Tag: stellar

  • Top 3 Token RWA dengan Prospek Cerah di Kripto

    Tokenisasi aset dari dunia nyata atau Real‑World Assets (RWA) merupakan destinasi investasi baru yang menghubungkan aset fisik seperti saham, emas, uang pasar uang, hingga obligasi ke blockchain.

    Berdasarkan data CoinGecko pada Minggu (27/7), total kapitalisasi pasar kategori RWA telah mencapai lebih dari $51,7 miliar, naik sekitar 2,9% dalam 24 jam terakhir.

    Berikut ini tiga token RWA paling populer dan menjanjikan yang kini layak jadi sorotan pada tahun 2025:

    1. Stellar (XLM)

    • Market Cap: ± $14 miliar
    • Volume 24 jam: ± $356 juta

    Stellar adalah platform blockchain yang dirancang untuk mempermudah transfer uang lintas batas.

    Kini XLM sering digunakan sebagai jembatan likuiditas sekaligus bagian dari tokenisasi fiat dan aset kas di benua seperti Afrika dan Asia Tenggara.

    Stellar berhasil menarik minat karena kemudahan integrasi dan scalable hingga puluhan ribu transaksi per detik.

    Dengan dominasi pasar di kategori RWA, XLM tetap menjadi pemain utama karena adopsi luas dalam proyek stablecoin dan proyek tokenisasi likuiditas.

    2. Chainlink (LINK)

    • Market Cap: ± $12,8 miliar
    • Volume 24 jam: ± $474 juta

    Chainlink memainkan peran penting dalam ekosistem tokenisasi sebagai penyedia data real-world ke smart contract.

    Sebagai orakel terdesentralisasi, Chainlink memungkinkan protokol RWA mengakses nilai pasar real-time untuk saham, komoditas, atau obligasi yang dijadikan jaminan token digital.

    Dengan volume tinggi dan pertumbuhan stabil, LINK menjadi salah satu token krusial untuk memastikan akurasi dan keamanan ekosistem RWA.

    3. Ondo (ONDO)

    • Market Cap: ± $3,3 miliar
    • Volume 24 jam: ± $133 juta

    Token ONDO milik protokol Ondo merupakan contoh nyata tokenisasi produk keuangan tradisional, yaitu uang pasar uang (money-market).

    Melalui kemitraan dengan Goldman Sachs, BlackRock, dan BNY Mellon, ONDO mewakili akses ke token digital yang direpresentasikan reksa dana pasar uang.

    Token ini memudahkan investor institusi atau ritel untuk bertransaksi dengan aset berkualitas tinggi secara luas dan efisien.

    Protokol RWA seperti Ondo memimpin tokenisasi produk finansial tingkat tinggi serta mendorong penggunaan blockchain di pasar modal tradisional.

    Baca Juga: Token RWA Tetap Lebih Aman daripada Bitcoin Selama Tarif AS Berlaku

    Mengapa Ketiganya Layak Diperhatikan?

    Token Fokus RWA Keunggulan Utama
    XLM Tokenisasi stablecoin / fiat Likuiditas global & adopsi luas
    LINK Data real-time untuk smart contracts Membantu keamanan & akurasi harga aset
    ONDO Tokenized money-market funds Token regulatif dengan backing institusi

    Tren & Momentum RWA Saat Ini

    Pasar RWA diproyeksikan tumbuh dari puluhan miliar menuju $2 triliun pada 2028, dipicu tokenisasi saham, obligasi, real estate, serta instrumen keuangan lainnya.

    Goldman Sachs dan BNY Mellon telah meluncurkan token uang pasar uang melalui platform LiquidityDirect, menandakan adopsi institusional yang nyata dan regulatif.

    Hal ini membuka pintu tokenisasi lebih luas di kalangan asset manager besar seperti BlackRock dan Fidelity.

    Sementara itu, protokol tokenisasi seperti Securitize telah mengeluarkan lebih dari $4 miliar aset on‑chain, termasuk US Treasury token terbesar milik BlackRock, menunjukkan dominasi infrastruktur tokenisasi modern.

