Tag: stroke

  • Diet Mediterania Kembali Dinobatkan Jadi Diet Terbaik di 2025, Ini Alasannya


    Jakarta

    Para panel ahli yang tergabung dalam US News & World Report menobatkan diet mediterania sebagai diet terbaik untuk dijalani di tahun 2025. Diet Mediterania telah berada di posisi puncak untuk rekomendasi diet terbaik sejak 2019.

    Diet Mediterania, yang lebih merupakan gaya hidup daripada diet, memenangkan penghargaan tertinggi karena fokusnya pada konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, minyak zaitun, serta kacang-kacangan dan biji-bijian sambil menekankan pentingnya makan bersama keluarga dan teman-teman serta olahraga setiap hari. Diet ini juga memangkas konsumsi makanan manis dan merekomendasikan sedikit susu dan daging, terutama daging merah.

    “Sudah diketahui umum bahwa apa yang baik untuk jantung juga baik untuk otak dan tubuh dalam segala hal,” ucap Samantha Cassetty, MS, RD, ahli diet di New York City, menjelaskan mengapa diet Mediterania begitu populer dan mendapat peringkat tinggi.


    “Apa yang baik untuk jantung dan otak Anda ternyata juga baik untuk usus,” ujar dia seraya mengutip peringkat teratas diet Mediterania untuk kesehatan usus dan divertikulitis.

    Diet Mediterania mendapat skor 4,8 dari 5 berdasarkan evaluasi beberapa faktor, termasuk kelengkapan nutrisi, risiko dan manfaat kesehatan, keberlanjutan jangka panjang, dan efektivitas berbasis bukti.

    Diet ini juga mendapat skor teratas dalam 11 kategori tambahan dalam peringkat tahunan publikasi tersebut, termasuk yang paling mudah diikuti, kesehatan usus, penurunan berat badan, dan kesehatan mental.

    “Orang yang menjalani diet ala Mediterania memiliki harapan hidup lebih panjang, melaporkan kualitas hidup yang lebih tinggi, dan lebih kecil kemungkinannya menderita penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung,” menurut US News and World Report.

    Dalam sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 60.000 orang, mereka yang mengikuti diet Mediterania lebih ketat memiliki risiko demensia yang lebih rendah, terlepas dari risiko genetik.

    American Heart Association mengatakan bahwa diet Mediterania dapat “berperan besar” dalam mencegah penyakit jantung dan stroke serta mengurangi faktor risiko seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Ini Tak Cuma Perpanjang Umur, Tapi Juga Cegah Pikun di Usia Tua


    Jakarta

    Diet Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) menggabungkan diet Mediterania dan DASH untuk menargetkan otak yang menua. Diet ini penuh dengan makanan yang kaya akan vitamin, karotenoid, dan flavonoid tertentu, yang dianggap mampu melindungi otak dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

    Sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau, serta biji-bijian utuh, minyak zaitun, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan semuanya menjadi pusat perhatian dalam diet MIND. Buah beri lebih disukai daripada buah-buahan lainnya, dan Anda disarankan untuk mengonsumsi satu atau lebih porsi ikan dan dua atau lebih porsi unggas per minggu.

    Sementara itu, daging merah dan makanan manis harus dibatasi masing-masing empat dan lima kali seminggu, dan keju, makanan yang digoreng, dan mentega juga harus dibatasi.


    “Dengan meningkatnya jumlah pengidap demensia seiring bertambahnya populasi yang menua, penting untuk menemukan perubahan yang dapat kita lakukan untuk menunda atau memperlambat perkembangan masalah kognitif,” kata penulis studi Dr Russell P. Sawyer, dari University of Cincinnati di Ohio dan anggota American Academy of Neurology, dalam sebuah pernyataan.

    “Kami sangat tertarik untuk melihat apakah pola makan memengaruhi risiko gangguan kognitif,” ujar Russel dikutip dari IFL Science.

    Russel dan rekannya merekrut 14.145 orang dengan usia rata-rata 64 tahun, 70 persen di antaranya berkulit putih dan 30 persen berkulit hitam dan mengikuti mereka selama rata-rata 10 tahun. Peserta diminta untuk melengkapi Kuesioner Frekuensi Makanan dalam studi REasons for Geographic and Racial Differences in Stroke (REGARDS), yang digunakan para peneliti untuk menilai seberapa dekat pola makan mereka dengan pola makan MIND.

    Mereka juga mengukur keterampilan berpikir dan ingatan di awal dan akhir studi dan membandingkan kepatuhan pola makan MIND dengan gangguan kognitif yang terjadi dan lintasan kognitif, dengan menyesuaikan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan faktor gaya hidup.

    Peneliti menemukan bahwa mengonsumsi pola makan yang sangat mirip dengan pola makan MIND dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kognitif pada peserta perempuan, tetapi tidak pada peserta laki-laki; tidak ada perbedaan antara peserta berkulit hitam dan putih. Mengalihkan perhatian mereka ke penurunan kognitif, para peneliti menemukan bahwa pada orang yang lebih dekat mengikuti diet MIND, kognisi memburuk lebih lambat daripada mereka yang tidak, dan bahwa kepatuhan terhadap diet MIND merupakan prediktor penurunan kognitif yang lebih baik pada peserta kulit hitam daripada peserta kulit putih.

    “Temuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama untuk memeriksa dampak yang bervariasi ini di antara pria dan wanita serta orang kulit hitam dan kulit putih,” pungkasnya.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Ini Tak Cuma Perpanjang Umur, Tapi Juga Cegah Pikun di Usia Tua


    Jakarta

    Diet Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) menggabungkan diet Mediterania dan DASH untuk menargetkan otak yang menua. Diet ini penuh dengan makanan yang kaya akan vitamin, karotenoid, dan flavonoid tertentu, yang dianggap mampu melindungi otak dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

    Sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau, serta biji-bijian utuh, minyak zaitun, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan semuanya menjadi pusat perhatian dalam diet MIND. Buah beri lebih disukai daripada buah-buahan lainnya, dan Anda disarankan untuk mengonsumsi satu atau lebih porsi ikan dan dua atau lebih porsi unggas per minggu.

    Sementara itu, daging merah dan makanan manis harus dibatasi masing-masing empat dan lima kali seminggu, dan keju, makanan yang digoreng, dan mentega juga harus dibatasi.


    “Dengan meningkatnya jumlah pengidap demensia seiring bertambahnya populasi yang menua, penting untuk menemukan perubahan yang dapat kita lakukan untuk menunda atau memperlambat perkembangan masalah kognitif,” kata penulis studi Dr Russell P. Sawyer, dari University of Cincinnati di Ohio dan anggota American Academy of Neurology, dalam sebuah pernyataan.

    “Kami sangat tertarik untuk melihat apakah pola makan memengaruhi risiko gangguan kognitif,” ujar Russel dikutip dari IFL Science.

    Russel dan rekannya merekrut 14.145 orang dengan usia rata-rata 64 tahun, 70 persen di antaranya berkulit putih dan 30 persen berkulit hitam dan mengikuti mereka selama rata-rata 10 tahun. Peserta diminta untuk melengkapi Kuesioner Frekuensi Makanan dalam studi REasons for Geographic and Racial Differences in Stroke (REGARDS), yang digunakan para peneliti untuk menilai seberapa dekat pola makan mereka dengan pola makan MIND.

    Mereka juga mengukur keterampilan berpikir dan ingatan di awal dan akhir studi dan membandingkan kepatuhan pola makan MIND dengan gangguan kognitif yang terjadi dan lintasan kognitif, dengan menyesuaikan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan faktor gaya hidup.

    Peneliti menemukan bahwa mengonsumsi pola makan yang sangat mirip dengan pola makan MIND dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kognitif pada peserta perempuan, tetapi tidak pada peserta laki-laki; tidak ada perbedaan antara peserta berkulit hitam dan putih. Mengalihkan perhatian mereka ke penurunan kognitif, para peneliti menemukan bahwa pada orang yang lebih dekat mengikuti diet MIND, kognisi memburuk lebih lambat daripada mereka yang tidak, dan bahwa kepatuhan terhadap diet MIND merupakan prediktor penurunan kognitif yang lebih baik pada peserta kulit hitam daripada peserta kulit putih.

    “Temuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama untuk memeriksa dampak yang bervariasi ini di antara pria dan wanita serta orang kulit hitam dan kulit putih,” pungkasnya.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 6 Minuman buat Turunkan Kolesterol Secara Alami, Cocok buat Hidangan Sarapan!


    Jakarta

    Kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti stroke atau serangan jantung. Tak heran, banyak orang mencari-cari cara untuk menurunkan kadar kolesterol secara alami dalam tubuh.

    Tidak hanya dengan beberapa jenis makanan, sejumllah minuman tertentu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dengan menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Lantas, minuman apa saja sih yang dapat membantu mengontrol kadar kolesterol?

    Dikutip dari Medical News Today, berikut ini adalah 6 minuman yang membantu menurunkan kolesterol dan cocok untuk sarapan.


    1. Teh hijau

    Teh hijau mengandung katekin dan senyawa antioksidan lain yang dapat membantu menurunkan kadar LDL dan kolesterol total.

    Para peneliti dalam studi pada 2020 meneliti efek epigallocatechin gallate (EGCG), antioksidan lain yang bermanfaat dalam teh hijau, pada model manusia, hewan, dan in vitro (di luar organisme hidup).

    Pada model manusia, para peneliti mengaitkan konsumsi teh hijau yang lebih tinggi dengan kadar kolesterol LDL yang lebih rendah. Pada model hewan, EGCG menurunkan tingkat konsentrasi enzim tertentu dan menurunkan kadar kolesterol LDL.

    2. Minuman kedelai

    Kedelai mengandung lemak jenuh yang. Mengganti lemak jenuh dengan produk kedelai dapat membantu mengurangi atau mengelola kadar kolesterol.

    Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan konsumsi 25 gram protein kedelai per hari sebagai bagian dari diet rendah lemak jenuh dan kolesterol untuk membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

    Selain itu, lebih baik mengonsumsi kedelai dalam bentuk utuh dan diproses secara minimal dengan sedikit atau tanpa tambahan gula, garam, dan lemak.

    3. Minuman oat

    Oat mengandung beta-glukan, yang menciptakan zat seperti gel di dalam usus dan berinteraksi dengan garam empedu. Serat larut ini dapat menghambat penyerapan kolesterol dan membantu mengurangi kadar kolesterol.

    Sebuah tinjauan 2018 menunjukkan bahwa minuman oat, seperti susu oat, dapat mengurangi kolesterol yang lebih konsisten daripada produk oat semi-padat atau padat. Segelas susu oat berukuran 250 mL dapat mengandung 1 g beta-glukan.

    4. Jus tomat

    Tomat kaya akan senyawa yang disebut likopen. Senyawa ini dapat meningkatkan kadar lipid dan mengurangi kolesterol LDL.

    Penelitian menunjukkan bahwa mengolah tomat menjadi jus dapat meningkatkan kandungan likopennya. Jus tomat juga kaya akan serat dan niasin yang dapat menurunkan kolesterol.

    Selain itu, sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa jus tomat tawar membantu mengurangi kadar serum kolesterol LDL pada 260 orang dewasa di Jepang dalam setahun.

    5. Smoothies buah beri

    Buah beri kaya akan antioksidan dan serat yang dapat mengurangi kadar kolesterol.

    Secara khusus, antosianin, agen antioksidan dalam buah beri, dapat membantu memperbaiki kadar kolesterol. Buah beri juga rendah kalori dan lemak.

    Untuk membuatnya, blender dua genggam (sekitar 80 gram) buah beri dengan 1/2 cangkir susu rendah lemak atau yogurt dan 1/2 cangkir air dingin.

    Contoh buah beri meliputi:

    • stroberi
    • blueberry
    • blackberry
    • raspberry

    6. Minuman kakao

    Kakao adalah bahan utama dalam cokelat hitam. Kakao mengandung antioksidan yang disebut flavanol yang dapat memperbaiki kadar kolesterol.

    Menurut ulasan tahun 2022, produk kakao dapat mengurangi LDL dan kolesterol total, meskipun mungkin tidak secara signifikan.

    Namun, minuman yang mengandung cokelat olahan dapat mengandung lemak jenuh yang tinggi. Oleh sebab itu, batasi minuman cokelat yang mengandung gula tambahan, garam, dan lemak.

    (vyp/vyp)



    Sumber : health.detik.com

  • Penelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan Jantung


    Jakarta

    Dikenal sehat untuk tubuh, konsumsi kopi ternyata bagus untuk melindungi kesehatan jantung. Hal ini ditemukan dalam penelitian terbaru.

    Selama ini kopi dikenal sebagai salah satu minuman yang berfungsi tak hanya menambah energi untuk tubuh, tapi juga bagus untuk kesehatan jantung. Klaim ini sudah ada sejak dulu dan berdasarkan banyak penelitian yang mengkaitkan antara jantung dan konsumsi kopi.

    Dilansir dari Science Alert (19/09), ada lagi satu penelitian baru yang mengkonfirmasi bahwa asupan kafein dalam kopi bisa melindungi kesehatan jantung jika diminum sesuai aturan per harinya.


    Penelitian ini mengambil data lebih dari 300,000 peserta di UK Biobank, yang diteliti oleh para penelitia dari China hingga Swedia. Penelitian ini berlangsung selama 11 tahun, dengan para peneliti menganalisa hubungan konsumsi kopi dan teh dengan kesehatan jantung.

    Penelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan JantungPenelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan Jantung Foto: Ilustrasi iStock

    Mereka memperhatikan antara asupan kafein dengan kaitan menurunnya risiko gangguan yang berkaitan dengan kardiometabolik. Ini termasuk kondisi seperti hipertensi, stroke, diabetes, atau penyakit jantung koroner.

    Peserta dalam penelitian yang mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang setiap hari, kira-kira tiga cangkir kopi atau lebih atau lima cangkir teh atau lebih, memiliki risiko relatif lebih rendah 40% untuk mengidap penyakit yang berkaitan dengan kondisi kardiometabolik.

    “Temuan ini menyoroti bahwa rutin konsumsi kopi atau kafein dalam jumlah sedang setiap hari bisa memiliki manfaat kesehatan yang lebih luas, termasuk untuk mencegah masalah kesehatan yang berkaitan denga kardiometabolik pada tubuh,” tulis para peneliti, yang dipimpin oleh ahli epidemiologi Xujia Lu dari Universitas Soochow di China.

    Banyak penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa konsumsi kopi dikaitkan dengan hasil kesehatan kardiovaskular dan neurologis yang lebih baik. Orang yang minum sekitar 3,5 cangkir sehari tampaknya memperoleh manfaat paling banyak.

    Selain itu dikutip dari News Medical, minum satu cangkir kopi sehari dapat membantu penyintas serangan jantung dengan menurunkan risiko kematian setelah serangan jantung. Selain itu, dapat mencegah serangan jantung atau stroke pada individu yang sehat.

    Penelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan JantungPenelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan Jantung Foto: Ilustrasi iStock

    dr. Vito Damay, selaku Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah mengungkapkan juga manfaat minum kopi untuk kesehatan jantung lewat video di YouTube DRV Channel. Ia menyebutkan kalau akan baik dan bermanfaat jika dikonsumsi dalam porsi yang cukup, tidak berlebihan.

    “Kopi merupakan bagian dari diet yang sehat untuk jantung,” kata dr. Vito Damay.

    Selain itu dari penelitian terbaru ini ditemukan juga bahwa konsumsi sekitar 5 cangkir teh sehari dikaitkan dengan risiko diabetes tipe dua yang lebih rendah. Diabetes tipe dua ini dikenal bisa memicu masalah penyakit lain seperti stroke.

    Di akhir penelitian, para peneliti menjelaskan bahwa perlunya penelitian lebih lanjut untuk verifikasi temuan ini yang menunjukkan bahwa asupan kafein dalam ukuran sedang, bisa memiliki manfaat untuk melindungi kesehatan jantung.

    (sob/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Konsumsi 6 Makanan Buruk Ini Bisa Cegah Stroke, Ini Sebabnya


    Jakarta

    Di Indonesia, stroke adalah penyebab kematian nomor satu. Kondisi medis ini bisa dicegah dengan konsumsi makanan yang tepat, termasuk makanan yang kerap dicap ‘buruk’ untuk kesehatan berikut ini.

    Stroke merupakan kondisi medis serius yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang. Efeknya, sel-sel otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak, kecacatan, dan bahkan kematian.

    Gejala stroke dapat bervariasi, tapi umumnya meliputi kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, dan kehilangan keseimbangan atau koordinasi.


    Stroke tak dapat disepelekan karena catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019, stroke merupakan penyakit penyebab kematian paling tinggi di Indonesia. Jumlah kematian akibat stroke mencapai 131,8 kasus kematian per 100 ribu penduduk.

    Pola hidup sehat secara menyeluruh penting dilakukan untuk mencegah stroke, termasuk mengonsumsi makanan bernutrisi tepat. EatingWell (27/4/2025) merangkum 6 makanan yang dicap ‘buruk’ untuk kesehatan, tapi ternyata bermanfaat cegah stroke.

    Berikut daftarnya:

    1. Kacang-kacangan

    Ilustrasi kacang-kacanganFoto: Pixabay/piviso

    Konsumsi aneka jenis kacang kerap dihindari karena tinggi kalori dan lemak. Namun, kacang mengandung lemak sehat yang mendukung kesehatan jantung dan mengurangi risiko stroke.

    Ahli gizi Meghan Pendleton menjelaskan, “Lemak tak jenuh dalam kacang-kacangan sebenarnya sangat baik untuk kesehatan kardiovaskular.” Penelitian mengungkap makan kacang-kacangan 5 kali seminggu dapat mengurangi risiko stroke hingga 19%.

    Kacang-kacangan juga kaya antioksidan seperti vitamin E dan polifenol, yang membantu mengurangi peradangan. “Peradangan adalah proses utama dalam aterosklerosis (pengerasan arteri), yang dapat menyebabkan stroke,” jelasnya.

    2. Pisang

    Pisang terkenal mengenyangkan, tapi sering dihindari pelaku diet karena dianggap tinggi karbohidrat. Namun, faktanya pisang punya nutrisi lain yang tak kalah hebat.

    Salah satunya kalium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Ahli gizi Veronica Rouse menjelaskan, “Karena tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama stroke, mendapatkan cukup kalium setiap hari merupakan langkah penting dalam mengurangi risiko stroke.”

    Untuk jumlah asupan harian yang direkomendasikan adalah 4.700 miligram setiap hari. Konsumsi pisang pun dapat diandalkan karena mengandung sekitar 358 mg per 100 gram.

    3. Kopi

    Ilustrasi kopi hitamFoto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

    Bagi banyak orang, minum kopi wajib hukumnya untuk mendorong energi dan fokus. Namun, dampak minum kopi terhadap stroke sering kali menimbulkan perdebatan.

    Faktanya, kafein memang bisa meningkatkan tekanan darah sementara, tapi tidak untuk jangka panjang. Konsumsi kopi dalam jumlah sedang, yaitu 2-3 cangkir per hari, justru dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah.

    Kopi juga kaya akan antioksidan, seperti asam klorogenat dan flavonoid, yang berkontribusi terhadap pencegahan stroke. Hanya saja batasi konsumsi kopi tak lebih dari 3 cangkir sehari.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    4. Oatmeal

    Oatmeal merupakan sumber biji-bijian yang baik untuk arteri. Pendleton mengatakan tak usah khawatir akan dampak makan oatmeal terhadap kenaikan gula darah. “Oatmeal juga mengandung beta-glukan yang menyehatkan jantung, sejenis serat larut yang dikenal karena efek penurun kolesterolnya,” katanya.

    Oatmeal juga mengandung senyawa fenolik yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Asupan senyawa ini dikaitkan dengan penurunan risiko stroke. Untuk pilihan lebih sehat, coba konsumsi oat murni, bukan yang instan. Kombinasikan juga konsumsi oatmeal dengan sumber protein, lemak sehat, dan serat tambahan.

    5. Biji-bijian

    manfaat biji labu kuningFoto: iStock

    Belakangan beredar isu konsumsi biji-bijian dapat menyebabkan gejala mual, muntah, dan diare karena paparan protein lektin. Nyatanya, hal ini bisa dicegah dengan merendam dan masak biji-bijian karena kandungan lektin akan netral.

    Pendleton menyoroti bahwa biji-bijian kaya akan serat larut yang melindungi arteri. Serat ini mengikat kolesterol di usus dan membuangnya melalui tinja. Penelitian menunjukkan bahwa efek ini memainkan peran utama dalam mengurangi kematian akibat stroke.

    Biji-bijian juga kaya akan kalium dan magnesium yang membuat konsumsinya sangat baik untuk kesehatan jantung dan otak.

    6. Tahu

    Tahu atau tofu juga sering dipandang sebelah mata karena berefek pada ketidakseimbangan hormon. Namun tak ada bukti bahwa konsumsi protein nabati ini buruk untuk kesehatan.

    Sebaliknya, makan tahu justru bermanfaat untuk kesehatan. “Tahu kaya akan isoflavon, sejenis antioksidan yang dapat mendukung tekanan darah yang sehat. Sebuah meta-analisis menemukan bahwa konsumsi produk kedelai yang lebih tinggi seperti tahu dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah,” kata Rouse.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Rutin Konsumsi 5 Makanan untuk Cegah Stroke, Ada Kopi hingga Pisang


    Jakarta

    Stroke menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Penyakit tersebut dapat dicegah dengan rutin mengonsumsi makanan kaya nutrisi ini.

    Stroke merupakan kondisi medis serius yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi.

    Dengan begitu akan mematikan sel, sehingga mengakibatkan berbagai masalah fungsi tubuh. Untuk mencegah kondisi ini disarankan rutin mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi penting.


    Mulai dari protein, lemak sehat, kalium, hingga polifenol. Dikutip dari Eating Well (14/7) berikut 5 makanan untuk mencegah risiko stroke:

    1. Salmon

    SalmonSalmon kaya akan asam lemak omega-3. Foto: Getty Images/Nadiia Borovenko

    Menurut ahli diet asal Amerika Vanessa King Vanessa King, M.S., RDN, salmon dapat menurunkan risiko stroke. Hal ini karena salmon kaya akan lemak sehat, seperti asam lemak omega-3.

    Selain itu, juga terdapat vitamin B6 dan B12 yang ketiganya mampu menurunkan konsentrasi homosistein darah total yang menjadi faktor risiko utama stroke.

    Tak hanya itu, asam lemak omega-3 pada salmon juga mampu meningkatkan neuroplastisitas, yang penting untuk pemulihan setelah mengalami stroke.

    2. Kopi

    Selain kandungan kafeinnya, kopi merupakan sumber polifenol yang tinggi kadarnya berupa asam klorogenat. Senyawa tersebut sangat berkontribusi menurunkan tekanan darah.

    Konsultan nutrisi asal Amerika Serikat, Amy Brownstein, M.S., RDN, menyarankan untuk rutin minum kopi setiap pagi. Namun jangan menambahkan gula atau pemanis lainnya.

    Menurut studi tahun 2021 pada Nutrients, sifat antioksidan pada kopi bisa mendukung kesehatan pembuluh darah, sehingga berpotensi mengurangi risiko stroke.

    Makanan untuk mencegah risiko stroke ada di halaman berikutnya.

    3. Bayam

    Sebuah studi yang diterbitkan pada Nutritional Epidemiology (2024) menemukan nutrisi pada bayam pada melancarkan aliran darah di otak.

    Menurut peneliti, bayam merupakan sumber folat dan magnesium yang baik. Kedua nutrisi tersebut dikaitkan dengan penurunan risiko stroke hingga 17%.

    Selain itu, kandungan kalium pada bayam berperan dalam mengendalikan fungsi sel darah dan otot, terutama otot jantung. Ada juga kandungan nitrat yang bisa melancarkan pembuluh darah.

    4. Olahan kedelai

    Kacang kedelaiKacang kedelai mengandung protein yang dibutuhkan tubuh. Foto: Pixabay/Jing

    Olahan kedelai, seperti tahu, tempe, susu, dan edamame merupakan asupan protein terbaik untuk kesehatan otak dan jantung, karena dapat menurunkan tekanan darah.

    Protein pada kedelai secara alami rendah kadar lemaknya. Selain itu, terdapat senyawa seperti fitoestrogen dan isoflavon berdampak positif pada tekanan darah.

    Senyawa penting itu juga berpotensi merelaksasi pembuluh darah menurunkan kolesterol. Kolesterol yang terkontrol baik dapat mencegah terkena stroke.

    5. Pisang

    Pisang kerap dihindari karena kandungan karbohidratnya tinggi. Namun pisang mengandung nutrisi penting lainnya yang dapat mengurangi risiko terkena stroke.

    Pisang mengandung kalium yang berperan menurunkan tekanan darah. Tekanan darah sendiri menjadi faktor pemicu stroke.

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO), rutin makan pisang setiap hari bisa menurunkan risiko stroke hingga 24%.

    (raf/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • Wamenkes Bagikan Kabar Terbaru Cukai Minuman Berpemanis dalam Kemasan


    Jakarta

    Sudah lebih dari satu dekade berlalu, wacana penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan belum juga terlaksana. Wakil Menteri Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono menyebut rencana tersebut masih dalam pembahasan.

    Meski begitu, pemerintah disebutnya tidak tinggal diam dalam upaya pemberian edukasi kepada masyarakat terkait bahaya konsumsi tinggi gula, yang juga tersebar di pangan olahan maupun pangan siap saji.

    Menurut Prof Dante, penerapan cukai MBDK juga tak akan berjalan efektif bila tidak dibarengi dengan edukasi masif di masyarakat.


    “Nah nanti urusan cukai masih kita dalam proses pembahasan. Tetapi kita terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi potensi obesitas dan diabetes, tinggal mengurangi makanan bergula, tinggi kalori, dan sebagainya,” tutur Prof Dante saat ditemui di Mall of Indonesia (MOI), Jakarta Utara, Rabu (15/10/2025).

    “Yang paling penting adalah sekarang adalah edukasi. Cukainya kita naikin kalau edukasinya tidak masif juga tidak akan berhasil,” lanjutnya.


    Ia juga menekankan sejumlah fasilitas kesehatan perlu lebih banyak meningkatkan layanan promotif dan preventif. Bukan tanpa sebab, hal ini dinilai bisa menekan angka kematian lebih banyak saat identifikasi atau diagnosis penyakit diketahui dan ditangani lebih awal.

    Salah satunya melalui skrining faktor risiko yang kerap memicu penyakit tidak menular dengan bebas kasus tertinggi di Indonesia seperti jantung, masalah ginjal, hingga stroke.

    “Jadi edukasi menjadi sangat penting. Seperti rumah sakit primaya sekarang melakukan terapi kuratif, mereka juga melakukan terapi promotif dan preventif untuk melakukan dan mengedukasi masyarakat,” pungkasnya.

    (naf/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Pemilik Goldar Ini Disebut Lebih Rendah Risikonya Kena Serangan Jantung


    Jakarta

    Studi ilmiah terus menunjukkan korelasi antara penyakit kardiovaskular dan golongan darah. Individu bergolongan darah O lebih kecil kemungkinannya mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan golongan darah lainnya. Kok bisa begitu?

    Golongan Darah dan Penyakit Jantung Koroner

    Sebuah studi tahun 2012 yang dipublikasikan dalam Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology, mengungkapkan pembawa darah A, B, atau AB lebih rentan terhadap penyakit jantung koroner, dibandingkan dengan golongan darah O.

    Temuan menunjukkan tingkat serangan jantung dan gagal jantung yang lebih tinggi di antara pembawa darah non-O.


    Sebaliknya, golongan darah O memiliki efek perlindungan ringan, menurunkan risiko kejadian kardiovaskular yang signifikan. Peningkatan risiko pada golongan darah non-O mungkin terkait dengan kadar faktor pembekuan yang lebih tinggi dan penanda inflamasi tertentu, yang dapat berkontribusi pada penyumbatan arteri dan penyakit jantung seiring waktu.

    Selama lebih dari dua dekade, penelitian yang ketat menemukan bahwa individu dengan golongan darah non-O, yakni A, B, dan AB, memiliki risiko yang lebih tinggi sekitar 6-23 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah O.

    Dikutip dari Times of India, temuan ini menunjukkan bahwa golongan darah O mungkin memiliki perlindungan kardiovaskular yang cukup. Itu kemungkinan karena kadar faktor pembekuan darah yang lebih rendah, seperti faktor von Willebrand dan faktor VIII, serta dampak positif pada penanda kolesterol dan peradangan.

    Secara spesifik, risikonya 11 persen lebih tinggi untuk golongan darah non-O.

    Risiko Stroke

    Golongan darah juga dikaitkan dengan risiko stroke, terutama pada kasus stroke yang terjadi pada usia dini. Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A lebih rentan terhadap stroke sebelum berusia 60 tahun.

    Individu dengan golongan darah O memiliki risiko yang lebih rendah, dan inilah mengapa golongan darah mungkin menjadi komponen integritas kardiovaskular secara keseluruhan.

    Temuan studi tahun 2014, yang dipublikasikan dalam Jurnal Trombosis dan Hemostasis menyelidiki total 646 kasus dan menyimpulkan bahwa pada individu non-diabetes, golongan darah AB memiliki risiko stroke sekitar 1,6 hingga hampir 7 kali lebih tinggi dibandingkan dengan golongan darah O. Sementara risiko keseluruhan sekitar 1 hingga 3,3 kali lebih tinggi pada seluruh populasi.

    Mengetahui Golongan Darah Penting?

    Variasi risiko kardiovaskular berdasarkan golongan darah diduga disebabkan oleh variasi peradangan dan pembekuan darah. Individu golongan darah non-O memiliki konsentrasi faktor pembekuan darah, faktor VIII, dan faktor von Willebrand, yang lebih tinggi.

    Konsentrasi yang lebih tinggi tersebut berpotensi memicu pembentukan gumpalan darah yang berbahaya. Golongan darah non-O juga memiliki konsentrasi penanda inflamasi yang lebih tinggi, yang berpotensi menyebabkan perkembangan penyakit jantung dalam jangka panjang.

    Meskipun golongan darah tidak dapat diubah, mengetahui bahwa golongan darah O memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah akan memberikan panduan untuk pencegahan dengan penekanan. Pasien dengan golongan darah lain harus menjalani pemeriksaan kardiovaskular yang lebih intensif dan intervensi yang lebih berani terhadap variabel risiko, seperti pola makan, olahraga, dan tekanan darah.

    Pasien golongan darah O terbukti memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke di awal kehidupan, dibandingkan dengan pasien non-O. Penelitian ilmiah menunjukkan perbedaan faktor pembekuan dan peradangan dapat menjadi penyebab efek perlindungan tersebut.

    Memahami hal-hal detail ini dapat membantu tim medis dan pasien dalam membuat keputusan yang lebih tepat terkait pencegahan dan pengobatan kardiovaskular.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Alasan Goldar O Disebut Lebih Rendah Risikonya Kena Serangan Jantung

    Jakarta

    Sebuah studi ilmiah menemukan bahwa orang dengan golongan darah O lebih kecil kemungkinannya mengalami penyakit kardiovaskular. Temuan menunjukkan tingkat serangan jantung dan gagal jantung yang lebih tinggi di antara pembawa darah non-O.

    Alasan Golongan Darah O Lebih Rendah Alami Serangan Jantung

    Golongan darah O memiliki efek perlindungan ringan dan menurunkan risiko kejadian kardiovaskular yang signifikan. Peningkatan risiko pada golongan darah non-O mungkin terkait dengan kadar faktor pembekuan darah yang lebih tinggi dan penanda inflamasi tertentu, yang dapat berkontribusi pada penyumbatan arteri serta penyakit jantung seiring waktu.

    Penelitian ketat pun dilakukan selama dua dekade. Hasilnya, individu dengan golongan darah non-O yaitu A, B, AB, berisiko 6-23 persen lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner.


    Temuan ini menunjukkan bahwa golongan darah O mungkin mempunyai perlindungan kardiovaskular yang cukup. Itu kemungkinan karena kadar faktor pembekuan darah yang lebih rendah, seperti faktor von Willebrand dan faktor VIII, serta dampak positif pada penanda kolesterol dan peradangan.

    Berdasarkan penelitian, golongan darah O menunjukkan adanya kemampuan untuk melindungi kardiovaskular yang cukup. Dikutip dari Times of India, hal itu mungkin karena kadar faktor pembekuan darah yang lebih rendah, seperti faktor von Willebrand dan faktor VIII, serta dampak positif pada penanda kolesterol dan peradangan.

    Selain serangan jantung, golongan darah juga dapat berpengaruh pada risiko seseorang mengalami stroke. Ada bukti bahwa orang dengan golongan darah A lebih rentan terhadap stroke sebelum usia 60 tahun.

    Sementara orang dengan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah mengalami stroke. Hal ini yang mungkin menjadi komponen integritas kardiovaskular secara keseluruhan.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com