Tag: sulteng

  • Beasiswa Kalla 2025 untuk Mahasiswa D3-S1, Bantuan UKT hingga Rp7,5 Juta



    Jakarta

    AZ Hadji Kalla kembali membuka pendaftaran Beasiswa Kalla 2025-2026. Beasiswa ini disediakan untuk mahasiswa S1, D3, dan D4.

    Penerima beasiswa adalah mahasiswa yang memiliki prestasi akademik/olahraga/seni, seorang hafiz, aktif berorganisasi, dan penyandang disabilitas. Tak cuma membiayai UKT, Beasiswa Kalla memberikan kesempatan awardee mengembangkan diri.

    Apa saja syarat dan ketentuan mendaftar Beasiswa Kalla 2025? Mengutip panduan resminya, berikut ketentuan pendaftaran:


    Komponen Pembiayaan Beasiswa Kalla 2025

    • Pembiayaan UKT sesuai kebutuhan hingga Rp7,5 juta per mahasiswa.
    • Pelatihan soft skills dan kepemimpinan melalui program “Kalla Youth Changemaker”.
    • Kesempatan magang di unit Kalla Group
    • Program pengabdian masyarakat di desa binaan melalui Program Desa Bangkit Sejahtera.

    Syarat Daftar Beasiswa Kalla 2025

    Syarat Umum

    • Warga Negara Indonesia
    • Berasal atau berdomisili di provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi tengah, dan Sulawesi Tenggara
    • Mahasiswa S1/D3/D4 dari perguruan tinggi negeri maupun swasta
    • Mahasiswa aktif semester 1 atau 3
    • Tidak sedang menerima beasiswa sejenis
    • Berasal dari keluarga pra-sejahtera
    • Bersedia mengikuti rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas kepemimpinan dan pengembangan diri
    • Bersedia mengikuti rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas sosial.

    Syarat Khusus

    Jalur Akademik 1

    • Mahasiswa dari perguruan tinggi UI, UGM, ITB, Unair, IPB, ITS, Unpad, Undip, UB, dan Binus
    • Nilai rata-rata ijazah SMA/SMK/MA > 80 (skala 0-100)

    Jalur Akademik 2

    • Mahasiswa dari seluruh kampus di Sulsel, Sulbar, Sulteng, Sultra
    • Nilai rata-rata ijazah SMA/SMK/MA > 80 (skala 0-100)

    Jalur Prestasi di Bidang Olahraga dan Seni

    • Memiliki prestasi di salah satu bidang seni atau olahraga dari tingkat lokal/ regional/ nasional/ internasional
    • Memiliki sertifikat atau keterangan resmi prestasi yang telah diraih.

    Jalur Prestasi di Bidang Keaktifan Organisasi

    • Pernah memimpin organisasi intra/ ekstra di tingkat lokal/regional/nasional/internasional
    • Aktif di organisasi baik intra atau ekstra
    • Memiliki sertifikat atau keterangan resmi dari lembaga terkait

    Jalur Disabilitas

    • Mahasiswa penyandang disabilitas
    • Memiliki sertifikat atau keterangan resmi dari lembaga terkait.

    Jadwal Seleksi Beasiswa Kalla 2025

    • Sosialisasi: 10-14 Juni 2025
    • Pendaftaran: 16 Juni-5 September 2025
    • Seleksi esai dan wawancara: 15 September-10 Oktober 2025
    • Finalisasi: 13-24 Oktober 2025
    • Pengumuman hasil seleksi: 27 Oktober 2025.

    Jika detikers tertarik daftar, bisa melakukannya langsung pada laman https://form.yayasanhadjikalla.or.id/beasiswa_Kalla_2025_2026. Selamat mencoba!

    (cyu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemenag Semprot Garuda Buntut Pemulangan Jemaah Delay 28 Jam



    Madinah

    Kementerian Agama (Kemenag) kembali melayangkan protes keras kepada Garuda Indonesia karena delay atau keterlambatan penerbangan yang dialami jemaah haji kelompok terbang 9 Embarkasi Balikpapan (BPN-09). Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief menilai performance Garuda Indonesia tahun ini sangat buruk seiring delay penerbangan yang terus berulang.

    Fase pemulangan jemaah haji Indonesia yang berlangsung sejak 22 Juni 2024 kembali diwarnai dengan keterlambatan penerbangan oleh maskapai Garuda Indonesia. Keterlambatan yang dialami jemaah BPN-09 bahkan terjadi lebih dari sehari, tepatnya 28 jam. Sebelumnya, jemaah haji kloter 3 Embarkasi Kualanamu (KNO-03) juga mengalami delay selama 12 jam.

    “Kita protes keras Garuda Indonesia atas kembali terjadinya delay penerbangan jemaah haji Indonesia pada fase pemulangan. Delay lagi dan lagi. Berulang terus. Kita nilai kinerja Garuda Indonesia tahun ini sangat buruk, tidak profesional,” ujar Hilman Latief dalam rilis yang diterima detikHikmah, Senin (8/7/2024).


    “Dengan kejadian ini, Kementerian Agama akan mempertimbangkan kembali keterlibatan Garuda Indonesia pada penerbangan jemaah haji di tahun mendatang,” katanya.

    Sebanyak 324 jemaah BPN-09 berasal dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka seharusnya pulang ke Tanah Air, pada 6 Juli 2024, pukul 13.40 waktu Arab Saudi (WAS). Mereka sudah berada di bus dan siap ke Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah saat diinformasikan adanya delay penerbangan dan baru akan diterbangkan pada Minggu, 7 Juli 2024, sekitar pukul 17.40 WAS (Waktu Arab Saudi).

    “Pemberitahuan dari pihak Garuda Indonesia juga sering mendadak. Bahkan jemaah sudah berada di bus dan siap menuju Bandara AMAA Madinah baru diinfo kalau ada delay. Ini kejadiannya mirip dengan KNO-03. Jelas Garuda Indonesia tidak profesional,” tandas Hilman Latief.

    Delay semacam ini membuat jemaah lelah. Mereka terpaksa harus membawa koper kabin kembali karena sudah di bus baru diinfo kalau ada delay. Ini kan melelahkan,” sambung Hilman Latief.

    Protes senada disampaikan oleh Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab. Menurutnya, kinerja Garuda pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini betul-betul sangat buruk. Bahkan, pada pekan pertama fase pemulangan jemaah haji, lebih 50 persen penerbangan mengalami keterlambatan. Dari 52 kloter, sebanyak 38 kloter terbang tidak sesuai jadwal karena mengalami keterlambatan.

    “Pada pekan kedua pemulangan, total sudah ada 155 kloter jemaah haji Indonesia yang sudah diterbangkan Garuda Indonesia ke Tanah Air. Dari 155 kloter, ada 75 kloter yang mengalami keterlambatan atau 48,39%,” sebut Saiful Mujab.

    “Kalau pekan pertama ada KNO-03 yang delay 12 jam 30 menit, pekan kedua ini ada BPN-09 yang delay hingga 28 jam 10 menit. Ini sangat parah,” sambungnya.

    Saiful kembali meminta Garuda Indonesia fokus pada upaya perbaikan kinerja pada sisa penerbangan pemulangan jemaah haji Indonesia. Pastikan pesawat yang akan digunakan siap dan ada.

    Kru pesawat juga diminta siap bertugas sehingga potensi terjadinya delay penerbangan tidak terulang. Persiapkan pesawat cadangan pengganti pesawat bermasalah, sesuai kontrak kerja dengan Kemenag.

    “Kasihan jemaah kalau Garuda delay terus. Belum lagi jemaah harus naik pesawat domestik ke provinsi asal yang harus tertunda karena lambat dari Arab Saudi. Dampaknya signifikan dan ini menjadi tanggung jawab Garuda. Saya minta Garuda fokus pada perbaikan kinerja. Layani jemaah haji Indonesia dengan baik dengan tidak membuat jadwal penerbangan delay,” katanya.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com