Tag: STARTUP

  • Tokocrypto & BRI Ventures Umumkan 13 Startup TSBA Angkatan Pertama

    Tokocrypto dan BRI Ventures telah mengumumkan daftar peserta angkatan pertama Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA), program akselerator yang dirancang khusus untuk mendongkrak pertumbuhan beragam startup blockchain di Indonesia.

    Melalui TSBA, Tokocrypto dan BRI Ventures berkolaborasi menghadirkan mentor ternama dari dunia blockchain internasional, menyusun kurikulum yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan startup blockchain, dan memberikan para peserta yang terpilih akses untuk membangun jaringan.

    “Ke-13 startup yang terseleksi ini adalah refleksi bagaimana dunia blockchain sedang berkembang pesat di Indonesia dan ini hanyalah permulaan. Dua tahun lalu kata blockchain adalah istilah yang asing, namun sekarang beragam startup bermunculan dengan berbagai inovasi, dari NFT, Decentralised Finance, bahkan GameFi,” ucap Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto.

    Pengumuman daftar startup peserta program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures.

    Pengumuman daftar startup peserta program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures.

    Baca juga: Tips Kelola Gaji untuk Investasi Kripto #SiapLebihCuan Bareng Tokocrypto dan GoPay

    Sementara, Nicko Widjaja, CEO BRI Ventures, mengungkapkan, sangat antusias dengan program akselerator bersama Tokocrypto ini, di mana teknologi blockchain adalah bagian penting di masa depan internet dan akan menjadi penggerak dari ekonomi digital.

    “Kegiatan ini tentunya sejalan dengan semangat BRI Group dalam memajukan perekonomian Indonesia melalui pengembangan dunia usaha berbasis inovasi. Kami berharap kedepannya akan ada lebih banyak lagi pengembangan use cases di berbagai sektor menggunakan teknologi blockchain,” ujar Nicko.

    Setelah melalui proses penyaringan ketat, sebanyak 13 startup dipilih untuk memasuki tahap program selanjutnya. Selama 2 bulan ke depan, startup-startup ini akan melalui serangkaian aktivitas dan pelatihan yang akan dipandu oleh nama-nama terdepan di dunia blockchain internasional.

    Peresmian program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures di Bali.

    Peresmian program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures di Bali.

    Sejumlah nama yang akan menjadi mentor peserta TSBA di antaranya Tamar Menteshashvili dari Solana Labs, Ajey Gore dari Sequoia Capital, Nicole Zhang dari Binance Labs, YY Lai dari Signum Capital, Charles D’Haussy dari Consensys, dan Nicko Widjaja dari BRI Ventures.

    Daftar 13 Startup Peserta TSBA

    Peserta yang berhasil lolos seleksi diharapkan dapat bekerja sama dengan Tokocrypto dan BRI Ventures untuk turut membangun ekosistem blockchain di Indonesia. Berikut 13 startup yang berhasil lolos seleksi program TSBA:

    1. Avarik Saga

    Startup GameFi yang mengusung konsep game Japanese RPG 2D di jaringan Ethereum. Setidaknya 8,888 karakter NFT Avarik Saga berhasil terjual dalam 1 jam. avariksaga.com

    2. VCGamers

    Pusat segala kebutuhan gaming dalam bentuk marketplace yang menjual item-item game virtual dan vouchervcgamers.com

    3. Nanovest

    Sarana jual-beli dan investasi aset kripto serta instrumen investasi lainnya. nanovest.io

    4. Eizper Chain

    Game RPG bertemakan Steampunk di jaringan Solana. Eizper Chain juga pernah memenangkan urutan ke-3 terbaik pada ajang Solana Global Ignition Hackathon. eizperchain.com

    5. Mythic Protocol

    6. SERMorpheus

    Aplikasi NFT marketplace ramah pemula yang dapat menghubungkan mata uang sehari-hari dengan dunia Web3app.sermorpheus.com

    7. Play It Forward

    Sebuah serikat atau klan GameFi (guild) yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan Metaverse dengan memanfaatkan ekosistem play-to-earnplayitfwd.io

    8. Duckie Land

    Game play-to-earn yang mengadu pemain dengan memanfaatkan teknologi NFT serta menghadirkan aset kripto sebagai imbalan. duckie.land

    9. Creo Engine

    Sarana pengembangan game yang dapat ditujukan pada user base CreoEngine. Serupa dengan bagaimana pengembang app meluncurkan aplikasinya di Google Play Store. Melalui Creo Engine, pengembang game dapat mendapatkan keuntungan melalui berbagai cara dan skema. creoengine.com

    10. PlayFix

    Konsol yang dapat membantu pengembang, investor game maupun gamers dalam merancang dan meluncurkan game di dunia metaverse melalui integrasi teknologi blockchain. playfix.io

    11. VIN Protocol

    Teknologi survei di dunia web3 berbasis blockchain. survein.com

    12. Getkupon.io

    NFT marketplace  yang menghadirkan keuntungan-keuntungan yang dapat dinikmati secara offlinegetkupon.io

    13. Avarta

    Proyek Decentralized Finance yang mengatasi tantangan seputar identifikasi dan autentikasi di web3 maupun web2. avarta.io



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

    Potensi teknologi Web3 telah melihat gelombang pertumbuhan yang besar selama dua tahun terakhir. Banyak startup blockchain yang fokus pada pengembangan proyek Web3, NFT hingga kripto sebagai ide bisnisnya. 

    Menariknya pembahasan Web3 menjadi topik utama dalam acara “Web3 Community Meetup 2022” yang diselenggarakan di T-Hub by Tokocrypto Bali. Salah satu yang menjadi pembicara dalam acara yang digelar pada 26 Agustus 2022 lalu itu adalah Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda.

    Menurut pria yang akrab disapa Manda ini, melihat perkembangan Web3 di Indonesia masih relatif baru. Ada banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan untuk memaksimalkan potensi dari Web3 untuk pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

    “Meskipun permintaan besar, pengembang Web3 kekurangan pasokan talenta. Konsep Web3 masih merupakan ide yang relatif baru dan dikenalkan sejak tahun 2014. Tidak terlalu banyak mata kuliah yang mengajarkan blockchain, apalagi materi tentang konsep di dalamnya. Ini hanyalah salah satu dari sedikit alasan yang mendorong kami untuk membuat ekosistem yang diarahkan untuk pengembangan talenta di Web3,” kata Manda.

    Acara "Web3 Community Meetup 2022" di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.
    Acara “Web3 Community Meetup 2022” di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: TokoMall Dukung NFT Bira, Bangun Ekosistem Web3 Perspektif Baru

    Manda yakin Web3 bersama teknologi blockchain, kripto hingga NFT memiliki prospek menciptakan nilai tambah lebih bagi masa depan ekonomi digital Indonesia. Terlebih, Indonesia merupakan negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan potensi valuasi nilai ekonomi digitalnya bisa mencapai Rp 4.531 triliun pada 2030.

    “Salah satu langkah pertama dalam pengembangan Web3 adalah membangun ekosistem yang solid dari hulu ke hilir. Dari sisi pengembangan talenta, regulasi hingga menuju ke industri itu sendiri. Saat ini sudah banyak startup lokal yang fokus dalam pengembangan bisnis di Web3 dan blockchain,” jelasnya.

    Exchange Kripto Sebagai Gateway Dunia Web3

    Meskipun situasi market sedang lesu, potensi industri kripto dan blockchain masih sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya perusahaan besar yang mulai meramaikan industri blockchain, seperti yang dilakukan GoTo yang mengakuisisi salah satu Calon Pedagang Aset Kripto di Indonesia.

    Secara terpisah, Manda melihat aksi korporasi tersebut menjadi salah satu bukti yang menunjukkan industri aset kripto di Indonesia, masih akan terus tumbuh dan memiliki peluang untuk pengembangan bisnis, serta membangun ekosistem yang lebih maju ke depannya. 

    “Saya meyakini ini bukan aksi korporasi terakhir, kita mungkin bisa saja melihat hal yang serupa di masa mendatang, di mana banyak perusahaan atau institusi masuk untuk mengembangkan bisnisnya di industri kripto maupun blockchain. Exchange kripto ini sebagai gateway atau pintu masuk untuk potensi pemanfaatan ekosistem blockchain, Web3, metaverse, NFT dan lainnya.” tuturnya.

    Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda di acara Web3 Community Event, pada Jumat 26 Agustus 2022
    Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda di acara Web3 Community Event, pada Jumat 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Menkominfo Dorong Pemanfaatan Teknologi Web3 di Indonesia

    Potensi Industri Aset Kripto Indonesia

    Industri aset kripto dalam negeri sendiri sejauh ini masih memiliki potensi cukup besar. Bappebti mencatat hingga Juli 2022, jumlah investor aset kripto sudah mencapai lebih 15,57 juta dengan nilai transaksi perdagangan di Indonesia tercatat sebesar Rp 232,4 triliun.

    Industri aset kripto ini bisa menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Seperti, membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya yang berkaitan dengan teknologi blockchain. Kemudian, sudah banyak masyarakat Indonesia yang terbantu pemulihan ekonominya dengan investasi aset kripto.

    Keterbukaan pemerintah juga menjadi momentum baik untuk pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Indonesia menjadi negara yang memiliki regulasi cukup baik untuk mewadahi transaksi perdagangan kripto yang dianggap sebagai komoditi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Dukung NXC International Summit 2022, Bangun Startup Web3

    Tokocrypto resmi menjadi salah satu sponsor dalam gelaran NXC International Summit 2022 yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 31 Agustus-2 September 2022. Acara ini menjadi konferensi tingkat dunia yang merupakan respons terhadap kehadiran industri Web3 di Indonesia yang memicu antusiasme dan keingintahuan masyarakat.

    CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Tokocrypto sebagai salah satu pendukung acara NXC International Summit 2022 turut berpartisipasi dalam menggali para inovator Web3 di Indonesia untuk menunjukkan project mereka ke panggung global melalui NXC Web3 Startup Competition.

    “Web3 adalah fase baru yang menjanjikan. Potensi Web3 di Indonesia saat ini up and rising. Tokocrypto sangat optimis tentang potensi Web3 untuk memperluas akses masyarakat ke semua peluang yang lebih baik, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pendidikan,” kata Kai.

    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.
    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Market Awal Pekan: Harga Bensin Naik, Kripto Ikut Kuat

    Dorong Akselerasi Startup Web3

    Kai menambahkan sebagai pedagang aset kripto, Tokocrypto senantiasa mendukung berbagai inisiatif untuk mengembangkan ekosistem blockchain dan aset kripto di Indonesia, salah satunya melalui kolaborasi dengan NXC International Summit 2022.

    “Harapannya kerja sama ini dapat mendorong akselerasi startup yang fokus pada pengembangan Web3 dan blockchain di Indonesia, serta memberikan pengenalan dan edukasi lebih dalam mengenai ekosistem di dalamnya kepada seluruh masyarakat,” jelasnya.

    Sebagai bagian dari penyebaran adopsi Web3 dan blockchain, Tokocrypto juga berkesempatan untuk mengenalkan TokoVerse, ekosistem yang mencakup NFT marketplace, platform edukasi, crypto hub, program startup akseletator dan lainnya di ajang NXC International Summit 2022.

    Booth Tokocrypto di NXC International Summit 2022. Foto: Tokocrypto.
    Booth Tokocrypto di NXC International Summit 2022. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: TokoMall dan Grid Network Rilis Koleksi Gajah Monster NFT di Otobursa Tumplek Blek 2022

    Startup Web3 Indonesia Bersaing

    Kai juga menjadi salah satu pembicara dalam salah satu diskusi NXC International Summit 2022 yang bertema “Expanding content driven business through metaverse.” Selama diskusi, Kai mengungkap perkembangan Web3 membuat negara-negara, seperti Indonesia dan India mampu bersaing memperebutkan potensi ekonomi digital global. 

    “Web3 akan menghapus konsep ruang seperti yang kita kenal saat kita dengan bergerak ke metaverse dan menyamakan kedudukan sebagai individu. Metaverse sendiri didukung oleh teknologi blockchain dan Web3 menciptakan lebih banyak peluang untuk pemanfaatan konten menarik menjangkau banyak memanfaatkan pasar yang lebih luas,” jelasnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Punya Lebih dari 500 Startup Kategori Blockchain

    Industri blockchain di Indonesia terus tumbuh. Perkembangan ini juga sejalan dengan tingginya permintaan talenta pekerja untuk mengisi banyak posisi yang tersedia di industri teknologi yang masih baru ini.

    Anggota pendiri Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I), Yos Ginting, mengatakan ada kurang lebih 569 perusahaan atau startup terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masuk kategori pengembang blockchain. Data ini menunjukan tingkat pertumbuhan yang signifikan dari pelaku usaha yang fokus pada pengembangan teknologi rantai blok.

    “Terkait potensi kripto dan blockchain,saya melihat waktu tu itu ketika mendirikan Asosiasi Blockchain Indonesia pada Maret 2018 anggotanya hanya tujuh atau sembilan sekarang sudah 39. Pertumbuhannya sangat baik, jika kita lihat di KOMINFO ada 569 perusahaan yang secara kategori pengembang blockchain, kalau potensi Indonesia saya rasa sangat besar,” kata Yos Ginting di acara Coinfest Asia 2022, Kamis (25/8).

    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: Coinfest Asia 2022.
    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: Coinfest Asia 2022.

    Baca juga: Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    Indonesia Tingkatkan Adopsi Blockchain

    Dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia, Indonesia masih memiliki peluang untuk meningkatkan tingkat adopsi dari teknologi blockchain. Menurut Yos Ginting saat mengisi acara Coinfest Asia dalam sesi “Is Indonesia The Crypto Sleeping Giant in Asia?” Selain jumlah pengguna dari segi bisnis kategori blockchain yang memiliki kaitan erat dengan kipto juga terus tumbuh.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan meski saat ini dalam masa crypto winter, tapi pertumbuhan jumlah pekerja di industri aset digital dan blockchain tetap tumbuh, termasuk di Indonesia.

    “Dalam situasi industri blockchain di Indonesia saat ini, sedang terjadi bottle neck, di mana secara pertumbuhan bisnis sangat pesat, tapi ketersedian talent terbatas. Banyak startup blockchain dalam negeri yang berlomba-lomba untuk hiring mencari talenta terbaik. Di sisi lain, menemukan bakat blockchain itu sulit,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan "2022 Global Blockchain Talent Report". Sumber: LinkedIn.
    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan “2022 Global Blockchain Talent Report”. Sumber: LinkedIn.

    Baca juga: Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

    Menurut laporan LinkedIn dan exchange kripto, OKX, berjudul “2022 Global Blockchain Talent Report” menyebutkan pertumbuhan pekerja yang ada di industri blockchain Indonesia masuk dalam daftar teratas yang meningkat signifikan.

    Dari segi pertumbuhan pekerja blockchain, Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 negara teratas. Indonesia menduduki peringkat ke-8, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 43%. Posisi Indonesia tepat berada di bawah Bulgaria (52%) dan di atas Polandia (24%) dan China (12%).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

    Pertumbuhan industri blockchain di Indonesia tampaknya terus bergeliat. Dampak positifnya, bisa ciptakan lapangan pekerjaan dan ternyata jumlah pertumbuhan pekerja di industri ini terus meningkat setiap tahunnya.

    Menurut laporan LinkedIn dan bursa kripto, OKX, bertajuk “2022 Global Blockchain Talent Report” menyebutkan bahwa pekerja yang ada di industri blockchain secara global telah meningkat 76% dibanding tahun lalu. Menariknya, Indonesia masuk dalam daftar negara teratas yang memiliki pertumbuhan positif.

    Dari segi pertumbuhan pekerja blockchain, Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 negara teratas. Indonesia menduduki peringkat ke-8 untuk kategori ini, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 43%. Posisi Indonesia tepat berada di bawah Bulgaria (52%) dan di atas Polandia (24%) dan China (12%).

    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan "2022 Global Blockchain Talent Report". Sumber: LinkedIn.
    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan “2022 Global Blockchain Talent Report”. Sumber: LinkedIn.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengamini hasil riset yang dikeluarkan oleh LinkedIn dan OKX. Menurutnya, meski saat ini dalam masa crypto winter, tapi pertumbuhan jumlah pekerja di industri aset digital dan blockchain tetap tumbuh, termasuk di Indonesia.

    “Dalam situasi industri blockchain di Indonesia saat ini, sedang terjadi bottle neck, di mana secara pertumbuhan bisnis sangat pesat, tapi ketersedian talent terbatas. Banyak startup blockchain dalam negeri yang berlomba-lomba untuk hiring mencari talenta terbaik. Di sisi lain, menemukan bakat blockchain itu sulit,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Baca juga: Startup Kripto di Asia Berpotensi Jadi Unicorn, meski Bear Market

    Mencari Bakat di Industri Blockchain

    Manda menambahkan blockchain adalah salah satu tren teknologi terpanas di dunia saat ini. Tetapi menemukan bakat yang tepat dengan keterampilan prasyarat yang diperlukan untuk menguasai tools dan regulasi baru dalam teknologi blockchain adalah tugas yang sulit.

    “Kripto dan blockchain jelas merupakan industri yang sangat rumit yang membutuhkan keahlian khusus. Tapi, itu tidak berarti perusahaan harus membatasi diri pada rekrutmen yang sudah akrab dengan kripto atau aktif di dalamnya. Kami di asosiasi melihat siapa pun bisa memiliki kesempatan bekerja di industri ini. Artinya dia harus memiliki kemauan dan inovatif untuk mengimbangi perkembangan industri yang tumbuh pesat,” kata Manda.

    Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.
    Ilustrasi startup blockchain. Foto: Pixabay.

    Manda memberikan informasi mengenai posisi yang menjanjikan di industri blockchain untuk jangka waktu yang panjang. “Pekerjaan blockchain developer sangat diminati terlepas dari perubahan masa depan kripto. Sementara, perusahaan blockchain akan terus memanfaatkan keahlian mereka yang sekarang dapat diterapkan di berbagai industri,” jelasnya.

    Baca juga: Venture Capital Percaya Kripto dan Startup Blockchain Bisa Tumbuh

    Syarat Keterampilan Pekerja di Industri Blockchain

    Lebih lanjut, menurutnya ada sejumlah keterampilan yang harus dipahami oleh para calon pekerja di industri blockchain, di antaranya:

    1. Pemahaman yang sangat baik tentang teknologi blockchain.
    2. Pemahaman yang kuat tentang kriptografi dan prinsip-prinsip keamanan.
    3. Pengetahuan tentang smart contract.
    4. Kemauan yang kuat untuk belajar dan keterbukaan untuk beradaptasi.

    Untuk mensiasati kekurangan pekerja di industri blockchain, banyak perusahaan yang mulai menjalankan program internship khusus dan bootcamp untuk menjaring talenta-talenta terbaik.

    Seperti halnya Tokocrypto yang berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di bawah payung program Kampus Merdeka untuk memberikan pengalaman belajar berbasis karier di industri blockchain bagi para mahasiswa. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Startup Kripto di Asia Berpotensi Jadi Unicorn, meski Bear Market

    Sebuah laporan bersama oleh dua lembaga keuangan terkemuka, KPMG dan HSBC, mengungkapkan bahwa lebih dari seperempat dari 6472 startup yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik memiliki bisnis inti mereka dalam industri kripto.

    Di antara perusahaan-perusahaan tersebut, lima muncul dalam daftar 100 startup teratas dengan potensi untuk menjadi unicorn, sebuah gelar startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Potensi ini juga bisa terjadi di dalam ekosistem industri startup kripto di Indonesia.

    Laporan ini telah memasukan daftar startup kripto unicorn yang berbasis di China, Conflux Network; Memsonics, platform DeFi yang berbasis di Singapura Stader Labs; Catheon Gaming, platform game blockchain Hong Kong; Dan Maicoin, pedagang kripto asal Taiwan.

    Menurut laporan itu, ruang kripto masih memiliki potensi untuk menghasilkan startup unicorn yang dominan. Beberapa perusahaan unicorn saat ini di ruang kripto termasuk Ripples, OpenSea, Dapper Labs, Chainalysis, dan lainnya.

    Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.
    Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

    Head of tech, media, and telecoms (TMT) for KPMG Asia-Pacific, Darren Yong, memberi pendapat bahwa metaverse menjadi faktor penentu dalam perusahaan Web3 mencapai potensi mereka. Para pakar memperkirakan bahwa metaverse dapat tumbuh menjadi pasar bernilai US$ 13 triliun pada tahun 2030.

    “Akan ada kebangkitan aplikasi,” kata Yong. “Kami percaya bahwa perusahaan blockchain dan aset kripto secara lebih luas akan pulih di beberapa titik. Mereka akan muncul sebagai Amazon berikutnya.”

    Terlepas dari fungsionalitas di metaverse, faktor kunci yang dapat menentukan perkembangan industri adalah perkembangan dalam transaksi lintas batas. Transaksi lintas batas yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien akan menempatkan perusahaan DeFi di jalur menuju status unicorn.

    Ilustrasi metaverse.
    Ilustrasi metaverse.

    Baca juga: Prediksi Titik Balik Kripto Momen Super Bullish

    Potensi Industri Aset Kripto di Indonesia

    Meski market tengah dalam fase bearish, industri aset kripto di Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar. Bappepti mencatat hingga Juni 2022, transaksi untuk aset kripto sudah mencapai Rp 212 triliun. Meski, angka tersebut jauh lebih kecil dibanding tahun lalu, lantaran beberapa nilai aset kripto mengalami penurunan.

    Sementara, jumlah investor aset kripto kini sudah mencapai 15,1 juta investor, masih jauh lebih besar dibandingkan investor saham. Sementara, jumlah pedagang aset kripto yang resmi terdaftar di Bappebti sudah mencapai 25 perusahaan, tumbuh dari 11 perusahaan di penghujung tahun 2021 lalu.

    “Kami menyambut baik pertumbuhan jumlah calon pedagang aset kripto yang terdaftar resmi di Indonesia. Jika dari market atau masyarakat melihat akan semakin banyak kompetitor, namun kami melihat ini sebagai bukti bahwa industri kripto di Indonesia terus tumbuh dan sehat, serta punya potensi untuk berkembang, karena menarik banyak pemain untuk masuk ke industri ini,” jelas VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto.

    Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.
    Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.

    Baca juga: Strategi Investor Kripto dalam Hadapi Gejolak Market

    Prospek ke depan, industri kripto masih menjanjikan dan akan terus tumbuh, bersamaan dengan adopsi teknologi blockchain yang semakin luas. Kripto nantinya tidak akan dilihat lagi sebagai instrumen investasi, namun sebagai backbone ekosistem yang bisa menyelimuti banyak sektor.

    Oleh karena itu, Tokocrypto tidak hanya fokus mengembangkan bisnis exchange yang sudah dimulai sejak 2017. Kami melebarkan lini bisnis dengan menciptakan ekosistem blockchain, TokoVerse, yang meliputi project kripto (TKO), NFT marketplace (TokoMall), program akselerator startup (TokoLabs), crypto hub (T-Hub), aplikasi edukasi (Kriptoversity) dan lainnya.

    “Investor bisa melihat industri aset kripto di Indonesia lebih luas lagi. Dampaknya akan besar tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi membangun industri blockchain yang bisa meliputi banyak sektor. Kami terus menguatkan edukasi dan literasi aset kripto dan ekosistem blockchain kepada masyarakat di segala golongan usia. Diharapkan fokus utama kami ini, bisa membuahkan hasil yang baik dan ciptakan trust kepada masyarakat,” pungkas Cenmi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peserta TSBA Kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures Raih Pendanaan

    Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) Batch 1 dengan bangga meluluskan 12 startup blockchain terpilih yang berhasil mendapatkan pelatihan dan bimbingan dari mentor terkemuka di industrinya. Program TSBA ini sendiri adalah inisiasi Tokocrypto bekerja sama dengan BRI Ventures. 

    TokoLabs dari Tokocrypto telah membantu berbagai project blockchain terbaru dari startup peserta TSBA Batch 1 dengan dukungan teknologi, jaringan komunitas dan juga memungkinkan mereka untuk mendapatkan akses ke peluang pendanaan.

    Peserta startup TSBA Batch 1 mendapat dukungan yang diperlukan untuk penggalangan dana, membuat manajemen tim yang solid, pengembangan teknologi blockchain, penasihat project dan tokenomics untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam industri blockchain. 

    12 Startup Blockchain Lulus Program TSBA Batch 1

    Peresmian program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures di Bali.
    Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto (kiri) dan Nicko Widjaja, CEO BRI Ventures (kanan) di peresmian program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures di Bali pada (18 Februari 2022. Foto: Tokocrypto

    Baca juga: Tokocrypto & BRI Ventures Umumkan 13 Startup TSBA Angkatan Pertama

    Adapun, 12 startup finalis terpilih dalam program ini termasuk, VC Gamers, Nanobyte, Avarik Saga, Creo Engine, Eizper Chain, Duckie Land, Play Fix, Play it Forward DAO, Mythic Protocol, getKupon, Avarta dan Survein.

    Startup yang terpilih merupakan cerminan dari berkembangnya ekosistem blockchain di Indonesia, dan ini baru permulaan. Dua tahun lalu, istilah blockchain tampak asing, tetapi hari ini blockchain telah menjadi penggerak yang kuat dalam dunia digital dengan bentuk berupa NFT, DeFi, dan bahkan GameFi. Di Tokocrypto, kami bangga dapat mendisrupsi industri ini,” kata Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto.

    TSBA telah menginkubasi dan mengembangkan project dari peserta startup terpilih dalam 4 pilar utama: Branding dan marketing, strategi investasi, taktik lanskap investasi, dan akses ke peluang pendanaan. Mereka juga dapat dukungan mentoring dari para mentor industri blockchain lokal seperti Nicko Widjaja (CEO BRI Ventures), Pang Xue Kai (CEO Tokocrypto), Teguh Kurniawan Harmanda (COO Tokocrypto), Lai Chung Ying (CSO Tokocrypto) dan Nanda Ivens (CMO Tokocrypto), serta mentor lainnya dari industri blockchain global.

    Para Peserta TSBA Batch 1 Dapat Pendanaan

    Daftar startup peserta program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures.
    Daftar startup peserta program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures.

    Baca juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

    Salah satu peserta TSBA Batch 1, Javier Tan, CEO Creo Engine mengatakan, “Program TSBA sangat membantu proyek kami. Kami telah mengenal dan bekerja dengan banyak mitra hebat secara internal dan eksternal, sejak dimulainya program ini. Kami benar-benar berharap bahwa program TSBA terus memperjuangkan proyek-proyek blockchain lokal dan mendukung startup dalam jangka panjang.”

    Program ini juga memprakarsai dukungan lebih dari 50 investor termasuk Tokocrypto, Binance Labs, Cydonia, Solana Labs, Signum Capital, YGGSEA, Alameda Research, Huobi Ventures, Crypto.com, QCP, Avocado DAO, dan Intudo Ventures. Hingga Graduation Day, pada 22 April 2022, telah terkumpul total pendanaan lebih dari US$ 40 Juta yang diterima oleh para peserta TSBA Batch 1.

    Nicko Widjaja, CEO BRI Ventures, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program akselerator ini, “kami melihat blockchain sebagai bagian integral dari masa depan internet, yang akan menjadi penggerak ekonomi digital. Kami berharap ke depannya akan lebih banyak lagi manfaat yang dikembangkan di berbagai sektor dengan menggunakan teknologi blockchain.”

    Apresiasi Kementerian Perdagangan Terhadap Program TSBA

    Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi
    Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi.

    Baca juga: Mendag Lutfi Apresiasi Program Akselerator Startup Blockchain, TSBA

    Dalam Graduation Day, Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi mengapresiasi program TSBA, karena merupakan salah satu kendaraan tepat untuk mendorong percepatan project dan startup di Indonesia yang menggunakan blockchain sebagai tulang punggung bisnis untuk memberikan impact lebih besar bagi pertumbuhan industri.

    “Menyambut masifnya Web3, metaverse dan lainnya di waktu mendatang, Indonesia sangat terbuka dan mendorong pertumbuhan industri ini. Program TSBA bisa menjadi percontohan dan tentunya acuan awal bagi pemerintah dalam memetakan geliat bisnis startup berbasis blockchain di Indonesia. Tentunya hal ini perlu didukung dengan strategi dan pemetaan skema industri serta bisnis di mana akan berdampak pada sistem perekonomian dan perdagangan di Indonesia,” ungkap Lutfi yang turut memberikan selamat atas kelulusan para peserta TSBA Batch 1.

    Program akselerator TSBA adalah bagian dari TokoVerse, ekosistem blockchain dan kripto yang diprakarsai oleh Tokocrypto, yang diciptakan untuk meningkatkan adopsi teknologi blockchain di Indonesia dan sekitarnya. Tidak hanya TokoLabs, TokoVerse telah mengembangkan T-Hub, hub crypto pertama di Asia; TokoMall, NFT marketplace pertama dan terbesar di Indonesia; Kriptoversity, aplikasi seluler pendidikan blockchain; Dan inisiatif lainnya. Untuk informasi lebih lanjut tentang TSBA, Anda dapat mengunjungi tsba.tokolabs.io.

    Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mendag Lutfi Apresiasi Program Akselerator Startup Blockchain, TSBA

    Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi mengapresiasi program akselerator Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) yang dirancang khusus untuk mendongkrak pertumbuhan beragam startup blockchain di Indonesia. TSBA sendiri adalah program kerja sama dari Tokocrypto dan BRI Ventures.

    Dalam sambutan di acara Graduation Day TSBA, Lutfi menjelaskan geliat industri blockchain dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat. Hal tersebut dibuktikan dengan dimulai tren aset kripto, NFT, hingga Web3.

    “Potensinya sangat besar dan para pemain industri di Indonesia pun siap berinovasi serta bersaing di ranah teknologi baru ini. Menyambut masifnya Web3, metaverse dan lainnya di waktu mendatang, Indonesia sangat terbuka dan mendorong pertumbuhan industri ini,” kata Lutfi pada Jumat (22/4).

    Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) Dorong Pertumbuhan Industri Blockchain

    Lutfi mengapresiasi program Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator atau TSBA yang merupakan kolaborasi strategis Tokocrypto dan BRI Ventures. Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu kendaraan tepat untuk mendorong percepatan project dan startup di Indonesia yang menggunakan blockchain sebagai tulang punggung bisnis untuk memberikan impact lebih besar bagi pertumbuhan industri.

    Daftar startup peserta program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures.
    Daftar startup peserta program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures.

    Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global

    “Program ini bisa menjadi percontohan dan tentunya acuan awal bagi pemerintah dalam memetakan geliat bisnis startup berbasis blockchain di Indonesia. Tentunya hal ini perlu didukung dengan strategi dan pemetaan skema industri serta bisnis dimana akan berdampak pada sistem perekonomian dan perdagangan di Indonesia,” jelasnya.

    Program TSBA batch 1 dengan jumlah peserta 13 startup telah melakukan serangkaian aktivitas dan pelatihan yang akan dipandu oleh nama-nama terdepan di dunia blockchain internasional. Sejumlah nama tersebut di antaranya Tamar Menteshashvili dari Solana Labs, Ajey Gore dari Sequoia Capital, Nicole Zhang dari Binance Labs, YY Lai dari Signum Capital, Charles D’Haussy dari Consensys, dan Nicko Widjaja dari BRI Ventures.

    Peserta yang bergabung di program TSBA diharapkan dapat bekerja sama dengan Tokocrypto dan BRI Ventures untuk turut membangun ekosistem blockchain di Indonesia.

    Daftar 13 Startup Peserta TSBA

    Peserta yang berhasil lolos seleksi diharapkan dapat bekerja sama dengan Tokocrypto dan BRI Ventures untuk turut membangun ekosistem blockchain di Indonesia. Berikut 13 startup peserta TSBA batch 1:

    1. Avarik Saga

    Startup GameFi yang mengusung konsep game Japanese RPG 2D di jaringan Ethereum. Setidaknya 8,888 karakter NFT Avarik Saga berhasil terjual dalam 1 jam. avariksaga.com

    2. VCGamers

    Pusat segala kebutuhan gaming dalam bentuk marketplace yang menjual item-item game virtual dan vouchervcgamers.com

    3. Nanovest

    Sarana jual-beli dan investasi aset kripto serta instrumen investasi lainnya. nanovest.io

    4. Eizper Chain

    Game RPG bertemakan Steampunk di jaringan Solana. Eizper Chain juga pernah memenangkan urutan ke-3 terbaik pada ajang Solana Global Ignition Hackathon. eizperchain.com

    5. Mythic Protocol

    Game RPG play-to-earn yang tengah dikembangkan oleh tim yang terdiri dari individu-individu berpengalaman di bidangnya. mythicprotocol.com 

    6. SERMorpheus

    Aplikasi NFT marketplace ramah pemula yang dapat menghubungkan mata uang sehari-hari dengan dunia Web3. app.sermorpheus.com

    Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA)
    Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA).

    Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI

    7. Play It Forward

    Sebuah serikat atau klan GameFi (guild) yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan Metaverse dengan memanfaatkan ekosistem play-to-earnplayitfwd.io

    8. Duckie Land

    Game play-to-earn yang mengadu pemain dengan memanfaatkan teknologi NFT serta menghadirkan aset kripto sebagai imbalan. duckie.land

    9. Creo Engine

    Sarana pengembangan game yang dapat ditujukan pada user base CreoEngine. Serupa dengan bagaimana pengembang app meluncurkan aplikasinya di Google Play Store. Melalui Creo Engine, pengembang game dapat mendapatkan keuntungan melalui berbagai cara dan skema. creoengine.com

    10. PlayFix

    Konsol yang dapat membantu pengembang, investor game maupun gamers dalam merancang dan meluncurkan game di dunia metaverse melalui integrasi teknologi blockchainplayfix.io

    11. VIN Protocol

    Teknologi survei di dunia web3 berbasis blockchainsurvein.com

    12. Getkupon.io

    NFT marketplace  yang menghadirkan keuntungan-keuntungan yang dapat dinikmati secara offlinegetkupon.io

    13. Avarta

    Proyek Decentralized Finance yang mengatasi tantangan seputar identifikasi dan autentikasi di web3 maupun web2. avarta.io



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pi Network Suntik Dana $100 Juta Untuk Dirikan Pi Network Ventures

    Pi Network, platform blockchain berbasis mobile, mengumumkan peluncuran Pi Network Ventures.

    Pi Network Ventures merupakan sebuah dana ventura senilai $100 juta yang bertujuan untuk mendukung startup dan bisnis yang membangun di atas infrastruktur Pi Network atau berkontribusi pada ekosistemnya secara lebih luas.

    Misi dan Visi Pi Network Ventures

    Dana ini bertujuan untuk meningkatkan utilitas Pi dengan berinvestasi pada startup dan bisnis yang mengintegrasikan Pi ke dalam produk dan layanan mereka.

    Pi Network Ventures akan mendukung perusahaan dari tahap awal hingga pendanaan Seri B dan seterusnya, memberikan akses kepada inovator berpotensi tinggi serta membantu skala bisnis yang telah terbukti.

    Baca Juga: Pengumuman Pi Network di Consensus 2025: Apa yang Bisa Diharapkan?

    Pendekatan Investasi yang Berbeda

    Berbeda dari program ekosistem kripto lainnya, Pi Network Ventures tidak hanya fokus pada investasi kripto tetapi juga akan mendanai sektor teknologi umum.

    Misalnya saja pendanaan AI generatif dan aplikasi AI, fintech, pembayaran terintegrasi, platform e-commerce, marketplace, jejaring sosial, serta aplikasi konsumen dan perusahaan di dunia nyata.

    Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan umpan balik inovasi dan adopsi yang berkelanjutan dalam ekosistem Pi Network.

    Manfaat Strategis bagi Komunitas Pi

    Peluncuran Pi Network Ventures diharapkan dapat memberikan manfaat strategis bagi komunitas Pi, termasuk:

    1. Peningkatan Utilitas Pi: Dengan lebih banyak bisnis yang menerima Pi dan mengintegrasikannya ke dalam aplikasi dunia nyata, pengguna akan memiliki lebih banyak cara untuk menggunakan Pi dalam kehidupan sehari-hari.
    2. Penguatan Ekosistem: Adopsi Pi oleh bisnis akan memperkenalkan Pi kepada pengguna dan kasus penggunaan baru, menciptakan pertumbuhan alami yang selaras dengan aktivitas dan utilitas nyata.
    3. Insentif untuk Integrasi Berkualitas Tinggi: Fokus pada investasi di startup berpotensi tinggi dan bisnis kelas atas di berbagai sektor dan geografi akan menarik lebih banyak pembangun, meningkatkan skala, dan memperluas visi jaringan.
    4. Efek Jaringan yang Aktif: Setiap bisnis yang bergabung dengan ekosistem memiliki potensi untuk menambah nilai bagi setiap peserta lainnya, menciptakan pertumbuhan yang saling menguntungkan.

    Akses ke Basis Pengguna Global

    Startup yang menerima investasi dari Pi Network Ventures akan mendapatkan akses ke basis pengguna Pi Network yang tersebar di lebih dari 200 negara dan wilayah, dengan lebih dari 19 juta pengguna yang telah terverifikasi melalui proses KYC.

    Akses ini dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi bisnis dalam mengembangkan pertumbuhan berbasis jaringan, umpan balik pelanggan, dan model tokenomik yang unik.

    Dengan peluncuran Pi Network Ventures, Pi Network mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekosistemnya dan mendorong adopsi Pi dalam aplikasi dunia nyata.

    Investasi ini tidak hanya menyediakan modal tetapi juga akses strategis ke pasar dan komunitas pengguna yang luas, menciptakan peluang bagi startup dan bisnis untuk berkembang dalam ekosistem Pi yang dinamis.

    Bagi para pengusaha dan startup yang tertarik untuk mendapatkan dukungan dari Pi Network Ventures, informasi lebih lanjut dan proses aplikasi dapat ditemukan di situs resmi Pi Network.

    Baca Juga: Harga PI Network Anjlok Jadi $0,86, Komunitas Merasa Dikhianati


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perusahaan Rintisan Wajib Kembangkan Bisnis Terintergrasi dan Berkelanjutan


    Jakarta

    Startup atau perusahaan rintisan harus memiliki strategi untuk pengembangan bisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan.

    VP of Strategy & Sustainability MDI Ventures Alvin Evander mengungkapkan startup juga harus memiliki visi kuat untuk menciptakan dampak nyata dan memberi solusi terhadap aspek sosial maupun lingkungan.

    Dia menyebutkan dengan kolaborasi lintas sektor, startup juga diharapkan bisa terus berkontribusi yang relevan. “Bisa menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat, pemangku kepentingan dan pihak terkait,” ujar dia dalam siaran pers, ditulis Minggu (9/2/2025).


    MDI Ventures baru-baru ini mengumumkan peluncuran delapan impact report yang menyoroti kontribusi startup portfolionya terhadap sektor-sektor esensial, seperti pendidikan, kesehatan, aquaculture, dan fintech. Laporan ini memaparkan bagaimana para startup tersebut menciptakan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

    Startup portofolio yang terlibat dalam laporan ini meliputi Aruna, Paxel, Julo, SwipeRX, Qoala, Delos, Cermati, dan Amartha. Salah satu aspek yang disorot dalam laporan ini adalah komitmen perusahaan portfolio MDI Ventures terhadap inklusi gender dan pemberdayaan perempuan, seperti di Qoala dan Amartha.

    Hingga tahun 2023, 42% dari total agen Qoala adalah perempuan, meningkat dari 38% pada tahun sebelumnya. Melalui kebijakan kerja yang inklusif dan program pelatihan, Qoala membuka peluang kerja bagi perempuan, termasuk mereka yang tidak memiliki gelar formal. Inisiatif ini berperan dalam mendukung kesetaraan gender dan meningkatkan partisipasi ekonomi perempuan.

    Demikian juga dengan Amartha, yang terkenal sebagai perusahaan pionir fintech yang berfokus pada pembiayaan perempuan di perdesaan. Hingga saat ini, Amartha sudah berhasil menyalurkan pinjaman kepada lebih dari 2,6 juta nasabah perempuan di Indonesia.

    Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna Utari Octavianty menjelaskan, peluncuran impact report ini mencerminkan komitmen kami dalam memberdayakan komunitas pesisir melalui inovasi dan teknologi. Pada tahun 2023, kami terhubung dengan lebih dari 55.000 nelayan di 150 lokasi, meningkatkan produksi, ekspor, dan pendapatan mereka hingga tiga kali lipat.

    “Laporan ini adalah bukti nyata kontribusi kami dalam menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar dia.

    VP of Strategy & Sustainability MDI Ventures, Alvin Evander mengatakan, “Peluncuran delapan impact report ini menegaskan komitmen kami untuk berinvestasi di startup yang tidak hanya berfokus pada nilai ekonomi, tetapi juga yang memiliki visi kuat untuk menciptakan dampak nyata dan memberikan solusi terhadap aspek sosial maupun lingkungan,” ungkapnya.

    Laporan ini juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan strategi yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi para startup. Melalui kolaborasi lintas sektor, para startup diharapkan dapat terus memberikan kontribusi yang relevan dan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat, pemangku kepentingan, dan pihak terkait.

    Peluncuran laporan ini juga sejalan dengan komitmen GoZero%, sebuah inisiatif baru yang hadir sebagai pembaharuan dari program ESG Telkom Indonesia sebelumnya. Melalui GoZero%, Telkom optimis dapat mendorong semangat baru untuk mewujudkan masa depan berbasis ESG dan bisnis berkelanjutan.

    “Kami berharap seluruh impact report ini dapat meningkatkan kesadaran publik dan pemangku kepentingan terhadap peran strategis startup dalam mendorong perubahan sosial, pemberdayaan komunitas, inovasi teknologi dan keberlanjutan lingkungan. Komitmen kami terhadap transparansi dan dampak nyata dari investasi akan terus menjadi prioritas kedepannya,” ujar Alvin.

    Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan pengalaman lebih dari 15 tahun, Amartha terus berkomitmen untuk memberdayakan perempuan dan masyarakat akar rumput melalui akses pendanaan yang terjangkau dan berkelanjutan, melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis AI yang juga disertai pendampingan oleh SDM terlatih.

    Selain itu, laporan ini juga mencatat inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) dari JULO, yang pada tahun 2023 mengalokasikan investasi sebesar Rp113,9 juta, meningkat 403% dibandingkan tahun sebelumnya. Program CSR JULO berfokus pada aktivitas untuk memenuhi kebutuhan komunitas, memperkuat hubungan, dan menciptakan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com