakan salah satu asam amino yang ditemukan dalam makanan kaya protein. Tubuh dapat mengubah L-arginin menjadi molekul kimia oksida nitrat yang berperan penting meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.

    L-arginin dinilai sebagai senyawa alami yang baik untuk meningkatkan fungsi ereksi dan kinerja seksual. Kandungan tersebut bisa didapatkan dari ikan, unggas, daging merah, dan produk susu.

    Selain L-arginin, perbanyak konsumsi makanan sehat seimbang yang kaya vitamin dan mineral juga sangat baik untuk meningkatkan fungsi seksual. Beberapa di antaranya seperti buah-buahan segar, sayur, protein tanpa lemak, biji-bijian, dan batasi konsumsi karbohidrat kompleks.

    (avk/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Tenang Dulu, Ternyata Begini ‘Tips and Trick’ Biar Pria Tak Cepat Loyo di Ranjang


    Jakarta

    Ketahanan suami di atas ranjang menjadi salah satu faktor kepuasan pasangan. Sebuah studi menunjukkan bahwa mayoritas pria mengalami ejakulasi setelah empat menit setelah melakukan penetrasi.

    Studi lainnya yang dilakukan terhadap 500 pasangan juga menunjukkan bahwa pria ejakulasi setelah melakukan hubungan seks selama 3-7 menit. Apabila suami ejakulasi kurang dari ‘rata-rata’ tersebut, mungkin beberapa cara ini bisa dilakukan untuk memperpanjang durasi hubungan.

    Foreplay Lebih Lama

    Dikutip dari Ro, Foreplay lebih lama bisa menjadi salah satu strategi untuk memperpanjang durasi bercinta di atas ranjang. Coba berbagai posisi untuk menikmati hubungan intim.


    Wanita memerlukan rangsangan yang lebih langsung di area klitoris untuk mencapai orgasme. Hal ini sering kali sulit dilakukan apabila hanya dilakukan dengan penetrasi saja. Dari survei yang dilakukan pada 50 ribu wanita, hanya 18 persen yang mengalami orgasme dari penetrasi.

    Gunakan Mainan Seks

    Coba gunakan mainan seks bersama pasangan untuk menambah variasi dalam bercinta. Mainan seks bisa menjadi sumber variasi yang tidak ada habisnya. Gunakan vibrator ketika berhubungan seks dengan pasangan atau saat foreplay untuk fokus membawa pasangan ke orgasme.

    Masturbasi Sebelum Bercinta

    Masturbasi sebelum bercinta bisa menjadi salah satu cara agar durasi di atas ranjang bisa lebih lama. Luangkan waktu sebelum berhubungan seks untuk melakukan masturbasi. Namun pastikan ada cukup waktu antara masturbasi dan bercinta agar kembali bergairah untuk menikmati seks bersama pasangan.

    Gunakan Kondom yang Tebal

    Kondom yang lebih tebal dapat menurunkan intensitas sensasi ketika berhubungan intim dengan pasangan. Jika intensitas diturunkan, maka hal ini mungkin juga bisa memperpanjang durasi penetrasi sebelum akhirnya ejakulasi.

    Gunakan Tisu Benzokain

    Tisu benzokain yang diaplikasi dapat memberikan efek mati rasa ringan pada penggunanya. Tisu ini digunakan pada bagian penis yang paling sensitif seperti frenulum yang ada di bagian bawah penis.

    Gunakan tisu ini lima menit sebelum melakukan hubungan intim. Pastikan area penis kering terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan intim agar zat tidak berpindah pada pasangan.

    Memperbanyak Latihan Kegel

    Kegel merupakan latihan dasar panggul yang tidak hanya baik dilakukan oleh wanita. Fokus lakukan gerakan mengangkat dan menarik dasar panggul tanpa otot punggung atau bokong untuk membantu.

    Kencangkan otot dan tekanan yang dirasakan adalah otot dasar panggul yang berkontraksi. Ulangi tekanan tersebut sebanyak 10-15 kali dan tahan masing-masing selama tiga detik dan rileks tiga detik.

    (avk/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy