Tag: stres

  • 5 Minuman untuk Dongkrak Libido, Bikin Sesi Bercinta Lebih Menggairahkan

    Jakarta

    Penurunan libido merupakan hal normal yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Ada sejumlah faktor yang bisa memicu libido rendah, seperti perubahan hormon, gaya hidup tidak sehat, hingga kondisi medis tertentu.

    Dikutip dari Very Well Health, libido adalah istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan dorongan atau hasrat seksual. Libido yang memicu respons fisiologis tubuh terhadap rangsangan seksual, seperti ereksi penis atau pembesaran klitoris.

    Libido rendah dapat memengaruhi kualitas hubungan suami istri. Pasalnya, penurunan libido bisa membuat seseorang kehilangan minat terhadap aktivitas seksual atau kurang sensitif terhadap rangsangan seksual. Jika terjadi secara terus menerus, libido rendah juga bisa menyebabkan stres dan ansietas.


    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan libido. Selain menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga, mengonsumsi minuman tertentu juga dapat membantu mendongkrak libido agar kembali bergairah di ranjang.

    Apa saja minuman yang bisa meningkatkan libido? Dikutip dari Healthshots dan Healthline, berikut daftarnya:

    1.⁠ ⁠Teh Hijau

    Manfaat teh hijau untuk kesehatan sangat beragam. Nah, minuman ini ternyata juga bisa membantu meningkatkan libido loh.

    Ini karena kandungan antioksidan yang ada dalam teh hijau. Teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin, yang terbukti dapat membantu memperlancar aliran darah ke organ seksual, sehingga membantu meningkatkan gairah seks.

    2.⁠ ⁠Banana Shake

    Selain sebagai penambah energi, banana shake ternyata juga bisa membantu mendongkrak libido. Sejumlah peneliti mengungkapkan pisang mengandung enzim bromelain yang dapat meningkatkan kadar testosteron, salah satu hormon yang memengaruhi libido dan hasrat seksual pada pria.

    3.⁠ ⁠Kopi

    Kafein yang ada pada kopi tidak hanya mampu menghilangkan kantuk, tapi juga meningkatkan libido dan melindungi pria dari risiko gangguan fungsi seksual.

    Sebuah studi yang dilakukan University of Texas Health Science Center di Houston pada 2015 menemukan pria yang mengonsumsi kopi setiap hari memiliki risiko lebih kecil terkena disfungsi ereksi.

    4.⁠ ⁠Jus Delima

    Jus delima telah lama diteliti khasiatnya dalam meningkatkan libido. Studi terbaru yang dilakukan oleh Beverly Hills Clinic di Amerika Serikat menunjukkan konsumsi jus delima dapat membantu melancarkan aliran darah dalam tubuh, termasuk yang menuju organ seksual. Inilah yang dipercaya berkontribusi dalam meningkatkan gairah seksual.

    5.⁠ ⁠Minuman Coklat

    Minuman coklat diam-diam juga memiliki efek untuk mendongkrak gairah seksual. Coklat dapat mendorong pelepasan hormon serotonin dalam tubuh. Hormon ini memiliki efek mirip afrodisiak serta meningkatkan suasana hati.

    Serotonin juga membantu mengatur alirah darah ke jaringan di alat vital, sehingga meningkatkan gairah seksual.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Seks, Bikin Gairah Auto ‘Ngedrop’

    Jakarta

    Beberapa jenis makanan memang sebaiknya dihindari sebelum pasangan suami istri masuk ke dalam sesi bercinta. Pasalnya, makanan-makanan ini dapat membuat gairah seksual ‘ngedrop’.

    Gairah seksual yang menurun, tentu membuat sesi bercinta tak lagi menyenangkan. Bahkan, hal ini dapat memicu adanya masalah seperti stres.

    Dikutip dari Healthshots berikut adalah sederet makanan yang wajib dihindari sebelum bercinta. Apa saja?


    1. Keju

    Mengonsumsi keju seperti mozzarella, ricotta, atau bahkan keju cottage sebelum naik ke ranjang dapat menyebabkan masalah pada perut. Hal ini karena keju mengandung laktosa yang tinggi, dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang parah pada perut mereka yang tidak toleran.

    2. Makanan Pedas

    Makanan pedas juga wajib dihindari sebelum naik ke ranjang. Pasalnya, pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Seseorang mungkin akan merasa mulas dan ingin buang air besar.

    3. Bawang Merah dan Bawang Putih

    Bawang merah dan bawang putih dapat menyebabkan bau mulut. Hal ini tentu akan membuat pasangan menjadi tidak nyaman saat berhubungan seks. Selain itu, keduanya juga dapat mengubah bau sekresi jadi tidak sedap, seperti keringat.

    4. Alkohol

    Minuman beralkohol mampu merusak gairah seksual seseorang. Alkohol meningkatkan melatonin, hormon yang menyebabkan tidur dan juga mengubah libido, sehingga seseorang akan merasa lesu dan tidak bergairah untuk seks.

    5. Makanan Asin

    Garam dapat membuat seseorang merasa kembung dalam waktu singkat. Selain itu, makanan asin juga dapat mencegah seseorang mencapai orgasme karena aliran darah yang berkurang.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Paksu Wajib Paham! Ini 5 Hal Sepele yang Bikin Gairah Bercinta Istri ‘Anjlok’


    Jakarta

    Bercinta menjadi salah satu momen yang penting bagi pasangan suami istri. Selain memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, rutin bercinta juga dapat meningkatkan keharmonisan dalam rumah tangga.

    Namun, dalam beberapa kasus dorongan seksual atau libido istri mungkin bisa terganggu, sehingga enggan untuk berhubungan intim. Sebenarnya apa sih yang menjadi pemicu hal tersebut bisa terjadi?

    Dikutip dari Health Direct, hilang atau menurunnya libido pada wanita merupakan hal yang normal. Penurunan libido yang dialami wanita biasanya meliputi tidak tertarik dengan aktivitas seksual jenis apapun termasuk masturbasi hingga jarang memikirkan fantasi seksual.


    Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami penurunan dorongan seksual, beberapa di antaranya adalah usia yang bertambah dan perubahan kadar hormon dalam tubuh.

    Perubahan hormon biasanya disebabkan oleh perimenopause atau menopause, beberapa bentuk kontrasepsi, kehamilan, melahirkan, dan juga menyusui.

    Mengapa kondisi perimenopause atau menopause dapat menyebabkan penurunan libido pada wanita? Hal ini disebabkan oleh menurunnya kadar estrogen yang dapat mengurangi keinginan berhubungan dan mempersulit munculnya gairah seksual.

    Selain itu, seiring bertambahnya usia, penyakit kronis dan cedera dapat menguras energi lebih banyak. Hal ini belum lagi ditambah masalah pelumas alami vagina berkurang akibat penurunan estrogen.

    Kondisi ini dapat membuat wanita lebih rentan mengalami nyeri ketika melakukan hubungan intim.

    Selain masalah hormon dan usia, persoalan psikologis juga dapat memengaruhi libido wanita. Hal ini biasanya disebabkan oleh stres yang tidak dikelola dengan baik.

    Beberapa masalah psikologis yang dapat memengaruhi libido meliputi stres, kecemasan, depresi, duka cita, citra tubuh yang buruk, gangguan stres pasca-trauma, hingga riwayat hubungan seks yang tidak diinginkan.

    Tidak hanya itu, seringkali masalah libido istri yang menurun berhubungan erat dengan situasi rumah tangga bersama suami. Kedekatan emosional sangat penting untuk menjaga keintiman dalam hubungan seksual. Oleh karena itu, penting bagi pasangan suami istri untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan mencari permasalahan apa yang membuat libido mengalami penurunan.

    Berikut ini adalah beberapa masalah terkait hubungan yang dapat menyebabkan masalah drop-nya libido pasangan.

    • Kurangnya hubungan emosional dengan pasangan
    • Pertengkaran yang belum terselesaikan
    • Tidak mampu berkomunikasi tentang kebutuhan seksual
    • Masalah kepercayaan
    • Tidak memiliki privasi yang cukup
    • Penyakit yang dimiliki oleh pasangan
    • Perubahan fungsi seksual pasangan

    Apabila penyebab penurunan libido berkaitan dengan masalah kesehatan dan psikologis, ada baiknya pasangan melakukan konsultasi dengan dokter atau psikolog terpercaya.

    Apabila masalah datang dari situasi rumah tangga yang ada dan masih tidak bisa diselesaikan pasutri, maka berkonsultasi dengan psikolog keluarga atau seksolog sangat disarankan.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Berapa Kali Sebaiknya Pasutri Bercinta dalam Seminggu? Ini Temuan Studi

    Jakarta

    Tidak sedikit pasangan yang masih merasa bingung menentukan frekuensi yang ideal untuk berhubungan seks setiap minggunya. Lalu, sebenarnya berapa kali sebaiknya pasangan bercinta dalam seminggu?

    Dikutip dari NBC News dan Times of India, sebenarnya tidak ada angka ‘normal’ terkait berhubungan seks. Selama pasangan merasa puas terkait frekuensi seks mereka, maka hal itu bisa dikatakan sebagai hubungan yang baik-baik saja.

    Sebuah studi tahun 2017 yang dimuat dalam Archives of Sexual Behavior menemukan bahwa rata-rata orang dewasa saat ini menikmati seks sebanyak 54 kali setahun, yang setara dengan sekitar seminggu sekali.


    Studi lain yang diterbitkan dalam Social Psychological and Personality Science yang mensurvei lebih dari 30.000 orang Amerika selama 40 tahun untuk tiga proyek berbeda, menemukan bahwa frekuensi seminggu sekali adalah standar Goldilocks untuk kebahagiaan.

    Manfaat Kesehatan Rutin Berhubungan Seks

    1. Menghilangkan Stres

    Dikutip dari WebMD, saat seseorang stres tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Meskipun hormon ini dapat memberikan efek positif, namun terlalu banyak kortisol dapat membuat seseorang menjadi mudah tegang dan lelah.

    Dari sinilah, seks atau bercinta bisa dilakukan untuk memicu pelepasan endorfin, yakni hormon cinta yang dapat membuat seseorang merasa senang dan meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik.

    2. Tidur Nyenyak

    Saat berhubungan seksual, tubuh akan melepaskan salah satu hormon bernama prolaktin. Hormon ini berperan dalam mengatur tidur seseorang.

    Setelah berhubungan seks, lonjakan prolaktin sebagian besar bertanggung jawab atas rasa kantuk dan rileks yang seringkali terjadi. Hal ini tidak hanya membantu untuk tertidur lebih mudah tetapi juga mendukung tidur yang lebih nyenyak.

    3. Imun Tubuh Meningkat

    Seks ternyata juga dapat membantu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan produksi antibodi yang melindungi terhadap infeksi, termasuk human papillomavirus (HPV).

    Satu studi kecil oleh para peneliti di Wilkes University di Pennsylvania menemukan bahwa seseorang yang berhubungan seks tiga kali atau lebih setiap minggu memiliki lebih banyak antibodi imunoglobulin A dalam air liur mereka, yang meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan beberapa virus dan bakteri.

    4. Meredakan Sakit

    Hormon endorfin yang dapat membantu tubuh mengelola stres ternyata dapat juga menjadi penghilang rasa sakit alami. Selama berhubungan seks, tubuh akan dibanjiri endorfin yang berinteraksi dengan reseptor rasa sakit di otak dengan menghalangi transmisi sinyal rasa sakit.

    Sebuah survei tahun 2013 oleh Universitas Munster menemukan bahwa orang-orang yang mengalami serangan migrain atau sakit kepala cluster, seks dapat membantu meringankan gejala-gejalanya.

    5. Jantung Lebih Sehat

    Bercinta juga dapat meningkatkan detak jantung seseorang, hal ini terbilang cukup baik untuk sirkulasi dan menjaga tekanan darah dalam kisaran yang sehat.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria yang lebih muda dan sehat, berhubungan seks secara teratur dapat dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena masalah jantung di kemudian hari. Bagi wanita, satu penelitian menunjukkan bahwa kualitas pengalaman seksual mereka, bukan seberapa sering mereka berhubungan seks, dikaitkan dengan penurunan risiko masalah jantung.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ada Benarnya, Ternyata Pakai Celana Dalam Ketat Bisa Bikin Kualitas Sperma ‘Anjlok’


    Jakarta

    Terdapat sejumlah hal yang dapat menurunkan kualitas sperma seorang pria, seperti mengonsumsi terlalu banyak makanan berlemak, minum minuman beralkohol, merokok dan stres.

