Tag: sudarto

  • Penerima Beasiswa LPDP 2025 & 2026 Dibatasi, Begini Alasannya



    Jakarta

    Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto mengatakan pihaknya membatasi jumlah penerima beasiswa LPDP 2025 menjadi maksimal 4.000 orang. Kebijakan ini diambil kendati jumlah pendaftar meningkat tajam menjadi 78.000 orang pada 2025.

    “2025 ini pendaftarnya 78.000, tetapi yang kita terima awardee-nya hanya sekitar 4.000. Mengapa? Karena di tahun-tahun sebelumnya itu LPDP bersama Kemdiktisaintek dan Kemenag itu menerima jumlah awardee yang mungkin sangat banyak sebelumnya,” kata Sudarto pada Rapat Dengar Pendapat Komisi XI dengan Dirut LPDP dan Dirut BLU PKN STAN di Jakarta, Selasa (16/9/2025), disiarkan di kanal YouTube TVR Parlemen.

    Sudarto mengatakan, kebijakan pembatasan penerima beasiswa LPDP rencananya juga akan berlaku pada seleksi 2026.


    “Sehingga 2 tahun ini, 2025 dan 2026, mungkin kami akan sangat terbatas untuk menerima jumlah pendaftar tersebut meskipun jumlah pendaftarnya naik sangat tajam sekali,” imbuhnya.

    Berdasarkan data LPDP, pendaftar beasiswa LPDP 2023 sebanyak 33.398 orang. Sebanyak 9.358 pendaftar dinyatakan sebagai penerima beasiswa.

    Sementara itu pada 2024, jumlah pendaftar naik menjadi 52.842 orang. Sebanyak 8.592 orang dinyatakan sebagai penerima beasiswa. Artinya, jumlah penerima beasiswa LPDP 2025 dan 2026 dipangkas setengahnya dari tahun lalu.

    Ia menjelaskan, jumlah penerima beasiswa kolaborasi dengan Kemendikbudristek (kini Kemendikdasmen dan Kemdiktisaintek) juga turun pada 2024 (sekitar 134.000 orang) dan 2025 (491 orang) dari 2023 (319.145 orang). Penurunan juga terjadi pada beasiswa LPDP Kemenag dari 2023 (17.101 orang) ke 2024 (959 orang).

    Sudarto mengatakan, berdasarkan proyeksi arus kas, LPDP baru akan menaikkan jumlah awardee (penerima beasiswa) LPDP pada 2027.

    “Artinya bahwa dengan proyeksi cashflow yang kami lakukan, di tahun 2025-2026 ini memang kami akan membatasi jumlah awardee baru, kami akan maintain yang saat ini sudah ongoing,” kata Sudarto.

    “Nanti tahun 2027 akan kami lakukan lagi untuk peningkatan jumlah awardee kembali,” imbuhnya.

    (twu/nah)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Penerima Beasiswa LPDP Mau Diarahkan ke Industri Strategis, Begini Rencananya



    Jakarta

    Direktur Utama (Dirut) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto mengatakan pihaknya akan melakukan reformasi skema beasiswa sesuai kebutuhan pembangunan bersama Kemdiktisaintek, Kemendikdasmen, dan Kemenag. Salah satunya yakni akselerasi pengembangan SDM unggul dan industri strategis masa depan.

    Rencana peningkatan dampak LPDP 2026 ini disampaikan Sudarto pada Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR dengan Dirut LPDP dan Dirut BLU PKN STAN di Jakarta, Selasa (16/9/2025), disiarkan pada kanal YouTube TVR Parlemen.

    “Kalau saat ini LPDP hanya fokus di proses penerimaan, nanti kami bersama (Kementerian) Diktisaintek, Dikdasmen, dan juga Kemenag untuk mulai grooming dari awal sehingga nanti peserta atau calon pendaftar tadi sudah akan tahu kaitannya dengan industri strategisnya, termasuk dengan universitasnya nanti dan sebagainya,” kata Sudarto.


    Sudarto mengatakan, langkahnya antara lain beasiswa LPDP akan fokus pada science, technology, engineering, and mathemathics (STEM) dan non-STEM with STEM adjective untuk mendukung delapan industri prioritas nasional. Kedelapannya yaitu pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, pertahanan, hilirisasi, dan manufaktur maju.

    Kemudian, penetapan prioritas program studi (prodi) dan universitas kelas dunia sesuai dengan kepentingan nasional, termasuk lewat program joint, dual, atau double degree prioritas (co-funding) sehingga meningkatkan kapasitas penerima manfaat.

    Sudarto menambahkan, beasiswa LPDP juga dialokasikan secara tematik sesuai kebutuhan industri prioritas nasional. Kemudian, lulusan LPDP dalam dan luar negeri disinergikan agar sesuai dengan kebutuhan stakeholder industri.

    Beasiswa LPDP ke depannya juga memungkinkan pengembangan keahlian prioritas, termasuk melalui program nondegree.

    Sudarto mengatakan pengelolaan beasiswa LPDP ke depan akan meliputi sosialisasi, seleksi, pembekalan, pelayanan, dan pengelolaan alumni.

    Di samping itu, kontribusi alumni pada sektor industri strategis juga akan dimaksimalkan agar optimal mendukung peningkatan PDB.

    Sudarto menambahkan, alumni LPDP juga akan didayagunakan melalui kerja sama pada tahap yang lebih awal dengan industri, Danantara atau BUMN, dan kementerian atau lembaga. Contohnya melalui ikatan dinas.

    Di samping itu, pendayagunaan alumni LPDP menurut Sudarto rencananya juga akan merangkul alumni beasiswa LPDP Putra-Putri Papua dan daerah afirmasi lain.

    (twu/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Atlet, Pelatih, hingga Fisioterapis Boleh Daftar!


    Jakarta

    Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka pendaftaran Beasiswa Keolahragaan mulai 22 Juli-12 Agustus 2025. Pelamar bisa kuliah jenjang S2 atau S3.

    Ada dua jalur beasiswa LPDP-Kemenpora yang dibuka. Jalur Peningkatan Prestasi dibuka sebagai beasiswa targeted untuk olahragawan, mantan olahragawan, maupun tenaga keolahragaan seperti pelatih, fisioterapis, ahli gizi, sport scientist, dan lain-lain, dikutip dari laman LPDP Kemenkeu.

    Sementara itu, Jalur Penghargaan Prestasi dibuka untuk olahragawan dan mantan olahragawan dengan minimal satu prestasi tingkat internasional. Jalur yang termasuk beasiswa afirmasi ini tak mengenakan syarat minimal IPK dan sertifikat kemampuan bahasa saat pendaftaran.


    Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo mengatakan Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora ini bertujuan untuk memperkuat fondasi ekosistem olahraga nasional, yang juga terbentuk dari unsur sains, gizi, manajemen, dan teknologi.

    Beasiswa ini diharapkan juga dapat memastikan keberlanjutan kesejahteraan para insan olahraga. Ia menambahkan, beasiswa ini juga menjadi bekal bagi mantan atlet usai tak aktif bertanding.

    Penerima beasiswa LPDP-Kemenpora diharapkan berkontribusi dalam pengembangan sport science, manajemen olahraga, hingga kebijakan olahraga nasional.

    Beasiswa LPDP-Kemenpora 2025

    Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora berupa beasiswa fully funded atau pendanaan penuh. Berikut komponen pendanaannya:

    • Dana pendaftaran
    • Dana SPP/tuition fee/uang kuliah tunggal
    • Dana tunjangan buku
    • Dana penelitian tesis/disertasi
    • Dana seminar internasional
    • Dana publikasi jurnal internasional
    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana lomba internasional
    • Dana tunjangan keluarga (khusus doktor)
    • Dana keadaan darurat (jika diperlukan)

    Syarat Beasiswa LPDP-Kemenpora Jalur Peningkatan Prestasi

    • WNI dengan salah satu profesi berikut:
      • Olahragawan/mantan olahragawan
      • Tenaga keolahragaan:
        • Pelatih olahraga/pelatih olahraga disabilitas/pelatih fisik/pelatih fisik olahraga disabilitas/pelatih mental olahraga
        • Asisten pelatih olahraga/asisten pelatih olahraga disabilitas
        • Dokter olahraga/dokter pertandingan kejuaraan olahraga
        • Psikolog olahraga
        • Fisioterapis
        • Sport masseur
        • Perawat/tenaga medis
        • Ahli gizi/nutrisionis olahraga
        • Dosen ilmu olahraga
        • Konsultan di bidang olahraga
        • Administrator olahraga pada instansi pemerintah/administrator keolahragaan di cabang-cabang olahraga
        • Pengembang kebijakan olahraga prestasi
        • Peneliti keolahragaan/sport scientist
        • Fisiolog olahraga
        • Analis performa
        • Presenter education doping
        • Doping control officer
        • Classifier
        • Sport management
        • Sport entrepreneur.
    • Usia maksimal 40 tahun bagi pendaftar S2 dan 45 tahun bagi pendaftar S3 per 31 Desember 2025
    • IPK minimal 2,50 dari 4,00 bagi pendaftar S2 dan 3,00 dari 4,00 bagi pendaftar S3, dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau yang sudah dilegalisasi
    • Pendaftar S3 lulusan S2 yang programnya tidak menerapkan IPK wajib melampirkan surat keterangan dari perguruan tinggi asal
    • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang berlaku per 8 September 2025, dengan skor minimal:
      • Pendaftar S2 dalam negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0.
      • Pendaftar S2 luar negeri: TOEFL iBT 80; PTE Academic 58, atau IELTS 6,5.
      • Pendaftar S3 dalam negeri: TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0.
      • Pendaftar S3 luar negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5.
    • Memperoleh dan mengunggah surat rekomendasi dari Kemenpora keluaran dari SITENOR – Sistem Tenaga dan Organisasi Keolahragaan (https://sitenor.id) atau surat rekomendasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang menyatakan pendaftar adalah olahragawan, mantan olahragawan, atau tenaga keolahragaan yang sesuai dengan kriteria LPDP.

    Syarat Beasiswa LPDP-Kemenpora Jalur Penghargaan Prestasi

    • Memenuhi salah satu capaian berikut:
    1. Juara 1-3 pada kejuaraan olimpiade atau paralimpiade olahraga dunia
    2. Juara 1-3 pada kejuaraan dunia resmi dari federasi internasional
    3. Juara 1-2 pada kejuaraan Asian Games atau Asian Para Games
    4. Juara 1 pada kejuaraan SEA Games atau ASEAN Para Games
    5. Juara 1-3 pada kejuaraan olahraga internasional tingkat dunia,
    6. Juara 1-2 pada kejuaraan olahraga internasional tingkat benua
    7. Juara 1 pada kejuaraan olahraga internasional tingkat regional
    8. Juara 1 olahraga internasional yang diberikan penghargaan oleh presiden RI
    9. Juara 1 pada sebuah kejuaraan olahraga internasional yang tidak diutus oleh negara, tetapi mewakili Indonesia.
    • Prestasi nomor 5-9 di atas harus diraih pendaftar pada usia 17 tahun ke atas
    • Pendaftar S2 berusia maksimal 45 tahun dan S3 50 tahun per 31 Desember 2025
    • Tidak disyaratkan IPK minimal
    • Tidak disyaratkan skor bahasa Inggris minimal, tetapi akan mengikuti kelas pengayaan
    • Memperoleh dan mengunggah surat rekomendasi dari Kemenpora keluaran dari SITENOR – Sistem Tenaga dan Organisasi Keolahragaan (https://sitenor.id) atau surat rekomendasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang menyatakan pendaftar adalah olahragawan, mantan olahragawan, atau tenaga keolahragaan yang sesuai dengan kriteria LPDP.

    Jadwal Beasiswa LPDP-Kemenpora 2025

    • Pendaftaran: 22 Juli-12 Agustus 2025
    • Pengajuan surat rekomendasi: 8 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil rekomendasi: 5-10 Agustus 2025
    • Seleksi administrasi: 13-21 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 22 Agustus 2025
    • Masa sanggah: 23-25 Agustus 2025
    • Pemrosesan sanggah: 26 Agustus-4 September 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 8 September 2025
    • Seleksi substansi: 7 Oktober-19 November 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 27 November 2025
    • Mulai kuliah: Januari 2026

    Beasiswa LPDP-Kemenpora Jenjang S1 Akan Dibuka

    Dito mengatakan, beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora ke depannya akan diperluas untuk jenjang S1 dan mendorong kembalinya sekolah-sekolah olahraga se-Indonesia.

    “Melalui pendekatan pendidikan, pemerintah ingin membentuk generasi unggul yang punya sportivitas tinggi, dari hulu ke hilir,” kata Dito pada peluncuran beasiswa, Rabu (9/7/2025) lalu, dikutip dari laman Kemenpora.

    Plt Direktur Utama LPDP, Sudarto, mengatakan beasiswa ini memastikan insan olahraga dapat berkembang.

    “Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci sukses. Beasiswa Keolahragaan ini adalah bentuk inklusi strategis dalam sistem pembiayaan pendidikan nasional yang memberikan ruang bagi para insan olahraga untuk terus berkembang dan menginspirasi,” ucapnya.

    Informasi beasiswa LPDP-Kemenpora 2025 dapat diakses pada laman https://lpdp.kemenkeu.go.id dan akun Instagram @kemenpora. Selamat mendaftar, detikers!

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Beasiswa LPDP 2026 Lebih Fokus pada Prodi STEM, Kerja Sama dengan BRIN?



    Jakarta

    Pemilihan bidang studi beasiswa LPDP 2026 akan berfokus pada science, technology, engineering and mathematics (STEM). Hal itu disampaikan Plt. Direktur Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto usai menghadiri Apresiasi Talenta Unggul Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2025 di Gedung BRIN, Jakarta, Senin (11/8).

    “Jadi intinya bahwa kita nanti akan fokus kepada STEM dan non-STEM. Karena pada saat ini memang fokus pembangunan kita kan lebih ke arah sana,” ujarSudarto.

    Mengenai teknis dan skema ke depan, Sudarto mengatakan pihaknya masih akan membahas lebih lanjut. Namun, tidak menutup kemungkinan ada kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    “Tapi nanti detail dan sebagainya, setelah kami kerjakan bersama dengan Pak Handoko (Kepala BRIN) dan juga dengan tim desain teknis dan kementerian/lembaga terkait,” tuturnya.

    Sebelumnya, kabar skema beasiswa LPDP 2026 yang berfokus pada STEM muncul dari Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul. Ia mengatakan beasiswa LPDP akan difokuskan untuk bidang tertentu.

    Daya tampung penerima beasiswa juga akan disesuaikan dengan kebutuhan bidang serta prodi. Pihaknya akan meminta hasil pemetaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam menyelaraskan kebutuhan beasiswa.

    “JikaKemdiktisaintek melihat program beasiswaLPDP perlu difokuskan pada bidang tertentu yang perlu diakselerasi, kami mendukung. Penyesuaian mungkin dimulai tahun 2026,” kataLukmanul saat ditemui di GedungSasana BudayaGanesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (9/8/2025).

    Selain itu, ia juga mengatakan bidang yang difokuskan negara yakni science, technology, engineering and mathematics (STEM). Meski demikian, pendaftar masih bisa bebas mendaftar perguruan tinggi tujuannya.

    “Tidak serta merta diterapkan sistem kuota yang kaku. Tapi, ada formula orang yang lulus seleksi itu jumlahnya akan lebih besar STEM daripada yang non-STEM. Ada penilaian berbeda antara yang STEM dan non-STEM,” kata Lukmanul.

    “Pendaftar akan diarahkan untuk memilih bidang-bidang keahlian yang dibutuhkan negara,” tambahnya.

    Bidang STEM yang jadi fokus riset dan pengembangan antara lain pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

    Dalam penentuan bidang spesifik yang lebih jelas serta jurusan apa saja yang difokuskan, LPDP menyerahkannya kepada Kemendiktisaintek dan Kemenko PMK.

    “Pak Brian (Mendiktisaintek) dan Pak Pratikno (Menko PMK), beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination dan bidang apa,” tutur Lukmanul.

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Terbaru, LPDP Bakal Bantu Awardee Cari Kerja Usai Studi



    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dikabarkan tengah merombak skema pemberian beasiswa hingga pengelolaan awardee beasiswa. Hal ini agar mereka bisa cepat terserap dunia kerja.

    Plt Direktur UtamaLPDPSudarto mengatakan salah satu fokusLPDP saat ini adalah membangun kerja sama dengan industri,Danantara/BUMN dan kementerian atau lembaga (K/L) untuk pendayagunaan talenta atau alumniLPDP. Adapun skema yang kemungkinan akan dijalankan misalnya dengan ikatan dinas.


    “Kami saat ini sedang berbicara dengan banyak pihak, kami tawarkan dari awal lulusan LPDP untuk bisa terserap di industri,” kata Sudarto dalam detikFinance dikutip Selasa (14/10/2025).

    Sudarto menilai dampak beasiswa LPDP akan lebih baik jika awardee mendapatkan kesempatan langsung masuk industri setelah menempuh pendidikan. Oleh karena itu, program LPDP ke depan akan diarahkan sesuai kebutuhan industri.

    “Kami saat ini bicara dengan industri, termasuk dengan Kadin, misalnya. Dengan beberapa BUMN, kami juga bicara denganDanantara, bagaimana bisameng-utilisasi dan mendayagunakan lulusanLPDP ini untuk industri, terutama industri strategis,”ucapnya.

    Sudarto menambahkan, LPDP juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ekosistem yang terstruktur agar para lulusan LPDP bisa betul-betul berkontribusi bagi negara.

    “Kita wajibkan mereka (lulusanLPDP) kembali ke Tanah Air. This is not free ticket to study abroad, tapi ini adalah exclusive ticket untuk kontribusi di pembangunan dalam negeri, tetapi ekosistemnya harus kita siapkan sehingga mereka lebih berdaya,”tuturnya.

    Hampir Semua Lulusan LPDP Telah Bekerja

    Sudarto mengklaim hampir semua lulusan LPDP telah memiliki pekerjaan. Tercatat total penerima beasiswa LPDP melalui Dana Abadi Pendidikan (DAP) sebanyak 55.814 orang dari 2013 sampai 30 September 2025.

    “Hampir tidak ada yang menganggur. Tidak kurang dari 6 bulan mereka langsung dapat kerja,” imbuhnya.

    (nir/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Terbaru, LPDP Bakal Bantu Awardee Cari Kerja Usai Studi



    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dikabarkan tengah merombak skema pemberian beasiswa hingga pengelolaan awardee beasiswa. Hal ini agar mereka bisa cepat terserap dunia kerja.

    Plt Direktur UtamaLPDPSudarto mengatakan salah satu fokusLPDP saat ini adalah membangun kerja sama dengan industri,Danantara/BUMN dan kementerian atau lembaga (K/L) untuk pendayagunaan talenta atau alumniLPDP. Adapun skema yang kemungkinan akan dijalankan misalnya dengan ikatan dinas.


    “Kami saat ini sedang berbicara dengan banyak pihak, kami tawarkan dari awal lulusan LPDP untuk bisa terserap di industri,” kata Sudarto dalam detikFinance dikutip Selasa (14/10/2025).

    Sudarto menilai dampak beasiswa LPDP akan lebih baik jika awardee mendapatkan kesempatan langsung masuk industri setelah menempuh pendidikan. Oleh karena itu, program LPDP ke depan akan diarahkan sesuai kebutuhan industri.

    “Kami saat ini bicara dengan industri, termasuk dengan Kadin, misalnya. Dengan beberapa BUMN, kami juga bicara denganDanantara, bagaimana bisameng-utilisasi dan mendayagunakan lulusanLPDP ini untuk industri, terutama industri strategis,”ucapnya.

    Sudarto menambahkan, LPDP juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ekosistem yang terstruktur agar para lulusan LPDP bisa betul-betul berkontribusi bagi negara.

    “Kita wajibkan mereka (lulusanLPDP) kembali ke Tanah Air. This is not free ticket to study abroad, tapi ini adalah exclusive ticket untuk kontribusi di pembangunan dalam negeri, tetapi ekosistemnya harus kita siapkan sehingga mereka lebih berdaya,”tuturnya.

    Hampir Semua Lulusan LPDP Telah Bekerja

    Sudarto mengklaim hampir semua lulusan LPDP telah memiliki pekerjaan. Tercatat total penerima beasiswa LPDP melalui Dana Abadi Pendidikan (DAP) sebanyak 55.814 orang dari 2013 sampai 30 September 2025.

    “Hampir tidak ada yang menganggur. Tidak kurang dari 6 bulan mereka langsung dapat kerja,” imbuhnya.

    (nir/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Perubahan Beasiswa LPDP 2026, Skema-Pemberdayaan Alumni


    Jakarta

    Plt Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto mengungkap pihaknya sedang melakukan transformasi beasiswa LPDP 2026. Transformasi ini dilakukan agar beasiswa bisa lebih tepat sasaran sesuai prioritas pembangunan pemerintah.

    Sudarto menyebut, konsep transformasi beasiswa kini tengah difinalisasi dari penggodokan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah; serta Kementerian Agama. Ia berharap rancangan ini selesai pada akhir Oktober 2025.

    “Sedang melihat kembali, me-review kembali skema beasiswa LPDP. Untuk apa? Untuk lebih pas lagi, lebih berdampak dalam mendukung program prioritas pembangunan. Mudah-mudahan nanti kita, ya akhir bulan ini mungkin konsepnya sudah final,” kata Sudarto di kawasan Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10/2025), melansir detikFinance.
    3 Perubahan Beasiswa LPDP 2026


    Sudarto menyebut ada tiga aspek transformasi yang terjadi di LPDP. Berikut penjelasannya.

    3 Perubahan Beasiswa LPDP 2026

    1. Perubahan Bentuk Skema Beasiswa

    Transformasi LPDP pertama yakni dalam hal dorongan akselerasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Pada 2026, akan ada berbagai perubahan bentuk skema beasiswa, seperti:

    • Fokus beasiswa untuk bidang sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) dan non-STEM dengan STEM Adjective. Hal ini digunakan untuk mendukung delapan industri prioritas nasional (pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, pertahanan, hilirisasi, dan manufaktur maju).
    • Penetapan program studi dan universitas kelas dunia prioritas, tujuannya agar sesuai dengan kepentingan nasional. Langkah ini bisa dilakukan melalui program Joint/Dual/Double Degree Prioritas (Co-Funding) sehingga meningkatkan kapasitas penerima manfaat.
    • Mengalokasikan beasiswa secara tematik, agar sesuai dengan kebutuhan industri prioritas nasional.
    • Mensinergikan lulusan LPDP dalam dan luar negeri sehingga sesuai kebutuhan stakeholder industri.
    • Pengembangan keahlian prioritas untuk mencetak pemimpin nasional melalui program non-degree.
    • Sinergi pengelolaan beasiswa mulai dari sosialisasi, seleksi, pembekalan, pelayanan, dan pengelolaan alumni.
    • Memaksimalkan kontribusi alumni pada sektor industri strategis sehingga berkontribusi secara optimal pada peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).

    2. Pendayagunaan SDM Dalam Negeri

    Perubahan kedua yakni memfokuskan beasiswa dalam negeri untuk bidang-bidang yang sudah dikuasai oleh universitas dalam negeri. Langkah ini bisa dilakukan dengan program Joint/Dual/Double Degree dengan Universitas kelas dunia.

    Sudarto juga mengungkap kemungkinan kerja sama beasiswa doktor (S3) antar profesor. Tujuannya untuk mendukung berbagai riset prioritas.

    “Di sini juga dengan mendorong program kerja sama Beasiswa Doktor (S3) antar profesor, antar Universitas dalam negeri dan luar negeri untuk mendukung Riset Prioritas kelas dunia,” ucapnya.

    3. Pendayagunaan Alumni LPDP

    Terakhir, transformasi beasiswa LPDP 2026 akan termasuk pendayagunaan talenta atau alumni yang dihasilkan. Caranya melalui kerja sama dengan bentuk seperti ikatan dinas dengan industri, seperti Danantara/BUMN, kementerian, atau lembaga.

    Sudarto juga menegaskan akan memberikan perhatian khusus bagi alumni LPDP dari daerah-daerah afirmasi.

    “Serta akan ada perhatian khusus untuk talenta alumni Beasiswa Putra-Putri Papua dan daerah afirmasi lainnya,” tandasnya.

    (det/twu)



    Sumber : www.detik.com