    Baca Juga: Pasar RWA di Sektor Real Estat Diprediksi Mencapai $4 Triliun pada 2035

    Risiko & Tantangan yang Harus Diwaspadai

    • Fragmentasi peraturan antar negara tentang token digital dapat memperlambat adopsi massal.
    • Likuiditas token terbatas, terutama untuk token real estate dan saham—beda dengan stablecoin.
    • Risiko operasional & audit karena tokenisasi aset memerlukan transparansi tinggi dan legitimasi hukum.

    Proyeksi Masa Depan

    Token XLM, LINK, dan ONDO adalah representasi paling matang dan menjanjikan dalam ruang tokenisasi RWA saat ini.

    Stellar mempermudah akses finansial global, Chainlink menyediakan kepercayaan data, dan Ondo membawa aset finansial institusi ke blockchain publik.

    Dengan fondasi teknologi kuat, dukungan institusional, serta perkembangan regulasi positif seperti Genius Act AS, sektor RWA berpeluang menjadi kompetitor utama dalam ekosistem crypto jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XLM Jebol US$0,20! Tapi Data On-Chain Stellar Justru Melonjak

    Harga Stellar (XLM) kembali melemah dan tercatat turun di bawah level US$0,20, menghapus seluruh pemulihan harga yang sempat terjadi sepanjang tahun lalu. Meski demikian, sejumlah indikator on-chain menunjukkan aktivitas ekosistem Stellar justru mengalami peningkatan signifikan.

    Data terbaru mengindikasikan bahwa meskipun tekanan jual masih kuat, investor tampaknya belum sepenuhnya meninggalkan jaringan Stellar.

    XLM Terkunci di DeFi Stellar Tembus Rekor Baru

    Berdasarkan data dari DefiLlama, jumlah XLM yang terkunci dalam protokol DeFi di jaringan Stellar mencapai rekor tertinggi baru pada awal Februari 2026, dengan angka melampaui 900 juta XLM.

    Kenaikan ini terjadi di tengah penurunan harga XLM yang terus bertahan di bawah level support utama tahunan US$0,20.

    Meski total value locked (TVL) Stellar dalam denominasi dolar AS saat ini berada di kisaran US$163 juta, lonjakan jumlah XLM yang terkunci dianggap mencerminkan tingginya kepercayaan komunitas serta investor jangka panjang terhadap potensi adopsi Stellar.

    Adapun protokol yang menjadi pendorong utama arus modal tersebut adalah Blend, protokol likuiditas yang memungkinkan pengguna menciptakan pasar pinjaman fleksibel, serta Aquarius Stellar, protokol AMM dan lapisan manajemen likuiditas di jaringan Stellar. Kedua protokol ini disebut menyumbang hampir 70% dari total TVL.

    Pengguna Aktif Stabil di 60 Ribu Meski Harga Anjlok

    Selain itu, data dari Artemis menunjukkan jumlah pengguna aktif mingguan dalam ekosistem Stellar tetap stabil di sekitar 60.000 pengguna dalam beberapa pekan terakhir.

    Stabilnya aktivitas pengguna ini terjadi meski harga XLM mengalami penurunan tajam. Tidak terlihat adanya penurunan signifikan pada tingkat partisipasi pengguna.

    Dalam catatan historis, kondisi serupa juga sempat terjadi pada akhir 2024 saat XLM jatuh di bawah US$0,10 sebelum kemudian naik hingga US$0,60. Pada periode tersebut, aktivitas pengguna tetap stabil bahkan menunjukkan tren peningkatan.

    Namun, rendahnya pertumbuhan pengguna baru saat ini dinilai menjadi salah satu faktor mengapa harga XLM belum mampu pulih.

    Baca juga: Stellar Lumens (XLM) Lompat 32%, Akhiri Tren Turun: Sinyal Bullish Baru?

    Open Interest Turun, Volatilitas Berpotensi Mereda

    Dari sisi pasar derivatif, data Coinglass menunjukkan open interest Stellar turun ke level terendah sejak November 2024. Penurunan tersebut mencerminkan berkurangnya eksposur leverage di kalangan trader.

    Kondisi ini mengindikasikan volatilitas tinggi mulai mereda dan XLM berpotensi memasuki fase pergerakan sideways atau konsolidasi. Dalam banyak kasus, situasi tersebut dapat membuka peluang terbentuknya zona akumulasi baru.

    Meski demikian, analis menilai penentuan titik dasar harga dan waktu pemulihan masih sulit diprediksi di tengah tekanan pasar yang berlangsung.

    RWA dan Stablecoin Diprediksi Jadi Katalis Utama XLM pada 2026

    Sementara itu, potensi pertumbuhan Stellar pada 2026 disebut bisa didorong oleh tren real-world assets (RWA) dan adopsi stablecoin.

    Sebuah laporan bulan lalu menyebut nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan Stellar, tidak termasuk stablecoin, telah mencapai US$1 miliar pada awal tahun ini.

    Platform analitik kripto Santiment juga melaporkan Stellar masuk dalam empat besar proyek RWA berdasarkan aktivitas pengembangan GitHub sejak awal tahun.

    Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Penyedia dompet Stellar, Scopuly, menilai XLM bukan sekadar aset spekulatif karena memiliki fungsi fundamental dalam jaringan.

    “XLM diperlukan untuk transaksi, operasi akun, dan aktivitas jaringan. Seiring volume RWA meningkat, penggunaan XLM ikut bertumbuh secara fundamental,” ujar Scopuly.

    Di sisi lain, kapitalisasi pasar stablecoin di Stellar masih tergolong kecil, yakni sekitar USDivergensi bullish antara harga yang turun dan fundamental on-chain (TVL) yang naik tajam adalah sinyal akumulasi klasik. Ini menunjukkan investor jangka panjang tetap beraktivitas di ekosistem, mengabaikan volatilitas harga jangka pendek.$200 juta. Namun, MoneyGram, perusahaan global layanan remitansi internasional, baru-baru ini menegaskan stabilitas instrumen stablecoin berbasis dolar AS miliknya dan masih melanjutkan uji coba di jaringan Stellar.

    Dengan perkembangan tersebut, permintaan terhadap tokenisasi RWA dan stablecoin diperkirakan dapat menjadi pendorong utama akumulasi XLM ke depan, terutama ketika harga sedang tertekan di area rendah saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi bullish antara harga yang turun dan fundamental on-chain (TVL) yang naik tajam adalah sinyal akumulasi klasik.

    “Ini menunjukkan investor jangka panjang tetap beraktivitas di ekosistem, mengabaikan volatilitas harga jangka pendek,” jelasnya.

    Baca juga: Token Portal (PORTAL) Melonjak 23%, Siap Lanjutkan Reli?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokenisasi Aset Dunia Nyata Diramal Jadi Segmen Blockchain Paling Bernilai


    Jakarta

    Tokenisasi aset dunia nyata diproyeksi jadi salah satu segmen blockchain paling bernilai, dengan Boston Consulting Group memperkirakan pasar senilai US$16 triliun pada 2030. Di Indonesia, analis lokal memperkirakan tokenisasi RWA dapat mencapai US$88 miliar pada tahun yang sama.

    Prediksi ini didorong oleh beberapa faktor: populasi lebih dari 270 juta, lebih dari separuh penduduk masih underbanked atau unbanked, serta pertumbuhan pesat layanan keuangan digital seperti dompet elektronik dan pinjaman daring.

    Permintaan yang meningkat untuk infrastruktur digital yang terpercaya membuka peluang untuk aplikasi seperti pinjaman mikro ter-tokenisasi, kontrak berbasis emas yang terdigitalisasi, pembiayaan rantai pasok yang dapat dilacak, serta lapisan remitansi lintas batas yang semuanya sedang dieksplorasi dalam kerangka Tokenize Indonesia.


    Saat ini tengah terjadi pergeseran besar bukan melalui peluncuran token baru atau hype spekulatif, melainkan dari dalam institusi-institusi paling strategis di Indonesia.

    Mewakili kapitalisasi pasar gabungan lebih dari US$35 miliar, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pegadaian, Pos Digi, dan MDI Ventures bergabung dalam Tokenize Indonesia untuk mendorong use case tokenisasi dan aset dunia nyata (Real-World Assets / RWA) mereka masing-masing.

    Tokenize Indonesia, yang diinisiasi oleh Saison Capital, Coinvestasi, dan BRI Ventures (BVI), dirancang sebagai platform eksperimental terstruktur bagi institusi untuk mengeksplorasi real-world use case blockchain dalam operasi mereka. Alih-alih mengejar popularitas semata, program ini bertujuan menjembatani institusi tradisional dengan penyedia infrastruktur blockchain untuk bersama-sama mengembangkan solusi Develop Used Case yang siap diterapkan.

    Program ini dimulai pada Juli 2025 dan akan berpuncak dalam sebuah showcase di Coinfest Asia, festival kripto terbesar di dunia yang akan digelar pada 21-22 Agustus 2025.

    “Tujuan kami adalah mendorong kolaborasi yang bermakna antara institusi keuangan besar yang mapan dengan mitra teknologi yang inovatif dan bergerak cepat. Dengan menjembatani dua dunia ini, kami ingin mendorong pertumbuhan berkelanjutan, memperluas inklusi keuangan, dan mempercepat adopsi aset digital di Indonesia,” ujar Markus Liman Rahardja, Chief Investment Officer, BRI Ventures dalam keterangan pers, ditulis Minggu (14/9/2025).

    Tokenize Indonesia juga dipandang sebagai gerbang menuju regulatory sandbox OJK yang akan diluncurkan pada 2025. Hal ini menandai perubahan strategis: Indonesia bergerak dari pasar kripto ritel menuju testbed nasional untuk adopsi blockchain tingkat institusi.

    Sandbox, Sebelum Regulasi Final

    Waktu peluncuran program ini sangat tepat. Pada Januari 2025, pengawasan aset digital telah berpindah dari Bappebti (otoritas komoditas) ke OJK. Transisi ini diperkirakan akan mendefinisikan ulang klasifikasi aset digital dan membuka ruang eksperimen berbasis sandbox memungkinkan inovator fintech dan blockchain untuk menguji model baru di bawah pengawasan regulator.

    Dengan menyesuaikan strukturnya lebih awal terhadap kerangka ini, Tokenize Indonesia menempatkan para peserta sebagai pionir dalam lanskap aset digital yang baru.

    Ekosistem kripto Indonesia sendiri telah membuktikan kapasitas skalanya di level ritel. Antara 2021-2024, jumlah pengguna terdaftar meningkat dua kali lipat dari 9,9 juta menjadi 20,9 juta, sementara volume transaksi bulanan melonjak dari US$739 juta menjadi US$2,25 miliar. Namun, pertumbuhan ritel yang cepat juga rawan volatilitas.

    Peluang sesungguhnya ada di adopsi institusional yang lebih berkelanjutan dan sistemik. Begitu blockchain terintegrasi di sektor seperti perbankan, logistik, atau telekomunikasi, dampaknya bukan hanya efisiensi, tetapi juga legitimasi. Dan legitimasi inilah yang akan menjadi jangkar pertumbuhan jangka panjang ekonomi digital Indonesia.

    Blockchain Enabler Global Sudah Bersiap

    Untuk melaksanakan eksperimen berisiko tinggi ini, program menggandeng nama-nama terpercaya dalam infrastruktur blockchain, termasuk:
    * IOTA, dengan jaringan berbasis DAG tanpa biaya yang digunakan di proyek logistik dan IoT global.
    * Stellar, yang banyak diadopsi dalam keuangan lintas batas dan bermitra dengan lembaga kemanusiaan.
    * Ripple, yang protokol pembayarannya digunakan oleh lebih dari 100 institusi keuangan di seluruh dunia.
    * Fireblocks, penyedia infrastruktur yang mengamankan lebih dari US$4 triliun aset digital institusional bagi bank, fintech, dan manajer aset.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com