    Di samping itu beberapa orang beranggapan kebiasaan sepele seperti memakai celana dalam ketat dapat merusak kualitas sperma dan menurunkan tingkat kesuburan pria. Hal ini dibenarkan oleh spesialis urologi dr Ponco Birowo, SpU(K), PhD.

    Menurutnya, celana dalam ketat dapat meningkatkan suhu di testis, sehingga mengganggu produksi sperma.


    “Pabriknya spermatozoa kan di testis, testis itu letaknya di bawah, bukan di dalam perut. Kenapa? Untuk pembentukan spermatozoa suhunya harus 2-4 derajat lebih dingin, jadi dia nggak boleh kepanasan,” ujarnya saat diwawancarai detikcom beberapa waktu lalu.

    “Nah kalau misal kita pakai celana dalam ketat apa yang terjadi? Testisnya jadi ditempel ke badan kita, suhunya akan meningkat. Kalau suhunya meningkat, jadi tidak bekerja,” sambungnya.

    dr Ponco menambahkan pria yang sering sauna juga dapat mengalami penurunan pada kualitas spermanya.

    “Begitu juga kalau misalnya laki-laki itu sering sauna. Sauna kan berendam di air panas, dan jangka waktunya lama itu kan,” katanya.

    Ia pun mewanti-wanti kebiasaan menggunakan laptop di atas pangkuan. Menurutnya, kebiasaan ini dapat meningkatkan suhu testis dan merusak kualitas sperma.

    “Suka ngetik laptop di pangkuan, itu udah ada penelitiannya, akan naik 18 derajat suhu di testis,” tandasnya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Normalkah Jika Berhubungan Intim Setiap Hari? Ini Penjelasannya

    Jakarta

    Hubungan seksual bagi pasangan suami istri diyakini sebagai salah satu ‘obat’ mujarab untuk melepaskan stres. Hal ini karena salah satu manfaat dari bercinta adalah membuat tubuh lebih rileks dan meredakan stres.

    Disebut-sebut frekuensi normal dari berhubungan seks yakni sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu. Lantas bagaimana jika berhubungan intim setiap hari?

    Dikutip MedicineNet dan Everyday Health, berhubungan seksual setiap hari merupakan hal yang wajar. Hal ini karena seks sendiri merupakan aktivitas menyehatkan. Namun, bercinta setiap hari bukanlah sesuatu yang umum dalam pasangan.


    Menurut survei tahun 2017, hanya sekitar 4 persen orang dewasa yang mengatakan mereka berhubungan seks setiap hari. Biasanya, frekuensi seks akan lebih sering pada saat pasangan masih merasakan fase bulan madu.

    Hal ini juga terjadi ketika pasangan berencana untuk memiliki bayi dan ingin meningkatkan peluang mereka untuk hamil. Lalu apa saja manfaat dari rutin berhubungan seksual?

    1. Mengurangi Stres

    Seks dan orgasme terbukti dapat mengurangi stres dan kecemasan pada manusia. Hal ini karena seks dapat mengurangi hormon stres kortisol dan adrenalin. Seks juga dapat melepaskan endorfin dan oksitosin, yang memiliki efek menenangkan dan menghilangkan stres.

    2. Tidur Lebih Nyenyak

    Sebuah penelitian tahun 2019 menemukan bahwa melakukan hubungan seks dengan pasangan sebelum tidur dapat membantu seseorang tertidur lebih cepat dan lebih nyenyak.

    3. Meredakan Nyeri

    Endorfin dan zat kimia lain yang dilepaskan selama gairah dan orgasme adalah pereda nyeri alami yang bekerja seperti opioid. Hal ini dapat menjelaskan mengapa seks dan orgasme memberikan kelegaan cepat dari kram menstruasi, migrain , dan sakit kepala bagi sebagian orang.

    4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Sebuah studi berbasis populasi longitudinal yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiology menemukan pria yang berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit kardiovaskular seperti stroke atau serangan jantung dibandingkan mereka yang berhubungan seks sebulan sekali atau kurang.

    5. Mengurangi Risiko Kanker Prostat

    Sebuah studi yang melibatkan 32.000 pria di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa mereka yang mengalami ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan, dibandingkan mereka yang melakukannya hanya empat sampai tujuh kali per bulan memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil terkena kanker prostat.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Dear Pasutri, Ini 6 Hal yang Terjadi Pada Tubuh saat Lama Tak Bercinta

    Jakarta

    Bagi pasangan suami istri, hubungan seksual merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keharmonisan hubungan rumah tangga. Tak ayal, bagi pasutri, sesi bercinta kerap dinanti-nanti datangnya.

    Namun, aktivitas seksual bisa saja terhenti. Banyak faktor yang memengaruhi, seperti gangguan kesehatan hingga kesibukan. Padahal, terlalu lama melewatkan sesi bercinta, bisa berdampak kurang baik ke tubuh.

    Dikutip dari WebMD dan Medical News Today, mereka yang hasrat seksualnya tidak terpenuhi biasanya akan menjadi mudah marah dan gampang cemas.


    Sebuah studi pada tahun 2020 menunjukkan bahwa frustasi seksual berhubungan dengan gejala depresi. Selain itu, sebuah studi pada tahun 2021 menunjukkan bahwa kondisi ini juga bisa menyebabkan seseorang menjadi kurang fokus di tempat kerja.

    Lalu, apa saja yang terjadi pada tubuh ketika seseorang lama tak melakukan aktivitas seksual?

    1. Stres dan Mudah Cemas

    Saat berhenti melakukan hubungan seksual, dapat membuat seseorang menjadi kurang terhubung dengan pasangannya. Hal ini juga berarti berkurangnya dorongan untuk mengelola stres sehari-hari.

    2. Sistem Imun Melemah

    Seks secara teratur dapat membantu tubuh melawan penyakit, sehingga tidak akan mudah terserang flu atau sejenisnya. Melalui penelitian, mereka yang rutin berhubungan seks memiliki kadar antibodi imunoglobulin A yang lebih tinggi.

    3. Hubungan Kurang Harmonis

    Pasangan yang memiliki jadwal seksual kurang teratur dapat membuat hubungan menjadi renggang dan kurang harmonis. Pasalnya, seks yang teratur dapat membantu merasa dekat secara emosional dengan pasangan, yang membuka peluang untuk komunikasi yang lebih baik.

    4. Lebih Berisiko Kanker Prostat

    Hubungan antara seks dan kanker prostat masih pro dan kontra. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa laki-laki yang jarang ejakulasi memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat.

    Sebuah penelitian besar yang dilakukan pada 30.000 pria menemukan mereka yang mengalami lebih dari 21 kali ejakulasi dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah dibanding mereka yang hanya ejakulasi empat hingga tujuh kali sebulan.

    Pasangan yang frekuensi berhubungan seksualnya menurun atau bahkan berhenti, dapat menurunkan daya ingat. Seseorang mungkin akan menjadi lebih pelupa.

    Seks teratur dapat membantu meningkatkan daya ingat, terlebih bagi mereka yang berusia antara 50-89 tahun.

    6. Sulit Tidur

    Seks sendiri diketahui dapat melepaskan hormon untuk membantu tidur nyenyak. Hormon seperti prolaktin dan oksitosin diketahui berperan untuk itu.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bapak-bapak Mendadak Lemah Syahwat dan Kurang Bergairah? Mungkin Sedang Stres


    Jakarta

    Selain fisik, kesehatan mental merupakan salah satu aspek yang harus senantiasa dipelihara. Sebab, mental yang tertekan dapat memicu gangguan kesehatan pada tubuh.

    Bahkan, gangguan psikiatrik seperti stres bisa membuat seseorang mengalami disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi adalah masalah seksual yang ditandai dengan penis tak bisa ereksi meski sudah mendapatkan rangsangan.

    Psikiater dr Gina Anindyajati, SpKJ, mengungkapkan tingkat stres memang memainkan peran penting terhadap fungsi seksualitas seseorang. Pada pria, stres berlebihan bisa membuat organ vital sulit mengalami ereksi.


    “Saat orang itu berada dalam tekanan, maka memang ada stress circuit yang teraktivasi. Dan salah satu hormon yang dihasilkan itu hormon kortisol. Hormon kortisol ini akan dikirimkan ke seluruh tubuh sebagai sinyal bagi organ-organ seluruh tubuh untuk bersiap-siap, saat ini kita lagi menghadapi situasi tekanan nih, jadi energi harus di reserve, harus disimpan,” jelasnya dalam konferensi pers, Jumat (22/9/2023).

    “Caranya bagaimana? Pembuluh darah yang tadinya longgar, semua akan menegang. Sementara, di area genital pria itu isinya pembuluh darah semua, pembuluh darah kecil-kecil. Nah, pembuluh darah yang kecil-kecil ini dia tertutup karena stres itu tadi, sehingga aliran darah tidak bisa mengalir ke sana (penis),” ujarnya lagi.

    Namun, sebelum mengganggu fungsi secara organik, sambung dr Gina, hormon kortisol sebenarnya sudah lebih dulu memengaruhi cara seseorang mempersepsikan apa yang ada di sekitarnya.

    “Kortisol ini akan memengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan keadaan di sekitarnya. Hal yang tadi dipersepsikan sebagai sesuatu yang menyenangkan, akan turun intensitasnya. Sehingga boro-boro untuk ereksi, hasrat atau keinginan seksualnya saja mungkin bisa tidak timbul,” terangnya.

    Karena itu, ia menegaskan penting untuk mencari tahu kemungkinan gangguan psikiatri pada pasien yang mengalami gangguan fungsi seksualitas.

    “Salah satu manifestasi fisik gangguan-gangguan ini adalah masalah seksual. Bisa berupa gangguan pada libidonya, atau gangguan pada performa seksualnya. Karena itu memang pada saat psikiater berhadapan dengan pasien yang punya keluhan seksual, yang pertama harus dicari adalah ada nggak gangguan psikiatri yang mendasari,” pungkasnya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ternyata Ini yang Terjadi pada Tubuh Setelah Bercinta Sekian Lama

    Jakarta

    Seringkali menjadi pertanyaan, sebenarnya adakah efek yang timbul pada tubuh jika berhenti bercinta sementara waktu? Rupanya memang ada lho hal-hal yang bisa terjadi pada tubuh jika intensitas aktivitas seksual menurun. Seperti apa?

    Pada dasarnya, adalah normal jika intensitas aktivitas bercinta berubah dari waktu ke waktu. Misalnya dipengaruhi oleh faktor usia, fluktuasi gairah seksual, dan status hubungan.

    Perubahan tersebut juga bisa berdampak kepada kondisi fisik dan psikologis seseorang. Lantas, seperti apa saja efeknya?


    Efek pada kesehatan tubuh

    Pada beberapa kasus, pasutri mungkin harus berhenti berhubungan seksual dalam waktu yang lama, misalnya karena sedang menjalani pengobatan, sedang terpisah jarak jauh, atau pasca melahirkan normal.

    Efek yang dapat muncul di antaranya berupa penurunan sistem kekebalan tubuh, peningkatan risiko darah tinggi, mudah stress hingga resiko sakit jantung yang lebih besar. Pada pria, risiko kanker prostat juga meningkat akibat jarang ejakulasi.

    Efek pada kesehatan mental

    Ada mengatakan bahwa melakukan hubungan seks secara teratur dapat meningkatkan kesejahteraan emosional seseorang. Walhasil pada beberapa orang, tidak berhubungan seksual untuk sementara waktu dapat memicu perasaan tidak nyaman dan cemas.

    Namun juga pada beberapa kasus lainnya, menurunnya intensitas seks juga bisa disebabkan oleh kondisi psikis seperti dorongan seks yang rendah, atau memang pilihan pribadi.

    Efek pada hubungan pasutri

    Sering mendengar bahwa kualitas seks memiliki pengaruh yang kuat terhadap keintiman suami-istri? Nyatanya bagi sebagian orang, seks memang bisa meningkatkan perasaan kedekatan. Tak jarang orang yang merasa tidak cukup berhubungan seks merasa khawatir dan takut pasangannya sudah kehilangan ketertarikan seksual.

    Di samping aktivitas seksual, ada juga aktivitas yang bisa meningkatkan kerekatan pasutri. Misalnya dengan berpelukan, atau memberikan gesture penuh kasih sayang lainnya, serta berkomunikasi membuka diri satu sama lain. Hal ini dapat meningkatkan kesehatan suatu hubungan, terlepas dari ada atau tidak adanya aktivitas seksual.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 8 Hal Pemicu Gairah Bercinta Anjlok, Bikin Cepat Loyo di Ranjang


    Jakarta

    Kehilangan gairah seksual merupakan masalah yang tidak asing bagi pria atau wanita. Pada dasarnya setiap orang memiliki gairah seks yang berbeda. Namun rupanya, ada sejumlah kebiasaan yang bisa memicu menurunnya gairah seks.

    Tak sedikit pasangan menjajal berbagai cara untuk menjaga kehidupan seksual dan mendongkrak gairah bercinta. Namun di samping itu, ada beberapa hal yang tanpa disadari, bisa menurunkan, bahkan membunuh gairah seksual. Apa saja?

    Dikutip dari The Health Site, berikut beberapa alasan yang dapat membunuh gairah seksual:


    1. Kelelahan dan stres

    Kelelahan dan stres dapat menurunkan gairah seksual seseorang, terutama perempuan. Kondisi ini juga membuat suasana hati menjadi buruk dan tidak semangat dalam melakukan aktivitas terutama berhubungan seksual.

    Selain itu, stres juga bisa meningkatkan risiko seseorang tidak bisa mencapai orgamse saat melakukan hubungan seks. Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Sleep Foundation terdapat 1 dari setiap 4 orang yang mengklaim bahwa mereka terlalu lelah untuk melakukan hubungan seks.

    2. Obat-obatan

    Biasanya, obat-obatan seperti tekanan darah, obat penghilang rasa sakit, dan antidepresan bisa menyebabkan libido rendah dan disfungsi ereksi pada beberapa orang. Maka dari itu, konsultasikan dengan dokter jika mengalami penurunan gairah seks akibat konsumsi obat-obatan medis.

    3. Penyakit kronis

    Terdapat beberapa penyakit kronis yang bisa menyebabkan libido menjadi rendah, seperti diabetes, hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, ginjal, dan paru-paru. Biasanya, penyakit ini membuat pria mengalami disfungsi ereksi, sedangkan pada wanita mengalami kesulitan dalam mencapai orgasme.

    4. Ketidakseimbangan hormon

    Testosteron merupakan hormon yang memicu hasrat seksual dan meningkatkan kesenangan bagi wanita maupun pria. Jika hormon testosterone menurun, pria atau wanita bisa kehilangan gairah seks dan merasa tidak tertarik untuk melakukan hubungan intim. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui makanan yang bisa menyeimbangkan hormon tersebut.

    5. Kualitas tidur

    Kurang tidur dapat mempengaruhi kadar testosteron yang dapat membuat gairah seks menurun. Selain itu, wanita yang memiliki waktu tidur tidak baik, tidak dapat merespon rangsangan kelamin. Bila pasangan sering begadang, mulailah untuk menata jadwal tidur yang teratur setiap harinya.

    6. Kurang olahraga

    Ternyata, olahraga juga memiliki peran penting dalam kehidupan seksual. Studi telah menemukan bahwa terlalu banyak atau terlalu sedikit berolahraga dapat menyebabkan rendahnya gairah seks pada pria.

    7. Alkohol

    Pria yang terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat mengalami penurunan libido. Selain memabukkan, mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menurunkan kadar testosteron dan membatasi fungsi seks pria maupun wanita. Menurut penelitian yang diterbitkan Indian Journal of Psychiatry, disfungsi seksual pada pria disebabkan oleh ketergantungan alkohol.

    8. Diet tidak sehat

    Asupan makanan juga mempengaruhi kadar testosteron, yang juga mempengaruhi gairah seksual. Jika kadar tersebut rendah, wanita juga mengalami kekeringan pada area vagina. Sehingga, saat melakukan hubungan seks, vagina terasa sakit.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy