Tag: stress

  • Tips Amankan Perabotan di Rumah dari Cakaran Kucing dan Anjing


    Jakarta

    Memiliki hewan seperti anjing dan kucing di rumah dipercaya dapat mengurangi stres. Hewan-hewan berbulu yang aktif ini dapat mengalihkan perhatian kita dan membuat tubuh jauh lebih rileks.

    Di satu sisi, anabul bisa juga memicu stress jika kamu tidak siap barang-barang di rumah penuh goresan karena terkena cakaran. Kamu tidak bisa menghentikan mereka karena itu sudah naluri alamiah untuk berburu dan bertahan hidup.

    Mau tidak mau yang harus dilindungi adalah perabotan agar tidak cepat rusak atau membahayakan bagi anabul.


    Dilansir Washington Post, berikut beberapa cara mengamankan perabotan dari cakaran kuku anabul.

    1. Sediakan Tiang Cakaran atau Garukan

    Cara paling aman mengamankan perabotan adalah dengan memberikan benda yang aman dari goresan. Saat ini sudah banyak dijual tiang cakaran yang bisa menjadi tempat main anabul. Benda ini berupa tiang yang bagian bawah dan atasnya datar. Seluruh permukaan tiang cakaran sudah dilapisi dengan serat kait yang aman jika dicakar anabul. Bahan pelapisnya itu terbuat dari karpet, karton, atau sisal. Pastikan tiang cakaran ini diletakkan di dekat mereka sehingga anabul tidak akan mendekat ke perabotan di rumah.

    2. Alihkan Perhatiannya

    Seperti yang disebutkan sebelumnya mencakar benda di sekitarnya adalah sifat alamiah hewan sehingga kamu tidak dapat menghentikan kebiasaan tersebut. Namun, kamu bisa mengalihkan perhatiannya. Salah satunya dengan menyediakan benda yang tidak meninggalkan goresan. Bisa juga kamu memberikan banyak mainan dan mengajak mereka bermain sehingga anabul tidak tertarik untuk mendekati perabotan yang mudah tergores. Mainan kucing tersebut bisa berupa tongkat atau mainan bergerak agar mereka berlarian.

    3. Melapisi Perabotan

    Jika kamu tidak memiliki waktu untuk mengawasi atau bermain dengan anabul. Cara paling aman adalah dengan melapisi perabotan atau mengganti dengan bahan yang aman dari goresan.

    Selimut bisa digunakan untuk melindungi area rawan goresan. Pilihan lainnya adalah dengan membungkus beberapa perabotan dengan menggunakan bahan sisal di bawah kursi atau sofa untuk melindunginya.

    4. Gunakan Penutup Kuku Kucing

    Ada juga yang menyarankan untuk menggunakan penutup pada kuku hewan. Penutup ini juga disebut dengan soft paws. Bahan ini dapat bertahan sekitar satu bulan hingga enam minggu. Pemasangannya juga biasanya dilakukan oleh dokter hewan.

    Namun, pemakaian ini dikhawatirkan dapat mengganggu pergerakan anabul dan membuat mereka tidak nyaman. Jika kamu ingin benar-benar memakaikan kucing dan anjing dengan ini, konsultasikan dahulu dengan dokter hewan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Menaruh Tanaman di Dapur Bisa Bikin Layu! Ini Alasannya



    Jakarta

    Menyimpan tanaman di dapur memang dapat menambah keindahan dan menciptakan suasana yang positif dan segar. Namun bukan berarti menempatkan tamanan di dapur tidak ada risiko.

    Menurut penelitian dari Universitas Chapman, seperti dikutip dari situs Backyard Boss, tanaman hijau memang dapat mengurangi stress serta meningkatkan fokus dan kreativitas. Sehingga, tanaman memang kerap ada di berbagai ruangan di rumah.

    Tanaman juga mampu menjernihkan udara karena kemampuannya menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen.


    Namun, menyimpan tanaman di dapur justru berisiko bagi tanaman itu sendiri. Saat memasak menimbulkan udara panas yang menyebar di seluruh ruangan dapur. Suhu tinggi dari udara panas ini bisa membuat tanaman stress dan sulit untuk tumbuh subur. Selain itu, panas berlebih juga bisa membuat daun tanaman kering bahkan terbakar.

    Selain udara, terdapat hal lain yang membahayakan tanaman yaitu minyak dan partikel bekas memasak dapat bertebaran melalui udara lalu hinggap pada daun tanaman menyebabkan pori-pori daun tersumbat. Hal ini dapat mencegah sinar matahari menyerap ke dalam daun tanaman akhirnya menghambat proses fotosintesis.

    Residu partikel minyak tersebut juga bisa menumpuk di tanah hingga memengaruhi kemampuan air untuk mengalir dengan baik pada tanaman. Hal inilah yang juga membuat tanaman menjadi tidak sehat.

    Oleh karena itu, untuk mencegah tanaman semakin tidak sehat, sebaiknya jauhi tanaman dari kompor atau oven. Letakkan tanaman di dekat jendela agar terkena sinar matahari. Saat memasak upayakan selalu membuka jendela dan pintu agar aliran udara lancar. Bersihkan daun dengan kain lap dan ganti tanah secara teratur untuk membersihkan penumpukkan residu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Manfaat Taruh Tanaman Hias di Ruang Kerja, Jadi Makin Produktif


    Jakarta

    Tanaman hias sering dijadikan dekorasi ruangan untuk memberi kesan asri dan segar pada ruangan. Salah satu tempat yang cocok ditaruh tanaman hias adalah ruang kerja, baik di kantor maupun rumah.

    Sebab, ternyata tanaman hias bisa memberi dampak positif ke aktivitas penghuni ruangan. Benda hijau ini bisa menjadi pemandangan sejuk di sela-sela aktivitas padat. Ada beragam tanaman yang bisa disimpan di atas meja atau di sudut ruang kerja.

    Lantas, apa saja manfaat memelihara tanaman hias di ruang kerja? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Healthline.


    Manfaat Pelihara Tanaman Hias di Ruang Kerja

    Inilah dampak baik yang bisa dirasakan penghuni ruangan yang ada tanaman hiasnya.

    1. Meningkatkan Fokus

    Memelihara tanaman asli di ruang kerja dapat meningkatkan fokus. Sebuah penelitian kecil dilakukan oleh Yun-ah Oh, Seon-Ok Kim, dan Sin-Ae Park dengan melibatkan 23 peserta. Peneliti tersebut menempatkan siswa di ruang kelas yang berbeda-beda.

    Setiap kelas ada yang memiliki tanaman palsu, tanaman asli, foto tanaman, atau tanpa tanaman sama sekali. Pemindaian otak peserta menunjukkan siswa yang belajar dengan tanaman hidup dan nyata di kelas lebih perhatian dan lebih mampu berkonsentrasi dibandingkan siswa yang belajar di kelas lainnya.

    2. Menekan Tingkat Stress

    Kemudian, tanaman hias di ruang kerja juga membantu menekan tingkat stres, lho. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Physiological Anthropology, tanaman di dalam rumah atau kantor bisa membuat penghuni merasa lebih nyaman dan tenteram.

    Penelitian tersebut menguji peserta dengan memberikan dua tugas berbeda, yakni memindahkan tanaman hias dari satu pot ke pot lainnya dan menyelesaikan tugas singkat berbasis komputer. Setelah menyelesaikan setiap tugas, peneliti mengukur faktor biologis yang terkait dengan stres, termasuk detak jantung dan tekanan darah.

    Hasil menunjukkan tugas berkebun di dalam ruangan menurunkan respons stres pada partisipan, sedangkan tugas menggunakan komputer menyebabkan lonjakan detak jantung dan tekanan darah.

    Padahal, peserta penelitian adalah pria muda yang terbiasa bekerja dengan komputer. Dari hasil penelitian itu, para peneliti menyimpulkan bekerja dengan tanaman dapat mengurangi stres fisiologis dan psikologis.

    3. Meningkatkan Produktivitas & Kreativitas

    Keberadaan tanaman di ruang kerja mampu meningkatkan produktivitas dan kreativitas penghuni. Sebuah penelitian pada tahun 2007 oleh Tina Bringslimark, Terry Hartig, dan Grete Grindal Patil membuktikan orang-orang yang bekerja dengan lebih banyak tanaman di ruang kerja memiliki lebih sedikit hari sakit dan lebih produktif dalam bekerja.

    Itulah beberapa alasan tanaman hias diperlukan di dalam ruang kerja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Konon Lidah Mertua Bisa Bawa Keberuntungan ke Rumah, Begini Penjelasannya


    Jakarta

    Lidah mertua merupakan salah satu tanaman hias yang mudah ditemui di Indonesia. Bentuknya yang unik sering dijadikan sebagai dekorasi pemanis di rumah. Namun, di balik itu, ternyata lidah mertua juga bisa bawa keberuntungan ke rumah lho.

    Sebelum itu, mari berkenalan dahulu dengan tanaman satu ini. Dikutip dari buku Mengenal Tumbuhan di Sekitar Kita oleh Deniek G Sukarya dan Dr Joko R Witono, lidah mertua atau Sansevieria trifasciata merupakan tanaman hias yang berasal dari Afrika dan termasuk dalam suku Asparagaceae.

    Untuk mengenali tanaman ini, lihat saja bentuk daunnya yang tak biasa yakni tegak memanjang ke atas, ketika dipegang keras, ujungnya runcing, dan warnanya hijau di pinggiran, tetapi kuning di bagian tengah. Ada pula lidah mertua yang seluruh daunnya berwarna hijau.


    Seperti yang disebut sebelumnya, tanaman lidah mertua julukan tanaman ini adalah tanaman penarik rezeki atau good luck. Dilansir dari detikJatim, keberadaan tanaman ini di dalam rumah sangat dianjurkan feng shui karena lidah mertua disebut memiliki elemen logam dari bentuk daunnya yang kuat dan tajam, mirip seperti pedang. Elemen logam merupakan elemen yang dipercaya dapat membantu memperkuat energi seseorang dalam situasi tertentu, terutama ketika membutuhkan perlindungan atau kekuatan.

    Selain dipercaya dalam feng shui, secara ilmiah, tanaman ini juga memiliki beragam manfaat yang bagus untuk kesehatan, menurut situs Halo, berikut di antaranya.

    1. Membersihkan Udara

    Manfaat dari lidah mertua sudah diakui oleh NASA yang mengatakan tanaman ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi kualitas udara yang buruk dan berbau. Lidah mertua juga bisa membersihkan udara yang kotor akibat polusi dan racun seperti benzena, formaldehida, dan xilena. Secara bertahap, penghuni rumah dapat lebih mudah ketika bernapas berkat tanaman ini. napas lebih segar.

    2. Menghilangkan Stres

    Tanaman ini disebut dapat menghilangkan stress karena selain tampilannya yang menarik, perawatannya juga mudah sehingga tidak merepotkan pemiliknya. Selain itu, tanaman ini juga pemasok oksigen yang baik. Oksigen dapat membantu memperlancar aliran darah dan dapat meredakan stress.

    3. Perawatan yang Mudah

    Lidah mertua termasuk tanaman yang mudah beradaptasi dan tidak rewel. Tanaman ini bisa tumbuh di cuaca apa pun, di luar maupun di dalam ruangan, tidak perlu terlalu sering disiram, bisa tumbuh tanpa tanah, dan tidak mudah busuk atau layu.

    Tempat Paling Cocok untuk Meletakkan Lidah Mertua di Rumah

    1. Kamar Tidur: Dapat memasokkan oksigen di malam hari saat penghuninya tengah tidur dan menyaring udara kotor di dalamnya.

    2. Ruang tamu atau pintu masuk: Menurut feng shui, lidah mertua dapat menarik elemen baik sehingga mendatangkan kekayaan dan mengusir hal buruk.

    3. Ruang kerja: Tanaman ini dipercaya dapat mengurangi stres ketika bekerja.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanaman Bisa Cepat Layu Jika Diletakkan di Dapur, Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Tanaman merupakan elemen penting di rumah. Tanaman hijau memiliki segudang manfaat yang sangat dibutuhkan oleh manusia yakni sebagai pemasok oksigen, dekorasi alami, mengatasi stress, hingga membantu mempercepat penyembuhan.

    Makhluk hidup ini bisa diletakkan di mana saja menyesuaikan dengan sifat tanaman tersebut. Sebab, ada tanaman yang membutuhkan cahaya matahari, ada tanaman yang membutuhkan air, hingga tanaman yang bisa hidup tanpa matahari dan air.

    Dari segala tempat di rumah yang bisa diletakkan tanaman, ternyata dapur adalah salah satu pengecualiannya. Menurut penelitian dari Universitas Chapman, seperti dikutip dari situs Backyard Boss, meletakkan tanaman di dapur dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan membuatnya cepat layu dan mati.


    Penyebab Tanaman Cepat Layu Jika Diletakkan di Dapur

    1. Tanaman Stres

    Ketika memasak dapur menjadi lebih panas dan meningkatkan suhu di ruangan tersebut. Suhu tinggi dari udara panas ini bisa membuat tanaman stress dan sulit untuk tumbuh subur. Selain itu, panas berlebih juga bisa membuat daun tanaman kering bahkan terbakar.

    2. Pori-pori Tanaman Tersumbat

    Saat memasak akan muncul banyak partikel bebas dan minyak yang menyebar di dapur. Jangan dianggap sepele partikel ini karena apabila sudah hingga pada tanaman dapat mempersulit proses fotosintesis karena pori-pori tanaman tersumbat.

    Selain itu residu bebas dari partikel minyak juga bisa menumpuk di tanah hingga mempengaruhi kemampuan air untuk mengalir dengan baik pada tanaman. Hal inilah yang juga membuat tanaman menjadi tidak sehat.

    Cara Membuat Tanaman Tetap Subur di Dapur

    Meskipun meletakkan tanaman kurang baik bagi pertumbuhannya, tetapi hal ini bisa disiasati dengan tidak meletakkan tanaman terlalu dekat dengan sumber panas yakni kompor atau oven.

    Jika di dapur terdapat jendela atau ventilasi yang juga jauh dari kompor atau oven, coba letakkan tanaman di sana. Dengan begitu tanaman mendapatkan cahaya matahari maksimal. Selain itu, jangan lupa selalu bersihkan daun dengan kain lap dan ganti tanah secara teratur untuk membersihkan penumpukan residu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Aktris Rebel Wilson Turun 36 Kg, Sempat Pakai Obat Diabetes untuk Diet


    Jakarta

    Aktris Rebel Wilson menjadi selebriti yang perubahannya disorot setelah sukses menurunkan berat badan. Sejak mengubah kebiasaannya menjadi lebih sehat di 2021, pemeran Pitch Perfect itu berhasil turun 36 kg.

    “Tidak ada obat ajaib untuk mendapatkannya. Saya sudah melakukan diet dan sangat rajin olahraga sepanjang hidupku,” kata Rebel kepada US Weekly.

    Wanita berusia 44 tahun ini juga tak menampik sempat menggunakan obat diabetes Ozempic untuk membantu menjaga berat badannya. Saat ini dia mencoba menjaga bobotnya tetap berada di angka 165 pon atau 75 kg.


    “Seseorang seperti saya mungkin memiliki nafsu makan yang tak tertahankan terhadap makanan manis, jadi saya pikir obat-obatan tersebut bisa bermanfaat,” beber Wilson saat ditanya mengenai alasan menggunakan Ozempic untuk diet.

    Perjalanannya menurunkan berat badan tidaklah mudah. Ia kerap kali stres yang berpengaruh pada kenaikan bobotnya.

    Rebel Wilson juga memiliki stress eating yang membuat dia cenderung makan saat merasa tertekan. Hal itu dia alami saat proses pembuatan memoirnya sehingga berat badannya naik sekitar 14 kg.

    Rebel juga mengungkapkan bahwa agensinya tidak ingin dia menurunkan berat badan karena dia selalu dianggap sebagai “gadis gemuk dan lucu” yang membuat lelucon tentang tubuhnya.

    Namun, dia telah menemukan cara untuk mempraktikkan penerimaan diri dan kepositifan terhadap tubuh dengan keinginan untuk menjaga kesehatannya.

    “Saya tahu bahwa meskipun saya sangat positif terhadap tubuh, saya tahu saya terlibat dalam perilaku yang tidak sehat dan ingin berubah. Anda dapat percaya pada kepositifan terhadap tubuh dan tetap percaya bahwa hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri adalah menurunkan berat badan,” kata dia.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • 5 Alasan Berat Badan Nggak Turun Meski Sudah Diet Ketat

    Jakarta

    Menurunkan berat badan tidak cukup dengan sekadar mengurangi porsi makan saja. Terkadang, berat badan bisa tidak berkurang meski sudah melakukan diet ketat. Apa penyebabnya?

    Memang, cara menurunkan berat badan tidak jauh dari yang namanya diet. Namun, ada sejumlah faktor lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan.

    Misalnya, sering stres atau kurang tidur. Meski terkesan sepele, hal-hal tersebut bisa menghambat proses penurunan berat badan.


    Lalu, apa saja penyebab berat badan tidak turun meski sudah diet? Dikutip dari Livestrong, berikut pembahasannya.

    1. Tidak Menghitung Kalori yang Dikonsumsi

    Kalori adalah salah satu aspek penting dalam proses penurunan berat badan. Jika seseorang terus menerus mengonsumsi kalori lebih dari apa yang dibutuhkan tubuh, tentu akan semakin sulit mencapai berat badan ideal.

    Untuk bisa menurunkan berat badan, seseorang perlu mencapai defisit kalori. Defisit kalori adalah kondisi ketika jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit dari kebutuhan harian.

    Sebagai gantinya, tubuh akan membakar timbunan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi. Hal inilah yang kemudian berdampak terhadap penurunan berat badan.

    Namun perlu diingat, jangan mengurangi asupan kalori terlalu drastis. Mengonsumsi kurang dari 1.200-1.500 kalori harian sebenarnya dapat menghambat penurunan berat badan dan bahkan membahayakan kesehatan.

    2. Memilih Makanan yang Kurang Bergizi

    Diet bukan hanya soal jumlah makanan saja. Jenis makanan yang dikonsumsi pun harus diperhatikan.

    Gagal diet dapat disebabkan oleh asupan makanan yang kurang bergizi. Makanan seperti roti tawar, makanan ringan kemasan, olahan daging, gorengan, dan minuman bersoda sebenarnya dapat mendorong seseorang untuk mengonsumsi lebih banyak makanan pada waktu makan berikutnya.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2019 menemukan orang yang mengonsumsi makanan ultra proses cenderung mengonsumsi 500 kalori lebih banyak, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi makanan tersebut. Inilah yang dapat menghambat proses penurunan berat badan dan bahkan memicu obesitas.

    3. Sering Stres

    Stres dapat memberikan dampak signifikan terhadap proses penurunan berat badan.

    Hormon kortisol yang memicu stres memiliki efek untuk meningkatkan keinginan makan. Alhasil, orang yang sedang stres cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan, khususnya makanan yang tinggi gula, karbohidrat, dan lemak tidak sehat. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah ’emotional eating’ atau ‘stress eating’.

    4. Kurang Tidur

    Kualitas tidur dan berat badan memiliki kaitan yang sangat erat. Sebuah ulasan penelitian yang dipublikasikan di Nutrition Reviews Universitas Oxford menemukan tidur malam kurang dari tujuh hingga delapan jam dikaitkan dengan risiko obesitas yang lebih tinggi.

    Hal ini dikarenakan kurang tidur meningkatkan jumlah hormon penambah nafsu makan. Akibatnya, orang yang kurang tidur akan memiliki keinginan untuk makan lebih banyak keesokan harinya.

    5. Memiliki Kondisi Medis Tertentu

    Jika berat badan tak kunjung turun meski sudah diet dan berolahraga, maka ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, ini bisa saja disebabkan oleh kondisi medis yang selama ini tidak disadari, seperti gangguan tiroid, sindrom Cushing, atau sindrom Prader-Will.

    Konsumsi obatan-obatan tertentu, seperti antidepresan, obat antikejang, obat diabetes, dan beta-blocker juga dapat membuat penurunan berat badan menjadi lebih sulit.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Makanan yang Bikin Stress Tambah Parah, Batasi Konsumsinya


    Jakarta

    Tidak semua makanan menjadi solusi untuk menghilangkan stress. Pasalnya, ada sejumlah makanan yang justru membuat atau memperparah stress yang dialami, seperti 5 makanan ini.

    Banyak orang berpikir stress bisa hilang dengan cara mengonsumsi makanan apa saja yang diinginkan. Mungkin itu benar adanya, tetapi tidak semuanya. Sebab, ada sejumlah makanan yang justru bisa menyebabkan stress atau memperparah stress.

    Ketika terus menerus stress, tubuh tetap berada dalam mode melawan atau lari, yang memicu sejumlah respons fisiologis termasuk peningkatan kadar kortisol. Dalam keadaan stress, melawan atau lari justru menyebabkan masalah kesehatan lain, misalnya penambahan berat badan hingga peradangan.


    Stress kronis juga merupakan penyebab kelelahan adrenal, suatu kondisi yang terjadi saat tubuh dan kelenjar adrenal berjuang untuk memenuhi tuntutan pemicu stress. Nantinya bisa menyebabkan gejala seperti, depresi dan kehilangan fokus.

    Untuk mengatasi hal ini, tidak semua makanan bisa menjadi solusi. Beberapa makanan perlu dihindari karena justru berdampak negatif pada kesehatan tubuh.

    Merangkum runtasti.com (29/03), berikut 5 jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat stress:

    1. Makanan mengandung gula

    UGC Resep DetikfoodMakanan yang mengandung banyak gula sebaiknya tidak dikonsumsi saat sedang stress. Foto: detik

    Banyak orang yang ketika stress justru mengonsumsi makanan manis. Padahal, gula adalah salah satu bahan yang perlu dihindari.

    Saat stress, tubuh melepaskan lebih banyak kortisol, hormon yang bertanggung jawab untuk mengelola stress dan kadar gula darah. Jika makan makanan manis, kadar gula darah melonjak, dan tubuh harus melepaskan lebih banyak kortisol untuk menyeimbangkan gula darah.

    Masalahnya, peningkatan kortisol juga dapat menyebabkan masalah tidur, penurunan respons imun, sakit kepala, hingga keinginan makan makanan tidak sehat meningkat.

    Kadar gula darah yang berfluktuasi dengan cepat juga bisa menimbulkan perasaan yang mirip seperti stress, termasuk rasa cemas dan ketakutan.

    2. Gorengan dan makanan cepat saji

    Adu Rasa Tiga Kentang Goreng Fast Food Mana yang Paling Enak?Gorengan maupun makanan cepat saji juga bukanlah pilihan tepat saat stress. Foto: detikFood

    Gorengan dan makanan cepat saji mungkin memang nikmat. Namun, itu justru memperburuk stress.

    Saat stress, tubuh perlu bekerja lebih keras untuk mencerna makanan berlemak, seperti pizza, makanan siap saji, keripik, hingga cookies.

    Makanan yang digoreng dan mengandung banyak lemak juga mengandung lemak lain, lemak trans. Lemak trans sendiri terbukti meningkatkan rasio LDL (kolesterol jahat) terhadap HDL (kolesterol baik) dalam darah.

    Peningkatan kolesterol jahat itu dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit, seperti jantung, diabetes, obesitas, hingga kanker.

    Daftar makanan lainnya yang sebaiknya dihindari saat stress bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Kafein dalam jumlah banyak

    5 Manfaat Kesehatan yang Didapatkan Jika Rutin Minum Kopi Tiap HariMinuman berkafein masih bisa dikonsumsi tetapi jangan dalam jumlah banyak. Foto: Ilustrasi iStock

    Jika sedang stress, kamu tetap boleh menikmati kafein, tetapi jangan terlalu banyak. Bahkan, kamu sebenarnya perlu berhenti minum kafein.

    Konsumsi kafein bisa menimbulkan masalah bagi kelenjar adrenal, yang merangsang tubuh secara berlebihan. Karena itu juga merangsang sistem saraf, kafein dapat menyebabkan tekanan darah dan detak jantung yang pada akhirnya meningkatkan perasaan cemas.

    Kafein tidak hanya ditemukan pada kopi. Oleh karena itu, jangan lupa memperhatikan minuman lain yang juga mengandung kafein, seperti teh dan cokelat.

    4. Karbohidrat olahan

    Makan Nasi Pakai Kuah Air Putih, Pekerja Bangunan Ini Bikin Netizen SedihKarbohidrat olahan seperti nasi putih juga sebaiknya jangan dikonsumsi. Foto: Site News

    Karbohidrat olahan seperti makanan bertepung, pizza, nasi putih, makanan cepat saji, sebaiknya jangan dikonsumsi. Karbohidrat olahan tidak memiliki nilai gizi, dan hanya punya kalori.

    Makan karbohidrat olahan juga dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang dapat menyebabkan perasaan murung dan menjadi lebih mudah tersinggung,

    Banyak juga karbohidrat olahan yang mengandung natrium tinggi. Selain menyebabkan haus, makanan dengan natrium tinggi bisa menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan, kemudian memaksa jantung bekerja lebih keras untuk menjaga darah terpompa.

    Ini juga dapat meningkatkan tekanan darah, membuat kamu kembung dan stress meningkat.

    5. Pemanis buatan

    Gula saja sudah cukup buruk, apalagi pemanis buatan. Beberapa produk makanan ada yang menggunakan pemanis buatan. Pemanis ini bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti sakit kepala, penyakit metabolik, dan kardiovaskular,

    Pemanis buatan juga bisa mengakibatkan kecanduan terhadap makanan manis, sehingga menyebabkan kamu mencari makanan manis lainnya. Pemanis buatan juga punya efek samping yang dapat memicu stress. Sama seperti gula, pemanis ini juga tidak memberikan manfaat apapun pada gula darah.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • Catat! Konsumsi 5 Makanan Ini Bisa Redakan Stress


    Jakarta

    Stress bisa datang kapan saja. Untuk mengatasinya, coba konsumsi makanan sehat. Namun, hati-hati karena stress juga bisa dipicu oleh makanan ini.

    Stress merupakan kondisi yang bisa datang dalam bentuk apapun. Stress merupakan reaksi seseorang ketika berada di bawah tekanan atau ketika berada dalam situasi yang tidak bisa dikendalikan.

    Mencari cara untuk mengurangi stress adalah hal wajar. Namun, perlu diingat, apa yang berhasil bagi sebagian orang belum tentu berhasil bagi orang lain.


    Namun, para ahli mengungkap, stress tidak hanya timbul dan bisa dihilangkan dengan melakukan aktivitas tertentu. Sebab, makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga berpengaruh.

    Kondisi stress juga bisa berpengaruh terhadap tubuh. Seiring waktu, stress kronis dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, masalah tidur, sakit kepala, kesulitan berkonsentrasi, kecemasan, depresi, hingga peningkatan risiko penyakit jantung.

    Jika ingin menghindari stress, sebaiknya konsumsi 5 makanan yang dirangkum dari vegnews.com (23/01) ini:

    1. Konsumsi makanan kaya magnesium

    Resep Tumis Bayam dan TeriBayam menjadi salah satu makanan kaya magnesium yang bisa bantu atasi masalah stress. Foto: iStockphoto

    Magnesium berperan penting dalam tingkat stress dan kecemasan, serta memiliki pengaruh pada bagian otak yang mengatur hormon stress.

    Penelitian yang disebut vegnews.com menemukan, asupan magnesium yang lebih tinggi dapat membantu mengurangi perasaan stress, kecemasan, dan depresi.

    Oleh karena itu, mereka yang ingin mencegah atau mengurangi stress sebaiknya mulai konsumsi kacang-kacangan atau biji-bijian yang kaya akan magnesium.

    Misalnya, konsumsi kacang mete, kacang almond, hingga biji labu yang merupakan sumber magnesium baik.

    Kamu juga bisa konsumsi makanan magnesium baik lainnya, seperti tahu, kangkung, bayam, pisang, hingga dark chocolate.

    2. Konsumsi makanan anti-inflamasi

    Ubi Jalar Vs Ubi UnguUbi menjadi salah satu makanan anti-infalamasi yang bisa dikonsumsi juga. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Menurut Hope Ricciotti, MD, dan Toni Golden, MD, peradangan kronis yang tidak diobati bisa menyebabkan penyakit jantung, radang sendi, dan menyebabkan depresi seiring berjalannya waktu.

    Penelitian yang disebutkan Veg news juga menunjukkan, stress psikologis dapat menyebabkan peradangan fisik di tubuh. Makanan anti-inflamasi bisa melawan efek stress ini.

    Geiger menyarankan konsumsi makanan kaya warna, seperti buah beri dan ubi yang merupakan sumber antioksidan baik untuk mengurangi peradangan.

    Makanan vegan anti-inflamasi, termasuk sayuran berdaun hijau, tomat, almond, hingga jeruk juga bisa dikonsumsi.

    Kamu juga perlu membatasi makanan penyebab peradangan, seperti karbohidrat olahan, gorengan, daging olahan, sampai minuman manis.

    Rekomendasi makanan yang bisa redakan stress lainnya bisa dillhat pada halaman selanjutnya!

    3. Teh hijau

    Teh Hijau. Teh hijau mengandung sekitar 28 mg kafein. Sumber kafein alami ini mudah ditemukan dan menjadi minuman yang sangat populer di negara-negara Asia.Teh hijau mengandung asam amino seperti theanine, yang menurut penelitian bekerja pada hippocampus di otak dan memberikan efek pengurangan stres pada hewan dan manusia.Minum teh hijau mampu mengurangi stress karena kandungan asam aminonya. Foto: Getty Images/KMNPhoto

    Teh hijau memang dikenal kaya manfaat. Salah satunya mampu mengurangi stress.

    Menurut penelitian, teh hijau dapat meningkatkan mood karena kandungan asam amino yang disebut L-theanine. L-theanine ini memang dikenal mampu meningkatkan mood, kognisi, dan gejala stress hingga kecemasan.

    Teh hijau juga memberi peningkatan kewaspadaan sementara berkat kandungan kafeinnya.

    4. Teh chamomile

    Healthy chamomile tea poured into white cup. Teapot and spoon, glass jar of daisy medicinal herbs.Teh chamomile juga bisa diminum karena memang dikenal mengandung flavonoid yang memberi efek menenangkan.. Foto: iStock

    Teh chamomile juga bisa dikonsumsi sebagai upaya mengurangi stress. Chamomile adalah salah satu obat herbal yang biasa disajikan dalam bentuk teh. Ini digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur dan menenangkan saraf.

    Chamomile mengandung banyak flavonoid, yang diketahui memiliki sifat anti-inflamasi. Flavonoid apigeninnya lah yang diyakini bertanggung jawab atas efek menenangkan.

    5. Makanan kaya prebiotik

    Stress juga bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan kaya prebiotik. Prebiotik mampu meringankan depresi karena mengandung bakteri baik yang dibutuhkan tubuh.

    Dua jenis bakteri probiotik yang paling banyak ditemukan dalam makanan adalah Lactobacillus dan Bifidobacterium. Bakteri baik ini bekerja dalam usus dengan cara mematikan bakteri jahat.

    Menjaga keseimbangan bakteri di dalam tubuh dapat sekalius menjaga kesehatan mental dan fisik. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi makanan kaya prebiotik.

    Kamu bisa mulai konsumsi makanan prebiotik seperti yogurt, tahu, tempe, susu kedelai, hingga keju.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson