Tag: Strategi Dollar Cost Averaging

  • Pahami Dollar Cost Averaging Sebagai Strategi Investasi

    Setiap instrumen investasi tentunya terdapat strategi yang bisa diterapkan, beberapanya antara lain yaitu Strategi Lump Sum atau Strategi Dollar Cost Averaging (DCA). Strategi ini pun bisa dilakukan baik di investasi saham, reksa dana maupun aset kripto. Namun pada pembahasannya kali ini akan lebih membahas mengenai Strategi DCA pada investasi Bitcoin. Yuk, simak penjelasannya!

    Pentingnya Strategi dalam Investasi

    Sama seperti dengan investasi lainnya, investasi aset kripto khususnya Bitcoin perlu menggunakan strategi. Apalagi terkhusus pada Bitcoin, aset ini sama dengan aset cryptocurrency lainnya yang memiliki karakter berbeda dengan instrumen investasi lainnya, karena harganya cenderung mudah berubah atau disebut volatile. Menggunakan strategi yang tepat pada investasi Bitcoin tentunya berguna agar menghasilkan keuntungan.

    Setiap orang mempunyai cara berinvestasi Bitcoin yang berbeda-beda, ada investor yang menggunakan strategi membeli Bitcoin dalam jumlah banyak pada satu waktu, kemudian disimpan untuk beberapa tahun ke depan sebelum menjualnya kembali agar keuntungan yang didapatkan besar. Ada juga yang melakukan dengan strategi membeli sedikit Bitcoin dan langsung menjualnya ketika harga yang di pasar naik sedikit, walaupun keuntungan yang didapatkan tidak terlalu besar.  

    Mengenal Dollar Cost Averaging dalam Strategi Investasi Bitcoin

    Strategi DCA merupakan metode yang cocok digunakan pada investasi Bitcoin, karena investor dapat melindungi diri dari fluktuasi harga dan resiko kerugian. Nah, apa sih Strategi DCA? Strategi Dollar Cost Averaging adalah investasi yang dilakukan dengan membeli aset tertentu dalam jumlah yang tetap dan jadwal yang teratur tanpa melihat harga aset.Investor membeli dengan modal yang tetap sehingga akan mendapatkan lebih banyak aset ketika harga rendah, dan lebih sedikit aset ketika harga tinggi

    Strategi ini lebih sesuai untuk Anda yang ingin memiliki toleransi risiko investasi yang lebih rendah dan visi investasi dengan waktu jangka panjang. Jadi, Anda tak perlu khawatir dan memikirkan jika harga yang ada di pasar naik turun terjadi secara tiba-tiba, asalkan Anda tetap melakukannya secara rutin. 

    Lalu, bagaimana cara kerja Strategi DCA ini? Misalnya, Anda menetapkan Rp 10.000.000,- sebagai modal investasi yang akan Anda keluarkan tiap bulan, maka Anda akan selalu mengeluarkan sejumlah uang tersebut di setiap bulannya, tanpa memperdulikan apakah harga Bitcoin tersebut sedang naik ataupun turun. Jadi, saat harga Bitcoin sedang turun, Anda akan mendapatkan lebih banyak Bitcoin dengan membayarkan Rp 10.000.000 dan saat harga naik naik, Anda akan mendapatkan lebih sedikit Bitcoin. 

    Untuk melihat seberapa besar keuntungannya, simak perbandingan investasi menggunakan Strategi lump sum dan Strategi DCA di bawah ini:

    1) Strategi Lump Sum

    Misalkan Anda membeli Bitcoin pada awal tahun dengan uang Rp. 120.000.000 ketika harga Bitcoin adalah Rp. 5.000.000 per BTC. Artinya, Anda telah membeli 24 Bitcoin (Rp. 120.000.000 dibagi Rp. 5.000.000).

    Pada akhir tahun, harga naik menjadi Rp. 6.000.000 per BTC. Anda memiliki 24 Bitcoin maka total keuntungan Anda adalah Rp 24.000.000 (24 * Rp 6.000.000 = Rp 144.000.000,- dan modal awal Anda adalah Rp 120.000.000). Keuntungan (ROI  atau Return of Investment) yang Anda dapatkan adalah 20%.

    2) Strategi DCA

    Pada contoh diatas, Anda membeli total 24.29 Bitcoin, karena Anda secara konsisten melakukan investasi sebesar Rp 10.000.000 (diasumsikan membeli ketika harga turun). Lalu pada akhir tahun, aset Anda bernilai 24.29 x Rp 6.000.000 = Rp. 145.740.000 Anda telah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 25.740.000 yaitu ROI sebanyak 22%. 

     Pada Strategi DCA ini, Anda mendapatkan keuntungan 2%  lebih banyak dari contoh sebelumnya yang menggunakan Strategi Lump Sump. 

    Apakah Anda tertarik untuk memulai investasi Bitcoin dan ingin menerapkan Strategi Dollar Cost Averaging secara langsung? Yuk, mulai investasi bitcoin Anda yang mudah, terpercaya dan aman di Tokocrypto dan kunjungi kami di www.tokocrypto.com!

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Riset Ungkap Strategi DCA Sering Buat Investor Kripto Bitcoin Untung

    Sebuah riset terbaru mengungkap strategi DCA (dollar cost average) telah membuat banyak keuntungan untuk investor aset kripto Bitcoin. Jika Anda secara konsisten mengakumulasi Bitcoin melalui pembelian berulang harian hingga hari ini, selamat! Investasi Anda secara resmi menghasilkan keuntungan, menurut analisis baru.

    Dikutip Decrypt, sebuah tweet oleh Bitcoiner @w_s_bitcoin (juga dikenal sebagai “Wicked”) pada hari Senin (3/7) menyoroti grafik “biaya rata-rata tertimbang dari Bitcoin yang dibeli” yang menunjukkan bahwa investor yang terus melakukan “dolar cost average” (DCA) ke dalam aset kripto terbesar, Bitcoin sekarang telah mendapatkan keuntungan yang signifikan, tidak peduli kapan mereka mulai berinvestasi.

    DCA adalah strategi di mana investor memasukkan sejumlah uang tetap ke dalam saham atau aset kripto pada interval waktu reguler, terlepas dari perubahan harga aset. Praktik ini dimaksudkan untuk mengurangi tekanan dan kompleksitas yang terkait dengan penentuan waktu pasar yang sangat tidak stabil, dan sering kali didorong oleh para Bitcoiner terkemuka sebagai alternatif yang lebih bijak untuk perdagangan aktif.

    Investor Bitcoin Untung

    Grafik biaya rata-rata tertimbang dari Bitcoin yang dibeli. Sumber: Wicked.
    Grafik biaya rata-rata tertimbang dari Bitcoin yang dibeli. Sumber: Wicked.

    Baca juga: Data The Fed Menunjukkan Kripto Dapat Membantu Inklusi Keuangan

    Menurut grafik, biaya rata-rata tertimbang dari pembelian Bitcoin mencapai US$ 31.233 per 3 Juli—harga tertinggi sejak Juni 2022.

    “Saat seluruh garis oranye berada di bawah garis putus-putus putih, saat itulah SEMUA pengguna DCA harian mendapat untung,” jelas Wicked.

    Ini tidak berarti bahwa semua pemegang Bitcoin berada di zona hijau, dan tentunya bukan mereka yang membeli seharga US$ 69.000 pada November 2021 dan tidak melakukan apa-apa setelahnya. Namun, mereka yang terus melakukan pembelian berulang sejak saat itu hingga sekarang telah menebus kerugian mereka dengan juga membeli selama posisi terendah, kata Wicked, seperti ketika Bitcoin jatuh di bawah US$ 16.000 setelah FTX turun.

    “Akumulasi yang dilakukan secara reguler menguntungkan bagi semua orang bahkan ketika Bitcoin turun 55% dari atas,” cuit penulis buku Bitcoin Standard, Saifedean Ammous pada hari Senin (3/7). “Sebuah bukti menakjubkan tentang kekuatan Bitcoin sebagai teknologi penyelamat.”

    Akumulasi Jadi Kunci

    Nabung kripto sekarang, potensi panen cuan saat halving Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Nabung kripto sekarang, potensi panen cuan saat halving Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Investor Tim Draper Prediksi Harga Bitcoin Capai Rp 3,7 M di Tahun 2025

    Namun, kesimpulan Wicked diperdebatkan. Menurut platform intelijen pasar kripto, CryptoQuant, mereka yang memulai pembelian DCA setiap hari selama pasar bullish terakhir masih berada dalam kerugian, dengan asumsi harga Bitcoin saat ini US$ 31.400.

    “Jadi mereka yang memulai DCA pada pertengahan Juni 2020 hingga Sep 2021 tidak untung,” tulis Hochan Chung, Kepala Pemasaran CryptoQuant, kepada Decrypt. Biaya rata-rata tertimbang per koin mereka “berkisar dari US$ 31,4k hingga US$ 35,3K,” jelasnya.

    Dilaporkan Bitcoin telah naik 85,4% tahun ini, didukung oleh berkurangnya kepercayaan pada sistem perbankan pada bulan Maret, dan meningkatnya kepercayaan pada kemungkinan ETF spot Bitcoin disetujui di Amerika Serikat sejak pengajuan BlackRock pada bulan Juni.

    Keuntungan aset juga menempatkan MicroStrategy kembali ke zona keuntungan. Perusahaan ini adalah salah satu pemegang perusahaan Bitcoin terbesar, memiliki total 152.333 BTC , yang diperoleh secara kolektif melalui serangkaian pembelian berulang sejak Agustus 2020. Ketua Eksekutif perusahaan Michael Saylor dikenal karena menasihati para pengikutnya untuk tidak pernah menjual Bitcoin mereka.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Dollar-Cost Averaging (DCA)?

    Dollar-Cost Averaging (DCA) adalah sebuah strategi investasi yang dirancang untuk mengurangi pengaruh fluktuasi harga saat membeli aset dengan cara membelanjakan jumlah uang yang sama secara berkala. Dengan membeli aset secara rutin, tidak peduli fluktuasi harga, strategi ini bertujuan untuk meratakan harga pembelian aset dalam jangka panjang, sehingga mengurangi risiko masuk ke pasar pada waktu yang tidak tepat.

    Manfaat Utama Dollar-Cost Averaging

    Manfaat utama dari strategi ini adalah mengurangi risiko memasuki pasar pada saat yang tidak menguntungkan. Menentukan waktu yang tepat untuk masuk pasar sering kali sulit dan risiko ini dapat diatasi dengan DCA. Strategi ini membagi investasi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, membuatnya lebih mudah untuk mengelola dan mengurangi bias dalam pengambilan keputusan.

    Namun, perlu dicatat bahwa DCA tidak sepenuhnya mengeliminasi risiko dan tidak menjamin keberhasilan investasi. Penting juga untuk memiliki strategi keluar yang efektif, terutama jika berada dalam situasi pasar yang tidak stabil.

    Contoh Penerapan Dollar-Cost Averaging

    Misalnya, Anda memiliki $10.000 untuk diinvestasikan di Bitcoin. Anda bisa memecahnya menjadi 100 bagian $100 dan membeli Bitcoin setiap hari dengan jumlah tersebut. Jika pasar bergerak ke bear market, Anda bisa menyesuaikan strategi menjadi pembelian mingguan untuk memperpanjang jangka waktu investasi, membantu membangun posisi yang kuat selama downtrend dan memanfaatkan potensi uptrend berikutnya.

    Kalkulator dollar-cost averaging

    Anda dapat menemukan kalkulator dollar-cost averaging yang khusus untuk Bitcoin di dcabtc.com. Di sini dapat menentukan jumlah, jangka waktu, interval, dan melihat bagaimana strategi yang berbeda dilakukan dari waktu ke waktu. Anda juga akan melihat, bahwa terhadap Bitcoin, yang berada dalam uptrend berkelanjutan dalam jangka panjang, strategi ini kemungkinan secara konsisten bekerja dengan cukup baik.

    Kinerja pembelian BTC senilai $10 setiap minggu dalam lima tahun terakhir. Sumber: dcabtc.com.
    Kinerja pembelian BTC senilai $10 setiap minggu dalam lima tahun terakhir. Sumber: dcabtc.com.

    Di bawah ini, Anda dapat melihat kinerja investasi jika Anda telah membeli Bitcoin senilai hanya $10 setiap minggu selama lima tahun terakhir. $10 seminggu sepertinya tidak banyak, kan? Well, pada April 2020, Anda akan berinvestasi dengan total sekitar $2.600, dan tumpukan bitcoin Anda akan bernilai sekitar $20.000.

    Risiko dari Strategi Dollar-Cost Averaging

    Meskipun DCA dapat mengurangi beberapa risiko, strategi ini juga memiliki potensi kerugian, terutama jika terus berinvestasi selama downtrend yang panjang tanpa perencanaan yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk menilai kondisi pasar dan mungkin menunda investasi hingga kondisi lebih stabil.

    Dollar-Cost Averaging vs Investasi Lump Sum

    Sementara DCA baik untuk mengurangi volatilitas, investasi lump sum (investasi sekaligus) bisa lebih menguntungkan dalam pasar yang terus-menerus bullish karena memberikan lebih banyak waktu bagi uang untuk tumbuh. Namun, banyak investor lebih memilih DCA karena memungkinkan mereka untuk masuk pasar tanpa perlu modal besar sekaligus.

    Penutup

    DCA adalah strategi yang praktis untuk investor yang tidak ingin terlalu sering memantau pasar atau bagi mereka yang ingin meminimalkan risiko masuk pada waktu yang tidak tepat. Meskipun memiliki beberapa keterbatasan dan tidak sepenuhnya bebas risiko, DCA tetap menjadi pilihan populer karena kemudahannya dan potensi untuk mengurangi kesalahan investasi yang biasa terjadi karena timing yang buruk.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hasil Investasi Solana Rp2jt/Bulan Selama 1, 2, dan 3 Tahun

    Solana menjadi salah satu aset kripto yang sering gunakan sebagai alternatif dari Ethereum karena kecepatan dan biaya transaksi jaringannya yang murah.

    Setelah mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada cycle bull market 2021, Solana sempat mengalami koreksi hingga di bawah $10 pada akhir 2022 yang menjadi titik paling rendah setelah bull run.

    Meskipun begitu, Solana terbukti bisa kembali bangkit dan mencapai harga tertinggi terbaru yang pernah dicapai di sekitar $268 pada Januari 2025, mencatatkan kenaikan lebih dari 2,700% dari titik terendahnya di 2022.

    Tingginya volatilitas Solana pada saat pasar memasuki fase bear market menjadi bukti bahwa strategi investasi sangatlah penting, salah satu strategi investasi yang paling cocok untuk aset investasi dengan volatilitas yang tinggi ini adalah melakukan investasi dengan metode dollar cost averaging (DCA).

    Lalu bagaimana keuntungan jika kamu melakukan investasi Solana Rp2 juta per bulan selama 1, 2, dan 3 tahun, sampai dengan penutupan harga pasar di bulan April 2025 kemarin? Simak simulasinya di bawah ini!

    Hasil Investasi Solana Rp2jt/Bulan Selama 1 Tahun dengan Dollar Cost Averaging (DCA)

    Chart keuntungan jika kamu melakukan pembelian SOL secara rutin (DCA) dari April 2024. Sumber data: dcacryptocalculator.

    Melakukan investasi aset kripto Solana selama satu tahun dari tahun awal April 2024 sampai dengan awal April 2025 menggunakan metode dollar cost averaging (DCA) ternyata tidak memberikan hasil yang memuaskan, sebab kamu akan mengalami floating loss sebesar -23,25%.

    Meskipun kamu mengalami floating loss pada awal bulan April 2025, sebenarnya kamu sempat mengalami floating profit sebesar 37% di bulan Maret sebelum kembali turun di bulan setelahnya.

    Summary investasi.
    Summary investasi.

    Jika dibandingkan dengan metode pembelian secara sekaligus atau lump sum yang memberikan floating loss lebih besar pada bulan awal bulan April 2025 yakni sebesar -38,48%, melakukan investasi aset kripto Solana selama satu tahun, terbukti bisa mengurangi dampak volatilitas harga.

    Hasil Investasi Solana Rp2jt/Bulan Selama 2 Tahun dengan Dollar Cost Averaging (DCA)

    Chart keuntungan jika kamu melakukan pembelian SOL secara rutin (DCA) dari April 2023.
    Chart keuntungan jika kamu melakukan pembelian SOL secara rutin (DCA) dari April 2023. Sumber data: dcacryptocalculator.

    Selama dua tahun, keuntungan DCA mulai dari April 2023 sampai dengan awal April 2025 bisa memberikan keuntungan yang cukup signifikan yakni sebesar 140.95%

    Dari data yang disimulasikan pada laman dcacryptocalculator.com, total keuntungan bersih dari melakukan investasi aset kripto Solana Rp2 juta per bulan adalah sebesar Rp70,015,680, keuntungan bersih ini lebih dari 2x lipat dari modal awal investasi yakni sebesar Rp30.000.000.

    Summary investasi.
    Summary investasi.

    Meskipun keuntungan ini terbilang lebih kecil dibanding dengan melakukan pembelian sekaligus, strategi Dollar Cost Averaging (DCA) tetap tetap menjadi pilihan yang paling aman karena mengurangi risiko volatilitas pasar dan membantu investor untuk masuk ke posisi tanpa perlu khawatir tentang timing yang tepat.

    Hasil Investasi Solana Rp2jt/Bulan Selama 3 Tahun dengan Dollar Cost Averaging (DCA)

    Chart keuntungan jika kamu melakukan pembelian SOL secara rutin (DCA) dari April 20222.
    Chart keuntungan jika kamu melakukan pembelian SOL secara rutin (DCA) dari top cycle April 2022. Sumber data: dcacryptocalculator.

    Jika kamu melakukan pembelian Solana secara terjadwal dengan metode DCA dari April 2022, kamu akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan di tengah volatilitas harga yang tidak menentu saat bear market.

    Summary investasi.
    Summary investasi.

    Total keuntungan dari DCA selama tiga tahun ini adalah sebesar 213.31% jauh lebih menguntungkan daripada investasi lump sum yang hanya akan membuatkamu kembali ke harga break even di tahun April 2025 ini, penyebabnya tidak lain adalah karena tahun  2022 merupakan awal mula fase bear pasar kripto pada saat itu dan metode DCA kembali menjadi salah satu metode yang paling tepat untuk investasi jangka panjang meski saat pasar memasuki fase ketidakpastian atau bear market.

    Keuntungan bersih yang bisa kamu dapatkan dari DCA selama tiga tahun ini adalah sebesar Rp156,823,200 dari total investasi  Rp74,000,000, (kurs $1=Rp16,560).

    Dari ketiga simulasi di atas, terlihat bahwa metode dollar cost averaging (DCA) sangat cocok untuk jenis investasi jangka panjang dan cenderung volatile.

    Salah satu yang menjadi kendala kebanyakan investor enggan untuk melakukan pembelian secara bertahap seperti DCA adalah ribetnya jika harus membeli secara terjadwal, sehingga banyak investor cenderung memilih melakukan pembelian sekaligus dengan harapan mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat daripada harus membeli dan memantau pergerakan harga.

    Cara DCA di Tokocrypto

    Tapi sekarang tidak usah khawatir! Di Tokocrypto kamu bisa melakukan dollar cost averaging (DCA) secara otomatis tanpa perlu memantau pergerakan harga dengan fitur Pembelian Berkala. Cukup mengikuti beberapa langkah mudah berikut:

    1. Masuk ke menu “DCA”
    2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
    3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
    4. Atur pembelian berkala harian, mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
    5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 



    Sumber : news.tokocrypto.com