Tag: sukabumi

  • Beasiswa SCG 2025 SMA Sederajat Plus Kuliah, Ada Jalur Anak Pekerja Bangunan


    Jakarta

    Siam Cement Group (SCG) dan Acora Foundation membuka pendaftaran beasiswa SCG Sharing The Dream 2025 sampai 8 Juni mendatang. Siswa SMA, SMK, MA, dan mahasiswa aktif dapat mendaftar.

    Beasiswa ini dibuka di Indonesia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Filipina. Komponennya meliputi bantuan dana pendidikan, program pengembangan diri, dan kegiatan khusus bagi penerima beasiswa.

    Beasiswa SCG Sharing The Dream terdiri dari empat jalur. Dua di antaranya diperuntukkan khusus bagi anak pekerja bangunan. Simak jalur dan syaratnya di bawah ini seperti dirangkum dari laman dan panduan resminya.


    Jalur Beasiswa SCG Sharing The Dream 2025

    • Jalur Umum Tingkat SMA: Bagi 400 siswa SMA, MA, atau SMK tahun ajaran 2025/2026
    • Jalur Umum Tingkat Sarjana: Bagi 10 siswa SMA, MA, dan SMK kelas 12, serta mahasiswa aktif yang pernah mendapat beasiswa SCG di jenjang SMA/MA/SMK
    • Jalur Khusus Anak Pekerja Bangunan Tingkat SMA: Bagi 15 siswa SMA, MA, dan SMK tahun ajaran 2025/2026 di wilayah Sukabumi dan Bandung
    • Jalur Khusus Anak Pekerja Bangunan Tingkat Sarjana: Bagi 2 siswa SMA/MA/SMK kelas 12 dan mahasiswa aktif asal wilayah Sukabumi dan Bandung.

    Syarat Beasiswa SCG

    • Memiliki kepedulian terhadap permasalahan lingkungan dan memiliki semangat berbagi kepada komunitas di sekitar
    • Memiliki sensitivitas terhadap isu atau permasalahan yang terjadi di sekitar
    • Membutuhkan bantuan keuangan untuk melanjutkan pendidikan
    • Tidak pernah terlibat tindak kriminal seperti penyalahgunaan narkotika dan miras, pemalsuan, pelecehan seksual dan tindakan asusila lainnya, tawuran, serta tindak kekerasan
    • Mengikuti semua kegiatan yang akan diadakan oleh program Sharing the Dream.
    • Mengisi formulir registrasi daring dan melengkapi seluruh persyaratan, termasuk menjawab pertanyaan esai dengan baik. Esai dengan ide komunitas terbaik akan berkesempatan untuk diwujudkan.

    Syarat Beasiswa SCG Jalur Umum Tingkat SMA

    • Siswa kelas 10-12 SMA/sederajat domisili Jakarta, Tangerang Selatan, Karawang, Sukabumi, Bogor, Bekasi, Gresik pada tahun ajaran 2025/2026
    • Khusus anak karyawan perusahaan SCG tidak harus berasal dari daerah di atas
    • Siswa dengan disabilitas didorong untuk mendaftar
    • Nilai rata-rata rapor minimal 75 dari semester genap tahun ajaran 2023/2024 dan semester ganjil tahun ajaran 2024/2025.

    Syarat Khusus Beasiswa SCG Jalur Umum Tingkat Sarjana

    • Pernah menjadi penerima beasiswa SCG Sharing The Dream saat SMA
    • Siswa kelas 12 SMA/MA/SMK, mahasiswa aktif jenjang D4 dan S1 maksimal semester 6, atau lulusan SMA/MA/SMK yang akan melanjutkan kuliah.
    • Nilai rata-rata rapor selama SMA adalah 75 bagi siswa kelas 12 dan lulusan SMA
    • IPK minimal 3.00 bagi mahasiswa aktif
    • Memiliki prestasi akademis dan nonakademis yang baik, serta aktif dalam organisasi kemahasiswaan atau ekstrakurikuler lainnya.

    Syarat Beasiswa SCG Jalur Khusus Anak Pekerja Bangunan Tingkat SMA

    • Siswa kelas 10-12 SMA/sederajat domisili Sukabumi atau Bandung pada tahun ajaran 2025/2026
    • Siswa dengan disabilitas didorong untuk mendaftar
    • Nilai rata-rata rapor minimal 75 dari semester genap tahun ajaran 2023/2024 dan semester ganjil tahun ajaran 2024/2025
    • Merupakan anak dari pekerja bangunan.

    Syarat Khusus Beasiswa SCG Jalur Khusus Anak Pekerja Bangunan Tingkat Sarjana

    • Siswa kelas 12 SMA/sederajat, mahasiswa aktif D4 atau S1, atau lulusan SMA/MA/SMK yang akan lanjut kuliah
    • Merupakan anak dari pekerja konstruksi/bangunan. Jika merupakan adik dari kakak yang berperan sebagai penopang ekonomi keluarga, dan kakak merupakan pekerja bangunan, maka adik dipersilakan mendaftar
    • Berasal dari wilayah Sukabumi atau Bandung, dibuktikan dengan KTP
    • Nilai rata-rata rapor selama SMA adalah 75 bagi siswa kelas 12 dan lulusan SMA
    • IPK minimal 3.00 bagi mahasiswa aktif.
    • Mempunyai prestasi akademis dan nonakademis yang baik, juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan atau ekstrakurikuler lainnya.

    Jadwal Beasiswa SCG 2025 Tingkat SMA

    • Batas akhir pendaftaran: 8 Juni 2025
    • Pengumuman hasil seleksi tahap 1: 23 Juni 2025
    • Pengumpulan berkas (seleksi tahap 2): 23 Juni-18 Juli 2025
    • Pengumuman nama-nama penerima beasiswa: 4 Agustus 2025

    Jadwal Beasiswa SCG 2025 Tingkat Sarjana

    • Batas akhir pendaftaran: 8 Juni 2025
    • Pengumuman hasil seleksi tahap 1: 18 Juni 2025
    • Pengumpulan berkas (seleksi tahap 2): 19 Juni-7 Juli 2025
    • Pengumuman hasil seleksi tahap 2: 15 Juli 2025
    • Persiapan seleksi wawancara: 16-22 Juli 2025
    • Seleksi wawancara: 22-25 Juli 2025
    • Pengumuman nama-nama penerima beasiswa: 4 Agustus 2025

    Pengumuman beasiswa SCG Sharing The Dream 2025 lebih lanjut dapat diakses di https://id.scg.com atau klik DI SINI.

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Ramadan Core 2025, Viral Wanita Pakai Mukena Mekar Bikin Warganet Ngakak

    Sukabumi

    Wanita ini memperlihatkan model mukena yang tak biasa. Mukena yang dipakainya bisa menjadi mekar bak bunga. Unggahan tentang mukena tersebut langsung viral membuat warganet ngakak.

    Lewat akun TikTok @taurus___28, ia menunjukkan mukena bahan brokat warna pink dengan detail bergelombang pada bagian kepala. Uniknya, ketika diusap ke belakang gelombang di mukena tersebut langsung mekar seperti bunga.

    Detik-detik menuju mekar. Diluar ekspedisi. Sekali usap malah mekar jadi gala bunga matahari pink 🌞🤌🏻 #ramadhan2025🕌☪️ #mukenacore #fypシ゚ #ramadhancore,” tuis keterangan video @taurus___28.


    Video yang berdurasi 11 detik itu viral sudah ditonton lebih dari 20,3 juta kali di TikTok. Rata-rata warganet juga ikut ngakak melihat mukena bisa mekar bak bunga.

    Ini sih saingannya mukenah barongsai yg sama hitsnya ka 😂😂,” ucap pengguna akun TikTok @Umma Asyikh.

    😭😭 capeee astagaaaaaa ngeliat ramadhan core terus 😭🤣 ada ajaaa gebrakannyaaaaa,” ngakak akun @it’smine.

    Mau tanya serius.. kak beli mukena dlm keadaan sadar dan tdk dlm paksaan siapapun kan🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,” timpal akun @@SheikaKinanti.

    Konfirmasi Wolipop

    Wanita ini mengunggah dirinya yang memakai mukena mekar bikin ngakak, mendadak viral di media sosial.Wanita ini mengunggah dirinya yang memakai mukena mekar bikin ngakak, mendadak viral di media sosial. Foto: Dok. TikTok @taurus___28.

    Wolipop sudah mewawancarai Rini Anggraeni yang mengunggah dirinya mengenakan mukena mekar viral. Wanita yang tinggal di Sukabumi, Jawa Barat ini mengatakan membeli mukena tersebut melalui E-commerce.

    “Hanya bentuk kekecewaan tapi ya sudah mau gimana lagi risiko belanja online. Sebenernya itu mukena aku beli dua tahun yang lalu. Cuma memang nggak pernah dipakai karena bentuknya yang agak aneh mekar merekah,” kata Rini kepada Wolipop.

    Wanita yang berusia 29 tahun ini berharap mukena yang ia pesan sesuai dengan ekspetasi. Rini mengaku iseng merekam video saat mengenakan mukena tersebut.

    “Awalnya seneng dong mukena yg aku anggap bakalan sesuai dengan fotonya itu akhirnya datang diantar kurir, setelah unboxing agak sedikit melamun, sedikit kecewa tapi ya mau gimana lagi di terima aja. Tapi ada hikmahnya juga kan gara gara si mukena mekar ini jadi bisa viral,” ucap Rini.

    Rini menjelaskan mukena tersebut ia beli seharga Rp 377 Ribu. Saat dia beli, terdapat pilihan warna hitam, lavender, broken white dan sage.

    “Sebenernya sih nggak percaya diri, ngerasa aneh aja. Kaget banget tapi Alhamdulilah bisa bikin orang-orang pada ketawa. Harus dipake sih sayang juga kan terlanjur dibeli,” pungkasnya.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 7 Desainer Indonesia Akan Perkenalkan Karya Wastra di FrontRow Paris 2025

    Jakarta

    Wastra Indonesia kembali melangkah ke panggung mode internasional. Kali ini, tujuh desainer Tanah Air bersiap memperkenalkan kekayaan tekstil tradisional Nusantara dalam ajang FrontRow Paris 2025, yang akan digelar untuk keenam kalinya di Les Salons Hoche, Paris.

    Dengan semangat kolaborasi dan identitas lokal, tujuh desainer membawa karya mereka sekaligus misi untuk memperkenalkan keindahan wastra Indonesia.

    Tujuh desainer yang akan unjuk gigi di FrontRow Paris antara lain, Deden Siswanto, AM by Anggiasari Mawardi, Rumah Batik Fractal-LPS, FFF by Ferry Febby Fabry, Putri Anjani by Indina, Roemah Kebaya Vielga, dan NY by Novita Yunus.


    “Pembeda tahun ini dengan tahun sebelumnya, mengapa bikin event sendiri di Paris. Padahal di luar banyak event yang sudah besar? Latar belakangnya industri fashion Indonesia itu besar dan menembus Fashion Week di sana tidak mudah. Kuratornya orang Paris dan bisa diterima di sana,” ungkap Ali Charisma sebagai Founder FrontRow, dalam konferensi pers FrontRow Paris di Bunga Rampai Restoran, Jakarta Pusat.

    FrontRow diharapkan bukan hanya menjadi jembatan menuju pasar Eropa, melainkan ruang aman bagi otentisitas. Ali pun mengungkapkan alasan menggelar FrontRow Paris

    “Dengan ada kurator di Paris, kita itu kalau ikut di sana diubah, menjadi western. Bahkan modest fashion Indonesia tidak bisa pakai hijab jadi berbeda DNA brandnya. Tapi kalau brandnya modest dan wastra Indonesia terlalu berat. Di lain sisi saya setuju tapi saya ingin balance. Dengan membuat acara sendiri bisa sesuai dengan wastra dan modest,” ujar Ali.

    Ali juga menekankan pendekatan berbeda tahun ini, dengan menambahkan elemen parade publik di area strategis Paris dari pusat kota hingga stasiun Metro, untuk menciptakan interaksi langsung antara karya dan publik global.

    “Bukan hanya buyer, tapi juga turis dan warga lokal akan menjadi audiens. Ini adalah cara menjangkau awareness secara organik, dari jalanan Paris ke showroom dan butik,” tambahnya.

    Buyer retail, department store, hingga influencer dengan pengaruh kuat akan diundang secara selektif untuk menciptakan komunikasi yang lebih fokus dan potensial berkelanjutan.

    “Saya percaya brand kali ini sangat keren dan bisa mewakili fashion Indonesia dengan beda kategori dan ini sangat bagus. Bedanya tahun ini potensi buyer retail dan ada parade fashion di kota Paris. Desainer yang ada 7 ini nanti akan ada parade di area publik tujuannya selain ke publik, di sana turis tidak banyak yang kenal FrontRow dan bisa menarik perhatian. Kita bisa masuk ke Metro dan promosi yang baik. Publik transportasi lainnya dan jalurnya ke mana saja,” tuturnya panjang lebar.

    Untuk transaksi berkelanjutan, Ali menuturkan akan mengundang pihak butik yang ada di Paris. “Kita masih handmade banyak jumlahnya bisanya ratusan dan mengundang buyer yang skalanya masih seperti itu. Kita juga mengundang buyer dari Departement Store dan VIP buyer dari influencer di sana. Itu yang kamu usahakan dan butik di Prancis bisa bertemu dengan desainer Indonesia,” lanjut Ali.

    Pengalaman tahun sebelumnya, Ali mengucapkan para desainer Indonesia sudah banyak yang masuk ke retail. Selama tiga tahun, Ali mendatangi butik dengan waktu yang terbatas.

    “Mungkin kelemahan kita follow up komunikasi dan akan kita tingkatkan untuk real production. Hampir setiap tahun ganti desainer. Buyer juga bertanya kenapa desainernya tidak ikut lagi,”lanjutnya lagi.

    Dengan bergabung Frontrow, tujuh desainer akan membuat promosi yang baik sehingga buyer luar negeri juga yakin. “Kita tahun ini akan membuat E-catalog sebelum kita berangkat ke Paris. Untuk jumlah pengunjungnya sekitar 250-400 orang yang datang. Tahun ini kita sengaja memilah supaya menghargai tamu, sedikit berbeda supaya desainer bisa serius komunikasinya dengan lebih baik. Teknisnya desainer bisa bertemu dengan buyer untuk presentasi di backstage mendengarkan komentar dan pendapat dari pengunjung,” sambung Ali.

    Seperti apa koleksi dari masing-masing desainer?

    Novita Yunus akan membawa brand ready-to-wearnya NY by Novita Yunus dengan membawa 11 koleksi wastra tenun lurik, sutra, kreasi dari embroidery dilengkapi dengan perhiasan. Dia juga membawa tas hasil kerja sama dengan mitra Batik Chic dari anyaman kulit domba.

    Roemah Kebaya Vielga, akan ada 10 koleksi dengan konsep petal of legacy. Embroidery manual dari bunga nusantara dan berbagai negara. Selain bordir dan sulam, Roemah Kebaya Velga bekerja sama dengan pengrajin desain perhiasan, Piyo Jewelry.

    Selanjutnya ada Rumah Batik Fractal-LPS yang membawakan tema koleksi Rumah Batik yangmenggambarkan hutan tropis di Parahyangan. Busananya ada 10 look dari 30 UMKM di Sukabumi. Hasil pelatihan selama tiga tahun dan memanfaatkan teknologi namun dengan proses cap dan canting.

    AM by Angggiasari Mawardi menggunakan material dari sisa deadstock garmen lalu dipatchwork dan batik Cirebon. Koleksi ini menggunakan bahan natural viber linen dan bambu.

    Putri Anjani by Indina, membawa koleksi bertajuk Simple but Fashion, mengangkat bahan airy silk dari daun jarak. Serat alam lainnya yang menjadi DNA Putri Anjani, batiknya juga masih dalam tahap celupan.

    Brand FFF by Ferry Febby Fabry akan menyuguhkan koleksi wastra dari Donggala, Sulawesi Tengah. Terakhir desainer, Deden Siswanto membawa koleksi Ready to wear berunsur wastra dengan tema serba hitam. Konsep koleksi kali unisex yang terdiri dari 10 koleksi menggunakan kain tenun.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Surga Kuliner Murah dan Pesta UMKM



    Depok

    Lebaran Depok bukan cuma soal tradisi tetapi juga surga kuliner murah meriah yang ditunggu warga tiap tahun. Ratusan UMKM tumpah ruah di Alun-alun Timur GDC, jadi motor penggerak ekonomi lokal dalam satu festival rakyat yang penuh cita rasa.

    Berbagai macam UMKM ditawarkan, mulai dari jajanan, makanan berat, minuman sampai fesyen. Yang paling menonjol adalah yang Betawi banget, di antaranya dodol dan kerak telor.

    Ya, Lebaran Depok memang menjadi arena untuk melestarikan kekhasan Betawi Depok.


    Wali Kota Supian Suri di Lebaran Depok 2025Wali Kota Supian Suri di Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

    Wali Kota Supian Suri mengatakan bahwa pemkot telah melakukan pendataan pada perajin atau orang-orang yang masih melestarikan makanan khas Depok, termasuk dodol Betawi. Ia mengaku telah memberikan support kepada mereka dalam sisi pemasaran.

    “Juga, kita akan men-support orang-orang yang selama ini belum perhatian terhadap ini untuk juga perhatian terhadap makanan-makanan yang memang menjadi kekhasan kita,” kata Supian pada Kamis (15/5).

    Dodol adalah produk yang memiliki biaya produksi mahal tapi tidak mudah dipasarkan, katanya.

    “Makanya kita pemerintah harus hadir di sana dan insya Allah mudah-mudahan dengan kehadiran kita pemerintah mendorong UMKM bisa tumbuh sehingga kita bisa dua hal kita dapatkan,” ujar dia.

    Menyinggung programnya, UMKM Naik Kelas, Supian akan memberikan support sesuai kebutuhan UMKM, seperti pemasarann, packaging, atau di perizinannya.

    “Ini yang kita coba dorong untuk kita bisa, prinsipnya event-event seperti ini menjadi ajang mereka menunjukkan produksi-produksinya,” kata dia.

    Sebagai putra Betawi Depok, Supian menunjukkan kebolehannya untuk mengaduk dodol dalam wajan kayu besar di dalam booth UMKM Haji Satibi. Dia mengatakan bahwa pekerjaan itu memang butuh keahlian khusus.

    Wali Kota Depok Supian Suri di Lebaran Depok 2025Wali Kota Depok Supian Suri di Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

    Haji Satibi mengaku sangat senang dengan kunjungan wali kota. Ia tak pernah ketinggalan untuk muncul tiap tahun di Lebaran Depok.

    “Omzetnya terbilang bagus, ngangkat budaya lokal,” kata pria berusia 53 tahun itu.

    Dodol yang paling laris adalah rasa original dan wijen. Yang kecil dibandrol dengan harga Rp 20 ribu, dan besar Rp 35 ribu. Biasanya, dagangannya laku keras di hari terakhir. Digelar Sabtu, pengunjung ramai dari pagi hingga malam.

    “Tahun kemarin tembus 35 juta di satu titik,” kata dia.

    Haji Satibi menambahkan informasi bahwa dia membuka lebih dari satu booth di Lebaran Depok itu.

    Yang suka ngemil, mungkin bisa mampir ke Dimsun Kuy milik Ibu Deva (25). Meski dalam keadaan mengandung, ia tetap melayani pembeli dengan sumringah.

    Lebaran Depok 2025Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

    “Tiap tahun ikut, sama kaya tahun kemarin ramenya di weekend,” kata dia.

    Dimsum seharga Rp 20 ribu itu ramai peminat saat cuaca bersahabat. Tapi di kala hujan, Deva mengaku sangat sedih karena sepi.

    “Kalau weekend biasanya sampai tembuh di atas Rp 1 juta,” katanya.

    Jajanan seperti bakso goreng, crab, yakitori, pizza, tumpah ruah di sana. Tak perlu takut kehabisan, ada sekitar 250 UMKM yang berjualan di sana dengan harga yang dijamin murah meriah. Apalagi makanan-makanan berkuah panas seperti soto, bakso, dan mie kocok.

    Lebaran Depok 2025Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

    Mie Kocok Geulis berada di booth bagian depan, dekat jembatan. Ibu Fitri, yang menjaga lapak, mengaku bahwa pagi adalah waktu yang paling ramai selain weekend.

    “Kalau ramai tembuslah Rp 2 juta,” jawabnya sambil menyiapkan semangkuk mie kocok khas Sukabumi yang menggugah selera di saat hujan.

    Dengan harga Rp 25 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati kuah panas gurih dengan campuran mie, tulang rangu, bakso dan sayuran. Meja makannya pun disediakan di dalam booth, jadi jangan khawatir soal panas atau hujan.

    Ibu Fitri datang dengan anak dan cucu-cucunya. Cucunya yang bernama Aril (2), tampak gembira memegang balon dengan lampu LED. Meski belum lancar berbicara, ia menggut-manggut senang saat ditanya tentang perasaanya bermain di sana.

    “Sering ke sini bawa cucu kalo weekend, senang dengan acara ini,” kata dia.

    (bnl/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Review Jujur Keranjang Sultan yang Bikin Will Smith Penasaran



    Sukabumi

    Will Smith membuat warga +62 gempar dengan mengunggah video Suspension Bridge Situ Gunung. Buat traveler yang penasaran, ini review jujurnya!

    Suspension Bridge berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Wisata tersebut viral usai aktor asal Amerika, Will Smith memposting ulang video saat wisatawan menaiki keranjang sultan di Situ Gunung.

    “Where is this??,” tulis Will Smith melalui akun media sosial Instagram pribadinya.


    detikJabar mencoba menjajal langsung Keranjang Sultan pada hari ini, Sabtu (6/4/2024). Perjalanan dimulai dari pusat Kota Sukabumi menuju arah utara ke Kecamatan Cisaat dan Kadudampit. Wisatawan bisa menggunakan kendaraan umum atau pribadi baik itu kendaraan roda empat atau roda dua.

    Di Situ Gunung terdapat beberapa paket wisata yang disebut jalur merah dan jalur hijau. Sementara itu, Keranjang Sultan dapat dinikmati bagi wisatawan yang mengambil jalur hijau.

    Iyan warga Tangerang saat menjajal Keranjang Sultan di Situ Gunung SukabumiIyan warga Tangerang saat menjajal Keranjang Sultan di Situ Gunung Sukabumi Foto: Siti Fatimah

    Sebelum bisa menaiki Keranjang Sultan, pengunjung melewati jembatan Lembah Purba. Jembatan itu memiliki panjang 414 meter dan diklaim sebagai yang terpanjang se-Asia lho!

    Wisatawan dimanjakan dengan pemandangan alam khas pegunungan, pepohonan yang rimbun, udara yang segar dan sahutan suara burung. Selain memacu adrenalin, jika beruntung, pengunjung bisa melihat satwa liar yang dilindungi, salah satunya lutung Jawa.

    Perjalanan kemudian dilanjut dengan menuruni tangga bebatuan mengarah ke Curug Sawer. Di tengah perjalanan, pengunjung akan disuguhi dengan pertunjukkan kesenian khas Sunda yaitu permainan musik suling dan karinding.

    Sebelum tiba di Curug Sawer, pengunjung akan melewati beberapa fasilitas lain seperti Glamping Situ Gunung, area oleh-oleh dan food court. Setelah itu, perjalanan diakhiri dengan menaiki Keranjang Sultan.

    Keranjang Sultan menjadi salah satu fasilitas untuk memotong jalan mengarah keluar area wisata. Pengelola menyiapkan kursi berbahan rotan untuk melintasi sungai sepanjang 153 meter.

    Di sana sudah ada dua petugas yang membantu wisatawan untuk duduk dan memakaikan sabuk pengaman. Setidaknya ada delapan kursi Keranjang Sultan yang disiapkan pengelola.

    Iyan Nur Yahya (52) pengunjung asal Tangerang mengaku sangat antusias untuk menaiki Keranjang Sultan. Ini kali pertama Iyan bersama keluarganya menaiki Keranjang Sultan.

    “Jadi saya lagi liburan dari Tangerang ke Sukabumi. Kemungkinan ini naik Keranjang Sultan baru pertama kali tapi kalau sekitaran Ciwidey, Rengganis pernah cuma ini yang paling pertama ke sukabumi sekalian saya ajak keluarga, suami-istri sama ponakan sekitar 18 orang, semoga senang semua,” kata Iyan.

    Sejak muda, Iyan memang menyukai wisata alam. Dia mengaku ingin menguji adrenalin dengan melewati jembatan dan naik Keranjang Sultan.

    “Nggak ada (takut atau gugup) makanya pengen coba uji adrenalin. Seru, kebetulan saya suka di alam ke daerah-daerah pegunungan. Harga tiketnya memadai, terjangkau. Semoga di hari lebaran tidak ada kenaikan, semua keluarga bisa main lagi semua, kebetulan saya ambil yang hijau,” tutupnya.

    ***

    Baca artikel selanjutnya di sini.

    (bnl/bnl)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Bangunan Bersejarah di Sukabumi, Saksi Bisu Kisah Tragis Sang Notaris



    Sukabumi

    Ada sebuah bangunan bersejarah bergaya Indische Empire di Sukabumi. Yang tak banyak orang tahu, bangunan itu saksi bisu kisah tragis seorang notaris Belanda.

    Notaris berkebangsaan Belanda itu bernama Hendrik (Harry) Schotel. Schotel tinggal di rumah itu pada era tahun 1920-an. Awalnya, dia membuka kantor di Batavia dan pindah ke Sukabumi menggantikan notaris sebelumnya H. Tollens.

    Di rumah tersebut, Schotel melakukan kegiatan kenotarisan. Mulai dari aktivitas jual beli tanah, ubah kepemilikan tanah, bangunan hingga membuat akta kelahiran.


    Salah satu karyanya yang tercatat dalam sejarah yaitu saat pengurusan tanah perkebunan teh dari perbatasan Cianjur hingga Bogor. ada masa Pemerintahan Hindia Belanda, Sukabumi memang ditinggali para pengusaha perkebunan yang sering berurusan dengan hak guna usaha.

    “Belum lagi dokumen-dokumen hukum dari kaki Gunung Gede hingga pantai Palabuhanratu. Urusan pertanahan penduduk biasa hingga instansi pemerintahan, semua diurus oleh beliau di rumah ini,” ujar Ketua Yayasan Dapuran Kipahare Irman Firmansyah, beberapa waktu lalu.

    Puncak karir sang notaris dimulai saat ia aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Ia terjun ke dunia olahraga sepak bola dan menjadi Ketua Kehormatan saat bertanding dengan tim dari kota lain.

    Schotel juga pernah menjadi Presiden Asosiasi Indo Eropa (IEV) dan berkontribusi penting dalam bisnis perkebunan di Sukabumi. Keberhasilannya tak lepas dari kepiawaiannya merangkul para pengusaha dan juga para pejabat pemerintahan kala itu.

    Peristiwa Tragis Dialami Keluarga Schotel

    Di balik segala kesuksesannya, ternyata ada kisah menyayat hati yang dialami oleh keluarga Hendrik Schotel. Kehidupan Schotel berubah 180 derajat saat putrinya mengalami kecelakaan di Batavia pada Mei 1928 silam.

    Saat itu, anak gadis Schotel bersama sopir dan ibunya berangkat ke Batavia dari Sukabumi dengan mobil Buick tujuh seat.

    Sekitar pukul 14.00 WIB, mobil Buick itu melewati persimpangan Menteng-Nieuw Gondangdia, namun sang supir tak menyadari ada trem listrik melintas di depannya.

    Saat melintasi rel trem, supir kaget dan mengerem mendadak. Akibatnya, trem menghantam bagian belakang mobil hingga terlempar dan menabrak tiang lampu lalu lintas. Kendaraan yang ditumpangi keluarga Schotel rusak parah di bagian depan dan belakang.

    Schotel Sangat Terpukul dengan Kecelakaan Itu

    Dalam kondisi terluka, keluarga Schotel dilarikan ke rumah sakit CBZ (sekarang RSCM). Sedangkan Schotel diberitahu mengenai kejadian itu melalui sambungan telpon. Schotel sangat terpukul dengan kejadian tersebut.

    Dia mulai sakit-sakitan dan hanya terbaring di tempat tidur untuk waktu yang cukup lama. Hal ini menyebabkannya harus absen sebagai notaris hingga ia mengajukan cuti pada 29 November 1929.

    Schotel pun tak sanggup menjalankan tugasnya sebagai notaris. Dia lalu diberhentikan sebagai notaris dan posisinya digantikan oleh A.W.F Bakker.

    Hal ini membuat pihak keluarga harus menjual aset-asetnya untuk bertahan hidup. Situasi ini menjadi beban berat bagi keluarga Schotel.

    Setahun kemudian, tepatnya 12 Juli 1932, Schotel meninggal dunia di usia 56 tahun. Pemakamannya dihadiri Asisten Residen Sukabumi dan Wali Kota Sukabumi, kemudian perwakilan I.EV Camoenie, dan Durr perwakilan dari I.K.P.

    “Beliau meninggal karena kesedihan anaknya kecelakaan di Jakarta di Gondangdia, makanya orang bilang ini spooky house atau agak berhantu, tapi so far sih tidak ada masalah cuma memang orang banyak penasaran dengan gedung ini,” kata Irman.

    Bangunan rumah Schotel yang berada di Jalan Bhayangkara nomor 219, Kota Sukabumi masih berdiri dengan kokoh dan bisa dilihat wisatawan. Namanya kini berubah jadi Wisma Wisnu Wardhani dan Setukpa Lemdiklat Polri.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rumah Tahanan Bung Hatta di Sukabumi Resmi Jadi Cagar Budaya



    Sukabumi

    Rumah dimana Bung Hatta dan Sutan Sjahrir pernah ditahan di Sukabumi resmi berstatus menjadi Cagar Budaya.

    Status itu ditetapkan dalam Sidang Penetapan Objek Diduga Cagar Budaya menjadi Cagar Budaya Kota Sukabumi pada 5 Desember 2023 lalu.

    Rumah tahanan Bung Hatta dan Sjahrir itu dibangun pada tahun 1926. Lokasinya berada di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.


    Bentuknya seperti layaknya rumah tua di zaman Belanda. Di depannya terdapat pohon besar menjulang tinggi yang menutupi bagian depan rumah.

    Bangunan bergaya twin-house kolonial itu cukup unik. Dari luar terlihat seperti satu rumah. Namun ternyata, di dalamnya terdapat dinding pemisah yang bisa ditempati oleh dua keluarga berbeda.

    Rumah itu dibagi dua dengan penyekat permanen dari tembok. Deretan dapur yang berada di belakang rumah menjadi penghubung dua bagian rumah itu.

    Masing-masing bagian yang dipisahkan oleh sekat itu ditempati oleh Hatta dan Sjahrir. Sjahrir tinggal di rumah tahanan bersama ketiga anak angkatnya yaitu Lila, Mimi dan Ali dari Banda Neira.

    Bung Hatta dan Sutan Sjahrir menempati rumah tahanan tersebut mulai dari 3 Februari 1942 hingga 22 Maret 1942. Meski singkat, banyak pergerakan yang lahir saat keduanya menempati rumah tahanan tersebut.

    Sebelum menjadi rumah tahanan Hatta dan Sjahrir, rumah itu merupakan rumah dinas inspektur Belanda. Pada masanya rumah tersebut berada di paling ujung kompleks

    Jalan tersebut kemudian menjadi jalan utama yang disebut Dr. Vogelweg, yang saat ini berubah namanya menjadi Jalan Bhayangkara.

    Rumah Tahanan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir di SukabumiRumah Tahanan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir di Sukabumi Foto: Siti Fatimah/detikJabar

    Rumah Tahanan Bung Hatta-Sjahrir Bakal Jadi Tempat Wisata

    Ke depan, pihak Pemkot Sukabumi akan menjadikan rumah tahanan (rutan) Bung Hatta dan Sjahrir menjadi objek wisata sejarah. Selain menjadi edukasi bagi warga masyarakat, pemanfaatan cagar budaya menjadi objek wisata juga dapat menumbuhkan perekonomian Kota Sukabumi.

    “Harus (jadi objek wisata). Kita akan coba pemanfaatan BMD (Barang Milik Daerah) ini. Seyogyanya ada inovasi agar mempermudah untuk mendapatkan sumber pendapatan yang sah terutama nanti mungkin kunjungan-kunjungan ke Kota Sukabumi semakin tambah banyak karena spesifik ada cagar budaya yang sangat luar biasa,” ujar Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji.

    —–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Letak Pulau Kunti di Jawa Barat yang Tak Boleh Dikunjungi Turis


    Jakarta

    Pulau Kunti adalah dataran kecil di kawasan Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Nama pulau ini diambil dari sosok setan asli Indonesia kuntilanak.

    Sebutan kunti berasal dari suara tawa perempuan yang kerap terdengar di pulau. Lantas, benarkah suara tersebut berasal dari makhluk halus? Apakah pulau ini boleh dimasuki manusia?

    Lokasi Pulau Kunti dan Asalnya

    Kawasan Pulau Kunti terletak di semenanjung Hutan Suaka Margasatwa Cikepuh atau Cagar Alam Cibanteng. Bagi warga sekitar di Kampung Palampang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, suara tawa kunti di pulau tersebut adalah misteri.


    Namun asal suara tawa Pulau Kunti bisa dijelaskan secara ilmiah. Fenomena ini berasal dari air laut di sekitar pulau saat pasang. Gelombang air laut ini menghantam komplek batuan di sebelah pulau.

    Hantaman tersebut menimbulkan suara mirip tawa, yang bergema hingga terdengar masyarakat. Komplek batuan ini terdiri dari batu konglomerat atau melan, yang dihasilkan dari lava jutaan tahun lampau.

    “Batuan itu berbentuk mirip dam namun berongga. Ketika ada gelombang menghantam, suara dentuman itu bergema mirip suara kuntilanak,” kata Geo Ranger Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGG) Saman.

    Nama yang seram kontra dengan daya tarik dan eksotisme Pulau Kunti. Kawasan cagar alam ini dihuni berbagai jenis hewan, misal rusa dan elang Jawa, plus pantainya yang indah.

    Kenapa Dilarang untuk Turis?

    Pulau Kunti dilarang untuk dimasuki masyarakat umum mulai tahun 2024. Sebelumnya, kawasan ini bisa dikunjungi wisatawan hingga berkembang menjadi sumber perekonomian.

    Kepala Resor (Lares) Cikepuh Iwan Setiawan mengatakan, sebenarnya dari dulu tidak boleh ada kegiatan apapun di kawasan pulau Kunti. Namun, sejak menjadi salah satu kawasan CPUGG, banyak kegiatan yang digelar di kawasan ini.

    Kawasan Pulau Kunti merupakan konservasi cagar alam. Sehingga pelarangan aktivitas manusia menjadi harga mati. Aktivitas apapun dikatakan ilegal, karena berisiko mengganggu fungsi kawasan sebagai penyangga keseimbangan alam.

    Kebijakan tersebut juga mempertimbangkan dampak status geopark yang disandang Ciletuh. Pada akhir 2024 nanti, tim asesor UNESCO akan merevalidasi kawasan. Jika kawasan konservasi semrawut dan kumuh, nilai geopark bisa turun.

    “Itu yang dikhawatirkan, masa kawasan konservasi yang notabene intinya geopark seperti itu? Tim asesor nanti saya yakin akan mencoret status konservasi. Saya tegaskan dalam kawasan Konservasi Cibanteng dan SM Cikepuh tidak boleh ada aktivitas apapun, kecuali penelitian dan pendidikan,” kata Saman.

    Wisatawan yang datang hanya bisa menyaksikan Pulau Kunti dari perahu wisata, tanpa boleh memasuki kawasannya. Di kawasan juga tidak disediakan fasilitas untuk pengunjung. Kebijakan ini mirip aturan geopark yang diterapkan pemerintahan Korea.

    Dengan aturan ini, pengunjung Pulau Kunti dapat mempertimbangkan ulang tujuan wisatanya. Dengan kekurangan dan kelebihannya, wisatawan Pulau Kunti wajib tetap menghormati serta taat pada aturan geopark.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sisa-sisa Peradaban Sunda Kuno yang Ditemukan Belanda di Sukabumi



    Sukabumi

    Sisa-sisa peradaban Sunda Kuno ternyata ditemukan oleh orang Belanda di Sukabumi. Bagaimana kisah penemuannya?

    Lokasi penemuan peradaban Sunda masa lampau itu berada di Kampung Salak Datar, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Lokasinya berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

    Dari hasil penelusuran sejarah, area itu pertama kali ditemukan oleh seorang peneliti Belanda bernama Hasskarl di tahun 1842.


    “Lokasi Salak Datar pertama kali dilaporkan oleh Hasskarl tahun 1842. la melaporkan adanya bangunan Punden berundak di Salak Datar. Penelitian lebih lanjut terhadap Megalit Salak Datar tercatat adanya susunan batu di tengah sawah terdiri dari monolit berhias dakon, sejumlah menhir, dan batu datar,” kata Eldi, Tim Ahli Cagar Budaya (TACG) Kabupaten Sukabumi.

    Penelitian Hasskarl kemudian berlanjut, sejumlah peneliti asal Belanda kembali mendalami situs tinggalan budaya tersebut.

    Bahkan hingga kini, sejumlah peneliti dengan berbagai latar belakang dan berasal dari berbagai negara masih rajin mendatangi lokasi tersebut.

    “Penelitian dilanjutkan oleh Vordeman (1885), N.J. Krom (1914), Puslit Arkenas (1977), dan beberapa peneliti lain baik dari peneliti asing, pemerintah, swasta, dan univeritas yang dilakukan di Lokasi Salak Datar hingga saat ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, lokasi Salak Datar merupakan lokasi dengan ciri tradisi Megalitik. Tradisi ini berkembang pada Masa Prasejarah Periode Perundagian, yaitu sekitar awal tarikh masehi,” beber Eldi.

    Sejak September 2023 kawasan itupun ditetapkan sebagai kawasan Cagar Budaya dan keberadaannya dilindungi oleh Undang-undang.

    Secara fungsi, Eldi merinci berbagai temuan di kawasan itu, setiap situs bebatuan memiliki arti dan fungsi yang memang mirip dengan situs tetinggal di masa lampau lainnya.

    “Lokasi Salak Datar difungsikan sebagai tempat ritual pengagungan arwah leluhur pada masa lalu. Hal itu dibuktikan dengan tinggalan-tinggalan megalitik yang tersebar di lokasi. Seperti ditemukannya menhir dan batu datar menyerupai lantai yang saling berkaitan, dimana pada masa lalu dipergunakan untuk tempat pertemuan atau pengagungan terhadap arwah leluhur, itu catatan ahli cagar budaya dari lokasi,” ungkap Eldi.

    “Letak Lokasi Salak Datar juga dekat dengan sumber air, berjarak sekitar 4 meter. Air merupakan komponen penting dalam tradisi megalitik, karena fungsi air digunakan sebagai kegiatan bersuci untuk mendukung upacara ritual pemujaan dalam tradisi megalitik,” sambungnya.

    Situs Salak Datar di Desa Cimaja, lokasinya tersembunyi diantara permukman warga dan area perbukitan kawasan TNG Halimun-SalakSitus Salak Datar di Desa Cimaja, Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

    Nurdin Maulana (48), juru kunci Situs Salak Datar mengatakan ia meneruskan almarhum ayahnya Abah Kosih (72) yang juga juga kunci kawasan tersebut

    “Saya meneruskan almarhum ayah saya, sejak beliau meninggal dunia 10 bulan silam. Saya menjalankan amanat atau wasiat dari almarhum untuk menjadi juru kunci di sini,” kata Nurdin.

    Nurdin mengatakan peninggalan Situs Salak Datar berasal sejak zaman Sunda Wiwitan, lokasi itu kerap ramai pengunjung ketika memasuki bulan (kalender jawa) Muharam, Sapar dan Mulud.

    “Biasanya yang datang ke sini tujuannya ziarah, silatuurahmi menelusuri jejak sesepuh dahulu. Muharam, Sapar dan Mulud di bulan biasa juga suka aja ada yang datang kadang satu orang dua orang seminggu,” kata Nurdin.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 12 Gunung di Indonesia yang Cocok untuk Pendaki Pemula


    Jakarta

    Bagi pendaki pemula, disarankan memilih gunung dengan jalur pendakian aman. Selain itu, lingkungan dan jalur pendakian sudah umum diketahui para pendaki.

    Persiapkan pula fisik dengan baik dan cari tahu juga sebanyak-banyaknya tentang info gunung yang hendak didaki. Misalnya kondisi cuaca untuk mengantisipasi hal buruk terjadi.

    Kalau sedang cari info gunung di Indonesia untuk pendaki pemula, bisa simak uraian di bawah ini ya.


    Gunung di Indonesia untuk Pendaki Pemula

    Ada sejumlah gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. Berdasarkan catatan detikcom, berikut rekomendasinya:

    1. Gunung Gede-Pangrango (Jawa Barat)

    Gunung Gede PangrangoGunung Gede Pangrango Foto: Syahril Anwar/d’Traveler

    Gunung Gede-Pangrango jadi salah satu gunung favorit di Jawa Barat untuk mendaki. Lokasinya terletak di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur dengan ketinggian 2.958 mdpl.

    Jalur Cibodas merupakan trek yang paling sering dilewati dan cocok untuk pendaki pemula. Treknya landai dan pemandangan yang disajikan begitu mempesona. Di sepanjang jalan, traveler bakal menemukan sejumlah spot seperti Telaga Biru, air terjun, serta air panas.

    Nantinya, pendaki juga bisa menemukan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

    2. Gunung Bromo (Jawa Timur)

    Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD asSUBAIDI

    Traveler pasti sudah tak asing dengan Gunung Bromo. Gunung yang masih aktif ini dapat dengan mudah ditaklukkan oleh pendaki pemula. Treknya tidak terlalu curam bahkan bisa dilalui oleh kendaraan, seperti mobil jeep maupun sepeda motor.

    Walau tidak begitu sulit untuk didaki, pendaki harus menaiki ratusan anak tangga untuk sampai di puncak. Barulah di sama traveler dapat menyaksikan panorama Gunung Bromo dan area sekelilingnya, serta menemukan Kawah Bromo yang aktif.

    Selain dijadikan tempat mendaki, gunung ini merupakan tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di sekelilingnya terdapat sejumlah spot yang juga bisa didatangi, seperti Bukit Teletubbies, Bukit Mentigen, Pasir Berbisik, hingga Pura Luhur Poten.

    3. Gunung Prau (Jawa Tengah)

    Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo.Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo. Foto: Uje Hartono/detikJateng

    Dengan ketinggian sekitar 2.590 mdpl, Gunung Prau termasuk gunung di Jawa Tengah yang ramah bagi pendaki pemula. Akses dan medan yang landai dan kebanyakan terdiri dari tanah berundak membuatnya tidak sulit untuk didaki.

    Jalur Patak Banteng bahkan punya rute pendakian yang lebih singkat karena lebih dekat dengan puncak. Untuk pendaki pemula yang kehabisan tenaga juga bisa menyewa ojek yang tersedia.

    Selain jalur pendakiannya yang terbilang mudah, Gunung Prau jadi favorit pendaki lantaran disebut-disebut memiliki pesona matahari terbit terbaik se-Asia Tenggara.

    4. Gunung Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

    Gunung Kelimutu terletak di Flores, NTT, punya 3 danau yang bisa berubah warna. Di puncak, wisatawan juga bisa menikmati kopi sembari menyaksikan keindahan danau yang aduhai.Gunung Kelimutu dan danau tiga warna. Foto: Budi Sugiharto

    Gunung Kelimutu di Flores punya ketinggian sekitar 1.639 mdpl. Dengan ketinggiannya itu, gunung ini juga punya trek yang mudah dilewati oleh pendaki pemula.

    Di puncak Gunung Kelimutu terdapat tiga danau atau kawah yang warnanya bisa berubah-ubah. Karena itu, terkenal dengan nama Danau Tiga Warna. Keindahan danau ini sudah tersohor di dalam maupun ke luar negeri lho.

    Untuk menuju puncak, traveler dapat mengambil jalur Ende dan menuju Desa Moni di lereng gunung. Mulai desa tersebut, ekspedisi mendaki Gunung Kelimutu dapat dimulai.

    5. Gunung Papandayan (Jawa Barat)

    gunungGunung Papandayan. Foto: (Basri Bachtiar/d’Traveler)

    Gunung Papandayan yang terletak di Garut, memiliki ketinggian 2.665 mdpl. Medannya yang cenderung landai juga jadi alasan gunung ini populer di kalangan pendaki pemula.

    Selain itu, pendaki bakal terhipnotis oleh hamparan alam yang disajikan Gunung Papandayan. Sejumlah kawah vulkanik, hutan pegunungan, hingga padang edelweis akan memanjakan mata selama perjalanan menuju puncaknya.

    6. Gunung Andong (Jawa Tengah)

    Asap memutih di Gunung Andong di wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang dilaporkan terbakar, Rabu (8/11/2023).Gunung Andong. Foto: Dok Kasi Trantib Kecamatan Ngablak

    Berada di Kabupaten Magelang, digemari pemula lantaran treknya yang tidak terjal dan waktu tempuhnya yang cenderung singkat. Meski begitu, panorama alam yang disuguhkan nggak kaleng-kaleng nih.

    Gunung Andong punya empat puncak, yaitu Puncak Makam, Jiwa, Andong, dan Alap-alap. Dari puncaknya ini, pendaki dapat menyaksikan pemandangan deretan gunung lain seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, hingga Telomoyo. Jajaran perbukitan dan hamparan lahan pertanian yang memukau juga dapat terlihat.

    Untuk naik ke puncak, pendaki bisa menempuh beberapa jalur yakni dari selatan (Jogja, Ketep Magelang, dan Purworejo), dari utara (Semarang, Salatiga, Ungaran, Boyolali, dan Solo), serta dari barat (Grabag, Wonosobo, Secang, Temanggung, dan Parakan).

    7. Gunung Batur (Bali)

    Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur. Foto: Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)

    Di Pulau Bali juga ada gunung yang cocok bagi pendaki pemula, yakni Gunung Batur. Pendakian di gunung ini memiliki jarak dan waktu tempuh yang tidak terlalu lama.

    Untuk menuju puncak, rute Toya Bungkah dapat dipilih karena jalurnya tergolong mudah dilalui dan tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga terdapat beberapa titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit yang memanjakan mata.

    8. Gunung Burangrang (Jawa Barat)

    Gunung Burangrang ramah untuk para pendaki pemula meski tidak terlalu populer. Lokasinya berada Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta, serta masih satu rangkaian dengan Gunung Tangkuban Parahu.

    Jalur pendakian ke puncaknya bisa ambil via Legok Haji. Treknya cukup landai dan ada di beberapa titik ada spot yang sedikit curam. Walau begitu, jalur ini adalah yang tercepat. Puncak Gunung Burangrang dapat dijangkau dalam waktu 3-4 jam saja, tergantung kondisi masing-masing.

    9. Gunung Ijen (Jawa Timur)

    Gunung Ijen termasuk gunung di Jawa Timur yang jadi favorit para pendaki, termasuk pemula. Gunung ini memiliki medan yang tidak terlalu sulit. Jalur lintasannya cukup lebar, tidak terlalu curam, mudah dipijak, serta terdapat banyak tempat istirahat.

    Selain itu, Gunung Ijen memiliki daya tarik yang tak dimiliki gunung lainnya lho. Di Kawah Ijen terdapat fenomena blue fire yang hanya terletak di dua lokasi saja di dunia. Fenomena alam ini bisa disaksikan dengan mata telanjang sekitar pukul 01.00-04.00 pagi.

    Fenomena blue fire terjadi ketika zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem yang muncul dari celah gunung berapi. Dari situ, terbentuklah api biru menawan yang menyala.

    10. Gunung Sibayak (Sumatera Utara)

    Gunung Sibayak di Karo memiliki ketinggian kisaran 2.172 mdpl. Gunung ini termasuk yang ramah pemula dengan jalurnya yang sudah cukup jelas dan treknya yang tidak terlalu terjal. Di sisi lain, waktu tempuhnya pun cukup singkat sekitar 2-3 jam saja tergantung kondisi fisik.

    Kalau tertarik mendaki tipis-tipis di gunung ini, bisa ambil jalur Desa Jaranguda yang paling sering dilalui wisatawan atau jalur Desa Semangat Gunung yang diklaim paling mudah tapi letaknya agak jauh dari pusat kota.

    11. Gunung Sindoro

    Ada lagi gunung di Jawa Tengah yang cocok untuk pendaki pemula, yakni Gunung Sindoro di Kabupaten Wonosobo. Gunung ini menyajikan pemandangan yang memukau saat matahari terbit maupun terbenam.

    Jalur Kledung menjadi jalur yang populer dipilih karena berada dekat dengan jalan provinsi. Selain itu, rute ini memiliki petunjuk jalan yang jelas yang menuntut sampai ke puncak. Terdapat pula banyak pos yang dapat menjadi acuan sehingga memudahkan para pendaki.

    12. Gunung Tanggamus (Lampung)

    Gunung Tanggamus termasuk gunung di Lampung yang sering didaki oleh komunitas pencinta alam. Panorama alam yang ditawarkan begitu indah. Pendaki dapat menyaksikan kabut putih tebal yang menutup lembah di pagi dan sore hari.

    Gunung yang terletak di Kabupaten Tanggamus ini tergolong ramah bagi pendaki pemula. Puncaknya yang berada di 2.101 mdpl dapat dijangkau lewat jalur pendakian yang sudah jelas dan trek yang landai.

    Nah, itu tadi sederet gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. So, traveler tertarik mendaki gunung yang mana nih?

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com