Tag: standard chartered

  • Standard Chartered: Bitcoin Diprediksi Sentuh $500.000 di 2028

    Bitcoin terus menjadi perbincangan hangat di dunia keuangan, terutama setelah Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Global di Standard Chartered, mengungkapkan prediksi ambisiusnya. Kendrick memperkirakan bahwa harga Bitcoin akan mencapai $500.000 pada tahun 2028, didorong oleh dua faktor utama: meningkatnya akses investor dan berkurangnya volatilitas pasar.

    Akses Investor yang Semakin Luas

    Menurut Kendrick, akses investor terhadap Bitcoin mengalami peningkatan pesat sejak peluncuran ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat pada Januari 2024. Produk investasi ini memungkinkan lebih banyak institusi dan individu untuk berinvestasi dalam Bitcoin dengan cara yang lebih aman dan terstruktur. Sejauh ini, ETF Bitcoin spot telah menarik arus masuk bersih sebesar $39 miliar.

    Selain itu, Kendrick menyoroti bahwa potensi pencabutan aturan akuntansi SAB 121 di bawah pemerintahan Donald Trump dapat semakin meningkatkan akses institusional terhadap aset digital. Jika regulasi ini dihapus, perusahaan yang memegang Bitcoin tidak akan lagi mengalami hambatan dalam pelaporan keuangan mereka, yang pada akhirnya dapat mendorong lebih banyak institusi untuk mengalokasikan dana ke Bitcoin.

    Volatilitas Bitcoin yang Menurun

    Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin (BTC) di website Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.
    Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin (BTC) di website Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

    Seiring dengan semakin matangnya pasar ETF Bitcoin, Kendrick memperkirakan volatilitas aset ini akan terus menurun. Faktor lain yang berkontribusi terhadap stabilitas harga adalah ekspansi pasar opsi Bitcoin serta partisipasi institusional yang semakin besar.

    Kendrick juga membandingkan perkembangan Bitcoin dengan emas. Ia mencatat bahwa harga emas melonjak 4,3 kali setelah Exchange-Traded Product (ETP) diperkenalkan pada tahun 2004. Jika tren yang sama terjadi pada Bitcoin, kenaikan harga yang signifikan dapat terlihat dalam dua tahun ke depan, bukan tujuh tahun seperti yang terjadi pada emas.

    Proyeksi Harga Bitcoin hingga 2029

    Berdasarkan analisisnya, Kendrick memproyeksikan bahwa Bitcoin akan mencapai $200.000 pada akhir 2025, kemudian naik menjadi $300.000 pada akhir 2026, $400.000 pada akhir 2027, dan akhirnya menembus $500.000 pada tahun 2028. Ia juga meyakini bahwa harga tersebut akan bertahan hingga akhir 2029.

    Selain dukungan dari ETF Bitcoin dan regulasi yang lebih ramah, Kendrick menilai bahwa perintah eksekutif Trump untuk mengevaluasi persediaan aset digital nasional dapat mendorong bank sentral untuk mempertimbangkan investasi dalam Bitcoin. Jika hal ini terjadi, lonjakan permintaan institusional akan semakin mempercepat apresiasi harga Bitcoin dalam beberapa tahun ke depan.

    Prediksi Standard Chartered tentang kenaikan harga Bitcoin hingga $500.000 pada tahun 2028 didasarkan pada fundamental yang kuat, termasuk peningkatan akses investor, regulasi yang lebih mendukung, serta stabilitas pasar yang semakin membaik. Jika proyeksi ini terbukti benar, Bitcoin akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai aset digital utama dalam portofolio investasi global.

    Baca juga: Tren Bitcoin 3-7 Februari 2025: Akhirnya By Hoteliercrypto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Standard Chartered Ramal Harga XRP Tembus $12,50

    Bank investasi global Standard Chartered memproyeksikan bahwa harga XRP, token kripto dari Ripple, dapat melonjak hingga $8 pada akhir 2026 dan mencapai $12,50 pada 2028.

    Prediksi ini mencerminkan potensi kenaikan lebih dari 500% dari harga saat ini sekitar $2,36.

    Faktor Pendukung Kenaikan Harga XRP

    Prediksi optimis ini didasarkan pada beberapa faktor utama:

    1. Penyelesaian Hukum dengan SEC: Ripple telah menyelesaikan sengketa hukum selama lima tahun dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) melalui kesepakatan sebesar $50 juta. Penyelesaian ini memberikan kejelasan regulasi yang telah lama ditunggu-tunggu oleh investor.
    2. Potensi Persetujuan ETF XRP: Standard Chartered memperkirakan bahwa persetujuan ETF XRP di AS dapat menarik arus masuk antara $4 miliar hingga $8,3 miliar dalam tahun pertama peluncurannya. Hal ini dapat meningkatkan permintaan dan harga XRP secara signifikan.
    3. Adopsi Institusional dan Tokenisasi Aset: XRP digunakan dalam pembayaran lintas batas dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA), yang semakin menarik minat institusi keuangan tradisional. Ripple juga berencana untuk memperluas penggunaan XRP dalam sektor tokenisasi.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini: XRP Untung, Bitcoin dan Solana Buntung

    Proyeksi Harga XRP oleh Standard Chartered

    Menurut Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital di Standard Chartered, proyeksi harga XRP adalah sebagai berikut:

    • $5,50 pada akhir 2025
    • $8,00 pada akhir 2026
    • $10,40 pada akhir 2027
    • $12,50 pada akhir 2028

    Proyeksi ini mencerminkan pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.

    Tantangan dan Pertimbangan

    Meskipun prospek XRP tampak menjanjikan, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:

    • Persetujuan ETF: Persetujuan ETF XRP di AS masih belum pasti dan dapat mempengaruhi arus masuk investasi.
    • Persaingan dengan Kripto Lain: XRP menghadapi persaingan dari kripto lain seperti Ethereum dan stablecoin dalam hal adopsi institusional dan penggunaan dalam pembayaran lintas batas.
    • Volatilitas Pasar: Seperti kripto lainnya, harga XRP rentan terhadap fluktuasi pasar yang tajam dan perubahan sentimen investor.
    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Sabtu, 10 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Sabtu, 10 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Prediksi dari Standard Chartered menunjukkan potensi pertumbuhan signifikan untuk XRP dalam beberapa tahun ke depan, didukung oleh penyelesaian hukum, kemungkinan persetujuan ETF, dan adopsi institusional yang meningkat.

    Namun, investor harus tetap waspada terhadap tantangan yang ada dan melakukan analisis menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.

    Baca Juga: Harga XRP Tetap Bullish, Analis Sebut Berpotensi Tembus $5


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Standard Chartered Perluas Layanan Kripto, Mitra Likuiditas Institusi

    Standard Chartered dan B2C2 resmi menjalin kemitraan strategis untuk memperluas akses investor institusional ke pasar kripto. Kolaborasi ini menggabungkan infrastruktur perbankan global milik Standard Chartered dengan likuiditas aset digital dari B2C2 di pasar spot dan opsi.

    Dilaporkan Bitcoin Magazine, dalam kerja sama tersebut, B2C2 akan memberikan klien institusionalnya, termasuk manajer aset, hedge fund, perusahaan korporasi, hingga family office—akses langsung ke jaringan perbankan dan layanan penyelesaian (settlement) milik Standard Chartered. Integrasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih efisien dengan menggabungkan layanan perbankan teregulasi dan likuiditas kripto tingkat institusi.

    Langkah ini mencerminkan tren adopsi institusional terhadap aset digital yang semakin meningkat, khususnya di kawasan Asia. Seiring bertambahnya permintaan terhadap akses kripto yang teregulasi, kemitraan antara bank besar dan perusahaan aset digital dinilai mampu mengurangi hambatan transaksi fiat-ke-kripto serta mempercepat proses penyelesaian.

    Baca Juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

    Luke Boland, Head of Fintech Asia di Standard Chartered, menyebut kolaborasi ini memungkinkan konektivitas pasar yang teregulasi dan terukur tanpa mengorbankan eksekusi maupun manajemen risiko. Sementara itu, CEO Grup B2C2 Thomas Restout menilai jangkauan global dan kredibilitas regulasi Standard Chartered menjadikannya mitra strategis ideal untuk memperluas akses institusi ke pasar digital.

    Melalui kemitraan ini, investor institusional dapat mengelola transaksi fiat dan aset digital secara lebih efisien dalam satu ekosistem yang terintegrasi. B2C2 sendiri dikenal sebagai penyedia likuiditas kripto bagi institusi global, sedangkan Standard Chartered memiliki jaringan kuat di Asia, Eropa, dan Timur Tengah dalam layanan transaksi lintas negara dan akses pasar.

    Sebelumnya pada Mei 2025, Standard Chartered mengumumkan ekspansi layanan aset digital teregulasi untuk klien institusional. Bank tersebut kini telah meluncurkan perdagangan spot Bitcoin melalui cabang Inggrisnya, terintegrasi dengan platform FX yang ada serta menawarkan fleksibilitas dalam settlement dan kustodian.

    Kemitraan terbaru ini dinilai memperkuat jembatan antara keuangan tradisional dan pasar kripto, sekaligus menegaskan posisi aset digital yang semakin terintegrasi dalam sistem keuangan arus utama.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kolaborasi ini memperdalam jembatan antara perbankan tradisional (TradFi) dan pasar kripto, memberikan jalur masuk yang aman dan teregulasi (regulated on-ramp) bagi institusi besar yang sebelumnya ragu karena masalah likuiditas dan kepatuhan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

    Harga Bitcoin kembali berada di bawah tekanan setelah laporan terbaru dari Standard Chartered memproyeksikan potensi penurunan hingga ke level $50.000. Prediksi ini muncul di tengah volatilitas pasar yang tinggi dan sentimen investor yang memburuk dalam beberapa pekan terakhir.

    Meski Bitcoin sempat naik sekitar 2,49% dalam 24 jam terakhir ke kisaran $67.865, harga aset kripto terbesar ini masih terkoreksi sekitar 27% dari level tertingginya di sekitar $90.000 bulan lalu. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa tekanan jual belum sepenuhnya berakhir.

    Standard Chartered Turunkan Target, BTC Bisa Sentuh $50.000

    prediksi bitcoin Standard Chartered

    Dilaporkan Coingape, Geoffrey Kendrick, Head of Digital Assets Research di Standard Chartered, menyebut bahwa lingkungan makroekonomi saat ini belum memberikan dukungan kuat bagi aset kripto dalam jangka pendek. Ia memperkirakan Bitcoin berpotensi turun ke sekitar $50.000 dalam beberapa bulan ke depan jika tren penurunan berlanjut.

    Selain Bitcoin, Ethereum juga diproyeksikan dapat turun ke level $1.400 sebelum potensi pemulihan terjadi. Meski demikian, Kendrick menilai level-level tersebut dapat menjadi peluang akumulasi sebelum reli lanjutan pada paruh kedua 2026.

    Bank tersebut juga merevisi target akhir tahun untuk Bitcoin menjadi $100.000, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar $150.000. Sementara itu, target Ethereum dipangkas menjadi $4.000 dari sebelumnya $7.500. Revisi ini mengikuti penyesuaian sebelumnya pada Desember ketika proyeksi Bitcoin diturunkan dari hampir $300.000.

    Indeks Fear & Greed Sentuh Level Ekstrem

    Sentimen pasar semakin memburuk setelah Crypto Fear and Greed Index turun ke angka 8, yang menunjukkan kondisi “extreme fear”. Bahkan pada 6 Februari 2026, indeks sempat menyentuh angka 5, salah satu level terendah dalam sejarah.

    Nilai indeks tersebut mencerminkan meningkatnya kepanikan dan ketidakpastian di kalangan investor akibat volatilitas pasar yang tinggi serta tekanan makroekonomi global.

    Baca juga: Bitcoin Makin Langka di Bursa, Sinyal Bull Run Baru Muncul?

    Bitcoin Bertahan di Atas $65.000, Tapi Tekanan Masih Kuat

    Pada saat laporan ini ditulis, harga Bitcoin berada di sekitar $66.277, turun sekitar 1,15% dalam 24 jam terakhir. Dari sisi teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 38,62, di bawah ambang 50 yang menandakan momentum masih condong bearish.

    Sementara itu, indikator MACD juga menunjukkan momentum negatif, dengan garis MACD berada di bawah garis sinyal, mengindikasikan tekanan jual yang masih mendominasi.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika Bitcoin gagal menembus resistance di $70.000, harga berpotensi kembali menguji support di sekitar $65.000. Penurunan di bawah level tersebut dapat membuka peluang koreksi lanjutan menuju $60.000, bahkan mendekati proyeksi $50.000 seperti yang disebutkan dalam laporan Standard Chartered.

    Sebaliknya, jika terjadi pembalikan arah dan tekanan beli menguat, area $70.000 menjadi resistance utama yang harus ditembus sebelum potensi kenaikan lebih lanjut.

    Dengan kondisi pasar yang masih rapuh dan sentimen investor yang berada di zona ketakutan ekstrem, proyeksi penurunan ke $50.000 kini menjadi salah satu skenario yang diperhatikan pelaku pasar dalam jangka menengah.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, revisi turun mencerminkan sentimen hati-hati karena penundaan pemangkasan suku bunga Fed. Investor perlu waspada terhadap downside risk sebelum pasar menemukan pijakan pemulihan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Cetak Rekor, Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) mencapai nilai US$89.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar (kurs Rp 15.907) per koin pada kemarin, 12 November 2024. Tren tren positif terjadi sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024

    Menurut data dari CoinGecko, kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak sebesar 6,9% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 3,1 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 7,4% menjadi US$ 3.397.

    Adapun beberapa aset kripto yang mengalami kenaikan di antaranya altcoin populer, seperti XRP yang mengalami kenaikan sebesar 16,4% ke harga US$0,6782, Cardano (ADA) naik sebesar 8,7% ke angka US$ 0,6317, dan Solana (SOL) naik 4,9% ke harga US$ 220,56.


    Selain itu, coin AI juga memiliki tren positif seperti Render (RENDER) mengalami kenaikan sebesar 24% ke angka US$ 7,37 dan SleeplessAI (AI) naik sebesar 10,5% di harga US$ 0,52. Di sisi lain, meme coin pun mengalami kenaikan signifikan, Dogecoin (DOGE) melonjak 52,6% menjadi US$0,42 dengan kapitalisasi pasar US$ 62,1 miliar, SHIB naik 16,4% ke harga US$ 0,00002917 dan PEPE mengalami kenaikan 21,4% ke US$ 0,00001462.

    CEO INDODAX Oscar Darmawan mengatakan dengan naiknya berbagai koin membuktikan tren positif sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 memberi dampak signifikan di kalangan pelaku pasar. Bahkan, Standard Chartered juga memprediksi lonjakan harga Bitcoin hingga US$ 200.000 pada akhir tahun depan.

    Proyeksi ini dianggap semakin realistis dengan melihat tren harga Bitcoin saat ini. Selain Bitcoin, dia juga menyebut Ethereum diperkirakan akan mencatatkan rekor tertinggi baru di level US$ 10.000 dalam setahun mendatang. Sementara itu, Solana diproyeksikan memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi daripada kedua aset utama tersebut di pasar kripto.

    “Lonjakan harga Bitcoin yang mencapai ATH adalah momen penting bagi pasar kripto, menandakan kepercayaan dan adopsi yang terus meningkat terhadap Bitcoin sebagai aset digital yang terdesentralisasi,” ujar Oscar dalam keterangannya, dikutip Kamis (14/11/2024).

    Menurut Oscar, pencapaian ini juga berpotensi membuka peluang Bitcoin mencapai harga yang lebih tinggi lagi, didukung oleh sejumlah faktor eksternal seperti perkembangan kebijakan global dan minat dari institusi keuangan besar.

    “Ke depan, saya optimistis Bitcoin akan menjadi lebih menarik, tidak hanya bagi investor ritel tetapi juga bagi institusi yang mencari diversifikasi aset di tengah ketidakpastian ekonomi global,” tambahnya.

    Oscar menilai Bitcoin semakin mengukuhkan diri sebagai ‘digital gold’. Sama halnya dengan emas yang telah lama dianggap sebagai penyimpan nilai, dia bilang bitcoin kini mulai mendapatkan pengakuan yang serupa.

    Menurutnya, Bitcoin menawarkan peluang bagi investor untuk melindungi kekayaan mereka di saat ketidakstabilan pasar tradisional. Dengan kenaikan harga ini, Oscar juga melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aset digital.

    “Bitcoin telah membuktikan dirinya sebagai aset yang tidak hanya terdesentralisasi tetapi juga transparan. Kami di INDODAX percaya bahwa adopsi yang lebih luas akan semakin memperkuat keamanan dan daya tarik Bitcoin,” jelas Oscar.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin cs Mulai Bangkit


    Jakarta

    Pasar kripto kembali pulih pada perdagangan Rabu (2/25) siang. Diketahui sebelumnya, aset digital kripto kompak terkoreksi imbas meningkatnya tensi geopolitik Amerika Serikat (AS) dan Iran.

    Selain itu, pengumuman tarif global baru sebesar 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump juga ikut menekan harga aset digital.

    Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap pukul 11.15 WIB, token Bitcoin (BTC) tercatat kembali menguat 3,8% sepanjang 24 jam terakhir ke harga US$ 65.445 atau sekitar Rp 1,09 miliar (asumsi kurs Rp 16.804). Harga BTC mulai bangkit dari level terendahnya pada harga US$ 62.694 atau sekitar Rp 1 miliar pada perdagangan pagi tadi.


    Kemudian untuk token Ether (ETH) tercatat menguat 4,86% ke harga US$ 1.904 atau sekitar Rp 31,99 juta sepanjang perdagangan 24 jam terakhir. ETH bangkit dari level terendahnya di harga US$ 1.813 atau sekitar Rp 30,46 juta.

    Secara teknikal, pelemahan harga BTC sebelumnya terjadi karena gagal bertahan di area US$ 64.000 hingga US$ 65.000. Ruang koreksi juga masih terbuka secara jangka pendek, mengingat BTC masih bergerak di bawah level psikologis US$ 70.000.

    “Data dari Standard Chartered, karena area US$ 64.000-US$ 65.000 gagal dipertahankan, memperingatkan potensi penurunan lanjutan hingga US$ 50.000 sebelum harga stabil. Saat ini, Bitcoin masih bergerak di bawah level psikologis US $70.000, menandakan tekanan jangka pendek masih membayangi pasar,” ungkap
    Vice President Indodax, Antony Kusuma, kepada detikcom, Rabu (25/2/2026).

    Meski begitu, Antony menjelaskan koreksi yang terjadi pada BTC cenderung lebih teratur dibanding siklus krisis sebelumnya. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan matangnya struktur pasar kripto dengan ruang pemulihan harga yang terbuka.

    “Peluang rebound tetap terbuka. Saat ini pasar masih berada dalam fase konsolidasi atau pembentukan dasar harga (bottoming). Jika sentimen makro membaik dan terjadi aliran dana segar (inflow) kembali ke pasar, Bitcoin berpeluang keluar dari tekanan bearish,” jelasnya.

    Antony menambahkan, investor saat ini biasanya menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau membeli secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk menekan dampak fluktuasi harga jangka pendek.

    “Pendekatan ini dianggap lebih disiplin dibanding mencoba menebak titik terendah pasar di fase konsolidasi,” imbuhnya.

    Sebelumnya, CEO Triv Gabriel Rey, menjelaskan melemahnya pasar kripto secara umum dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Di samping itu, pengumuman tarif baru sebesar 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump juga turut mempengaruhi pergerakan pasar kripto.

    Sejalan dengan hal tersebut, terang Gabriel, banyak investor kripto yang menarik dananya dari sejumlah token utama. Hal tersebut juga tercermin dari menguatnya harga emas beberapa hari terakhir. Sementara itu, BlackRock juga tercatat melepas porsi di ETH usai pendiri token tersebut, Vitalik Buterin, melakukan jual bersih jutaan dolar dari harga US$ 3.000 hingga saat ini.

    “Jadi memang investor mulai menjual Bitcoin-nya, dan kita melihat juga emas mengalami kenaikan. Jadi kita melihat bahwa investor lebih shifting ke aset yang dirasa lebih aman dalam ketidakpastian makroekonomi ini,” ujarnya kepada detikcom, Selasa (25/2).

    Sebagai informasi, penguatan harga aset kripto juga terjadi pada sejumlah altcoin lainnya. BNB misalnya, tercatat menguat 0,79% sepanjang perdagangan 24 jam ke harga US$ 595,43. Nasib serupa juga terjadi pada token Solana (SOL) yang menguat 7,29% ke harga US$ 82,24.

    Sementara untuk stablecoin Tether (USDT) bergerak stabil pada harga US$ 0.9998 dan USDC menguat 0,1% ke harga US$ 1. Penguatan juga dialami oleh memecoin seperti DOGE yang tercatat menguat 1,32% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.09261.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com